MAKALAH Kelompok Pkn 1

  • View
    37

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori belajar

Text of MAKALAH Kelompok Pkn 1

MAKALAHTeori Belajar dan PembelajaranDisusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SDDosen pengampu : Drs. Utoyo, M.PdDisusun oleh :1. Dini Anggun Puspita(1401412375)2. Tiyas Afriani(1401412413)3. Windyastuti(1401412499)4. Arifati Isnaeni(1401412512)5. Afif Akhmad Riski(1401412504)

Rombel 6A

PROGRAM STUDI PGSDFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2015KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Allah Swt. karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Teori Belajar dan Pembelajaran ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas perkuliahan Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai teori belajar sebagai bekal untuk mengaplikasikan dalam dunia pendidikan yang nyata. Terselesaikannya makalah ini tentunya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan baik secara moral, material maupun informasi yang diperlukan guna kelengkapan makalah ini. Untuk itu melalui kesempatan ini ijinkan kami mengucapakan terima kasih kepada yang terhormat :1. Bapak Drs. Utoyo, M. Pd selaku dosen pengajar mata kuliah Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD di S1 PGSD Universitas Negeri Semarang yang memberikan motivasi serta bimbingan dalam menyelesaikan tugas ini.2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.

Tegal , 11 Maret 2015

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiPENDAHULUANA. Latar Belakang 1B. Rumusan Masalah2C. Tujuan2PEMBAHASANA. Teori Belajar3B. Model-model Pembelajaran11C. Pembelajaran PKn SD15PENUTUPA. Simpulan17B. Saran17DAFTAR PUSTAKA18

24

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangAdanya kemapuan untuk belajar dan menurunkan kemampuan belajar antar generasi merupakan ciri penting manusia yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya. Secara individual, kemampuan belajardapat mengantarkan seseorang pada perkembangan pribadi yang mengarah pada tebentuknyapola kecakapan intelektual, kecakapan hidup, serta penguasaan keterampilan-keterampilan tertentu. Proses belajar dan pembelajaran merupakan dua istilah yang selalu berkaitan. Agarproses pembelajaran dapat belangsung, maka mesti ada peserta didik yang belajar dan pendidikyang berperan sebagai perancang, penilai proses dan hasil pembelajaran. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku yang muncul karena pengalaman. Belajar bukan hanya mengingat akan tetapi lebih luas dari pada itu yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatupenguasaan hasil latihan melainkan perubahan kelakuan, kegiatan belajar dapat dihayati (dialami) oleh orang yang sedang belajar dan juga dapat diamati oleh orang lain. Perubahan tingkah laku bukan di lihat dari perubahan sifat-sifat fisik misalnya tinggi dan berat badan,yang terjadi sebagai suatu perubahan fisiologis dalam besar otot/efisiensi dari proses-proses sirkulasi dan respirasi. Perubahan ini tidak termasuk belajar. Perilaku berbicara, menulis, bergerak dan lainnya memberi kesempatan kepada manusia untuk mempelajari perilaku-perilaku seperti berfikir, merasa, mengingat dan memecahkan masalah dan lain-lainnya perubahan ini termasuk hasil belajar.Istilah pembelajaran lebih dipengaruhi oleh perkembangan teknologi untuk kebutuhanbelajar, dimana peserta didik difasilitasi untuk dapat berkreativitas secara individual maupunkelompok dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untukmembantu proses belajar peserta didik, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang,disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar pesertadidik. Untuk menciptakan dan menghasilkan kegiatan belajar dan pembelajaran yang berprestatifdan menyenangkan, perlu diketahui berbagai teoribelajar. Proses pembelajaran dewasa ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitif-holistik yang menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan atau subjek belajar. Seiringdengan hal ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat semakin mempermudah peserta didikdalam belajar. Adanya teori belajar ini akan mempermudah dalam penerapan materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, sehingga tujuan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan bangsa secara kognitif, tetapi juga membentuk watak serta peradaban bangsa dapat tercapai. Oleh karena itulah, sebagai calon pendidik sangat penting sekali memahami berbagai teori belajar agar kelak dapat mengimplementasikan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

B. Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dari latar belakang diatas yaitu :1. Apa yang dimaksud dengan belajar menurut pandangan para teoretisi belajar ?2. Bagaimana konsep pembelajaran?3. Bagaimana model pembelajaran PKn di Sekolah Dasar?

C. TujuanAdapun tujuan yang diharapkan dalam penulisan makalah ini yaitu :1. Untuk mengetahui definisi dan hakekat belajar menurut para teoritisi belajar.2. Untuk mengetahui konsep pembelajaran secara lebih komprehensif.3. Untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar.

PEMBAHASAN

A. Teori Belajar Seseorang dapat dikatakan belajar jika dalam diri orang tersebut terjadi suatu aktifitas yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang dapat diamati relatif lama. Perubahan tingkah laku tidak muncul begitu saja, tetapi sebagai akibat dari usaha orang tersebut. Oleh karena itu, proses terjadinya perubahan tingkah laku dengan tanpa adanya usaha tidak disebut belajar. Terdapat beberapa teori belajar yang dikenal, yaitu teori belajar yang berdasarkan psikologi stimulus-respon (S-R) dan yang berdasarkan psikologi kognitif. Menurut aliran psikologi S-R, tingkah laku seseorang dikendalikan oleh peristiwa yang berupa ganjaran yang datangnya dari luar dan dinamakan penguatan. Karena adanya stimulus tersebut (faktor-faktor lingkungan) muncul respon (tingkah laku). Stimulus dan Respon itu saling berasosiasi. Menurut psikologi S-R, belajar merupakan akibat adanya hubungan antara peristiwa-peristiwa (S) yang dirangsangkan kepada siswa dan respon (R) siswa terhadap rangsangan tersebut. Para ahli psikologi kognitif berpendapat bahwa, pengetahuan merupakan konstruksi kognitif dari suatu kenyataan yang terjadi melalui serangkaian aktifitas seseorang. Dengan demikian belajar bukan sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon saja, tetapi juga melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Menurut teori ini, kemampuan individu terbangun melalui proses interaksi yang terus menerus dan menyeluruh antara individu dan lingkungannya. Apa yang dipikirkan dan dipelajari seseorang diawali dari pengamatan, sedangkan berpikir dan belajar pada dasarnya melakukan perubahan struktur kognitif. Dari beberapa tokoh pengikut aliran ini, yang akan dibahas adalah Piaget dan Ausubel.1. Teori Belajar menurut Thorndike Berdasarkan teori stimulus-respon, Thorndike menyatakan bahwa cara belajar manusia dan binatang pada dasarnya sama, karena belajar pada dasarnya terjadi melalui pembentukan asosiasi antara stimulus dan respon, Menurut Thorndike, terjadinya asosiasi stimulus dan respon berdasarkan tiga hukum, yaitu: a. Hukum kesiapan, yang mempunyai tiga ciri: (1) Jika seseorang berkeinginan untuk bertindak dan keinginan tersebut dilaksanakan, maka dia akan puas dan tidak melakukan tindakan yang lain. (2) Jika seseorang berkeinginan untuk bertindak dan keinginan itu tidak dilaksanakan, maka dia tidak puas dan akan melakukan tindakan yang lain. (3) Jika seseorang tidak mempunyai keinginan untuk bertindak, tetapi dia melakukan tindakan itu, maka dia merasa tidak puas dan akan melakukan tindakan lain. b. Hukum latihan, yang berprinsip utama pada latihan (pengulangan). Oleh karena itu, jika guru sering memberi latihan (S) dan siswa menjawabnya (R), maka prestasi belajar siswa pada pelajaran tersebut akan meningkat. Thorndike menyatakan bahwa pengulangan tanpa ganjaran tidak efektif, karena asosiasi S dan R hanya diperkuat oleh ganjaran. Jadi hukum latihan ini mengarah pada banyaknya pengulangan, yang biasa disebut drill. c. Hukum akibat, yang menunjukkan bahwa jika suatu hubungan dapat dimodifikasi seperti halnya hubungan antara stimulus dan respon, dan hubungan tersebut diikuti oleh peristiwa yang diharapkan, maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin meningkat. Sebaliknya, jika kondisi peristiwa yang tidak diharapkan mengikuti hubungan tersebut, maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin berkurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan melakukan pekerjaan jika hasil pekerjaan itu akan memberikan rasa menyenangkan/ memuaskan,. Sebaliknya, jika hasil tersebut tidak membawa dampak menyenangkan, maka seseorang tidak melaksakan pekerjaan tersebut. Jika dikaitkan dengan pembelajaran PKn, teori ini cocok diterapkan pada anak kelas satu, karena mereka merasa senang apabila memperoleh hadiah dari gurunya.2. Teori Belajar menurut Skinner Menurut pandangan B. F. Skinner (1958), belajar merupakan suatu proses atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Pengertian belajar ialah suatu perubahan dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons. Skinner berpendapat bahwa ganjaran merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses belajar, tetapi istilahnya perlu diganti dengan penguatan. Ganjaran adalah sesuatu yang menggembirakan, sedangkan penguatan adalah sesuatu yang mengakibatkan meningkatkatnya suatu respon tertentu. Penguatan tidak selalu berupa hal yang menggembirakan, tetapi dapat terjadi sebaliknya. Penguatan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif adalah sesuatu yang cenderung meningkatkan pengulangan tingkah laku, seda