MAKALAH JADI

  • View
    215

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

nb

Text of MAKALAH JADI

MAKALAH ASKEP SISTEM PENCERNAAN (DEWASA)GASTROENTRITIS

Dosen Pembimbing : Sholihatul Maghfirah, S.Kep.,Ns.,M.Kes

Kelompok 3

NIMNamaKelas

14631410Wulan Fitri RahayuS1 A Kep.

14631414Zeny SusantiS1 A Kep.

14631420YuniFitriaS1 A Kep.

14631421Yuyun KaruniawatiS1 A Kep.

14631431SawitriS1 A Kep.

14631432Nefri Arshinta DewiS1 A Kep.

14631435Arlina Rahma HS1 A Kep

Prodi S1 KeperawatanFakultas Ilmu KesehatanUniversitas Muhammadiyah Ponorogo2016KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah dengan judul Gastroentritis sesuai dengan waktu yang sudah disediakan.Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Keperawatan Sistem Pencernaan (Dewasa) yang dibimbing oleh Sholihatul Maghfirah, S.Kep.,Ns.,M.Kes Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:1. Siti Munawaroh, S.Kep.Ns, M.Kep., selaku Dekan FIK Unmuh Ponorogo; 1. Lina Ema Purwanti, S.Kep,Ns, M.Kep., selaku Kaprodi S-1 Keperawatan;1. Sholihatul Maghfirah, S.Kep.,Ns.,M.Kes., selaku dosen pembimbing mata kuliah ini yang telah memberikan arahan serta masukan;1. Pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, yang telah memberikan dukungan moral maupun material.Saya menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

Ponorogo, Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 KONSEP PENYAKIT

1.1 Definisi

1.2 Etiologi

1.3 klasifikasi

1.4 Manifestasi Klinis

1.5 Patofisiologi

1.6 pohon masalah/ WOC

1.7 Penatalaksanaan

BAB 2 KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

2.1 Pengkajian

2.2 Diagnosa Keperawatan

2.3 Intervenai Keperawatan

BAB 3 CASE STUDY

3.1. Deskripsi Kasus

3.2. Pengkajian

3.3. Diagnosa Keperawatan

3.4. Intervenai Keperawatan

3.5. Implementasi Keperawatan

3.6. Evaluasi Keperawatan

BAB 4 PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1KONSEP DASAR PENYAKIT

1.1 DEFINISIGastroenteritis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya muntah dan diare yang diakibatkan oleh infeksi, alergi tidak toleran terhadap makanan tertentu atau mencerna toxin. (tucker, Martin S 1999). Gastroenteritis adalah inflamasi membrane mukosa lambung dan usus halus yang ditandai dengan muntah-muntah dan diare yang berakibat kehilangan cairan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gejala keseimbangan elektrolit. (Cecyly, Betz.2002)

Gastroenteritis adalah radang dari lambung keusus yang memberikan gejala diare dengan disetai muntah atau tanpa muntah ataupun dengan muntah besar.(Manjoer, Arief. 2000). Gastroentritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus besar dengan berbagai kondisi patologis dari saluran gastrointestinal dengan manifestasi diare atau disertai muntah serta ketidaknyamanan abdomen.

Jadi data diatas bahwa gastroenteritis adalah suatu keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses encer, feses dengan kandungan banyak airdan feses bisa disertai dengan darah atau lendir.

1.2 ETIOLOGIFaktor penyebab diare adalah :1. Faktor infeksi0. Infeksi internal : infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, meliputi infeksi internal sebagaiberikut:0. Infeksi bakteri : vibrio, ecoly, salmonella shigella, capylabactor, yersinia aoromonas dan sebagainya.0. Infeksi virus : entero virus (v.echo, coxsacria, poliomyelitis)0. Infeksi parasit : cacing (ascaris, tricuris, oxyuris, srongyloidis, protozoa, jamur)0. Infeksi parenteral : infeksi diluar alat pencernaan, seperti : OMA, tonsillitis, bronkopnemonia, easefalitis, dan lainnya.1. Faktor malabsorbsi :1. Malabsorbsi karbohidrat1. Malabsorbsi lemak1. Malabsorbsi protein1. Faktor makanan, makanan basi atau beracun1. Faktor psikologis rasa takut dan cemas (Mansjoer arief, 2000)1. Obat-obatan (Thielman, 2004)

1.3 KLASFIKASIGastroenteritis (diare) dapat di klasifikasi berdasarkan beberapa factor:1. Berdasarkan lama waktu :a. Akut : berlangsung < 5 harib. Persisten : berlangsung 15-30 haric. Kronik : berlangsung > 30 hari2. Berdasarkan mekanisme patofisiologika. Osmotik, peningkatan osmolaritas intraluminerb. Sekretorik, peningkatan sekresi cairan dan elektrolit3. Berdasarkan derajatnyaa. Diare tanpa dihindrasib. Diare dengan dehidrasi ringan/sedangc. Diare dengan dehidrasi berat4. Berdasarkan penyebab infeksi atau tidaka. Infektifb. Non infeksif

1.4 MANIFESTASI KLINIS1. Konsistensi feces cair (diare) dan frekuensi defekasi semakin sering2. Muntah/mual3. Demam 4. Kram abdomen, tenesmus5. Membrane mukosa kering6. Fontanel cekung ( bayi )7. Anoreksia8. Anus terdapat lesi9. Dehidrasi 10. Berat badan menurun11. Malaise (Cecyly, Betz.2002).

1.5 PATOFISIOLOGIGastroenteritis bisa disebabkan oleh 4 hal, yaitu faktor infeksi (bakteri, virus, parasit), faktor malabsorbsi dan faktor makanan dan faktor makanan dan faktor psikologis. Diare karena infeksi seperti bakteri, berawal dari makanan atau minuman yang masuk kedalam tubuh manusia. Bakteri tertelan masuk sampai lambung, yang kemudian bakteri dibunuh oleh asan lambung. Namun jumlah bakteri terlalu banyak maka, ada yang beberapa lolos sampai keduodenum dan berkembang biak. Pada kebanyakan kasus gastroenteritis, orga tubuh yang diserang adalah usus. Didalam usus tersebut bakteri akan memproduksi enzim yang akan mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan usus, sehingga bakteri dapat masuk kedalam membran epitel, dimembran ini bakteri mengeluarkan toksik yang merangsang sekresi cairan-cairan usus dibagian cripta villi dan menghambat absorbsi cairan. Sebagian akibat dari

keadaan ini volume cairan didalam lumen usus meningkat yang mengakibatkan dinding usus menggembung dan tegang sebagian dinding usus akan mengadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas untuk mengalirkan cairan diusus besar. Apabila jumlah cairan tersebut melebihi kapasitas absorbsi usus maka akan terjadi diare.

Diare yang diakibatkan malabsorbsi makanan akan menyebabkan makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. Tertelannya makanan yang beracun juga dapat menyebabkan diare karena akan mengganggu motilitas usus. Iritasi mukosa usus mengakibatkan hiperperistaltik sehingga terjadi berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehinggan timbul diare. Sebaliknya jika peristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan, selanjutnya timbul diare pula.

Adanya iritasi mukosa usus dan peningkatan volume cairan dirongga usus menyebabkan klien mengeluh abdomen terasa sakit. Selain karena 2 hal itu, nyeri abdomen atau kram timbul karena metabolisme karbohidrat oleh bakteri diusus yang menghasilkan gas H2 dan C02 yang menimbulkan kembung dan flatus berlebihan. Biasanya pada keadaan ini klien akan merasa mual bahkan muntah serta nafsu makannya menurun. Karena terjadi ketidakseimbangan asam-basa dan elektrolit. Bila keadaan ini terus berlanjut dan klien tidak mau makan maka, akan menimbulkan gangguan nutrisi sehingga klien lemas.

Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan akan menyebabkan klien terjatuh dalam keadaan dehidrasi. Yang ditandai dengan berat badan menurun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun bisa jadi cekung (pada bayi), selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. Tubuh yang kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan membuat cairan ekstraseluler dan intraseluler menurun. Dimana selain air, tubuh juga kehilangan Na, K dan Ion Karbonat. Bila keadaan ini berlanjut terus, maka volume darah juga berkurang. Tubuh mengalami gangguan sirkulasi, perfusi jaringan terganggu dan akhirnya dapat menyebabkan syok hipovolemik dengan gejala denyut jantung meningkat, nadi cepat tapi kecil, tekanan darah menurun klien sangat lemah kesadaran menurun. Akibat lain dari kehilangancairan ekstrasel dan intrasel yang berlebihan, tubuh akan mengalami asidosis metabolik dimana klien akan tampak pucat dengan pernapasan yang cepat dan dalam (pernapasan kussamul).

Faktor psikologis juga dapat menyebabkan diare. Karena faktor psikologis (stres, marah, takut) dapat merangsang kelenjar adrenalin dibawah pengendalian siste, pernapasan simpatis untuk merangsang pengeluaran hormon yang kerjanya mengatur metabolisme tubuh. Sehingga bila terjadi stres maka, metabolisme akan terjadi peningkatan dalam bentuk peningkatan mortalitas usus. (Ngastiah, 2005 ; Syaifuddin, 1999 ; Barbara C Long, 1999).

1.6 POHON MASALAH/WOC

Infeksimalabsorbsimakanan

kuman masuk & tekanan osmotik meningkat toksin tidak dapat berkembang dalam ususdiabsorbsipergeseran air & elektrolit ketoksin dalam dinding usus halusrongga usus hiperperistaltikhipersekresi air &elektrolit ususisi rongga usus meningkatkemampuan meningkat absorbsi menurundiarediare

BAB sering dengan konsistensi encerinflamasi saluran pencernaan

Kulit disekitar cairan yang frekwensi defekasi agen pirogenik mual & muntahAnus lecet & iritasi keluar banyak BAB encer atau dengan darah suhu tubuh anoreksiaKemerahan & gatal dehidrasimeningkatResiko kerusakan integritas kulitdiareKetidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhKekurangan volume cairanhipotermiaKet