Makalah Jadi Diare

  • View
    334

  • Download
    16

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TUGAS

Text of Makalah Jadi Diare

MAKALAH

DIAREDisusun Untuk Memenuhi TugasMata Kuliah : KIE & SwamedikasiDosen Pengampu : Drs. Jamaluddin Al J Ef., Apt.

Disusun oleh:Analistiana

NPM. 0540017912Nurul Inayah

NPM. 0540018012

Ainal Hana

NPM. 0540018312Mia Sari ZulfiatiNPM. 0540018312

Kelas Farmasi ASemester V

PROGRAM STUDI DIII FARMASI

FAKUTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PEKALONGAN

2015 / 2016KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Diare dengan baik, untuk memenuhi tugas mata kuliah KIE & Swamedikasi.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah KIE & Swamedikasi yaitu bapak Drs. Jamaluddin Al J Elf., Apt yang telah membimbing dan memberikan pengarahan pengarahan dalam penyusunan makalah ini, dan kepada teman-temanku yang selalu mendukung.

Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan pikiran dan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi pembaca.Pekalongan, November 2015Penulis

DAFTAR ISIHalaman

Cover.....................................................................................................................

Kata pengantar......................................................................................................

Daftar isi................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................B. Rumusan Masalah...........................................................................C. Maksud dan Tujuan.........................................................................D. Manfaat...........................................................................................E. Metode Penulisan............................................................................BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi.............................................................................................B. Jenis Jenis Diare............................................................................C. Faktor Faktor Pencetus Diare........................................................D. Penyebab Diare.................................................................................E. Gejala Penyakit Diare ......................................................................F. Cara Penularan Diare........................................................................G. Cara Pencegahan Diare..................................................................... Pencegahan Primer

Pencegahan Sekunder

Pencegahan Tertier

H. Pengobatan terhadap Penyakit Diare.................................................BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.......................................................................................B. Saran.................................................................................................DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPenyakit diare hingga saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Padahal berbagai upaya penanganan, baik secara medik maupun upaya perubahan tingkah laku dengan melakukan pendidikan kesehatan terus dilakukan. Namun upaya-upaya tersebut belum memberikan hasil yang menggembirakan. Setiap tahun penyakit ini masih menduduki peringkat atas, khususnya di daerah-daerah miskin. Diare menyerang siapa saja tanpa kenal usia. Diare yang disertai gejala buang air terus-menerus, muntah dan kejang perut kerap dianggap bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu pertolongan medis. Memang diare jarang sekali yang berakibat kematian, tapi bukan berarti bisa dianggap remeh. Penyakit yang juga populer dengan nama muntah berak alias muntaber ini bisa dikatakan sebagai penyakit endemis di Indonesia, artinya terjadi secara terus-menerus di semua daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, khususnya di daerah-daerah miskin. Di kawasan miskin tersebut umumnya penyakit diare dipahami bukan sebagai penyakit klinis, sehingga cara penyembuhannya tidak melalui pengobatan medik. Kesenjangan pemahaman semacam ini merupakan salah satu penyebab penting yang berakibat pada lambatnya penurunan angka kematian akibat diare.Lingkungan yang buruk disertai rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat menjadikan kawasan kumuh sebagai kawasan yang rawan akan penyebaran penyakit. Lingkungan yang buruk menjadi penyebab berkembangbiaknya berbagai virus penyakit menular. Karena itu berbagai infeksi penyakit sering terjadi pada para penghuni kawasan kumuh. Penyakit menular yang sering dijumpai adalah diare, diikuti dengan penyakit infeksi lainnya seperti thypoid, ispa, penyakit kulit, campak, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD). Kelangkaan air bersih menjadi sebab utama pemicu penyakit ini. Gaya hidup yang jorok, tidak memperhatikan sanitasi menyebabkan usus rentan terhadap serangan virus diare. Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, berkembangnya perilaku pencegahan ini sangat tergantung pada kondisi pribadi masing-masing individu, termasuk persepsi individu bersangkutan dalam memandang diare. Dengan kata lain jika seseorang mempersepsikan diare adalah penyakit yang membahayakan maka yang bersangkutan dapat diproyeksikan akan semakin berusaha keras untuk melakukan pencegahan agar tidak terserang diare. Sebab, upaya pencegahan penyakit ini bersumber pada seluruh aktivitas manusia yang berkaitan dengan upaya preventif.1.2 Rumusan MasalahBeberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan makalah ini adalah:1. Apa diare itu?

