of 32 /32
hkama ahkamah Agung Republ Mahkamah Agung Republik Indonesia mah Agung Republik Indonesia ublik Indonesia Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 1 P U T U S A N Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Pelalawan yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa : Nama Lengkap : DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (Alm); Tempat lahir : Lampung; Umur / tanggal lahir : 44 tahun /20 Desember 1971 Jenis kelamin : Laki-laki. Kebangsaan/kewarganegaraan : Indonesia. Alamat : Rt.02/Rw.06 Kel. Pkl. Lesung Kec. Pkl. Lesung Kab. Kabupaten Pelalawan; Agama : Islam. Pekerjaan : CPNS Guru SMKN 1 Ukui Pendidikan : S1 Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh: 1. Penyidik, sejak tanggal 26 November 2015 sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 ; 2. Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci, sejak tanggal 16 Desember 2015 sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 ; 3. Penuntut Umum, sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 09 Februari 2016 ; 4. Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 28 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26 Februari 2016; 5. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 27 Februari 2016 sampai dengan tanggal 26 April 2016; 6. Perpanjangan I oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, sejak tanggal 27 April 2016 sampai dengan 26 Mei 2016; Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu ABU BAKAR SIDIK, SH., MH, ZULKIPLI, SH, ELVIRA SURIANI, SH, AHMAD YUSUF, SH dan ERIYANTO ,SH, Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Advokat dan Konsultan Hukum ABU BAKAR SIDIK SH., MH & PARAMITRA berkantor di Jalan Rawamangun No. 02 Simpang Lima Labersa Pekanbaru, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 03 Januari 2016 yang telah didaftarkan dikepaniteraan Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor 06/SK/2016/PN.PLW tanggal 04 Februari 2016 ; Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca: Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

  • Upload
    others

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

1

P U T U S A N

Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Pelalawan yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan

biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama Lengkap : DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin

RASYAD IMAM MUNIR (Alm);

Tempat lahir : Lampung;

Umur / tanggal lahir : 44 tahun /20 Desember 1971

Jenis kelamin : Laki-laki.

Kebangsaan/kewarganegaraan : Indonesia.

Alamat : Rt.02/Rw.06 Kel. Pkl. Lesung Kec. Pkl.

Lesung Kab. Kabupaten Pelalawan;

Agama : Islam.

Pekerjaan : CPNS Guru SMKN 1 Ukui

Pendidikan : S1

Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:

1. Penyidik, sejak tanggal 26 November 2015 sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 ;

2. Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci, sejak tanggal 16 Desember 2015

sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 ;

3. Penuntut Umum, sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 09 Februari 2016 ;

4. Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 28 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26

Februari 2016;

5. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 27 Februari 2016

sampai dengan tanggal 26 April 2016;

6. Perpanjangan I oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, sejak tanggal 27 April 2016

sampai dengan 26 Mei 2016;

Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu ABU BAKAR SIDIK,

SH., MH, ZULKIPLI, SH, ELVIRA SURIANI, SH, AHMAD YUSUF, SH dan ERIYANTO

,SH, Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Advokat dan Konsultan Hukum ABU BAKAR

SIDIK SH., MH & PARAMITRA berkantor di Jalan Rawamangun No. 02 Simpang Lima

Labersa Pekanbaru, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 03 Januari 2016 yang telah

didaftarkan dikepaniteraan Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor 06/SK/2016/PN.PLW tanggal

04 Februari 2016 ;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

Page 2: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

2

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW tanggal 28

Januari 2016 tentang Penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor: 23/Pen.Pid/2016/PN.PLW tanggal 28 Januari 2016 tentang

penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang

bukti yang diajukan di persidangan;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang

pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR

(Alm.), bersalah melakukan tindak pidana “telah melakukan percobaan dengan sengaja

merampas nyawa orang lain“ sebagai mana dimaksud dalam dakwaan Jaksa / Penuntut

Umum yakni melanggar Pasal Pertama: Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 53 ayat (1)

KUHPidana.

2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD

IMAM MUNIR (Alm.) selama 10 (sepuluh) Tahun penjara dikurangi dengan seluruh masa

penahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa dalam perkara ini, dengan perintah terdakwa

tetap ditahan.

3. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan pada

jilbab

- 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah

- 1 (satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah

- 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk Bucheri terdapat bercak darah.

Dikembalikan kepada saksi Nova Damayanti.

- 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah

- 1 (satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium.

- 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620 VA warna merah

Dikembalikan kepada terdakwa.

- 1 (satu) buah meja.

Dikembalikan kepada SMK 1 Ukui melalui terdakwa.

- 1 (satu) buah parang bertangkai kayu.

Dirampas untuk dimusnahkan.

4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp 1000,- (seribu rupiah)

Menimbang, bahwa atas tuntutan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa melalui Penasehat

Hukumnya telah mengajukan Nota Pembelaan/ Pledooi yang disampaikan secara tertulis

dipersidangan pada tanggal 04 Mei 2016 yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa

memohon keringanan hukuman karena Terdakwa telah dimaafkan oleh korban didepan

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

Page 3: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

3

persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama dalam

persidangan, terdakwa sangat menyesal atas perbuatan yang telah Terdakwa lakukan dan

Terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa belum pernah dihukum dan sebagai

tulang punggung kerluarga;

Menimbang, bahwa atas Pembelaan/ Pledooi yang diajukan oleh Terdakwa melalui

Penasehat Hukum Terdakwa tersebut, Penuntut Umum juga mengajukan Jawaban atas

Pembelaan/ Pledooi Penasehat Hukum Terdakwa (Replik) tersebut secara lisan pada hari dan

tanggal itu juga yang pada pokoknya menyatakan tetap pada surat tuntutannya semula, sedangkan

Penasehat Hukum Terdakwa dalam Dupliknya yang disampaikan secara lisan dipersidangan yang

pada pokoknya menyatakan tetap pada Pembelaan/ Pledooinya;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa

berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

Kesatu :

Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM

MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau

setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya

masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua

Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri

Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Telah melakukan Percobaan

dengan sengaja merampas nyawa orang lain ”, Perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa

dengan cara sebagai berikut :

Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam

07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui

bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah

selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan

para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan

siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk

mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni

Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang

disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga

posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada

saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan

Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada

saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban

mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan

kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru

tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis

namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun

terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

Page 4: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

4

sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan

marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa

langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,

dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai

tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan

ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari

dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi

korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah

membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan

kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun

terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2

(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan

ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali

sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan

tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban

bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk

didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa

akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan

darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil

berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan

saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari

saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke

kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat

dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala

sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus

berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk

dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok

dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,

tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter

pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi

103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

2. Pada korban ditemukan

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

Page 5: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

5

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar

otot tampak sebagian otot terpotong.

3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan

pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka

5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada

kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal

338 KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.

------------------------------------------------------------ A T A U ------------------------------------------

Kedua :

Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR

(alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-

tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam

Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui

Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang

berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Dengan sengaja melukai berat orang lain, “

Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam

07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui

bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah

selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan

para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan

siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk

mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni

Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang

disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga

posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada

saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat

Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat

itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi

korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan

kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru

tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis

namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun

terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

Page 6: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

6

sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan

marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa

langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,

dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai

tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan

ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari

dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi

korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah

membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan

kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun

terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2

(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan

ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali

sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan

tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban

bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk

didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa

akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan

darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil

berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan

saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari

saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke

kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat

dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala

sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus

berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk

dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok

dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,

tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne

NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan

sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi

103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

2. Pada korban ditemukan

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

Page 7: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

7

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar

otot tampak sebagian otot terpotong.

3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan

pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka

5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada

kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 354

Ayat (1) KUHP.

------------------------------------------------------------ A t a u ----------------------------------------------

Ketiga :

Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR

(alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-

tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam

Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui

Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang

berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ telah melakukan penganiayaan dengan

rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat , “ Perbuatan mana dilakukan

terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam

07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui

bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah

selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan

para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan

siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk

mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni

Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang

disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga

posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada

saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan

Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada

saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban

mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan

kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

Page 8: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

8

tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis

namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun

terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya

sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan

marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa

langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,

dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai

tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan

ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari

dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi

korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah

membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan

kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun

terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2

(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan

ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali

sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan

tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban

bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk

didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa

akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan

darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil

berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan

saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari

saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke

kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat

dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala

sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus

berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk

dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok

dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,

tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter

pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi

103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

2. Pada korban ditemukan

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

Page 9: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

9

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar

otot tampak sebagian otot terpotong.

