of 39 /39
TUGAS MAKALAH KEPERAWATAN GERONTIK “SENAM OTAK DAN TERAPI TAWA” Instruktur : Anggi Napida Angraini S,kep Ns MMR Disusun oleh : Nama : Eka Melia Fitriani Desi Nim : 04.11.2773 Kelas : A/KP/VI KONSENTRASI INTENSIVE CARE UNIT PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN 1

Makalah Gerontik

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perawatan gerontik

Citation preview

TUGASMAKALAH KEPERAWATAN GERONTIKSENAM OTAK DAN TERAPI TAWA

Instruktur : Anggi Napida Angraini S,kep Ns MMR

Disusun oleh :

Nama: Eka Melia Fitriani DesiNim: 04.11.2773Kelas: A/KP/VI

KONSENTRASI INTENSIVE CARE UNITPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANSURYA GLOBALYOGYAKARTA2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Senam Otak dan Terapi Tawa. Makalah ini di buat untuk mengetahui, dan memperdalam tentang fakta dan berbagai manfaat yang terdapat dalam Senam Otak dan Terapi Tawa. Selain itu makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Praktikum Keperawatan Gerontik. Harapan saya semoga makalah ini, bermanfaat bagi teman-teman semua, dalam mengetahui dan memperluas wawasan dari manfaat . Makalah yang saya buat, tentunya banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari teman-teman sangat saya harapkan. Agar kedepannya lebih baik lagi, dalam membuat makalah .

Yogyakarta ,Mei 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUAN1A. Latar Belakang1B. Tujuan4BAB II PEMBAHASAN5A. Pengertiaan5B. Manfaat6C. Tahapan9D. Gerakan10BAB III PENUTUP22A. Kesimpulan 22B. Saran22DAFTAR PUSTAKA23

BAB IPENDAHULUAN

A.Latar BelakangKeberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, dalam bidang kesehatan dampak positif tersebut terlihat dari peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH). Meningkatnya UHH menyebabkan peningkatan jumlah penduduk lansia setiap tahunnya (Gitahafas, 2011). Jumlah populasi Lansiadi dunia diperkirakan hampir mencapai 2 juta orang pada tahun 2005 dan diproyeksikan menjadi 2 milyar pada tahun 2050. Jumlah lansia di Indonesia pada kurun waktu 1990-2025 sebesar 414%, dari 11.275.557 jiwa meningkat sebesar 46.680.806 jiwa (Darmono & Martono, 2010). Data jumlah lansia di Provinsi Bali tahun 2012 jumlah lansia di Provinsi Bali sekitar 680.114 jiwa. Jumlah Lansia di Kota Denpasar sekitar 33.153 jiwa, sedangkan lansia di Banjar Tanguntiti, Desa Tonja, Denpasar Utara sebanyak 50 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2012).Menua merupakan proses yang terus menerus berlanjut secara alamiah. Permasalahan yang sering dihadapi lansia seiring dengan berjalannya waktu, akan terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh. Penurunan fungsi ini disebabkan karena berkurangnya jumlah sel secara anatomis serta berkurangnya aktivitas, asupan nutrisi yang kurang, polusi dan radikal bebas, hal tersebut mengakibatkan semua organ pada proses menua akan mengalami perubahan struktural dan fisiologis, begitu juga otak (Bandiyah, 2009). Otak akan mengalami perubahan fungsi kognitif yaitu kesulitan di dalam mengingat kembali, berkurangnya kemampuan di dalam mengambil keputusan dan bertindak lebih lamban. Meskipun gejala penurunan otak ini merupakan hal yang dianggap sebagai suatu keadaan yang fisiologi, namun penurunan fungsi otak yang berhubungan dengan gangguan kognitif pada manusia lansia ini menyebabkan menurunnya kemampuan memori atau daya ingat (Sarwono, 2010).Penurunan kemampuan memori atau daya ingat berhubungan dengan penurunan fungsi belahan kanan otak yang berlangsungnya lebih cepat daripada yang kiri hal ini disebabkan karena kebanyakan orang hanya menggunakan otak kiri saja dan jarang menggunakan otak kanan. Padahal untuk mencapai fungsi otak yang maksimal, kerja otak kanan maupun kiri harus seimbang. Para lansia mengalami penurunan berupa kemunduran daya ingat visual (misalnya, mudah lupa wajah orang), sulit berkonsentrasi, cepat beralih perhatian. Juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berlari, mengetuk jari, kelambanan dalam persepsi sensoris serta dalam reaksi tugas kompleks. Sifat gangguan ini sangat individual, tidak sama tingkatnya satu orang dengan orang lain (Sulianti, 2010).Terjadi penurunan daya ingat yang masih wajar pada beberapa lansia disebut sebagai sifat pelupa keadaan ini tidak menyebabkan gangguan pada aktifitas hidup sehari-hari, biasanya dikenali oleh keluarga atau teman karena sering mengulang pertanyaan yang sama atau lupa kejadian yang baru terjadi. Perlu observasi beberapa bulan untuk membedakannya dengan demensia yang sebenarnya. Bila gangguan daya ingat bertambah progresif disertai gangguan intelektual yang lain maka kemungkinan besar diagnosis demensia dapat ditegakkan (Sulianti, 2010).Kondisi yang dihadapi lansia merupakan gangguan daya ingat atau gangguan memori ringan yang dapat digolongkan sebagai sindrom predemensia dan dapat berkembang menjadi demensia. World Alzheimer Reports mencatat demensia akan menjadi krisis kesehatan terbesar di abad ini yang jumlah penderitanya terus bertambah. Data WHO tahun 2010 menunjukkan, di tahun 2010 jumlah penduduk dunia yang terkena demensia sebanyak 36 juta orang. Jumlah penderitanya diprediksi akan melonjak dua kali lipat di tahun 2030 sebanyak 66 juta orang (Gustia, 2010). Jumlah penyandang demensia di Indonesia hampir satu juta orang pada tahun 2011 (Gitahafas, 2011).Gangguan daya ingat pada lansia yang bisa berkembang menjadi demensia, dapat mengakibatkan lansia mengalami gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari ( makan, minum, berpakaian, BAB/BAK, dan lain sebagainya), adanya perubahan emosi dan tingkah laku. Lansia dengan demensia akan mengalami ketergantungan di dalam menjalankan semua aktivitasnya karena dia dibantu oleh orang lain, maka untuk itu perlu adanya metode-metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan memori dengan cara meningkatkan stimulasi otak, kegiatan seperti membaca, menonton televisi sebaiknya di jadikan sebuah kebiasaan hal ini bertujuan agar otak tidak beristirahat secara terus menerus. (Bandiyah, 2009). Salah satu upaya untuk mencegah gangguan daya ingat berkembang menjadi dimensia,, yaitu dengan melakukan gerakan atau latihan fisik. Seseorang bukannya tidak mau bergerak karena tua, tapi menjadi tua karena tidak mau bergerak. Secara umum, terdapat dua macam latihan yang dapat meningkatkan potensi kerja otak yakni meningkatkan kebugaran secara umum dan melakukan senam otak (brain gym). yaitu kegiatan yang merangsang intelektual yang bertujuan untuk mempertahankan kesehatan otak dengan melakukan gerak badan (Markam, 2006).Latihan senam otak dipelopori oleh Dennison dan dibuat dalam bentuk Edu-K (Educational Kinesiology). Awal mula senam otak ini dulunya memang hanya dilakukan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus atau anak-anak yang mengalami kesulitan di dalam konsentrasi dan belajar, namun akhirnya senam otak ini lebih dikembangkan tanpa membedakan usia, mengingat semua orang ingin mempunyai kesempatan belajar tanpa memandang batas usia. Di dalam Brain Gym (senam otak) mengajarkan gerakan-gerakan yang mudah diingat dan dilakukan serta dapat membantu banyak orang, muda, atau tua untuk mengoptimalkan kemampuan belajarnya (Dennison, 2008 ).Senam otak mempunyai perinsip dasar agar otak tetap bugar dan mencegah kepikunan serta mempunyai tujuan utama untuk mempertahankan kesehatan otak dengan melakukan gerakan badan. Melakukan senam otak diharapkan fungsi kognitif pada lansia dapat lebih baik. Mekanisme yang menjelaskan hubungan antara aktifitas fisik dengan fungsi kognitif yaitu aktifitas fisik menjaga dan mengatur vaskularisasi ke otak dengan menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar lipoprotein, meningkatkan produksi endhotelial nitric oxide dan menjamin perfusi jaringan otak yang kuat, efek langsung terhadap otak yaitu memelihara sruktur saraf dan meningkatkan perluasan serabut saraf, sinap-sinap dan kapilaris (Markam, 2006). Latihan senam otak akan dapat membantu menyeimbangkan fungsi otak. Baik itu otak kanan dan otak kiri (dimensi lateralitas), otak belakang/ batang otak dan otak depan/frontal lobes (dimensi pemfokusan) serta sistem limbis (misbrain) dan otak besar/cerebral cortex (dimensi pemusatan), dalam senam otak terdapat gerakan-gerakan terkoordinasi yang dapat menstimulasi kerja otak sehingga lebih aktif (Dennison, 2008).Penelitian selama 10 tahun pada pria lansia berdasarkan data dari Finlandia, Italia dan Belanda oleh Gelder (2004) tentang hubungan aktifitas fisik dengan penurunan kognitif. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penurunan intensitas dan durasi aktifitas akan mempercepat proses penurunan fungsi kognitif. Tilarso (2007) menyatakan pelatihan dengan frekuensi tiga kali seminggu adalah sesuai untuk lansia akan menghasilkan peningkatan yang berarti bagi lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, selain melatih otak perlu melaksanakan olahraga secara rutin untuk mempertahankan kebugaran jasmani, memelihara serta mempertahankan kesehatan di hari tua.Humor adalah sesuatu yang lucu, yang dapat menggelikan hati atau yang dapat menimbulkan kejenakaan atau kelucuan. Orang yang memiiki rasa humor yang tinggi, yakni orang yang mudah tersenyum atau tertawa bila mendengar sesuatu yang humoris disebut seorang humoris. Seseorang yang sedang tertawa ternyata tak hanya mengungkapkan perasaan bahagia, namun juga membuat tubuh menjadi lebih sehat karena Tertawa merupakan kunci untuk mendapatkan hidup yang bahagia serta fisik yang kuat . Manfaat tertawa sangatlah banyak dan hampir semuanya berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh dan emosional. Hidup tertawa sangat terkait dengan hidup sehat. Meskipun tidak semuanya yang tertawa jiwanya sehat. Tetapi, untuk menyehatkan jiwa orang perlu tertawa. Sebagaimana ketika orang hendak menyehatkan raganya maka dia membutuhkan olahraga. Tawa termasuk olahraga sekaligus olah jiwa. Kesehatan merupakan sesuatu yang mahal, baik kesehatan jiwa maupun kesehatan raga. Orang dikatakan sehat kalau memang kedua dimensi manusia yakni jiwa dan raganya sama-sama sehat. Kalau ada orang yang fisiknya kuat, kekar dan gagah, tetapi kalau pikiran dan jiwanya miring 90 derajat jelas bukan termasuk orang sehat Begitu juga ketika ada orang jiwanya sehat tetapi fisiknya lumpuh, secara ideal juga bukan sehat, minimal ia dikatakan cacat. Maka kesehatan fisik dan jiwa ini sangat terkait. Al-'aqlussalim fil jismissaliim (akal yang sehat terdapat pada diri yang sehat).B. TUJUANTujuan dari makalah tentang Senam Otak dan Terapi Tawa ini adalah : untuk mengetahui pengaruh latihan senam otak (Brain Gym) terhadap daya ingat lansia untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya tertawa di dalam kehidupan, serta mengungkapkan fakta yang terkandung di dalam tertawa .

BAB IIPEMBAHASAN

E. Pengertiaan

Senam otak merupakan sebuah senam yang tujuan utamanya untuk mempertahankan kesehatan otak dengan cara melakukan gerakan badan. Dengan melakukan senam otak dapat memicu otak agar tidak kehilangan daya intelektual serta awareness-nya. Senam otak ini dapat memulihkan kembali kondisi orang yang pelupa karena pada dasarnya pusat-pusat sistem kewaspadaan atau reticulo activating system yang terdapat pada batang otak bisa diaktifkan lagi. Seperti layaknya senam - senam yang lain, sebaiknya senam otak dilakukan secara rutin, minimal 3 kali dalam seminggu sehingga hasilnya bisa segera terlihat.Senam otak sendiri termasuk jenis senam ringan yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk kaum lansia. Gerakan pada senam otak juga merupakan gerakan menyilang dengan tujuan supaya terjadi harmonisasi serta optimalisasi kinerja otak kanan dan otak kiri. Dengan melakukan senam otak, suplai darah, oksigen, dan energi akan lancar sampai ke otak serta bisa memenuhi kebutuhan otak sehingga secara jangka panjang struktur otak dapat terpelihara secara optimal.Terapi Tawa merupakan metode terapi dengan menggunakan humor dan tawa dalam rangka membantu individu menyelesaikan masalah mereka, baik dalam bentuk gangguan fisik maupun gangguan mental Penggunaan tawa dalam terapi akan menghasilkan perasan lega pada individu. Ini disebabkan tawa secara alami menghasilkan pereda stres dan rasa sakit. Pemberian stimulasi humor dalam pelaksanaan terapi diperlukan karena beberapa orang mengalami kesulitan untuk memulai tertawa tanpa adanya alasan yang jelas. Stimulasi humor yang dimaksud dapat diberikan dalam bentuk berbagai media, seperti VCD, notes, badut, dan komik. Apabila humor diberikan sebagai satu-satunya stimulus untuk menghasilkan tawa dalam setting terapi akan disebut sebagai terapi humor, namun jika dikombinasikan dengan hal-hal lain dalam rangka untuk menciptakan tawa alami (misalnya dengan yoga atau meditasi) akan disebut sebagai terapi tawa.

