Click here to load reader

Makalah Pkn

  • View
    231

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

just read ok

Text of Makalah Pkn

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN)LINGKUNGAN SOSIAL

Oeh:I Made Bayu Wirawan, dkk.

FAKULTAS TEKNIKUNUVERSITAS LAMPUNGBANDAR LAMPUNG2015

16

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN)LINGKUNGAN SOSIAL

Oeh:I Made Bayu Wirawan (1415031062)Eko Wenang Nurcahyo (1415031050)M. Dimas Nogroho (1415031075)M. Mas Ruri Yusuf (1415031078)

FAKULTAS TEKNIKUNUVERSITAS LAMPUNGBANDAR LAMPUNG2015

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul Lingkuangan Sosial dapat terselesaikan dengan baik. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kepada pihak yang membantu kami dalm menyelesaikan makalah terkait lingkungan sosial dari kelompok kami.Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas segala bantuan yang telah diberikan. Makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai lingkungan sosial serta dampak-dampak yang timbul akibat lingkunngan sosial. Akhir kata penulis mengharapkap kritik dan saran guna untuk memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat yang besar dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bandar Lampung, 15 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI

HalamanHalaman Juduli, iiKata PengantariiiDaftar IsiivBAB I PENDAHULUANA. Latar belakang1B. Rumusan Masalah3C. Tujuan3BAB II PEMBAHASANA. Berkembangnya Konflik atau Friksi Sosial4B. Meningkatnya Jumlah Pengangguran8C. Meningkatnya Angka Kemiskinan15D. Kesenjangan Sosial Ekonomi23E. Meningkatnya Gaya Hidup25F. Banyaknya Anak Putus Sekolah30G. Penyalahgunaan Narkotika33H. Kenakalan Remaja36I. Masalah Kesehatan40J. MDGs dan SDGs43K. Kebangkitan Nasional46L. Masyarakat ASEAN (Rohingya dan MEA)48BAB III PENUTUPA. Kesimpulan54B. Saran54DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai makluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri. Di mana pun manusia memerlukan kerja sama dngan orang lain. Manusia membentuk pengelompokan sosial diantara sesama dalam upaya mempertahankan kehidupannya. Dalam kehidupan bersamanya itu manusia juga memerlukan adanya organisasi,yaitu suatu jaringan informasi sosial antara sesama untuk menciptakan ketertiban sosial. Interaksi-interaksi sosial itulah yang kemudian melahirkan suatu yang dinamakan lingkungan sosial. Lingkungan sosial tersebut sebagai tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau kelompok masyarakat, yaitu suatu himpunan masyarakat yang memiliki kesadaran, sedikit hiburan dan memiliki latar belakang yang sama diantaraanggota-anggotanya. Ditinjau dari paradigma ilmu-ilmu sosial-sosiologi, pengertian lingkunngan sosial ialah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, yang meliputiorang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, baik pengaruh internal maupun eksternal. Seiring dengan perubahan zaman, sangat mempengaruhi terjadinya perubahan sosial di lingkungan sosial, yaitu gejala umum yang terjadi sepanjang masa pada setiapmasyarakat karena adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan pola kehidupan baru. Setiap masyarakat mengalami perubahan, perubahan itu terjadi sesuai hakekat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Dengan demikian lingkungan sosial yang serasi sangat dibutuhkan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Lingkungan sosial yang serasi dibutuhkan oleh selurh anggota di dalam kelompoknya. Untuk mewujudkan lingkungan sosial yang serasi diperlukan kerjasama diantara sesama anggota kelompok. Kerjasamaitu dimaksudkan untuk membuat dan melaksanakan aturan-aturan yang disepakati bersama oleh warga sebagai mekanisme pengendalian perilaku sosial. Aturan-aturanitu terwujud dalam bentuk norma-norma yang harus dipatuhi (norma hukum).Suatu pemerintahan dalam proses perkembangannya dari Negara berkembang menuju Negara maju berorientasi pada Economic Development, kecenderungan perkembangan ini terhadap explotitative models sehingga permasalahan yang muncul adalah penurunan kualitas lingkungan (Sustainable Environment). Perkembangan ini akan diikuti oleh Population Development, pada tahun 2000 Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations) berinisiasi untuk melindungi dan mengatur mengenai Population Development dengan sebuah program ideologi yang disebut The Millennium Development Goals (MDGs). Tujuan program ini untuk mengurangi ketimpangan di negara berkembang dari berbagai aspek seperti pendidikan, pendapatan, kemiskinan, kesehatan, dll).Kebangkitan nasional merupakan suatu masa dimana rakyat Indonesia sadar untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kebangkitan Nasional ditandai dengan munculnya peristiwa sumpah pemuda dan lahirnya Budi Utomo sebagai organisasi pemuda. Peristiwa sumpah pemuda sendiri terjadi pada 28 oktober 1928, dimana pemuda Indonesia mengikrarkan kalimat-kalimat yang berisi janji untuk bersatu memajukan Indonesia. Lain sumpah pemuda, lain pula Budi Utomo. Budi Utomo merupakan sebuah organisasi yang dicetuskan Sutomo dan siswa-siswa STOVIA.Di bawah kependudukan Burma yang dimulai pada tahun 1784, dua kelompok pribumi yang ada di Arakan yaitu Muslim Rohingya dan Budha Rakhine menghadapi banyak penindasan dan penganiayaan. Ribuan penduduk Arakan kemudian melarikan diri dari tanah air mereka dan dari penganiayaan Burma dan berlindung di India Selatan. Kolonial Inggris kemudian mengakhiri kependudukan Burma di Arakan pada tahun 1826 dan mengambil alih kekuasaan (menjajah) selama lebih dari 120 tahun.