3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan

pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka

5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada

kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 353

Ayat (2) KUHP.

------------------------------------------------- A ta u ---------------------------------------------------

Ke empat :

Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR

(alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-

tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam

Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui

Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang

berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Telah Melakukan Penganiayaan yang

mengakibatkan luka berat, “ Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam

07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui

bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah

selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan

para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan

siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk

mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni

Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang

disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga

posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada

saksi korban “Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan

Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada

saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban

mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

Page 10: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

10

kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru

tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis

namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun

terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya

sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan

marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa

langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,

dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai

tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan

ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari

dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi

korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah

membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan

kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun

terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2

(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan

ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali

sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan

tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban

bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk

didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa

akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan

darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil

berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan

saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari

saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke

kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat

dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala

sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus

berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk

dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok

dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,

tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter

pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi

103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

2. Pada korban ditemukan

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

Page 11: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

11

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar

otot tampak sebagian otot terpotong.

3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan

pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka.

5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada

kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 351

Ayat (2) KUHP.

Menimbang, bahwa atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya

menyatakan mengerti akan maksud dan isi dakwaan tersebut dan menyatakan tidak mengajukan

keberatan/eksepsi;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan

saksi-saksi didepan persidangan dibawah sumpah sesuai dengan agamanya masing-masing,

sebagai berikut:

1. Saksi NOVA DAMAYANTI Als NOVA Binti BACHTIAR EFENDI;

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 07.30 wib Majelis Guru

dan siswa SMK N 1 Ukui mengadakan upacara Hari Guru, lalu sekira jam 09.00 wib

setelah upacara selesai para guru dan siswa berkumpul di ruang majelis guru untuk

bersilaturahmi antara guru dan siswa.

- Bahwa sekira jam 10.30 wib saksi pergi ke ruangan saksi untuk melanjutkan

pekerjaan saksi dan kemudian datang terdakwa sambil membawa tas miliknya dan

duduk di kursi sofa yang ada di ruangan tersebut.

- Bahwa saat terdakwa berada di ruangan saksi, terdakwa ada meminta SKP (Surat

Kinerja Pegawai) dan SPMT (Surat Pernyataan Mulai Tugas)

- Bahwa karena kinerja terdakwa saksi dinilai tidak baik seperti tidak menjalankan

tugas sebagai guru dengan baik, masuk sesuka hati dan tidak ikut dalam upacara

peringatan Hari Guru, maka saksi tidak menyerahkan surat yang diminta terdakwa

tersebut.

- Bahwa merasa tidak terima dengan penolakan saksi maka terdakwa marah dan

mengangkat meja kecil di depan sofa tempat terdakwa dan saksi duduk dan

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

Page 12: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

12

menghempaskannya kepada saksi namun saat itu saksi menangkisnya dengan tangan

kanan tepatnya di bagian lengan saksi.

- Bahwa setelah dihempas dengan meja saksi berdiri karena ketakutan dan setelah

melihat wajah terdakwa yang semakin terlihat marah, tiba-tiba saksi melihat terdakwa

mengeluarkan parang dari dalam tas yang ia bawa, dan saksi mencoba melarikan diri.

- Bahwa saat saksi keluar dari pintu ruangan, terdakwa mengayunkan parangnya ke

kepala saksi dan setelah itu saksi tetap berusaha melarikan diri dan terdakwa kembali

membacok kepala saksi berulang kali.

- Bahwa saat saksi mulai lemas dan pandangan saksi mulai goyang terdakwa

mengayunkan parangnya ke arah perut saksi namun saksi tangkis dengan tangan kiri

saksi sehingga parang tersebut melukai tangan saksi tepatnya diatas pergelangan

tangan sebelah kiri.

- Bahwa karena banyak darah yang keluar maka saksi terjatuh dalam posisi terduduk di

dekat pintu masuk ruang kepala sekolah dan kemudian saksi berteriak minta tolong,

sehingga para guru datang menolong saksi sedangkan terdakwa saksi tidak

mengetahui lagi ada dimana karena saat itu saksi sudah sangat lemah dan banyak

mengeluarkan darah.

- Bahwa selanjutnya oleh para guru, saksi dibawa ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk ke

RS Efarina Pkl. Kerinci lalu dirujuk lagi ke RS Santa Maria Pekanbaru.

- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang

tersinggung, suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain dan sosialnya kurang.

- Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi mengalami luka bacok dibagian kepala

sebanyak 3 bacokan dan terhadap bacokan tersebut mengakibatkan retak dirangka

kepala sesuai hasil foto rongen di rumah sakit Mahkota – Malaysia, serta pergelangan

tangan kiri saksi mengalami luka robek dan saat ini jari-jari tangan saksi bagian kiri

tidak lagi berasa karena ada otot yang terputus dipergelangan tangan tersebut.

- Bahwa setelah kejadian hingga saat sekarang saksi belum bisa beraktifitas normal

karena masih mengalami pusing.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak

benar yaitu :

1. Terdakwa tidak ada berkata kau – kau kepada saksi Nova.

2. Saat terdakwa sudah emosi, terdakwa ke ruangan majelis guru untuk mengambil

parang yang ada dimeja terdakwa dan membawa nya ke ruangan saksi Nova lalu

membacokan nya ke saksi Nova.

Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;

2. Saksi YOSI SYAFRIANTI Als YOSI Binti SYAFRINAL (Alm.);

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK

1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan

keluarga.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

Page 13: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

13

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saat kejadian saksi mengetahui nya dan saat berada ditempat tersebut dan

jarak saksi dengan tempat kejadian kejadian hanya sekitar 5 (lima) meter.

- Bahwa saksi melihat diantara ruang kepala sekolah dan ruangan TU, saksi Nova

berusaha berjalan keluar dan berteriak minta tolong dan saat itu terdakwa

membacokan parang yang dipegangnya kearah kepala saksi NOVA sebanyak 3 (tiga)

kali.

- Bahwa ketika saksi Nova sudah berada diluar ruangan terdakwa hendak membacokan

kembali parang yang dipegangnya ke kepala saksi Nova, namun saksi melihat parang

tersebut terlepas dari gagang nya yang terbuat dari kayu sehingga parang terjatuh

dihalaman dekat taman didepan ruangan tata Usaha.

- Bahwa melihat kejadian tersebut, saksi dan beberapa para guru langsung menolong

saksi Nova sedangkan terdakwa pergi meninggalkan tempat tersebut.

- Bahwa selain luka robek di kepala saksi NOVA mendapat luka robek di pergelangan

tangan sebelah kiri.

- Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan

Kepala Sekolah tersebut.

- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova

damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib, terdakwa tidak

datang namun selesai upacara sekitar jam 09.00 Wib, saksi ada melihat terdakwa

dengan membawa tas ransel yang disandang dipunggung nya.

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan

pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova

sudah berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan

dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa yang sedang mengayunkan sebilah parang

dari pegangan tangannya.

- Bahwa saksi tidak mengetahui darimana terdakwa mendapatkan parang tersebut dan

selama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk

mengambil parang.

- Bahwa selain saksi yang menyaksikan kejadian tersebut ada juga Saksi EDI dan saksi

AGUNG.

- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang

tersinggung, suka marah-marah dan suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain

dan kurang bersosialisasi.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

Page 14: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

14

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak

benar yaitu : Terdakwa tidak pernah marah-marah terhadap siapa pun dan tidak pernah membuat

keributan disekolah. Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;

3. Saksi AGUNG SETIAWAN, S.Pd Als AGUNG Bin SUTOPO;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK

1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan

keluarga.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut karena pada saat itu saksi sedang berada di

ruang majelis guru dan mendengar teriakan minta tolong dari saksi NOVA dan setelah

mendengar teriakan tersebut saksi keluar ruangan dan saksi menyaksikan saksi NOVA

dibacok oleh terdakwa.

- Bahwa jarak antara saksi dengan tempat kejadian hanya sekitar 12 (dua belas) meter

- Bahwa saksi melihat terdakwa ada melakukan pembacokan ke arah kepala saksi

NOVA sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan sebilah parang yang gagangnya

terbuat dari kayu.

