11
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia selama mereka dapat memanfaatkan secara optimal tiga anugerah keistimewaan / kelebihan yang mereka miliki yakni, Spiritual, Emotional, dan Intellectual dalam diri mereka sesuai misi dan visi penciptaan meraka. Namun apabila terjadi penyimpangan misi dan visi hidup, mereka akan menjadi makhluk paling hina, bahkan lebih hina dari binatang dan Iblis bilamana mereka kehilangan control atas ketiga keistimewaan yang mereka miliki. Penyimpangan misi dan visi hidup akan menyebabkan derajat manusia jatuh di Mata Tuhan Pencipta dan di dunia. B. Penjelasan Judul Sesuai dengan mata kuliah yang dipelajari AGAMA dan LOGIKA maka penulis memilih judul “ MY LIFE FOREVER TO CHRIST” Adapun alasan penulis memilih judul tersebut karena ingin mengetahui bagaimana seorang umat kristiani mendalami agama nya dan untuk menambah pengetahuan bagi pembaca dalam makalah ini. C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut : 1

makalah cetak

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dada

Citation preview

Page 1: makalah cetak

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia selama mereka dapat

memanfaatkan secara optimal tiga anugerah keistimewaan / kelebihan yang mereka

miliki yakni, Spiritual, Emotional, dan Intellectual dalam diri mereka sesuai misi dan

visi penciptaan meraka. Namun apabila terjadi penyimpangan misi dan visi hidup,

mereka akan menjadi makhluk paling hina, bahkan lebih hina dari binatang dan Iblis

bilamana mereka kehilangan control atas ketiga keistimewaan yang mereka miliki.

Penyimpangan misi dan visi hidup akan menyebabkan derajat manusia jatuh di Mata

Tuhan Pencipta dan di dunia.

B. Penjelasan Judul

Sesuai dengan mata kuliah yang dipelajari AGAMA dan LOGIKA maka penulis

memilih judul “ MY LIFE FOREVER TO CHRIST”

Adapun alasan penulis memilih judul tersebut karena ingin mengetahui bagaimana

seorang umat kristiani mendalami agama nya dan untuk menambah pengetahuan bagi

pembaca dalam makalah ini.

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :

1. Sebagai sarana untuk memperoleh pengalaman dan menambah wawasan

2. Untuk mengikuti UAS dan memdapatkan nilai yang baik.

D. Metode Pengumpulan

Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan beberapa metode, yaitu:

1. Metode Perpustakaan (library research)

Penulis memperoleh data dengan cara membaca artikel atau buku-buku yang

berhubungan langsung dengan tema Makalah.

2. Metode Pencarian (search)

1

Page 2: makalah cetak

Penulis mencari langsung di situs web untuk mengetahui lebih banyak informasi

dan mempermudah proses pembuatan Makalah.

E. Sistematika Penyusunan

Untuk mempermudah pembahasan, maka penulis dalam menyusun Makalah ini

membagi beberapa bab dan sub bab.

BAB I Pendahuluan

Yang menjelaskan tentang pemilihan judul tujuan penulis metode

pengumpulan data dan sistematika penyusunan.

BAB II Pokok Bahasan

Pada bab ini mambahas mengenai 2 BAB (A dan B). A manusia dan

persoalanya berisi manuisa makhluk mulia, dosa dan kepastian hukumnya,

kepedulian Tuhan, Keselamatan dan anugerah dan B hidup bagi kemuliaan

Tuhan yang berisi, dalam kristus manusia adalah ciptaan baru

BAB III Penutup

Pada bab ini mambahas tentang kesimpulan dan saran.

2

Page 3: makalah cetak

BAB II

Pokok Bahasan

A. Manusia dan Persoalannya

A.1. Manusia Makhluk Mulia

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling Indah dan paling tinggi derajatnya. Manusia

diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi. Hakekat keindahan adalah rasa

senang dan bahagia, yakni bahwa tidak ada sesuatupun ciptaan Tuhan yang menyamai

keberadaan manusia yang mampu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan dimanapun

dan pada saat apapun, baik bagi dirinya maupun makhluk lain.

Diri manusia memang indah dilihat dari segi manapun, karena seburuk – buruknya

manusia jauh lebih baik daripada seekor binatang yang paling cantik sekalipun. Indah disini

dimaksudkan dari segi maknannya. Demikianlah kiranya seluruh piranti dan kelengkapan

yang ada pada diri manusia.

Hakikat manusia sebagai makhluk paling indah dan paling tinggi derajatnya mendorong

manusia untuk terus maju dan berkembang tanpa henti , dari zaman ke zaman. Menurut

sejarah, kemajuan perkembangan manusia itu ternyata tidak selalu mulus dan setiap saat

membawa kesenangan dan kebahagiaan. Perang dan persengketaan antar kelompok manusia

bahkan sering terjadi yang membawa malapetaka dan kesengsaraan bagi kelompok –

kelompok manusia yang bersangkutan., hal ini terjadi karena keluasan dan keluwesan fungsi

– fungsi mental fisik kelompok manusia yang bersangkutan dipacu sedemikian rupa sehingga

melewati batas dan memangkas akar akar keindahan sebagai jati diri yang hakiki

kemanusiaan. Kedua kelompok menderita. Lebih jauh upaya – upaya melampaui batas sering

kali dilakukan dengan cara – cara yang keji dan diluar batas perikemanusiaan.

Keberadaan Manusia dengan predikat paling indah dan derajat paling tinggi itu tidak

selamanya membawa manusia menjalani kehidupannya dengan kesenangan dan kebahagiaan,

karena itu kesenangan dan kebahagiaan  atau malapetaka – kesengsaraan berada ditangan

manusia itu sendiri, manusia itulah yang menentukan nasibnya sendiri.

B.2. Dosa dan Kepastian Hidupnya

Dosa adalah segala sesuatu yang tidak sesuai atau mencapai standar (sasaran) yang telah

ditetapkan Allah. Segala hal yang tidak sesuai dengan hukum moral Allah dalam bentuk

3

Page 4: makalah cetak

tindakan, perbuatan atau keadaan adalah dosa. Singkatnya, setiap hal yang bertentangan

dengan karakter Allah yang kudus adalah dosa.

Roma 7:15-18 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku

kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku

perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau

demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku

tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik.

Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

C.3. Kepedulian Tuhan

Sebagian orang berpikir, seseorang yang rohani adalah seseorang yang tidak mau peduli

lagi dengan lingkungan sekitarnya. Persetan dengan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.

Yang penting, dirinya memikirkan surga saja. Tidak mau tahu dengan yang lain. Asyik

dengan dunianya sendiri, bak seorang anak yang mengalami kelainan autisma. Hidup di dunia

sendiri.

Kepekaan sosial itu diperlukan. Tuhan Yesus tidak meremehkan pentingnya kepedulian

sosial. Yesus memberi contoh betapa diri-Nya sebagai Allah amat peduli dengan kondisi

sosial di sekitarnya. Yesus meninggalkan teladan mulia berkaitan dengan hal ini.

D.4. Keselamatan dan Anugerah

keselamatan adalah anugerah Allah. Tepatnya Rasul Paulus mengatakan, “Sebab karena kasih

karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Ef

2:8). Jadi keselamatan bukan diperoleh karena hasil melakukan hukum sunat, tetapi oleh Roh

Kudus, seperti yang diajarkan oleh Rasul Paulus, “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam

Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman

yang bekerja oleh kasih.” (Gal 5:6) Maka, kita melihat bahwa keselamatan diperoleh karena

kasih karunia Allah melalui iman yang bekerja oleh kasih.

4

Page 5: makalah cetak

B. Hidup Bagi Kemuliaan Tuhan

B.1. Dalam Kristus Manusia adalah Ciptaan Baru

Ketika Paulus masuk kedalam pengertian "Mengenakan manusia baru," disitu ia

menggunakan Ketika kita menjadi orang Kristen, akan terjadi satu perombakan mendasar

yang kalau dikaitkan dengan Rm 12:1-2 dikatakan, "Berubahlah oleh pembaharuan budimu."

