of 31 /31
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah dengan judul Panggul Sempit pada Wanita yang Ingin Melahirkan. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bimbingan dari banyak pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dosen pembimbing 2. Orang tua yang telah turut membantu, mendorong, membimbing sehingga tugas ini selesai. 3. Rekan rekan mahasiswa fakultas kedokteran UKRIDA yang telah membantu ketika ada kesulitan dalam penulisan makalah ini. Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, penulis meminta kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk menyempurnakannya. 1

Makalah Pleno Blok 10 Urogenitale - F7 (Sken 8)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pbl 1

Citation preview

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah dengan judul Panggul Sempit pada Wanita yang Ingin Melahirkan. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bimbingan dari banyak pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:1. Dosen pembimbing2. Orang tua yang telah turut membantu, mendorong, membimbing sehingga tugas ini selesai.3. Rekan rekan mahasiswa fakultas kedokteran UKRIDA yang telah membantu ketika ada kesulitan dalam penulisan makalah ini.Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, penulis meminta kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk menyempurnakannya.

Daftar isi

Kata pengantar......................................................................................................................1Daftar isi................................................................................................................................2BAB I PENDAHULUAN1. Latar belakang..........................................................................................................32. Tujuan........................................................................................................................33. Rumusan masalah.....................................................................................................4BAB II ISI1. Struktur makroskopis panggul..................................................................................41.1 ligamentum pada pelvis.......................................................................................71.2 dinding rongga panggul.......................................................................................72. Dasar panggul............................................................................................................72.1 Perbedaan panggul menurut jenis kelamin..........................................................103. Jenis-jenis panggul.....................................................................................................104. Diameter panggul......................................................................................................115. Organ dalam panggul wanita....................................................................................136. Vaskularisasi dan innervasi pada pelvis...................................................................16BAB III PENUTUPKesimpulan............................................................................................................................17Daftar pustaka.......................................................................................................................17

BAB IPENDAHULUAN

1. Latar BelakangProses kehamilan hingga melahirkan bayi setiap wanita adalah suatu yang unik sekaligus sacral, sehingga setiap tahap persalinan akan dirasakan dan dilewati seorang ibu dengan cara alami. Hanya saja kondisi tertentu seperti ibu yang panggul sempit. Di masyarakat istilah panggul mungkin tidak asing lagi. Panggul sempit dikatakan sebagai salah satu indikasi pada persalinan yang kejadiannya semakin meningkat pada angka secsio sesarea. Kesempitan pintu tengah panggul (PTP) pada dasarnya merupakan penyempitan bidang dengan ukuran terkecil, yaitu bidang yang melalui apex dari arcus pubis, spina ischiadika, dan sacrum, biasanya pada hubungan antara segmen ke empat dan ke lima. Kesempitan PTP merupakan sebab yang biasa dijumpai pada distosia dan tindakan operatif. Kesempitan PTP dapat berputar mengarah ke lengkung sacrum. Cara penanganannya lebih sukar dari pada kesempitan pintu atas panggul maka persalinan harus diakhiri dengan secsio secarea jika kepala dapat masuk ke dalam panggul maka melakukan aktrasi dengan forceps.Panggul kita memiliki struktur yang kompleks karena disusun oleh tulang-tulang, otot, organ, perdarahan, dan saraf. Panggul kita memiliki peran yang penting untuk menjaga organ-organ dalam perut, selain itu panggul juga memiliki peran dalam proses persalinan. Panggul di bagi menjadi empat jenis dan panggul memiliki diafragma panggul yang berguna untuk menahan organ-organ dalam panggul. Panggul kita juga mempunyai ukuran-ukuran untuk membedakan panggul laki-laki dan perempuan. Panggul kita juga memiliki perdarahan dan juga persyarafan.

2. TujuanMakalah ini ditulis supaya dapat mengetahui struktur makroskopis dari panggul, mengetahui jenis-jenis dan ukuran-ukuran panggul, mengetahui organ-organ yang ada dalam rongga panggul, serta mengetahui tentang traktus urogenitale.3. Rumusan masalahSkenario 8Ibu A sedang hamil 9 bulan datang ke klinik bersalin karena dirasakan akan melahirkan anaknya yang pertama. Selama ini ibu tersebut belum pernah memeriksakan kehamilannya. Karena belum lahir juga sesuai perhitungan dokter maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan ternyata ibu A mempunyai panggul sempit.

