makalah kapuk jadi

  • View
    885

  • Download
    24

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga bermanfaat

Text of makalah kapuk jadi

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN TEBU, TEMBAKAU DAN SERATPROSPEK DAN BUDIDAYA TANAMAN KAPUK

Disusun Oleh :

1. Rembulan Marchelita

H0710089 / AGT.B2. Reza Grahito Nugroho

H0710091 / AGT.B3. Ria Amelia

H0710092 / AGT.B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA

2013

I. PENDAHULUANA. Latar belakang

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae. Berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Klasifikasi kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah :Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Malvales

Famili

: Bombacaceae

Genus

: Ceiba

Spesies

: Ceiba pentandra L. GaertnMeskipun berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, juga Karibia dan Afrika, kapuk randu juga dengan mudah dapat ditemukan di wilayah Asia, seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina.Kapuk (Ceiba pertandra) atau randu (Sunda/Jawa) dan kapo (Madura) umumnya tumbuh di kawasan pinggir pantai serta lahan-lahan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (dpl). Kapuk randu kurang menghendaki tanah yang berpasir. Syarat tumbuh tanaman kapuk adalah membutuhkan musim kering yang panjang namun tidak terlalu kering. Hubungan antara curah hujan di beberapa daerah penghasil kapuk di pulau Jawa, menunjukkan bahwa curah hujan pada periode kering menentukan saat berbunga dan pembentukan buah. Jenis pohon ini mulai berbunga dan berbuah pada usia 5-6 tahun dengan masa panen dilakukan setelah biji-biji kapuk berwarna kuning kelabu. Tanaman perkebunan ini berbeda dengan kapas yang dihasilkan dari tanaman kapas yang digunakan untuk bahan baku tekstil atau pakaian lainnya. Secara tradisional, kapuk digunakan sebagai bahan pembuat atau pengisi kasur dan saat ini dikembangkan aneka jenis keperluan lainnya.

Sejumlah data menyebutkan tahun 1936-1937 ekspor kapuk Indonesia mencapai 28,4 juta kg/tahun. Seiring dengan minimnya peningkatan nilai tambah kapuk menyebabkan budidaya terus menurun. Tidak ada dukungan sarana dan teknologi memadai serta minimnya permodalan semakin memerosotkan kapuk. Akibatnya kualitas dan produksi kapuk semakin menurun. Pada awal 1990-an, data yang ada menyebutkan luas areal tanaman kapuk sekitar 600 ribu ha, jumlah ini pun terus menurun.

Tanaman kapuk di beberapa tempat di Indonesia telah diusahakan secara intensif. Misalnya di Pulau Jawa dilereng Gunung Muria (Pati) disekitar Weleri, antara Semarang dan Pekalongan, di daerah Pandaan antara Gunung Arjuno dan Penanggungan dan antara Pare dan Ngantang yaitu jalan dari Kediri menuju ke Malang. Di Sulawesi kapuk didapati dibagian selatan Danau Tempe dekat Sengkang, dibagian selatan dan timur Gunung Lompobattang sekitar Jeneponto dan Bantaeng, kemudian disekitar Tanette dan pulau Muna.Tanaman kapuk di Indonesia dikembangkan oleh rakyat, perkebunan swasta dan perkebunan pemerintah (BUMN).

II. PEMBAHASANA. Prospek Tanaman Kapuk

Serat buah, batang, dan daun merupakan komoditas serat alam yang sangat prospektif di masa mendatang karena komoditas tersebut memiliki keunggulan untuk bahan baku berbagai industri dan kontribusinya dalam penyelamatan lingkungan. Tanaman yang menghasilkan serat buah adalah kapuk. Serat buah, batang dan daun merupakan komoditas serat alam yang sebelumnya kurang memperoleh perhatian, baik oleh pemerintah, petani, maupun pengusaha. Namun pada saat ini dan dimasa yang akan datang, komoditas serat alam merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku berbagai industri. Sebagai informasi salah satu kegunaan komoditas serat buah kapuk adalah untuk tekstil (Sudjindro, 2004).Tiap bagian dari tanaman kapuk randu memiliki manfaat dan potensi yang sangat besar, mulai dari kayu, daun, bunga, buah, biji hingga kulit buah.

a. Bagian kayu dari tanaman kapuk randu dapat digunakan untuk pembuatan kertas, pintu, furniture, kotak dan mainan.

b. Daun dari tanaman kapuk randu dapat digunakan sebagai makanan ternak dan dapat memperbaiki tanah.

c. Bunganya merupakan sumber madu yang bagus dan bunga kapuk randu ini dapat digunakan sebagai obat tradisional di Asia Tenggara untuk penyakit demam, batuk, serak dan lain sebagainya.

d. Buah Ceiba petandra merupakan sumber serat kapuk, dapat digunakan sebagai bahan dasar matras, bantal, hiasan dinding, pakaian pelindung, penahan panas dan suara.

e. Kulit buah digunakan sebagai pengganti bahan kertas untuk pembuatan kertas di Jawa Timur. Bagian kulit ini kaya akan potassium dan abu sehingga dapat digunakan sebagai pupuk, membuat baking soda dan sabun. Kulit kering digunakan sebagai bahan bakar (Rama.P.dan Ray.H, 2007).

Disamping itu kapuk merupakan salah satu tanaman yang berpotensi menghasilkan minyak. Setiap gelondong buah kapuk mengandung 26% biji, sehingga setiap 100 kg gelondong kapuk akan menghasilkan 26 kg limbah biji. Aplikasi kapuk seed oil diantaranya adalah :

a. Kosmetik

b. Minyak goreng

c. Campuran minyak goreng

d. Margarine vegetable

e. Oil additive lubricant

f. Bio-fuel

g. Bio-diesel

h. Pengawetan ikan tuna,daging dll.Perkebunan merupakan sub sektor yang mampu bertahan dari goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 - 1998. Kapuk randu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah sejak lama diperdagangkan sebagai salah satu sumber serat alami. Serat alami yang sering digunakan diantaranya adalah serat rami, serat nanas, eceng gondok, jute, kenaf, abaca, kapas, jerami dan serat kelapa. Serat alam tersebut mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga aplikasi hasil dari proses manufaktur tersebut akan berbeda-beda (Adji, 2006). Menurut hasil pengamatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia, negara Indonesia merupakan pengekspor kapuk terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 28.400 ton serat atau 85% kebutuhan serat kapuk dunia. Potensi ini seharusnya membuat prospek dan budidaya kapuk semain meningkat. Namun pada tahun 2003 ekspor serat kapuk menurun menjadi 1.496 ton serat. Penurunan ekspor kapuk antara lain disebabkan :

a. banyaknya kapuk tua yang tidak produktif

b. penebangan kapuk tanpa diimbangi peremajaan

c. meningkatnya penggunaan serat kapuk dalam negeri

d. persaingan dengan bahan sintetis seperti karet busae. selain itu penurunan ekspor kapuk Indonesia disebabkan kalah bersaing dalam harga dengan Thailand yang lebih murah.

Untuk meningkatkan ekspor serat kapuk antara lain dengan meningkatkan produktivitas dan tetap mempertahankan kualitas serat kapuk yang baik Varietas unggul yang telah dilepas Balittas untuk mendukung pengembangan kapuk adalah Muktiharjo 1 (MH 1), Muktiharjo 2 (MH 2), dan Togo B dari tipe Karibea yang dilepas pada tahun 2006 dan sesuai untuk usaha tani monokultur, serta Muktiharjo 3 (MH 3) dan Muktiharjo 4 (MH 4) dari tipe yang sama yang sesuai untuk program penghijauan dan konservasi lahan yang dilepas pada tahun 2007. Menilik berbagai manfaat dan kemampuan yang dihasilkan oleh kapuk dan utamanya sebagai tanaman penghasil serat maka dapat dikatakan bahwa tanaman kapuk memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. B. Budidaya Tanaman KapukUntuk mengjasilkan kapuk dengan produksi yang tinggi dan kualitas yang baik, maka duperlukan proses budidaya yang tepat. Sebelum melakukan budidaya tanaman kapuk, kita harus terlebih dahulu mengenal tanaman kapuk, atau biasa disebut kapuk randu. Dengan mengenal karakteristik dan syarat hidup kapuk maka kita dapat menentukan cara budidaya yang tepat. Tanaman kapuk diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Malvales

Famili

: Bombacaceae

Genus

: Ceiba

Spesies

: Ceiba pentandra L. GaertnTanaman kapuk memiliki perakaran tunggang, batangnya berbentuk silinder, halus dan berwarna abu-abu serta terdapat duri-duri yang melekat pada batang serta mempunyai banyak cabang. Daunnya tersusun dari 5-9 helai daun mempunyai panjang 7-8 cm dan lebarnya 1,35 cm serta berkhasiat menghilangkan bekas luka,mengobati panas dalam dan menyuburkan Rambut.

Buahnya berkayu, halus dan mempunyai warna hijau muda. Buah yang masak berwarna coklat keruh dan akan pecah dan terbuka dipohon setelah daunnya berguguran. Didalam buah tersebut terdapat bijinya berbentuk bulat seperti kacang polong berwarna coklat dan terdapat kapas yang seperti serat disekelilingnya. Di dalam buah kapuk terdapat seratbut kapuk, biji dan hati kapuk.

Tanaman kapuk digolongkan menjadi dua klon, yaitu: (1) klon Caribean (caribaca), terdiri dari kapuk Suriname dan kapuk Congo; dan (2) klon Indica (kapuk jawa), terdiri dari kapuk randu biasa dan kapuk randu alas. Tanaman kapuk dari klon caribean dicirikan oleh pohon yang besar dan tinggi, warna batang hijau tua, dameter batang mencapai 30 cm dan tinggi mencapai 50m. Tanaman kapuk klon caribean berdaun lebat, tahan terhadap benalu dan produksi buahnya dapat mencapai 2000 gelondong/pohon/tahun. Di Indonesia, klon caribean ini tidak banyak ditanam. Tanaman kapuk klo