F. Manfaat Manfaat Senam Otak (Brain Gym)Pada umumnya orang yang menggunakan tangan kanan, sebenarnya ia mengaktifkan fungsi belahan otak kiri, yang akan dibarengi oleh aktifitas tubuh bagian kanan atau yang berorientasi pada bagian kanan. Ketika belahan otak kanan berfungsi (berhubungan denngan gambar atau tugas-tugas yang berhubungan dengan ruang), maka akan dibarengi oleh aktivitas tubuh bagian kiri hal tersebut memberikan gambaran adanya koneksi atau hubungan antara belahan otak kiri dengan tubuh bagian kanan, dan belahan otak kanan dengan tubuh bagian kiri. Agar otak anak anda berfungsi secara optimal, serta kedua belahan otak sama-sama berfungsi, maka perlu dibiasakan utuk menggerakan kedua bagian tubuh anak anda. misalnya, ia tidak selalu menulis dengan tangan kanan, dan sama sekali tidak memberikan latihan kepada kiri untuk beraktifitas.Menggerakan seluruh anggota tubuh, baik pada bagian kanan maupun kiri, akan terasa mudah apabila dilakukan dalam kontek berolahraga. Senam, misalnya dapat merangsang seluruh bagian tubuh untuk bergerak, dan hal ini sangat naik bagi otak karena merangsang fungsi kedua belahan otak, yakni otak kiri dan kanan.Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan Setelah lakukan senam otak, diharapkan potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anakpun menjadi maksimalSenam otak bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan yang berupa robot, boneka, bola, balon, atau apa pun yang sesuai dengan usia anak. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa gerakan yang dilakukan oleh anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan kiriSenam otak sangat baik dilakukan pada awal pembelajaran, yang berguna membuka titik-titik positif belajar. Setelah belajar, senam otak juga bisa dilakukan kembali untuk bias membuat santai/rileks akibat proses pembelajaran yangmelelahkan/mengangkang/membutuhkan konsentrasi tinggi. senam otak dapat pula berfungsi meredakan dan mengurangi stres.senam otak tidak hanya diperuntukan bagi orang yang berusia lanjut akan tetapi senam otak juga diperluka oleh ibu hamil karena dapat membantu meredakan ketegangan, menyiapkan otot-otot saat kelahiran ataupun berefek relaksasi ketika persalinan. senam otak juga penting bagi bayi anak yang berusia di bawah 3 tahun, ataupun usia persekolah. orang yang sering merasa was-was dan stres juga sangat baik melakukan senam otak. Senam otak juga bisa dilakukan oleh anak anda untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Di dalam tubuh ada banyak otot yang berhubungan langsung dengan otak. Intinya senam otak adalah melakukan serangkaian gerak otot yang bisa menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Sehingga, logika maupun kreativitas anak menjadi seimbang, dapat membangun kepercayaan diri, serta berpengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi, meningkatkan fokus, daya ingat, serta mengendalikan emosi anak selain manfaat-manfaat senam otak di atas ada lagi manfaat lain dari senam otak diantaranya adalah terhidar dari rasa setres, merasa lebih awet muda, dapat menyikapi permasalahan dengan lebih tenang, bugar, sehat, fit, menunda kedatangan menopause, sarana untuk mencegah dan memudahkan penyembuhan terhadap penyakit. Manfaat Terapi TertawaMerangsang mood, memperbaiki fungsi otak, melindungi jantung, merapatkan hubungan dengan orang lain, melegakan perasaan, tertawa nampak akan mengurangi tingkat stress tertentu dan menumbuhkan hormon. Hormon stress akan menekan sistem kekebalan, sehingga meningkatkan jumlah platelet (sesuatu yang dapat menyebabkan gangguan dalam arteri) dan meningkatkan tekanan darah. Tertawa pada dasar-nya akan membawa keseimbangan pada semua komponen dan unsur dalam sistem kekebalan. Menurunkan tekanan darah tinggi. Tertawa akan meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam darah, yang dapat membantu pernapasan. Tertawa juga dapat meningkatkan usaha tubuh untuk melawan penyakit seperti tekanan darah tinggi, struk, artritis, ulcer dan mengurangi resiko serangan jantung.Bahkan, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa tertawa juga dapat melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan. Namun yang paling penting ialah tertawa dapat menguatkan kesehatan mental atau jiwa. Tertawa pada diri sendiri juga bisa mengubah persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi. Berbagai macam bentuk senyum dapat kita kembangkan Bisa juga karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan oleh teman atau orang lain di sekitar kita. Tetapi hal ini justru sering dilupakan ketika orang mengalami persoalan hidup yang menekan dan berujung pada stres. Stres pada saat ini dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab dan setiap orang memiliki sebab yang berbeda-beda. Setiap orang pun juga memiliki metode yang berbeda beda dalam mengatasi stres yang dialami. Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Bahkan bisa mengakibatkan penyakit kanker hingga stroke. Tetapi kita bisa tenang, karena hal itu bisa dicegah dengan menggunakan teknik "Escape From Stress". Teknik ini akan meningkatkan kualitas hidup, pencegahan terhadap penyakit yang mematikan, seperti stroke, serangan jantung, kanker hingga gejala neurosis. Escape from Stress (EPS) adalah sebuah metode yang sering digunakan belakangan ini. Sebuah metode management stres untuk terbebas dari stres bahkan justru mendapatkan manfaatnya. Banyak program yang telah dikembangkan oleh EPS, antara lain, teknik relaksasi, latihan pernafasan dada dan perut, meditasi medis dan terapi tertawa. Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi adalah salah satu faktor stress dan sangat mudah membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang. Hal yang bisa dilakukan adalah banyak sajian lawak ditayangkan di televisi yang bisa membuat kita tertawa tentu saja lebih bermutu. Maka hal ini selain bisa menjadi terapi tertawa juga bisa menambah pengetahuan.Dalam dunia psikoterapi, tertawa dapat dilakukan dengan terapi tertawa. Tertawa biasa dan tertawa yang dibuat-buat berbeda dengan terapi tertawa. Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa benar-benar bermanfaat. Terapi tertawa untuk mengurangi stres sudah banyak dilakukan orang. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endorphin dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga melatonin. Ketiga zat ini merupakan zat baik untuk otak sehingga kita bisa merasa lebih tenang. Terapi tertawa merupakan teknik yang mudah dilakukan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat. Tertawa dalam dunia medis, merupakan obat mujarab gangguan stres atau gangguan penyakit jiwa lainnya. Antara lain:1. Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University).2. Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma otak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University).3. Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinephrine dan kortison yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Bark, imunologi dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat).4. Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endocrine sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstimulasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorphin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Minneapolis, Amerika Serikat).5. Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Name how, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).6. Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Name how, pakar yang menangani masalah penuaan dan Connecticut, Amerika Serikat).G. TahapanTahapan-tahapan dalam melakukan senam otak tidak terlalu banyak membutuhkan waktu yang lama, cukup 10 menit sekali dalam sehari. Selain senam otak, beberapa aktivitas sehari-hari berikut ini akan mengoptimalkan performa otak : BerjalanManfaat berjalan kaki setiap satu mil dalam sehari akan mengurangi risiko mengalami gangguan demensia sebesar 50 persen seperti penyakit Alzheimer. Jika tidak punya waktu, lakukan jalan cepat selama 45 menit secara rutin tiga kali seminggu yang akan mencegah masalah otak karena penuaan.

Kegiatan seniBermain musik telah diketahui meningkatkan kemampuan bahasa dan verbal dan juga berpengaruh terhadap kekuatan otak. Memainkan alat musik, seperti belajar bermain gitar akan meningkatkan konsentrasi dan kecekatan jari. BeristirahatOtak bukan mesin yang tidak membutuhkan istirahat, maka dari itu luangkan 20 menit waktu kerja anda untuk beristirahat untuk memulihkan konsentrasi dan fokus. Selain itu manfaat istirahat yang cukup di malam hari akan mengembalikan energi pada otak. H. Gerakan

Gerakan Senam Otak (Brain Gym)1.Dimensi LateralisBeberapa contoh gerakan Dimensi lateralitas:GerakanCara melakukan gerakan dan Fungsinya

Gambar 2.2. Gerakan Silang (Cross Crawl)Cara melakukan gerakan :Menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan kaki kiri dengan tangan kanan. Bergerak ke depan, ke samping, ke belakang, atau jalan di tempat. Untuk menyeberang garis tengah sebaiknya tangan menyentuh lutut yang berlawanan.

Fungsinya :a. Meningkatkan koordinasi kiri/kananb. Memperbaiki pernafasan dan staminac. Memperbaiki koordinasi dan kesadaran tentang ruang dan gerak.d. Memperbaiki pendengaran dan penglihatan.

