MAKALAH komunitas kasus 3

  • View
    362

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of MAKALAH komunitas kasus 3

MAKALAH Kasus 3 diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah CNP 1 oleh : Azkya Aryun 220110090079 Desiani Indah W 220110090141 Dwi Murbarani 220110090108 Galis tresnariyas 220110090113 Lidya Latifah N 220110090107 Lita Puspita Dewi 220110090096 Marthina Chyntia 220110090068 Mita Puspitasari 220110090119 Pisca Octiany P 220110090003 Ripa Sapitri 220110090005 Rizky Amalia 220110090065

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2011

KASUS 3: Sehat, Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan Wilayah Pujasari merupakan wilayah pemukiman penduduk yang terletak di wilayah pusat perkotaan sehingga cukup padat, di mana letak antara rumah penduduk berdekatan bahkan berdempetan. Diantara rumah sebagian besar terdiri dari gang-gang, dimana kondisinya cukup permanen. Jarak satu rumah dengan rumah lainnya bervariasi anatar 0,5 s/d 1 meter. Jumlah penduduk wilayah Pujasari sebanyak 1.486 jiwayang terdiri dari 419 KK. Sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta, ibu rumah tangga, dan wiraswasta dengan penghasilan diatas UMR. Kelembaban udara di wilayah tersebut cukup dingin di malam hari dan cukup panas pada siang hari. Hal ini diperburuk dengan pemukiman penduduk yang padat, sehingga dapat mempengaruhi masuknya sinar matahri ke pemukiman penduduk. Sebagian besar warga wilayah tersebut memiliki jenis rumah permanen, hanya sebagian kecil yang memiliki jenis rumah semi permanen. Seluruh keluarga memiliki jamban keluarga. Namun demikian untuk pembuangan limbah hampir seluruh keluarga membuang limbah ke sungai dan hanya bebeerapa keluarga saja yang memiliki septic tank. Seluruh keluarga di wilayah tersebut menggunakan sumber air bersih dari PDAM, sumur pompa dan sumur gali untuk keperluan umum dan keperluan rumah tangga lainnya. Beberapa keluarga memiliki lebih dari satu sumber air, misal: PDAM dengan sumur pompa atau PDAM dengan sumur gali. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga dan tokoh masyarakat didapat keterangan bahwa seluruh sampah dari setiap keluarga akan diangkut petugas pada setiap harinya, kemudian sampah tersebut dibakar di tempat khusus. Tidak semua keluarga melakukan pemilahan sampah basah dan sampah kering sebelum sapah tersebut diangkut oleh petugas. Sebagian besar warga memiliki tempat sampah terbuka, hanya sebagian kecil warga yang menggnakan sampah tertutup. Wilayah Pujasari berada di bawah jalan layang (flyover), sehingga warga sering kali mengeluhkan banyaknya sampah karena sampah dibuang begitu saja oleh pengguna jalan layang, selain suara bising dan udara yang menyesakkan akibat kendaraan bermotor dari jalan layang. Selama ini belum pernah ada kejadian luar biasa, tetapi banyak warga mengalami penyakit, seperti ISPA, TBC, demam berdarah dan diare. Bila dilihat dari kebiasaan warga, hampir seluruh warga laki-laki memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah yang sebagian besar tidak memiliki kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni rumah, tidak mencuci tangan sebelum makan, biasa jajan sembarangan serta masih ada ditemukan rumah keluarga yang belum bebas jentik.

