Makalah Cluster 3 Biokimia

  • View
    227

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Asam Amino dan Asam Lemak Pada Abalone Haliotis Squamata Pada Sistem Budidaya Perairan Yang Berbeda

Transcript

MAKALAH CLUSTER III: BIOKIMIAAsam Amino dan Asam Lemak Pada Abalone Haliotis Squamata Pada Sistem Budidaya Perairan Yang Berbeda

Disusun oleh :Erfina Mei Rahmawati1206238822

Departemen KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Indonesia2015i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami penjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang berkat rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Asam Amino dan Asam Lemak Pada Abalone Haliotis Squamata Pada Sistem Budidaya Perairan Yang Berbeda.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Cluster III. Kami mengharapkan agar makalah ini dapat dimanfaatkan dengan baik sebagaimana mestinya.Dalam penulisan makalah ini, kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kurangnya kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :1. Ibu Siswati dan Pak Riswiyanto selaku pengajar mata kuliah Cluster III yang sudah memberikan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan ini.2. Rekan-rekan di Kelas B Cluster III FMIPA Universitas Indonesia3. Secara khusus kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.Kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin.

Depok, Mei 2015

Tim Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..........................................................................................KATA PENGANTAR ........................................................................................DAFTAR ISI ......................................................................................................BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1.1 Latar Belakang .......................................................................................1.2 Rumusan Masalah ..........1.3 Tujuan Penulisan ................BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................2.1 Abalone Haliotis Squamata ..................................................................2.2 Morfologi .....2.3 Habitat dan Penyebaran 2.4 Kandungan Gizi Pada Abalone Haliotis Squamata ...BAB III METODOLOGI PENELITIAN .......................................................... 3.1 Alat dan Bahan . 3.2 Metode Sampling ., 3.3 Metode Analisis .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 4.1 Komposisi Senyawa Pada Abalone Haliotis squamata ... 4.2 Asam Amino Pada Abalone Haliotis squamata 4.3 Asam Lemak Pada Abalone Haliotis squamata BAB V PENUTUP . 3.1 Kesimpulan ............................................................................................DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................

iiiiiiiv11122233344889101111121616

iii

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar belakangAlbalone merupakan salah satu jenis gastropoda yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi sumber daya yang paling menguntungkan untuk nelayan di Indonesia karena harganya yang tinggi dan proses yang mudah. Keuntungan lainnya dari komuditas ini adalah kandungan nutrisi yang tinggi dan aman dikonsumsi, karena albalone tidak memakan plankton merah air pasang yang menghasilkan racun PSP.Albalone Haliotis Squamata memiliki beberapa perbandingan yang menguntungkan dibandingkan spesies lain albalone seperti Haliotis Asinia, yaitu (a) harganya yang lebih mahal; (b) kinerja albalone Haliotis Squamata yang tinggi; (c) kebutuhan yang tinggi akan albalone Haliotis Squamata. Daging dari albalone memiliki nutrisi yang tinggi, komposisinya terdiri dari protein (71,99%), lemak (3,2%), serat kasar (5,6%), abu (11,11%), dan air (0,6%). Selain itu, kulit kerang memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak digunakan sebagai perhiasan dan pernak-pernik, pembuatan kancing, dan kerajinan lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asam amino dan asam lemak dari albalone Haliotis Squamata yang dibudidayakan pada system budidaya perairan yang berbeda.

1.2 Rumusan masalahUntuk mengkaji dan mengulas tentang asam amino dan asam lemak pada abalone Haliotis Squamata, maka diperlukan subpokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga kami membuat rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa saja komposisi senyawa yang tekandung pada Abalone Haliotis squamata?2. Bagaimana kandungan asam amino pada Abalone Haliotis squamata?3. Bagaimana kandungan asam lemak pada Abalone Haliotis squamata?

1.3 Tujuan PenulisanTujuan disusunnya makalah ini adalah untuk mengetahui komposisi senyawa yang tekandung pada Abalone Haliotis squamata dan bagaimana kandungan asam amino dan asm lemak pada Abalone Haliotis squamata.

1

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Abalone Haliotis Squamata Kata abalon dalam bahasa Inggris ditulis Abalone, yang berasal dari bahasa Spanyol Aulon atau Aulone, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan telinga. Abalone disebut sebagai siput laut purba karena cangkangnya dari beberapa species di lautan bebas terlihat sudah langka. Silsilah salah satu moluska ini berasal dari famili Haliotidae genus Haliotis. Kata Haliotis berarti kuping (telinga) laut melihat kepada bentuk cangkang abalone yang relatif datar menyerupai daun telinga manusia (Warta Pasar Ikan, April 2006).Klasifikasi abalone Haliotis Squamata (Mustopa, 2010) adalah sebagai berikut: Kerajaan: Animalia Filum: Molusca Class: Gastropoda Subkelas: Orthogastropoda Superordo: Vetigastropoda Ordo: Archeogastropoda Superfamili: Haliotoidea Famili: Haliotidae Genus: Haliotis Spesies: Haliotis Squamata

2.2 Morfologi Hewan yang tergolong ke dalam Genus Haliotidae ini memiliki beberapa ciri diantaranya bentuk cangkang bulat sampai oval, memiliki 2-3 buah puntiran (whorl), memiliki cangkang yang berbentuk teling (auriform), biasa disebut ear shel. Puntiran yang terakhir dan terbesar (body whorl) memiliki rangkaian lubang yang berjumlah sekitar 4-8 buah tergantung jenis dan terletak di dekat sisi anterior (Zafran, 2007).Abalone merupakan satu diantara golongan gastropoda yang paling primitive dari bentuk maupun strukturnya yang hidup di daerah karang yang memiliki arus kuat. Abalone memiliki sepasang mata, satu mulut dan satu tentakel penghembus yang berukuran besar. Di dalam mulutnya terdapat lidah parut (radula) yang berfungsi untuk mengerik alga menjadi ukuran yang dapat dicerna. Gmabar 1. Morfologi Haliotis SquamataSifat-sifat khas filum ini secara singkat diterangkan di bawah ini (Romimohtarto et al., 2001).1. Bentuk simetris bilateral, tetapi pada Gastropoda dan beberapa Cephalopoda, visera dan cangkang tergulung seperti gelung rambut wanita. Ada tiga lapisan benih, tidak beruas, apitelium satu lapis, sebagian besar berbulu getar dan dengan kelenjar lendir.2. Tubuh biasanya pendek, terbungkus dalam mantel dorsal tipis yang mengeluarkan bahan pembentuk cangkang berupa satu, dua atau delapan bagian. Pada beberapa kelompok, cangkang terdapat di dalam tubuh, mengecil atau tidak sama sekali. Bagian kepala membesar, kecuali pada Schapopoda dan Pelecypoda. Kaki berotot ventral yang berubah menjadi alat merayap, meliang atau berenang.3. Saluran pencernaan lengkap, sering berbentuk U atau melingkar. Mulut dengan radula yang mempunyai deretan-deretan gigi kitin kecil melintang untuk menggerus makanannya, kecuali Pelecypoda yang tidak mempunyai radula, anus membuka ke rongga mantel, kelenjar pencernaan besar sering mempunyai kelenjar ludah.4. Sistem sirkulasi mencakup jantung sebelah punggung dengan satu atau dua Auricle atau rongga atas dan satu Ventricle atau rongga bawah. Biasanya di dalam rongga Pericardial atau selaput jantung, sebuah aorta anterior, dan pembuluh-pembuluh lain.5. Pernapasan dilakukan oleh satu atau banyak insang yang disebut Ctenidium atau sebuah paru-paru di dalam rongga mantel, oleh mantel atau oleh epidermis.6. Ekskresi oleh ginjal yang disebut Nefridia, terdiri dari satu atau dua saja, menghubungkan rongga selaput jantung dan pembuluh darah. Rongga tubuh mengecil menjadi rongga-rongga atau Nefridia, gonad dan selaput jantung.7. Sistem saraf tipikal terdiri dari tiga pasang ganglia (serebral di atas mulut, pedel di kaki, viseral di tubuh) digabungkan oleh penghubung membujur dan melintang dan saraf-saraf banyak yang dengan alat untuk menyentuh, membau atau merasakan, bintik mata atau mata majemuk, dan statosista untuk keseimbangan.8. Kelamin biasanya terpisah, beberapa jenis hermaprodit sedikit yang protandrik, yakni sel kelamin jantan masak dan ditebar lebih dahulu sebelum sel kelamin betina masak. Abalone memiliki satu gonad, baik jantan maupun betina yang terletak di sisi kanan tubuhnya. 0embuahanterjadi di luar $#ertilisasi eksternal&. 8amet jantan dan betina dilepaskan ke suatu perairan, kemudian terjadi pembuahan (Setyono, 2004; Zafran, 2007).

2.3 Habitat dan PenyebaranMoluska mendiami semua habitat di laut, mulai dari terumbu karang, padang lamun, pantai berbatu, pantai berpasir, dataran berlumpur, estuari, hutan mangrove, laut dangkal, sampai palung laut. Abalone biasa ditemukan pada daerah yang berkarang yang sekaligus dipergunakan sebagai tempat menempel. Abalone bergerak dan berpindah tempat dengan menggunakan satu organ yaitu kaki. Gerakan kaki yang sangat lambat sangat memudahkan predator untuk m