MAKALAH KEMANAN PANGAN

  • View
    24

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pangan

Text of MAKALAH KEMANAN PANGAN

MAKALAH KEMANAN PANGAN

TOKSIN ALAMI

Dosen :

Dr. Mellova Amir, M.Sc.,Apt

Oleh : Kelompok 5RM. Pardomuan Siringoringo ( 14344093 )Yayan Supriadi ( 14344076 )Mami ( 14344075)PROGRAM STUDI APOTEKER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

JAKARTA

2015KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya atas segala berkah dan kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul Toksin Alami mata kuliah Keamanan Pangan ini dengan tepat waktu. Pada kesempatan ini kami juga ingin berterima kasih kepada Ibu Mellova Amir selaku dosen yang telah membimbing kami dalam pengerjaan makalah ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penulisan dan penyajian materi pada makalah yang sederhana ini. Untuk itu kami menerima saran dan kritik dari pembaca. Tiada hal lain yang kami harapkan selain makalah ini dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca.Jakarta, 06 April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...............................................................................................................................i

Daftar Isi ..................................................................................................................................iiBAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................11.1 Latar Belakang.....................................................................................................................11.2 Tujuan ..................................................................................................................................2BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................32.1. Toksin Alami.......................................................................................................................32.2. Tanaman Pangan yang mengandung Racun........................................................................9

2.3. Racun Alami pada tanaman pangan dan pencegahan keracunannya................................10BAB III PENUTUP ...........................................................................................................153.1 Kesimpulan................................................................................ 153.2 Saran ..................................................................................................................................16DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................17BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang

Keracunan makan merupakan satu penyakit gastroenteritis akut. Penyakit ini terjadi karena kontaminasi bakteri atau toksin yang dapat dihasilkan oleh makanan atau karena zat-zat organik yang berasal dari tanaman atau makanan.

Karateristik keracunanan makanan yang disebabkan oleh bakteri atau toksin atara lain ; penderita menyantap jenis makanan yang sama; penyakit menyerang banyak orang dalam waktu bersamaan; sumber penyebab sama; gejala-gejala penyakit mirip satu sama lain.

Makanan merupakan sumber nutrisi, tetapi apabila kita tidak hati-hati dalam memilih dan mengolahnya maka sumber makanan akan menjadi sumber petaka bagi manusia. Seringkali kita mendengar adanya kasus keracunan akibat mengkonsumsi suatu makanan seperti kasus yang terjadi di Jepang, sedikitnya ada 52 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah tercemar oleh merkuri, kemudian kasus keracunan makanan yang terjadi di Banyumas, Jawa Tengah dalam tempo dua hari saja 40 orang meninggal hanya karena mengkonsumsi tempe bongkrek. Karenanya sejak saat itu Pemerintah Daerah Banyumas memberlakukan larangan memproduksi tempe maut dari bungkil kelapa. Peristiwa yang sama, kali ini penyebabnya adalah singkong. Kejadian yang terjadi mengakibatkan sebanyak 5 warga yang merupakan satu keluarga dan satu kerabat, penduduk Dusun Ngawen, Desa Botoputih, Kecamatan Tembarak, mengalami keracunan, setelah menyantap masakan singkong kukus gula merah, dan serangga goreng. Contoh kasus di atas menjadikan kita tersadar, bahwa makanan tidakselalu aman untuk dikonsumsi, dalam kondisi tertentu makanan bisa menjadi musuh kita yang sangat berbahaya. Sebuah dilema memang, makanan adalah sumber gizi bagi tubuh agar bisa bertahan hidup. Di sisi lain, jika tidakberhati-hati memilihnya, jenis makanan tertentu bisa bersifat toksik atau beracun bagi tubuh. Dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai racun alami yang terdapat pada tanaman pangan. Dengan pemahaman dan pengolahan yang benar, maka akan dapat meminimalkan terjadinya resiko keracunan makanan.