Gambar 2.3. 8 Tidur (Lazy 8)Cara melakukan gerakan :Gerakan dengan membuat angka delapan tidur di udara, tangan mengepal dan jari jempol ke atas, dimulai dengan menggerakkan kepalan ke sebelah kiri atas dan membentuk angka delapan tidur. Diikuti dengan gerakan mata melihat ke ujung jari jempol. Buatlah angka 8 tidur 3 kali setiap tangan dan dilanjutkan 3 kali dengan kedua tangan.

Fungsinya :a. Melepaskan ketegangan mata, tengkuk, dan bahu pada waktu memusatkan perhatian dan meningkatkan kedalaman persepsib. Meningkatkan pemusatan, keseimbangan dan koordinasi.

Gambar 2.4. Coretan Ganda (Double doodle)Cara melakukan gerakan :Menggambar dengan kedua tangan pada saat yang sama, ke dalam, ke luar, ke atas dan ke bawah. Coretan ganda dalam bentuk nyata seperti : lingkaran, segitiga, bintang, hati, dsb. Lakukan dengan kedua tangan.

Fungsinya :a. Kesadaran akan kiri dan kanan.b. Memperbaiki penglihatan periferc. Kesadaran akan tubuh, koordinasi, serta keterampilan khusus tangan dan mata.d. Memperbaiki kemampuan olahraga dan keterampilan gerakan.

1. Dimensi Pemfokusan Beberapa contoh gerakan Dimensi Pemfokusan :GerakanCara melakukan gerakan dan Fungsinya

Gambar 2.5. Burung Hantu (The Owl)Cara melakukan gerakan :Urutlah otot bahu kiri dan kanan. Tarik napas saat kepala berada di posisi tengah, kemudian embuskan napas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Ulangi gerakan dengan tangan kiri. Fungsinya :a. Melepaskan ketegangan tengkuk dan bahu yang timbul karena stress.b. Menyeimbangkan otot leher dan tengkuk (Mengurangi sikap tubuh yang terlalu condong ke depan)c. Menegakkan kepala (Membantu mengurangi kebiasaan memiringkan kepala atau bersandar pada siku

Gambar 2.6. Mengaktifkan Tangan(The Active Arm)Cara melakukan gerakan :Luruskan satu tangan ke atas, tangan yang lain ke samping kuping memegang tangan yang ke atas. Buang napas pelan, sementara otot-otot diaktifkan dengan mendorong tangan keempat jurusan (depan, belakang, dalam dan luar), sementara tangan yang satu menahan dorongan tsb.

Fungsinya :a. Peningkatan fokus dan konsentrasi tanpa fokus berlebihanb. Pernafasan lebih lancar dan sikap lebih santaic. Peningkatan energi pada tangan dan jari

Gambar 2.7. Lambaian Kaki(The Footflex)Cara melakukan gerakan :Cengkeram tempat-tempat yang terasa sakit di pergelangan kaki, betis dan belakang lutut, satu persatu, sambil pelan-pelan kaki dilambaikan atau digerakkan ke atas dan ke bawah.

Fungsinya :a. Sikap tubuh yang lebih tegak dan relaksb. Lutut tidak kaku lagic. Kemampuan berkomunikasi dan memberi respon meningkat

Gambar 2.8. Luncuran Gravitasi(The Gravitational glider)Cara melakukan gerakan :Duduk di kursi dan silangkan kaki. Tundukkan badan dengan tangan ke depan bawah, buang nafas waktu turun dan ambil nafas waktu naik. Ulangi 3 x, kemudian ganti kaki.

Fungsinya :a. Merelakskan daerah pinggang, pinggul dan sekitarnya.b. Tubuh atas dan bawah bergerak sebagai satu kesatuan

Gambar 2.9. Pasang kuda-Kuda(Grounder)Cara melakukan gerakan :Mulai dengan kaki terbuka. Arahkan kaki kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Tekuk lutut kanan sambil buang napas, lalu ambil napas waktu lutut kanan diluruskan kembali. Pinggul ditarik ke atas. Gerakan ini untuk menguatkan otot pinggul (bisa dirasakan di kaki yang lurus) dan membantu kestabilan punggung. Ulangi 3x, kemudian ganti dengan kaki kiri.

