Makalah Bahasa Indonesia Penggunaan Huruf Kapital

  • View
    106

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

b indo

Text of Makalah Bahasa Indonesia Penggunaan Huruf Kapital

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahHuruf kapital (besar) pada saat ini mulai jarang diperhatikan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu penggunaan secara tertulis baik di instansi dalam hal ini kondisinya formal maupun yang lainnya. Kaedah penggunaannya pun seringkali dilupakan oleh kebanyakan orang. Terkadang, seorang guru pun lupa akan penggunaan huruf kapital ini. Kebanyakan orang melupakan atau tidak menggunakan kaedah ini dengan benar karena merasa terlalu banyak aturan dan tidak praktis. Padahal jika kaedah penggunaan huruf kapital ini dilakukan dengan benar, maka akan banyak manfaatnya bagi kita terutama dalam hal tulis-menulis. Jika kita mengamati, kaedah penggunaan huruf kapital yang benar sering dijumpai pada surat kabar, majalah, buku pendidikan yang semuanya masih bersifat formal. Oleh karena itu, kaedah pengunaan huruf kapital yang benar sebaiknya ditanamkan sejak dini agar nantinya bermanfaat bagi kita.B. Rumusan MasalahDari latar belakang tersebut, dapat ditarik beberapa rumusan masalah yang berkaitan dengan pengunaan huruf kapital, antara lain :

1. Apa itu huruf kapital?2. Bagaimana cara pengunaan huruf kapital yang baik dan benar?

3. Bagaimana aplikasi penggunaan huruf kapital ?4. Apa yang dimaksud dengan tanda baca?5. Apa jenis-jenis tanda baca?BAB II

LANDASAN TEORI

A. PengertianHuruf kapital disebut juga huruf besar. Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dari huruf biasa), biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri, dan sebagainya.B. Aturan Penggunaan Huruf KapitalTerdapat banyak aturan-aturan yang mengatur pengunaan huruf kapital, diantaranya : Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

Huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.Dari aturan-aturan tersebut, terdapat pula larangan tentang penggunaan huruf kapital, diantaranya :

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama sejenis atau satuan ukuran.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.C. Pengertian Tanda bacaTanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

B. Jenis-Jenis Tanda Baca dan Contoh Penggunaannya

1. Tanda Titik ( . )

a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Contoh: Saya suka makan nasi.

Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.

b. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

Contoh:

Irwan S. Gatot

George W. Bush

Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.

Contoh: Anthony Tumiwa

c. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.

Contoh:

Dr. (doktor)

S.E. (sarjana ekonomi)

Kol. (kolonel)

Bpk. (bapak)

d. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.

Contoh:

dll. (dan lain-lain)

dsb. (dan sebagainya)

tgl. (tanggal)

hlm. (halaman)

e. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Contoh:

Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)

0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

f. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

g. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Contoh:

Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.

Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.

h. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.

Contoh:

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

SMA (Sekolah Menengah Atas)

PT (Perseroan Terbatas)

WHO (World Health Organization)

UUD (Undang-Undang Dasar)

SIM (Surat Izin Mengemudi)

Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)

i. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.

Contoh:

Cu (tembaga)

52 cm

l (liter)

Rp350,00

j. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Contoh:

Latar Belakang Pembentukan

Sistem Acara

Lihat Pula

2 Tanda Koma (,)

a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi.

Contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.

b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.

Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.

c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.

Contoh:

Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.

Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.

Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

e. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

Contoh:

Oleh karena itu, kamu harus datang.

Jadi, saya tidak jadi datang.

f. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.

Contoh:

O, begitu.

Wah, bukan main.

g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh: Kata adik, "Saya sedih sekali".

h. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama te