Click here to load reader

Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Mahkamah Agung Republik IndonesiaMahkamah Agung Republik

1
Nomor: 23/Pid.B/2016/PN.PLW
Pengadilan Negeri Pelalawan yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan
biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama Lengkap : DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin
RASYAD IMAM MUNIR (Alm);
Jenis kelamin : Laki-laki.
Lesung Kab. Kabupaten Pelalawan;
Pendidikan : S1
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik, sejak tanggal 26 November 2015 sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 ;
2. Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci, sejak tanggal 16 Desember 2015
sampai dengan tanggal 24 Januari 2016 ;
3. Penuntut Umum, sejak tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 09 Februari 2016 ;
4. Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 28 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26
Februari 2016;
5. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan, sejak tanggal 27 Februari 2016
sampai dengan tanggal 26 April 2016;
6. Perpanjangan I oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, sejak tanggal 27 April 2016
sampai dengan 26 Mei 2016;
Terdakwa dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu ABU BAKAR SIDIK,
SH., MH, ZULKIPLI, SH, ELVIRA SURIANI, SH, AHMAD YUSUF, SH dan ERIYANTO
,SH, Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Advokat dan Konsultan Hukum ABU BAKAR
SIDIK SH., MH & PARAMITRA berkantor di Jalan Rawamangun No. 02 Simpang Lima
Labersa Pekanbaru, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 03 Januari 2016 yang telah
didaftarkan dikepaniteraan Pengadilan Negeri Pelalawan Nomor 06/SK/2016/PN.PLW tanggal
04 Februari 2016 ;
Pengadilan Negeri tersebut;
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mah ka
m ah
2
Januari 2016 tentang Penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor: 23/Pen.Pid/2016/PN.PLW tanggal 28 Januari 2016 tentang
penetapan hari sidang;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang
bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang
pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR
(Alm.), bersalah melakukan tindak pidana “telah melakukan percobaan dengan sengaja
merampas nyawa orang lain“ sebagai mana dimaksud dalam dakwaan Jaksa / Penuntut
Umum yakni melanggar Pasal Pertama: Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 53 ayat (1)
KUHPidana.
2. Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa DASMAR JONI ROSA, S.Pd Als DJ Bin RASYAD
IMAM MUNIR (Alm.) selama 10 (sepuluh) Tahun penjara dikurangi dengan seluruh masa
penahanan yang sudah dijalani oleh terdakwa dalam perkara ini, dengan perintah terdakwa
tetap ditahan.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- 1 (satu) helai jilbab warna putih yang berlumuran darah dan juga terdapat robekan pada
jilbab
- 1 (satu) helai baju dinas batik PGRI warna putih hitam yang berlumuran darah
- 1 (satu) helai rok warna hitam yang ada bercak darah
- 1 (satu) pasang sepatu warna krem merk Bucheri terdapat bercak darah.
Dikembalikan kepada saksi Nova Damayanti.
- 1 (satu) helai baju PGRI warna hitam putih yang ada bercak darah
- 1 (satu) buah tas warna hitam merk Carbani Premium.
- 1 (satu) unit SPM merk Tiger BM 3620 VA warna merah
Dikembalikan kepada terdakwa.
- 1 (satu) buah parang bertangkai kayu.
Dirampas untuk dimusnahkan.