1.2. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui racun alami yang terdapat pada tanaman pangan dan mengetahui cara pengolahan yang benar untuk mengurangi terjadinya keracuananBAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1 Toksin AlamiToksin adalah zat atau senyawa yang dapat masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Toksin alami adalah zat yang secara alami terdapat pada tumbuhan, dan sebenarnya merupakan salah satu mekanisme dari tumbuhan tersebut untuk melawan serangan jamur, serangga, serta predator. Dengan kata lain toksin alami adalah zat non gizi yang memiliki efek merugikan atau berbahaya bagi tubuh jika sengaja atau tidak sengaja dikonsumsi. Toksin alami ini banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, sayuran, bahan makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

Umumnya berbagai bahan kimia yang mempunyai sifat berbahaya atau bersifat racun, telah diketahui. Namun, tidak demikian halnya dengan beberapa jenis hewan dan tumbuhan, termasuk beberapa jenis tanaman pangan yang ternyata dapat mengandung racun alami, walaupun dengan kadar yang sangat rendah. Tanaman pangan yaitu sayuran dan buah-buahan memiliki kandungan nutrien, vitamin, dan mineral yang berguna bagi kesehatan manusia serta merupakan komponen penting untuk diet sehat dan bisa dikonsumsi sehari-hari. Meskipun demikian, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan dapat mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Batasan dan penyebabkeracunan makanan perlu di pertegas dan di bedakan dengan penyakit Gastroenteritis Akut biasa agar tidak menimbulkan polemic dan masalah pada masyarakat awam. Secara sederhana, keracunan makanan berdasarkan penyebabnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu Bacterial Food Poisoning dan Non Bakterial Food Poisoning

Bacterial Food PoisoningBacterial Food Poisoning terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan bacteri hidup terkontaminasi toksin yang dihasilkan bacteri tersebut. Bacterial Food Poisoning dapat di bedakan menjadi 4 tipe, yaitu:

1. Salmonella Food PoisoningSalmonella food poisoning merupakan Zoonotik (berasal dari hewan) yang dapat terjadi di mana-mana. Penyakitini di tularkan kepada manusia melalui produk ternak yang terkontaminasi, seperti daging, susu, atau telur. Tikus juga merupakan salah satu binatang penyebar penyakit melalui makanan. Binatang ini mengkontaminasi makanan melalui urin atau kotorannya.

Insidensi penyakit ini meningkat di Negara barat akibat beberapa factor berikut:

a) Peningkatan pedagangan internasional berupa produk bahan makanan yang berasal dari hewan ternak.

b) Penggunaan deterjen secara luas pada rumah tangga mempengaruhi pengolahan air kotor.

c) Distribusi dan pemakaian makanan jadi atau makanan kaleng meningkat di mana-mana.

d) Terdapat lebih dari 50 spesis Salmonella, yang menyebabkan penyakit pada manusia adalah Salmonella Typhimurium, Salmonella Cholera-suis, Shigella Sonnel, dan lain-lain. Organisme ini berkembangbiak di dalam usus dan menimbulkan gejala penyakit Gastroenteritis akut berupa mual, muntah-muntah, diare, sakit kepala, nyeri abdomen, dan demam. Angka Mortalitas akibat penyakit ini sekitar 1%.

2. Staphylococcal Food PoisoningStaphylococcal food poisoning merupakan kasus keracunan makanan yang di sebabkan oleh Enterotoksin yang di hasilkan oleh Staphylococcus Aureus. Kuman stafilokokus akan mati sewaktu makanan di masak, tetapi entrotoksin yang di hasilkan memiliki sifat tahan panas sehingga dapat bertahan pada temperatur100 derajat C selama beberapa menit.

Staphylokokus banyak di temukan dalam bagian-bagian tubuh, seperti di hidung, tenggorok dan di kulit manusia, selain itu juga dapat di temukan menempel pada debu di dalam kamar. Organisme ini dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang. Staphylokokus juga dapat mengkontaminasi makanan, seperti salad, custard, susu, dan produk yang di hasilkannya. Masa inkubasi penyakit akibat organisme ini relative pendek, yaitu sekitar 1-6 jam karena toksin yang di hasilkan organism ini.

Infeksi pada manusia terjadi karena konsumsi makanan yang terkontaminasi toksin. Toksin tersebut memiliki laju reaksi yang cepat dan langsung menyerang usus dan system saraf pusat (SSP). Gejala penyakit ini, antara lain mual, muntah, diare, nyeri abdomen, dan terdapatnya darah dan lender dalam feses. Kematian akibat penyakit ini jarang terjadi. Penderita dapat sembuh kembali dalam waktu 2-3 hari.

3. BotulismBotulism atau botulisme merupakan penyakit Gastroenteristi akut yang di sebabkan oleh Eksotoksin yang di produksi Crostiridium Botulinum. Organisme anaerobic ini banyak di temukan di dalam debu, tanah, dan dalam saluran usus hewan. Dalam makanan kaleng, organisme ini akan membentuk spora. Masa inkubasi botulisme cepat sekitar 12-36 jam. Gejala penyakit berbeda dengan kasus Bacterial Food Poisoning yang lain karena eksotoksin bekerja pada system saraf parasimpatik. Gejala Gast