of 17 /17
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam mendukung proses transportasi terlebih di angkutan umum di Indonesia perlu memperhatikan daya dukung dari semua komponen baik yang subjek maupun objek sebagai penyokong angkutan umum agar terselenggara moda angkutan yang efektif dan efisien. Penelitian ini sangat penting dilaksanakan untuk meng-upgrade data serta informasi mengenai sistim transportasi darat di suatu daerah. Karena seiring dengan pertambahan waktu dan perkembangan kota dan aktivitas manusia terjadi suatu perubahan ditandai dengan fluktuasi pertumbuhan jumlah penduduk, pemilikan kendaraan, pendapatan, tenaga kerja, dan pola perilaku serta trend masyarakat dalam bertansportasi. Sejalan dengan hal tersebut, maka akan terjadi perubahan permintaan akan kebutuhan transportasi, sehingga perlu upaya peningkatan sarana dan prasarana serta perbaikan manajemen transportasi untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik di masa mendatang. Dalam upaya mencapai perkembangan, suatu daerah harus diikuti oleh perkembangan sistem transportasinya. Kota Tegal merupakan salah satu kota yang perkembangannya cukup pesat di Jawa Tengah. Selain karena adanya MAKALAH MANAJEMEN ANGKUTAN UMUM KOTA TEGAL 2013 TAHUN AJARAN 2014/2015

Makalah Biaya Operasional Kendaraan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Biaya Operasional Kendaraan

Text of Makalah Biaya Operasional Kendaraan

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGDalam mendukung proses transportasi terlebih di angkutan umum di Indonesia perlu memperhatikan daya dukung dari semua komponen baik yang subjek maupun objek sebagai penyokong angkutan umum agar terselenggara moda angkutan yang efektif dan efisien. Penelitian ini sangat penting dilaksanakan untuk meng-upgrade data serta informasi mengenai sistim transportasi darat di suatu daerah. Karena seiring dengan pertambahan waktu dan perkembangan kota dan aktivitas manusia terjadi suatu perubahan ditandai dengan fluktuasi pertumbuhan jumlah penduduk, pemilikan kendaraan, pendapatan, tenaga kerja, dan pola perilaku serta trend masyarakat dalam bertansportasi. Sejalan dengan hal tersebut, maka akan terjadi perubahan permintaan akan kebutuhan transportasi, sehingga perlu upaya peningkatan sarana dan prasarana serta perbaikan manajemen transportasi untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam upaya mencapai perkembangan, suatu daerah harus diikuti oleh perkembangan sistem transportasinya. Kota Tegal merupakan salah satu kota yang perkembangannya cukup pesat di Jawa Tengah. Selain karena adanya peningkatan jumlah penduduk, hal ini juga dikarenakan kota tersebut dilalui oleh jalur antara Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Jalur ini merupakan jalur utama ekonomi dari Jakarta menuju Surabaya. Selain itu, Kota Tegal juga merupakan kota industri, perdagangan, jasa dan maritim. Dengan kondisi tersebut, mengakibatkan terjadinya peningkatan arus pergerakan orang dan barang yang cukup signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem transportasi yang efektif dan efisien guna memenuhi kebutuhan tersebut.

B. RUMUSAN MASALAHRumusan masalah dalam penelitian ini, meliputi :1. Bagaimana kalkulasi biaya operasional kendaraan pada trayek di angkutan ymy?C. MAKSUD DAN TUJUANMaksud dari penulisan dan penyusunan makalah ini adalah mendeskripsikan secara baik dan benar sesuai pedoman teknis berkaitan biaya operasional kendaraan pada angkutan umumSedangkan tujuannya adalah :Mendeskripsikan biaya secara operasional angkutan umum yang sesuai dengan pedoman teknis mengenai angkutan umum;

D. RUANG LINGKUPDalam pembahasan makalah ini membatasi ruang lingkup agar tidak adanya pelebaran pembahasan yang terlalu lebih atau meluas.Diantaranya ialah :1. Membahas biaya operasional kendaraan angkutan umum 2. Hanya mencuplik dari data Laporan umum Praktek Kerja Lapangan di Kota Tegal tahun 2013

