Makalah jadi

  • View
    1.862

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makalah jadi

laluhudha@yahoo.com 1KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

Daftar IsiI. A. B. C. II. A. 1. 2. B. 1. 2. 3. C. D. 1. 2. 3. Pendahuluan ...............................................................................................................2 Latar Belakang ........................................................................................................2 Rumusan Masalah ..................................................................................................3 Tujuan ....................................................................................................................3 Pembahasan................................................................................................................4 Koreksi Pasang Surut (Tidal Correction) ...............................................................4 Yang menyebabkan dilakukannya koreksi pasang surut ....................................4 Cara melakukan koreksi pasang surut ................................................................5 Koreksi Medan (Terrain Correction) .....................................................................9 Yang menyebabkan dilakukannya koreksi medan ..............................................9 Perbedaan Antara Koreksi Bouguer dan Koreksi Medan .................................10 Cara melakukan Koreksi Medan ......................................................................11 Anomali Percepatan Gravitasi ..............................................................................15 Ambiguitas Dalam Interpretasi .............................................................................16 Yang menyebabkan terjadinya ambiguitas dalam interpretasi ..........................16 Metode yang digunakan dalam interpretasi ......................................................16 Mengukur anomali gravitasi untuk simple bodie ..............................................18

Penutup ...........................................................................................................................27 Kesimpulan .................................................................................................................27 Saran ...........................................................................................................................27 Daftar Pustaka ...............................................................................................................28 LAMPIRAN I ..................................................................................................................29 LAMPIRAN II .................................................................................................................36

laluhudha@yahoo.com 2KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

I.

Pendahuluan

A. Latar BelakangDalam survey gravity yang dilakukan pada suatu titik, data yang didapatkan merupakan data mentah yang masih dipengaruhi oleh banyak faktor diluar faktor parameter target yang disurvey. Faktor-faktor ini diantaranya adalah pengaruh letak titik pengamatan(latitude), pengaruh topografi yang ada di sekitar titik pengamatan, pengaruh gaya gravitasi dari luar bumi seperti bulan dan matahari, pengaruh alat, pengaruh lintang, dan lain-lain yang menyebabkan perubahan nilai gravitasi sebenarnya dari target yang dicari nilai gravitasinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan koreksi terhadap data yang didapatkan yang meliputi koreksi drift, koreksi pasang surut, koreksi medan (Terrain correction), koreksi udara bebas, koreksi bouguer, dan koreksi yang diakibatkan letak lintang. Pada makalah ini akan dibahas dua jenis koreksi yaitu koreksi pasang surut dan koreksi medan. Latar belakang dilakukannya koreksi pasang surut karena data gravity yang didapatkan masih dipengaruhi oleh efek pasang surut akibat gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi sehingga perlu dilakukan koreksi untuk mereduksi pengaruh ini. Sedangkan koreksi medan dilakukan untuk mengkoreksi adanya pengaruh penyebaran massa yang tidak teratur di sekitar titik pengukuran. Setelah dilakukan koreksi-koreksi terhadap data percepatan gravitasi hasil pengukuran seperti yang disebutkan di atas maka diperoleh anomali percepatan gravitasi (anomali gravitasi Bouguer lengkap). Data inilah yang digunakan dalam pengolahan dan interpretasi data. Dengan menggunakan formula green maka didapatkan korelasi antara percepatan gravitasi dengan densitas batuan yang diamati. Interpretasi anomali gayaberat memberikan hasil yang tidak unik yaitu untuk satu penampang anomali gayaberat dapat memberikan hasil yang bermacam-macam( sifat ambiguity). Untuk mengurangi ambiguitas dari hasil interpretasi anomaly gayaberat maka dikembangkan beberapaanalisa seperti : penentuan kedalaman benda dengan analisa panjang gelombang, penurunan

laluhudha@yahoo.com 3KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

kedalaman maksimum, analisa frekuensi, teknik gradient vertical, teknik gradient horizontal dan lain-lain.

B. Rumusan MasalahHal-hal yang akan dibahas pada makalah ini antara lain adalah: 1. Pengertian koreksi pasang surut (Tidal Correction) dan koreksi medan (Terrain Correction) dan penyebabnya. 2. Pengertian anomali percepatan gravitasi. 3. Pengertian ambiguitas dalam interpretasi data gravity dan cara menanggulanginya.

C. TujuanSesuai dengan rumusan masalah di atas, maka pembuatan makalah ini bertujuan untuk :1. Mengetahui tentang koreksi pasang surut dan cara melakukan, serta

penyebab dilakukan koreksi ini.2. Mengetahui tentang koreksi medan dan cara melakukan, serta penyebab

dilakukan koreksi ini.3. Mengetahui tentang anomali percepatan gravitasi dan cara mendapatkannya. 4. Mengetahui tentang ambiguitas dalam interpretasi data gravity dan cara mengatasinya.

laluhudha@yahoo.com 4KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

II.

Pembahasan

A. Koreksi Pasang Surut (Tidal Correction)1. Yang menyebabkan dilakukannya koreksi pasang surut

Efek pasang surut menyebabkan perubahan hasil pengamatan percepatan gravitasi yang disebabkan oleh interaksi gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi maupun terhadap gravitymeter. Efek ini menyebabkan variasi percepatan gravitasi yang bergantung waktu sehingga termasuk ke dalam koreksi Temporal Based Variation Sebagaimana pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari menyebabkan perubahan bentuk permukaan air laut, hal itu juga menyebabkan berubahnya bentuk bumi (earth distortion). Karena batuan memberikan gaya eksternal lebih kecil dibandingkan air, besarnya distorsi bumi dibawah pengaruh gaya eksternal lebih kecil dibandingkan besarnya distorsi air laut. Besarnya distorsi air laut akibat efek pasang surut ini terukur dalam meter, sedangkan besarnya distorsi bumi terukur dalam sentimeter. Distorsi ini menyebabkan perubahan percepatan gravitasi dikarenakan perubahan bentuk bumi, sehingga jarak gravitymeter terhadap pusat bumi berubah (percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadarat jarak). Distorsi bumi bervariasi untuk setiap lokasi, dan variasi percepatan gravitasi akibat efek pasang surut ini bisa mencapai 0,2 mgal. Karena posisi bumi dan matahari terhadap bumi selalu berubah dalam periode tertentu, maka variasi perceptan gravitasi yang terukur bergantung terhadap waktu (Temporal Based Variations) Di bawah ini ditunjukkan variasi percepatan gravitasi di satu titik pengamatan tepatnya di Tulsa, Oklahoma, USA.

laluhudha@yahoo.com 5KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

Gambar 1.1Variasi percepatan gravitasi di Tulsa Oklahoma USA1 Variasi hasil pengukuran percepatan gravitasi ini selain disebabkan oleh distorsi bumi akibat efek pasang surut, juga disebabkan oleh interaksi antara bumi dan bulan dengan gravitimeter karena gravitimeter memiliki sensitivitas yang tinggi. Karena variasi percepatan gravitasi yang terukur akibat pasang surut ini relatif lambat, maka sering kali dimasukkan dalam koreksi drift.2 2. Cara melakukan koreksi pasang surut Untuk menghilangkan pengaruh dari efek pasang surut tersebut maka data gravity yang diperoleh perlu dilakukan koreksi yang dalam hal ini adalah koreksi pasang surut (Tidal Correction). Ada beberapa metode yang digunakan untuk melakukan koreksi ini, diantaranya adalah dengan menggunakan tabel khusus yang telah tersedia dan diterbitkan setiap tahun. Dalam tabel tersebut tertera nilai pasang surut untuk setiap waktu, dengan interval tertentu sesuai kebutuhan. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan metode numerik yang sudah diintegrasikan dalam suatu program komputer untuk setiap waktu dan tempat tertentu.3 Persamaan yang digunakan untuk menghitung percepatan pasang-surut yang dihasilkan akibat bulan dan matahari, sebagaimana mereka berinteraksi pada1 2

Wolf, A. Tidal Force Observations, Geophysics, V, 317-320, 1940 R. E. Sheriff. Encyclopedic Dictionary of Exploration Geophysics. Society of Exploration Geophysics. USA 3 Handipandoyo, Sasongko, M.Sc. 2004. In House Training gravity. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklat Migas). Cepu

laluhudha@yahoo.com 6KOREKSI DAN INTERPRETASI DATA GRAVITY

setiap titik di bumi sebagai fungsi waktu, sudah diperkenalkan oleh Longman (1959). Formula longman diprogram pada digital komputer. Longman memperoleh persamaan untuk menentukan atraksi vertikal yang dihasilkan oleh bulan dan matahari yaitu: (1.1) (1.2) Besarnya perubahan ini bervariasi terhadap lintang, waktu bulanan, waktu tahunan. Titik survey diuraikan dalam posisi geografik yang meliputi latitude dan longitude serta radius bumi, dan elevasi. Dalam persamaan di atas (Dgr)m merupakan amplitudo perubahan data gravity akibat interaksi bulan dan bumi, sedangkan (Dgr)s akibat interaksi matahari, G adalah konstanta gravitasi, m massa bulan, r menyatakan elevasi, ym dan ys masing-masing menyatakan sudut zenith bulan dan sudut zenith matahari. Untuk menmahami makna sudut zenith ini, maka digunakan gambar di bawah ini: