45
MAKALAH MESIN PRODUKSI MESIN SCARP DISUSUN OLEH : KETUA : ANTON SATRIA B 23409835 ANGGOTA : ANDRI DIYAN WIJAYANTO 24409847 FADHORI WIDIYANSYAH 25409098 SEPTIAN ANDRI ASANDY 25409871 WAHYU KURNIAWAN 25409468 WENDI ROSYANTO 21409216 VERY APRIYANTO 22409517 1

Makalah proses produksi mesin scarp

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Makalah proses produksi   mesin scarp

MAKALAH MESIN PRODUKSI

MESIN SCARP

DISUSUN OLEH :

KETUA : ANTON SATRIA B 23409835

ANGGOTA : ANDRI DIYAN WIJAYANTO 24409847

FADHORI WIDIYANSYAH 25409098

SEPTIAN ANDRI ASANDY 25409871

WAHYU KURNIAWAN 25409468

WENDI ROSYANTO 21409216

VERY APRIYANTO 22409517

KELAS : 1 ICO 3

TEKNIK MESINUNIVERSITAS GUNADARMA

20091

Page 2: Makalah proses produksi   mesin scarp

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas rahmat dan

karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang MESIN SCRAP

dengan baik dan lancar.

Pelajara di kampus, tidaklah mutlak menjadi tanggug jawab pemerintah,

khususnya membuat makalah untuk mahasiswa.

Bardasarkan pertimbangan itulah, penyusun tergerak untuk menyusun

makalah MESIN SCRAP keahlian teknik permesinan, yang disususn dengan

sedemikian rupa sehingga dapat mengisi kekosongan fundamental pada buku-buku

teknik juga sarana pedagogiknya sangat diperhatikan.

Di dalam makalah ini berisikan komponen, jenis-jenis mesin scrap, kegunan, serta

fungsi mesin scrap dan lain-lain, dengan membaca sekilas buku mekalah ini penbaca

dapat memahami secara detail dan mengerti apakah yang dimaksud tentang mesin

scrap tersebut.

Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan,

untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan.

Dalam kesempatan ini pula, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada

rekan-rekan sekalian yang telah membantu dalam pembuatan buku makalah ini,

sekian dan terima kasih.

2

Page 3: Makalah proses produksi   mesin scarp

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii

BAB I PENGERTIAN DAN TUJUANPengertian Mesin Scarp........................................................................................................1Dasar Teori ..........................................................................................................................1Pengelompokan Mesin.........................................................................................................2Tujuan ..................................................................................................................................3

BAB IIKEGUNAAN, GARAKAN DAN BENTUKKegunaan .............................................................................................................................4Gerakan ...............................................................................................................................4Bentuk .................................................................................................................................5

BAB IIICARA KERJA DAN ALATCara Kerja.............................................................................................................................6Alat –alat..............................................................................................................................7Peralatan Blok......................................................................................................................7

BAB IVBAGIAN DAN MEJABagian-bagian Scarp.............................................................................................................9Meja......................................................................................................................................10

3

Page 4: Makalah proses produksi   mesin scarp

BAB VPAHAT DAN RAGUMPenggunaan Pahat Scarp....................................................................................................12Cara Memasang Pahat Scarp................................................................................................12Ragum..................................................................................................................................13Pemegang Pahat...................................................................................................................13Support.................................................................................................................................14Langkah Lengan...................................................................................................................14Mengatur Besarnya Langkah................................................................................................14

BAB VIMACAM-MACAM DAN PENGGUNAAN MESIN SCARPMacam-macam Mesin Scarp................................................................................................15Mesin Scarp Lengan Kuat....................................................................................................15Mesin Scarp Tusuk...............................................................................................................15Mesin Scarp Tusuk pada Roda Gigi.....................................................................................16

BAB VIIPENGGUNAANPenggunaan Mesin Scarp.....................................................................................................17

BAB VIIIMENGECARP ALUR DAN BIDANG MIRINGAlur.......................................................................................................................................20Bidang Miring......................................................................................................................22

4

Page 5: Makalah proses produksi   mesin scarp

KESIMPULAN...................................................................................................................23

LAMPIRAN........................................................................................................................24

BAB I

PENGERTIAN DAN TUJUAN

A. PENGERTIAN MESIN SCARP

5

Page 6: Makalah proses produksi   mesin scarp

Scarp merupakan proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan oleh badan mesin (ram) yang meluncut bolak-balik pada Gerak potong pahat pada benda kerja merupakan gerakan lurus translasi. Dalam hal ini benda kerja dalam keadaan diam dan pahat bergerak lurus translasi. Pada saat pahat melakukan gerak balik, benda kerja juga melakukan gerak umpan (feeding). Sehingga punggung pahat akan tersangkut pada benda kerja yang sedang bergerak tersebut. Untuk menghindari gangguan ini, pangkal dudukan pahat diberi engsel sehingga punggung pahat dapat berayun pada waktu balik menyentuh benda kerja.

1. DASAR TEORI

Mesin scarp adalah mesin dengan pahat pemotong ulak-alik, dari jenis pahat mesin bubut, yang mengambil pemotongan berupa garis lurus. Dengan menggerakan benda kerja menyilang jejak dari pahat ini, maka ditimbulkan permukaan yang rata, bagaimanapun juga bentuk pahatnya.

Kesempurnaan tidak tergantung pada ketelitian dari pahat. Dengan pahat khusus, perlengkapan dan alat untuk memegang benda kerja, sebuah mesin skrap dapat juga memotong alur pasak luar dan dalam, alur spiral, batang gigi, tanggem, celah-T dan berbagai bentuk lain.

2. PENGELOMPOKAN MESIN SCARP

Menurut disainnya, mesin scarp dikelompokkan menjadi :

2.1. Pemotongan dorong horisontal.

2.1.1. Biasa (pekerjaan produksi)

6

Page 7: Makalah proses produksi   mesin scarp

Terdiri dari dasar dan rangka yang mendukung ram horisontal, kontruksinya agak sederhana. Ram yang membawa pahat, diberi gerak ulak-alik sama dengan panjang langkah yang diinginkan.

2.1.2. Universal (pekerjaan ruang perkakas).

Mesin scarp jenis ini dilengkapi dengan pengatur berputar dan condong untuk memungkinkan pemesinan teliti pada sembarang sudut.

2.2. Pemotongan tarik horisontal.

Dianjurkan digunakan untuk pemotongan berat dan dipakai secara luas untuk memotong blok cetakan besar dan mesin-mesin suku besar dalam bengkel kereta api.

2.3. Vertikal.

2.3.1. Pembuat celah (slotter)

Terutama digunakan untuk pemotongan dalam dan menyerut bersudut serta untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal karena kedudukan yang diharuskan untuk memegang benda kerja. Operasi dari bentuk ini sering dijumpai pada pekerjaan cetakan, cetakan logam dan pola logam.

2.3.2. Pembuat dudukan pasak (key seater)

Dirancang untuk memotong alur pasak pada roda gigi, puli mok dan suku cadang yang serupa.

2.4. Kegunaan khusus

Misalnya untuk memotong roda gigi. Daya yang digunakan kepada mesin dengan motor tersendiri, baik melalui roda gigi maupun sabuk atau dengan menggunakan sistem hidrolis. Pergerakan ulak-alik pahat dapat diatur dengan beberapa cara. Mesin skrap yang lebih tua digerakkan dengan roda gigi atau ulir hantaran, tetapi pada umumnya sekarang mesin skrap digerakkan dengan lengan osilasi dan mekanisme engkol.

Dalam menjalankan mesin untuk praktikum mesin skrap ini, yang perlu diatur adalah putaran engkol dan panjang langkah pengirisannya. Pengirisan benda kerja dilakukan ketika alat iris bergerak maju. Panjang langkah alat iris disesuaikan dengan panjang bidang yang akan diiris. Biasanya panjang langkah alat iris sama dengan panjang benda kerja ditambah panjang awalan kurang lebih 20 mm dan panjang sisa kurang lebih 10 mm. Jumlah langkah maju mundur per menit tergantung pada kecepatan potong dari bahan yang diserut dan panjang langkahnya.

7

Page 8: Makalah proses produksi   mesin scarp

B. TUJUAN

Mempelajari proses pengerjaan logam melalui pembuangan sebagian bahan dengan menggunakan peralatan mesin serut lengan kuat. Mesin ini digunakan untuk membuat permukaan benda kerja rata dan dapat pula digunakan untuk membuat alur.

BAB II

KEGUNAAN, GARAKAN DAN BENTUK

A. KEGUNAAN

8

Page 9: Makalah proses produksi   mesin scarp

Kegunaan umumnya dari mesin scarp antara lain:

1. Pembuat celah (slotter)Terutama digunakan untuk pemotongan dalam dan menyerut bersudut serta untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal karena kedudukan yang diharuskan untuk memegang benda kerja. Operasi dari bentuk ini sering dijumpai pada pekerjaan cetakan, cetakan logam dan pola logam.

2. Pembuat dudukan pasak (key seater)

Dirancang untuk memotong alur pasak pada roda gigi, puli mok dan suku cadang yang serupa.

B. GERAKAN

Mesin ini dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai dengan sepanjang 550 mm. Berpegangan pada prinsip gerakan utama mendatar, mesin ini juga disebut Mesin Slotting Horizontal. Untuk menjalankannnya diperlukan gerakan utama, feed (langkah pemakanan) dan penyetelan (dalamnya pemakanan).