BAB IIPEMBAHASAN

A. GAMBARAN PROFIL ANGKUTAN UMUM Trayek A Rute trayekTerminal - Jl Dr Cipto Mangunkusumo - Jl Kol Sugiono - Jl. Sipelem - Jl Bawal - Jl Hang Tuah- Jl Piere Tendean Jl S Parman Jl MT Haryono Jl Yos Sudarso Jl Martoloyo Pasar Anyar Jl Perintis Kemerdekaan Jl. Arjuna Jl Sumbodro Pasar Langon Jl. Werkudoro Jl KS Tubun Jl Teuku Umar Jl Cik Ditiro Jl Ki Hajar Dewantara Terminal.Panjang Trayek: 17 Km

Sumber : Hasil Survey Inventarisasi Tim PKL Kota Tegal 2012Gambar VI.12 : Peta Jaringan Trayek A1

Gambar VI.13 : Visualisasi trayek Al

a) Tipe Kendaraan: Mini Busb) Kapasitas Kendaraan : 12 Orangc) Kepemilikan : Perseorangand) Badan Kepengurusan : Swastae) Jumlah Armada : 22 Unitf) Umur Rata-rata : 10 Tahung) Panjang Trayek : 17 KMh) Cara Pemberangkatan: Tidak Terjadwali) Tarif Umum: Rp. 3.000,-j) Tarif Pelajar: Rp. 2.000,-k) Pejabat Pemberi Ijin: Walikota Tegal

B. BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN

Karakteristik kendaraan

1Tipe:Kecil (Mikrobus)

2Jenis Pelayanan:Angkutan kota

3Kapasitas Kendaraan:12seat

4Tipe Mesin:Bensin

5Buatan Pabrik:Suzuki Carry Ekstra

Produksi per koasi

1Km-tempuh/rit =17km

2Frekuensi/hari=3rit

3Km tempuh/hari =51km

4Hari operasi/bulan=25hari

5Hari operasi/tahun=300hari

6Km tempuh/bulan =1275km

7Km tempuh/tahun = 15.300 km

8Seat.km per rit=204seat.km

9seat.km per hari=612seat.km

10seat.km per bulan=15.300seat.km

11seat.km per tahun (PST)= 183.600 seat.km

Biaya per koasi-km

1.Biaya langsung

a.Biaya penyusutan

1). Harga kendaraan= Rp 130.000.000

2). Masa susut=5tahun

3). Nilai residu=20%dari harga kendaraan

4). Biaya per koasi.km= Rp 1.359,48 per koasi.km

5). Biaya per seat.km= Rp 113 per seat.km

b.Biaya Bunga modal

1). Masa pengembalian pinjaman=5tahun

2). Tingkat bunga per tahun=18%per tahun

3). Bunga modal per tahun= Rp 14.040.000 per tahun

4). Biaya per koasi.km= 917,65 per koasi.km

5). Biaya per seat.km= 76,47 per seat.km

c.Biaya awak koasi

Susunan / Jumlah awak bus :

1). Supir=900000per bulan

2). Kondektur=900000per bulan

Jumlah =1800000per bulan

3). Biaya awak koasi per tahun= Rp 21.600.000 per tahun

4). Biaya per koasi.km= Rp 1.411,76 per koasi.km

5). Biaya per seat.km= Rp 117,65 per seat.km

d.Biaya bahan bakar minyak (BBM)

1). Penggunaan BBM=7km/liter

2). Km.tempuh/hari=51km/hari

3). Pemakaian BBM/koasi/hari=7,285714286liter

4). Harga BBM= Rp 4.500 per liter

5). Biaya BBM/koasi/hari= Rp 32.786 per koasi.hari

6). Biaya BBM per koasi.km= Rp 642,86 per koasi.km

7). Biaya BBM per seat.km= 53,57 per seat.km

e.Biaya ban

1). Penggunaan ban per buah=4buah

2). Daya tahan ban=7.500km

3). Harga ban/buah= Rp 400.000

4). Biaya ban per koasi.km= Rp 213,33 per koasi.km

5). Biaya ban per seat.km= Rp 17,78 per seat.km

f.Biaya servis kecil

1). Servis kecil dilakukan setiap=5.000km

2). Biaya bahan :