4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp 1000,- (seribu rupiah)
Menimbang, bahwa atas tuntutan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa melalui Penasehat
Hukumnya telah mengajukan Nota Pembelaan/ Pledooi yang disampaikan secara tertulis
dipersidangan pada tanggal 04 Mei 2016 yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa
memohon keringanan hukuman karena Terdakwa telah dimaafkan oleh korban didepan
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mah ka
m ah
3
persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama dalam
persidangan, terdakwa sangat menyesal atas perbuatan yang telah Terdakwa lakukan dan
Terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, terdakwa belum pernah dihukum dan sebagai
tulang punggung kerluarga;
Menimbang, bahwa atas Pembelaan/ Pledooi yang diajukan oleh Terdakwa melalui
Penasehat Hukum Terdakwa tersebut, Penuntut Umum juga mengajukan Jawaban atas
Pembelaan/ Pledooi Penasehat Hukum Terdakwa (Replik) tersebut secara lisan pada hari dan
tanggal itu juga yang pada pokoknya menyatakan tetap pada surat tuntutannya semula, sedangkan
Penasehat Hukum Terdakwa dalam Dupliknya yang disampaikan secara lisan dipersidangan yang
pada pokoknya menyatakan tetap pada Pembelaan/ Pledooinya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa
berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
Kesatu :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM
MUNIR (alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau
setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya
masih dalam Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua
Kec.Ukui Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri
Pelalawan yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Telah melakukan Percobaan
dengan sengaja merampas nyawa orang lain ”, Perbuatan mana dilakukan oleh terdakwa
dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam
07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui
bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah
selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan
para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan
siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk
mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni
Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang
disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga
posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada
saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat Pernyataan
Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat itu kepada
saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi korban
mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan
kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru
tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis
namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun
terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mah ka
m ah
4
sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan
marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa
langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,
dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai
tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan
ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari
dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi
korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah
membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan
kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun
terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2
(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan
ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali
sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan
tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban
bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk
didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa
akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan
darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil
berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan
saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari
saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke
kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat
dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala
sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus
berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk
dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok
dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,
tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne NST, dokter
pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi
103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang
tengkorak.
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan
8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mah ka
m ah
5
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar
otot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan
pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan
penanganan luka
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015
KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada
kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal
338 KUHP Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.
------------------------------------------------------------ A T A U ------------------------------------------
Kedua :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR
(alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-
tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam
Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui
Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang
berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ Dengan sengaja melukai berat orang lain, “
Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam
07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui
bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah
selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan
para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan
siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk
mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni
Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang
disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga
posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada
saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian ) dan SPMT ( Surat
Pernyataan Melaksanakan Tugas ), dan dijawab saksi korban “ apa dasar bapak meminta surat
itu kepada saya “ lalu dijawab oleh terdakwa “ ibu kan kepala sekolah saya “ selanjutnya saksi
korban mengatakan kepada terdakwa bahwa terdakwa selama ini tidak melaksankan tugas dan
kewajibannya sebagia guru, masuk sekolah sesuka hati , dan pada pelaksanaan upacara hari guru
tidak hadir, sebelumnya saksi korban juga sudah menugaskan terdakwa sebagai Pembina osis
namun tidak berjalan sesuai dengan baik, saksi korban angkat terdakwa sebagai wali kelas namun
terdakwa menolak, dan terdakwa tidak mau terikat dengan tugas dan bekerja atas kehendaknya
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mah ka
m ah
6
sendiri saja, Kemudian setelah mendegar kata-kata saksi korban, terdakwa menjadi emosi dan
marah kepada saksi korban sambil mengeluarkan kata-kata “ Kau Kau “ dan tiba-tiba terdakwa
langsung mengangkat meja kecil (meja sofa) dan menghempaskan nya kebadan saksi korban,
dan seketika itu juga saksi korban langsung menangkis lemparan terdakwa sehingga mengenai
tangan sebelah kanan bagian lengan saksi korban, setelah itu saksi korban langsung berdiri dan
ketakutan namun tiba-tiba terdakwa mengeluarkan sebilah parang yang telah dipersiapkan dari
dalam tasnya, melihat hal tersebut saksi korban berusaha keluar dari ruang akan tetapi saat saksi
korban keluar dari pintu ruangan, dengan posisi membelakangi terdakwa, terdakwa telah
membacokan parang tersebut ke kepala saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan dalam keadaan
kepala luka dan mengeluarkan darah, saksi korban tetap berusaha keluar dari ruang namun
terdakwa kembali membacokkan parang yang dipegangnya ke kepala saksi korban sebanyak 2
(dua) kali sehingga saat itu saksi korban mulai lemas serta pandangan sudah goyang dan
ketika saksi korban menoleh kebelakang dan melihat terdakwa akan mengayunkan kembali
sebilah parang kearah perut saksi korban kemudian saksi korban berusaha menangkis dengan
tangan sebelah kiri saksi sehingga parang tersebut mengenai tangan sebelah kiri saksi korban
bagian pergelangan tangan sebelah kiri, lalu saksi korban terjatuh dengan posisi terduduk
didekat pintu masuk ruangan kepala sekolah / Ruang TU dan karena saksi korban takut terdakwa
akan membacokan kembali parangnya, dengan kondisi saksi korban sudah sangat lemah dan
darah sudah banyak keluar lalu saksi korban berusaha berjalan hingga kehalaman sekolah sambil
berteriak minta tolong dan teriakan minta tolong saksi korban didengar oleh saksi Agung dan
saksi Yossi Syafrianti yang merupakan guru di SMKN 1 tersebut yang posisinya tidak jauh dari
saksi korban berdiri kemudian terdakwa kembali mengayunkan parang yang dipegangnya ke
kepala saksi korban namun parang yang dipegang terdakwa terlepas dari gagang nya yang terbuat
dari kayu dan parang tersebut terjatuh / terlempar ke taman yang ada didepan ruangan kepala
sekolah, melihat kejadian tersebut saksi Agung dan saksi Yossi Syanfrianti serta saksi Agus
berusaha langsung menolong saksi korban dan membawanya ke Puskesmas Ukui lalu dirujuk
dan dirawat ke Rumah Sakit Efarina PKl. Kerinci.
Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Nova Damayanti mengalami luka bacok
dikepala dan lengan kiri sesuai dengan hasil Visum Et Repertum No : VR-01/RS-ETA/XII/2015,
tanggal 29 Desember 2015 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Chichie Winne
NST, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Efarina, dengan kesimpulan hasil pemeriksaan
sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan Luar :
1. Korban datang dalam keadaan kesadaran penuh. Tekanan darah 100/60 mm air raksa, nadi
103 kali/ menit, pernafasan 23 kali/ menit , temperatur 36 derajat celcius.
2. Pada korban ditemukan
a. Kepala bagian kiri didapatkan luka ukuran 10cm, tepi luka rata, dasar luka tulang
tengkorak.
Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mah ka
m ah
7
b. Kepala bagian kanan didapatkan 2buah luka dengan ukuran masing masing 10cm dan
8cm, tepi luka rata dasar luka tulang.
c. Lengan kiri luka bentuk setengah lingkaran dengan panjang 20cm, tepi luka rata, dasar
otot tampak sebagian otot terpotong.
3. Pada korban dilakukan pemeriksaan foto rongent scadel, foto rongent antebrachii sinistra dan
pemeriksaan darah dengan hemoglobin 7,4 gram/ desi liter.
4. Terhadap korban dilakukan penanganan pemberian cairan, pemberian obat obatan dan
penanganan luka
5. Korban dirawat di RS EFARINA tanggal 25 November 2015
KESIMPULAN :
Telah diperiksa seorang perempuan berumur 35tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka pada
kepala dan lengan kiri mengakibatkan luka berat pada korban akibat kekerasan benda tajam.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 354
Ayat (1) KUHP.
Ketiga :
Bahwa ia terdakwa DASMAR JONI ROSA,SPd Als DJ Bin RASYAD IMAM MUNIR
(alm), pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam 10.30 Wib, atau setidak-
tidaknya pada waktu lain dalam bulan Nopember Tahun 2015 atau setidak-tidaknya masih dalam
Tahun 2015, bertempat di ruang kepala sekolah SMKN 1 Ukui Desa Ukui Dua Kec.Ukui
Kab.Pelalawan atau pada tempat lain dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pelalawan yang
berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, “ telah melakukan penganiayaan dengan
rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat , “ Perbuatan mana dilakukan
terdakwa dengan cara sebagai berikut :
Berawal sebelum kejadian pada hari Rabu tanggal 25 Nopember 2015 sekira jam
07.30.Wib saksi korban Nova Damayanti yang merupakan Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui
bersama –sama Majelis Guru dan Siswa SMKN 1 Ukui mengadakan Upacara hari Guru, setelah
selesai melaksanakan upacara sekitar jam 09.00.Wib, lalu saksi korban dengan para guru dan
para siswa keruang majelis guru untuk makan-makan dan silaturahmi antara guru – guru dan
siswa, dan Kemudian sekitar jam 10.30.Wib, saksi korban menuju keruangan saksi untuk
mengerjakan pekerjaan rutinitas saksi, dan tidak lama kemudian datang terdakwa Dasmar Joni
Rosa Als Dj masuk keruangan saksi korban sambil membawa tas ransel warna hitam yang
disandang dipunggung terdakwa, lalu terdakwa duduk disofa didepan saksi korban sehingga
posisi duduk terdakwa berhadapan dengan saksi korban selanjutnya terdakwa berkata kepada
saksi korban “ Buk saya minta SKP (Surat Keterangan Penilaian…