Click here to load reader

Makalah PKn Fix (3)

  • View
    178

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah pendidikan kewarganegaraan

Text of Makalah PKn Fix (3)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANGKaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap pemuda

Indonesia, baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa yang akan datang. The founding leaders Indonesia telah meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Kita mendirikan negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat membangun kemerdekaan kebangsaan dalam susunan organisasi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara Hukum yang bersifat demokratis (democratische rechtsstaat) dan sebagai Negara Demokrasi konstitutional (constitutional democracy) berdasarkan Pancasila. Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan, tantangan, hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus kita hadapi itu beraneka ragam corak dan dimensinya. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi sekarang ataupun yang akan datang dari masa depan kita. Dalam makalah Kontribusi Praksis Pelajar (Mahasiswa) dalam Mengembangkan Sikap Positif terhadap NKRI ini, pada dasarnya pengertian praksis adalah proses di mana suatu teori, pelajaran, atau keterampilan yang berlaku atau dipraktekkan, diwujudkan dan disadari. Atau dengan kata lain, kita melakukan suatu tindakan yang kemudian direfleksikan dan setelah itu kita melakukan tindakan tersebut secara berulang-ulang. Praksis juga dapat mengacu pada tindakan menarik, penerapan, latihan, menyadari, atau1

berlatih ide. Praksis merupakan pengetahuan praktis dan dapat diterapkan pada perbuatan seseorang. Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa harus pandai mereformasi keadaan Bangsa dan Negara menjadi lebih baik lagi dengan menentukan sikap dan perbuatan yang arif dan bijaksana dan tepat mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

1.2

RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang di atas, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut, 1. Apakah yang dimaksud dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi? 2. Bagaimana peranan Mahasiswa sebagai Agent of Change? 3. Apa pedoman mahasiswa dalam melakukan kontribusi praksis dalam mengembangkan sikap positif terhadap NKRI? 4. Apa saja kontribusi yang telah diberikan pelajar atau mahasiswa sebagai kontribusi penerus bangsa terhadap NKRI?

1.3

TUJUANBerdasarkan rumusan masalah di atas dapat diperoleh tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut, 1. 2. 3. Untuk mengetahui arti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Untuk mengetahui peranan Mahasiswa sebagai Agent of Change Untuk mengetahui pedoman mahasiswa dalam melakukan kontribusi praksis dalam mengembangkan sikap positif terhadap NKRI 4. Untuk mengetahui kontribusi yang telah diberikan pelajar atau mahasiswa sebagai kontribusi penerus bangsa terhadap NKRI.2

3

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1

Tri Dharma Perguruan TinggiSalah satu visi dan misi perguruan tinggi Indonesia (kedinasan maupun bukan) adalah mewujudkan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI. Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat indonesia. Dengan memperhatikan perkembangan dunia yang begitu pesat, maka pembentukan masyarakat Indonesia yang modernmenjadi tujuan utama dari pembangunan nasional Indonesia. Pembangunan masyarakat modern ini akan menyangkut perubahan-perubahan nilai-nilai Pancasila. Manusia modern tersebut mempunyai ciri-ciri antara lain: lebih mudah meneriam dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam menyatakn pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi kemasa depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu,organisasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Dalam kaitan pembentukan manusia modern itulah kita melihat betapa pentingnya peranan perguruan tinggi sebagai jenjang tertinggi dalam system pendidikan formal dinegara kita yang hendaknya dapat mengahsilkan tenag-tenaga ahli dan dapat pula mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut PP. No. 60 Th. 1999, tugas pokok perguruan tinggi yaitu, 1. Pendidikan 2. Penelitian 3. Pengabdian Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas intelektual kita sebagai insan akademis, pendidikan tidaklah hanya duduk di kelas, absensi, mendengarkan dosen, mengerjakan tugas-pulang, dan begitu seterusnya, kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang, mahasiswa haruslah menjadi (memiliki) pemikiran selaiknya maha-nya Siswa, bukanlah dosen sentris, melainkan kita harus bergerak4

sendiri menurut peraturan-peraturan yang ada tentunya, pendidikan pulalah yang membentuk karakter kita, kualitas kita kelak berada di masyarakat tidak sedikit yang dipengaruhi oleh cara kita dalam menempuh pendidikan, skill, attitude, character, moral adalah add value dalam menempuh pendidikan, maka bersiaplah wahai Mahasiswa untuk perbenturan kualitas bangsa dunia Penelitian adalah kegiatan telaah akan suatu hal, baik teknologi, sains, art dan bersifat objektif. Dalam melakukan penelitian dibutuhkan keaktifan, skill, dan intelektualitas terutama dalam menyusun teori, hipotesis maupun metode untuk penelitian tersebut. Wawasan, penetahuan, aktualisai dalam bentuk proposal penelitian juga tidak sederhana, butuh waktu dan juga pemikiran yang bagus. Seorang peneliti harus bersikap jujur dan berpegang teguh pada moral dan sikap ketuhanan mereka, jika tidak, hasil penelitian tersebut dapat di jadikan sebagai ajang kontes percobaan yang dapat berakibat buruk untuk umat. Menurut mahatma gandhi ada 7 dosa solial, sains tanpa humanity (penyalahguaan fungsi utama ex atom/nuklir), kaya raya tanpa kerja keras (korupsi), peribadatan tanpa pengorbanan (hanya ritual) perniagaan tanpa moralitas (curang), politik tanpa prinsip (berdasar kepentingan sejati), dan pendidikan tanpa karakter (essensi pendidikan terabaikan). Pengabdian kepada masyarakat merupakan tridarma akhir dari perguruan tinggi, setelah kita belajar dan mengerti essensi pendidikan, kita harus menjadikan ilmu yang kita miliki berguna bagi masyarakat sekitar terutama bangsa dan negara, kita sebagai mahasiswa haru mengembangkan kemampuan kita berdasar karakteristik ilmu pengetahuan yang kita pelajari, kita mesti kembangkan, karena ketika kita berbicara sistem, inovasi dan gagasan-gagasan kreatif akan selalu bisa dimunculkan

2.2 Mahasiswa sebagai Agent of ChangeDefinisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi,

5

tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna. Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa? Memang harapan ini terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya. Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan oleh mahasiswa, yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih kepada orang lain untuk mempertanggungjawabkan pemilihan solusi tersebut. Mahasiswa adalah agen of chance dan agen of control, jelasnya, Mahasiswa adalah ujung tombak masyarakat, sekaligus pemuda yang seharusnya memiliki karakter dan idealisme yang bagus, kita belumlah masuk ke dalam lingkaraan birokrasi pemerintah, kita masih bisa mengkritisi pemerintah sekaligus memberi solusi yang menurut kita benar, dan bisa di pertanggung jawabkan. Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan agent of change. Kata-kata perubahan selalu menempel sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnya melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan. Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa6

dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa. Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya. Berawal dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi Oetomo. Gerakan yang telah menetapkan tujuannya yaitu kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa ini telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang luar biasa positif terhadap perkembangan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa I