Makalah Studi Kasus

  • Published on
    08-Aug-2015

  • View
    555

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<p>Makalah Studi Kasus Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Nursing Practice V:Manejemen Kesehatan dan Keperawatan Disusun oleh : KELOMPOK 2 Binarto Nainggolan Christa Juli sari S Debora Yulfine S Dessy Angghita Ega Kusmawati Eirene Ruth Eka Putri Sulistia (SA10014) (SA10015) (SA10016) (SA10017) (SA10018) (SA10019) (SA10020)</p> <p>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL BANDUNG 2013</p> <p>KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana berkat Rahmat dan Hidayah-Nya Makalah studi kasus ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa terselesaikannya tugas ini, tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Blacius Dedi, SKM, M. Kep. selaku Koordinator dan dosen Pembimbing mata kuliah Nursing Practice V: Manejemen Kesehatan dan Keperawatan yang selalu memberikan arahan dan bimbingan selama perkuliahan berlangsung. 2. Bapak Herwinda, S.Kep, Ners. selaku dosen Pembimbing mata kuliah Nursing Practice V: Manejemen Kesehatan dan Keperawatan yang selalu memberikan arahan dan bimbingan selama perkuliahan berlangsung. Dan kami menyadari akan berkembangnya ilmu pengetahuan yang tak pernah berhenti, oleh karena itu kami menerima semua saran dan kritik guna untuk memperbaiki di masa mendatang.</p> <p>Bandung, 09 JanuariI 2013</p> <p>Penulis</p> <p>i</p> <p>DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 1.1 1.2 Latar Belakang ......................................................................................... 1 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2 Tujuan Umum ................................................................................... 2 Tujuan Khusus................................................................................... 2</p> <p>1.2.1 1.2.2 1.3 1.4</p> <p>Metode Penulisan ..................................................................................... 2 Sistematika Penulisan ............................................................................... 3</p> <p>BAB II TINJAUAN TEORITIS.............................................................................. 4 2.1 Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) ................................... 4 Pengertian dan Definisi ..................................................................... 4 Tujuan Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional ..... 4 Komponen Model Praktik Keperawatan Profesional ........................ 4</p> <p>2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.2</p> <p>Manajemen Konflik .................................................................................11 Pengertian Konflik ...........................................................................11 Penyebab Konflik ............................................................................ 12 Proses konflik .................................................................................. 13 Penyelesaian Konflik ...................................................................... 13</p> <p>2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3</p> <p>Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) ................................................ 14 Pengertian ........................................................................................ 14 Fungsi .............................................................................................. 15 Tujuan.............................................................................................. 15 Prinsip Penyusunan SOP ................................................................. 15</p> <p>2.3.1 2.3.2 2.3.3 2.3.4</p> <p>ii</p> <p>2.3.5</p> <p>Langkah-langkah menyusun SOP ................................................... 16</p> <p>BAB III PEMBAHASAN KASUS ....................................................................... 21 3.1 3.2 Fungsi Manajerial ................................................................................... 21 Analisis SWOT....................................................................................... 25 Situasi Kasus ................................................................................... 25 Kajian Kasus ................................................................................... 25 Analisa Data .................................................................................... 26 Matriks SWOT ................................................................................ 27</p> <p>3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7</p> <p>Prioritas Masalah .................................................................................... 29 Fish Bone Analisis .................................................................................. 31 Plan Of Action (POA) ............................................................................. 