- Bahwa saat melihat kejadian tersebut, saksi panik dan berusaha untuk mencari alat

yang dapat menolong saksi Nova Damayanti akan tetapi saksi tidak tahu apa yang

harus diambil.

- Bahwa setelah terdakwa pergi barulah saksi dan rekan-rekan guru lainnya menolong

saksi Nova.

- Bahwa selain luka robek di kepala, saksi NOVA juga mengalami luka robek di

pergelangan tangan sebelah kiri nya.

- Bahwa saksi melihat sebilah parang yang tidak ada gagangnya terjatuh di halaman

dekat taman didepan ruangan tata usaha dan dapat saksi pastikan bahwa parang

tersebutlah yang digunakan terdakwa untuk membacok kepala saksi Nova Damayanti.

- Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan

Kepala Sekolah tersebut.

- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova

damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib.

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan

pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova

sudah berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan

dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa yang sedang mengayunkan sebilah parang

dari pegangan tangan nya.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

Page 15: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

15

- Bahwa saksi tidak mengetahui dari mana terdakwa mendapatkan parang tersebut dan

selama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk

mengambil parang.

- Bahwa terdakwa di sekolah dikenal sebagai sosok yang temperament, gampang

tersinggung, suka marah-marah dan suka mencari kesalahan dan kejelekan orang lain

dan kurang bersosialisasi.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak

benar yaitu:

1. Pada saat terdakwa mengambil parang diruangan majelis guru, tidak satupun guru ada

diruangan tersebut.

2. Terdakwa tidak pernah marah-marah terhadap siapa pun dan tidak pernah membuat

keributan disekolah.

Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;

4. Saksi EDI SUPRIYONO Als EDI Bin SARDI;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1

Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan

keluarga.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut pada saat saksi sedang berada di ruang

majelis guru dan mendengar teriakan dari siswa SMK dan setelah saksi keluar ruangan

saksi melihat saksi NOVA sudah jatuh terduduk dengan bersimbah darah.

- Bahwa saksi melihat disebelah saksi NOVA yang terduduk bersimbah darah ada

terdakwa yang sedang berdiri sambil memegang sebilah parang yang gagangya terbuat

dari kayu.

- Bahwa saksi melihat sebilah parang yang tidak ada gagangnya terjatuh di halaman

dekat taman didepan ruangan tata usaha dan dapat saksi pastikan bahwa parang

tersebutlah yang digunakan terdakwa untuk membacok kepala saksi Nova Damayanti

karena ada darah yang menempel di parang tersebut.

- Bahwa selain terdakwa dan saksi Nova Damayanti, tidak ada lagi orang lain diruangan

Kepala Sekolah tersebut.

- Bahwa saksi tidak mengetahui kapan terdakwa masuk keruangan Saksi Nova

damayanti karena pada saat upacara hari guru sekitar jam 07.30 Wib.

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan sehingga terdakwa melakukan

pembacokan terhadap saksi Nova dan saksi hanya mengetahui ketika saksi Nova sudah

berlumuran darah berteriak minta tolong berjalan keluar dari ruangan nya dan

dibelakang saksi Nova terlihat terdakwa.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

Page 16: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

16

- Bahwa saksi tidak mengetahui darimana terdakwa mendapatkan parang tersebut dan

selama saksi berada diruangan majelis guru, saksi tidak melihat terdakwa masuk

mengambil parang.

- Bahwa selain luka robek di kepala, saksi NOVA juga mengalami luka robek di

pergelangan tangan sebelah kiri.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan ada yang tidak

benar yaitu : Pada saat terdakwa mengambil parang diruangan majelis guru, tidak satupun guru

ada diruangan tersebut. Sedangkan saksi menyatakan tetap pada keterangannya semula;

5. Saksi AGUS SALIM Als AGUS Bin USMAN LATIF;

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa pada saat kejadian saksi sedang bekerja bangunan untuk membangun local di

SMK N 1 Ukui tersebut, dan saat itu saksi mendengar suara minta tolong dari para

siswa dan majelis guru.

- Bahwa setelah mendengar suara teriakan tersebut saksi langsung pergi ke lokasi asal

suara dan setelah itu saksi melihat saksi NOVA berdiri sempoyongan dengan

bersimbah darah.

- Bahwa setelah melihat saksi NOVA bersimbah darah saksi langsung mendekati saksi

NOVA dan merangkulnya dan langsung mengambil sepeda motor dan membawa pergi

saksi NOVA ke Puskesmas Ukui.

- Bahwa menurut guru-guru dan siswa yang berada ditempat kejadian, sebab saksi

NOVA bersimbah darah karena saksi NOVA dibacok dengan menggunakan parang

oleh terdakwa.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada

keberatan;

6. Saksi REFLIANA Als ANA Binti BAHARUDIN;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1

Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan

keluarga.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saksi mengetahui kejadian tersebut setelah saksi mendengar teriakan dari para

siswa dan setelah itu saksi keluar ruangan majelis guru dan melihat saksi NOVA sudah

berada di teras ruang kepala sekolah dengan berlumuran darah

- Bahwa saksi NOVA berlumuran darah akibat pembacokan yang dilakukan terdakwa

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

Page 17: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

17

- Bahwa yang melakukan pembacokan terhadap saksi NOVA adalah terdakwa karena

pada saat saksi NOVA berada di teras ruangan kepala sekolahdengan berlumuran darah

terdakwa sudah dalam posisi hendak meninggalkan lokasi kejadian

- Bahwa setahu saksi penyebab terdakwa melakukan pembacokan terhadap saksi NOVA

adalah SKP (Surat Penilaian Kerja) dan SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas)

serta SPT (Surat Perintah Tugas) yang mana surat-surat tersebut dibutuhkan terdakwa

untuk pengurusan 100% PNS nya, dan surat-surat yang dibutuhkan terdakwa tersebut

tidak dikeluarkan saksi NOVA

- Bahwa saksi ada mengatakan kepada saksi NOVA secara bergurau bahwa terdakwa

ada mengasah parang, dan saksi mengetahui terdakwa mengasah parang karena saksi

diberitahu oleh sdr. SAPARDI yang juga guru di SMK N 1 Ukui pada hari Senin

tanggal 23 November 2015 ;

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada

keberatan;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada

pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa terdakwa pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30.Wib di jam

istirahat dan juga saat itu jam pertama dan kedua tidak ada proses belajar mengajar

dikarenakan bertepatan dengan hari guru, terdakwa mendatangi ruangan Kepala Sekolah

yaitu saksi NOVA DAMAYANTI.

- Bahwa terdakw sudah berada diruangan saksi Nova Damayanti, terdakwa duduk dikursi

sofa yang ada didepan meja kerja saksi Nova Damayanti, kemudian terdakwa langsung

mengatakan maksud dan tujuan terdakwa menemui saksi Nova Damayanti dengan

mengatakan “ BUK, saya mau minta SKP dan SPMT untuk bahan PNS saya “ namun saat

itu saksi Nova Damayanti belum menjawab karena sedang menerima telpon, setelah

selesai menerima telepon lalu saksi Nova Damayanti berkata kepada terdakwa “ kenapa

saya harus memberikan skp dan spmt kepada bapak “ lalu terdakwa jawab “ Ibu kan

Kepala sekolah saya. “

- Bahwa selanjutnya saksi Nova Damayanti mengatakan “ Kalo hanya alasan saya Kepala

sekolah bapak saya belum bisa berikan, coba cari alasan yang lain “ dan saat itu terdakwa

jawab bahwa terdakwa tidak ada alasan lain karena tidak mungkin terdakwa meminta

surat kepada orang lain, dan yang harus mengeluarkan surat tersebut adalah Kepala

Sekolah.

- Bahwa kemudian saksi Nova Damayanti mengatakan kepada terdakwa apa yang telah

terdakwa sampaikan kepada bapak ZARPI (Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kab.

Pelalawan) lalu terdakwa jawab “ saya tidak ada mengatakan apa-apa kepada bapak

ZARPI, selanjutnya saksi Nova Damayanti kembali bertanya hal yang sama tersebut, lalu

terdakwa jawab “ Saya hanya menyampaikan keluhan saya terhadap ibu selama satu

tahun ini kepada pak ZARPI “ lalu saksi Nova Damayanti kembali bertanya kepada

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

Page 18: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

18

terdakwa “ Apa yang telah bapak sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kab.

