makalah komunitas

  • View
    22

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah komunitas

Text of makalah komunitas

BAB 1

PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKeluarga merupakan lingkungan pertama seseorang melakukan kontak sosial. Lingkungan keluarga dengan suasana yang mendukung dapat membuat individunya menjadi lebih sehat dalam menjalani kehidupannya. Untuk itu, lingkungan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seorang individu terutama remaja. (Dewi, 1999; Zdanowics et al, 2004)

Secara umum remaja adalah tahap peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Remaja mengalami beberapa perubahan dalam dirinya, mulai dari perubahan dalam hubungan dengan orang tua ketergantungannya pada orang tua, hingga keinginan untuk bebas (independensi) kematangan hingga otonomi. Timbul pula perubahan status pada remaja yaitu status sebagai bagian dari keluarga ke status bagian dari kelompok sebaya, yang kemudian remaja dituntut untuk mampu mandiri sebagai individu dewasa (Mabey & Sorensen, 1995)Perubahan perubahan pada remaja berlangsung terus menerus dan ditandai oleh adanya perubahan dalam aspek biologis, kognitif, psikologis, sosial, serta moral dan spiritual (Geldard, 2000)

Tahap masa remaja menandai transisi dari masa kanak kanak ke masa dewasa. Selama periode waktu yang diperpanjang dan sangat berubah ubah ini, banyak remaja dan keluarganya mengalami berbagai dilema. Bagaimana remaja memeandang dirinya dan dunia, secara signifikan akan mempengaruhi berbagai permasalahan perawatan kesehatan yang mereka hadapi. Pikiran dan prilaku anak remaja memberi wawasan untuk etiologi beberapa masalah kesehatan utama pada kelompok peserta didik ini (Elkind, 1984)

Remaja diketahui termasuk populasi yang paling beresiko (American Association of Colleges of Nursing, 1994). Agar pendidikan pasien menjadi efektif, pemahaman terhadap ciri-ciri fase perkembangan masa remaja itu penting Lingkungan keluarga memiliki peran besar untuk memberikan dukungan fisik dan emosional bagi perkembangan remaja; akan tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu keluarga juga memiliki potensi untuk menimbulkan stres bagi remaja (Baumrind, 1991).

Orang tua yang supportive, mendorong komunikasi interaktif dengan anak anak mereka dan mengembangkan pola pikir rasional serta positif bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga yang supportive memberikan peluang besar untuk menjadikan masa anak anak mereka tumbuh sebagai individu yang penuh percaya dan memiliki ragam kompetensi dalam kehidupannya. (Baumind, 1991)

Tahap menghadapi anak remaja merupakan tahap yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling pengerti antara kedua orang tua dengan dan dikembangkan. (Nashrul Effendy, 1998)1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep remaja secara umum?

2. Apa saja masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga dengan anak remaja?3. Apa saja tugas keluarga dengan anak remaja?4. Apa peran perawat pada keluarga dengan anak remaja?5. Bagaimana asuhan keperawatan pada keluarga dengan anak remaja?1.2 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Mahasiswa mampu membuat asuhan keperawatan keluarga sesuai dengan masalah kesehatan yang terjadi pada keluarga dengan anak remaja.1.3.2 Tujuan Khusus

1. Menjelaskan pengertian konsep remaja secara umum2. Menjelaskan masalah yang terjadi pada keluarga dengan anak remaja3. Menjelaskan tugas keluarga dengan anak remaja4. Menjelaskan peran perawatpada keluarga dengan anak remaja5. Menjelaskan asuhan keperawatan keluarga dengan anak remaja1.3 Manfaat

Mahasiswa dapat memahami materi tentang Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Anak Remaja. Sehingga nantinya mahasiswa mengerti dan dapat mengaplikasikan dalam tindakan keperawatanBAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Remaja Secara Umum2.1.1 Definisi Remaja

Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Menurut Depkes RI adalah antara 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Remaja (adolescence) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosioemosional. Masa remaja awal kirakira sama dengan masa sekolah menengah pertama dan mencakup kebanyakan perubahan pubertas. Masa remaja akhir memunjuk minat pada karir, pacaran, dan eksplorasi identitas seringkali lebih nyata dalam masa ini (Santrock, 2003)

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang paling penting bagi individu dan pada kenyataannya memang merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Hal ini dikarenakan remaja memiliki karakteristik yang unik, sebagai masa peralihan, periode perubahan, usia yang bermasalah, masa pencarian identitas diri, usia yang ditakutkan, masa yang tidak realistis dan ambang dari masa dewasa (Rudolph, 2006)Masa remaja merupakan suatu periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa merupakan waktu kematangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional yang cepat pada anak laki-laki untuk mmpersiapkan diri menjadi laki-laki dewasa dan pada anak perempuan untuk mempersiapkan diri menjadi wanita dewasa. Batasan yang tegas sulit ditetapkan, tetapi periode ini biasanya digambarkan pertama kali dengan penampakan karateristik seks sekunder pada sekitar usia 11-12 tahun dan berakhir dengan berhentinya pertumbuhan tubuh pada usia 18-20 tahun (Wong, 2009)2.1.2 Ciri Ciri Remaja

1) Masa yang Penting

Pada masa ini adanya akibat yang langsung terhadap sikap dan tingkah laku serta akibat-akibat jangka panjangnya menjadikan periode remaja lebih penting daripada periode lainnya. Baik akibat langsung maupun akibat jangka panjang serta pentingnya bagi remaja karena adanya akibat fisik dan akibat psikologis.

2) Masa Transisi

Merupakan tahap peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya, maksudnya, apa yang telah terjadi sebelumnya akan membekas pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang.

3) Masa Perubahan

Selama masa remaja perubahan sikap dan perilaku sejajar dengan tingkat perubahan fisik. Perubahan yang terjadi pada masa remaja memang beragam, tetapi ada perubahan yang terjadi pada semua remaja.

4) Emosi yang tinggi

Perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok social menimbulkan masalah baru. Perubahan nilai-nilai sebagai konsekuensi perubahan minat dan pola tingkah laku. Bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan.remaja menghendaki dan menuntut kebebasan, tetapi sering takut bertanggung jawab akan resikonya dan meragukan kemampuannya untuk mengatasinya

5) Masa Bermasalah

Setiap periode memiliki masalah sendiri, masalah masa remaja termasuk masalah yang sulit diatasi, baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan karena pada masa remaja dia ingin mengatasi masalahnya sendiri, dia sudah mandiri.

6) Masa Pencarian Identitas

Menyesuaikan diri dengan standar kelompok dianggap jauh lebih penting bagi remaja dari pada individual. Bagi remaja penyesuaian diri dengan kelompok pada tahun-tahun awal masa remaja adalah penting. Secara bertahap, mereka mulai mengharapkan identitas diri dan tidak lagi merasa puas dengan adanya kesamaan dalam segala hal dengan teman-teman sebayanya.

7) Masa Munculnya Ketakutan

Persepsi negative terhadap remaja seperti tidak dapat dipercaya, cenderung merusak dan perilaku merusak, mengindikasikan pentingnya bimbingan dan pengawasan orang dewasa. Demikian pula terhadap kehidupan remaja muda yang cenderung tidak simpatik dan takut bertanggung jawab.

8) Masa Yang Tidak Realistik

Mereka memandang diri sendiri dan orang lain berdasarkan keinginannya, dan bukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. Apabila dalam hal cita-cita yang tidak realistic ini berakibat pada tingginya emosi yang merupakan ciri awal masa remaja.

9) Masa Menuju Masa Dewasa

Saat usia kematangan kian dekat, para remaja merasa gelisah untuk meninggalkan stereotip usia belasan tahun yang indah disatu sisi, dan harus bersiap-siap menuju usia dewasa disisi lainnya

(Gunawan, 2011).2.1.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Beberapa istilah umumnya digunakan dalam menerangkan tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pubertas adalah proses kematangan, hormonal, dan pertumbuhan, yang terjadi ketika organ-organ reproduksi mulai berfungsi dan karateristik seks sekunder mulai muncul. Proses ini umumnya dibagi dalam tiga tahap, yaitu: prapubertas, yaitu periode sekitar 2 tahun sebelum pubertas ketika anak pertama kali mengalami perubahan fisik yang menandakan kematangan seksual; pubertas, merupakan titik pencapaian kematangan seksual, ditandai dengan keluarnya darah menstruasi pertama kali pada remaja putri sedangkan pada remaja putra, indikasi kematangan seksualnya kurang jelas; dan pascapubertas, merupakan periode 1-2 tahun setelah pubertas, ketika pertumbuhan tulang telah lengkap dan fungsi reproduksi terbentuk dengan cukup baik. Masa Remaja, yang secara literatur berarti tumbuh hingga mencapai kematangan. Secara umum berarti proses fisiologis, sosial, dan kematangan yang dimulai dengan perubahan pubertas. Masa remaja terdiri atas tiga subfase yang jelas, yaitu: masa remaja awal (usia 11-14 tahun), masa remaja pertengahan (usia 15-17 tahun), masa remaja akhir (usia 18-20 tahun) (Wong, 2009)

Menurut Wong, et al (2009) perkembangan remaja terlihat pada:

a) Perkembangan biologis

Perubahan fisik pada pubertas merupakan hasil aktivitas hormonal di bawah pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik yang sangat jelas tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik dan pada penampakan serta perkembangan karakteristik seks sekunder. Perubahan hormonal saat pubertas

Hormon estrogen

Estrogen, merupakan hormon kewanitaan, ditemukan dalam jumlah se