of 24/24
MAKALAH BAHASA INDONESIA “Strategi Menyimak Efektif” Disusun Oleh: Nama : GERMANA GETRUDIS IGO NIM : 1321010028 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN i

MAKALAH - Strategi Menyimak Efektif

  • View
    637

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MAKALAH - Strategi Menyimak Efektif

MAKALAHBAHASA INDONESIAStrategi Menyimak Efektif

Disusun Oleh:Nama:GERMANA GETRUDIS IGO

NIM:1321010028

PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NUSA CENDANA 2 BAJAWA

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karena berkat rahmat-Nya, kami bisa menyusun dan menyajikan makalah yang berisi tentang Strategi Menyimak Efektif. Adapaun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diberikan oleh dosen mengenai Keterampilan Menyimak sebagai syarat untuk memenuhi aspek penilaian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan informasinya.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami makalah ini.

Bajawa, Januari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................KATA PENGANTAR ...............................................................................................DAFTAR ISI ..............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1.1. Latar Belakang .............................................................................................1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................1.3. Batasan Masalah ..........................................................................................1.4. Tujuan Penulisan .........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................2.1. Hakikat Menyimak ......................................................................................2.2. Pengertian Menyimak ..................................................................................2.3. Tujuan Menyimak ........................................................................................2.4. Jenis-Jenis Menyimak ..................................................................................2.5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak Efektif ........2.6. Cara Meningkatkan Keterampilan Menyimak Efektif ................................2.7. Prinsip-prinsip Peningkatan Kemampuan Menyimak .................................2.8. Ciri-ciri Penyimak Yang Ideal .....................................................................2.9. Kegiatan Menyimak .....................................................................................

BAB III PENUTUP ...................................................................................................3.1. Kesimpulan ..................................................................................................3.2. Saran ............................................................................................................

iiiiii

12222

33457889910

121212

iii

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Betapa penting peran menyimak dalam kehidupan sehari-hari, kiranya tidak perlu diragukan lagi. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak. Apalagi dalam era globalisasi seperti saat ini, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat dituntut untuk mampu menyimak berbagai informasi dengan cepat dan tepat, baik melalui berbagai media, seperti radio, televisi, telepon, dan internet, maupun melalui tatap muka secara langsung. Berbagai lembaga, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, sering mendatangkan para pakar yang sesuai dengan bidang informasi yang dibutuhkannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui kegiatan rapat, ceramah, seminar, diskusi, debat, simposium, dan sebagainya. Dalam kegiatan semacam itu, peserta dituntut untuk memiliki keterampilan menyimak yang memadai.Dalam proses interaksi dan komunikasi diperlukan keterampilan berbahasa aktif, kreatif, produktif dan resetif apresiatif yang mana salah satu unsurnya adalah keterampilan menyimak yang bertujuan untuk menangkap dan memahami pesan ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan.Jika diperinci, minimal ada empat peran menyimak dalam kehidupan, yaitu sebagai landasan belajar bahasa, penunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis, pelancar komunikasi, dan penambah informasi.Apabila dibandingkan dengan aktivitas berbahasa yang lain, aktivitas menyimak selalu melebihi kegiatan berbicara, membaca, dan menulis (hasil penelitian Paul T. Rankin: menyimak: 42%; berbicara: 25%; membaca: 15%; menulis: 11% ). Hal itu menunjukkan bahwa menyimak mempunyai peran yang penting. Untuk itu peranan keterampilan menyimak siapa saja sebagai suatu hal mendesak yang harus dilaksanakanDengan demikian menyimak sangat penting dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu kami akan mencoba menyusun konstribusi ilmu menyimak dalam peningkatan upaya menyimak efektif.1.2. Rumusan MasalahDalam pembahasan makalah ini kami akan memfokuskan pada beberapa masalah di bawah ini:1. Faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan menyimak efektif2. Tujuan apa yang akan di capai melalui keterampilan menyimak3. Manfaat apa yang akan diperoleh setelah belajar menyimak4. Mengetahui ciri ciri penyimak ideal

1.3. Batasan MasalahDalam batasan masalah ini kami akan membatasi masalah tentang ruang lingkup menyimak dalam peningkatan uapaya menyimak efektif.