1. Gerak utama

Gerak utama adalah langkah maju dan langkah mundur. Biasanya diubah dari gerak berputar ke gerak lurus oleh batang ayun. Motor listrik menggerakkan roda penggerak ke roda gigi yang dipasang pada poros yang dapat distel dengan baut spindle.

Balok geser akan meluncur bolak-balik pada batang ayun. Dengan moment putar dari roda gigi, batang ayun mempunyai titik galang didasar mesin yang berayun maju dan mundur dengan bebas. Sebuah penghubung memindahkan gerakan berayun ini ke lengan. Adapula mesin scarp yang menggunakan penggerak hidrolik

1.1. Gerakan utama atau gerakan pemotongan

Gerakan ini ditunjukkan oleh pahat. Ada perbedaan langkah kerja dan langkah bukan kerja. Selama langkah kerja (gerak maju) chip akan terpotong dan selama langkah tidak kerja (gerak mundur) pahat bergerak mundur tanpa memotong banda kerja. Kedua langkah ini dibentuk oleh gerak lingkaran.

9

Page 10: Makalah proses produksi   mesin scarp

1.2. Gerakan feed (langkah pemakanan)

Gerakan ini akan menghasilkan chip. Untuk menskrap datar benda kerja yang terpasang pada ragum akan bergerak berlawanan dengan pahat.

1.3. Penyetelan (dalamnya pemakanan)

Penyetelan ini akan menghasilkan kedalaman potong. Menyekrap mendatar dapat dilakukan dengan gerakan pahat kebawah sedangkan untuk tegak dengan gerakan benda kerja ke samping.

C. BENTUK

Secara garis besar mesin scarp terdiri dari: penyangga, meja, ram (lengan), penggerak utama, dan penggerak langkah pemakanan.

1. Ram (Lengan)

Lengan berada di di guideway dan menghasilkan gerakan utama. Dibagian depannya (kepala), lengan membawa Tool Slide. Pahat dipegang pada tool post yang mempunyai posisi tetap pada engsel di clapper box. Pada saat langkah maju, clapper ditekan oleh clapper box dengan gaya potong (tenaga potong). Pada saat langkah mundur clapper terangkat. Dengan cara ini kerusakan pada pahat dan benda kerja dapat dihindarkan.

BAB III

CARA KERJA DAN ALAT

A. CARA KERJA

1. Prinsip Kerja Mesin Scrap

10

Page 11: Makalah proses produksi   mesin scarp

Benda kerja diletakkan dan dijepit pada meja. Posisi meja dapat juga dinaik-turunkan sepanjang pembimbing melalui poros ulir. Dengan memutar poros ulir yang telah dihubungkan dengan roda gigi maka gerakkan suap dari meja sepanjang pembimbing dapat dilakukan. Dimana roda gigi digerakkan oleh tuas pengungkit secara berkala. Gerakkan berkala ini dibuat sedemikian rupa sehingga poros ulir hanya bergerak pada waktu ram melakukan gerak balik membawa dudukan pahat. Gerak putar dari motor listrik diubah menjadi gerak translasi pada ram.

2. Cara Kerja

2.1. Mengukur dimensi benda kerja dan menentukan sisi yang akan dikerjakan dengan skrap.

2.2. Memasang benda kerja di atas meja.

2.3. Menyetel panjang langkah, yang disesuaikan dengan benda yang akan diiris dan biasanya besarnya sama dengan panjang benda kerja ditambah awalan kurang lebih 5 mm dan panjang sisa kurang lebih 5 mm.

2.4. Menyetel langkah/putaran per menit.

2.5. Menyetel kedalaman pengirisan sekitar 2 mm dengan memutar pengatur kedalaman sebanyak 40 skala (tiap skala = 0,05 mm).

2.6. Menjalankan mesin untuk pengirisan.

2.7. Bila pengirisan sudah mencapai batas yang ditentukan untuk diiris, mesin dimatikan dan benda kerja diukur dengan menggunakan jangka sorong untuk memastikan ukuran sudah sesuai dengan yang dikehendaki (karena ukuran spindel pengatur kedalaman pada mesin skrap sudah tidak presisi lagi).

2.8. Mengulangi langkah 6 sampai 8 untuk mendapatkan kedalaman irisan yang dikehendaki.

2.9. Bila proses sudah selesai, kerja pahat “dibebaskan” terlebih dahulu kemudian mesin dimatikan.

2.10. Menghitung waktu proses dengan stopwatch

B. ALAT-ALAT

1. Sebuah mesin scarp dengan kunci dan alat irisnya

1.1. Lengan

1.2. Kunci pemindah lengan11

Page 12: Makalah proses produksi   mesin scarp

1.3. Batang ulir pemindah lengan

1.4. Engkol

1.5. Block engkol

1.6. Pasak engkol

1.7. Penggerak block engkol

1.8. Roda gigi penggerak

1.9. Poros pengatur langkah

2. Kaliper / jangka sorong

3. Penyiku

4. stop watch

5. Kunci pas

6. Oli/pendingin

7. Plat pengganjal

C. PERALATAN BLOK

Peralatan yang digunakan untuk menyekrap balok, bslok v, perisma segienam.

