Makalah SGD 22

  • View
    49

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Makalah SGD 22

Makalah SGD 19

MODUL VII RESPIRASI (PERNAFASAN)SKENARIO-4NAPAS BERBUNYIDISUSUNOLEH : SGD 22Ketua: Nahrisyah (7111080155)Sekretaris: Mima Nasution(7111080210)Anggota: Ridiarno Jamelau(7111080326) Berrlan Saputra(7111080180) Ima Arum Lestari (7111080134) Herman Zuhdi Rambe (7111080082) Muhammad Fadli(7111080174) Anditha Fellywavinska (7111080351) Desi Mayank Sari (7111080214) Ditha Aulia Susanto(7111080115) Fatia Dinasya (7111080126) Agus Santoso (7111080118)Tutor : dr. Indri Maharani Nasution

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARATAHUN AJARAN 2011/2012LEMBAR PENILAIANPARAFNILAI

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segenap rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita panjatkan keharibaan nabi Muhammad SAW beserta sahabat dan keluarganya.Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi proses belajar mengajar di fakultas kedokteran UISU dan membantu proses pemahaman tentang PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) dan Asma serta berbagai hubungan yang terkandung didalamnya.Dalam penyusunan tugas ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami. Namun sebagai manusia biasa, kami tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin menyelesaikan tugas ini meskipun tersusun sangat sederhana.Demikian, semoga tulisan makalah PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) dan Asma dapat bermanfaat bagi kami selaku penyusun dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

Medan, 10 Mei 2012 Tim Penyusun

SGD 22

i

Daftar isi

Kata pengantar.................................................................................................................................iDaftar Isi.........................................................................................................................................iiBab IPendahuluan.........................................................................................................................1Definisi.1Penyebab..2Bab II Pembahasan..4Skenario...............................................................................................................................4Klarifikasi Data4Problem List.4Problem Solution.5Skema...6Learning Objective...6Bab III Kesimpulan19Daftar pustaka20

ii

BAB I1. PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangTelah lama diketahui bahwa penyakit pada saluran pernafasan atas dan bawah yang sebelumnya diperlakukan berbeda ternyata memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. Berbagai penelitian mengenai hubungan antara penyakit-penyakit saluran pernafasan atas dan bawah telah dilakukan, namun, penelitian mendalam baru dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai konsep dan istilah pun digunakan untuk menggambarkan hubungan erat antara penyakit yang melibatkan saluran pernafasan atas dan bawah. Asma merupakan manifestasi alergi berat yang melibatkan saluran pernafasan bawah. Prevalensi asma terus meningkat dari tahun ke tahun. Asma menimbulkan masalah biaya dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Asma juga dapat merusak fungsi sistem saraf pusat dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Sebagaimana manifestasi alergi lainnya, asma juga dapat diderita seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan secara total. Upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan asma hingga saat ini masih berupa upaya penurunan frekuensi dan derajat serangan, sedangkan penatalaksanaan utama adalah menghindari faktor penyebab. Pengertian asma adalah suatu gangguan yang komplek dari bronkial yang dikarakteristikan oleh periode bronkospasme (kontraksi spasme yang lama pada jalan nafas). (Polaski : 1996). Asma adalah gangguan pada jalan nafas bronkial yang dikateristikan dengan bronkospasme yang reversibel. (Joyce M. Black : 1996). Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001). Dari ketiga pendapat tersebut dapat diketahui bahwa asma adalah suatu penyakit gangguan jalan nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel, ditandai dengan adanya periode bronkospasme, peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas. Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Kata asma (asthma) berasal dari bahasa Yunani yang berarti terengah-engah. Lebih dari 200 tahun yang lalu, Hippocrates menggunakan istilah asma untuk menggambarkan kejadian pernapasan yang pendek-pendek (shortness of breath). Sejak itu istilah asma sering digunakan untuk menggambarkan gangguan apa saja yang terkait dengan kesulitan bernafas, termasuk ada istilah asma kardial dan asma bronkial. Menurut National Asthma Education and Prevetion Program (NAEPP) pada National Institute of Health (NIH) Amerika, asma (dalam hal ini asma bronkial) didefinisikan sebagai penyakit inflamasi kronik pada paru.Sedangkan PPOK Merujuk pada sejumlah gangguan yang mempengaruhi pergerakan udara dari dan keluar Paru. Gangguan yang penting adalah Bronkhitis Obstruktif, Emphysema dan Asthma Bronkiale. Di Indonesia menurut Departemen Kesehatan 2008 Angka penderita PPOK Mencapai 12 % dengan angka kematian 2 %, hal itu menjadi suatu perhatian tersendiri dimana penyakit PPOK ( Penyakit Paru Obstruksi Kronik ) merupakan suatu penyakit yang cukup tinggi menyerang masyarakat di Indonesia. Oleh Karena itu peningkatan pelayanan kesehatan mengenai penyakit tersebut perlu di tingkat baik dalam bentuk preventif,kuratif maupun rehabilitative. Penyakit Obstruksi Kronik (PPOK ) merupakan suatu penyakit dimana merupakan suatu kondisi dimana aliran udara pada paru tersumbat secara terus menerus. Proses penyakit ini adalah seringkali kombinasi dari 2 atau 3 kondisi berikut ini (Bronkhitis Obstruktif Kronis, Emphysema dan Asthma Bronkiale) dengan suatu penyebab primer dan yang lain adalah komplikasi dari penyakit primer. (Enggram, B. 2006). Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) mermpunyai tanda dan gejala yakni Batuk (mungkin produktif atau non produktif), dan perasaan dada seperti terikat, Mengi saat inspirasi maupun ekspirasi yang dapat terdengar tanpa stetoskop, Pernafasan cuping hidung, Ketakutan dan diaforesis, Batuk produktif dengan sputum berwarna putih keabu-abuan, yang biasanya terjadi pada pagi hari, Inspirasi ronkhi kasar dan whezzing, Sesak nafas. (JaapCATrappenburg,2008)

