45
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. Cabang kedokteran yang mempelajari kelainan pada kelenjar endokrin disebut endokrinologi, suatu cabang ilmu kedokteran yang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan penyakit dalam. Sistem endokrin, dalam kaitanya dengan system syaraf, mengontrol dan mendukung fungsi tubuh. Kedua system ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostatis tubu. Fungsi mereka satu sama lain saling 1

Makalah Anatomi Sistem Endokrin

  • Upload
    djoefrei

  • View
    14.248

  • Download
    21

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)

yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk

mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan"

dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan

menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.

Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar

eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat,

dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran

gastroinstestin. Cabang kedokteran yang

mempelajari kelainan pada kelenjar endokrin

disebut endokrinologi, suatu cabang ilmu

kedokteran yang cakupannya lebih luas

dibandingkan dengan penyakit dalam.

Sistem endokrin, dalam kaitanya dengan

system syaraf, mengontrol dan mendukung fungsi tubuh. Kedua system ini

bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostatis tubu. Fungsi

mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan

karakteristik tertentu. Misalnya, medulla aderenal dan kelenjar hipofise posterior

yang mempunyai asal dari syaraf ( neural). Jika keduanya dihancurkan atau

diangkat, maka funfsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh system

syaraf.

1

Page 2: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Bila umumnya system endokrin bekerja melalui hormon, maka system

syaraf bekerja melalui neuro transmitter yang dihasilkan oleh ujung-ujung syraf.

Struktur

Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepas sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pancreas ( kelenjar endokrin dan eksokrin), payudaara , kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya lengsung ke dalaam darah .

Kelenjar endokrin termasuk:

- Pulau Langerhans pada pancreas- Gonad ( ovarium dan testias)- Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus.

2

Page 3: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Definis

Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai

kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan

melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon

berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai

organ.

Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :

Membedakan system syaraf pussat dan system syaraf reproduktif pada

janin yang sedang berkembang.

Menstimulasi urutan perkembaangan

Mengkoordinasikan system reproduksi

Memelihara linhkungan internal optimal

Melakukan respons korektif dan adatif ketika terjadi stimulasi darurat.

2.2. Pengenalan Sistem Endokrin

Sistem endokrin meliputi suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri

dari sejumlah kelenjar penghasil zat yang

dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan

“endokrin” karena tidak mempunyai saluran

keluar untuk zat yang dihasilkannya. Hormon yang

dihasilkannya itu dalam jumlah sedikit pada saat

dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran melalui

pembuluh darah bercampur dengan darah.

3

Page 4: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Kelenjar yang produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar

ludah) dinamakan kelenjar eksokrin.

Kelenjar endokrin (endocrine gland) terdiri dan (1) kelenjar hipofise atau

pituitari (hypophysis or pituitary gland) yang terletak di dalam rongga kepala

dekat dasar otak; (2) kelenjar tiroid (thyroid gland) atau kelenjar gondok yang

terletak di leher bagian depan; (3) kelenjar paratiroid (parathyroid gland) dekat

kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal (suprarenal gland) yang terletak di kutub

atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau Langerhans (islets of langerhans) di dalam

jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar kelamin (gonad) laki di testis dan indung

telur pada wanita. Placenta dapat juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin

karena menghasilkan hormon.

a. Kelenjar Endokrin

Organ utama dari sistem endokrin adalah:

Kelenjar hipofisa

Kelenjar tiroid

Kelenjar paratiroid

Pulau-pulau pankreas

Kelenjar adrenal

Buah zakar

Indung telur.

Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar

endokrin. Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa;

beberapa diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yang lainnya

menekan pelepasan hormon hipofisa.

Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa

4

Page 5: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya. Beberapa

hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana

mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.

Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui

mekanisme umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah

memberikan sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat

pelepasan hormonnya.

Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa

diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung,

terhadap konsentrasi zat-zat di dalam darah:

Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula

dan asam lemak

Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat

Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon

terhadap perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi

biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini

menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan

yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah.

Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas

pada sistem saraf.

b. Hormon

Kata hormone berasal dari kata Yunanai hormone yang artinya membuiat

5

Page 6: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang

mengatur kehidupan. Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran

darah dari suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam

sel-sel. Sebagian besar hormone merupakan protein yang terdiri dari rantai

asam amino dengan panjang yang berbeda - beda. Sisanya merupakan steroid,

yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol. Hormon dalam jumlah yang

sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.

Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan

antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah

fungsi sel. Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara

keseluruhan:

Hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan,

perkembangbiakan dan ciri-ciri seksual

Hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan

energi

Hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di

dalam darah.

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang

lainnya mempengaruhi seluruh tubuh. Misalnya:

TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar

tiroid.

hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini

mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh.

Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi

metabolisme gula, protein, serta lemak di seluruh tubuh.

6

Page 7: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

2.3. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan

Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu

hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium,

dan testis.

a. Hipofisis

Hypofisis cerebri atau glandula pituitari adalah struktur lonjong kecil yang

melekat pada permukaan bawah otak melalui infundibulum. Lokasinya sangat

terlindungi baik yaitu terletak pada sella turcica ossis sphenoidalis. Disebut

master endocrine gland karena hormon yang dihasilkan kelenjar ini banyak

mempengaruhi kelenjar endokrin lainya.

7

Page 8: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Kelenjar ini terletak di sela tursika, lekulkas os

spenoidalis basis crania. Berbentuk oval dengan

diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua

lobus lobus anterior, merupakan bagian

terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari

hipofise. pada dasar otak besar dan

menghasilkan bermacam-macam hormon yang

mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh

karena itu kelenjar hipofisis disebut master

gland.

Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian,

yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan

bagian posterior .

Hipofisis bagian anterior

Hormon yang dihasilkan kelenjar

hipofisis bagian anterior .

Hipofisis bagian tengah

Menghasilkan hormon perangsang

melanosit atau Melanosit Stimulating

Hormon MSH). Apabila hormon ini

banyak dihasilkan maka menyebabkan

kulit menjadi hitam.

hipofisa merupakan sebuah kelenjar sebesar kacang polong, yang terletak

di dalam struktur bertulang (sela tursika) di dasar otak.

sela tursika melindungi hipofisa tetapi memberikan ruang yang sangat kecil

untuk mengembang.

8

Page 9: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

jika hipofisa membesar, akan cenderung mendorong ke atas, seringkali menekan

daerah otak yang membawa sinyal dari mata dan mungkin akan menyebabkan

sakit kepala atau gangguan penglihatan.

hipofisa mengendalikan fungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin lainnya.

hipofisa dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak tepat

diatas hipofisa.

hipofisa memiliki 2 bagian yang berbeda, yaitu lobus anterior (depan) dan lobus

posterior (belakang).

hipotalamus mengendalikan lobus anterior (adenohipofisa) dengan cara

melepaskan faktor atau zat yang menyerupai hormon, melalui pembuluh darah

yang secara langsung menghubungkan keduanya. pengendalian lobus posterior

(neurohipofisa) dilakukan melalui impuls saraf.

Adeno hypophysis

1. Pars distalis

• Bagian utama dari kelenjar hypofisis krn meliputi 75% dari seluruh kelenjar

• Dengan sedian yang diberi pewarnaan HE dapat dibedakan menjadi 2 macam

sel :

a. Sel chromophobe (Sel utama)

Sitoplasma tidak menyerap bahan warna sehingga tampak intinya saja, ukuran

selnya kecil. Sel ini biasanya berkelompok dibagian tengah dari lempengan sel

chromofil sehingga ada dugaan bahwa sel ini merupakan sel yang sedang tidak

aktif dan nantinya dapat berubah menjadi sel acidofil atau sel basofil pada saat

diperlukan

• Sel Acidophil

9

Page 10: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Ukuranya lebih besar dengan batas yang jelas dan dengan pewarnaan HE rutin

sitoplasmanya berwarna merah muda. Berdasakan reaksinya terhadap bahan

cat, dapat dibedakan menjadi 2 sel:

1. Sel orangeophil (alpha acidophil = sel somatrotope)

Sel ini dapat dicat dengan orange-G, menghasilkan hormon GH

2. Sel carminophil (epsilon acidhophil = sel mammotrope)

Sel ini bereaksi baik terhapat cat azocarmin. Jumlah sel ii meningkat selama dan

setelah kehamilan. Hormon yang dihasilkan hormon prolaktin.

• Sel Basophil

Sel ini memiliki inti lebih besar dari sel acidiphil dan dengan pewarnaan HE

sitoplasmanya tampak berwarna merah ungu atau biru. Bila memakai

pengecatan khusus aldehyde – fuchsin, dapat dibedakan 2 macam sel :

1. Sel beta basophil (sel thyrotrophic)

Sel ini tercat baik dengan aldehyde – fuchsin dan menghsilkan hormon

thyrotropic hormon

2. Sel delta basophil

Dengan perwarnaan aldehyde – fuchsin tidak tercat dengan baik. Berdasarkan

hormon yang dibentuk, diduga sel ini ada 3 macam:

a. Sel gonadotrophin type 1

Sel ini menghasilkan FSH

b. Sel gonadotropin type 2

Sel ini menghasilkan LH

c. Sel corticotrophic

Sel ini menghasilkan hormon ACTH, pada manusia sel ini membentuk melanocyte

stimulating hormone ( MSH)

10

Page 11: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

2. Pars intermedia

Bagian hypophysis ini pada manusia mengalami rudimenter, dan tersusun dari

suatu lapisan sel tipis yang berupa lempengan – lempengan yang tidak teratur

dan gelembung yang berisi koloid. Pada manusia diduga membentuk

melanocyte stimulating hormon ( MSH ) yang akan merangsang kerja sel

melanocyte untuk membentuk pigmen lbh bnyk. Tetapi hal ini masih dlm

penelitian lbh lanjut.

Neura hypophyse Terdiri dari 2 macam struktur :

a. Pars nervosa : infundibular processus

b. Infundibulum : neural stalk ( merupakan tangkai yang menghubungkan neuro

hypophyse dengan hypotalamus )

Bagian ini tersusun dari :

a. Sabut saraf tak bermyelin yang berasal dari neuro secretory cell hypotalamus

yang dihubungkan melalui hypotalamo – hypophyseal tract

b. Sel pituicyte : sel ini menyerupai neuroglia yaitu selnya kecil dan mempunyai

pelanjutan- pelanjutan sitoplasma yang pendek.

Ciri khas yang terdapat dalam neuro – hipophyse ini adalah adanya suatu

struktur yang disebut herring’s bodies yang merupakan neurosekret dari neuro-

secretory cell dari hypotalamus yang kemudian dialirkan melalui axon dan

ditimbun dalam neuro hypophyse sebagai granul. Hormon – hormon yang

dihasilkan oleh bagian ini adalah : ADH ( vasopressin ), oxytocin.

11

Page 12: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

b. Tiroid (Kelenjar Gondok)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk

cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah

yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah

yang terletak di sebelah kanan batang tenggorok diikat

bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi batang

tenggorok di sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan

kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan

bawah, melekat pada dinding pangkal tenggorok. Kelenjar ini terdapat di bawah

jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang

mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.

Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan

dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena

kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin

menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan

kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme,

yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot.

Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan

garam iodium di dalam makanan.

Fungsi hormone-hormon tiroid antaralain:

Mengatur laju metabolism tuibuh. Bik t3 dan t4 kedua-duanya

meningkatkan metabolism karena peningkatan konsumsi oksigen dan

produksi panas. Efek ini npengecualian untuk otak, lien paru-paru dan

otak,lien, paru-paru dan testis. Ke dua hormon ini tidak berbeda dalam

fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih

cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat disbanding

12

Page 13: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

de3ngan T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah

menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar.

Memegang per4anan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya

pertumbuhan syaraf dan tulang.

Mmempertahankan sekresi GH dan gonadotropin

Efek krontropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatn

kontraksi otot dan menambah irama jantung.

Merangsang pembentukan sel drah merah

Mempengaruhi kekuatan dan riteme pernafasan sebagai konpensasi

tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolism.

Bereaksi sebagai antagonis ansulin.

Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid

(Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut;

kecepatan metabolisme meningkat

denyut nadi bertambah

Gelisah

Gugup

merasa demam.

Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus)

dan kelenjar tiroid membesar.

13

Page 14: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

c. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok

Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.Kelenjar ini menghasilkan

parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam

darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur

dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok

ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.

Tumor paratiroid

menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini

mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin

banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini

tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.

Tubuh kita memiliki empat kelenjar

paratiroid kecil, satu terletak di setiap sudut

kelenjar tiroid. Tanggung jawab mereka adalah

untuk menghasilkan jumlah yang benar dari

hormon paratiroid (PTH), yang bertanggung

jawab untuk menjaga keseimbangan yang

benar dari fosfor dan kalsium dalam tubuh Anda. Bila keseimbangan ini

terganggu, dapat memiliki efek ringan sampai serius pada kesehatan Anda.

14

Page 15: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid menghasilkan PTH

terlalu banyak, mengganggu kalsium tubuh dan tingkat fosfor. Abnormal jumlah

tinggi kalsium ditemukan dalam darah, dan fosfor drop tingkatan untuk tingkat

abnormal rendah. Meskipun gejala sering tidak ada atau hanya berpengalaman

sebagai nyeri kecil dan kelelahan, komplikasi serius dapat berkembang, termasuk:

    * Batu ginjal

    * Mulas

    * Tekanan darah tinggi

    * Peningkatan haus dan buang air kecil

    * Peptikum ulkus

    * Mual

    * Osteoporosis

    * Miskin memori

Hipoparatiroidisme terjadi ketika PCH terlalu sedikit yang dihasilkan,

sehingga kadar kalsium darah sangat rendah dan tingkat fosfor darah sangat

tinggi. Gejala Hipoparatiroidisme meliputi:

* Berlebihan kegugupan

* Sakit kepala

* Otot kram

* Kontraksi otot yang tidak diinginkan sehingga berkedut tak terkendali dan

kejang

* Kejan

15

Page 16: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

d. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada

setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu

bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).

Kerusakan pada bagian korteks

mengakibatkan penyakit Addison

dengan gejala sebagai berikut: timbul

kelelahan, nafsu makan berkurang,

mual, muntahmuntah, terasa sakit di

dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan

atau dalam keadaan bahaya, produksi

adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah

lebih banyak.

Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil

mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

Hampir semua orang mengetahui bahwa ada dua ginjal dan bahwa keduanya

sangat penting, tetapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa ada dua potong

jaringan kecil yang beratnya masing-masing 5-6 gram di atas kedua ginjal yang

juga amat penting.

16

Page 17: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Saat kita mengamati kelenjar-kelenjar ini, yang

dikenal dengan nama kelenjar adrenal, masing-

masing adalah sebuah laboratorium yang

terpisah. Yang pertama adalah bagian luar

kelenjar adrenal (korteks adarenal), yang

menghasilkan tiga hormon; yang kedua adalah

bagian dalam kelenjar adrenal (medulla adrenal),

yang menghasilkan dua hormon. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kedua

kelenjar ini sangat penting sehingga pelepasan terlalu banyak atau terlalu sedikit

hormon-hormon itu akan menyebabkan kematian.

Sistem Pertahanan Diri

Sebagian orang berutang nyawa pada suatu hormon ajaib bernama adrenalin:

saat orang-orang ini dalam bahaya, cairan ini membuat mereka lebih kuat,

lebih cekatan, lebih cepat, dan lebih siaga.

Misalnya, seorang pilot menyadari kerusakan mesin di pesawatnya saat

terbang .

Adrenalin segera dilepaskan di dalam tubuh seorang pilot yang

pesawatnya mengalami kerusakan. Cairan ini mengirimkan lebih banyak gula

dan darah ke otak, membuat pilot itu lebih siaga. Tekanan darah dan detak

jantungnya meningkat, membuatnya lebih waspada. Ini hanyalah beberapa

perubahan yang dihasilkan adrenalin pada tubuh pilot.

17

Page 18: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu

menggunakan lebih banyak oksigen (dan lebih banyak darah yang dapat mengalir

ke sel-sel otak dan ototnya). Otot dan anggota badannya menjadi lebih sangat

terpusat dan peningkatan kadar gula darahnya memberinya tenaga tambahan

yang dibutuhkannya.

Adrenalin (epinefrin) dihasilkan dan disimpan dalam medulla adrenal -

bagian dalam kelenjar adrenal. Setiap orang memiliki hormon ini di dalam dirinya

sepanjang hidupnya

Di dalam kelenjar adrenal, ada dua laboratorium terpisah yang menghasilkan

hormon-hormon yang amat penting. Yang pertama korteks adrenal; yang

lainnya medula adrenal. Hormon-hormon yang dihasilkan di kedua laboratorium

ini penting bagi kehidupan manusia.

Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak

mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam

kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon adrenalin

untuk menghadapi keadaan darurat. Molekul-molekul adrenalin bercampur

dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

18

Page 19: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena

dan arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak

aliran darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan

pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang mengelilingi

pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak darah yang

dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh

otak, otot, dan jantung dapat dipasok.

Korteks adrenal berperan penting mengurangi ketegangan (stres) pada tubuh. Saat tubuh

mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar

pituitari agar melepaskan ACTH (hormon adrenokortikotropis). Di sisi lainn, ACTH

merangsang korteks adrenal, mendorong pembuatan kortikosteroid. Kortikosteroid ini

memastikan produksi glukosa dari molekul-molekul seperti protein, yang tak mengandung

karbohidrat. Akibatnya, tubuh menerima tenaga tambahan dan tekanan pun berkurang.

19

Page 20: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Bagi setiap organ tubuh, kerja adrenalin berbeda;

ketika menuju pembuluh darah, molekul

adrenalin menyebabkan pembuluh melebar;

ketika menuju jantung, molekul mempercepat

penegangan sel-sel jantung. Ini membuat jantung

berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga

tambahan yang dibutuhkan otot.

Ketika molekul adrenalin mencapai sel-sel otot,

otot dapat menegang jauh lebih kuat. Molekul adrenalin yang masuk ke hati

memerintahkan sel-sel yang ada di sana agar mencampur gula dengan darah. Ini

menyebabkan jumlah gula darah meningkat dan mengalirkan bahan bakar

tambahan yang dibutuhkan otot.

e. Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem

pencernaan yang memiliki dua fungsi

utama: menghasilkan enzim pencernaan

serta beberapa hormon penting seperti

insulin. Pankreas terletak di retroperitoneal

rongga abdomen atas pada bagian posterior perut dan berhubungan erat

dengan duodenum (usus dua belas jari), panjang sekitar 10-20 cm. Mendapat

pasokan darah dari arteri mesenterika superior dan splenikus.

20

Dalam keadaan bahaya,

tubuh disiagakan karena

adanya hubungan antara

otak dan kelenjar adrenal.

Page 21: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya

sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau langerhans. Pulau –pulau

langerhans terdiri dari tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan

plukagon; sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang

menghasilkan somastotastin namun fungsinya belum jelas diketahui.

Organ sasaran kedua hormone ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak.

Gliklagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisem

karbohoidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah

sangat dipengaruhi oleh kedua hormone ini.

Fungsi kedua hormone ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum,

insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon

meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glucagon bial gula darah

rendah, dan asam amino mkmeningkat. Efek glukagon ini juga sama denga

efek kartisol, GH dan epinefrin.

Dala penurunan kadar gula darah, insulin sebagi hormon anabolic

terutama akan meningkatkan difusi glukosa melalui membrane sel di jaringan.

Efek anabolik penting lainya dari hormone insulin adal;ah sebgai beerikut :

Efek pada hefar

Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa

Menghambat glikogenesis, glukoneonesis dan kategonesis

Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas di hepar

Efek pada otot

Meningkatkan sistesis protein

Meningkatkan transportasi asam amino

21

Page 22: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Meningkatkan glikogenesis

Efek pada jaringan lemak

Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas

Meningkatkan penyimpanan trigleserida

Menurunkan lipolisis

Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau

Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon

insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah.

Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak

menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan

penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan

hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.

f. Ovarium

22

Page 23: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur,

ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan

ovarium yaitu sebagai berikut.

1. Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang

oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-

tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah

ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan pria tanpa melihat

kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita

dan kulit menjadi bertambah halus.

2. Progesteron

Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh

LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang

sudah dibuahi.

Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna

mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat

mempertahankan kehamilan.

23

Page 24: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

g. Testis

Seperti halnya ovarium, testis adalah

organ reproduksi khusus pada pria. Selain

menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai

kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon

androgen, yaitu testosterone diperlukan untuk

untuk mempertahankan spermatogenesis. Testosteron berfungsi menimbulkan

dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya

suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.

2.3. Pengendalian Endokrin

Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di

dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi

tubuh. Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon

harus diatur dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke

waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

24

Page 25: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka

merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau

terlalu rendah.

Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di

kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka

hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan

perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon. Sistem umpan

balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa.

Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang

memiliki jadwal tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita melibatkan

peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Hormon

estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-

naik setiap bulannya.

Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap

bioritmik ini masih belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ

memberikan respon terhadap semacam jam biologis.

25

Page 26: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa

diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan

pelepasan hormon hipofisa.

Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa

mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya.Beberapa

hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana

mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.Hipofisa

mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme

umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan

sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan

hormonnya.

Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa

diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung,

terhadap konsentrasi zat-zat di dalam darah:

Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap

gula dan asam lemak

Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat.

Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon

terhadap perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi

biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini

menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan

yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah. Contohnya,

otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada

sistem saraf.

26

Page 27: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon. Prolaktin (hormon

yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara

menghasilkan susu. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk

menghasilkan lebih banyak prolaktin. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan

oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa

dialirkan ke mulut bayi.

Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada di bawah

kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh

memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin

meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari

makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai

sangat rendah.

Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas. Kadar

kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan

terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya

dimengerti.

a. Hormon Utama

HormonYang menghasilkan

Fungsi

AldosteronKelenjar adrenal

Membantu mengatur keseimbangan garam dan air dengan cara menahan garam dan air serta membuang kalium

Hormon antidiuretik (vasopresin)

Kelenjar hipofisa

Menyebabkan ginjal menahan air Bersama dengan aldosteron,

membantu mengendalikan tekanan

27

Page 28: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

darah

KortikosteroidKelenjar adrenal

Memiliki efek yang luas di seluruh tubuh, terutama sebagai:

Anti peradangan Mempertahankan kadar gula darah,

tekanan darah dan kekuatan otot Membantu mengendalikan

keseimbangan garam dan air

KortikotropinKelenjar hipofisa

Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon oleh korteks adrenal

Eritropoietin Ginjal Merangsang pembentukan sel darah merah

Estrogen Indung telurMengendalikan perkembangan ciri seksual dan sistem reproduksi wanita

Glukagon Pankreas Meningkatkan kadar gula darah

Hormon pertumbuhan

Kelenjar hipofisa

Mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan

Meningkatkan pembentukan protein

Insulin Pankreas Menurunkan kadar gula darah Mempengaruhi metabolisme glukosa,

protein dan lemak di seluruh tubuh

LH (luteinizing hormone) FSH (follicle-stimulating hormone)

Kelenjar hipofisa

Mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan sperma dan sementum, pematangan sel telur, siklus menstruasi

Mengendalikan ciri seksual pria dan wanita (penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur dan ketebalan kulit, suara dan bahkan

28

Page 29: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

mungkin sifat kepribadian)

OksitosinKelenjar hipofisa

Menyebabkan kontraksi otot rahim dan saluran susu di payudara

Hormon paratiroid

Kelenjar paratiroid

Mengendalikan pembentukan tulang Mengendalikan pelepasan kalsium dan

fosfat

Progesteron Indung telur

Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel telur yang telah dibuahi

Mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu

PolaktinKelenjar hipofisa

Memulai dan mempertahankan pembentukan susu di kelenjar susu

Renin dan angiotensin

Ginjal Mengendalikan tekanan darah

Hormon tiroid Kelenjar tiroidMengatur pertumbuhan, pematangan dan kecepatan metabolism

TSH

(tyroid-

stimulating

hormone)

Kelenjar

hipofisa

Merangsang pembentukan dan pelepasan

hormon oleh kelenjar tiroid

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang

lainnya mempengaruhi seluruh tubuh.

29

Page 30: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Misalnya, TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi

kelenjar tiroid. Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi

hormon ini mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Insulin dihasilkan oleh sel-sel

pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme gula, protein serta lemak di

seluruh tubuh.

Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah

kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh

memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin

meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari

makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai

sangat rendah.

Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas.

Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi

hari dan terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya

dimengerti.

30

Page 31: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Sistem endokrin

Sistem endokrin-sistem komunikasi lainnya di tubuh terdiri dari kelenjar

endokrin yang memproduksi hormon, zat kimia yang dilepaskan ke dalam

aliran darah untuk membimbing proses seperti metabolisme,

pertumbuhan, dan perkembangan seksual. Hormon juga terlibat dalam

mengatur kehidupan emosional.

The Thyroid Gland

Kelenjar tiroid mengeluarkan tiroksin, suatu hormon yang dapat

mengurangi konsentrasi dan mengakibatkan lekas marah ketika tiroid

yang terlalu aktif, dan menyebabkan kantuk dan metabolisme yang

lambat ketika tiroid berada di bawah aktif.

The paratiroid Kelenjar

Dalam tiroid empat organ berbentuk kacang polong kecil, yang

parathyroids, yang parathormon mengeluarkan untuk mengontrol dan

menyeimbangkan tingkat kalsium dan fosfat dalam darah dan cairan

jaringan. Hal ini, pada gilirannya, mempengaruhi rangsangan sistem saraf.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal adalah kelenjar seukuran kacang polong yang tampaknya

menanggapi paparan cahaya dan mengatur tingkat aktivitas sepanjang

hari.

The Pankreas

Pankreas terletak pada kurva antara perut dan usus kecil dan

mengendalikan tingkat gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin

dan glukagon.

31

Page 32: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

Kelenjar hipofisis

Kelenjar pituitari menghasilkan jumlah terbesar hormon yang berbeda

dan karenanya memiliki jangkauan terluas efek pada fungsi tubuh.

Hipofisis posterior dikontrol oleh sistem saraf. Ini menghasilkan dua

hormon: vasopressin, yang menyebabkan tekanan darah meningkat dan

mengatur jumlah air dalam sel-sel tubuh, dan oxytocin, yang

menyebabkan rahim berkontraksi selama persalinan dan menyusui untuk

memulai. Hipofisis anterior, sering disebut "kelenjar master," menanggapi

pesan-pesan kimiawi dari aliran darah untuk menghasilkan berbagai

hormon yang memicu aksi dari kelenjar endokrin lainnya.

The Gonad

Kelenjar ini reproduksi-testis pada pria dan ovarium pada wanita, dan,

pada tingkat yang lebih rendah, glandssecrete androgen adrenal

(termasuk testosteron) dan estrogen.

The adrenal Kelenjar

Kedua kelenjar adrenal terletak di atas ginjal. Masing-masing memiliki

dua bagian: penutup luar, korteks adrenal, dan inti, medulla adrenal.

Kedua pengaruh respon tubuh terhadap stres. Misalnya, dalam respon

terhadap situasi stres, kelenjar pituitari dapat melepaskan endorfin beta

dan ACTH, yang, pada gilirannya, prompt korteks adrenal untuk

melepaskan hormon. Sementara itu, sistem saraf otonom menstimulasi

medula adrenal untuk mensekresikan hormon seperti epinefrin ke dalam

aliran darah.

32

Page 33: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

3.2. Saran

33

Page 34: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

DAFTAR PUSTAKA

Rumahorbo, Hotma. Asuhan Keperawatan dengan gangguan system endokrin/

Oleh Hotma Rumahorbo; editor,Yasmin Asin- Jakarta: EGC , 1999.

Gartner LP. Color Text Book of Histology. 2ed. Philadelphia: Saunders. 2001.

p302-16, p416-20

Cohen BJ, Wood DL. Memmler’s the Structure and Function of the Human Body.

7ed. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. 2000. p165-77

Bruesch SR. The Hypothalamus. Tennessee: Year Book Medical Publisher. 1984.

p1-15

Bagnara JT. Endokrinologi Umum. 6ed.Yogyakarta:Airlangga University Press.

1988. p101-20, p323-30, p365-77

http://www.shutterstock.com/pic-9111862/stock-vector-endocrine-system.html

http://4uliedz.wordpress.com/2009/02/05/sistem-endokrin/

34

Page 35: Makalah Anatomi Sistem Endokrin

35