1.4. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan makalah ini adalah:1. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan menyimak efektif.2. Untuk mengetahui ciri-ciri penyimak ideal

BAB IIPEMBAHASAN

2.1. Hakikat MenyimakIstilah mendengarkan, mendengar dan menyimak sering kita jumpai dalam dunia pengajaran bahasa. Ketiga istilah itu berkaitan dengan makna.Peristiwa mendengar biasanya terjadi secara kebetulan, tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Karena itu kegiatan mendengar tidak direncanakan. Hal itu terjadi secara kebetulan. Apa yang didengar mungkin tidak dimengerti maknanya dan mungkin pula tidak menjadi perhatian sama sekali. Suara yang didengar masuk telingan kanan dan keluar dari telinga kiri. Dalam hal tertentu suara yang didengar itu dipahami benar-benar maknanya. Hal itu terbukti dari reaksi si pendengar yang bersangkutan.Mendengarkan setingkat lebih tinggi tarafnya dari mendengar. Bila dalam peristiwa mendengar belum ada faktor kesengajaan , maka dalam peristiwa mendengarkan hal itu sudah ada. Faktor pemahaman biasanya juga mungkin tidak ada karena hal itu belum menjadi tujuan. Mendengarkan sudah mencakup mendengar.Di antara ketiga istilah teraf tertinggi diduduki istilah menyimak. Dalam peristiwa menyimak sudah ada faktor kesengajaan. Faktor pemahaman merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Bila mendengar sudah tercakup dalam mendengarkan maka baik mendengar maupun mendengarkan sudah tercakup dalam menyimak.Peristiwa menyimak selalu diawali dengan mendengarkan bunyi bahasa baik secara langsung atau pun melalui rekaman, radio atau televisi. Bunyi bahasa yang ditangkap oleh telinga diidentifikasi bunyinya. Pengelompokannya menjadi suku kata, kata, frasa dan klausa, kalimat dan wacana. Lagu dan intonasi yang menyertai ucapan pembicarapun turut diperhatikan oleh penyimak. Bunyi bahasa yang diterima kemudian diinterpretasikan maknanya, ditelaah kebenarannya atau dinilai lalu diambil keputusan menerima atau menolaknya. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan difinisi menyimak sbb : Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya. Menyimak melinbatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan, pengertian. Bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimakpun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya.

2.2. Pengertian MenyimakMenyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia,Pengertian menyimak menurut ahli1. Drs. Natasasmita Hanapi. 1995: 18)Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).2. Tarigan ( 1994 : 27 )Pada kegiatan mendengar mungkin si pendengar tidak memahami apa yang didengar. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti unsure pemahaman karena itu belum menjadi tujuan. Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalam kegiatan menyimak ada unsure kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsure utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Sutari,1997:16),Mendengar mempunyai makna dapat menangkap bunyi dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi maka alat pendengaran kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Kita mendengar suara itu, tanpa unsur kesengajaan. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan tetapi datang secara kebetulan. Bunyi-bunyi yang hadir di telinga itu mungkin menarik perhatian, mungkin juga tidak. Mendengarkan atau menyimak merupakan proses menangkap pesan atau gagasan yang disajikan melalui ujaran.2.3. Tujuan MenyimakPenyimak yang baik adalah penyimak yang berencana. Salah satu butir dari perencanaan itu ada alasan tertentu mengapa yang bersangkutan menyimak. Alasan inilah yang kita sebut sebagai tujuan menyimak. Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan Karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama menyimak adalah menangkap,memahami, atau menghayati pesan,ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan.Tujuan yang bersifat umum itu dapat dipecah-pecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek tertentu yang ditekankan. Perbedaan dalam tujuan menyebabkan perbedaan dalam aktivitas menyimak yang bersangkutan. Salah satu klasifikasi tujuan menyimak adalah seperti pembagian berikut yaitu menyimak untuk tujuan :1. Mendapatkan faktaPengumpulan fakta dapat dilakukan dengan berbagai cara. Para peneliti mengumpulkan atau mendapatkan fakta melalui kegiatan penelitian, riset atau eksperimen. Pengumpulan fakta seperti cara ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Bagi rakyat biasa hal itu jarang atau hampir-hampir tidak dapat dilakukan. Cara lain yang dapat dilakukan dalam pengumpulan fakta ialah melalui membaca. Orang-orang terpelajar sering mendapatkan fakta melakui kegiatan membaca seperti membaca buku-buku ilmu pengetahuan, laporan penelitian, makalah hasil seminar,majalah ilmiah, dan populer, surat kabar, dsb. Hal yang seperti ini pun jarang dilakukan oleh rakyat biasa. Dalam masyarakat tradisional pengumpulan fakta melalui menyimak tersebut banyak sekali digunakan. Dalam masyarakat modern pun pengumpulan fakta melalui menyimak itu masih banyak digunakan.2. Mengevaluasi faktaTujuan ketiga dalam suatu proses menyimak adalah mengevaluasi fakta-fakta yang disampaikan pembicara. Dalam situasi ini penyimak sering mengajukan sejumlah pertanyaan seperti antara lain :a. Benarkah fakta yang diajukan?b. Relevankah fakta yang diajukan?c. Akuratkah fakta yang disampaikan?Apabila fakta yang disampaikan pembicara sesuai dengan kenyataan, pengalaman dan pengetahuan penyimak maka fakta itu dapat diterima. Sebaliknya bila fakta yang disampaikan kurang akurat atau kurang relevan, atau kurang meyakinkan kebenarannya maka penyimak pantas meragukan fakta tersebut. Hasil pengevaluasian fakta-fakta ini akan berpengaruh kepada kredibilitas isi pembicaraan dan pembicaranya. Setelah selesai mengevaluasi biasanya penyimak akan mengambil simpulan apa isi pembicaraan pantas diterima atau ditolak.3. Mendapatkan inspirasiAdakalanya orang menghadiri suatu konvensi, pertemuan ilmiah atau jamuan tertentu, bukan untuk mencari atau mendapatkan fakta. Mereka menyimak pembicaraan orang lain semata-mata untuk tujuan mencari ilham. Penyimak seperti ini biasanya orang yang tidak memerlukan fakta baru. Yang mereka perlukan adalah sugesti, dorongan, suntikan semangat, atau inspirasi guna pemecahan masalah yang sedang mereka hadapi. Mereka ini sangat mengharapkan pembicara yang isnpiratif, sugestif dan penuh gagasan orisinal. Pembicaraan yang semacam ini dapat muncul dari tokoh-tokoh yang disegani, dari direktur perusahaan, orator ulung, tokoh periklanan, salesman dsb.4. Menghibur diriSejumlah penyimak datang menghadiri pertunjukan seperti bioskop, sandiwara, atau percakapan untuk menghibur diri. Mereka ini adalah orang-orang yang sudah lelah letih dan jenuh. Mereka perlu penyegaran fisik dan mental agar kondisinya pulih. Karena itulah mereka menyimak untuk tujuan menghibur diri. Sasaran yang mereka pilih pun tertentu, misalnya menyimak pembicaraan cerita-cerita lucu, banyolan percakapan pelawak, menonton pertunjukan yang kocak seperti yang dibawakan Grup Srimulat.5. meningkatkan kemampuan berbicaraTujuan menyimak yang lain yaitu untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Dalam hal ini penyimak memperhatikan seseorang pembicara pada segi:a. Cara mengorganisasikan bahan pembicaraanb. Cara penyampaian bahan pembicaraanc. Cara memikat perhatian pendengard. Cara mengarahkan perhatian pendengare. Cara menggunakan alat-alat bantu seperti mikrofon, alat peraga dsb.f. Cara memulai dan mengakhiri pembicaraanSemua hal tersebut diperhatikan oleh penyimak dan kemudian dipraktikkan. Menyimak yang seperti inilah yang disebut menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara. Cara menyimak untuk tujuan peningkatan kemampuan berbicara biasanya dilakukan oleh mereka yang baru belajar menjadi orator dan mereka yang mau menjadi profesional dalam membawa acara atau master ceremony.

2.4. Jenis-Jenis Menyimak1. Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:a. Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadib. Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi2. Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:a. Menyimak ekstensif (extensive listening)Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.Menyimak ekstensif meliputi:1) Menyimak social2) Menyimak sekunder3) Menyimak estetikb. Menyimak IntensifMenyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.Menyimak intensif meliputi:1) Menyimak kritis2) Introgatif3) Menyimak penyelidikan4) Menyimak kreatif5) Menyimak konsentratif6) Menyimak selektif

2.5. Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak efektif1. Unsur PembicaraPembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi.2. Unsur MateriUnsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang.3. Unsur Penyimak / Pendengara. Kondisi siswa dalam keadaan baikb. Siswa harus berkonsentrasic. Adanya minat siswa dalam menyimakd. Penyimak harus berpengalaman luas4. Unsur Situasia. Waktu penyimakanb. Saran unsur pendukungc. Suasana lingkungan

2.6. Cara Meningkatkan Keterampilan Menyimak EfektifAda beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keterampilan menyimak efektif seperti berikut ini:1. Bersikaplah secara positif;2. Bertindak responsif;3. Cegahlah gangguan-gangguan;4. Simaklah dan ungkaplah maksud pembicara;5. Carilah tanda-tanda yang akan datang;6. Carilah rangkuman pembicaraan terlebih dahulu;7. Nilailah bahan-bahan penunjang; dan8. Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal.2.7. Prinsip-prinsip Peningkatan Kemampuan MenyimakAda perbedaan dalam gaya belajar dari setiap jenis pembelajar. Semua gaya belajar memuat strategi-strategi belajar dan menggambarkan prinsip-prinsip belajar. Dari gambaran ini dan berdasarkan pengembangan keterampilan berbahasa, dapat ditarik beberapa garis panduan umum:1. Kemampuan menyimak meningkat melalui interaksi tatap muka. Melalui interaksi dalam bahasa Indonesia, pembelajar memiliki kesempatan untuk mendapatkan masukan bahasa yang baru dan kesempatan untuk mengecek kemampuan menyimaknya sendiri. Interaksi tatap muka menyediakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan memaknai bahan simakan.2. Kemampuan menyimak meningkat melalui pemusatan perhatian pada makna dan upaya mempelajari bahan yang penting dan baru dalam bahasa sasaran.3. Kemampuan menyimak meningkat melalui kegiatan pemahaman. Dengan memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan khusus menyimak, para pembelajar memiliki kesempatan untuk menilai dan merevisi apa yang telah mereka capai.4. Kemampuan menyimak meningkat melalui perhatian terhadap kecermatan dan analisis bentuk. Dengan belajar memahami bunyi-bunyi dan kata-kata secara cermat pada saat melakukan aktivitas yang berorientasi pada makna, para pembelajar dapat memperoleh kemajuan. Dengan belajar mendengarkan bunyi-bunyi dan kata-kata secara cermat, mereka memperoleh keyakinan dalam memahami bahan simakan (Rost, 1991: 7).

