Makalah PSDME Jadi

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makalah PSDME Jadi

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    1/21

    Tugas

    Pengolahan Bahan Galian Timah

    Rahimatul Fadhilah ( 03021181320002 )

    Oktarina Sari ( 03021181320024 )

    Muhammad Yusuf Badri ( 03021181320070 )

    Teknik Pertambangan

    Fakultas Teknik

    Universitas Sriwijaya

    2016

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    2/21

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1  Latar Belakang

    Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam

    termasuk sumber daya mineral logam. Kesadaran akan banyaknya mineral logam

    ini mendorong bangsa Indonesia untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam

    tersebut secara efisien.

    Dalam pemanfaatanya, tentu saja menggunakan berbagai metode dan teknologi sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dengan hasil yang optimal

    dengan keuntungan yang besar, biaya produksi yang seminim mungkin serta

    ramah lingkungan.

    Salah satu sumber daya mineral logam yang diolah oleh Indonesia adalah

    mineral logam timah. Pengolahan timah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat

    tidak lepas dari peran reaksi kimia fisika. Pencucian maupun pemisahan pada

    timah merupakan nagian dari proses yang melibatalkan reaksi-reaksi kimia fisika.

    1.2  Tujuan

    Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk dapat memahami apa itu bijih

    timah dan proses - proses yang dilakukan untuk memperoleh timah yang

    ekonomis, mulai dari pencucian, pemisahan, pengolahan, sampai pada

     pencatakan.Rumusan Masalah

    1.3  

    Rumusan Masalah

    1.  Apa itu timah ?

    2.  Bagaimana proses eksplorasi timah ?

    3.  Jelaskan bagaimana pengolahan timah ?

    4.  Apa kegunaan timah ?

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    3/21

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    Potensi timah putih di Indonesia tersebar sepanjang kepulauan Riau

    sampai Bangka Belitung, serta terdapat di daratan Riau (Gambar 1) yaitu di

    Kabupaten Kampar dan Rokan Ulu. Sumber daya timah putih yang telah

    diusahakan merupakan cebakan sekunder, baik terdapat sebagai tanah residu dari

    cebakan primer, maupun letakan sebagai aluvial darat dan lepas pantai.

    Gambar 1. Jalur sebaran timah putih

    Endapan aluvial darat mempunyai pola sebaran memanjang mengikuti

    lembah sungai yang masih aktif maupun sungai purba, menerus ke arah lepas

     pantai membentuk pola yang menunjukkan arah dispersi dari cebakan primer

    tertranspot melalui media air, membentuk endapan aluvial darat menerus ke arah

    lepas pantai. Pola sebaran memanjang mengikuti lembah aluvial daratan menerus

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    4/21

    ke arah lepas pantai, dengan komponen penyusun umumnya mengandung kerikil

    sampai berangkal kuarsa memberikan gambaran akan kemungkinaN.

    Penambangan timah putih lepas pantai, selama ini menggunakan kapal

    keruk yang mempunyai kapasitas dapat menjangkau kedalaman 15-50 meter.

    Sumber daya timah putih dengan sebaran berada pada kedalaman dari

     permukaan air lebih dari 50 meter atau kurang dari 15 meter tidak tertambang.

    Penggunaan kapal hisap yang mempunyai kapasitas dapat menjangkau

    kedalaman lebih dari 50 meter memberikan peluang untuk mengusahakan

    endapan timah putih lepas pantai tersebut. Selain itu endapan pada lepas pantai

    yang dangkal kurang dari 15 meter dapat diusahakan oleh masyarakat atau

    untuk pertambangan sekala kecil. Mengingat hal tersebut, maka aktifitas eksplorasi

    untuk mendapatkan sumber daya timah putih khususnya endapan lepas pantai

    kembali marak dilakukan akhir-akhir ini (Gambar 2).

    Gambar 2. Kapal eksplorasi untuk pengeboran cebakan timah aluvial di lepas

     pantai Dabo

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    5/21

    Kadar timah terendah ekonomis (cut off grade) pada tahun 2007 untuk

    endapan timah aluvial pada kisaran kadar 0.01% Sn, atau cebakan bijih timah

     primer dengan kadar sekitar 0.1% Sn.

    Mineral yang terkandung di dalam bijih timah berupa kasiterit sebagai

    mineral utama, pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnit,

    kalkopirit, kuprit, senotim, dan monasit merupakan mineral ikutan. Mineral-

    mineral ikutan pada bijih timah akan terpisahkan pada proses pengolahan,

    sehingga berpotensi menjadi produk sampingan.

    Penambangan timah putih dilakukan dengan beberapa cara, yaitu

    semprot, penggalian dengan menggunakan excavator, atau menggunakan kapal

    keruk untuk penambangan endapan aluvial darat yang luas dan dalam serta

    endapan timah lepas pantai. Kapal keruk dapat beroperasi untuk penambangan

    cebakan timah aluvial lepas pantai yang berada pada kedalaman sekitar 15

    meter sampai dengan 50. Penambangan menggunakan cara semprot dilakukan

    terutama pada endapan timah aluvial darat dengan sebaran tidak luas dan relatif

    dangkal.

    Penambangan dengan menggunakan shovel/excavator dilakukan untuk menggali cebakan timah putih tipe residu, yang merupakan tanah lapukan bijih

     primer, umumnya berada pada lereng daerah perbukitan (Gambar 3).

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    6/21

     

    Gambar 3. Bekas penggalian tanah residu mengandung timah putih, tidak

    direklamasi, Pulau Singkep.

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    7/21

    BAB 3

    ISI 

    2.1 Pengertian Timah

    Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol

    Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam

    miskin keperakan, dapat ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam

    udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk

    melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida.

    Timah adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang

    rendah, berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan

    listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13  –   1600C), logam ini bersifat

    mengkilap dan mudah dibentuk.

    Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah

    sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin

    dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri

    dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.

    2.1.1  Sifat dan Bentuk Timah

    1.  Sifat Timah

    a.  Timah termasuk golongan IV B dan mempunyai bilangan oksidasi

    +2 dan +4.

     b.  Timah merupakan logam lunak, fleksibel, dan warnanya abu-abu

    metalik.

    c.  Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi

    disebabkan terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat

     proses oksidasi lebih jauh.

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    8/21

    d.  Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi

    dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam.

    e.  Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya kandungan

    oksigen dalam larutan.

    f.  Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk

    SnO2.

    g.  Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah alfa

     biasa disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13,2 C

    dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond. Sedangkan timah

     beta berwarna putih dan bersifat logam, stabil pada suhu tinggi,

    dan bersifat sebagai konduktor.

    h.  Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut

    organic seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. Timah

     juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.

    i.  Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah(II)

    cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari

     pelarutan Sn dalam HCl pekat panas.

     j.  Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV)

    klorida.

    k.  Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.

    2.  Bentuk Timah

    Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal.

    Jika dipanaskan timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus

     berubah pada 13.2°C menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki

    struktur tetragonal. Ketika timah didinginkan pada suhu 13.2°C, ia

     pelan pelan berubah dari putih menjadi abu-abu. Perubahan ini

    disebabkan ketidakmurnian ( impurities ) seperti alumunium dan

    seng, dan dapat dicegah dengan menambahkan antimony atau

     bismuth.

  • 8/18/2019 Makalah PSDME Jadi

    9/21

    Jika dipanaskan dalam udara, timah membentuk Sn2, sedikit

    asam, dan membentuk stannate salts dengan oksida.

    2.1.2  Keberadaan Timah di Alam

    Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi

    diperoleh dari senyawaannya. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral

    cassiterite atau tinstone. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah

    SnO2, dengan kandungan timah berkisar 78%.

    Contoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat

     perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu

    stanite (Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara tembaga-besi-

    timah-belerang dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral

    kompleks dari timbale-timah-besi-antimon-belerang dua contoh mineral

    ini biasanya ditemukan berg