makalah kelompok jadi

  • View
    23

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Text of makalah kelompok jadi

BAB I

MAKALAH

PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

Untuk Memenuhi Tugas

Matakuliah Sumber Belajar

Yang dibimbing Oleh Drs. Amat Nyoto, M.Pd

Disusun Oleh :KELOMPOK MENTARIMuhammad Husin

(209511419952)

M Farid Riza

(209511419944)

Eka Susanto

(209511419948)Makhruz Ali

(209511419953)

UNIVERSITAS NEGERI MALANGFAKULTAS TEKNIK

S1 Pendidikan Teknik Mesin

November 2011BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan peradaban manusia ditandai dalam tiga tahap mulai dari era pertanian, ke era industri, sampai ke era informasi. Masing-masing era memiliki ciri-ciri dalam sistem kemasyarakatan termasuk dalam keluarga, ekonomi atau perdagangan dan pendidikan(reigeluth, 1994:4). Dalam era pertanian sistem pendidikan diarahkan pada pemberian keterampilan agar peserta didik dapat hidup dengan mengolah dan memanfaatkan sumber-sumber alam agar dapat bertahan hidup. Pada era evolusi industri peserta didik dipersiapkan menyediakan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri. Dengan demikian, sistem persekolahan diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja sebagai buruh pabrik. Sekolah mengajar peserta didik menghafal dan bukan membelajarkan mereka memecahkan masalah secara kreatif. Peserta didik dipersiapkan menghadapi dan melayani mesin serta bekerja secara mekanis.

Akan tetapi sekarang ini revolusi industri sudah berlalu dan kebutuhan telah berubah. Dewasa ini peserta didik perlu mempelajari kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja dan masyarakat. Mereka perlu belajar bagaimana cara untuk mengambil keputusan sendiri serta bekerja sama dengan orang lain dan bagaimana memilah serta memilih informasi yang tersedia begitu banyak untuk keperluan meningkatkan kemampuan mereka. Dalam keadaan yang demikian lembaga-lembaga pendidikan diharapkan muncul dan melaksanakan tugasnya untuk memenuhi kebutuhan ini.B. Rumusan Masalah

Ada beberapa rumusan yang dapat di ambil dari permasalahan di atas yaitu :

1. Pergeseran Paradigma

2. Perubahan Proses Pembelajaran

3. Tantangan Dalam Penyelenggaraan pendidikan

4. Peranan Sumber Belajar

5. Belajar Berbasis Aneka Sumber

6. Pusat Sumber Belajar

1

2

7. Mengembangkan PSBC. Tujuan

Tujuan Pengembangan Sumber Belajar adalah untuk menggunakan berbagai sumber untuk belajar dan menelaah peranan aneka sumber belajar yang perlu dikelola secara terpadu dan terintegrasi di lembaga-lembaga pendidikan sehingga proses pembelajaran benar-benar membuat peserta didik sebagai subjek dan selalu menyenangkan kegiatan belajar.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pergeseran Paradigma

Perubahan masyarakat akibat perkembangan peradabanya juga ikut mengubah paradigma masyarakat terhadap pendidikan. (Reigeluth 1994: 8) misalnya berpendapat bahwa perubahan itu terutama diakibatkan oleh tuntutan lapangan kerja. Pada era industri penyelenggaraan pendidikan didasarkan antara lain pada tingkat kelas, penguasaan materi, tes berdasarkan norma dan penilaian non-autentik, penyajian berdasarkan pengelompokan bahan ajar, berpusat pada guru, menghafal fakta-fakta yang tidak bermakna, kemampuan membaca dan menulis yang terpisah, dan buku merupakan proses untuk maju secara berkesinambungan, belajar berdasarkan hasil, tes secara individu dengan penilaian berbasis kemampuan, perencanaan belajar yang profesional, belajar koperatif, belajar beranekaragam sumber, guru berfungsi sebagai pemandu atau fasilitator, pembelajaran yang bermakna berdasarkan penalaran dan pemecahan masalah, diarahkan pada kemampuan berkomunikasi, dan menggunakan teknologi maju sebagai sarana utama dalam belajar dan membelajarkan.Lebih rinci dari apa yang dikemukakanReigeluth, sebagai akibat kemajuan teknologi danperubahan di tempat bekerja, Belt (1997)mengenali perbedaan visi pendidikan dalam eraindustri dan era informasi dari aspek pesertadidik, sarana dan prasarana belajar, prosesbelajar dan membelajarkan, serta pola pembelajaran.Berkaitan dengan sarana dan prasarana,dalam era industri buku merupakan satusatunyaalat utama, dan ruang kelas merupakandunia belajar dan membelajarkan. Sedangkanberkaitan dengan proses, belajar dan membelajarkandiselenggarakan berdasarkan tingkatkelas dan usia tertentu serta selesai dalam bataswaktu tertentu dengan tujuan untuk mewujudkanmanusia yang berpendidikan (educated person). Bahan ajar ditentukan dan dikembangkanoleh guru sebagai pembicara utama di kelasdan pembelajaran diarahkan pada penguasaanisi bahan ajar yang diuji dengan menggunakantes berdasarkan norma yang ditetapkan olehkelas atau sekolah. Proses belajar mengutamakanhafalan dan fakta-fakta disajikan secaraterpisah, kemampuan membaca yang terpisah,persaingan antar 3

