15
MAKALAH AGAMA KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM DI SUSUN OLEH ISMAIL MALIKI TINGKAT IB DIV KEPERAWATAN

MAKALAH AGAMA.docx

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: MAKALAH AGAMA.docx

MAKALAH AGAMA

KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM

DI SUSUN OLEH

ISMAIL MALIKITINGKAT IB

DIV KEPERAWATAN

Page 2: MAKALAH AGAMA.docx

Kata PengantarDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha

Penyayang, segala puji hanya bagiNya. Semoga sholawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, dan juga kepada para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Puji  syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmat,hidayah,inayah-Nya.Sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.

Makalah dengan judul “KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM” sebagai tugas mata kuliah Agama.

Dengan makalah ini, penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi penulis serta pembaca pada umumnya.

Page 3: MAKALAH AGAMA.docx

Daftar IsiKonsep Ketuhanan dalam Islam

A. Pengertian Ketuhanan……………………………………………1B. Perkembangan Pemikiran Manusia Tentang Tuhan……………..

C. Pemikiran Umat Islam Tentang Tuhan…………………………..D. Keimanan dan Ketakwaan………………………………………..

Page 4: MAKALAH AGAMA.docx

Konsep Ketuhanan dalam Islam

A. Pengertian KetuhananTuhan dalam Bahasa Arab berarti Ilah yang mengandung arti pengertian

sesuatu yang disembah (ma’bud). Tuhan (ilah) sesuatu yang dipentingkan olehmanusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. Tercakup didalamnya yang dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemashlahatan atau kegembiraan dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. Selain itu Tuhan dalam arti ilaah dapat pula bervujud benda yang nyata dan memaksakan untuk harus tunduk padanya. Contoh seperti pribadi Fir’aun yang menyebut dirinya sebagai Tuhan atau penguasa yan dipatuhi dan dipuja. Firman Allah dalam Al-Quran yakni:

Artinya : Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat1125 kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (Q.S. Al-Qasas : 38)

Kita semua memahami bahwa Islam mendasarkan ajarannya terhadap monotheisme murni, artinya ajaran tauhid mutlak hanya kepada Allah SWT semata. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang terdapat dalam QS Al-Ikhlas : 1

Artinya :“ Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa 

Page 5: MAKALAH AGAMA.docx

Filsafat baginya adalah pengetahuan tentang yang benar atau baths an al-haqq (knowledge of thruth). Dari sinilah kita bisa melihat persamaan atau filsafat dari agama. Tujuan agama dan tujuan filsafat adalah sama yaitu menerangka apa yang benar dan apa yang baik. Agama, disamping wahyu, juga menggunakan akal sebagai mana filsafatmenggunakan akal. Adapun kebenaran peratama menurut al-kindi, ialah tuhan (allah). Dialah the first truth. Dengan demikian filsafat membahas soal tuhan, agama t tentang tuhan. Dialam ini terdapat benda benda yang di tangkap oleh panca indera yang merupaka juz’iyyat yang tiada terhingga itu akan tetapi yang terpenting adalah hakikat yang terdapat didalam juz’iyyat itu yaitu yang disebut kulliyyat, atau universal, definisi. Tiap benda mempunyai dua hakikat. PERTAMA, hakikat sebagai juz’iyy disebut an-niya. KEDUA, hakikat sebagai kulliyah yang disebut ma’niyyah, yaitu hakikat yang bersifat universal dalam bentuk genus dan spesies.

Tuhan dalam filsafat al-kindi tiadalah mempunyai hakikat dalam arti an-niyah maupun ma-hiyyah. Tuhan bukanlah benda dan tidak termaksuk benda yang ada dialam. Ia pencipta alam, ia tidak tersusun dari materi dan bentuk (al hayyuli’ yang wa al-shurah). Tuhan juga tidak mempunyai hakikat dalam bentuk ma’hiyyah, karena tuhan tidak merupakan genus atau spesies. Tuhan hanya satu tidak ada yang serupa dengan-Nya,. Ia adalah unik, ia adalah yang benar pertama dan yang maha benar. Ia hanyalah satu dan semata mata Satu. Selain dia, semuanya mengandung arti banyak.

Sesuai dengan ajaran paham islam, tuhan bagi al-kindi adalah pencipta dan bukan penggerak pertama seperti pendapat aristoteles. Alam bagi al-kindi bukan kekal di zaman lampau, tetapi mempunyai permulaan. Karena itu dalam hal ini ia lebih dekat dengan filsafat plotenus yang mengatakan bahwa yang maha satu adalah sumber dari ala mini dan sumber dari segala yang ada. Alam ini adalah emanasi atau pancaran dari yang maha satu.

Dalam Al-Quran Allah Swt menyatakan sebagai berikut :

Artinya :Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya1385 dan Allah telah

Page 6: MAKALAH AGAMA.docx

mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Atas pernyataan tersebut, maka Islam sangat menentang yang namanya isyark atau mempersamakan Tuhan dengan sesuatu ciptaan-Nya atau makhluk-Nya. Di sinilah letak perbedaan dasar hidup sebagai muslim dan sebagai sekuler. Kita capai segala sesuatu tidak atas dasar pemecahan potensi manusia saja (rasa, karsa, dan karya manusia), tetapi atas dasar Keimanan dan Keislaman Kepada Allah yang Maha Esa sebagai landasan hidup.

B. Perkembangan Pemikiran Manusia Tentang Tuhan

Konsep ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsepyang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupunbatiniah, baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin.Dalam literatur sejarah agama, dikenal teori Evolusionisme, yaitu teori yangmenyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana, lama-kelamaan meningkat menjadi sempurna. Teori tersebut mula-mula dikemukakanoleh Max Muller, kemudian dikemukakan oleh EB Taylor, Robertson Smith,Lubbock dan Jevens. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurutteori Evolusionisme adalah sebagai berikut :

A. Dinamisme

Menurut paham ini, manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia, ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda, seperti mana (Melanesia), tuah(Melayu), dan syakti (India).

B. Animisme

Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Setiap benda yang dianggap benda baik, mempunyai roh. Oleh masyarakat primitif, roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. Oleh karena

Page 7: MAKALAH AGAMA.docx

itu, roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup, mempunyai rasa senang, rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan ini, agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut, manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh.

C. Politeisme

Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan, karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya, ada yangmembidangi masalah air, ada yang membidangi angin dan lain sebagainya.

D. Monoteisme

Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham, yaitu: deisme, panteisme, dan teisme.

C. Pemikiran Umat Islam Tentang Tuhan

Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid, Ilmu Kalam, atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam, timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Dalam ajaran Islam, tauhid berarti keyakinan akan ke-Esaan Allah. Kalimat tauhid ialah La ilaaha illallah yang berarti tidak ada tuhan melainkan Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 163 dan surah Muhammad ayat 19 sebagai berikut :

Artinya : Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Page 8: MAKALAH AGAMA.docx

Artinya :Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Tauhid merupakan inti dan dasar dari seluruh tata nilai dan norma Islam, sehingga oleh karenanya Islam dikenal sebagai agama tauhid yaitu agama yang mengesakan Allah.

Ke-Esaan Allah meliputi hal-hal sebagai berikut :a. Keesaan Zat-Nya

Keesaan Zat mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah Swt. tidak terdiri dari unsur-unsur . atau bagian-bagian. karena bila Zat Yang Maha kuasa itu terdiri dari dua unsur atau lebih -betapapun kecilnya unsur atau bagian itu-maka ini berarti Dia membutuhkan unsur atau bagian itu. Atau dengan kata lain unsur atau bagian itu merupakan syarat bagi wujud-Nya.

b. Keesaan Sifat-NyaAdapun keesaan sifat- Nya, maka itu antara lain berarti bahwa Allah memiliki sifat yang tidak sama dalam substansi dan kapasitasnya dengan sifat makhluk, walaupun dari segi bahasa kata yang digunakan untuk menunjuk sifat tersebut sama, Sebagai contoh, kata Rahim merupakan sifat bagi Allah, tetapi juga digunakan untuk menunjuk rahmat atau kasih sayang makhluk. Namun substansi dan kapasitas rahmat dan kasih sayang Allah berbeda dengan rahmat makhluk -Nya.

c. Keesaan Perbuatan-NyaKeesaan ini mengandung arti bahwa segala sesuatu yang berada di alam raya ini, baik sistem kerjanya maupun sebab dan wujud-Nya, kesemuanya adalah basil perbuatan Allah semata. Apa yang dikebendaki-Nya terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi, tidak ada daya (untuk memperoleh manfaat), tidak pula kekuatan (untuk menolak madarat), kecuali bersumber dari Allah Swt.

d. Keesaan Perbuatan-NyaKita meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT menciptakan segala sesuatudari yang tidak ada menjadi ada. Manusia hanya dapat menciptakan di atas ciptaan-Nya saja

Page 9: MAKALAH AGAMA.docx

e. Keesaan Wujud-NyaMeskipun usaha manusia untuk membuktikan tentang wujud Allah melalui ciptaan-Nya, pengalaman batin atau fitrah manusia, namun untuk membuktikan secara langsung dengan-Nya, hal itu merupakan nisbi dan sangat terbatas.

D. Keimanan dan KetakwaanKeimanan dan ketaqwaan merupakan 2 kata yang berkaitan erat dalam laku

perbuatan manusia, namun berbeda dalam wujudnya. Keimanan dapat berwujud tingkah laku, dan dapat pula berwujud perbuatan atau sebagai aplikasi dalam keimanan.

Adapun kesempurnaan iman serta intinya sebagaimana telah ditata baik dalam kehidupan beragama dan kemudian menjadi pokok-pokok utama ketauhidan Islam yakni dikenali dengan aqidah. Selanjutnya aqidah ini dibentuk kedalam 6 perkara yang dikenal dengan rukun iman, yaitu:

1. Iman Kepada AllahBeriman kepada Allah berarti menyakini akan wujud Allah serta

mengesakan-Nya baik dalam dzat, agama, sifat maupun perbuatan-Nya. Allah SWT memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang menunjukkan maha sempurna-Nya. Misalnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, dan lain-lain. Dengan mengenal nama dan sifat Allah seseorang akan dapat lebih mengerti Allah Tuhan Yang Maha Esa dan hanya Dia yang berhak disembah.Sebagaimana sabda Nabi :Artinya :Katakanlah aku percaya kepada Allah, kemudian aku lakukan semua perintah-Nya (HR. Muslim). 

2. Iman kepada malaikat Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah dari cahaya

dengan wujud dan sifat-sifat tertentu. Sebagai makhluk ghaib wujud malaikat tidak dapat dilihat atau dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu seperti rupa manusia. Malaikat tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis laki-laki atau perempuan, dan tidak berkeluarga. Mereka hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan. Hanya Allah yang mengetahui hakekat wujud malaikat yang sebenarnya. Malaikat adalah hamba Allah yang mulia.

Page 10: MAKALAH AGAMA.docx

Artinya:Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan958,(Q.S. Al-Anbiya : 26)

3. Iman kepada nabi dan rasul Allah Nabi dan Rasul adalah manusia biasa, laki-laki yang dipilih Allah SWT

untuk menerima wahyu 

Artinya:Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (QS. Al-anbiya : 7)

4. Iman kepada kitab-kitab Allah Yang dimaksud kitab-kitab Allah adalah kitab suci yang diturunkan oleh

Allah SWT kepada para nabi dan rasul Nya. Sebelum kitab suci Al Qur’an diturunkan, Allah telah menurunkan beberapa kitab suci kepada para nabi dan rasul Nya. Disebutkan dalam Al Qur’an adalah lima kitab, tiga dalam bentuk kitab yaitu : Taurat, Zabur dan Injil.

Artinya:Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-

Page 11: MAKALAH AGAMA.docx

orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maidah : 44)

5. Iman kepada hari akhir Yang dimaksud hari akhir adalah kehidupan kekal sesudah kehidupan di dunia ini berakhir, termasuk semua proses dan peristiwa yang terjadi pada hari itu, proses tersebut meliputi :a. Kehancuran alam semesta dan seluruh isinya serta berakhirnya seluruh

kehidupan (qiyamat)

Artinya :“apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?" ( QS. Az Zalzalah : 1 – 3 ).b. Kebangkitan seluruh umat manusia dari alam kubur.c. Dikumpulkannya seluruh manusia di padang mahsar, menunggu

perhitunganamal mereka ketika di dunia.d. Perhitungan seluruh amal perbuatan manusia di dunia.e. Pembalasan dengan surga atau neraka. 

6.  Iman kepada qadla dan qadarSecara etimologis qadla berarti ketetapan, keputusan atau kepastian (Sudarno, [t.th] : 43). Qadla Allah berarti ketetapan hukum Allah terhadap segala sesuatu. Sedangkan qadar adalah kadar, ketentuan dan ukuran. Qadar Allah berarti ukuran atau ketentuan Allah terhadap segala sesuatu.

Secara terminologi ada ulama yang berpendapat kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang sama dan ada pula yang membedakannya. Yang membedakannya, mendefinisikan qadla sebagai “penciptaan segala sesuatu oleh Allah sesuai dengan ilmu dan irodahnya”. Dan qadar adalah “ilmu Allah tentang apa-apa yang akan terjadi pada seluruh makhluk Nya pada masa yang akan datang.