Lubbang segienam, dan menyekrap alur-alur dalam adalah:

1. Mistar serong Pahat

2. Pahat dalam

3. Pahat luar

4. Pahat kasar

5. Pahat netral

6. Pendingin

7. Kuas

8. Busur derajat

9. Plat parallel

10. Kikir plat 3’’

11. Kikir plat 6’’

12

Page 13: Makalah proses produksi   mesin scarp

12. Stempel nomor

13. Siku

14. Penggores

15. Mistar baja

16. Penitik

17. Palu

18. Palu plastik

19. Dial indicator

20. Maja rata

21. Blok v

22. Batang silindris

BAB IV

BAGIAN DAN MEJA

A. BAGIAN-BAGAIN MESIN SCARP

13

Page 14: Makalah proses produksi   mesin scarp

1. Gambar 1

2. Gambar

14

Page 15: Makalah proses produksi   mesin scarp

Diatas badan mesin terdapat ram yang meluncur bolak-balik pada pembimbing

(guide). Didepan ram dipasang leher sehingga dudukan pahat dapat berputar posisi ke

kiri dan ke kanan. Tuas pemutar digunakan untuk menurunkan/menaikkan posisi

dudukan pahat sehingga ujung pahat posisinya terhadap benda kerja dapat diatur.

B. MEJA

Dipakai untuk memegang benda kerja, dapat distel mendatar dan tegak dengan spidle penggerak.

1. Meja scarp dapat diatur naik atau turun sesuai dengan bentuk dan tingginya benda yang akan dikerjakan.

1.1. Bila benda kerjanya agak tipis,meja dinaikan mendekati pahat.

2.1. Bila benda kerjanya agak tinggi, meja diturunkan sampai bidang atas benda kerja mendekati tingginya ujung pahat.

2. Cara-cara mengatur meja scarp ada dua:

2.1. Mengatur kedudukan meja dalam arah tegak.

2.1.1. Membuka mur-mur pengikat.

2.1.2. Memutar tuas engsel sampai kedudukan meja yang dikehendaki tercapai.

2.1.3 Mengencangkan mur.

2.1.4 Engkol diputar dengan tangan.

2.1.5 Atau otomatis.

2.2. Gerak lintang meja dengan engkol

15

Page 16: Makalah proses produksi   mesin scarp

Jika engkol diputar ke kanan, meja bergesar mendekat. Sebaliknya

kalau diputar ke kiri, meja bergeser menjauh.

2.3. Gerak lintang meja secara otomatis

Dalam keadaan di bawah, pena d menekan pada gigi roda, sehingga

gerakan eksentrik diteruskan pada roda. Roda dapat berputar ke kiri atau ke

kanan, bergantung pada letak pena. Bila pena dimasukkan menarik roda pal

ke kanan, meja bergeser otomatis ke kanan. Jika pena dimasukkan menarik

roda pal ke kiri (pena diputar 180), maka meja akan bergeser ke kiri. Jika

diputar 90, pena tertahan diatas dan berada dalam kedudukan netral (tidak

menarik roda pal), meja tidak bergeser.

3. Memiringkan meja

Adakalanya pada beberapa mesin scarp, mejanya dapat disetel miring

sehingga permukaan meja tersebut dapat membentuk sudut kurang dari 90 derajat .

kemiringan ini diperlukan untuk meyekrap pekerjaan-pekerjaan khusus untuk

membentuk bidang-bidang bersudut atau alur-alur serong.

BAB V

16

Page 17: Makalah proses produksi   mesin scarp

PAHAT DAN RAGUM

A. PENGGUNAAN PAHAT SCARP

Pahat scarp disebut juga pahat kanan. Apabila sisi potong pahat di arahkan

kekanan terhadap yang menggunakanny dan dilihat dalam keadaan ujung pahat

tertentu maka akan menghadap ke muka kita.

Seperti juga pada pahat-pahat untuk mesin bubut atau kerja bangku maka pada

pahat sekrap pun terdapat bagian-bagian:

1. Tangkai pahat

2. Ujung pahat

B. CARA MEMASANG PAHAT SCARP

Ketajaman mata potong pahat, besar sekali epeknya terhadap benda yang disekrap.juka bentuk atau ketajaman pahat itu tidak baik, maka hasil scarp itu pun tidak baik. Dalam hal ini, penykerapan harus pandai mengasah pahat. Seseorang yang sudah pandai menyekra dan berpengalaman, akan cepat mengetahui keadaan pahat yag sedang dipakai: tajam atau tumpul.