Pelalawan), kok ada No. HP nya sama bapak “, mendengar kata-kata saksi Nova

Damayanti saat itu terdakwa hanya diam dan tidak menjawab, selanjutnya saksi Nova

Damayanti arah-marah dan mengatakan Kau Kau kepada terdakwa , dan mengatakan “

dari dulu kau hanya lapor sana sini itu bukan kerjaan orang itu kerjaan anjing, lalu

terdakwa menjawab “ Lo kok gitu buk, tolong lah Buk waktu dah mepet waktu saya

hanya kamis dan jum’at saja (batas pengumpulan tanggal 1 Desember) dan ibu juga tau

belum tentu satu hari surat itu langsung siap di Dinas.

- Bahwa selanjutnya saksi Nova Damayanti menjawab “ kalau saya tidak mau kasih gimana

“ lalu terdakwa berkata lagi “ tolong lah buk ini hidup mati saya “, dan dijawab lagi oleh

saksi Nova Damayanti “ itu urusan kamu, pokoknya saya tidak mau berikan “ lalu

mendengar hal tersebut terdakwa emosi dan teringat parang yang terdakwa simpan dimeja

terdakwa yang ada diruang majelis guru, lalu terdakwa keluar dari ruangan saksi Nova

Damayanti dan menuju keruang majelis guru yang berjarak sekitar 6 (enam) meter dari

ruangan saksi Nova Damayanti lalu terdakwa mengambil parang tersebut dan

memasukkannya kedalam tas milik terdakwa.

- Bahwa kemudian terdakwa kembali masuk keruangan saksi Nova Damayanti dengan

membawa tas yang berisi parang dan saat itu terdakwa letakkan disamping terdakwa

duduk, lalu saksi Nova Damayanti bertanya “ Mau apa lagi Kau “ lalu terdakwa jawab “

tolong lah Buk “ lalu dijawab lagi oleh saksi Nova Damayanti “ Kalau saya tidak mau,

mau apa kau “ dan dijawab terdakwa “ Buk, udah lah, kita sudah 1 tahun kayak gini,

seperti anak kecil aja kita “ lalu dijawab saksi Nova Damayanti “ Kalau satu tahun mau

ngapain “ dan saat itu terdakwa sudah tambah emsosi, lalu terdakwa mengatakan “ Buk,

ini menyangkut hidup saya, jangan sampai saya masuk penjara “ lalu saksi Nova

Damayanti mengatakan “ mau kau masuk penjara,mau gak jadi PNS itu urusanmu bukan

urusanku.

- Bahwa mendengar hal tersebut, terdakwa tambah emosi dan terdakwa membalikkan meja

kecil yang ada dihadapan terdakwa sambil mengatakan “ Betul-betul lah buk “ lalu saksi

Nova Damayanti langsung berdiri dan lalu terdakwa juga berdiri sambil mendekati meja

saksi Nova Damayanti, “ kemudian saksi Nova Damayanti berkata “ mau apa kau “

selanjutnya terdakwa langsung membuka kancing tas terdakwa dan mengambil parang

yang ada ditas tersebut kemudian parang tersebut terdakwa pegang dan ayunkan

kebagian kepala saksi Nova Damayanti dan mengenai nya, lalu saksi Nova Damayanti

hendak melarikan diri dan keluar dari ruangan dan saat mau keluar ruangan posisi saksi

Nova Damayanti dekat dengan terdakwa dikarenakan posisi terdakwa dekat pintu keluar

lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut kebagian kepala saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa selanjutnya setelah saksi Nova Damayanti keluar dan berada diruang tamu kepala

Sekolah lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut dan seingat terdakwa

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

Page 19: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

19

mengenai lengan kiri dari saksi Nova Damayanti dikarenakan saat saksi Nova Damayanti

mau melarikan diri menghadap terdakwa sehingga lengan kirinya yang kena dan saat

terdakwa mengayunkan parang kebagian lengan kirinya saat itu juga mata (besi) dari

parang tersebut lepas dan terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah

sedangkan gagangnya saat itu masih terdakwa pegang, lalu terdakwa lihat saksi Nova

Damayanti sudah berteriak minta tolong dan kesakitan dan berjalan kehalaman sekolah

(lapangan basket) dan di jilbab saksi Nova Damayanti sudah berlumuran darah, dan saat

itu siswa dan para guru sudah ramai dan menjerit-menjerit, lalu terdakwa membuang

gagang parang juga disekitar depan ruangan kepala sekolah, lalu terdakwa pergi menuju

kantin tempat terdakwa memarkirkan sepeda motor.

- Bahwa sebelumnya belum pernah meminta langsung SKP dan SMPT tersebut kepada

saksi Nova hanya meminta bantuan kawan-kawan sesama guru untuk menyampaikan nya.

Menimbang, bahwa didepan persidangan terdakwa mengajukan saksi ade charge yang

disumpah didepan persidangan sesuai dengan agamanya masing-masing dan memberikan

keterangan sebagai berikut:

1. Saksi RIKI ANWAR;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena sama-sama bekerja sebagai guru di SMK 1

Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi tidak ada hubungan

keluarga.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saat kejadian pembacokan tersebut saksi tidak melihat dan mengetahuinya,

karena saat itu saksi sedang berada diwarung milik saksi dan saksi baru mengetahuinya

setelah saksi dikabari oleh guru di sekolah.

- Bahwa sebelum kejadian terdakwa pernah bercerita tentang SKP nya yang belum

ditanda tangani oleh saksi Nova Damayanti.

- Bahwa selama menjadi guru di SMK 1 Ukui bersama-sama terdakwa, saksi tidak

pernah mendengar terdakwa membuat keributan.

- Bahwa saksi mengetahui terdakwa pernah di Non Jam kan untuk mengajar oleh Saksi

Nova Damayanti selaku Kepala Sekolah SMK 1 Ukui dan saksi tidak mengetahui apa

menyebabnya.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada

keberatan;

2. Saksi ANDRES;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena dulu pernah sama-sama saksi bekerja

sebagai guru di SMK 1 Ukui Kec.Ukui Kab.Pelalawan namun terhadap terdakwa, saksi

tidak ada hubungan keluarga.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

Page 20: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

20

- Bahwa saksi pernah menjadi guru di SMK N 1 Ukui sejak Januari 2014 s/d Oktober

2014.

- Bahwa pada saat saksi menjadi guru di SMK N 1 Ukui tersebut kepala sekolahnya

adalah Bapak Lasmono

- Bahwa Bapak Lasmono digantikan oleh saksi NOVA sebagai Kepala Sekolah SMK N

1 Ukui pada bulan Agustus 2014.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saat kejadian pembacokan tersebut saksi tidak melihat dan mengetahuinya,

karena saat itu saksi tidak lagi bekerja sebagai guru di SMK 1 Ukui dan saksi

mengetahui kejadian tersebut mendengar cerita-cerita dari orang-orang.

- Bahwa selama menjadi guru di SMK 1 Ukui bersama-sama terdakwa, saksi tidak

pernah mendengar terdakwa membuat keributan.

- Bahwa saksi mengundurkan diri sebagai guru di SMK 1 Ukui sekitar bulan Oktober

2014 dan saat itu kepala sekolah nya saksi Nova Damayanti karena saksi merasa saksi

Nova Damayanti selalu mempersulit urusan guru-guru nya dan saksi merasa tidak

cocok terhadap kepemimpinan saksi Nova Damayanti.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada

keberatan;

3. Saksi ISWANDI ISMAIL;

- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena dari Tahun 2006 s/d 2008, saksi bersama-

sama terdakwa bejerja sebagai guru di SMK N 1 Pkl. Lesung.

- Bahwa pada tahun 2012 terdakwa pindah ke SMK N 1 Ukui.

- Bahwa pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 10.30 wib bertempat di

SMK N 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec. Ukui Kab. Pelalawan telah terjadi pembacokan

yang dilakukan oleh terdakwa terhadap kepala sekolah SMK 1 Ukui yakni saksi Nova

Damayanti.

- Bahwa saat kejadian pembacokan tersebut saksi tidak melihat dan mengetahuinya,

karena saat itu saksi sedang mengajar di SMK 1 Pangkalan Lesung dan saksi

mengetahui kejadian tersebut setelah ada orang yang mengabari istri terdakwa yang

saat itu sama-sama sedang mengajar di sekolah tempat saksi mengajar.

- Bahwa selama menjadi guru di SMK 1 Pangkalan Lesung bersama-sama terdakwa,

saksi tidak pernah mendengar terdakwa membuat keributan.

Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak ada

keberatan;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum dipersidangan mengajukan barang bukti berupa :

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Page 21: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

21

- 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan pada

jilbab

- 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah

- 1 (satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah

- 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk Bucheri terdapat bercak darah.

