MAKALAH NARKOBA WAHYU

  • View
    255

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of MAKALAH NARKOBA WAHYU

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI SEKOLAH CALON PERWIRA Jl. Bhayangkara No. 166 Sukabumi

OPTIMALISASI KEMAMPUAN PERSONEL SAT RESNARKOBA POLRES KOTIM DALAM RANGKA MENEKAN ANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Makalah Disusun untuk memenuhi salah satu tugas akhir Tahap Dasar Keperwiraan Polri

OLEH : WAHYU SATIYO BUDIARJO NOSIS : 1102020150

SEKOLAH INSPEKTUR POLISI ANGKATAN XL TA. 2011 SECAPA SUKABUMI

LEMBAR PENGESAHAN

OPTIMALISASI KEMAMPUAN PERSONEL SAT RESNARKOBA POLRES KOTIM DALAM RANGKA MENEKAN ANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Oleh, NAMA NOSIS : : WAHYU SATIYO BUDIARJO 1102020150

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas akhir masa dasar keperwiraan Polri Program Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan XL Tahun Ajaran 2011 telah disetujui oleh pembimbing seperti tertera di bawah ini :

Sukabumi,

Mei 2011

Pembimbing,

LEMBAR KONSULTASI

NAMA NOSIS TON PANGKAT JUDUL

: : : : :

WAHYU SATIO BUDIARJO 1102020150

SISWA SIP ANGKATAN XL OPTIMALISASI KEMAMPUAN PERSONEL SAT RESNARKOBA POLRES KOTIM DALAM RANGKA MENEKAN ANGKA

PENYALAHGUNAAN NARKOBA

TANGGAL NO MASUK KELUAR

MATERI YANG DIKONSULTASI

SARAN PEMBIMBING

TTD PEMBIMBING

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT hanya dengan taufik serta ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah karya tulis akademik dengan judul Optimalisasi Kemampuan Personel Sat Resnarkoba Polres Kotim Dalam Rangka Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba. Makalah ini penulis susun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi salah satu tugas akhir masa dasar keperwiraan Polri pada Program Studi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan XL. TA. 2011, di Secapa Sukabumi. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, baik dari segi bahasa, penulisan, sistematika, maupun isinya. Akan tetapi penulis sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi Kepolisian pada umumnya khususnya bagi para pembaca. Dalam penulisan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak khususnya dari para pembimbing. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggitingginya kepada : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bapak Bapak Bapak Bapak Bapak dan Ibu/ para pejabat dan Gadik pada Secapa Polri Sukabumi. Bapak AKBP Abdul Hasyim, SH, M.Si selaku Kapolres Kotawaringin Timur yang telah membimbing dan mengarahkan penulis. 7. Bapak Iptu Winarko selaku Kasat Resnarkoba Polres Kotim serta rekan-rekan anggota Polri yang telah banyak membantu. 8. Rekan Siswa SIP Angkatan XL tahun 2011, sebagai teman diskusi yang tidak dapat penulis tulis namanya satu persatu. Semoga amal baik Bapak, Ibu dan Saudara sekalian diterima Allah SWT sebagai amal soleh, amin. Penulis berharap semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi pihak-pihak yang memerlukan.

Sukabumi,

Mei 2011

Penulis, i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI . PENDAHULUAN .. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Umum . Pengertian Umum ..... Dasar .. Maksud dan Tujuan .. Ruang Lingkup .. Permasalahan ... Persoalan ... Sistematika ....

i ii

BAB I

1 1 2 3 4 4 5 5 5

BAB II

PEMBAHASAN .... 9. Situasi . Satresnarkoba Polres Kotim dalam Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba ... 11. Faktor yang mempengaruhi .... 12. Kondisi yang diharapkan ....

6 7 7 9 12 13

10. Kinerja

13. Upaya yang dilakukan .. 14 PENUTUP .. 16 14. Kesimpulan ... 15. Saran .. DAFTAR PUSTAKA ... 16 16

BAB III

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum

Dinamika kehidupan yang semakin komplek dan pengaruh globalisasi yang begitu cepat menyebabkan terjadinya perubahan budaya masyarakat Indonesia yang berdampak pada perkembangan berbagai bentuk gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat. Begitu halnya dengan kejahatan di bidang narkotika. Dewasa ini,

narkoba sudah mulai merambak ke berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia. Bahkan dari kalangan atas sampai menengah kebawah telah banyak menjadi korban dari zat adiktif tersebut.

Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat .

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika mengatur bahwa mengimpor, mengekspor, memproduksi, menanam, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menggunakan Narkotika tanpa pengendalian dan

pengawasan yang ketat dan seksama serta bertentangan dengan peraturan perundang-undangan merupakan tindak pidana Narkotika karena sangat merugikan dan merupakan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan manusia, masyarakat, bangsa, dan negara serta ketahanan nasional Indonesia.

Tindak pidana Narkotika merupakan tindak pidana yang bersifat transnasional yang dilakukan dengan menggunakan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung oleh jaringan organisasi yang luas, dan sudah banyak menimbulkan

korban, terutama di kalangan generasi muda bangsa yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh karena itu Kepolisian dituntut

untuk bekerja secara proaktif, efektif dan efesien dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika serta Prekursor/bahan baku pembuatan Narkotika.

1 Dari sekian banyak tersangka yang berhasil diamankan oleh satuan reserse Narkoba Polres Kotim rata-rata berusia antara 20 hingga 45 tahun, artinya merupakan usia produktif. Bahkan beberapa diantaranya merupakan remaja ataupun pelajar. Hal ini tentu mengundang keprihatinan yang sangat mendalam dari berbagai pihak

khususnya dari para orang tua. Oleh karena itu Polres Kotim dalam hal ini Satuan

Reserse Narkoba dituntut untuk lebih aktif dalam memberantas segala bentuk tindak pidana narkotika di wilayah Hukum Polres Kotim guna meyelematkan generasi muda dari cengkraman bahaya narkoba demi kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

2.

Pengertian Umum

Dalam makalah ini yang dimaksud dengan :

a.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongangolongan sebagaimana terlampir dalam UndangUndang ini.

b.

Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika.

c.

Produksi adalah kegiatan atau proses menyiapkan, mengolah, membuat, dan menghasilkan Narkotika secara langsung atau tidak langsung melalui ekstraksi atau nonekstraksi dari sumber alami atau sintetis kimia atau gabungannya, termasuk mengemas dan/atau mengubah bentuk Narkotika.

d.

Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara tanpa hak atau melawan hukum yang ditetapkan sebagai tindak pidana Narkoba dan Prekursor Narkotika.

e.

Pengangkutan

adalah

setiap

kegiatan

atau

serangkaian

kegiatan

memindahkan Narkotika dari satu tempat ke tempat lain dengan cara, moda, atau sarana angkutan apa pun. 2 f. Pecandu Narkoba adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan obat-obatan terlarang dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika dan obat-obatan terlarang, baik secara fisik maupun psikis.

g.

Ketergantungan Narkoba adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan Narkotika dan obat-obatan terlarang secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

h.

Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum.

3.

Dasar

a.

Undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

b.

Undang-undang nomor 35 tahun 2005 tentang Narkotika.

c.

Skep Kapolri No.Pol : Skep/82/XII/2006 tanggal 15 Desember 2006 tentang petunjuk tekhnis penyidikan.

d.

Peraturan Kapolri Nomor 23 tahun 2010 tanggal 30 September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Polres dan Polsek.

e.

Laporan Kesatuan Polres Kotim tahun 2010.

f.

Laporan Anev Sitkamtibmas Tahun 2010 Polres Kotim.

3

4.

Maksud dan Tujuan

a

Maksud

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk dijadikan bahan masukan bagi Personel Polri khususnya satuan Resnarkoba agar lebih optimal dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor/bahan baku pembuatan Narkotika.

b.

Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini untuk :

1)

Mengetahui bagaimana Personel Sat Resnarkoba melaksanakan tugastugas pencegahan dan penindakan serta pemberantasan tindak pidana narkotika.

2)

Mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan tugas-tugas tersebut.

3)

Mengetahui hasil yang dicapai oleh satuan Resnarkoba Polres Kotim.

5.

Ruang Lingkup

a.

Obyek yang diteliti tertuju pada kemampuan personel Sat Resnarkoba Polres Kotim.

b.

Pelaksanaan

tugas

tugas-tugas

pencegahan

dan

penindakan

serta

pemberanta