- Olie mesin

~ Kapasitas olie mesin=8liter

~ Harga olie mesin per liter= Rp 45.000 per liter

Biaya olie mesin= Rp 360.000

- Olie gardan

~ Kapasitas olie gardan=1,5liter

~ Harga olie gardan per liter= Rp 32.000 per liter

Biaya olie gardan= Rp 48.000

- Olie transmisi

~ Kapasitas olie transmisi=2,5liter

~ Harga olie transmisi per liter= Rp 30.000 per liter

Biaya olie transmisi= Rp 75.000

- Gemuk

~ Kapasitas gemuk mesin=1kg

~ Harga gemuk per kg= Rp 12.000 per kg

Biaya gemuk mesin= Rp 12.000

- Minyak rem

~ Kapasitas minyak rem mesin=1liter

~ Harga minyak rem per liter= Rp 21.000 per liter

Biaya minyak rem mesin= Rp 21.000

- Filter bbm

~ Kapasitas filter =1buah

~ Harga filter per buah= Rp 40.000 per buah

Biaya minyak rem mesin= Rp 40.000

3). Upah servis (bila dilakukan di luar)=

Jumlah biaya servis kecil= Rp 556.000

4).Biaya servis kecil per koasi.km= Rp 111,20 per koasi.km

5).Biaya servis kecil per seat.km= Rp 9,27 per seat.km

g.Servis besar

1). Servis besar dilakukan setiap=10.000km

2). Biaya bahan :

- Olie mesin

~ Kapasitas olie mesin=8liter

~ Harga olie mesin per liter= Rp 45.000 per liter

Biaya olie mesin= Rp 360.000

- Olie gardan

~ Kapasitas olie gardan=4liter

~ Harga olie gardan per liter= Rp 32.000 per liter

Biaya olie gardan= Rp 128.000

- Olie transmisi

~ Kapasitas olie transmisi=4liter

~ Harga olie transmisi per liter= Rp 30.000 per liter

Biaya olie transmisi= Rp 120.000

- Gemuk

~ Kapasitas gemuk mesin=1kg

~ Harga gemuk per kg= Rp 12.000 per kg

Biaya gemuk mesin= Rp 12.000

- Minyak rem

~ Kapasitas minyak rem mesin=1liter

~ Harga minyak rem per liter= Rp 21.000 per liter

Biaya minyak rem mesin= Rp 21.000

- Filter bbm

~ Kapasitas filter =1buah

~ Harga filter per buah= Rp 40.000 per buah

Biaya minyak rem mesin= Rp 40.000

- Filter oli =

~ Jumlah filter=2buah

~ Harga filter per buah= Rp 42.000 per buah

Biaya Filter oli = Rp 84.000

- Filter udara=

~ Jumlah filter=1buah

~ Harga filter per buah= Rp 38.500 per buah

Biaya udara= Rp 38.500

3). Upah servis (bila dilakukan di luar)=

Jumlah biaya servis besar= Rp 803.500

4).Biaya servis besar per koasi.km= Rp 80,35 per koasi.km

5).Biaya servis besar per seat.km= 6,70 per seat.km

h.Over Houl Mesin

1). Dilakukan setiap=90.000km

3). Biaya service= Rp 6.500.000

4). Biaya service per koasi.km= Rp 72,22 per koasi.km

5). Biaya service per seat.km= Rp 6,02 per seat.km

i.Over Houl Body

1). Dilakukan setiap=1tahun

3). Biaya service= Rp 250.000,00

4). Biaya service per koasi.km= Rp 196,08 per koasi.km

5). Biaya service per seat.km= Rp 16,34 per seat.km

jRetrikoasii terminal

1). Retrikoasii terminal per hari= Rp -

2). Retrikoasii terminal per koasi.km= Rp - per koasi.km

3). Retrikoasii terminal per seat.km= Rp - per seat.km

kSTNK/pajak kendaraan

1). Biaya STNK/koasi= Rp 800.000 per koasi

2). Biaya STNK/koasi.km= Rp 52,29 per koasi.km

3). Biaya STNK/seat.km= Rp 4,36 per seat.km

lKir

1). Frekuensi kir/tahun=2kali

2). Biaya setiap kali kir= Rp 91.000

3). Biaya kir/tahun= Rp 182.000 per tahun

4). Biaya kir/koasi.km= Rp 11,90 per koasi.km

5). Biaya kir/seat.km= Rp 0,99 per seat.km

Biaya tidak langsung

a.Biaya Gaji Pegawai Non Awak Bus

Gaji/th= Rp -

Lembur/th= Rp -

Tunjangan Sosial/th= Rp -

Jumlah = Rp -

Biaya Gaji Pegawai Non Awak Bus/bus-Km= Rp -

b.Biaya Pengelolaan :