2. Apa faktor pencetus diare?3. Apa penyebab diare?

4. Bagaimana cara penularan diare?1.3 Maksud dan TujuanSesuai dengan masalah yang dirumuskan diatas maksud dan tujuan inipun dirumuskan guna memperoleh suatu deskripsi tentang: 1. Definisi Diare 2. Faktor pencetus diare 3. Penyebab diare 4. Cara penularan diare1.4 ManfaatDalam penyusunan makalah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Adapun manfaat penyusunan itu diantaranya :1.Berfungsi sebagai literatur-literatur bagi mahasiswa mahasiswi yang ingin memperdalam wawasan tentang masalah kesehatan, khususnya tentang penyakit diare

2.Para pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit diare.1.5 Metode PenulisanDalam makalah ini penulis menggunakan metode kepustakaan yakni dengan membaca buku buku yang berkaitan dengan judul makalah. Dan mecari literatur- literatur di internet.BAB IIPEMBAHASAN2.1 Definisi DiareDiare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (3 kali atau lebih dalam 1 hari).Diare seringkali disertai kejang perut dan muntah-muntah, diare disebut juga muntahber (muntah berak), muntah menceret atau muntah bocor. Diare menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja. Jika tinja atau kotoran tersebut mengandung lendir dan darah, penderita telah mengalami fase yang disebut disentri. Diare dapat terjadi dalam kadar yang ringan maupun berat. Biasanya terjadi secara mendadak, bersifat akut, dan berlangsung dalam waktu lama. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan kadang diperlukan pengobatan khusus. Namun sebagian besar diare dapat diobati sendiri di rumah, meskipun kita tidak yakin penyebab yang menimbulkannya. Diare tak pernah pandang bulu, ia dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, baik orang tua maupun muda. Diare seringkali dianggap sebagai penyakit sepele, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. 1.2 Jenis-Jenis DiareBerikut jenis-jenis diare yaitu antara lain :a. Diare akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari ). Gejala dan tanda sudah berlangsung < 2 minggu sebelum datang berobat. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.

b. Diare kronik, yaitu diare yang gejala dan tanda sudah berlangsung > 2 minggu sebelum datang berobat atau sifatnya berulang.c. Disentri, yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya. Akibat dari disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kemungkinan terjadi komplikasi pada mukosa.

1.3 Faktor pencetus diareDiare dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu :1. Tangan yang kotor.2. Makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri.3. Ditularkan oleh binatang peliharaan.4. Kontak langsung dengan feses atau material yang menyebabkan diare ( cara membersihkan diri yang tidak benar setelah ke luar dari toilet ).D. Penyebab DiareDiare dapat disebabkan dari faktor lingkungan atau dari menu makanan. Faktor lingkungan dapat menyebabkan anak terinfeksi bakteri atau virus penyebab diare. Makanan yang tidak cocok atau belum dapat dicerna dan diterima dengan baik oleh anak dan keracunan makanan juga dapat menyebabkan diare. Kadang kala sulit untuk mengetahui penyebab diare. Diare dapat disebabkan oleh infeksi pada perut atau usus. Peradangan atau infeksi usus oleh agen penyebab diare antara lain :

1. Terinfeksi bakteri , virus, atau parasit ( jamur, cacing , protozoa) Virus (penyebab diare tersering dan umumnya karena Rotavirus), dengan gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.Virus penyebab diare Viral gastroenteritis atau yang dikenal sebagai "stomach virus", virus perut. Bakteri, dengan gejala : Berak-berak dengan darah/lendir , sakit perut. Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobat