MAKALAH jadi deh

  • View
    236

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MAKALAH jadi deh

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    1/22

    MAKALAH

    MOTIVASI MANAJEMEN

    Diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah Pengantar Manajemen

    Disusun Oleh:

    Fani Garina Prilian (BOO100072)

    Wina Widiawati (BOO100073)

    Suci Pratiwi (BOO100074)

    Destiana (BOO100075)

    Riza Rinoviati (BOO100076)

    SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS-BANDUNG

    YPKP BANK JABAR BANTEN

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    2/22

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka

    penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Motivasi Manajemen.

    Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan

    tugas mata kuliah Pengantar Manajemen.

    Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan

    baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki

    penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi

    penyempurnaan pembuatan makalah ini.

    Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang takterhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini,

    khususnya kepada :

    1. Bapak Yudi Wahyudin Suwandi selaku Dosen Wali sekaligus dosen pengajar matakuliah Pengantar Manajemen, yang telah memberikan dorongan dan bantuan kepada

    penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

    2. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yangtelah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis,

    baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.3. Dan kepada rekan-rekan yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah

    ini.

    Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Akhirnya penulis berharap

    semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikanbantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah.

    Bandung, 14 Desember 2010

    Penyusun

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    3/22

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Ruang Lingkup Materi

    Dalam ilmu manajemen, motivasi bukanlah hal yang tabu untuk di bicarakan.

    Seorang manajer harus memberikan motivasi kepada bawahannya dengan hal-hal yang

    tertentu jika ingin organisasi yang diembannya menghasilkan sesuatu yang menjadi

    harapannya. Sebelum bagian pengembangan organisasi di laksanakan, motivasi harus di

    laksanakan terlebih dahulu oleh manajer. Mengapa demikian? Karena para manejer tidak

    dapat mengarahkan para bawahannya kecuali jika mereka di motivasi untuk bersedia

    mengikutinya. Lalu, apakah yang di sebut dengan motivasi itu? Motivasi adalah suatu

    kegiatan seseorang yang dalam hal ini seorang manejer yang dapat mengakibatkan

    perubahan pada diri manusia (karyawan) menjadi lebih baik prestasinya.

    Dengan motivasi yang baik maka para karyawan akan merasa senang dan

    bersemangat dalam bekerja sehingga mengakibatkan perkembangan dan partumbuhan

    yang signifikan pada diri organisasi yang di pegang oleh manejer tersebut. Motivasi di

    laksanakan bukan dari manejer saja, tetapi juga dari diri sendiri yang mana motivasi

    tersebut diartikan sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong

    keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan

    yang di harapkan. Motivasi tidak atau bukan satu-satunya faktor yang mempengarhi

    tingkat prestasi seorang karyawan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi diantaranya

    adalah kemampuan individu dan pemahaman tentang prilaku yang diperlukan untuk

    ,mencapai prestasi. Misalnya seeorang ingin menjadi karyawan yang berprestasi akan

    tetapi dia enggan untuk melakukan perubahan-perubahan (usaha-usaha yang berarti)

    terhadap dirinya. Mana mungkin dia akan jadi karyawan yang berprestasi jika tidak

    terjadi perubahan terhadap dirinya? Maka dari itulah mengapa motivasi itu sangat di

    perlukan dalam bermanejemen dan berprestasi.

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    4/22

    1.2 Permasalahan

    Pengertian Istilah motivasi (motivation) sering kali kita dengar. Motivasi dalam

    suatu konteks organisatoris merupakan proses dengan apa seorang manajer merangsang

    pihak lain untuk bekerja dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran-sasaranorganitoris, sebagi alat untuk memuaskan keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri.

    Dalam ilmu manajemen, motivasi bukanlah hal yang tabu untuk di bicarakan. Seorang

    manajer harus memberikan motivasi kepada bawahannya dengan hal-hal yang tertentu

    jika ingin organisasi yang diembannya menghasilkan sesuatu yang menjadi harapannya.

    Untuk itu, perlu adanya penjelasan dan penjabaran dari pendekatan-pendekatan studi

    tentang motivasi yang meliputi sejarah motivasi, jenis-jenis motivasi, dan teori-teori

    yang dikemukakan oleh para tokoh manajemen mengenai motivasi. Penjelasan dan

    penjabaran dari permasalahan tersebut, akan kami jelaskan dalam bab selanjutnya

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    5/22

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    Dalam pembuatan makalah ini, penulis menggunakan acuan dari buku

    Manajemen Edisi 2 karya T. Hani Handoko, beliau seorang dosen di Fakultas Ekonomi

    Universitas Gadjah Mada. Dalam bukunya, beliau telah menjelaskan ruang lingkup studi

    tentang Motivasi yang mencakup tentang pengertian motivasi, pengertian motivasi menurut

    para ahli, teori motivasi, manfaat motivasi, dan jenis-jenis motivasi. Namun, dalam

    penjelasannya masih belum ada penjabaran dari teori-teori motivasi yang telah lama ada dan

    dianalisis oleh para peneliti manajemen. Untuk itu, dalam penulisan makalah ini penulis akan

    menjelaskan lebih rinci mengenai ruang lingkup studi tentang teori motivasi. Karena pada

    dasarnya, untuk dapat memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi

    seseorang, maka dibutuhkan pemahaman mengenai Teori-teori Tentang Motivasi. Kekuatan

    terbesar sebuah teori terletak pada manfaatnya sebagi sebuah model umum nutuk

    menghadapi aneka macam persoalan dan problem. Walaupun teori-teori tentang motivasi,

    tidak dapat memberikan petunjuk bagaimana seorang manajer harus berprilaku dalam situasi

    tertetu, mereka merupakan petunjuk-petunjuk tentang persoalan-persoalan yang perlu

    dipertimbangkan dalam hal penganbilan keputusan, dan mereka menunjukan proses mana

    kiranya paling mungkin menghasilkan hasil-hasil yang diinginkan.

    Pengertian Istilah motivasi (motivation) sering kali kita dengar. Kemudian apakah

    yang di sebut dengan MOTIVASI? Motivasi dalam suatu konteks organisatoris merupakan

    proses dengan apa seorang manajer merangsang pihak lain untuk bekerja dalam rangka upaya

    untuk mencapai sasaran-sasaran organitoris, sebagi alat untuk memuaskan keinginan-

    keinginan pribadi mereka sendiri. Pengertian yang lain tentang motivasi adalah suatu

    kegiatan dari seorang manajer yang dapat mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihara

    prilaku manusia (karyawan) menjadi lebih baik. Maka, Motivasi merupakan hasil (outcome)

    proses tersebut dalam praktek, cukup banyak manajer menafsirkan keliru sifat proses

    motivasional yang bersifat sangat pribadi. Mereka beranggapan bahwa tindakan-tindakan

    mereka sebagai model-model peranan, sebagai pemompa semangat perusahaan (company

    cheerleaders), sebagai pihak yang menetapkan tujuan-tujuan, sebagi penguasa tugas-tugas,

    atau sebagi pendisiplin ketat akan menginspirasi atau merangsang para bawahan mereka

    untuk bertindak sesuai dengan ekspektasi-ekspektasi manajerial.

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    6/22

    BAB III

    PEMBAHASAN

    3.1 Sejarah Teori Motivasi Tahun 1950-an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi.Teori-

    teori yang berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan

    teori dua faktor. Teori-teori kuno dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori

    yang ada hingga saat ini yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi

    di dunia dalam menjelaskan motivasi karyawan.

    Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya

    perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian kegairahan

    bekerja kepada pegawai. Telah dibatasi bahwa memanfaatkan pegawai yang memberi

    manfaat kepada perusahaan. Ini juga berarti bahwa setiap pegawai yang memberi

    kemungkinan bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh pimimpin agar

    kemungkinan itu menjadi kenyataan. Usaha untuk merealisasi kemungkinan tersebut ialah

    dengan jalan memberikan motivasi. Motivasi ini dimaksudkan untuk memberikan daya

    perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja dengan

    segala daya dan upayanya (Manulang , 2002).

    3.2Pengertian Motivasi

    Motivasi berasal dari motive atau dengan prakata bahasa latinnya, yaitu movere, yang

    berarti mengerahkan. Seperti yang dikatakan Liang Gie dalam bukunya Martoyo

    (2000) motive atau dorongan adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang

    melakukan sesuatu atau bekerja dalam mencapai hasil yang terbaik. Seseorang yang

    sangat termotivasi, yaitu orang yang melaksanakan upaya substansial, guna menunjang

    tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya, dan organisasi dimana ia bekerja. Seseorang

    yang tidak termotivasi, hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Konsep

    motivasi, merupakan sebuah konsep penting studi tentang kinerja individual. Dengan

    demikian motivasi atau motivation berarti pemberian motiv, penimbulan motiv atau hal

    yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan.

    Pengertian Istilah motivasi (motivation) sering kali kita dengar. Kemudian apakah

    yang disebut dengan MOTIVASI? Motivasi dalam suatu konteks organisatoris

    merupakan proses dengan apa seorang manajer merangsang pihak lain untuk bekerja

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    7/22

    dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran-sasaran organitoris, sebagi alat untuk

    memuaskan keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri. Pengertian yang lain tentang

    motivasi adalah suatu kegiatan dari seorang manajer yang dapat mengakibatkan,

    menyalurkan, dan memelihara prilaku manusia (karyawan) menjadi lebih baik. Maka,

    Motivasi merupakan hasil (outcome) proses tersebut dalam praktek, cukup banyak

    manajer menafsirkan keliru sifat proses motivasional yang bersifat sangat pribadi. Mereka

    beranggapan bahwa tindakan-tindakan mereka sebagai model-model peranan, sebagai

    pemompa semangat perusahaan (company cheerleaders), sebagai pihak yang

    menetapkan tujuan-tujuan, sebagi penguasa tugas-tugas, atau sebagi pendisiplin ketat

    akan menginspirasi atau merangsang para bawahan mereka untuk bertindak sesuai dengan

    ekspektasi-ekspektasi manajerial.

    Jadi motivasi dapat diartikan faktor-faktor yang menimbulkan dorongan untuk mau

    melakukan pekerjaan. Atau motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang

    mendorong individu melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

    3.3 Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

    y The Liang Gie Cs. (Matutina dkk ,1993)

    Motivasi didefenisikan bahwa pekerjaan yang dialakukan oleh seseorang

    manajer dalam memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada orang lain

    (pegawai) untuk mengambil tindakan-tindakan.

    y Martoyo (2000)

    Motivasi pada dasarnya adalah proses untuk mencoba mempengaruhi

    seseorang agar melakukan yang kita inginkan. Dengan kata lain adalah dorongan dari

    luar terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving

    force) disini dimaksudkan desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-

    kebutuhan hidup, dan kecendrungan untuk mempertahankan hidup. Kunci yang

    terpenting untuk itu tak lain adalah pengertian yang mendalam tentang manusia.

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    8/22

    y George R. dan Leslie W

    Di dalam bukunya Matutina. dkk , 1993 mengatakan bahwa motivasi adalah

    getting a person to exert a high degree of effort . yang artinya motivasi

    membuat seseorang bekerja lebih berprestasi.

    y Ravianto (1986)Dalam bukunya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi

    kinerja, yaitu atasan, rekan, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa

    uang, jenis pekerjaan.

    3.4 Tujuanindividu dankepentinganorganisasi Manajer yang mementingkan hasil pekerjaan untuk pencapaian tujuan

    organisasi. Maka ia pun dengan sendirinya memperhatikan motip-motip pribadi atau

    tujuan individu. Dalam buku pengantar ilmu manajemen Winardi mengatakan hubungan

    tersebut seperti dapat kita lihat pada gambar 1.1.

    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

    MANAJER

    Dunia pribadi Wilayah Tindakan Manajer

    Duniaorganisatoris

    Motif-motif

    Tujuan tujuan

    Pribadi

    Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    9/22

    Dalam gambar diatas kita bias lihat : (1) Motif-motif individual sepeti

    kebutuhan-kebutuhan pokok,keinginan-keinginan,yang apabila diterjemahkanke dalam

    suatu dunia pribadi menjadi tujuan-tujuan pribadi. (2) Tujuan-tujuan pribadi dalam

    konteks organisasi-organisasi dinyatakan dalam bentuk pekerjaan-pekerjaan, posisi-

    posisi ataw kewajiban. (3) Definisi organisasi tentang perilaku tujuan pribadi adalah

    pelaksanaan pekerjaan. (4) Tujuan pribadi serta motif-motif.

    Dengan demikian seorang manajer harus menjaga agar tugas organisasi dapat

    berjalan dengan efektif dan sekaligus para pekerja pun mendapatkan kepuasan dalm

    melaksanakan tugas sehingga terjadi adanya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan

    organisasi dan tujuan pribadi atau individu.

    3.5 Lingkungan prilaku kepentingan umumPara ahli teori perilaku berpendapat bahwa manusia mempunyai tujuan dalam

    setiap perilakunya. Mereka tidak bertindak sembarangan, kecuali ada latar belakang

    alasan yang menguatkannya. Untuk mereka atau menentukan latar belakang teori alasan

    mereka berbuat sesuatu adalah tidak mudah di duga. Akibat dari sesuatu perbuatan

    perilaku tak selalu merupakan kepuasan adanya indikasi motivasi yang sebenarnya dari

    perbuatan seseorang dengan siapa ia berhubungan. Hal ini merupakan petunjuk perilaku

    dalam mencapai suatu tujuan dalam menjawab kebutuhan individu (individual basic

    needs). Contohnya kebutuhan sandang, pangan dan papan. Tentu saja hal ini dilakukan

    karena kebtuhan tersebut merupakan kebutuhan yang harus mutlak dipenuhi. Sebab

    apabila tidak, maka kehidupannya akan terancam. Hal ini berarti perilaku individu

    ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan sebagai dasar untuk menjelaskan

    mengapa orang bereaksi sebagaimana mereka kerjakan dengan berbagai macam motivasi.

    Hal ini dapat dilihat pada gambar 1.2. sebagai berikut:

    Pemenuhankebutuhan Dinyatakan sebagaiKEBUTUHAN

    TUJUAN

    PERANGSANG

    KEINGINAN

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    10/22

    Pada titik perangsang, hal ini dapat menolong manajer dalam mengadakan

    pendekatan untuk mengerahkan perilaku agar memperoleh kepuasanyang saling

    menguntungkan antara organisasi dan pekerjaan.

    Gambar tersebut menjelaskan bahwa manajer harus mengerti akan berbagai

    kebutuhan manusia dalam hubungan untuk lebih mengefektifkan aktivitas semua anggota

    organisasinya.

    3.6 Motivasidalam pencapaiantujuanDalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai itu berada diluar diri seseorang, yang

    ada kalanya diacu sebagai harapan akan imbalan kearah mana motif digerakkan. Harapan

    ini adalah merupakan persepsi atas kemungkinan pemenuhan kebutuhan tertentu dari

    seseorang berdasarkan atas pengalaman masa lampau. Skema motivasi pencapaian tujuan

    dapat dilihat pada gambar 1.3.

    Gambar tersebut menjelaskan bahwa motif, kebutuhan dalam diri seseorang

    diarahkan pada tujuan yang merupakan aspirasi dalam lingkungan. Hal ini ditafsirkan

    sebagai sebuah harapan apakah harapan itu tinggi, kekuatan motivasi akan meningkat.

    Hal ini cenderung membentuk suatu pola perulangan yang bergerak dalam arahan yang

    ditandai dengan garis langsung yang tebal, tetapi dalam keadaan tertentu hal ini

    merupakan variable interaksi yang ditandai dengan garis putus-putus.

    3.7 Teori - Teori MotivasiPekerjaan manusia akan membawa konsekuensi bahwa kerja itu adalah fungsi

    daripada perilaku manusia. Oleh karena itu harus dapat mempengaruhi perilaku manusia

    kerja agar mereka mau bekerja dengan senang hati dalam menyelesaikan tugasnya.

    Harapan Motif

    Ketersediaan Tujuan

    Perilaku

    Aktivitas yang

    diarahkan

    pada tujuan

    Aktivitas

    Tujuan

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    11/22

    Menurut pandangan James A.F Stoner, Aldag Steam (1982) ada 3 klasifikasi utama

    mengenai teori motivasi: (1)Teori kepuasan (ContentTheory) (2)Teori proses (Process

    Theory) (3)Teori pengukuhan (ReinforcementTheory).

    Dibawah ini adalah beberapa teori motivasi:

    a)Teori hierarki kebutuhan (Need)Teori Maslow atas nama lengkapnya Abraham Maslow seorang ahli psikologi yang

    mengembangkan teori motivasi ia menyatakan bahwa kebutuhan akan dapat memotivasi

    manusia untuk bekerja. Berdasarkan tingkatan manusia menurut jenjangnya, maka

    kebutuhan manusia dapat digolongkan kedalam lima tingkatan sebagai berikut:

    (1)Kebutuhan psikologis, (2)Kebutuhan rasa aman (3)Kebutuhan social (4)Kebutuhan

    penghargaan (5)Kebutuhan perwujudan diri. Kelima kebutuhan tersebut, dapat kita

    gembarkan dalam bentuk piramida (gambar 1.4)

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    12/22

    b)Teori motivasi-higienis (dua faktor)Teori motivasi higienis dikembangkan oleh Frederick Herzberg berdasarkan

    penelitian tentang: Waktu kapan merasa puas terhadap pekerjaan. Dan mengapa mereka

    puas serta bagaimana pengaruhnya terhadap penampilan kerja. Dari hasil penelitian itu

    ia menarik kesimpulan bahwa ada 2 macam situasi yang berpengaruh terhadap setiap

    pekerjadalam pelaksanaan pekerjaan, (1)Pemuasan/motivator (2)Ketidakpuasan/higienis.

    Apabila digambarkan kedua factor tersebut adalah sebagai berikut:

    Jadi, factor yang menyebabkan factor senang atau tidak senang terhadap pekerjaan

    akan tergantung pada kondisi ekstrinsik yaitu keadaan pekerjaan yang menghasilkan

    ketidak puasan dikalangan pekerja jika kondisi tersebut tidak ada. Dan kondisi intrinsik

    isi pekerjaan yang apabila ada dalam pekerjaan tersebut akan menggerakkan tingkat

    motivasi yang kuat yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik dan sebaliknya.

    FAKTOR HIGIENIS FAKTOR MOTIVASI

    A.Kebijakan-Administrasi A.Prestasi

    B.Supervisi B.Pengukuhan hasil kerja

    C.Uang, status, rasa aman C.Pekerjaan menarik

    D.Hubungan antarmanusia D.Tanggung jawab

    E.Kondisi kerja E.Kemajuan

    Teori X (Tradisional) Teori Y (Potensial)

    1.Kebanyakan orang tidak suka kerja 1.Bekerja seperti halnya bermain adalah

    natural.

    2.Kebanyakan orang tidak

    mempunyai ambisi, tidak mempunyai

    tanggung jawab dan lebih suka diberi

    pengarahan.

    2.Kontrol terhadap diri sendiri merupakan

    suatu hal yang esensial dalam mencapai

    tujuan oraganisasi

    3.Kebanyakan orang tidak

    mempunyai kemampuan dalam

    memecahkan secara kreatif

    3.Kapasitas untuk memecahkan masalah

    secara kreatif terdapat pada sebagian besar

    orang

    4.Motivasi terjadi hanya pada 4.Motivasi terjadi pada tingkat social,

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    13/22

    c) Teor

    i X

    da

    n

    Teori Y

    Douglas Mc.Gregor berusaha menjelaskan bahwa sikap manager akan mempengaruhi

    motivasi anggota staffnya, sehingga ia akan berpengaruh pula terhadap produktivitasnya.

    Ada 2 macam pendekatan terhadap manusia kerja yaitu sikap dasar yang dilandasioleh

    teori X dan sikap dasar yang dilandasi oleh Y potensial. Perbedaan antara teori X dan

    teori Y diringkas oleh Hersey dan Blancard dalam bukunya yaitu sebagai berikut:

    d)Teori harapan ( Hope)Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Lewin dan ditetapkan secara khusu

    dalam teori motivasi oleh Vroom (Tilley,et.Al 1967) pada dasarnya teori ini

    mendasarkan pada dua asumsi:

    1.Manusia biasanya meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkan darihasil karyanya. Oleh karena itu ia mempunyai urutan kesenangan dari

    antara sekian hasil yang ia harapkan.

    2.Suatu usaha untuk menjelaskan tentang motivasi yang ada pada seseorangselain harus mempertimbangkan hasil yang dicapai, juga diperkembangkan

    keyakinan orang tersebut bahwa yang akan dikerjakan memberikan

    sumbangan terhadap tujuan yang diharapkan.

    Berdasarkan asumsi-asumsi diatas Vroom mengusulkan sesuatu tentang motivasiintensitas motif seseorang untuk melakukan sesuatu adalah fungsi nilai atau kegunaan

    dari setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi kegunaan sesuatu perbuatan

    dalam usaha tercapainya hasil tersebut.

    Rumusnya adalah sebagai berikut:

    tingkatan psikologik dan aman kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi

    diri selain pada tingkatan yang lebih rendah

    5.Kenyakan orang harus dikontrol

    secara ketat, dan sering harus dipaksa

    untuk mencapai tujuan organisasi

    5.Kebanyakan orang adalah kreatif dan

    selfdirected dalam pekerjaannya kalau cara

    memberikan motivasi tepat.

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    14/22

    M=E (H.N.) dimana M=Motivasi; E=Ekspektansi; H=Hasil; N=Nilai

    e)Teori motivasi prestasiDavid Mc. Clellandberpendapat bahwa organisasi-organisasi memberikan peluang-

    peluang kepada individu-individu untuk memuaskan, hal ini biasanya ditentukan oleh

    tiga kebutuhan yaitu:

    1.Kebutuhan akan prestasi (needachievement) yaitu kebutuhan yang ditentukan atas

    tingginya pada suatu tujuan yang akan dicapai dan harus terukur.

    2.Kebutuhan akan affilasi (needaffilation) yaitu kebutuhan kehangatan persahabatan

    serta hubungan antarpribadi

    3.Kebutuhan akan kekuasaan (need power) yaitu kebutuhan penguasaan dan

    manipulasi lingkungan.

    f)Teori lain yang mempengaruhi hipotesa harapan dari Smith dan CrannyMotivasi kerja dapat diterangkan dalam bentuk interaksi diantara tiga Variabel utama

    yaitu: Usaha (effort),kepuasan (statisfaction), dan imbalan (reward). Hubungan antara

    variable tersebut dapat kita lihat pada gambar 1.5.

    Imbalan

    Penampilan

    Kerja

    Usaha Kepuasan

    Gambar tersebut menjelaskan bahwa penampilan hanya mempengaruhi usaha, tetapi

    penampilan mempengaruhi kedua-duanya baik kepuasan maupun imbalan. Semua

    hubungan adalah dua jalur, hanya penampilan saja yang dipengaruhi satu jalur yaitu

    usaha.

    g)Model motivasi kerja Porter dan LaulerPortet dan Lawler membuat model motivasi kerja yang berdasarkan atas harapan. Hal

    ini dapat dilihat pada gambar 1.6

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    15/22

    Gambar tersebut menjelaskan hubungan antara sikap kerja yang di motivasis oleh

    imbalan yang memuaskan. Persepsi usaha yang dilator belakangi oleh kemampuan dan

    bakat seseorang serta perananya dalam pekerjaan sehingga menghasilkan cara kerja yang

    efektif untuk mencapai prestasi baik yang sifatnya atas inisiatif pribadi ataupun atas

    tindakan orang lain sehingga memperoleh imbalan yang layak dan akan memberikan

    kepuasan.

    Modelteorikerjaterpadu

    Contoh model motivasi keja yang di maksud disini adalah merupakan penggabungan

    dari dua arah gejala penting yaitu teori harapan dari teori kebutuhan khusus dan motivasi.

    Hal ini dapat digunakan sebagai usaha penyempuernaan dari berbagai motivasi krja yang

    mengandung berbagaji kelemahan dalam kepentingan organisasai. Model tiga tingkatan

    motivasi kerja dapat dillihat pada bagan berikut:

    Nilai

    Imbalan 1

    Usaha

    3

    Kamampuan

    Dan bakat

    Imbalan

    Intrinsik 7a

    Persepsi, imbalan

    Yang adil 8

    Persepsi usaha

    terhadap kemungkinan

    imbalan 2

    Persepsi

    Peranan

    Perwujudan

    Penampilan 6

    Kepuasan

    Imbalan

    Ekstrinsik 7b

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    16/22

    Model Motivasi Kerja Tiga Tingkat

    1. Kebutuhan individu (7) individu mempunyai bermacam macam kebutuhan psikologi yang berbeda beda. Kebutuhan yang lebih penting adalah suatu

    pencapaian ( perhatian bagi keutamaan ) , aflikasi ( hubungan perorangan),

    perhitungan ( hubungan social), kekuasaan ( pengaruh dan pengawasaan ),

    ketergantungan ( pelaksanaan), perluasaan dan lain lain.

    2. Motivasi kerja berkembang pada kekuataan yang diubah pada pola yangdinutuhkan dan kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi (12). Kekuataan asli

    Tujuan

    Keorganisasian (3)

    Iklim Motivasi (2)

    Penguatan

    Mekanis (4)

    Peranan interaksi

    motivasi (10)

    Kebutuhan

    (7)

    Penghargaan

    (6)

    Pandangan

    terhadap

    tujuan&menentuka

    n tujuan (8)

    Peranan

    penampilan

    perilaku

    (13)

    Motivisi

    penampilan

    kebutuhan

    kepercayaan12

    Motivasi

    kerja

    kepuasan

    (14)

    Peranan pengamatan

    penerimaan (11)

    Struktur

    Keorganisasian

    Kepribadian

    P

    E

    R

    A

    N

    A

    N

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    17/22

    dari bermacam macam kebutuhan dapat berubah seperti hasil interaksi dengan

    organisasi.

    3. Hasil akhir dari psikologis dari orang yang bekerja dalam organisasi adalahkepuasaan yang diperoleh dari kerja nya dan perannya. Dalam hal ini, juga

    motivasi kerja di devinisikan sebagai istilah kerja dan peranaan kepuasaan sejak

    motivasi ndi dalam organisasi penting pada tingkatan kedua ( 12) dan tingkatan

    kerja (14).

    Perkembangan ini terhadap kerja adalah mengatur isi keorganisasian dalam

    memainkan peranaan adalah sangat berarti. Implikasi pada contoh adalah motivasi

    kerja dapat dikembangkan dalam hubungan keorganisasian. Interaksi aantara individu

    dan organisasi mendukung perkembangan motivasi kerja. Interaksi ini memberikan

    tempat berikutnya pada peranan. Dengan implikasi peranan manusia menempati

    organisasi yang menggunakan satuan kerja atas permasalahan motivasi. Analisa

    motivasi kerja dalam organisasi bias bermanfaat untuk mengatur siasat kerja.

    Sebagian besar factor penting pada derajat keorganisasian merupakan iklim motivasi

    pada keorganisasian.

    h. Teori model motivasi kerja terpadu Robbin De Cenzo

    Ada tendensi untuk melihat mereka sendiri-sendiri, ini merupakan kesalahan fakta

    bahwa banyak sekali pandangan yang mendasari teori-teori tersebut merupakan

    pelengkap dan pemahaman anda mengenai bagaimana memotivasi orang

    dimaksimalkan bila anda dapat melihat bagaimana menggabungkan teori-teori

    tersebut. Bahkan menyajikan model yang memadukan mengenai apa yang kita tahu

    mengenai motivasi. Teori tersebut dapat digambarkan dalam bentuk bagan pada

    gambar 1.7.

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    18/22

    Bagan Memadukan Teori-Teori

    3.8 Jenis-Jenis Motivasi Positive Motivation

    Motivasi positif dapat berupa hadiah, yang diberikan kepada anggota kerjanya atas

    hasil kerja yang baik yang telah dikerjakanya.

    Negative MotivationMotivasi negative dapat berupa hukuman, yang diberikan kepada anggota kerjanya

    atas hasil yang kurang baik atau mengecewakan atasanya terhadap apa yang telah ia kerjakan

    (tugas yang diberikan oleh atasanya).

    nActh Tinggi

    Kemampuan

    Perbandingan Ekuitas

    Usaha

    Individu

    Penghargaan

    Organisasi

    Tujuan

    Individu

    Kriteria

    Evalusi

    Kinerja

    Kinerja

    Individu

    Sistem evaluasi

    kinerja yang

    objektif

    Reinforcement

    Penguatan

    Kebutuhan-

    kebutuhan

    Tujuan mengarahkan perilaku

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    19/22

    BAB IV

    PENUTUP

    4.1 SIMPULAN

    Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang

    individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas,

    arah, dan ketekunan.

    Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan dengan

    seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja

    yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan

    organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa

    lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

    Dan dalam kasus ini kami mengambil referensi dari tiga orang ahli dalam bidang

    motivasi yaitu :

    Abraham Maslow, dengan teorinya Hierarki kebutuhan bahwa semua motivasi terjadi

    sebagai reaksi atas persepsi seorang individu akan kebutuhan Fisiologikal, keamanan sosial,

    mendpatkan penghargaan dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri sendiri

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    20/22

    Fredrick Harzberg, motivasi berlandaskan kebutuhan, dicapainya bukan melalui observasi

    klinikal seperti halnya Maslow, tetapi dari riset lapangan yang mencakup 200 orang akuntan

    dari ahli teknik.

    David Mc. Clelland, organisasi-organisasi memberikan peluang-peluang kepada individu-

    individu untuk memuaskan Tiga macam kebutuhan tingkat tinggi, yaitu kebutuhan akan

    prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan afiliasi.

    LAMPIRAN

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    21/22

    BAB V

    DAFTAR PUSTAKA

    Handoko T. Hani. 1984, Manajemen Edisi 2. BPFE. Yogyakarta.

    www.wikipedia.com

    www.wikibooks.com

    www.google.com

    www.ebook.com

    .

  • 8/8/2019 MAKALAH jadi deh

    22/22