1. Keadaan pahat dapat dilihat atau dirasakan dipakai dengan melihat isi

penyayatannya. Tanda-tanda pahat tumpul pada waktu ialah:

1.1. Hasil sayatannya kasar, tatalanya bubuk, meskipun penyayatanya tipis.

1.2. Berbunyi menggerik, berasap, bekas sayatannya mengkilap karena mata

pemotigapahat sudah berbentuk bidang sehingga pahat tidak lagi menyayat

melainkan menggesek.

1.3. Kalau digerakan saat menyecarp, terasa berat dan pahat bergetar.

2. Jika trerjadi hal-hal yang demikian, hendaknya pahat itu segera dilepas dari

rumahnya dan diasah.hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu mengasah

pahat scarp ialah:

2.1. Pakailah kaca mata untuk melindung mata dari debu penggerindaan

2.2. Pakailah batu gerinda yang kasar dahulu untuk membentuk sudut-sudut

dan mata pemotongnya.

2.3. Pakailah mal pengasah pahat atau bevel protector untuk memeriksa sudut-

sudut yang diasah.

2.4. Peganglah pahat dan tangan bersandar pada alat penahan mesin gerinda.17

Page 18: Makalah proses produksi   mesin scarp

2.5. Penekanan pahat apada batu gerinda jangan terlalu keras agar pahat tidak

cepat panas dan pengasahannya jangan pada tempat satu saja.

2.6. Bagian yang diasah jangan sampai biru atau merah; hal ini dapat

mengurangi kekuatan pahat.

2.7. Sering-seringlah pahat itu didinginkan dalam air pada waktu di asah.

C. RAGUM

Alat ragum yang diikat pada meja, umumnya dilengkapi dengan busur derajat;

gunanya untuk dapat meyetel kedudukan ragum sejumlah derajat yang dihendaki, baik

ke kiri maupun ke kanan putran ragum ke kiri dank e kanan maksimum 90 derajat.

D. PEMEGANG PAHAT

Bagian pangkalnya melekat pada plat pemegang pahat pada ujungnya yang di

buat tirus, dipasang pengikat pahat. Pemegang pahat dapat di putar uuuntuk

mempermudah pahat. Untuk membuat alur dalam, digunakan pahat khusus yang

umumnya kecil . pahat ini dipasang pada sebuah tangkai dan tangkai inilah yang

dijepit dalam pemegang pahat . dalam dilihat tangkai yang langsung diikat pada plat.

Untuk memeriksa ketegaklurusan benda kerja terhadap eretan support, dipakai dial

indicator yang diikat pada pemegang pahat.

1.Pelat pemegang pahat

Perbedaan antara plat pemegang pahat dengan pemegang pahat in dapat

berayun ke depan. Hal itu dimaksudkan agar pada waktu langkah mundur, pahat

terangkat dan bebas dari benda kerja.

2.Rumah plat pemegang pahat

Plat pemegang pahat berengsel pada rumahnya. Rumah ini dapat distel ke kiri

ke kanan, sepanjang alur tembus. Gunanya keduduk-dudukan ini ialah untuk dapat

menyekrap bidang-bidang bersudut /tegak; agar pada waktu langkah mundur ,

pahat tidak menggesek pada benda kerja.

E. SUPPORT

Pemegang pahat dipegang pada support. Di bagian atas dihubungkan langsung

dengan eretan. Bila tuas support diputar ke kanan eretan akan turun, sehingga pahat

18

Page 19: Makalah proses produksi   mesin scarp

akan terbawa turun. Sebaliknya kalau tuas support diputar ke kiri, eretan akan naik.

Kalau diputar terus-menerus ke atas, maka eretan akan terlepas dari support. Support

dapat diputar ke samping kiri atau ke kanan sesuai dengan sudut-sudut yang

dikehendaki. Support digunakan untuk menyekrap bidang-bidang bersudut,

bertingkat, dan bidang-bidang tegak.

F. LANGKAH LENGAN

Pahat digerakkan oleh lengan maju atau mundur sesuai dengan besarnya langkah.

Besarnya langkah dapat dibaca pada skala langkah. Jika alur engkol berada tegak

lurus, berarti lengan berada di tengah-tengah langkah. Jadi, gerakan lengan ke

samping kiri atau kanan masing-masing setengah langkah.

G.MENGATUR BESARNYA LANGKAH

Setelah kita mengetahui panjang bahan yang akan discarp dan menentukan

panjang langkah maju atau mundur, maka untuk mengatur besarnya langkah pada

lengan.

BAB VI

MACAM-MCAM DAN PENGUNAAN MESIN SCARP

19

Page 20: Makalah proses produksi   mesin scarp

A. MACAM-MACAM MESIN SCARP

1. MESIN SEKRAP ERETAN

Prinsipnya, benda kerja dipasang diatas eretan(meja) yang bergerak bolak

balik.pahat membuat gerakan ingsutan dan gerakan penyetelan penyayatan.