BAB IIPEMBAHASANSKENARIO-4NAPAS BERBUNYISeorang pasien usia 55 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan sesak napas disertai mengi dan batuk 2 hari ini. Menurut pasien sudah 3 tahun ini ia sering mengalami batuk dan sesak napas. Hasil pemeriksaan auskultasi didapat suara pernapasan ekspirasi memanjang disertai wheezing. Riwayat keluarga yang menderita penyakit sesak napas (-). Riwayat merokok 2 bungkus/hari sejak pasien masih muda dijumpai. Setelah dilakukan foto rontgen toraks kesan emphysematous. Dokter yang memeriksa menganjurkan pasien menjalani tes fungsi paru.

1. Klarifikasi Data1. Emphysematous: Berkumpulnya udara secara patologis dalam jaringan atau organ2. Mengi/wheezing: Suara bersiul yang dibuat dalam bernapas2. Problem List1. Pasien usia 55 tahun, sesak napas + mengi + 2 hari batuk 3 tahun2. Auskultasi : wheezing3. Merokok (+)4. RPK sesak napas (-)5. Rontgen : emphysematous6. Tes fungsi paru3. Problem Solution1. Mengapa pasien mengalami sesak napas?2. Apa hubungan sesak napas dengan kebiasaan merokok?3. Mengapa dilakukan foto toraks?4. Mengapa bisa terjadi emphysematous pada foto toraks?5. Mengapa dilakukan tes fungsi paru?6. Mengapa terdengar wheezing pada pemeriksaan auskultasi?7. Penyakit apa yang diderita oleh pasien?8. Bagaimana gambaran emphysematous pada foto rontgen?9. Adakah pemeriksaan penunjang lainnya?10. Apakah kebiasaan merokok dapat memperberat keluhan?11. Apa saja yang menyebabkan pasien mengalami keluhan?

Jawab :1. Mungkin dikarenakan ada gangguan atau ketidaknormalan pada saluran pernapasannya2. Hubungan nya terletak pada asap rokok, dimana asap rokok ini mengandung suatu zat-zat kimia berbahaya yang dapat merusak saluran pernpasan3. Untuk mendukung diagnosa, menegakkan diagnosa, dan mengukur tingkat keparahan suatu penyakit yang dialami pasien4. Karena terjadi penumpukan udara pada paru yang mengakibatkan gambaran foto toraks menjadi emphysematous (hiperluscent)5. - Mengukur volume paru- Mengukur volume udara masuk dan keluar- Mengukur kecepatan udara masuk dan keluar- Mengukur perfusi oksigen COPD/PPOK6. Karena adanya kelainan pada saluran pernafasan, terjadinya hambatan pada jalan nafas pasien7. Kemungkinan Asma atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)8. Berwarna hitam pekat9. Ada, contoh nya uji faal paru10. Dapat. Karena merokok biasanya juga termasuk factor pencetus timbulnya penyakit pada paru11. Udara dingin, debu, stress dll.

4. Skema

ASMAPPOK(Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

DefinisiEtiologiKlasifikasiPatofisiologiSymptom & SignsPemeriksaan PenunjangPenatalaksanaanDiagnosa

5. Learning Objective1. Mengetahui, memahami dan menjelaskan definisi PPOK dan Asma

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) atau COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) ditujukan untuk mengelompokkan penyakit-penyakit yang mempunyai gejala berupa terhambat nya arus udara pernafasan. Masalah yang menyebabkan terhambatnya arus udara tersebut bias terletak pada saluran pernafasan maupun pada parenkim paru. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD adalah suatu penyum