B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana menangani konflik atau friksi sosial yang terjadi dalam masyarakat?2. Bagaimana cara menangani masalah Pengangguran di Indonesia?3. Bagaimana cara mengurangi angka kemiskinan di Indonesia?4. Bagaimana cara menangani masalah kesenjangan ekonomi di masyarakat?5. Bagaimana cara meminimalisir gaya hidup di masyarakat?6. Bagaimana cara menangani masalah anak putus sekolah di Indonesia?7. Bagaimana cara menghentikan masalah penyalahgunaan narkotika?8. Bagaimana cara mengurangi kenakalan remaja di Indonesia?9. Bagaimana menangani masalah kesehatan di Indonesia?10. Bagaimana mencapai MDGs dan SDGs?11. Bagaimana mendeskipsikan kebangkitan nasional?12. Bagaimana manghadapi masyarakat ASEAN?C. TUJUAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Dapat memahani akibat konflik atau friksi sosial yang terjadi dalam Masyarakat.2. Dapat memahami masalah Pengangguran di Indonesia.3. Dapat memahami masalah kemiskinan di Indonesia.4. Dapat memahami masalah kesenjangan ekonomi di masyarakat.5. Dapat memahami perubahan gaya hidup di masyarakat.6. Dapat memahami masalah anak putus sekolah di Indonesia.7. Dapat memahami masalah narkotika di Indonesia.8. Dapat memahami masalah kenakalan remaja di Indonesia.9. Dapat mamahami masalah kesehatan di Indonesia.10. Dapat mengerti dan memahami MDGS dan SDGs.11. Dapat memahami pengertian kebangkitan nasional.12. Dapat mengerti dan memahami terkait masalah masyarakat ASEAn

BAB IIPEMBAHASAN

A. Berkembangnya Konflik atau Friksi Sosial

Berkembangnya konflik atau friksi sosial dengan atau tanpa kekerasan yang disebabkan oleh persainagn,perbedaan Individu, perbedaan kebudayaan dan konflik kepentingan serta premanismedan tanpa ataumenggunakan simbol-simbol suku, agama, ras dan golongan. Konflik sangat erat terjalin dengan berbagai proses yang mrmpersatukan dalam kehidupansosial dan bukan hanya lawan dari persatuan.1. Definisi Konflik Sosial Istilah konflik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti percekcokan, perselisihan, pertentangan. Menurut asal katanya, istilah konflik berasal dari bahasa Latin confligo, yang berarti bertabrakan, bertubrukan, terbentur, bentrokan, bertanding, berjuang, berselisih, atau berperang.Dalam pustaka Sosiologi, ada banyak definisi mengenai konflik sosial. Berikut adalah beberapa di antaranya:a. Konflik sosial adalah perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan-tuntutan berkenaan dengan status, kuasa, dan sumber-sumber kekayaan yang persediaannya terbatas. Pihak-pihak yang sedang berselisih tidak hanya bermaksud untuk memperoleh sumber-sumber yang diinginkan, tetapi juga memojokkan, merugikan atau menghancurkan lawan mereka. (Lewis A. Coser).b. Konflik sosial adalah suatu proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan. (Leopold von Wiese)c. Konflik sosial adalah konfrontasi kekuasaan/kekuatan sosial. (R.J. Rummel).d. Konflik sosial adalah kondisi yang terjadi ketika dua pihak atau lebih menganggap ada perbedaan posisi yang tidak selaras, tidak cukup sumber, dan/atau tindakan salah satu pihak menghalangi, mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil. (Duane Ruth-Heffelbower).2. Pemahaman Teoretik Mengenai Konflik Sosial Ada dua sudut pandang yang umumnya digunakan untuk memahami kenyataan konflik dalam masyarakat, yaitu pendekatan konsensus (teori fungsional-struktural) dan pendekatan konflik (teori konflik). Secara ringkas, perbandingan antara pendekatan konsensus dan pendekatan konflik dapat dirangkum seperti pada penjelasan dibawah ini: Dimensi Teori Fungsional-struktural Teori KonflikPandangan mengenai masyarakat Stabil, terintegrasi secara b