MAKALAH SISTEM PAKAR

  • View
    845

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MAKALAH SISTEM PAKAR

MAKALAH SISTEM PAKARDiajukan untuk memenuhi Ujian Akhir Semester mata kuliah Sistem Pakar Jurusan S1 Teknologi Informatika

Oleh

Eki Hendrawanbrata (020310110) S1 Teknologi Informasi

FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG 2012

Kata Pengantar

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya untuk penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang Sistem Pakar ini dengan lancar. Makalah Sistem Pakar ini bertujuan untuk melengkapi Ujian Akhir Semester dan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan Sistem Pakar. Dalam Makalah ini menjelaskan Sistem Pakar secara detail dari mulai pengertian sampai tahap pembuatan sisten pakar dan implementasinya untuk dapat bekerja seperti halnya yang dilakukan seorang ahli pakar di bidangnya.Dengan adanya makalah ini kami berharap dapat menambah wawasan atau pun menambah referensi dalam kaitannya dengan Sistem Pakar. Penulis mohon maaf, jika terdapat suatu kekurangan karena pengetahuan yang masih kurang. Mohon bimbingan Ibu selaku dosen penulis agar penulis lebih mengerti banyak tentang hal tersebut.

Bandung, 13 Maret 2012

Eki Hendrawanbrata

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Makalah ini kami buat untuk memenuhi Ujian Akhis Semester Sistem Pakar. Sistem pakar merupakan cabang dari salah satu mata kuliah kecerdasan buatan.kami juga dalam proses membuat Implementasi yang terwujud aplikasi berbentuk desktop atau pun website. Dalam kontek yang lebih lanjut system pakar sulit dikembang karenasudah terpaku pada system yang sudah ada.

1.2.Rumusan Masalah Dari makalah Sistem pakar timbul pertanyaan-pertanyaan: 1.Apa itu System Pakar itu? 2 . B a g a i m a n a c a r a k e r j a S ys t e m P a k a r ? 3.Untuk apa system pakar?

1.3.Tujuan Penulisan Dalam Makalah ini terdapat berbagai tujuan antara lain: 1.Pembaca dapat mengetahui Sistem Pakar secara lebih detail. 2.Penulis dapat memenuhi tugas. 3.Pembaca dapat menilai isi makalah Sistem Pakar ini.

1.4.Manfaat Penulisan Beberapa manfaat makalah Sistem Pakar ini antara lain: 1.Untuk penambah wawasan bagi pembaca. 2.Sebagai referensi dalam kaitannya dengan Sistem Pakar. 3.Untuk acuan dalam pelaksanaan implementasi Sistem Pakar.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar atau Expert System adalah program yang berisi pengetahuan manusia atau bertingkahlaku seperti manusia expert (manusia pakar) yang pada aplikasinya membantu menyelesaikan masalah masalah didunia nyata. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sekumpulan rule atau kaidah yang didapat dari pakar, lalu dijadikan pertanyaan pertanyaan untuk mendapat solusi atau kesimpulan. Berikut ini beberapa pengertian sistem pakar menurut beberapa orang ahli:

1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993), menjelaskan bahwa sistem pakar adalahsuatu program yang dapat menirukan seorang pakar. 2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yangmengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar pakar dalam menyelesaikan masalah. 3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pakar adalah suatu aplikasidari kecerdasan tiruan yang dapat menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu dan dapat bertindak sebagai penasehat seperti seorang pakar dimana solusi atau jalan keluar yang dihasilkan sistem pakar berkualitas seperti seorang pakar. 2.2 Ciri Ciri Sistem Pakar Sistem Pakar memiliki ciri ciri : 1. Terbatas pada domain keahlian tertentu. 2. Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.

3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan alasan yang diberikan dengan cara yang bisa dipahami. 4. Berdasarkan aturan atau rule tertentu. 5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap agar bisa menghasilkan informasi yang lebi baik dan akurat. 6. Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah. 7. Keluarnya bersifat anjuran.

2.3 Keuntungan Sistem Pakar Sistem Pakar memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Membuat orang yang masih awam dapat bekerja seperti layaknya seorang pakar. 2. Meningkatkan produktifitas akibat meningkatnya kualitas hasil kerja. 3. Menghemat waktu kerja. 4. Menyederhanakan pekerjaan. 5. Merupakan arsip yang terpercaya dari sebuah keahlian. 6. Memperluas jangkauan dari keahlian seorang pakar. 7. Bisa melakukan proses secara berulang dan otomatis. 8. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar. 9. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar 10. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan. 11. Memiliki reliabilitas

2.4 Kelemahan Sistem Pakar Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan,yaitu : 1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal. 2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dibidangnya. 3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.

2.5 Teori Sistem Pakar Tiap-tiap orang mempunyai keahlian masing-masing yang mungkin satu orang dengan yanglainnya mempunyai keahlian berbeda, tergantung dari pengetahuannya masing-masing, ada yang ahlikimia, fisika, komputer, dokter dan lain sebagainya.Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli dalam bidang tertentu.Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapatmenjawab pertanyaan dan memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian

disebutdengan Sistem Pakar (Expert System). Sistem ini dapat digunakan untuk bidang yang tertentu sepertimisalnya mendeteksi penyakit, menganalisis kimia dan lain sebagainya. Sistem Pakar ini sangat bergunadisebabkan masih langkanya orang yang berkualifikasi dalam bidang tertentu. Salah satu sistem pakar yang pertama adalah MACYSMA yang digunakan untuk tugas matematika. Sistem pakar yang lainnya diantaranya adalah MYCIN untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah, CADUCEUS untuk mendeteksi penyakit. PUFF untuk mengukur fungsi dari paru-paru, PROSPECTOR digunakan untuk memberikan nasehat dalam eksplorasi mineral, dari XCON sistem yang digunakan perusahaan DEC

untuk menggambarkan

konfigurasi

komputer

bagi para

langganannya,

DENDRAL untuk mengidentifikasikan struktur molekul suatu komposisi kimia dan lain sebagainya. Untuk mengembangkan sistem pakar, harus diciptakan terlebih dahulu suatu knowledge base atau dasar pengetahuan yangdibutuhkan oleh aplikasinya. Suatu knowledge base terdiri dari kumpulan data tertentu untuk permasalahan yang spesifik danaturan-aturan bagaimana memanipulasi data yang tersimpan tersebut. Berbeda dengan database biasa,knowledge base mungkin dapat juga terdiri dari asumsi-asumsi. Kepercayaankepercayaan, pendugaan- pendugaan dan metode-metode heuristic (heuristic merupakan metode pemecahan masalah yang biasanya dilakukan secara trial and error atau secara rule of thumb). Untuk membuat knowledge base perencanasistem harus bekerja sama atau meminta nasehat dari ahli di bidangnya. Orang yang menciptakan sistem pakar disebut dengan knowladge engineer. 2.6 Konsep Dasar Sistem Pakar Konsep Dasar Sistem Pakar mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain :

a. Siapa yang disebut pakar. b. Apa yang dimaksud dengan keahlian. c. Bagaimana keahlian dapat ditransfer d. Bagaimana sistem bekerja.

Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, sertakemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Pakar biasamemiliki beberapa konsep umum. Pertama, harus mampu memecahkan persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan ebih baik dari orang kebanyakan. Kedua, pakar adalah relatif. Pakar padasatu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau wilayah lain. Misalnya,mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam penyakit dibanding petugas administrasi, tetapi bukan pakar di rumah sakit terkemuka.Biasanya pakar manusia mampu melakukan hal berikut : mengenali dan merumuskan persoalan, memecahkan persoalan dengan cepat dan tepat, menjelaskan solusi tersebut, belajar dari pengalaman, menyusun ulang pengetahuan, membagi-bagi aturan jika diperlukan, menetapkan relevansiKeahlian adalah pengetahuan ekstensif yang spesifik terhadap tugas yang dimiliki pakar. Keahlian sering dicapai dari pelatihan, membaca, dan mempraktikkan. Keahlian mencakup pengetahuan eksplisit, misalnya teori yang dipelajari dari buku teks atau kelas, dan pengetahuan implisityang diperoleh dari pengalaman. Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi. Kebanyakansistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya. Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudiandialihkan lagi pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses inimembutuhkan 4 aktivitas yaitu : tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber

lainnya),representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi pengetahuan, dan pengalihan pengetahuan ke user.Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah

tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yangmampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Prosesinferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engi