BAB IIISI

1. Struktur makroskopis panggulPelvis adalah daerah batang tubuh yang berada disebelah dorsokaudal terhadap abdomen dan merupakan daerah peralihan dari batang tubuh ke ektremitas inferior. Pelvis bersendi dengan vertebra lumbalia ke-5 dibagian atas dan dengan caput femoris kanan dan kiri pada acetabulum yang sesuai. Pelvis dibatasi dinding yang dibentuk oleh tulang, ligamentum, dan otot.1 Pelvis dibatasi oleh sacrum dan coccygeus di posterior dan os inominata di anterolateral.Os Inominatum (tulang panggul). Tulang ini terdiri dari tiga bagian komponen, yaitu ilium, ischium, dan pubis. Saat dewasa tulang-tulang ini telah menyatu seluruhnya pada acetabulum. Di posterior tiap tulang panggul ini memiliki articulation dengan sacrum pada sendi sacroiliaca (suatu sendi synovial). Ilium: batas atas tulang ini adalah crista iliaca. Crista iliaca berjalan ke belakang dari spina iliaca anterior superior menuju spina iliaca posterior superior. Di bawah tonjolan tulang ini terdapat spina inferiornya. Permukaan auricularis ilium disebut permukaan glutealis karena di situlah perlekatan m. gluteus. Linea glutealis inferior, anterior, dan posterior membatasi perlekatan glutei ke tulang. Permukaan dalam ilium halus dan berongga membentuk fossa iliaca. Fossa iliaca merupakan tempat melekatnya m. iliacus. Permukaan auricularis ilium berarticulatio dengan sacrum pada sendi sacroiliaca. Ligamentum sacroiliaca posterior, interoseus, dan anterior memperkuat sendi sacroiliaca. Linea iliopectinealis berjalan di sebelah anterior permukaan dalam ilium dari permukaan auricularis menuju pubis. Garis ini membentuk batas lateral pintu atas panggul (PAP). Ischium: terdiri dari spina di bagian posterior yang membatasi incisura ischiadica major (atas) dan minor (bawah). Tuberositas Ischia adalah penebalan bagian bawah corpus ischium yang menyangga berat badan saat duduk. Ramus ischium menonjol ke depan dari tuberositas ini dan bertemu serta menyatu dengan ramus pubis inferior. Pubis: terdiri dari corpus serta ramus pubis superior dan inferior. Tulang ini berarticulatio dengan os pubis di tiap sisi symphisis pubis (suatu sendi cartilaginosa sekunder). Permukaan superior dari corpus memiliki crista pubicum dan tuberculum pubicum. Foramen obturatorius merupakan lubang besar yang dibatasi oleh ramus pubis dan ischium.2Sacrum dan Coccygeus. Sacrum terdiri dari lima vertebra yang menyatu. Aspek anterior dan lateral sacrum masing-masing disebut massa central dan lateral. Bagian anterior atasnya disebut promontorium sacralis. Empat foramina sacralis anterior di tiap sisi mengantarkan empat ramus primer sacralis anterior teratas. Di posterior, pediekel dan lamina yang menyatu membentuk canalis sacralis yang merupakan terusan dari canalis vertebralis. Di inferior, canalis ini berakhir sebagai hiatus sacralis. Cornu sacralis membatasi hiatus di inferior tiap sisi. Rongga subaracnoid berakhir setinggi S2. Sacrum miring ke depan membentuk angulus lumbosacralis dengan vertebra lumbalis. Coccygeus berarticulatio dengan sacrum di superior. Tulang ini terbentuk antara tiga dan lima vertebra rudimenter yang menyatu. Membrane Obturatorium. Merupakan lembaran jaringan fibrosa yang menutupi foramen obturatorius kecuali sebagian kecil untuk lewatnya nervus dan pembuluh darah obturatorius yang melewati canalis dari panggul dan masuk ke paha.2 Secara fungsional, panggul terdiri dari 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pintu atas panggul (PAP) membagi pelvis menjadi pelvis palsu (atas) dan pelvis sejati (bawah). Pintu ini dibentuk oleh promontorium sacralis di posterior, linea iliopectinealis di lateral dan symphisis pubis di anterior. Pintu bawah panggul (PBP) dibatasi oleh coccygeus di posterior, tuberositas Ischia di lateral dan arcus pubis di anterior. Pelvis sejati (rongga pelvis) terletak antara PAP dan PBP. Pelvis palsu sebaiknya dianggap sebagai bagian bagian dari rongga abdomen.2 Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis, disebut juga false pelvis.3 Pelvis minor (true pelvis) adalah bagian pelvis yang terletak dibawah linea terminalis, yang mempunyai peranan penting dalam obstetrik dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapat dan tidaknya bayi melewatinya. Bidang atas saluran ini, normal berbentuk hampir bulat, disebut pintu atas panggul (pelvic inlet). Bidang bawah saluran ini tidak merupakan suatu bidang seperti pintu atas panggul, akan tetapi terdiri dari dua bidang disebut pintu bawah panggul (pelvic outlet). Diantara kedua pintu ini terdapat ruang panggul (pelvic cavity). Ruang panggul mempunyai ukuran yang paling luas dibawah pintu atas panggul, akan tetapi menyempit di panggul tengah ini disebabkan oleh adanya spina ischiadica yang kadang-kadang menonjol kedalam ruang rongga panggul.Pintu atas panggul (PAP) merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium corpus vertebrae sacral 1, linea innominata (terminalis) dan pinggir atas simfisis.4 Bentuk pintu atas panggul wanita cenderung lebih bulat daripada lonjong. Panjang jarak dari pinggir atas simfisis pubis ke promontorium lebih kurang 11 cm, disebut konjugata vera. Jarak terjauh garis melintang pada pintu atas panggul lebih kurang 11,5 13 cm disebut diameter trasversal. Bila ditarik garis dari articulatio sakroiliaka ke titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera dan diteruskan ke linea jarak dari bagian tengah simfisis ke promontorium disebut diameter oblique, kurang lebih 13 cm. Konjugata obstretika jarak dari bagian tengah simfisis ke promontoriumPintu bawah panggul (PBP) bukan merupakan bidang datar, tetapi tersusun atas dasar dua bidang datar yang masing-masing berbentuk segitiga yaitu :1. segitiga bagian dorsal, trigonum anale, dibentuk oleh kedua ligamentum sacrotuberosum dan puncaknya terletak pada os coccygis.1. segitiga bagian ventral, trigonum urogenitale, dibentuk oleh ramus inferior os pubis dan ramus inferior os ischium kiri dan kanan, dan puncaknya terletak pada symphisis os pubis.Pinggir bawah simfisis berbentuk lengkung kebawah dan membentuk sudut (arcus pubis). Dalam keadaan normal, besarnya sudut ini 90o atau lebih sedikit. Bila kurang sekali dari 90o maka kepala janin akan lebih sulit dilahirkan karena memerlukan tempat lebih banyak ke dorsal. Jarak antara kedua tubera ossis ischii adalah 10,5 cm. Ruang panggul diatas pintu atas panggul mempunyai ukuran yang paling luas. Di panggul tengah terdapat penyempitan setinggi kedua spina ischiadika. Jarak antara kedua spina ini (distansia interspinarum) normalnya 10,5 cm. Cavum pelvis (rongga panggul) yang mempunyai kepentingan obstetrik pada proses persalinan adalah rongga yang terletak antara pintu masuk dan pintu keluar panggul tersebut, berupa saluran pendek yang melengkung dengan bagian cekung menghadap ke depan.

1.1 Ligamentum pada Pelvis Ligamentum pada pelvis terdiri dari: Lig. Sacrotuberosum: terentang dari bagian lateral sacrum dan coccygeus menuju tuberositas Ischia. Lig. Sacrospinosum: terentang dari bagian lateral sacrum dan coccygeus menuju spina ischiadica. Kedua ligamentum tersebut bersama dengan ligamentum-ligamentum sacroiliaca, mengikat sacrum dan coccygeus ke os dan mencegah pergerakan berlebihan dari sendi sacroiliaca. Selain itu, ligamentum ini membentuk foramen ischiadica major dan minor dengan incisura ischiadica major dan minor.21.2 Dinding-dinding rongga pangggulDinding-dinding rongga panggul yaitu: 1. Dinding anterior : pendek, dibentuk oleh corpus, rami dan symphisis ossium pubis1. Dinding posterior : dibentuk oleh permukaan ventral os sacrum dan os coccygis serta muskulus pyriformis yang membentang pada permukaan ventral os sacrum dan diliputi oleh fascie pelvis.1. Dinding lateral : dibentuk oleh bagian os coxae di bawah apertura pelvis superior, membrana obturatoria, ligamentum sacrotuberosum, ligamentum sacrospinosum, dan muskulus obturator internus dengan fascia obturatoria.1. Dinding inferior / dasar panggul : dibentuk oleh diaphragma pelvis (mm.levator ani, mm coccygeus, fascia diaphragmatis pelvis, trigonum urogenitale) yang berfungsi menahan alat-alat rongga panggul. Diaphragma pelvis membagi lagi rongga panggul bagian bawah menjadi bagian rongga panggul utama (bagian atas diaphragma pelvis) dan bagian perineum (bagian bawah diaphragma pelvis)