Mesin scarp ini disebuat mesin sekrap eretan portal.bangunnya besar, cocok

untuk mengerjakan benda yang besar-besar atau berat-berat.meja luncur

digerakkan dengan tenaga hidrolik,sehingga kecepatan potong tetep.

1.1. Nama bagian –bagian utama:

1.1.1. Landasan

1.1.2. Meja luncur atau eretan

1.1.3. Tiang

1.1.4. Balok lintang, penopang eretan pahat

1.1.5. Palang

1.1.6. Eretan pahat, dapat dimiringkan

Beberapa mesin jenis ini,eretan pahatannya diganti dengan kepala mesin frais,

sehingga kemampuan kerjanya meningkat.

2. MESIN SCARP LENGAN KUAT

Perinsip kerja mesin ini kebalikan dari sekrap eretan, yaitu pahat bergerak

ingsut.umumnya mesin sekrap jenis inilah yang banyak digunakan.

3. MESIN SCRAP TUSUK

Mesin tusuk adalah mesin scarp tegap, mesin tusukdigunakan untuk

pengerjaan permukaan-permukaan yang suka dijangkau.

Penusuk atau pahat yang digerakan oleh mekanisme engkol , melakukan

gerakan utama bolak-balik, dan benda kerja melakukan gerakan ingsutan dan

gerakan pengetelan tebal penyatan.

Dengan demikian, mesin tusuk ini cocok untuk pembuatan bidanng-bidang

alat pemotong (dies) dari suatu press tools.

4. MESIN SCRAP TUSUK RODA GIGI

Mesin tusuk roda gigi metode pembagaian digunakan mesin scarp tegak.

benda kerja dicekam pada meja putar, alat putongnya pahat profil. Setelah satu

20

Page 21: Makalah proses produksi   mesin scarp

gigi ditusuk, benda kerja diputar stu gigi untuk penusukan berikutnya. Ketelitian

bentuk gigi tergantung pada alat potong.

1. Mesin tusuk roda gigi metode penguraian di antara sebagai berikut:

1.1. System maag

Alat potong mesin tusuk roda gigi system maag berupa batang bergigi

bergerak naik turun.

Benda kerja begerak berputar dan bergeser pada saat alat potong bebas

diatas.dapet juga untuk menusuk roda gigi heliks. Pada metode penguraian

sisitem fellows- gear,alat potongnya berbentuk roda gigi. Keuntunganny a,

dapat untuk membuat gigi luar maupun dalam.

Dangan system ini, dapat juga di buat roda gigi heliks.akan tetapi roda

penusuknya juga harus di buat heliks. sitem ini diterapkan untuk menusuk

gigi paying yang modulnya 15mm atau lebih. Sisi-sisi yang selesai di tusuk

awal, ditusuk akhir bersama-sama. Pahat-pahat tusuknya yang menyayat

bergiliran, dihantar oleh sablon atau mal.System ini digunakan untuk

membuat roda-roda payung dengan modul sampai 15mm. mesin tusuk

dengan system ini di lengkapi dengan dua pahat tusuk dengan sisi potong

lurus yang dapat bergerak bolak-balik sacara bergiliran.gigi di bentuk

dengan di antara dua pahat.Setelah satu bentuk gigi selesai, pahat dan benda

kerja dikembalikan dengan cepat ke dudukan semula, dan secara bersama-

sama benda di putar satu gigi.Garis-garis hati benda kerja dan kepala pahat

saling berpotongan di puncak kerucut.

BAB VII

PENGGUNAAN

A. PENGUNAAN MESIN SCARP21

Page 22: Makalah proses produksi   mesin scarp

1. Mengoperasikan Mesin Scarp

1.1. Membersihkan oli yang melumasai bagian mesin dengan majun

1.2. Memeriksa panjang langkah dengan memutar roda pengecek langkah

menggunakan tangan.

1.3. Menghidupkan saklar utama.

1.4. Menghidupkan motor penggerak.

1.5. Menhubungkan kopling melalui handel ‘’ON-OFF’’ mesin

1.6. Pena ratchet dimasukan pada gigi rachet maka meja bergesek kea rah

panah yang dapat pada kepala pena ratchet.

1.7. Perhatikan langkah lengan luncur terhadap pergeseran meja.

1.8. Meja harus berggeser pada waktu lengan luncur bergerak ke belakang.

1.9. Dengan membalikan arah panah,meja akan bergerak berlawanan arah.

1.10. Besar kecilnya tiap pergeseran meja , dapat diatur dengan mengubah-

ubah posisi pengikat pada roda gigi yang beralur.