2.8. Ciri-Ciri Penyimak Efektif yang IdealMenurut Kamidjan dan Suyono (dalam Depdiknas 2002:17) menyatakan bahwa penyimak yang baik adalah penyimak yang memiliki tiga sikap berikut ini.1. Sikap objektif.Sikap yang objektif adalah pandangan penyimak terhadap bahan simakan. Jika bahan simakan itu baik, ia akan menyatakan baik, demikian pula sebaliknya. Penyimak sebaiknya tidak mudah terpengruh oleh hal-hal di luar kegiatan menyimak, seperti pribadi pembicara, ruang, suasana, sarana, dan prasarana.2. Sikap kooperatif.Sikap kooperatif adalah sikap penyimak yang siap bekerjasama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi tersebut. Sikap yang bermusuhan atau bertentangan dengan pembicara akan menimbulkan kegagalan dalam menyimak. Jika hal itu terjadi, maka penyimak akan mendapatkan pesan dari pembicara. Sikap yang baik adalah sikap berkooperatif dengan pembicara.3. Bahan simakan.Bahan simakan merupakan unsure terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalam menyimak. Yang dimaksud bahan simakan adalah pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, dan informasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan informasi dengan baik, maka pesan itu tidak dapat diserap oleh penyimak. Jika hal itu terjadi, berakibat terjadinya kegagalan dalam komunikasi lisan tersebut.Siap fisik dan mental. Yaitu penyimak benar-benar menyiapkan diri untuk menyimak, misalnya menjaga kondisi badan yang sehat, tidak lelah, mental stabil, dan pikiran jernih.

2.9. Kegiatan Menyimak1. menyimak komprehensifAdapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:a. Rangsang bunyiWeafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan bunyi-bunyi lainnya sebagai tipe-tipe simbol bunyi yang dapat diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak.b. Penerimaan alat peragac. Perhatian dan penyelesaiand. Pemberian makna.2. Fungsi comprehensive listeningFungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan selanjutnya kaitan antara satu pesan dengan lainnya agar sampai pemahaman yang dikehendaki.3. Faktor-faktor yang berkaitan dengan menyimak konprehensifa. MemoriAdapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting1) Menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas2) Memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita kepada suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain3) Memberikan arah/pedoman untuk mengingat pengalaman/ pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui sebelumnya.b. KonsentrasiSalah satu alasan mengapa pendengar tak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penuturan) adalah kemungkinan karena sering berkomunikasi dalam rentang yang terlalu lama, sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi. Untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada suatu rangsang saja. Alasan yang kedua adalah karena pendengar salah mengarahkan energi untuk memperhatikan (attention energy).c. Pembendaharaan kataFaktor yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosa kata. Diasumsikan bahwa ukuran kosa kata merupakan variabel penting dalam pemahaman pendengar.Dalam peran kita sebagai komunikator, kita memiliki empat jenis kosa kata fungsional yang sangat bervariasi ukurannya, jenis kosa kata itu dibedakan berdasarkan usia, saat seseorang melakukan komunikasi.4. Faktor-faktor tambahana. Faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiahb. Tak banyak mengenal paliditas dan realibitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitianc. Karena sebagian besar peneliti belum terkoordinir dengan baik.

BAB IIIPENUTUP

3.1. KesimpulanDari makalah ini dapat kita ambil kesimpulan yaitu:1. Antara mendengar, mendengarkan dan menyimak itu berbeda2. Menyimak merupakan tingkatan yang paling tinggi diantara kegiatan tersebut3. Menyimak merupakan keterampilan yang sangat di perlukan dalam semua kegiatan baik kegiatan akademik maupun kegiatan sehari-hari, terlebih dalam kegiatan pembelajaran bahasa.4. Setiap kegiatan menyimak mempunyai kegiatan yang berbeda-beda.

3.2. SaranPenulis menyarankan kepada pembaca untuk mempelajari menyimak lebih mendalam agar kegiatan menyimak yang dilakukan berkualitas lebuh baik sehingga efektif dan efisien.