2. Dasar panggul (diafragma pelvis)Istilah dasar panggul mencakup semua jaringan yang mengisi pintu bawah panggul dan menyangga semua organ yang ada diatasnya. Karena manusia berdiri tegak lurus, maka dasar panggul perlu mempunyai kekuatan untuk menahan semua beban yang diletakkan padanya, khususnya isi rongga perut dan tekanan intraabdominal. Beban ini ditahan oleh lapisan otot-otot dan fascia yang ada didalam dasar panggul. Pada persalinan lapisan-lapisan otot dan fascia mengalami tekanan dan dorongan, sehingga dapat timbul prolapsus genitalis.5 Pintu bawah panggul terdiri atas diafragma pelvis. Diafragma pelvis merupakan sekat pada dasar panggul yang berfungsi menahan alat-alat rongga panggul dan membagi panggul menjadi 2 yaitu yang pertama rongga panggul utama yang merupakan bagian diatas diaphragma pelvis berisi alat-alat panggul dan perineum. Otot-otot dasar panggul mendukung viscera menghasilkan fungsi sfingter pada rectum dan vagina serta membantu meningkatkan tekanan intraabdomen saat menggeliat. Rectum, uretra, dan vagina (pada wanita) melewati dasar panggul dan menuju ke luar. Diafragma pelvis terbentuk oleh pars muskularis, yang terdiri dari muskulus levator ani dan muskulus coccygeus yang menyerupai sebuah mangkok. Menahan di garis tengah bagian depan mangkok ini terbuka (hiatus genitalis). Muskulus levator ani merupakan penyangga dasar panggul yang paling kuat otot ini membentuk lembaran otot yang lebar dari bagian belakang pubis ke sacrum dan koksigeus dengan membentang sampai dinding lateral pelvis. Dari dinding samping, otot levator ani berjalan ke bawah dan kedalam untuk bertemu dibagian tengah. M. Levator Ani: keluar dari aspek posterior pubis, fascia yang menutupi obturatorius internus di dinding dalam pelvis dan spina ischiadica. Dari origo yang lebar ini serabut-serabut otot menyapu ke belakang kearah garis tengah sebagai berikut: Serabut-serabut anterior (sfingter vagina atau m. levator prostat). Serabut-serabut ini mengelilingi vagina pada wanita dan prostat pada pria, dan masuk ke corpus perineum. Corpus perineum merupakan nodus fibromuscular yang terletak di anterior canalis analis. Serabut-serabut intermedia (puborectalis). Serabut-serabut ini mengelilingi sambungan anorectalis dan juga masuk ke bagian dalam sfingter ani. Serabut ini memiliki fungsi sfingter yang penting pada sambungan anorectalis. Serabut-serabut posterior (iliococcygeus). Serabut-serabut ini masuk ke aspek lateral coccygeus dan raphe fibrosa median (corpus anococcygeus). M. Coccygeus: keluar dari spina ischiadica dan masuk ke bagian bawah sacrum dan coccygeus.2Selanjutnya terdapat muskulus perineus superfisialis terletak dibawah lembaran muskulus levator ani. Otot ini tidak berasal dari pubis, sakrum dan dinding lateral pelvis untuk menyatu diantara vagina dan rectum sehingga membentuk belahan superfisial korpus perineus. Korpus perineus terletak diantara vagina bagian bawah dan rectum bagian bawah. Bangunan ini berupa badan (korpus) muskuler berbentuk baji yang tersusun dari permukaan inferior pertemuan otot-otot levator ani dan pertemuan otot-otot perineus superfisialis. Diafragma urogenitalis yang menutup arkus pubis dibentuk oleh aponeurosis otot transversus perinei profundus dan otot transversus superfisialis. Lapisan paling luar (distal) dibentuk oleh otot iskhiokavernosus yang melingkari genitalia eksterna, otot perinei transversus superfisialis, otot bulbokavernosus, dan otot sfingter ani eksternus.5 Gambar 1.1 otot-otot dasar panggulSumber http://books.google.co.id

Semua otot ini di bawah pengaruh saraf motorik dan dapat dikejangkan aktif. Fungsi otot-otot tersebut di atas adalah sebagai berikut: Otot levator ani menahan dan memfiksasi alat-alat rongga panggul pada tempatnya, menahan tekanan intraabdominal yang mendadak meninggi seperti pada waktu batuk dan mengejan, bekerja sebagai sfingter terutama pada wanita sebagai sfingter vagina.6 Otot sfingter ani eksternus diperkuat oleh otot levator ani menutup anus, otot bulbokavernosum mengecilkan introitus vagina di samping memperkuat fungsi otot sfingter vesicae internus yang terdiri atas otot polos.5Fascia pelvis adalah istilah untuk menyebut jaringan ikat yang membatasi panggul, melapisi m.levator ani dan m.obturatorius internus. Fascia ini menyatu dengan lapisan fascia dinding abdomen diatas dan dibawah. Fascia endopelvis adalah istilah untuk menyebut jaringan ikat longgar yang melapisi visera pelvis. Fascia endopelvis memadat menjadi ligamentum fasialis yang fungsinya menunjang serviks dan vagina.Perineum terletak dibawah diafragma pelvis. Perineum merupakan area berbentuk belah ketupat bila dilihat dari bawah dan bisa dibagi menjadi regio urogenital dianterior dan regio anal di posterior oleh garis yang menghubungkan tuberositas iskia secara horizontal.2 Regio anal terdiri dari kanalis analis dan fossa iskhiorektalis. Fossa iskhiorektalis terletak dikedua sisi kanalis analis. Dinding medial dan lateral fossa iskhiorektalis adalah muskulus levator ani dan kanalis analis serta obturatorius internus. Fossa terisi oleh lemak. Kanalis pudendalis (alcocks) merupakan selubung pada dinding lateral fossa iskhiorektalis.2 Kanalis ini membawa n.pudendus dan pembuluh darah pudenda interna dari insisura iskhiadika minor menuju kavum perineal profunda. Cabang rectalis inferior dari n.pudendus dan pembuluh darah pudenda interna berjalan transversal sepanjang fossa untuk mencapai anus.