Penyusutan Bangunan kantor= Rp -

Penyusutan Pool= Rp -

Penyusutan Inventaris Kantor= Rp -

Biaya Administrasi Kantor= Rp -

Biaya Pemeliharaan Kantor dan Pool= Rp -

Biaya Listrik, Air dan Telepon= Rp -

Pajak= Rp -

Biaya Izin Usaha= Rp 100.000,00

Biaya Izin Trayek= Rp 50.000,00

Jumlah = Rp 150.000,00

Biaya Pengelolaan per Bus - Km= Rp 9,80

REKAPITULASI HARGA POKOK ANGKUTAN

1Rekapitulasi biaya langsung per koasi.km

a.Penyusutan= Rp 1.359,48

b.Bunga modal= Rp 917,65

c.Gaji dan tunjangan awak koasi= Rp 1.411,76

d.BBM= Rp 642,86

e.Ban= Rp 213,33

f.Service kecil= Rp 111,20

g.Service besar= Rp 80,35

h.Over Houl mesin= Rp 72,22

iOver Houl body= Rp 196,08

jRetrikoasii terminal= Rp -

kSTNK/pajak kendaraan= Rp 52,29

lKir= Rp 11,90

Jumlah= Rp 5.069,11 per koasi.km

2Rekapitulasi Biaya Tidak Langsung /Koasi -Km

a.Biaya Gaji Pegawai Non Awak Bus= Rp - per koasi.km

b.Biaya Pengelolaan := Rp 9,80 per koasi.km

Jumlah= Rp 9,80 per koasi.km

BIAYA POKOK

Biaya Pokok Per Bus -Km

Biaya Langsung= Rp 5.069,11 per koasi.km

Biaya Tidak Langsung= Rp 9,80 per koasi.km

Jumlah= Rp 5.078,92 per koasi.km

BIAYA KOASI/PNP-KM= 423,24 /Pnp/Km

Rp. 1.547,90

11

Posisi biaya pada berbagai tingkat faktor muat :

100%= Rp 423,24 per seat.km

90%= Rp 470,27 per seat.km

80%= Rp 529,05 per seat.km

70%= Rp 604,63 per seat.km

60%= Rp 705,41 per seat.km

50%= Rp 846,49 per seat.km

40%= Rp 1.058,11 per seat.km

* Dengan faktor muat (Lf) =70%

Tarif Angkutan Umum

Tarif = (BOK + (10% BOK)) / (Lf x Sc) Rp 665,10 /Pnp/Km

1

C.

MAKALAH MANAJEMEN ANGKUTAN UMUMKOTA TEGAL 2013TAHUN AJARAN 2014/2015BAB IIIPENUTUP

A.KESIMPULANDari beberapa penjabaran diatas mengenai kinerja Angkutan Umum di Kota Tegal dapat disimpulkan yakni :1. Trayek A-1 adalah rute dengan 12 seat dengan jarak rute trayek sebesar 17 Km dengan rute trayek Terminal Kota Tegal ke Pasar Anyar2. Penghitungan Biaya operasional Kendaraan pada Angkutan taryek A-1 menggunakan analisis biaya langsung dan tidak langsung pada kendaraan.3. Tarif Kendaraan dapat dihitung denganTarif = (BOK + (10% BOK)) / (Lf x Sc)Keterangan : BOK = Biaya PokokLF =Load factor4. Tarif kendaraan setelah penghitungan sebesar = Rp. 665,- Penumpang / KmB. SARANDari kesimpulan tersebut kita dapat mencermati secara garis besar bahwa dengan penghitungan biaya operasional kendaraan dapat memberi pandangan terhadap kelayakan bisnis untuk ke depannya (profitable). Perlu disadari peran Pemerintah pengawasan dan stakeholders harus melakukan fungsi terhadap kualitas angkutan umum, pemberian subsidi juga dirasa penting agar tercapainya keseimbangan seluruh lapisan pengguna jasa dan nilai efektifitas dan efisiensi tercapai antara pengguna jasa dengan penyedia jasa.