Fungsinya :a. Keseimbangan dan kestabilan lebih besarb. Konsentrasi dan perhatian meningkatc. Sikap lebih mantap dan relaks

3.Dimensi PemusatanBeberapa contoh gerakan Dimensi Pemusatan : GerakanCara melakukan gerakan dan Fungsinya

Gambar 2.10. Air (Water)Air merupakan pembawa energi listrik yang sangat baik. Dua per tiga tubuh manusia terdiri dari air. Air dapat mengaktifkan otak untuk hubungan elektro kimiawi yang efisien antara otak dan sistem saraf, menyimpan dan menggunakan kembali informasi secara efisien. Minum air yang cukup sangat bermanfaat sebelum menghadapi test atau kegiatan lain yang menimbulkan stress. Kebutuhan air adalah kira-kira 2 % dari berat badan per hari.

Fungsinya :a. Konsentrasi meningkat (mengurangi kelelahan mental)b. Melepaskan stres, meningkatkan konsentrasi dan keterampilan sosial.c. Kemampuan bergerak dan berpartisipasi meningkat.d. Koordinasi mental dan fisik meningkat (Mengurangi berbagai kesulitan yang berhubungan dengan perubahan neurologis)

Gambar 2.11. Sakelar Otak(Brain Buttons)

Cara melakukan gerakan :Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada), dipijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar.

Fungsinya :a. Keseimbangan tubuh kanan dan kirib. Tingkat energi lebih baikc. Memperbaiki kerjasama kedua mata (bisa meringankan stres visual, juling atau pandangan yang terus-menerus)d. Otot tengkuk dan bahu lebih relaks

Gambar 2.12. Tombol Bumi(Earth Buttons)Cara melakukan gerakan :Letakkan dua jari dibawah bibir dan tangan yang lain di pusar dengan jari menunjuk ke ba-wah.Ikutilah dengan mata satu garis dari lantai ke loteng dan kembali sambil bernapas dalam-dalam. Napaskan energi ke atas, ke tengah-tengah badan.

Fungsinya :a. Kesiagaan mental (Mengurangi kelelahan mental)b. Kepala tegak (tidak membungkuk)c. Pasang kuda-kuda dan koordinasi seluruh tubuh

Gambar 2.13. Tombol imbang(Balance Buttons)Cara melakukan gerakan :Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga, di lekukan tulang bawah tengkorak dan letakkan tangan satunya di pusar. Kepala sebaiknya lurus ke depan, sambil nafas dengan baik selama 1 menit. Kemudian sentuh belakang kuping yang lain.

Fungsinya :a. Perasaan enak dan nyamanb. Mata, telinga dan kepala lebih tegak lurus pada bahuc. Mengurangi fokus berlebihan pada sikap tubuh

Gambar 2.14. Tombol Angkasa(Space Buttons)Cara melakukan gerakan :Letakkan 2 jari di atas bibir dan tangan lain pada tulang ekor selama 1 menit, nafaskan energi ke arah atas tulang punggung.

Fungsinya :a. Kemampuan untuk relaksb. Kemampuan untuk duduk dengan nyamanc. Lamanya perhatian meningkat

Gambar 2.15. Pasang Telinga(The Tinking Cap)Cara melakukan gerakan :Pijit daun telinga pelan-pelan, dari atas sampai ke bawah 3x sampai dengan 5x.

Fungsinya :a. Energi dan nafas lebih baikb. Otot wajah, lidah dan rahang relaks.c. Fokus perhatian meningkatd. Keseimbangan lebih baik

Gambar 2.16. Kait relaks (Hook-Ups)Cara melakukan gerakan :Pertama, letakkan kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawa, jari-jari kedua tangan saling menggenggam, kemudian tarik kedua tangan ke arah pusat dan terus ke depan dada. Tutuplah mata dan pada saat menarik napas lidah ditempelkan di langit-langit mulut dan dilepaskan lagi pada saat menghembuskan napas. Tahap kedua, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari kedua tangan saling bersentuhan secara halus, di dada atau dipangkuan, sambil bernapas dalam 1 menit lagi. Fungsinya :a. Keseimbangan dan koordinasi meningkatb. Perasaan nyaman terhadap lingkungan sekitar (Mengurangi kepekaan yang berlebihan)c. Pernafasan lebih dalam

Gambar 2.17. Titik Positif (Positive Point)Cara melakukan gerakan :Sentuhlah titik positif dengan kedua ujung jari tangan selama 30 detik sampai dengan 30 menit.

Fungsinya :a. Mengaktifkan bagian depan otak guna menyeimbangkan stres yang berhubungan dengan ingatan tertentu, situasi, orang, tempat dan ketrampilanb. Menghilangkan refleks c. Menenangkan pada saat menghadapi tes di sekolah dan dalam penyesuaian sehari-hari.