2.1 Perbedaan panggul menurut jenis kelaminPanggul wanita berbeda dari panggul pria untuk tujuan melahirkan anak. Perbedaan utama menurut jenis kelamin adalah:1 PAP wanita berbentuk oval. Pada pria promontorium sacralis menonjol, sehingga panggul berbentuk hati. PBP wanita lebih lebar karena tuberositas Ischia melebar. Rongga pelvis pada wanita lebih luas dibandingkan pada pria. Pelvis palsu pada wanita dangkal. Arcus pubis (sudut antara kedua ramus pubis inferior) pada wanita lebih lebar dan lebih membulat dibandingkan pada pria.

3. Jenis-jenis panggulTulang panggul merupakan organ penting dalam proses persalinan. Tulang-tulang panggul terdiri dari susunan beberapa tulang yang membentuk rongga panggul. Fungsinya, sebagai jalan yang harus dilalui oleh janin ketika akan lahir secara alami. Tulang panggul sangat menentukan mulus tidaknya proses persalinan. Setiap wanita memiliki bentuk panggul yang berlainan. Menurut klasifikasi Caldwell-Moloy, bentuk tulang panggul ada 4 jenis, yaitu panggul gynecoid, android, platypeloid, dan anthropoid. Sebenarnya, bentuk panggul apapun tidak mempengaruhi besar kecilnya ukuran panggul. Jika ukuran panggul normal, janin dapat melaluinya. Namun, umumnya bentuk panggul gynecoid akan membantu memudahkan kelahiran bayi.1. Jenis GynecoidPanggul paling baik untuk wanita, bentuk PAP hampir bulat. Panjang diameter anteroposterior (AP) kira-kira sama dengan diameter transversa. Jenis ini ditemukan pada 45% wanita.2. Jenis AndroidBentuk PAP hampir segitiga. Umumnya, pria mempunyai jenis seperti ini. Panjang diameter AP hampir sama dengan diameter transversa, namun bagian ini jauh lebih mendekati sacrum. Dengan demikian, bagian belakangnya pendek dan gepeng, sedangkan bagian depannya menyempit ke muka. Jenis ini ditemukan pada 15% wanita. Panggul android lebih sering ditemukan pada wanita dengan akitvitas fisik yang berat selama masa remaja. Panggul android juga ditemukan pada wanita yang mengalami keterlambatan dalam posisi tegak, yaitu setelah usia 14 bulan, sementara panggul platipeloid lebih sering ditemukan pada wanita yang memiliki kemampuan posisi tegak sebelum umur 14 bulan.3. Jenis AnthropoidBentuk PAP agak lonjong, seperti telur. Panjang diameter AP lebih panjang dibandingkan diameter transversa. Jenis ini ditemukan pada 35% wanita. 4. Jenis PlatypeloidSebenarnya jenis ini adalah jenis gynecoid yang menyempit pada arah muka belakang. Ukuran melintang jauh lebih besar dibandingkan ukuran muka belakang. Jenis ini ditemukan pada 5% wanita.Terjadinya kelainan panggul dapat disebabkan oleh beberapa factor, seperti terjadinya gangguan pertumbuhan dalam rahim (sejak dalam kandungan), mengalami penyakit tulang (terutama tulang belakang, polio, rakhitis/rematik, atau pernah mengalami kecelakaan/trauma waktu kecil) sehingga terjadi kerusakan atau patah panggul.3

4. Diameter panggul1. Pintu Atas Panggul (PAP)PAP merupakan bulatan oval dengan panjang ke samping dan dibatasi oleh: Promontorium Sayap os sacrum Linia terminalis kanan dan kiri Ramus superior ossis pubis kanan dan kiri Pinggir atas symphisis pubisPada PAP ditentukan tiga ukuran penting, yaitu ukuran muka belakang (conjuga vera), ukuran lintang (diameter transversa), dan ukuran serong (diemeter oblique).Conjugata Vera. Panjangnya sekitar 11 cm, tidak dapat diukur secara langsung, tetapi ukurannya diperhitungkan melalui pengukuran conjugate diagonalis. Panjang conjugate diagonalis antara promontorium dan tepi bawah symphisis pubis. Conjugate vera (CV) : CD 1,5 cm. Conjugate obstretika: ukuran antara promontorium dengan tonjolan symphisis pubis.Diameter Transversa. Jarak antara kedua linea terminalis (12,5 cm).Diameter Obliqua. Jarak antara articulation sacroiliaca menuju tuberculum pubicum yang bertentangan. Kedua ukuran ini tidak dapat diukur pada wanita yang masih hidup.1. Bidang Luas PanggulBidang terluas dalam panggul wanita membentang antara pertengahan symphisis menuju pertemuan tulang belakang (os sacrum) kedua dan ketiga. Ukuran muka belakangnya 12,75 cm dan ukuran melintang 12,5 cm. Dalam proses persalinan bidang ini tidak menimbulkan kesukaran.1. Bidang Sempit PanggulMempunyai ukuran terkecil jalan lahir, membentang setinggi tepi bawah symphisis menuju kedua spina ischiadica dan memotong tulang kelangkang (os sacrum) setinggi 1-2 cm di atas ujungnya.Ukuran muka belakangnya 11,5 cm dan ukuran melintangnya sebesar 10 cm. Bidang ini merupakan titik putar dari PAP menjadi PBP. Pada kesempitan PBP, bidang ini mengalami penyempitan.1. Pintu Bawah Panggul (PBP)PBP bukanlah merupakan satu bidang tetapi terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama.Segitiga depan: dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi arcus pubis.Segitiga belakang: dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi oleh lig.sacrotuberosum kanan dan kiri.Ukuran-ukuran PBP adalah : Ukuran muka belakangTepi bawah symphisis menuju ujung tulang kelangkang (os sacrum) 11,5 cm. Ukuran melintangJarak antara kedua tuber ossis ischiadica kanan kiri sebesar 10,5 cm. Diameter sagitalis posteriorUjung tulang kelangkang ke pertengahan ukuran melintang 7,5 cm.7