1.11. Meja berhenti bergerak bila pena ratchet dilepas.

1.12. Besar pergeseran tiap langkah, dapat diatur dengan menggeser-

geserblok pengatur langkah.

1.13. Tuas gerakan otomatis dilepas, gerakan eretan berhenti.

1.14. Dengan melepas kopling, mesin berhenti.

2. Menyetel Penjang Langkah

2.1. Mur pengunci penyetel panjang langkah dikendorkan.

2.2. Memutar engkol ke kanan untuk menambah langkah dan memutar

kekiri untuk mengurangi langkah.

2.3. Setelah penyetelan mur, mur pengunci dikencangkan kembali.

3. Menyetel Posisi Langkah

3.1. Mengendorkan lengan pengunci.

Dengan memutar engkol, meka posisi langkah akan bergeser tanpa

mengurangi atau menambah langkah panjang.

22

Page 23: Makalah proses produksi   mesin scarp

3.2. Lengan pengunci dikencangkan kembali.

4. Menyetel Feeding Besar Pergeseran Meja

Mengendorken baut pengunci .

4.1. Bila di geser menjauh titik pusat, feeding semakin besar.

4.2. Apabia meja digeser pada saat lengan meluncur mundur, maka baut

digeser berseberangan.

5. Manetel Feeding Gerkan Eretan Alat Potong

Untuk memperbesar feeding, cukup dengan menggeser blok pengatur

feeding mendekati lengan penggerak feeding.sebaliknya untuk

memperkecil feeding, cukup menggeser blok pengatura feeding menjauh

penggerak feeding.

6. Menyecarp Rata

Menyecarp rata benda dengan bidang-bidang yang rata, dimulai

dengan bidang-bidang yang luas dengan pahat bergerak searahnya lebar

benda kerja.besarnya langkah pahat sama dengan lebar lebar bahan ditambah

dengan langkah bebas.besarnya langkah bebasdisesuaikan dengan besarnya .

untuk bidang-bidang benda kerja yang pendek, jangan membuat langkah

bebas yang besar.

7. Menyecarp Bertingkat

Menyecarp bidang bertingkat, caranya sama dengan seperti

menyekrap dua bidang saling menyiku ( bidang-bidang datar dan tegak ),

hanya sekarang dilakukan lebih dari satu kali. Kedudukan plat pemegang

pahat harus dimiringkan. Pahat-pahat yang digunakan adalah pahat datar

dan pahat tegak yang kasar dan halus.

7.1. Menyecarp bidang pertama

Penyecarpan yang pertama pehat yang datar yang kasar sampai

mendekati batas garis tegak. Dua lapisan terakhir dari tingkat ke-1

memakai pahat datar halus mencapai garis lukis mendatar.

23

Page 24: Makalah proses produksi   mesin scarp

7.2. Menyecarp bidang kedua

Penyecarpan kedua dilaksanakan dalam arah tegak sampai batas garis

lukis, dengan menggunakan pahat sisi yang alus.

7.3. Menyecarp bidang ketiga

Penyecarpan bidang ketiga memakai pahat datar kasar untuk

menyecarp tingkat kedua sampai mendekati batas garis lukis yang

mendatar.

7.4. Menyecarp bidang keempat

Penyecarpan bidang keempat pada bidang tegak bidang tingkat

kedua,caranya sama seperti untuk bidang kesatu, dengan menggunakan

pahat sisi kasar dan halus.untuk menyekrap bidang-bidang bertingkat

yang lebih dari dua tingkat, caranya seperti yang diuraikan diatas.

Pemeriksaan dan pengukuran kembali, dilakukan setelah selesai

seluruhnya. Kemudain di sekrap kembali dengan pahat-pahat yang halus

bila masih terdapat kekurangan-kekurangan.

BAB VIII

MENYEKRAP ALUR DAN BIDANG MIRING

A. ALUR

24

Page 25: Makalah proses produksi   mesin scarp

1. Macam-macam alur

Alur dapat dibedakan atas beberapa macam sebagai berikut:

1.1. Alur terus luar

1.2. Alur terus dalam

1.3. Alur buntu

1.4. Alur tembus

2. Menyekrap alur terus

Langkah-langkah meyecarp alur terus

2.1. Meyetel langkah lengan sesuai panjang langkah alur ditambah-denag

langkah-langkah.

2.2. Menyetel pahat dengan jarak yang cukup pendek antara ujung pahat dan

plat pemegangnya.

2.3. Menyetel kedudukan lengan agar letak ujung pahat tepat diatas benda yang

akan dikerjakan.

2.4. Mencoba menjalankan langkah bebes di atas benda kerja.

2.5. Melaksanakan penyecarpan selapis kesamping di antara batas ulir.

2.6. Menyayat lapisan berikutnya kesamping setengah lebar alur dan bawah

sampai mendekati dalamnya batas alur.