SGD Step 1

PERTANYAAN! 1. UMR (Rizki): 2. Jentik (Riva):

JAWABAN! 1. Upah minimum rata-rata (Lidya) 2. -Larva (Lita) -Telur nyamuk (Mita) -Biasanya hidup di genangan air (Lidya)

Step 2 dan 3

PERTANYAAN! 1. Pisca: Jarak normal rumah? 2. Mita: kriteria sampah basah dan kering? 3. Marthina: kriteria rumah sehat? 4. Dwi: apakah ketersediaa air terganggu dengan jarak rumah yang dekat? 5. Galis: pengelolaan sampah? 6. Riva: maksud luas lantai? 7. Azkya: cara memusnahkan sampah? 8. Rizki: mengapa bisa ada jentik nyamuk dan cara memusnahkannya? 9. Lita: upaya pemerintah? 10. Galis: apakah harus dibuat septic tank umum? 11. Rizki: air dari sumur galian apakah sudah tercemar limbah dari air sungai? 12. Mita: kenapa sampah basah dan kering harus dipisah?

13. Desiani: apakah kepadatan rumah berpengaruh juga terhadap kelembababan udara? 14. Marthina: jika ada dua sumber air bersih, kapan penggunaan sumur gali, sumur pompa dan PDAM? 15. Pisca: penanggulangan keluhan sinar matahari yang terbatas? 16. Lidya: positif dan negatif hidup dibawah flyover? 17. Desiani: Penyakit TBC/ISPA apakah karena kebiasaan buruk masyarakat? 18. Mita: kriteria lingkungan sehat? 19. Azkya: bagaimana cara mengakali septic tank yang hanya ada di beberapa rumah? 20. Galis: apakah ada peraturan khusus tentang jarak rumah? 21. Riva: cara menanggulangi banyaknya sampah dan suara bising dari jalan layang? 22. Marthina: upaya dari RW memberitahu masalah di wilayah ini ke pemerintah? 23. Riva: penkes? 24. Galis: cara merubah kebiasaan buruk masyarakata? 25. Pisca: kriteria tempat sampah yang terbuka dan tertutup? 26. Ibu Raini: kriteria UMR?

JAWABAN! 1. 2. Lita: sampah basah adalah sampah yang bisa membusuk, sampah kering adalah sampah yang tidak bisa membusuk atau didaur ulang 3. hijau - Galis: ada ruang terbuka, rumah memiliki jamban sendiri dan udara yang tidak berbau -Riva: ventilasi yang baik 4. -Rizki: tergantung kondisi lingkungan -Riva: tergantung daerah -Lidya: tergantung penghijauan 5. -Pisca: dipisah yang basah dan kering -Lidya: yang tidak dapat membusuk, dikubur. -Pisca: bersih, berjarak antar rumah, ada pengelolaan sampah -Mita: memiliki septic tank masing-masing, jauh dari kawasan pabrik dan ada lahan

-Mita: yang basah dijadikan pupuk, dan yang kering didaur ulang. 6. 7. Dwi: 2,5-3 m2/orang sama seperti nomer 5 Marthina: RW menghubungi pengelola sampah 8. 9. -Mita: 3M (menguras, mengubur dan membilas) dan fogging. -Desiani: Lihat izin tinggal -Riva: pemindahan lokasi -rizki: mengurangi urbanisasi -marthina: pemenuhan fasilitas 10. -lidya: boleh, lihat daya tampung dan dilakukan penyedotan berkala -riva: difasilitasi tiap warga -rizki: tidak disarankan. Beri penyuluhan kepada warga tentang pentingnya septic tank 11. -mita: ada pengolahan lagi dan usahakan berjarak dari limbah -galis: bias terkontaminasi -riva: beri jarak untuk mengurangi pencemaran 12. -pisca: memudahkan pengelolaan -rizki: jika tidak, dapat berbau tidak sedap dan merupakan sarang penyakit -galis: jika dipisah, dapat dipilah untuk diolah kembali 13. -riva: faktor yang mempengaruhi seprti iklim -rizki: dipengaruhi oleh ventilasi rumah 14. 15. -desiani: kurangnya pengetahuan -galis: pemasangan kaca di atap -rizki: dipengaruhi ventilasi rumah 16. -lita: berisik dan polusi -mita: tidak ada yang positif 17. 18 dan lidya: IYA -marthina: ada penghijauan dan taman bermain anak-anak. -rizki: sanitasi air bersih, dengan bantuan tawas atau kaporit. Ada pengelolaan sampah ventilasi

19. 20.

galis: septic tank bersama --

21. mitha: jangan ada rumah dibawah jalan layang, peraturan untuk tida membuang sampah di jalan layang bagi pengguna jalan dan pemberdayaan petugas kebersihan 22. 23. lita: laporkan ke pemerintah -rizki: cara menghindari penyakit adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk -marthina: penggunaan air bersih -lidya: PHBS 24. penkes tutor 11

25. -Riva: tempat sampah terbuka berupa tumpukan sampah dan tempat sampah tertutup terkubur -mita: tempat sampah terbuka tidak menggunakan tutup da tempat sampah tertutup menggunakan tutup 26. --

Step 4: MINDMAP

1. Sehat:

-konsep sehat dan sakit -PHBS -faktor lingkungan -faktor yang mempengaruhi

2. Air bersih: -kriteria -sumber: dari jarak dan jenis -pengolahan air bersih, dan akibatnya jika tidak diolah -ciri-ciri air tercemar -bahan pencemar air -definisi limbah 3. sanitasi lingkungan: -pengolahan dan pengelolaan sampah: macam-macamnya

- pembuangan limbah - konsep: definisi, kriteria dan jenis - kriteria TPA dan TPS

-pengaruh pengelolaan sampah dengan lingkungan - kriteria rumah sehat dan yang tidak

Step 5: LO 1. Nomer 1 dan 20: peraturan pemerintah tentang jarak antar rumah : diatur dalam Perda DKI Jakarta No 7-1991. 2. pengaturan tentang UMR : Di setiap daerah untuk upah minimum mempunyai standar yang berbeda-beda, sehingga Pemerintah menetapkan Undang-undang mengenai pengaturan Upah Minimum Regional yang biasa disebut UMR. UMR dari gaji bersih adalah pe pembayaran yang diberikan dari perusahaan kepada karyawan sebagai kompensasi kerjanya, tetapi tidak termasuk tunjangantunjangan karyawan, seperti uang makan, transport, kesehatan, dan lain-lain. UMR ini disebut gaji bersih karena gaji pokoknya tidak termasuk tunjangan karyawan, sehingga kalau diperhitungkan dengan tunjangan maka besar gaji yang diterima karyawan di atas UMR.

Reporting: Step 7 1. -pisca: menurut WHO sehat adalah sempurna secara fisik dan mental -dinda: menurut UU no.23/1992 sehat adalah suatu keadaan sejahtera jasmani dan rohani 2. pisca: PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) adalah perilaku kesehatan sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri, poinnya termasuk: 1. persalinan ditolong oleh bidan yang berpengalaman 2. pemberian asi ekslusif 3. menimbang bayi dan balita 4. menggunakan air bersih 5. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. menggunakan jamban sehat 7. memberantas jentik nyamuk dirumah 8. makan buah dan sayur setiap hari

9. melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. tidak merokok didalam rumah 3. Sanitasi lingkungan: -lidya: cara pengawasan masyarakat menitikberatkan pada kesehatan lingkungan 4. limbah dan sampah -lita: segala sesuatu dari sekitar kita -mita: definisi sampah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki lagi dan bersifat padat yang ada yang bisa membusuk maupun tidak -marthina: kriteria: 1. Asal: buangan Rumah tangga, pasar, umum, jalan, industri 2. jenis: organik dan anorganik 3. fisik: kering dan basah -rizki: 4. Kimia: organik 5. dapat atau tidak dibakar 6. dapat membusuk atau tidak Karakteristik berdasarkan nama: 1. Garbage: zat-zat mudah membusuk 2. rubbish: mudah atau tidak terbakar 3. asess: hasil pembakaran industri 4. street sweeping: sampah dari jalanan 5. animal: bangkai binatang 6. household refuse: campuran perumahan 7. abandoned vehicle: bangkai kendaraan 8