5. Organ dalam panggul wanitaPada rongga pelvis terdapat bagian dari kandung kemih dan dua buah ureter terletak dibelakang simfisis, kolon sigmoid sebelah kiri fossa iliaka dan rektum terletak di sebelah belakang rongga mengikuti lengkung sakrum. Kelenjar limfe, serabut saraf fleksus lumbosakralis untuk anggota gerak bawah cabang pembuluh darah a.iliaka interna dan v.iliaka interna berada di dalam pelvis. Kemudian terdapat ureter pars pelvis, urethra uterus, adnexa (tuba & ovarium), dan vagina.Ureter adalah tabung dari ginjal menuju kandung kemih. Setiap ureter:1. Panjang sekitar 25 cm.1. Dimulai dari pelvis, bagian yang berdilatasi melekat pada hilus ginjal.1. Berjalan ke bawah di bagian posterior dinding abdomen di belakang peritoneum.1. Di dalam pelvis, membelok ke depan dan ke dalam untuk memasuki kandung kemih, melewati dindingnya ureter berjalan secara oblik.5 Vesica urinaria disebut juga bladder atau kandung kemih dan berfungsi sebagai reservoir urine dengan kapasitas 200-400 cc. Pada anak-anak vesica urinaria terletak diatas apertura pelvis superior. Setelah dewasa, rongga panggul akan membesar dan vesica urinaria turun kedalam rongga panggul. Apabila vesica urinaria terisi bagian atasnya akan terletak didaerah hypogastrica dan berbentuk ovoid atau menyerupai telur. Sedangkan vesica urinaria yang kosong seluruhnya terletak dibelakang symphisis pubis dalam rongga panggul dan berbentuk seperti limas. Sehingga dapat dibedakan menjadi apex, dasar, dinding, dan collum vessica urinaria. Dasar vesica urinaria dibentuk oleh permukaan dorsal dan berbentuk segi tiga (trigonum liutadi). Namun secara anatomis, vesica urinaria dapat dibedakan menjadi bagian-bagian yaitu apex, corpus, fundus. Fundus berbentuk segitiga dan menghadap ke caudodorsal dan berhadapan dengan rectum.Urethra meninggalkan ostium urethra internum pada apex trigonum hampir dengan sudut tegak lurus, yaitu sudut uretherovesical. Urethra memanjang dari ostium pada apex trigonum ke ostium urethra externum atau meatus yang bermuara ke dalam vestibulum vaginae. Bagian inferior urethra terkubur dalam dinding anterior vagina, sedangkan separo bagian atasnya terpisah dari vagina oleh jaringan pengikat. Urethra wanita berbentuk seperti huruf S dan berupa pipa dengan lubang ke luar berupa beberapa crypta buntu. Crypta tersebut merupakan sisa-sisa kelenjar prostat (glandula prostat) embrional. Muara yang paling rendah letaknya, yaitu ductus skene tidak buntu, tetapi membelok ke bawah dan bermuara pada kedua sisi ostium urethra pada vestibulum. Urethra wanita jauh lebih pendek dibandingan dengan urethra pria. Panjangnya 4 cm, tetapi dapat sangat memanjang. Diameter lubangnya adalah 6 mm, tetapi lubang ini dapat dilebarkan dengan mudah dengan menggunakan kateter urinarius.Uterus suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luar ditutupi peritoneum, rongga dalam dilapisi mukosa rahim. Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan anus. Rahim berbentuk seperti bola lampu pijar atau buah pear. Mempunyai rongga yang terdiri dari 3 bagian besar:1. Corpus uteri berbentuk segitiga1. Cervix uteri berbentuk silinder1. Cavum uteri Lapisan dalam, endometrium, terdiri dari permukaan epitelium, kelenjar, dan jaringan ikat (stroma). Endometrium dilepaskan selama menstruasi. Pada bagian terbawah dari korpus terdapat os internal dari serviks. Os eksternal terletak pada ujung bawah dari serviks. Dengan demikian, kanalis servikalis merupakan penghubung antara rongga korpus uteri, melalui organ internal dan eksternal, dengan vagina.8,9Tuba fallopi adalah penghubung ovarium dengan uterus dan bermuara ke dalam rongga uterus, sehingga terjadi hubungan yang langsung dari rongga peritoneal dengan rongga uterus.8,9Ovarium homolog dengan testis pada pria. Ovarium berbentuk oval dan terletak pada dinding panggul bagian lateral yang disebut fossa ovarium. Ovarium ada dua yaitu terletak di kiri dan kanan uterus. Bentuknya seperti buah almond sebesar jempol orang dewasa. Posisi ovarium ditunjang oleh mesovarium, lig. ovarica, dan lig. infundibulopelvicum.3Fungsi ovarium adalah sebagai berikut:1. Mengeluarkan hormon progesteron dan esterogen1. Mengeluarkan telur setiap bulanUkuran ovarium sekitar 2,5-5 cm x 1,5-3 cm x 0,9-1,5 cm. Berat ovarium kurang lebih 4-8 gram. Pada seorang wanita, terdapat 100.000 folikel primer. Folikel tersebut setiap bulan akan matang dan keluar, terkadang dua folikel matang dan keluar bersamaan. Folikel primer ini akan berkembang menjadi folikel de graaf. Folikel de graaf yang matang terdiri atas: ovum, stratum granulosum, teka internus, dan teka eksternus.Vagina dimulai dari serviks uteri sampai ke orificium vagina pada vestibulum, yang merupakan batas antara struktur -struktur genitalia interna dan eksterna. Dengan demikian ada hubungan langsung antara bagian luar tubuh dengan rongga peritoneal melalui struktur sistem reproduksi. Organ-organ pelvis internal dapat dipalpasi melalui dinding tipis vagina bagian atas, dan akses pembedahan ke rongga peritoneal dapat dicapai melalui dinding vagina di belakang serviks.8,9 Suplai darah vagina diperoleh dari a. uterine, a. vesicalis inferior, a. hemoroidalis mediana, dan a. pudenda interna.Organ genitalia waniata eksterna. Vulva merupakan bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berukuran panjang mulai dari clitoris, kanan kiri dibatasi bibir kecil sampai ke belakang dibatasi perineum. Mons Veneris ialah daerah yang menggunung di atas symphysis yang akan ditumbuhi rambut kemaluan (pubis) jika wanita beranjak dewasa. Pada wanita, rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas. Labia Major (bibir besar kemaluan) berada pada bagian kanan dan kiri dan berbentuk lonjong, pada wanita menjelang dewasa ditumbuhi juga oleh pubis lanjutan dari mons veneris. Di bagian bawah perineum, labia major menyatu pada commisura posterior. Kemudian labia Minor (bibir kecil kemaluan) bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah jambu, tidak mempunyai folikel rambut, banyak terdapat otot polos, pembuluh darah, dan ujung serabut saraf, dijumpai pula frenulum clitoris, preputium, frenulum pudenti. Clitoris identik dengan penis pada laki-laki, kira-kira sebesar kacang hijau sampai cabe rawit dan ditutupi oleh frenulum clitoris. Glens clitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, sifatnya sangat sensitive karena banyak memiliki serabut saraf. Vestibulum, daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchette (lipatan membrane pada ujung perineal vulva), batas lateran labia minor. Di sini dijumpai kelenjar vestibulum major (kelenjar bartholini) dan kelenjar vestibulum minor. Himen (Selaput Dara) merupakan selaput yang menutupi introitus vagina. Biasanya berlubang membentuk semilunaris, anularis, tapisan, septata atau fimbria. Orifficium Urethra Externa (lubang kemih) merupakan tempat keluarnya air kemih yang terletak di bawah clitoris. Di sekitar lubang kemih bagian kiri dan kanan didapati lubang kelenjar skene. Perineum merupakan daerah antara vulva dan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis dan diafragma urogenitalis. Perineum meregang saat persalinan dan terkadang perlu dipotong untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah rupture.6. Vaskularisasi dan innervasi pada pelvis2Arteri illiaca komunis keluar dari biforcatio aorta ke sebelah kiri garis tengan setinggi umbilicus. Arteri ini kemudian membentuk bifurcatio menjadi cabang-cabang illiaca eksterna dan interna disebelah anterior sendi sakro illiaca kedua sisi. Arteri illiaca interna berjalan dari muaranya dan terbagi menjadi trunkus anterior (cabang viseral) dan posterior (cabang parietal) setinggi foramen iskiadika mayor.Cabang-cabang trunkus anterior (cabang viseral):2 A. umbilikalis walaupun bagian distalnya mengalami obliterasi, bagian proksimalnya menetap dan memiliki cabang a. vesikalis superior yang turut masuk ke kandung kemih A. vesikalis inferior selain memasok darah ke kandung kemih arteri ini juga memilliki cabang ke vas deferens (pada pria) A. rectalis media beranastomosis dengan aa.rectalis superior dan inferior untuk memasok darah ke rektum A. pudenda interna merupakan sumber pasokan darah utama bagi perineum. Arteri ini keluar dari pelvis melalui foramen iskiadika minor untuk memasuki kanalis pudenda bersama dengan n. Pudendus A. uterina lewat disebelah medial pada dasar panggul dan kemudian diatas ureter dan forniks lateral vagina untuk naik di aspek lateral uterus diantara lapisan-lapisan ligamentum latum A. glutealis inferior lewat panggul melalui foramen iskiadika mayor menuju regio gluteal yang menerima darah darinya A. vaginalis

Cabang-cabang trunkus posterior (cabang parietal)2 A. glutealis superior turut memasok darah ke muskulus gluteus. Arteri ini keluar dari panggul melalui foramen iskhiadika mayor A. illio-lumbalis A. sakralis lateralis

Innervasi pelvis yaitu: Plexus sacralis terletak dalam pelvis minor didepan m.piriformis dalam foramen ischiadicus minor. N.Pudendus N.rectalis inferior mempersarafi M.sphinter ani externus dan kulit sekitar m.ani N. Perinealis bercabang menjadi ramus superficialis dan ramus profundus di dalam canalis pudendalis. Ramus profundus masuk ke dalam superficialis perineal pouch dan mempersarafi M.Bulbospongiosus, M.ischiocavernosus, M.transversus perinei superficialis dan M.bulbus penis Ramus superficialis menjadi 2 N. Scrotalis Post (Labialis) menuju Scrotum atau labia. N.dorsalis penis mengurus M. transversus perinei profundus dan M. sphincter urethrae

BAB IIIPENUTUP

KesimpulanHipotesis diterima.Tulang-tulang panggul terdiri dari susunan beberapa tulang yang membentuk rongga panggul, yang memiliki struktur dan fungsi yang kompleks serta memiliki klasifikasinya sendiri supaya lebih mudah mempelajarinya. Tulang panggul merupakan organ penting dalam proses persalinan. Fungsinya, sebagai jalan yang harus dilalui oleh janin ketika akan lahir secara alami. Tulang panggul sangat menentukan mulus tidaknya proses persalinan. Setiap wanita memiliki bentuk panggul yang berlainan. Bila terjadi gangguan pada panggul misalnya panggul yang sempit, maka persalinan harus diatasi dengan tindakan yang tepat. Apabila persalinan dengan panggul sempit dibiarkan berlangsung sendiri tanpa pengambilan tindakan yang tepat, timbul bahaya pada ibu dan janin.

Daftar pustaka1. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT gramedia pustaka utama;2009.p.90-31. Faiz O, Moffat D. Anatomy at a glance. Jakarta: Erlangga; 2004.p.50-6.1. Yulaikhah L. Kehamilan: Seri asuhan kebidanan. Jakarta: EGC; 2009.p.1-14.1. Manuaba IBG, Chandranita IA, Fajar. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta:EGC;2003.p.72-61. Wiknjosastro H, Saifuddin AB, Rachimhadhi T. Ilmu Kandungan. Edisi ke-2. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka;2008.p.1-71. Widjaja S. Anatomi Alat-alat rongga panggul. Jakarta: Balai pustaka fakultas kedokteran Universitas Indonesia;2002.p.121. Manuaba IBG. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC; 1998.p.69-76.1. Moore KL, Agur AMR. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Hipokrates;2002.h.171-21. Price SA, Wilson LM. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: EGC;2005.h.1279-82

Panggul Sempit pada Wanita yang ingin Melahirkan

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana 2012, Jl. Arjuna Utara No.6Jakarta 11510, Telp : 021-56942061, Fax : 021-563173, E-mail : [email protected]

KELOMPOK F7Novia Yosephin Nirigi - 102011332Vincent Okta Vidiandika - 102012009Ineke Pania Mexi - 102012124Yohana Mayke Sutjianggala - 102012216Michael Laban - 102012285Priscilla Natalie K - 102012356Yudha Adi Pradana D - 102012436Masitah Binti Omar - 102012478Frischa Wibowo - 102012512

19