- 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah

- 1 (satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium.

- 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620 VA warna merah

- 1 (satu) buah meja.

- 1 (satu) buah parang bertangkai kayu;

yang telah disita secara sah menurut hukum dan diakui oleh saksi-saksi dan Terdakwa ada

kaitannya dengan perbuatan Terdakwa, dengan demikian dapat digunakan untuk memperkuat

pembuktian;

Menimbang, bahwa selain barang bukti tersebut, juga diajukan bukti surat berupa :

- Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat

dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit

Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

- Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa,

nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

- Pada korban ditemukan

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar

otot tampak sebagian otot terpotong.

- Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra

dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

- Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka.

- Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

- Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka

pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan

benda tajam;

Menimbang, bahwa dari hasil pemeriksaan dipersidangan berdasarkan keterangan saksi-

saksi, keterangan Terdakwa dan barang bukti serta bukti surat tersebut yang saling bersesuaian

antara satu dengan yang lainnya, maka terdapatlah fakta-fakta hukum sebagai berikut :

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Page 22: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

22

- Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 sekira jam 07.30 wib Majelis Guru

dan siswa SMK N 1 Ukui mengadakan upacara Hari Guru, lalu sekira jam 09.00 wib setelah

upacara selesai para guru dan siswa berkumpul di ruang majelis guru untuk bersilaturahmi

antara guru dan siswa;

- Bahwa benar sekira jam 10.30 wib terdakwa datang keruangan kepala sekolah sambil

membawa tas miliknya dan duduk di kursi sofa yang ada di ruangan tersebut;

- Bahwa benar saat terdakwa berada di ruangan saksi korban, terdakwa ada meminta SKP

(Surat Kinerja Pegawai) dan SPMT (Surat Pernyataan Mulai Tugas);

- Bahwa karena kinerja terdakwa, menurut saksi korban tidak baik seperti tidak menjalankan

tugas sebagai guru dengan baik, masuk sesuka hati dan tidak ikut dalam upacara peringatan

Hari Guru, maka saksi korban tidak menyerahkan surat yang diminta terdakwa tersebut;

- Bahwa benar merasa tidak terima dengan penolakan saksi korban, maka terdakwa marah dan

mengangkat meja kecil di depan sofa tempat terdakwa dan saksi korban duduk dan

menghempaskannya kepada saksi korban namun saat itu saksi korban menangkisnya dengan

tangan kanan tepatnya di bagian lengan saksi korban;

- Bahwa benar setelah dihempas dengan meja, saksi korban berdiri karena ketakutan dan

setelah melihat wajah terdakwa yang semakin terlihat marah, tiba-tiba saksi korban melihat

terdakwa mengeluarkan parang dari dalam tas yang ia bawa, dan saksi korban mencoba

melarikan diri;

- Bahwa benar saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, terdakwa mengayunkan parangnya

ke kepala saksi korban dan setelah itu saksi korban tetap berusaha melarikan diri dan

terdakwa kembali membacok kepala saksi korban berulang kali;

- Bahwa benar saat saksi korban mulai lemas dan pandangan saksi mulai goyang terdakwa

mengayunkan parangnya ke arah perut saksi namun saksi tangkis dengan tangan kiri saksi,

sehingga parang tersebut melukai tangan saksi tepatnya diatas pergelangan tangan sebelah

kiri;

- Bahwa benar karena banyak darah yang keluar maka saksi korban terjatuh dalam posisi

terduduk di dekat pintu masuk ruang kepala sekolah dan kemudian saksi korban berteriak

minta tolong, sehingga para guru datang menolong saksi korban sedangkan saksi tidak

mengetahui terdakwa kemana perginya, karena saat itu saksi korban sudah sangat lemah dan

banyak mengeluarkan darah;

- Bahwa benar selanjutnya oleh para guru, saksi korban dibawa ke Puskesmas Ukui lalu

dirujuk ke RS Efarina Pkl. Kerinci lalu dirujuk lagi ke RS Santa Maria Pekanbaru;

- Bahwa benar akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami luka bacok dibagian

kepala sebanyak 3 bacokan dan terhadap bacokan tersebut mengakibatkan retak dirangka

kepala sesuai hasil foto rongen di rumah sakit Mahkota – Malaysia, serta pergelangan tangan

kiri saksi mengalami luka robek dan saat ini jari-jari tangan saksi bagian kiri tidak lagi berasa

karena ada otot yang terputus dipergelangan tangan tersebut;

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

Page 23: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

23

- Bahwa benar setelah kejadian hingga saat sekarang saksi korban belum bisa beraktifitas

normal karena masih mengalami pusing.

Menimbang, bahwa selanjutnya mengenai segala sesuatu yang terjadi selama persidangan

perkara ini berlangsung di anggap sudah termuat di dalam Berita Acara Persidangan dan menjadi

satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan putusan ini ;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah

berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan

tindak pidana yang didakwakan kepadanya ;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum dalam menghadapkan terdakwa ke muka

persidangan telah mendakwa dengan dakwaan alternatif, oleh karena itu Majelis Hakim

mempunyai kebebasan memilih dakwaan mana yang akan dibuktikan berdasarkan fakta-fakta

hukum yang terungkap dipersidangan, sehingga sebagaimana fakta yang terungkap

dipersidangan Majelis Hakim memilih untuk mempertimbangkan dakwaan kesatu yaitu

melanggar ketentuan Pasal 338 KUHP jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP, yang unsur-unsurnya adalah

sebagai berikut:

1. Unsur Barang Siapa;

2. Unsur Dengan sengaja;

3. Unsur merampas nyawa orang lain;

4. Unsur Tidak selesainya tindak pidana tersebut bukan disebabkan oleh kehendaknya

sendiri;

Ad.1. Unsur Barang Siapa :

Menimbang, bahwa unsur ‘barangsiapa’ berarti subyek hukum baik seorang tertentu/ a

persoon (natuurlijke persoon) maupun badan hukum (recht persoon) yang memiliki hak dan

kewajiban dan yang tunduk terhadap hukum pidana yang berlaku di Indonesia (vide pasal 2

sampai dengan pasal 9 KUHP) dan yang karena perbuatannya disangka atau didakwa

melakukan suatu tindak pidana dan mampu bertanggungjawab atas perbuatannya itu.

Menimbang, bahwa dipersidangan Jaksa/ Penuntut Umum telah menghadirkan

Terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd. Alias DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR (Alm.)

yang setelah diperiksa identitasnya ternyata mempunyai identitas yang sama dengan identitas

para Terdakwa yang dimaksud oleh Jaksa/ Penuntut Umum dalam surat dakwaannya

sebagaimana telah dibenarkan pula oleh Terdakwa dan saksi-saksi, akan tetapi apakah

perbuatan itu dapat dipertanggungjawabkan kepada Terdakwa atau tidak, maka akan

dipertimbangkan setelah mempertimbangkan unsur-unsur yang lainnya;

Menimbang, bahwa dengan demikian, unsur ”barangsiapa” telah terbukti/ terpenuhi;

Ad.2. Unsur Dengan sengaja Merampas nyawa orang lain:

Menimbang, bahwa elemen “dengan sengaja” terletak di depan elemen berikutnya,

berarti kesengajaan dari Terdakwa ditujukan untuk tindakan elemen berikutnya tersebut dalam

artian ada kehendak (willens) dari Terdakwa melakukan perbuatan merampas nyawa orang

lain dan Terdakwa mengetahui (wetens) akibat perbuatannya tersebut;

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

Page 24: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

24

Menimbang, bahwa kesengajaan menghilangkan nyawa orang lain itu oleh Kitab

Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dewasa ini berlaku telah disebut sebagai suatu

pembunuhan. Tindak pidana pembunuhan atau kejahatan terhadap nyawa (misdrijven tegen

het leven) adalah berupa penyerangan terhadap nyawa orang lain. Untuk menghilangkannya

nyawa orang lain itu seorang pelaku harus melakukan sesuatu atau suatu rangkaian tindakan

yang berakibat dengan meninggalnya orang lain;

Menimbang, bahwa adapun rumusan unsur-unsurnya, adalah sebagai berikut :

1. Unsur Subjektif :

- Dengan sengaja;

Unsur subyektif yaitu dengan sengaja ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Unsur sengaja meliputi tindakannya dan objeknya, artinya si pembuat atau pelaku

mengetahui atau menghendaki adanya orang mati dari perbuatannya tersebut. Hilangnya

jiwa seseorang harus dikehendaki dan harus menjadi tujuan, sehingga karenanya

perbuatan yang dilakukan tersebut dengan suatu maksud atau tujuan yakni adanya niat

untuk menghilangkan nyawa orang lain;

2. Jika timbulnya akibat hilangnya jiwa orang lain tanpa dengan sengaja atau bukan menjadi

tujuan atau bukan bermaksud dan tidak pernah diniatkan tidaklah dapat dikatakan sebagai

pembunuhan (doogslag) in casu tidak dapat dikenakan ketentuan tindak pidana

pembunuhan tersebut tetapi mungkin dapat dikenakan tindak pidana lain yang

mengakibatkan orang mati tetapi tidak dengan unsur sengaja;

3. Baik timbulnya akibat maupun perbuatan yang menimbulkannya harus dilakukan dengan

sengaja, jadi pelaku atau pembuat harus mengetahui dan menghendaki bahwa dari

perbuatannya itu dapat bahkan pasti mengakibatkan adanya orang mati;

4. Untuk memenuhi tindak pidana pembunuhan dengan unsur sengaja yang terkandung

dalam pasal 338 KUHP ini disyaratkan bahwa perbuatan pembunuhan tersebut harus

dilakukan sesegera mungkin sesudah timbulnya suatu maksud atau niat untuk membunuh

tidak dengan pikir-pikir atau tidak dengan suatu perencanaan;

5. Unsur sengaja ini dalam praktek seringkali sulit untuk membuktikannya, terutama jika

pembuat atau pelaku tersebut licik ingin menghindar dari perangkat tindak pidana

tersebut. Karena unsur dengan sengaja adalah unsur subjektif adalah unsur batin si

pembuat yang hanya dapat diketahui dari keterangan tersangka atau terdakwa di depan

pemeriksaan penyidik atau didepan pemeriksaan persidangan, kecuali mudah

pembuktiannya unsur ini apabila tersangka atau terdakwa tersebut memberi keterangan

sebagai “pengakuan” artinya mengakui terus terang pengakuannya bahwa kematian si

korban tersebut memang dikehendaki atau menjadi tujuannya;

6. Pada umumnya kasus-kasus tindak pidana pembunuhan si tersangka atau terdakwa

berusaha menghindar dari pengakuan unsur sengaja tetapi selalu berlindung bahwa

kematian si korban tersebut tidak dikehendaki atau bukan menjadi niat tujuannya yakni

hanya ingin menganiaya saja atau melukainya saja;

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

Page 25: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

25

7. Untuk membuktikan unsur sengaja menurut ketentuan ini haruslah dilihat cara melakukan

dalam mewujudkan perbuatan jahatnya tersebut. Sehingga memang dikehendaki atau

diharapkan supaya korbannya meninggal dunia;

2. Unsur Obyektif :

- Perbuatan menghilangkan nyawa;

- Objeknya yaitu nyawa orang lain;

Unsur obyektif ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Unsur ini disyaratkan adanya orang mati. Dimana yang mati adalah orang lain dan bukan

dirinya sendiri si pembuat tersebut;

2. Pengertian orang lain adalah semua orang yang tidak termasuk dirinya sendiri si pelaku;

3. Dalam rumusan tindak pidana Pasal 338 KUHP tidak ditentukan bagaimana cara

melakukan perbuatan pembunuhan tersebut, tidak ditentukan alat apa yang digunakan

tersebut, tetapi Undang-undang hanya menggariskan bahwa akibat dari perbuatannya itu

yakni menghilangkan jiwa orang lain atau matinya orang lain;

4. Kematian tersebut tidak perlu terjadi seketika itu atau sesegera itu, tetapi mungkin

kematian dapat timbul kemudian;

5. Untuk memenuhi unsur hilangnya jiwa atau matinya orang lain tersebut harus dengan

perbuatan, walaupun perbuatan itu kecil yang dapat mengakibatkan hilangnya atau

matinya orang lain;

6. Dalam perbuatan menghilangkan nyawa (orang lain) terdapat 3 (tiga) syarat yang harus

dipenuhi yaitu :

1. Adanya wujud perbuatan;

2. Adanya suatu kematian (orang lain);

3. Adanya hubungan sebab dan akibat (causal verband) antara perbuatan dan akibat

kematian (orang lain);

Menimbang, bahwa antara unsur subjektif “dengan sengaja” dengan wujud perbuatan

“menghilangkan nyawa” terdapat syarat yang harus juga dibuktikan adalah pelaksanaan

perbuatan menghilangkan nyawa orang lain harus tidak lama setelah timbulnya kehendak (niat)

untuk menghilangkan nyawa orang lain itu. Oleh karena apabila terdapat tenggang waktu yang

cukup lama sejak timbulnya atau terbentuknya kehendak untuk membunuh dengan

pelaksanaannya, dimana dalam tenggang waktu yang cukup lama itu petindak dapat memikirkan

tentang berbagai hal, misalnya memikirkan apakah kehendaknya itu akan diwujudkan dalam

pelaksanaan ataukah tidak, dengan cara apa kehendak itu akan diwujudkan. Maka pembunuhan

itu masuk kedalam pembunuhan berencana (pasal 340 KUHP), dan bukan lagi pembunuhan

biasa;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa dan

barang bukti serta bukti-bukti surat yang satu sama lain saling bersesuaian dalam perkara ini yang

merupakan fakta hukum dapat disimpulkan :

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25

Page 26: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

26

- Bahwa benar sekira jam 10.30 wib terdakwa datang keruangan kepala sekolah sambil

membawa tas miliknya dan duduk di kursi sofa yang ada di ruangan tersebut;

- Bahwa benar saat terdakwa berada di ruangan saksi korban, terdakwa ada meminta SKP

(Surat Kinerja Pegawai) dan SPMT (Surat Pernyataan Mulai Tugas);

- Bahwa karena kinerja terdakwa, menurut saksi korban tidak baik seperti tidak menjalankan

tugas sebagai guru dengan baik, masuk sesuka hati dan tidak ikut dalam upacara peringatan

Hari Guru, maka saksi korban tidak menyerahkan surat yang diminta terdakwa tersebut;

- Bahwa benar merasa tidak terima dengan penolakan saksi korban, maka terdakwa marah dan

mengangkat meja kecil di depan sofa tempat terdakwa dan saksi korban duduk dan

menghempaskannya kepada saksi korban namun saat itu saksi korban menangkisnya dengan

tangan kanan tepatnya di bagian lengan saksi korban;

- Bahwa benar setelah dihempas dengan meja, saksi korban berdiri karena ketakutan dan

setelah melihat wajah terdakwa yang semakin terlihat marah, tiba-tiba saksi korban melihat

terdakwa mengeluarkan parang dari dalam tas yang ia bawa, dan saksi korban mencoba

melarikan diri;

- Bahwa benar saat saksi korban keluar dari pintu ruangan, terdakwa mengayunkan parangnya

ke kepala saksi korban dan setelah itu saksi korban tetap berusaha melarikan diri dan

terdakwa kembali membacok kepala saksi korban berulang kali;

- Bahwa benar saat saksi korban mulai lemas dan pandangan saksi mulai goyang terdakwa

mengayunkan parangnya ke arah perut saksi namun saksi tangkis dengan tangan kiri saksi,

sehingga parang tersebut melukai tangan saksi tepatnya diatas pergelangan tangan sebelah

kiri;

- Bahwa benar karena banyak darah yang keluar maka saksi korban terjatuh dalam posisi

terduduk di dekat pintu masuk ruang kepala sekolah dan kemudian saksi korban berteriak

minta tolong, sehingga para guru datang menolong saksi korban sedangkan saksi tidak

mengetahui terdakwa kemana perginya, karena saat itu saksi korban sudah sangat lemah dan

banyak mengeluarkan darah;

Menimbang, bahwa keterangan saksi-saksi yang saling bersesuain tersebut juga

dibenarkan oleh terdakwa yaitu bahwa berawal Pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira

jam 10.30.Wib di jam istirahat dan juga saat itu jam pertama dan kedua tidak ada proses belajar

mengajar dikarenakan bertepatan dengan hari guru, terdakwa mendatangi ruangan Kepala

sekolah yaitu saksi NOVA DAMAYANTI, Saat sudah berada diruangan saksi Nova Damayanti,

terdakwa duduk dikursi sofa yang ada didepan meja kerja saksi Nova Damayanti, kemudian

terdakwa langsung mengatakan maksud dan tujuan terdakwa menemui saksi Nova Damayanti

dengan mengatakan “ BUK, saya mau minta SKP dan SPMT untuk bahan PNS saya “ namun saat

itu saksi Nova Damayanti belum menjawab karena sedang menerima telpon, setelah selesai

menerima telpon lalu saksi Nova Damayanti berkata kepada terdakwa “ kenapa saya harus

memberikan skp dan spmt kepada bapak “ lalu terdakwa jawab “ Ibu kan Kepala sekolah saya.

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26

Page 27: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

27

“namun karena berdebatan yang mengakibatkan terdakwa tidak terima dan dimaki-maki saksi

Nova Damayanti sehingga terdakwa menjadi emosi lalu terdakwa langsung mengambil parang

yang pernah disimpan terdakwa dibawah mejanya diruang majelis guru yang berjarak sekitar 6

(enam) meter dari ruangan saksi Nova Damayanti lalu setelah parang terdakwa ambil, parang

tersebut dan memasukkannya kedalam tas milik terdakwa.

Menimbang, bahwa terdakwa mengakui, Kemudian terdakwa kembali masuk keruangan

saksi Nova Damayanti dengan membawa tas yang berisi parang dan saat itu terdakwa letakkan

disamping terdakwa duduk, lalu saksi Nova Damayanti bertanya “ Mau apa lagi Kau “ lalu

terdakwa jawab “ tolong lah Buk “ lalu dijawab lagi oleh saksi Nova Damayanti “ Kalau saya

tidak mau, mau apa kau “ dan dijawab terdakwa “ Buk, udah lah, kita sudah 1 tahun kayak gini,

seperti anak kecil aja kita “ lalu dijawab saksi Nova Damayanti “ Kalau satu tahun mau ngapain “

dan saat itu terdakwa sudah tambah emosi, lalu terdakwa mengatakan “ Buk, ini menyangkut

hidup saya, jangan sampai saya masuk penjara “ lalu saksi Nova Damayanti mengatakan “ mau

kau masuk penjara,mau gak jadi PNS itu urusanmu bukan urusanku.

Menimbang, bahwa terdakwa mengakui, mendengar hal tersebut, terdakwa tambah emosi

dan terdakwa membalikkan meja kecil yang ada dihadapan terdakwa sambil mengatakan “

Betul-betul lah buk “ lalu saksi Nova Damayanti langsung berdiri dan lalu terdakwa juga berdiri

sambil mendekati meja saksi Nova Damayanti, “ kemudian saksi Nova Damayanti berkata “ mau

apa kau “ selanjutnya terdakwa langsung membuka kancing tas terdakwa dan mengambil parang

yang ada ditas tersebut kemudian parang tersebut terdakwa pegang dan ayunkan kebagian kepala

saksi Nova Damayanti dan mengenai nya, lalu saksi Nova Damayanti hendak melarikan diri dan

keluar dari ruangan dan saat mau keluar ruangan posisi saksi Nova Damayanti dekat dengan

terdakwa dikarenakan posisi terdakwa dekat pintu keluar lalu terdakwa kembali mengayunkan

parang tersebut kebagian kepala saksi Nova Damayanti.

Menimbang, bahwa terdakwa mengakui, selanjutnya setelah saksi Nova Damayanti keluar

dan berada diruang tamu kepala Sekolah lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut

dan seingat terdakwa mengenai lengan kiri dari saksi Nova Damayanti dikarenakan saat saksi

Nova Damayanti mau melarikan diri menghadap terdakwa sehingga lengan kirinya yang kena

dan saat terdakwa mengayunkan parang kebagian lengan kirinya saat itu juga mata (besi) dari

parang tersebut lepas dan terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah

sedangkan gagangnya saat itu masih terdakwa pegang, lalu terdakwa lihat saksi Nova Damayanti

sudah berteriak minta tolong dan kesakitan dan berjalan kehalaman sekolah (lapangan basket)

dan di jilbab saksi Nova Damayanti sudah berlumuran darah, dan saat itu siswa dan para guru

sudah ramai dan menjerit-menjerit, lalu terdakwa membuang gagang parang juga disekitar depan

ruangan kepala sekolah, lalu terdakwa pergi menuju kantin tempat terdakwa memarkirkan sepeda

motor.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta dipersidangan juga diperoleh bacokan-bacokan

yang dilakukan terdakwa dengan menggunakan alat berupa sebilah parang yang mempunyai sisi

sangat tajam terbuat dari besi yang diarahkan terdakwa kebagian kepala korban secara berulang

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27

Page 28: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

28

kali dan bagian perut yang berhasil ditangkis oleh saksi korban hingga hanya mengenai lengan

kiri saksi korban, hal ini jelas-jelas merupakan bagian organ tubuh yang sangat vital dan dapat

menimbulkan kematian serta perbuatan terdakwa membacok kepala saksi Nova Damayanti

tersebut terhenti karena parang tersebut terlepas dari gagangnya, sehingga Akibat perbuatan

terdakwa tersebut, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok dikepala dan lengan kiri

sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015, tanggal 29 Desember

2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter pemeriksa pada

Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

Hasil Pemeriksaan Luar :

1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa,

nadi 103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.

2. Pada korban ditemukan

a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang

tengkorak.

b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan

8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.

c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata,

dasar otot tampak sebagian otot terpotong.

3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra

dan pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.

4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan

penanganan luka

5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015

KESIMPULAN :

Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka

pada kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda

tajam.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut dan dihubungkan dengan

pengertian terhadap unsur tersebut diatas, Majelis Hakim menilai bahwa perbuatan yang

dilakukan oleh Terdakwa ternyata perbuatan Terdakwa dapat menghilangkan nyawa orang lain

yaitu saksi korban NOVA DAMAYANTI Alias NOVA Binti BACHTIAR EFENDI dan dari

perbuatan Terdakwa tersebut juga terlihat adanya kesengajaan dari Terdakwa yaitu Terdakwa

mengetahui dan menyadari pula perbuatan yang dilakukannya dan apa akibat dari perbuatannya

tersebut yaitu Terdakwa telah membawa parang didalam tasnya sebelum menemui saksi korban

dan melakukan perbuatan pembacokan dengan parang tersebut ke arah kepala dan perut saksi

korban yang tentunya akan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dan dilakukan Terdakwa

tidak dalam tenggang waktu yang lama sejak timbulnya atau terbentuknya kehendak dengan

pelaksanaannya tersebut, dengan demikian unsur ini dapat dibuktikan/ terpenuhi pula;

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28

Page 29: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

29

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas dihubungkan

dengan alasan-alasan sebagaimana diuraikan dalam Nota Pembelaan/ Pledooi Penasehat Hukum

Terdakwa tersebut yang menyatakan pada pokoknya bahwa pada diri Terdakwa tidak terdapat

kesalahan (schuld) sehingga Terdakwa tidak dapat dikenakan pertanggung-jawaban pidana sebab

Terdakwa tidak mempunyai niat untuk melakukan perbuatan tersebut dapat dibantahkan,

sehingga dengan demikian terhadap alasan-alasan sebagaimana diuraikan dalam Nota Pembelaan/

Pledooi Penasehat Hukum Terdakwa tersebut tidaklah cukup beralasan dan harus

dikesampingkan;

Ad. 3 Unsur Tidak selesainya tindak pidana tersebut bukan disebabkan oleh kehendaknya

sendiri;

Menimbang, bahwa pasal 53 ayat (1) KUHP berbunyi bahwa Percobaan untuk melakukan

kejahatan terancam hukuman bilamaksud si pembuat sudah nyata dengan dimulainya perbuatan

itu dan perbuatan itu tidak jadi sampai selesai hanyalah lantaran hal yang tidak bergantung dari

kemauannya sendiri;

Menimbang, bahwa menurut R. Soesilo syarat supaya percobaan pada kejahatan dapat

dihukum haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Niat sudah ada untuk berbuat kejahatan itu;

2. Orang sudah memulai berbuat kejahatan itu; dan

3. Perbuatan kejahatan itu tidak jadi sampai selesai, oleh karena terhalang oleh sebab-sebab

yang timbul kemudian, tidak terletak dalam kemauan penjahat itu sendiri;

Menimbang, bahwa berdasarkan pengertian unsur pasal dan pendapat tersebut diatas,

dapat disimpulkan bahwa apabila orang yang sudah berniat melakukan tindak pidana dan telah

mulai melakukan perbuatan tersebut, meskipun belum selesai karena terhalang oleh sebab-sebab

diluar kemauan si pelaku juga dapat dipidana berdasarkan pasal 53 ayat (1) KUHP;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan diketahui

bahwa bahwa terdakwa mengakui, selanjutnya setelah saksi Nova Damayanti keluar dan berada

diruang tamu kepala Sekolah lalu terdakwa kembali mengayunkan parang tersebut dan seingat

terdakwa mengenai lengan kiri dari saksi Nova Damayanti dikarenakan saat saksi Nova

Damayanti mau melarikan diri menghadap terdakwa sehingga lengan kirinya yang kena dan saat

terdakwa mengayunkan parang kebagian lengan kirinya saat itu juga mata (besi) dari parang

tersebut lepas dan terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala sekolah sedangkan

gagangnya saat itu masih terdakwa pegang, lalu terdakwa lihat saksi Nova Damayanti sudah

berteriak minta tolong dan kesakitan dan berjalan kehalaman sekolah (lapangan basket) dan di

jilbab saksi Nova Damayanti sudah berlumuran darah, dan saat itu siswa dan para guru sudah

ramai dan menjerit-menjerit, lalu terdakwa membuang gagang parang juga disekitar depan

ruangan kepala sekolah, lalu terdakwa pergi menuju kantin tempat terdakwa memarkirkan sepeda

motor.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut dan dihubungkan dengan

pengertian terhadap unsur tersebut diatas, Majelis Hakim menilai bahwa Terdakwa telah berniat

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29

Page 30: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

30

melakukan tindak pidana dan telah pula melakukan perbuatan tersebut, meskipun belum selesai

karena terhalang oleh sebab-sebab diluar kemauan si pelaku, dengan demikian Majelis Hakim

berpendapat unsur ini telah terpenuhi pula;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan Kesatu Penuntut Umum tersebut telah terbukti

secara sah dan meyakinkan, maka dakwaan selebihnya tidak perlu dipertimbangkan lagi;

Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur yang terdapat dalam dakwaan Kesatu

Penuntut Umum tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan, maka Majelis Hakim

berkeyakinan bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan

tindak pidana "Percobaan Melakukan Pembunuhan", namun selanjutnya apakah Terdakwa dapat

dipertanggungjawabkan atas perbuatannya tersebut ? akan dipertimbangkan sebagai berikut;

Menimbang, bahwa selama proses pemeriksaan dipersidangan menurut pengamatan

Majelis Hakim, Terdakwa adalah orang yang sehat fisik dan mentalnya, hal ini terlihat dari

tingkah laku, cara mengikuti jalannya persidangan, cara berbicara dan bertutur kata serta mampu

menentukan kehendaknya untuk membedakan antara perkataan yang sesuai dengan hukum dan

melanggar hukum menurut kesadarannya dan pada diri Terdakwa juga tidak ditemukan adanya

alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menghapuskan kesalahan maupun

menghapus sifat melawan hukum perbuatannya, oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat

bahwa Terdakwa adalah orang yang cakap dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya

didepan hukum, sehingga harus dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya ;

Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan adalah disamping berfungsi sebagai deterent

effect yaitu memberikan rasa jera kepada pelaku (juga orang lain), akan tetapi juga pemidanaan

ini tidak dimaksudkan untuk pembalasan/ balas dendam atau menderitakan dan merendahkan

martabat kemanusiaan terpidana. Pemidanaan yang akan dijatuhkan adalah agar Terdakwa

bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, serta dapat mengoreksi dirinya dengan segala

perbuatannya dan memperbaiki perbuatannya dimasa datang, disamping itu pula mencegah orang

lain meniru apa yang telah dilakukan oleh Terdakwa serta pemidanaan (kecuali hukuman mati)

tidak boleh berakibat mematikan seseorang dalam “arti sosiologis”, melainkan si Terpidana tetap

terpelihara dan terbina harkat dan martabatnya sebagai manusia seutuhnya;

Menimbang, bahwa terhadap masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh

Terdakwa, berdasarkan pasal 22 ayat (4) KUHAP jo. pasal 33 KUHP, dikurangkan seluruhnya

dari pidana penjara yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi pidana,

sedangkan selama ini Terdakwa telah ditahan, maka berdasarkan pasal 193 ayat (2) sub b

KUHAP, beralasan hukum untuk memerintahkan Terdakwa tetap ditahan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti dan bukti surat yang diajukan dalam perkara ini

akan dipertimbangkan sebagai berikut :

- terhadap 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan

pada jilbab, 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah, 1

(satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah, 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30

Page 31: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

31

Bucheri terdapat bercak darah, dikembalikan kepada pemiliknya yaitu kepada saksi Nova

Damayanti, sedangkan 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah, 1

(satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium, 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620

VA warna merah, Dikembalikan kepada terdakwa;

- terhadap barang bukti berupa 1 (satu) buah meja, dikembalikan kepada SMK 1 Ukui melalui

terdakwa, dan 1 (satu) buah parang bertangkai kayu, barang bukti tersebut merupakan alat

yang digunakan untuk melakukan kejahatan, dan agar tidak digunakan untuk melakukan

kejahatan berikutnya, maka sudah sepatutnya Majelis Hakim menetapkan agar barang bukti

tersebut dirampas untuk dimusnahkan;

- sedangkan terhadap bukti surat tersebut tetap terlampir dalam berkas perkara;

Menimbang, bahwa oleh terdakwa dinyatakan bersalah dan di jatuhi pidana maka

berdasarkan Pasal 222 ayat (1) KUHAP kepada terdakwa dibebani pula untuk membayar biaya

perkara yang jumlahnya ditentukan dalam amar putusan ini ;

Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan hukuman, maka perlu

dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan yang

terdapat pada diri Terdakwa sebagai berikut :

Hal-hal Yang Memberatkan :

- Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami luka robek dibagian kepala, dan lengan

serta harus dirawat dalam waktu relatif lama;

- Sebagai Guru harusnya terdakwa menjadi contoh dan teladan bagi murid-muridnya;

Hal-hal Yang Meringankan :

- Terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap jujur serta sopan dalam persidangan

- Terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

- Terdakwa dan saksi korban sudah bermaafan didepan persidangan;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka

lamanya pemidanaan yang akan dijatuhkan terhadap Terdakwa sebagaimana tersebut dalam

amar Putusan ini telah dipandang patut dan adil;

Mengingat ketentuan Pasal 338 KUHP jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP, serta peraturan-

peraturan hukum lainnya yang bersangkutan;

MENGADILI:

1. Menyatakan Terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd als DJ BIN RASYAD IMAM MUNIR

telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Percobaan

Pembunuhan”;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd als DJ BIN RASYAD

IMAM MUNIR dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa

dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menyatakan terdakwa tetap berada dalam tahanan;

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31

Page 32: Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Mahka

mah

Agung R

epublik

Indones

ia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesiaputusan.mahkamahagung.go.id

32

5. Menetapkan agar barang bukti berupa :

- 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan pada

jilbab;

- 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah;

- 1 (satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah;

- 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk Bucheri terdapat bercak darah.

Dikembalikan kepada saksi Nova Damayanti.

- 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah;

- 1 (satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium.

- 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620 VA warna merah

Dikembalikan kepada terdakwa.

- 1 (satu) buah meja.

Dikembalikan kepada SMK 1 Ukui melalui terdakwa.

- 1 (satu) buah parang bertangkai kayu.

Dirampas untuk dimusnahkan.

6. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000,- (dua

ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri

Pelalawan, pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2016, oleh I DEWA GEDE BUDHY DHARMA

ASMARA, SH.,MH., sebagai Hakim Ketua, MENI WARLIA, SH.,MH., dan AYU AMELIA,

SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum

pada hari itu juga oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu

oleh WURI YULIANTI, ST., SH Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Pelalawan, serta

dihadiri oleh SRI MULYANI ANOM, SH. Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pangkalan

Kerinci dan Terdakwa serta Penasihat Hukumnya.

Hakim-hakim Anggota, Hakim Ketua,

- dto - - dto -

MENI WARLIA, SH., MH. I DEWA G. BUDHY D.A., SH., MH.

- dto -

AYU AMELIA, SH

Panitera Pengganti,

- dto -

WURI YULIANTI, ST., SH.

Salinan Putusan Sesuai Aslinya

PENGADILAN NEGERI PELALAWAN

P A N I T E R A

R. SENO SOEHARJONO SANTOSO, SH, MH.

NIP. 19680228 199203 1 002

DisclaimerKepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitaspelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32