2.7. Melaksanakan penyecarpan sisia lebar alur.

2.8. Melakukan penyecarpan terakhir sampai batas ukuran alur.

2.9. Pemeriksaan batas ukuran-ukuran hasil penyekrapan.

2.10. Bila perlu disekrap lagai sampai mendapat ukuran-ukuran yang tepat dan

hasil sekrapan yang rapih.

3. Menyecarp alur dalam

Menyecarp alura dalam sebuah lubang harus memakai tangkai pahat alir

dalam. Cara mengerjakannya haruslebih berhati-hati, terutama pada waktu

menyetel pahat dan memilau penykrapan.

4. Menyecarp alur buntu

Car menyekrap alur buntu

25

Page 26: Makalah proses produksi   mesin scarp

4.1. Sebelim benda tu discarp, harus dibor dahulu pada ujung alur dengan bor

yang besarnya sama dengan lebar alur dan dalamnya sama dengan

dalamnya alur.

4.2. Menyetel langkah pahat sesuai denagn panjang alur ditambah langkah-

langkah bebas.

4.3. Memasang benda kerja dan menyetel kedudukan langkah.

4.4. Melaksanakan penyecarpa sampai mendekat batas-batas ukuran yang

dikehendaki.

4.5. Menghaluskan permukaan dengan mengurangi dalamnya pnyayatan,

samapi pada batas ukuran-ukuran yang dikehendaki.

Cara menykrap alur buntu hampi sama dengan menyekrap alur buntu yang

terdahulu, hanya da bebarapa kekeculian:

4.5.1. Sebelum discarp, harus dib or dahulu sebanyak 3 buah : dua bor sebagi

jarak panjanga alur yang akan disekrap, dan bor yang ketiga unuk

langkah bebas mundur.

4.5.2. Memasang dan menyetel langkah pahat.

5. Menykrap alur tembus

Untuk menyecarp alur ke-1 caranya sama dengan menyekrap alur buntu,

pada kedua ujungnya. Perbedaan-perbedaannya hanya terletak pada ukuran

panjang alur berikut penyetelan langkah pahat, terutama dalamnya

penyayatan sampai menembus benda kerja.

Untuk menyecarp alur tembus ke-2 caranya sama dengan alur buntu pada

salah satu alur tersebut. Perbedaanya terletak pada ukura panjang alur yang

akan disekrap penyetelan-penyetelan langkah pahat, dan alur ditembuskan

sampai batas bidang bawah.

6. Menyecarp bidang miring atau bersudut

Untuk menyecarp bidang miring bersudut ini, harus diketahui dahulu

berapa derajat sudut yang akan dibentuk untuk diatur miringnya suppot.

26

Page 27: Makalah proses produksi   mesin scarp

Setelah diketahui besarnya sudut yang dikehendaki, pasanglah siku-siku

protractor sesuai dengan besarnya sudut. Maksudnya, untuk mengetahui

besarnya penyimpangan-penyimpangan antara support denag pemegang

pahat.penyetelan sudut support dilakukan dengan penunjuk berjarum.

Untuk meneliti ketepatan penyetelan sudut pada support,digunakan siku-

siku protractor dan penunjuk berjarum.

Setelah kedudukan support disetel miring sampai membentuk sudut

tertentu ( umum 60 drajat).maka untuk menghindari gesekan antara ujung

pahat dengan benda kerja pada waktu langkah mundur, pahat harus

dimiringkan lagi bersama derajat.

7. Latihan menyecarp

Di bawah ini diuraikan latihan menyekrap, diantaranya

7.1. Menyecarp balok

7.2. Menyecarp balok v

7.3. Menyecarp prisma segienam

7.4. Menyecarp lubang segienam

7.5. Menyecarp alur-alur dalam

KESIMPULAN

27

Page 28: Makalah proses produksi   mesin scarp

Scarp merupakan proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan

oleh badan mesin (ram) yang meluncut bolak-balik pada Gerak potong pahat pada

benda kerja merupakan gerakan lurus translasi. Dalam hal ini benda kerja dalam

keadaan diam dan pahat bergerak lurus translasi. Pada saat pahat melakukan gerak

balik, benda kerja juga melakukan gerak umpan (feeding). Sehingga punggung pahat

akan tersangkut pada benda kerja yang sedang bergerak tersebut. Untuk menghindari

gangguan ini, pangkal dudukan pahat diberi engsel sehingga punggung pahat dapat

berayun pada waktu balik menyentuh benda kerja.

LAMPIRAN

28

Page 29: Makalah proses produksi   mesin scarp

29

Page 30: Makalah proses produksi   mesin scarp

30

Page 31: Makalah proses produksi   mesin scarp

31

Page 32: Makalah proses produksi   mesin scarp

32

Page 33: Makalah proses produksi   mesin scarp

33

Page 34: Makalah proses produksi   mesin scarp

34