Click here to load reader

makalah pkn

  • View
    20

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bahan bacaan

Text of makalah pkn

hubungan kerja sama bilateral indonesia dan korea

Disusun oleh: marini samana, Miranda wulan febria, nurizha putrid, dan sarah ulfah.

pknhubungan kerja sama bilateral indonesia dan korea

Hubungan Kerjasama Bilateral Indonesia dan Korea Selatan

Globalisasi memberikan dampak yang sangat signifikan pada kemajuan peradaban manusia di permukaan bumi. Globalisasi tidak hanya membuat batas-batas sebuah negara menjadi kabur tetapi juga membuat hubungan negara-negara di seluruh dunia ini menjadi semakin kompleks. Hubungan dalam rangka kerjasama menjadi sangat dominan daripada hubungan yang kurang bersahabat seperti konflik atau perang. Saat ini negara-negara di seluruh belahan dunia lebih berorientasi pada profit untuk kesejahteraan rakyat atau negaranya. Mereka tidak lagi menjadikan kekuatan militer sebagai kekuatan yang sangat penting atau mutlak dimiliki oleh negara. Sebaliknya, kekuatan ekonomi menjadi lebih dominan bagi kebanyakan negara di dunia. Ketika kekuatan ekonomi suatu negara menguat maka kemakmuran atau kesejahteraan rakyatnya juga meningkat. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut maka negara-negara membuka hubungan diplomatik dengan negara lain dalam rangka membuka kerjasama baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral. Dalam hal ini Indonesia juga melakukan hal yang sama dalam rangka mencapai peningkatan pertumbuhan ekonominya untuk kemakmuran rakyatnya. Indonesia melakukan kerjasama bilateral dengan banyak negara maupun kerjasama multilateral baik di lingkup ASEAN maupun diluar ASEAN seperti negara-negara di Eropa. Dalam perkembangannya, diplomasi kemudian menjadi hal yang wajar dilakukan oleh suatu negara untuk mencapainational interestyang dimiliki oleh suatu negara. Indonesia juga mengadopsi hal yang sama. Seiring perkembangan globalisasi, Indonesia melihat bahwa Korea Selatan merupakan negara yang memiliki potensi besar untuk dapat bekerjasama dengan Indonesia dalam berbagai bidang. Karena ada hubungan interdepensi yang terjadi antara Korea Selatan dan Indonesia. Di satu sisi, Indonesia memerlukan modal atau investasi, teknologi serta produk-produk teknologi dari Korea Selatan. Di sisi lain, Korea Selatan membutuhkan sumber alam atau mineral, tenaga kerja serta pasar Indonesia yang begitu besar. Selain itu, Korea Selatan juga merupakan alternatif sumber teknologi khususnya di bidangheavy industry,IT dan telekomunikasi bagi Indonesia.Atas dasar hubungan yang saling ketergantungan atau interdependensi antara Indonesia dan Korea Selatan ini maka kedua negara kemudian banyak sekali melakukan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang baik itu yang melibatkan pemerintah maupun aktor-aktor non pemerintah.

Konsep atau teori sangat penting sebagai landasan berpikir bagi seorang penulis atau peneliti untuk dapat menjawab sesuai tingkat dari penjelasan teori atau konsep tersebut. Kerangka teori atau konseptual merupakan landasan berpikir yang tersusun secara sistematis dan runtut untuk dapat menjelaskan suatu fenomena atau menjawab suatu masalah secara sistematis akademik pula. Kerangka konseptual sangat penting dimiliki oleh penulis atau peneliti untuk memberikan penjelasan atau jawaban yang analitis sesuai konsep yang digunakan.Untuk menjawab masalah-masalah yang terdapat pada rumusan masalah di atas, maka penulis memilih untuk menggunakan konsepmulti-track diplomacy.Konsepmulti-track diplomacyterdiri dari sembilantrackyaitu:1. Government, or peace making through diplomacy2. Non-government or professionals, or peace making through conflict resolution3. Business, or peace making through trade or commerce4. Private citizen, or peace making through personal involvement5. Research or training and education, or peace making through learning6. Activism, or peace making through advocacy7. Religion, or peace making through faith action8. Funding, or peace making through providing resourches9. Communication and media, or peace making through information Namun, dalam hal ini, penulis hanya akan menggunakan enam track dalammultitrack diplomacyuntuk menjelaskan hubungan bilateral yang terjalin antara Korea Selatan dengan Indonesia yang semakin kompleks. Keenam track yang akan penulis jelaskan secara mendalam adalah track 1government, track 3bussiness, track 4pivate citizen, track 5research, training and education, track 7religiondan track 9communication and media.

Hubungan Bilateral Diplomatik Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan Selama ini hubungan bilateral Indonesia dengan Korea Selatan masih didominasi oleh aktor-aktortrack 1yaitu pemerintah ataugovernment. Sebenarnya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Korea Selatan sudah di mulai sejak tahun 1996. Namun, hubungan bilateral antara kedua negara semakin meningkat intensitasnya sejak lima tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor terutama akibat adanyafree tradeyang juga ikut berperan besar dalam peningkatan hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan. Berikut ini penulis membagi hubungan kerjasama bilateral yang dilakukan oleh pemerintah kedua Negara (G to G) dalam berbagai bidang untuk mempermudah pengkajian secara mendalam pembahasannya.

Kerjasama dan Hubungan dalam Bidang Politik:1. Kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiri APECEconomic Leaders Meetingdi Busan, Republic Of Korea pada tanggal 1819 November 2005.2. Kunjungan Kenegaraan Presiden Republic Of Korea, Roh Moo-hyun ke Indonesia pada tanggal 3-5 Desember 2006.3. Kunjungan Kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke Seoul pada tanggal 23-25 Juli 2007.4. Kunjungan Wakil Presiden RI untuk menghadiri Pelantikan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak pada tanggal 23-26 Februari 2008.5. Kunjungan Presiden Republic Of Korea, Lee Myung-bak ke Indonesia pada tanggal 6-8 Maret 2009.6. Kunjungan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiriASEAN-ROK Commemorative Summitdi Jeju Islands, Korea pada tanggal 1-2 Juni 2009. Kegiatan-kegiatan diatas merupakan contoh kecil bilateral diplomasi dalam bidang politik yang dilakukan oleh Indonesia dengan Korea Selatan. Bilateral diplomasi dalam bidang politik antara Indonesia dengan Korea Selatan memang masih didominasi oleh pemerintah. Namun peran aktor-aktor non pemerintah juga cukup signifikan dalam menjalin kerjasama dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, budaya, pendidikan antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Kerjasama dalam Bidang Ekonomi1. Joint Declaration on Strategic Partnership between RI and ROK to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Centurytelah dilakukan oleh pemimpin kedua negara di Jakarta pada tanggal 4 Desember 20062. TerbentuknyaJoint Task Force for Economic Cooperation(JTF) pada tahun 2007, dengan 8Working Groups (Policy Support, Trade and Investment, Energy/Natural Resources, Infrastructure/Construction, IT, Defence Industry, Forestry, Agriculture & Marine IndustrydanResearch&Technology). JTF yang ditujukan untuk meningkatkan berbagai peluang konkrit kerjasama bilateral di sektor ekonomi dan investasi telah melangsungkan pertemuan pertamanya pada tanggal 31 April2 Mei 2007 di Jakarta.3. Pembentukan Forum Bisnis dan Energi Indonesia-Korea Selatan yang pertama pada 2007 di Seoul untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan pembuat kebijakan kedua negara di bidang energi. Forum Energi Indonesia-Korea yang kedua diadakan di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2008 .4. Dari tahun 2007 hingga sekarang telah ditandatangani lebih dari 40 MoU pada level pemerintah (G to G) dan level pebisnis (B to B). Proyek-proyeknya antara lain bidang energi dan infrastruktur, pendidikan, kehutanan,nuclear power plant, serta industri pertahanan. Dari kegiatan-kegiatan kerjasama dalam bidang ekonomi antara Indonesia dengan Korea Selatan diatas tampak jelas komitmen antara kedua negara untuk meningkatkan eksistensi dan kualitas hubungan ekonomi yang produktif dan menguntungkan kedua belah pihak.

Kerjasama dalam Bidang Sosial Budaya dan Pariwisata

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Kerjasama Kebudayaan dengan ROK (Republic of Korea) yang ditandatangani pada tahun 2000. MoU di bidang Pariwisata antara kedua negara juga telah ditandatangani tahun 2006. Sebagai tindak lanjut dari kerjasama bidang kebudayaan tersebut, pada tanggal 14-15 Mei 2008 di Yogyakarta diadakanthe First Cultural Committee Meeting RIROK.Keberadaan kedua kesepakatan tersebut merefleksikan komitmen kedua negara untuk lebih memperkuat hubungan persahabatanpeople to people, serta memajukan dan mengembangkan hubungan di bidang-bidang seperti kebudayaan, seni, pendidikan (akademis), ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan masyarakat, olah raga, media massa, informasi, dan kewartawanan serta pariwisata.

Kerjasama dalam Bidang Energi Nuklir

Sejak tahun 1998, kedua negara telah mulai membahasDraft Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Korea for the Cooperation in the Peaceful Uses of Nuclear Energy. Persetujuan yang kemudian ditandatangani tanggal 4 Desember 2006 ini meliputi bentuk-bentuk kerjasama antara lain seperti penelitian dan pengembangan energi nuklir untuk maksud damai, penelitian dan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, produksi dan aplikasi radioaktif isotop di sektor industri, pertanian dan teknologi akselerator. Departemen ESDM RI dan Mocie Republik Korea selanjutnya juga telah menandatangani nota kesepahaman mengenai kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Kerjasama dalam Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Korea (ROK) telah menandatangani: (i)Joint Statement between the Department of Communication of the Republic of Indonesia and the Ministry of Information and Communicatio of the Republic of Korea (ROK) on mutual Cooperation in the Field of Telecommunication,pada tanggal 29 Juni 2000; dan, (ii)Arrange