4. Kesiapan BelajarBeberapa langkah Brain Gym untuk kesiapan belajar adalah sebagai berikut :Gambar 18. PACE (Positive-Aktif-Clear-Energetis)

Semua gerakan dalam senam otak memang dirancang untuk meningkatkan aktivitas 3 dimensi fungsi otak yang terdiri dari: lateralitas - komunikasi (terdiri dari otak kanan dan otak kiri), pemfokusan - pemahaman, serta pemusatan - pengaturan.1. Untuk Meningkatkan Fungsi Lateralitas - KomunikasiMelakukan gerakan menyilang (cross craw) yang bertujuan merangsang aktivitas mendengar, melihat, bergerak, menulis, dan sikap positif. Lakukan gerakan - gerakan seperti di bawah ini: Pundak kanan didorong ke kiri, pundak kiri didorong ke kanan Merangkak seperti bayi, lutut kanan maju bersama tangan kiri, lutut kiri maju bersama tangan kanan Lakukan gerakan menggambar / menulis sesuatu yang simetris di udara. Gerakan ini harus dilakukan secara bersamaan antara tangan kanan dan tangan kiri2. Untuk Memperkuat Pemfokusan - PemahamanGerakan ini untuk merangsang otak bagian depan - belakang. Gerakan pada bagian ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan konsentrasi serta menerima hal baru dan mengekspresikan hal - hal yang sudah diketahui sebelumnya.Lakukan gerakan di bawah ini: Melakukan gerakan peregangan bebas, baik menggunakan tangan, kaki, maupun anggota tubuh yang lain3. Untuk Meningkatkan Pemusatan - PengaturanGerakan yang dilakukan akan bermanfaat untuk menenangkan, membuat perasaan nyaman, dan berfikir positif. Gerakan pada bagian ini akan melibatkan fungsi otak atas - bawahLakukan gerakan - gerakan seperti di bawah ini: Letakkan kedua telapak tangan di dahi dengan jarak 2 jari dari atas alis Atau bisa juga meletakkan kedua telapak tangan di ubun-ubun Dalam waktu yang bersamaan, lakukan pernafasan teratur sambil menciptakan suasana tenang dan hening tanpa kehilangan kewaspadaan.

BAB IIIPENUTUP

A. Kesimpulan Otak adalah aset yang sangat berharga. Tak satupun benda buatan manusia yang mampu menandingi kemampuan otak. Dapat di simpulkan bahwa tertawa memiliki daya sembuh yang tidak bisa kita remehkan . Tertawa sangat baik bagi kesehatan tubuh serta pikiran kita.

B. Saran Dari penjelasan tentang manfaat senam otak dan terapi tawa di atas , sebaiknya kita bisa lebih peka lagi dalam meningkatkan kesehatan. Karena dengan demikian , secara tidak langsung kita telah melakukan hal positif untuk kesehatan tubuh serta pikiran kita .

DAFTAR PUSTAKA

Author.2001.Sympton of Dementia. American Family Physician. http://www.aafp. org/afp/2001/0215/p717.html. (3 Mei 2011) Ag Masykur & Fathani A.B. 2008. Mathematical Intellegince. Jogjakarta: Ar-ruz Media Group. Dennison, Gail E. & Dennison, Paul E.. 2004. Brain gym (Senam Otak). Jakarta: Gramedia. Harvey, Robinson & Rossor. 2003. The prevalence and causes of dementia in people under the age of 65 years. Journal Neurosurgery Psychiatry, 74: 1206-1209. Mace, N. L. & Rabins, P. V. (2006). The 36-hour day: a family guide to caring for people with Alzheimer disease, other dementias, and memory loss in later life.4th Ed. Baltimore, USA: The Johns Hopkins University Press. Markam, S. Latihan Vitalisasi Otak (Senam untuk Kebugaran Fisik Dan Otak). Jakarta: Grasindo. Nugroho. 2000.Keperawatan Gerontik.Edisi 2. Jakarta: EGC, hal.13, 19-28, 42 Pudjiastuti & Utomo. 2003. Fisioterapi pada Lansia. Jakarta: EGC, hal 2-8 Santoso, H dan A. Ismail. 2009. Memahami Krisis Lanjut Usia. Jakarta: Gunung Mulia, hal.50. Suara Merdeka. 30 Juni, 2010. Demensia Pada Lansia. Suara Merdeka. Tjahyanto, A. dan Surilena .Januari, 2009. Penatalaksanaan non-farmakologis demensia. Majalah Kedokteran Damianus,Vol.8 No.1. Volicer, L., Hurley, A.C., Mahoney, E. 1998. Behavioral symptom of dementia. New York: Springer Publishing Company. Yatim, F. 2003. Pikun (Demensia), Penyakit Alzheimer, dan Sejenisnya: Bagaimana Menghindarinya.Edisi 1. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

3