4

peserta didik. Sementara ituguru berfungsi sebagai penyalur pengetahuan(dispenser of knowledge), membelajarkan sesuaikasus dan sistem membelajarkan yang tertutup.Visi pendidikan di era informasi, menurutBelt, mengalami perubahan yang sangat berarti.Dari aspek sarana dan prasarana pendidikan,buku bukan lagi sumber belajar dan membelajarkanyang utama dan satu-satunya tetapi teknologidan perpustakaan elektronik. Belajar danmembelajarkan tidak hanya dibatasi dalamruang kelas yang tertutup oleh dinding, lantaidan langit-langit, tetapi dunia yang terbuka luasmenjadi ruang kelas. Bahan ajar tidak lagidibatasi pada rancangan yang dibuat guru tetapimengacu pada pertanyaan-pertanyaan yangdiajukan peserta didik. Hasil belajar diuji bukanlagi semata-mata berdasarkan penguasaanmenghafal tetapi mengacu pada kemampuan(outcomes-based) yang ditunjukkan peserta didikdan diukur menggunakan tes berbasiskemampuan (performance based assessment)dengan tujuan membentuk peserta didik menjadipemelajar mandiri (self directed learner). Olehkarena itu, belajar dan membelajarkan tidak lagidibatasi dengan tingkat kelas dan umur tertentu,tetapi merupakan kemajuan yang berkesinambungandengan prinsip belajar sepanjang hayatdan terbuka.Suasana belajar tidak lagimenunjukkan persaingan antar peserta didiktetapi lebih bernuansa kerja sama dan kolaborasidalam kelompok belajar. Guru tidak lagiberfungsi sebagai penyalur pengetahuan tetapilebih berperan sebagai pemandu, mentor, ataufasilitator yang memberikan pendampinganbelajar. Perubahan paradigma tentang pendidikanseperti yang dikemukakan baik olehReigeluth maupun Belt seperti yang diuraikanitu menuntut perubahan dalam penyelenggaraanpendidikan khususnya dalam prosesbelajar dan membelajarkan.Dalam membangun pendidikan menghadapiera informasi, Warren (2002), SekretarisDewan Pendidikan Negara Bagian Michiganserta Ketua Kelompok Kerja Dewan untukMenyongsong Era Informasi, berpendapatbahwa perlu diperhatikan perubahan-perubahanyang telah, sedang dan akan terjadi. Tidakdapat dipungkiri bahwa dalam era informasi iniperubahan yang sangat berarti dan drastisdalam bidang budaya, ekonomi, politik,organisasi, dan teknologi di seluruh dunia,memunculkan tuntutan dan harapan baruterhadap pendidikan. Sungguhpun terdapat kemajuan, perubahan dalam pendidikan dianggaplamban menanggapi tuntutan 5

zaman.Standar pendidikan dan cara-cara bersekolah(schooling) tradisional yang masih berlakudewasa ini dianggap sudah usang dan ketinggalan.Lingkungan belajar dan membel-ajarkanyang lebih berbasis papan tulis dan kapur sertaberpusat pada pembelajar perlu segera diubahmenjadi berbasis teknologi dan berpusat padapemelajar.Dalam era informasi yang sudah mulaimenggejala dalam dekade terakhir abad ke 20serta meledak dalam abad ke 21 ini, reformasi dibidang pendidikan perlu dilakukan terutamadalam memahami dan melaksanakan prosesbelajar dan membelajarkan. Pendapat bahwapendidikan adalah bersekolah dan bukan belajarperlu segera ditinggalkan. Bersekolah mengarahkanpikiran pada bangunan, pendidik yangmengajar dengan menggunakan buku, sertapapan tulis dan kapur di hadapan deretanpeserta didik yang duduk rapi. Bersekolah dalamkeadaan yang demikian adalah berfokus padapendidik dan sistem. Sedangkan belajar adalahberpusat pada peserta didik, proses, dan hasilbelajar. Era informasi menawarkan kebebasankepada peserta didik untuk belajar dan kepadapendidik untuk membelajarkan tanpa batasanwaktu, tempat, ras, suku, agama, golongan,gender, keadaan sosial dan ekonomi, maupuasal usul. Pendidikan yang berorientasi pada erainformasi memungkinkan pendidik melakukanprogram belajar individual kepada masingmasingpeserta didik serta menggunakanteknologi untuk meningkatkan kemampuanpeserta didik.

B. Perubahan Proses PembelajaranC. Tantangan Dalam Penyelenggaraan PendidikanPenyelenggaraan pendidikan nasional sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.Dinyatakan pada pasal 36 ayat 3 bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan 6

memperhatikan (1) tuntutan dunia kerja; (2) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; ( 3) dinamika perkembangan global;Pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. (Panduan Penyusunan KTSP BSNP).

Prinsip-prinsip dasar penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada dasarnya merupakan bagian dari sistem pe