Makalah 1 Kel.3 KPMS

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

modul KPMS usakti

Text of Makalah 1 Kel.3 KPMS

BAB I

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI1BAB I: PENDAHULUAN2BAB II: LAPORAN KASUS3BAB III: PEMBAHASANIdentifikasi Masalah4Anamnesis6Pemeriksaan Fisik6Pemeriksaan Laboratorium9Pemeriksaan Penunjang9Diagnosis Kerja10Penatalaksanaan11Komplikasi12Prognosis13TINJAUAN PUSTAKA14KESIMPULAN33DAFTAR PUSTAKA34

BAB IPENDAHULUAN

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia , membungkus otot-otot dan organ-organ dalam. Kulit merupakan jalinan jaringan tidak berujung pembuluh darah, saraf, dan kelenjar, semuanya memiliki potensi untuk terserang penyakit. Kulit melindungi tubuh dari trauma dan merupakan benteng pertahanan terhadap infeksi bakteri, virus dan jamur .Penyakit kulit sangat banyak, diantaranya dermatitis yang merupakan peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal. Dermatitis kontak adalah reaksi fisiologik yang terjadi pada kulit karena kontak dengan substansi tertentu, dimana sebagian besar reaksi ini disebabkan oleh iritan kulit dan sisanya disebabkan oleh alergen yang merangsang reaksi alergi.Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan inflamasi pada kulit yang bermanifestasi sebagai eritema, edema ringan dan pecah-pecah. Dermatitis Kontak Iritan merupakan respon non spesifik kulit terhadap kerusakan kimia langsung yang melepaskan mediator-mediator inflamasi yang sebagian besar berasal dari sel epidermis. DKI merupakan hasil klinik dari inflamasi yang berasal dari pelepasan sitokin-sitokin proinflamasi dari sel-sel kulit (prinsipnya keratinosit), biasanya sebagai respon terhadap rangsangan kimia .DKI dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan umur, ras dan jenis kelamin. Jumlah penderita DKI diperkirakan cukup banyak, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan (DKI akibat kerja).

BAB IILAPORAN KASUS

Seorang pria berusia 25 tahun, datang ke poliklinik kulit dan kelamin rumah sakit tempat anda bekerja dengan keluhan gatal di telapak tangan, punggung tangan kanan dan kiri, telapak dan punggung kaki kanan dan kiri sejak 7 hari yang lalu. Gatal disertai kulit kemerahan, bersisik, dan mengelupas.Pasien bekerja di tempat pencucian motor dan mobil sejak 1 bulan yang lalu dengan jam bekerja dari jam 08.00 sampai jam 21.00. Pada saat mencuci motor atau mobil ia tidak menggunakan sepatu khusus.Pasien mengatakan bahwa di tempatt-tempat yang gatal tersebut mengalami penebalan dengan lipatan kulit yang kasar dan kering, kemudian oleh pasien diberi obat salep 88 yang dibeli di warung akan tetapi gatal tidak mengalami perbaikan dan bahkan kulitnya muncul seperti retak-retak. Pasien menyangkal pernah menderita penyakit yang sama, dan tidak ada riwayat alergi. Di anggota keluarga, teman-teman di tempat kerja tidak ada yang menderita penyakit yang sama.

BAB IIIPEMBAHASAN I. IDENTIFIKASI MASALAH

Identitas Pasien:Nama: -Umur: 25 tahunJenis Kelamin: PriaPekerjaan: Pencuci motor dan mobilKeluhan utama: Gatal di telapak tangan, punggung tangan kanan dan kiri, telapak dan punggung kaki kanan dan kiri sejak 7 hari yang lalu.

Berdasarkan keluhan utama, pasien mengalami gatal di telapak tangan, punggung tangan kanan dan kiri, telapak dan punggung kaki kanan dan kiri sejak 7 hari yang lalu. Gatal ini disertai kulit kemerahan, bersisik, dan mengelupas. Dimana pada tempat-tempat yang gatal tersebut mengalami penebalan dengan lipatan kulit yang kasar dan kering, yang kemudian oleh pasien diberi obat salep 88 yang dibeli di warung akan tetapi gatal tidak mengalami perbaikan dan bahkan kulitnya muncul seperti retak-retak. Pasien bekerja pada tempat pencucian motor dan mobil sejak 1 bulan yang lalu dengan jam bekerja dari jam 08.00 sampai jam 21.00. Ia juga tidak menggunakan sepatu khusus atau pelindung saat bekerja. Berdasarkan uraian masalah pasien diatas, kami memiliki hipotesis :1. Dermatitis Kontak IritanDermatitis kontak iritan adalah suatu reaksi peradangan kulit nonimunologik, dimana kerusakan kulit terjadi langsung tanpa didahului oleh proses sensitisasi, yang disebabkan oleh faktor eksogen berupa bahan kimia yang bersifat iritan seperti bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu, yang menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal.

Dimana pada pasien ini diketahui ia menderita gatal yang disertai disertai kulit kemerahan, bersisik, dan mengelupas, serta terjadi penebalan dengan lipatan kulit yang kasar dan kering akibat terpajan dengan bahan kimia berupa deterjen.

2. Dermatitis Kontak AlergikaDermatitis kontak alergika adalah suatu reaksi peradangan kulit imunologik, dimana kerusakan kulit terjadi pada seseorang yang telah mengalami sensitisasi terhadap suatu alergen, berupa bahan kimia sederhana dengan berat molekul sederhana yang merupakan suau allergen yang belum diproses (hapten), yang menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal. Meskipun pasien ini menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki riwayat alergi, hal ini masih belum dapat menyingkirkan hipotesis sehingga dibutuhkan informasi lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis.

3. Mikosis SuperfisialisMikosis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Mikosis superfisialis yang mungkin dialami oleh pasien adalah dermatofitosis, yaitu suatu penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, missal stratum korneum yang terdapat pada kulit yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita.

4. Dermatosis EritroskuamosaDermatosis eriteroskuamosa ialah penyakit kulit yang terutama ditandai dengan adanya eritema dan skuama.

II. ANAMNESISRiwayat penyakit : Keluhan Utama :Gatal di telapak tangan, punggung tangan kanan dan kiri, telapak dan punggung kaki kanan dan kiri sejak 7 hari yang lalu. Riwayat Penyakit Sekarang :Anamnesis tambahan yang diperlukan adalah :1) Apakah ada faktor pencetus gatal selain karena terpajan dengan deterjen?2) Apakah setelah lama menggaruk keluar darah atau cairan?3) Apakah pasien demam?4) Bagaimana gizi/asupan makanan pasien?5) Bagaimana dengan hygiene/kebersihan pasien?6) Apakah selama bekerja 13 jam pasien ada shift kerja? Riwayat Penyakit Dahulu :Pasien menyangkal pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya. Riwayat Kebiasaan :Pasien tidak menggunakan sepatu khusus saat bekerja sebagai pencuci motor dan mobil.III. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Keadaan gizi : Baik Tanda vital Tekanan darah : 130/80 mmHgMenandakan bahwa tekanan darah pasien adalah normal, dimana menurut JNC VII 2003 tekanan darah yang normal adalah sistole kurang dari 120 dan diastole kurang dari 80 mmHg menurut. Denyut nadi : 81 kali/menitMenandakan bahwa denyut nadi pasien dalam batas normal, reguler, dimana denyut nadi yang normal adalah 60-100 kali/menit. Pernapasan : 18 kali/menitMenandakan bahwa pasien dalam batas normal, dimana frekuensi pernapasan yang normal pada pria adalah 16-20 kali/menit. Suhu tubuh: AfebrisMenandakan suhu tubuh pasien adalah normal, dimana suhu tubuh normal antara 36,50C 37,20C, dan menandakan bahwa pasien tidak terdapat infeksi sekunder. Kepala : Normochepal Rambut : Hitam, distribusi merata

Status Dermatologi1. Manusa. Lokasi: dorsum dan palmar manus dekstra dan sinistrab. Efloresensi: 1) Eritema : kemerahan pada kulit yang disebabkan karena pelebaran pembuluh darah kapiler yang reversible. Pelebaran pembuluh darah kapiler terjadi karena adanya induksi vasodilatasi oleh prostaglandin dan leukotrien yang dihasilkan dari perubahan asam arakhidonat, dimana pelepasan asam arakhidonat ini terjadi akibat kerusakan membrane lemak (lipid membrane) karena terpajan dengan bahan iritan yang berlebih.2) Erosi: kelainan kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basale. Erosi terjadi akibat garukan kulit secara terus menerus. 3) Likenifikasi : penebalan kulit disertai relief kulit yang makin jelas. Likenifikasi timbul sebagai respons dari kulit akibat gosokan dan garukan yang berulang-ulang dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga garis kulit tampak lebih menonjol.4) Fissure: belahan kulit yang terjadi oleh tarikan jaringan disekitarnya. Fissure terjadi karena bahan iritan menyebabkan perubahan daya ikat air kulit sehingga elastisitas kulit menjadi berkurang.5) Skuama kasar berwarna putih : lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit. Skuama kasar berwarna putih terjadi akibat adanya inflamasi yang menyebabkan sel melakukan proliferasi berlebih, dan akan menyebabkan terjadinya hiperkeratosis karena semakin tebalnya stratum korneum.c. Ukuran: Plakat (lebih besar dari numular), batas tidak tegasd. Lesi: multiple (lebih dari satu), bentuk tidak teratur, difuse (tidak berbatas tegas), menimbul dari permukaan dan kering.2. Pedisa. Lokasi: dorsum dan palmar manus dekstra dan sinistrab. Efloresensi1: 1) Eritema : kemerahan pada kulit yang disebabkan karena pelebaran pembuluh darah kapiler yang reversible. Pelebaran pembuluh darah kapiler terjadi karena adanya induksi vasodilatasi oleh prostaglandin dan leukotrien yang dihasilkan dari perubahan asam arakhidonat, dimana pelepasan asam arakhidonat ini terjadi akibat kerusakan membrane lemak (lipid membrane) karena terpajan dengan bahan iritan yang berlebih.2) Erosi: kelainan kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basale. Erosi terjadi akibat garukan kulit secara terus menerus hingga mengenai stratum spinosum. 3) Likenifikasi : penebalan kulit disertai relief kulit yang makin jelas. Likenifikasi timbul sebagai respons dari kulit akibat gosokan dan garukan yang berulang-ulang dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga garis kulit tampak lebih menonjol.4) Fissure: belahan kulit yan