33 Alternatif Penyelesaian Konflik ............................................................. 37 Peran Kepemimpinan Dalam Manajemen Keperawatan........................ 39</p> <p>BAB IV PENUTUP .............................................................................................. 40 4.1 Simpulan ................................................................................................. 40</p> <p>DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. iv</p> <p>iii</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang Era globalisasi dan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut perawat, sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan yang optimal. Indonesia juga berupaya mengembangkan model praktik keperawatan profesional (MPKP).Saat ini, praktik pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum mencerminkan praktik pelayanan profesional. Metoda pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas. Maka dari itu sebagai tenaga kesehatan yang profesional di tuntut untuk siap dan setara dengan perkembangan standar kesehatan saat ini. Maka dari itu di berlakukan nya Standar yang dikembangkan dengan baik akan memberikan ciri ukuran kualitatif yang tepat. Standar selalu berhubungan dengan mutu karena standar menentukan mutu. Standar dibuat untuk mengarahkan cara pelayanan yang akan diberikan serta hasil yang ingin dicapai. Mengingat keterbatasan jumlah dan pendidikan sumber daya perawat di Indonesia- mayoritas tenaga keperawatan masih lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK)-praktik keperawatan profesional tidak bisa seperti yang dilakukan di negara maju. Yang dilakukan adalah modifikasi keperawatan primer. Penetapan jumlah tenaga keperawatan didasarkan jumlah klien/pasien dan derajat ketergantungan klien. Jenis tenaga adalah perawat primer (PP) yang lulusan S1 keperawatan, perawat asosiet (PA) lulusan D3 keperawatan, serta SPK. Tenaga lain adalah pembantu keperawatan. Mereka berada dalam satuan tim yang dibimbing dan diarahkan oleh Clinical Care Manager (CCM) yang merupakan magister spesialis keperawatan. Ketetapan yang dilakukan ini bertujuan untunk memajukan indonesia agar indonesia mampu bersaing dan setara dengan negara lain, yang nantinya menuju kepada kehidupan yang lebih baik lagi bagi masa depan.</p> <p>1</p> <p>1.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini ditujukan yakni sebagai berikut: 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa mampu memahami fungsi manajerial dalam</p> <p>manajemen keperawatan. 1.2.2 Tujuan Khusus Setiap mahasiswa mampu memahami tentang analisis SWOT, manajemen konflik, model keperawatan profesional. 1.3 Metode Penulisan Metode penulisan yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah pola deskripsi, yakni mengambarkan, memaparkan serta menjelaskan kembali apa yang telah kami dapat dan telah kami pelajari sebelumnya dari berbagai sumber yang telah kami padukan menjadi satu rangkaian berdasarkan pemahaman kami, agar para mahasiswa juga dapat mengerti dan memahami tentang salah satu mata kuliah yang kami sajikan dalam manajemen keperawatan dan kesehatan ini. Ada pula metode penulisan untuk bahan sumber yang kami dapatkan adalah sebagai berikut: 1. Mencari bahan di perpustakaan berdasarkan sumber yang sesuai dengan materi 2. 3. 4. Mencari buku sumber yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Menanyakan kepada pakar yang lebih memahami materi ini. Mencari ke internet , dll.</p> <p>2</p> <p>1.4 Sistematika Penulisan Pada bab I yakni Pendahuluan, bab ini berisikan latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan yang kami paparkan serta jelaskan secara rinci. Kemudian pada bab II yakni tinjauan teoritis, bab ini berisikan teori pendahulu mengenai model praktik keperawatan profesional, manajemen konflik, dan standar operasional prosedur. Pada bab III yakni tinjauan kasus, bab ini berisikan fungsi manajerial, Analisa SWOT, plan of action, prioritas masalah untuk menangani kasus dan peran kepemimpinan dalam manajemn keperawatan. Pada bab IV yakni penutup, pada bab ini berisikan simpulan dari keseluruhan materi.</p> <p>3</p> <p>BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) 2.1.1 Pengertian dan Definisi Model Praktik KeperawatanProfesional sebagai sebuah sistem yang meliputi struktur, proses, dan Model Praktik Keperawatan Profesional sebagai sebuah sistem yang meliputi struktur, proses, dan nilai professional yang memungkinkan perawat professional mengatur pemberian asuhan keperawatan dan mengatur lingkungan untuk menunjang asuhan keperawatan. Sebagai suatu model berarti sebuah ruang rawat dapat menjadi contoh dalam praktik keperawatan professional di Rumah Sakit. (Hoffart dan Woods, 1996) 2.1.2 Tujuan Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional a. Meningkatkan mutu askep melalui penataan sistem pemberian asuhan keperawatan b. Memberikan kesempatan kepada perawat untuk belajar melaksanakan praktik keperawatan professional c. Menyediakan kesempatan kepada perawat untuk mengembangkan penelitian keperawatan 2.1.3 Komponen Model Praktik Keperawatan Profesional a. Nilai Profesional Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional didasarkan pada nilai professional. Nilai professional merupakan inti dari Model Praktik Keperawatan Profesional, yang meliputi: nilai intelektual, komitmen moral, otonomi, kendali, dan tanggung gugat. b. Pendekatan manajemen Pendekatan manajemen digunakan untuk mengelola sumber daya yang ada meliputi: ketenagaan, alat, fasilitas serta menetapkan Standar Asuhan Keperawatan (SAK). Pada Model PraktikKeperawatan Profesional ini</p> <p>4</p> <p>kemampuan manajemen keperawatan yang dikembangkan terutama dalam hal mengelola perubahan dan pengambilan keputusan. c. Sistem pemberian asuhan keperawatan Sistem pemberian asuhan keperawatan (care delivery system) merupakan metode penugasan bagi tenaga perawat yang digunakan dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada klien. Sistem atau metode tersebut merefleksikan falsafah organisasi, struktur, pola ketenagaan dan populasi klien. Saat ini dikenal lima jenis metode pemberian asuhan keperawatan, yang terdiri dari: metode kasus, fungsional, tim, primer dan manajemen kasus. d. Hubungan professional Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) memungkinkan terjadinya hubungan professional di antar perawat dan praktisi kesehatan lainnya. Hubungan ini dapat terjadi melalui sistem pendokumentasian</p> <p>keperawatan, operan tugas jaga,konferensi awal dan akhir, dan pembahasan kasus. e. Kompensasi dan Penghargaan Pada suatu layanan professional, seseorang mempunyai hak atas kompensasi dan penghargaan. Kompensasi merupakan salah faktor yang dapat meningkatkan motivasi, pada Model Praktik. Keperawatan Profesional karena masing-masing perawat mempunyai peran dan tugas yang jelas sehingga dapat dibuat klasifikasi yang obyektif sebagai dasar pemberian kompensasi dan penghargaan. f. Aspek Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional Menurut Sitorus (1996) yang diperkuat oleh Nursalam</p> <p>(2002),berdasarkan tingkat perkembangan keperawatan di Indonesia untuk dapat menerapkan Model Praktik Keperawatan Profesional ada tiga aspek yang perlu dikembangkan yang meliputi : 1. Ketenagaan Dalam pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional aspek ketenagaan merupakan komponen pertama yang harus dipertimbangkan, sehingga tujuan pelayanan dapat dicapai. Menurut Werdati (2005) dalam penerapan sistem pemberianasuhan keperawatan 5</p> <p>terdapat 3 strategi manajemen yang penting dalam mengelola sumber daya keperawatan yaitu: a. Sistem klasifikasi pasien Sistem ini dikembangkan untuk mewujudkan asuhan</p> <p>keperawatan yang bermutu dan efisisien, karena pelayanan diberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan pasien, merupakan metode untuk memperkirakan dan mengkaji jumlah kebutuhan pasien terhadap pelayanan keperawatan, sehingga dapat diketahui jam efektif perawat untuk melakukan pelayanan keperawatan. Depkes (2001) menetapkan indikator jumlah jam kontak perawat dengan pasien rata-rata selama 4,5 jam/hari. b. Stafing Staffing merupakan salah satu fungsi khusus manajemen keperawatan yang terdiri dari kegiatan-kegiatan :mengidentifikasi jenis dan jumlah dan kategori tenaga yang dibutuhkan pasien, mengalokasikan anggaran tenaga, merekrut, seleksi dan penempatan perawat, orientasi danmengkombinasikan tenaga pada konfigurasi yang baik. c. Penjadwalan Penetapan jumlah tenaga dan penjadwalan adalah merupakan proses</p> <p>pengorganisasian sumber daya yang berharga untuk menentukan berapa banyak dan kriteria tenaga seperti apa yang dibutuhkan untuk setiap shift. Sedangkan menurut Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menyebutkan bahwa agar pelayanan keperawatan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan seorang Kepala Ruang harus menyusun jadwal dinas yang dapat mencerminkan jumlah dan kategori tenaga yang berkemampuan baik pada setiap shift dan adapenunjukan perawat sebagai penanggung jawab shift dengan disertai pembagian tugas yang jelas</p> <p>6</p> <p>2. Penerapan sistem pemberian asuhan keperawatan Merupakan metode penugasan yang dipilih dalam mem berikan pelayanan asuhan keperawatan sesuai dengan kondisi yang ada di Rumah Sakit. Sistem pemberian asuhan keperawatan harus merefleksikan falsafah organisasi, struktur, pola ketenagaan dan karakteristik populasi pasien yang dilayani. Untuk memperoleh gambaran penerapan sistem ini dapat dilihat dari tanggung jawab pelaksanaan uraian tugas dan tanggung jawab kepala ruang rawat, kepala group, CI, dan perawat pelaksana. a. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Ruang Rawat 1. Mengobservasi dan memberi masukan kepada PP terkait dengan bimbingan yangdiberikan PP kepada PA. Apakah sudah baik. 2. Memberikan masukan pada diskusi kasus yang dilakukan PP dan PA.. 3. Mempresentasikan isu-isu baru terkait dengan asuhan keperawatan. 4. Mengidentifikasi fakta dan temuan yang memerlukan pembuktian. 5. Meng...</p>