Dimana kata "berubahlah" menggunakan kata metamorfosa yang artinya perubahan yang

menyeluruh dalam seluruh aspek sehingga bentuk bahkan naturnya pun berubah. Semua ini

merupakan satu bentuk perubahan yang bukan sekedar fenomena tetapi perubahan mendasar

di dalam seluruh natur kehidupan, seperti halnya seekor ulat yang menjadi kupu-kupu. Disini

terdapat satu hal yang dikontraskan yaitu antara menanggalkan manusia lama (22) dengan

menggenakan manusia baru (24). Hal ini bagaikan seseorang yang membuka baju yang lama

(manusia lama) lalu menganti dengan sebuah baju yang baru (manusia baru). Paulus

mengatakan bahwa barangsiapa yang berada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang

diciptakan menurut kehendak Allah. Dua hal ini menjadi gabungan yang begitu penting untuk

dimengerti. Barangsiapa didalam Kristus itu berarti Ia harus menanggalkan esensi hidup,

iman dan roh pikirannya yang lama lalu masuk ke dalam esensi hidup yang baru dan iman

yang sesungguhnya. Banyak orang Kristen yang ketika percaya, gagal mempercayakan diri

masuk kedalam kepercayaan tersebut dan akhirnya ia hanya mau memanipulasi. Pada saat

seperti itu ia gagal mengalami pembaharuan mendasar daripada roh pikirannya, dengan

demikian ia belum masuk dalam pengertian iman yang sesungguhnya.

B.2. Tujuan Hidupku Kini Bagi Kemulian Tuhan

Seluruh alam semesta dirancang bagi kemuliaan Allah. Karena itu, tak ada satu bagian

pun dari alam semesta ini yang tidak menyatakan kemuliaan Allah. Semuanya memancarkan

kemuliaan Allah. Dalam Mazmur 19:2 Raja Daud berkata: Langit menceritakan kemuliaan

Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Alam semesta merupakan benda

mati. Karena itu, ia tidak dapat memilih untuk tidak memuliakan Allah. Akan tetapi, manusia

adalah makhluk hidup yang diciptakan dan diperlengkapi dengan kehendak bebas. Manusia

dapat memilih untuk hidup memuliakan Allah atau tidak. Sayangnya, Adam dan Hawa

sebagai manusia pertama telah memilih untuk tidak taat kepada Allah dan dengan demikian

juga tidak memuliakan Allah.

5

Page 6: makalah cetak

Selanjutnya, manusia yang telah jatuh dalam dosa hidup semakin jauh dari Allah.

Mereka berada di bawah kuasa dosa dan tidak lagi memuliakan Allah. Bukannya menyembah

Allah yang mulia dan kekal, mereka justru menyembah benda-benda ciptaan yang mati dan

bersifat fana.

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah

atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati

mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi

mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan

gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang

berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. (Rom 1:21-23)

6

Page 7: makalah cetak

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk sempurna dan makhluk mulia. Manusia adalah makhluk

Allah yang paling mulia selama mereka dapat memanfaatkan secara optimal tiga

anugerah keistimewaan / kelebihan yang mereka miliki yakni, Spiritual, Emotional,

dan Intellectual dalam diri mereka sesuai misi dan visi penciptaan. Meraka

mengetahui dosa dan hukumnya. Tuhan pun akan membalas kebaikan setiap manusia

yang berbuat baik dalam hidupnya sebagai bukti kepeduliannya serta senantiasa

memberi anugerah dan keselamatan.

B. Saran-saran

Hendaklah dalam setiap kehidupan yang kita jalani di dunia ini, kita harus

menyerahkan sepenuhnya kepada ALLAH karena itu bukti bahwa manusia adalah

makhluk yang mulia.

7

Page 8: makalah cetak

DAFTAR PUSTAKA

Media elektronik (yahoo, google)

- http://www.grii-andhika.org/ringkasan_kotbah/1999/19991010.htm

- http://asinurparida.blogspot.com/2012/01/manusia-sebagai-makhluk-

sempurna-dan.html

Media cetak (artikel, perpustakaan)

8