LPM dan Logit

  • View
    229

  • Download
    18

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LPM dan Regresi Logistik

Text of LPM dan Logit

LPM DAN LOGITDisusun untuk Melengkapi Tugas Individu Mata KuliahMetode Kuantitatif

Disusun oleh:

Fika Andita Riani115040100111186

UNIVERSITAS BRAWIJAYAFAKULTAS PERTANIANPROGRAM STUDI AGRIBISNISMALANG2014

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangBagi masyaraka kota maupun desa, Lembaga Koperasi sudah tidak asing lagi. Koperasi sangat berperan penting ditengah masyarakat Indonesia,terutama dalam proses berlangsungnya perekonomian Indonesia ditengah masyarakat. Hampir setiap orang mengenal Koperasi. Walaupun Koperasi dipahami secara berbeda-beda oleh masyarakat. Tampak jelas koperasi berhubungan dengan ekonomi kerakyatan. Ekonomi Kerakyatan berpihak pada rakyat miskin dan Koperasi memperjuangkan kebutuhan ekonomi para anggotanya dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.Koperasi juga memperjuangkan kebutuhan ekonomi para anggotanya dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa. Peran koperasi dalam memajukan perekonomian masyarakat dari dulu hingga saat ini sangatlah banyak. Karena masyarakat dapat meminjam atau berdagang pada koperasi tersebut. Bukan hanya itu saja peranan yang dilakukan koperasi juga dapat membantu Negara untuk menggembangkan usaha kecil yang ada dalam masyarakat. Menurut Soeharto (2001), Ekonomi Kerakyatan adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Ekonomi Kerakyatan memiliki prinsip bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, selain itu ekonomi kerakyatan juga menginginkan kemakmuran rakyat. Prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan itu seluruhnya terkandung dalam Koperasi. Dalam kontexp ekonomi kerakyatakan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat, sedangkan pengelolaannya di bawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat sendiri (Mubyarto, 2002). Prinsip demokrasi ekonomi tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang berasaskan kekeluargaan. Hal ini menunjukan bahwa Koperasi memiliki peranan dalam Ekonomi Keakyatan karena Koperasi merupakan bentuk perusahan, satu-satunya bentuk perusahaan yang sesuai dengan Ekonomi Kerakyatan.Di zaman sekarang ini, semua kebutuhan baik yang harus dipenuhi maupun yang tidak harus dipenuhi semuanya menunjak mahal harganya dan semakin lama semakin susah untuk dipenuhi maka kehadiran Koperasi ditengah-tengah masyarakat sangatlah penting untuk membantu masyarakat itu sendiri serta mengurangi beban pemerintah dalam menjaga kestabilan perekonomian negara. Dengan adanya koperasi, terutama bagi rakyat-rakyat kecil sangatlah penting, karena, mulai dari petani yang memerlukan pupuk dan alat pertanian, nelayan yang memerlukan alatalat pelayaran, serta para pengusaha kecil yang mempunyai modal sedikit bias meminjamkan modal kepada koperasi. Jadi koperasi sangatlah menolong masyarakat, karena pelayanan yang diberikan koperasi sangatlah banyak dan ikut membantu mensejahterakan masyarakat serta para anggotanya. Jadi koperasi sangatlah membantu pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan masyarakat dan anggotanya. Selain itu juga berperan besar untuk perubahan ekonomi pada masyarakat.

1.2. Tujuan1. Untuk memprediksi variabel apa saja yang paling mempengaruhi keputusan petani dalam berkoperasi 2. Untuk menguji signifikansi secara keseluruhan, individu, dan kecocokan model dari variabel keputusan petani dalam berkoperasi

II. METODE

2.1. Uji Linear Probability Model (LPM)Menurut Lains (2002), Linear Probability Model (LPM) merupakan metode regresi yang umum digunakan sebelum logit dan probit model dikembangkan. Manfaat LPM adalah untuk penjelasan, prediksi dan penggolongan. LPM bekerja dengan dasar bahwa variabel respon Y,yang merupakan probabilita terjadinya sesuatu, mengikuti Bernoulliprobability distribution dimana:Tabel 1. Probabilitas

Gambar 1. Grafik LPM

Sumber: Gujarati, 2003Gambar diatas menunjukkan bahwa garis dari Linear Probability Model (LPM) sangat minim menjelaskan atau mempresentasikan dari variabel dependent yang diskrit. Oleh karena itu, karena LPM bekerja berdasarkan metode OLS biasa maka timbul permasalahan seperti non-normality of the disturbance, heteroscedastis, tidak terpenuhinya exppektasi nilai Y antara satu sampai dengan nol, dan tidak dapat digunakannya R sebagai pengukur Goodness of Fit. Kebutuhan akan model probabilitas yang menghasilkan Y yang terletak antara interval satu sampai dengan nol dengan hubungan antara Pt dengan Xt yang tidak linear menyebabkan logit model dikembangkan.Metode yang dilakukan dalam SPSS untuk uji Linear Probability Model (LPM) adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Metode LPM dalam SPSS

2.2. Analisis Regresi LogistikMenurut Hosmer dan Lemeshow (2000), Regresi logistik adalah bagian dari analisis regresi yang digunakan untuk menganalisis variabel dependen yang kategori dan variabel independen bersifat kategori, kontinu, atau gabungan dari keduanya. Analisis regresi logistik digunakan untuk memperoleh probabilitas terjadinya variabel dependen. Bentuk persamaan regresi logistik adalah sebagai berikut:

Dengan i = 1,2,...,nUntuk mengetahui pengaruh dari variabel independen dapat dilakukan uji signifikansi secara keseluruhan, uji signifikansi secara individu dan uji kecocokan model sebagai berikut:1. Uji Signifikansi Secara Keseluruhan Sebelum membentuk model regresi logistik terlebih dahulu dilakukan uji signifikansi parameter. Uji yang pertama kali dilakukan adalah pengujian peranan parameter didalam model secara keseluruhan yaitu dengan hipotesis sebagai berikut:H0 : 1 = 2 = = i = 0 (Model tidak berarti)H1 : paling sedikit koefisien i 0 (Model berarti)i = 1, 2, . . . , p.Statistik uji yang digunakan adalah:

Dengan :0: Nilai maksimum fungsi kemungkinan untuk model di bawah hipotesis nol1: Nilai maksimum fungsi kemungkinan untuk model di bawah hipotesis alternatifL0: Nilai maksimum fungsi log kemungkinan untuk model di bawah hipotesis nolL1: Nilai maksimum fungsi log kemungkinan untuk model di bawah hipotesis alternatifNilai 2(L0 L1) tersebut mengikuti distribusi Chi-square dengan df = p. Jika menggunakan taraf nyata sebesar , maka kriteria ujinya adalah tolak H0 jika 2(L0 L1) X2(p) atau p-value , dan terima dalam hal lainnya.2. Uji Signifikansi Secara IndividuUji signifikansi parameter secara individual dilakukan dengan menggunakan Wald Test dengan rumusan hipotesis sebagai berikut:H0 : i = 0 ( koefisien logit tidak signifikan terhadap model)H1 : i 0 ( koefisien logit signifikan terhadap model )Statistik uji yang digunakan adalah:

Nilai kuadrat W tersebut mengikuti distribusi Chi-square dengan df = 1. Jika W2 X2(1,) atau p-value maka H0 ditolak, dan H1 diterima. adalah nilai dari estimasi parameter regresi dan SE () adalah standard error.3. Uji Kecocokan ModelAlat yang digunakan untuk menguji kecocokan model dalam regresi logistik adalah uji Hosmer-Lemeshow. Statistik Hosmer-Lemeshow mengikuti distribusi Chi-square dengan df = g 2 dimana g adalah banyaknya kelompok, dengan rumus sebagai berikut:

dimana:Ni : Total frekuensi pengamatan kelompok ke-iOi : Frekuensi pengamatan kelompok ke-i : Rata-rata taksiran peluang kelompok ke-iUntuk menguji kecocokan model, nilai Chi-square yang diperoleh dibandingkan dengan nilai Chi-square pada table Chi-square dengan df = g 2. Jika X2HL X2(g2) maka H0 ditolak dan H1 diterima.Metode yang dilakukan dalam SPSS untuk analisis regresi logistik adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Metode Regresi Logistik dalam SPSS

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Analisis ScatterDari hasil grafik analisis scatter menunjukkan bahwa rentangan probabilitas dari Metode LPM (Linier Probability Model) adalah 0 dan kurang dari 0 atau 1 dan lebih dari 1. Sedangkan untuk Metode Logit rentangan probabilitas adalah antara 0 sampai 1. Oleh karena itu dalam hal probabilitas metode yang sangat sesuai digunakan adalah metode Logit, karena akan lebih mudah meintepretasikan suatu data atau tidak bias data yang akan diintepretasikan.

3.2. Uji Linear Probability Model (LPM)Tabel 1. Model Summaryb

ModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate

1.736a.542.512.30795

a. Predictors: (Constant), X4, X1, X3, X2

b. Dependent Variable: D1

Pada uji Linear Probability Model (LPM) didapatkan hasil seperti analisis regresi yaitu pada tabel Model Summary merupakan hasil uji R square. Kesadaran fungsi koperasi, kemudahan bertransaksi, banyaknya unit usaha koperasi, dan kepercayaan terhadap koperasi merupakan variabel independent yang mempengaruhi variabel keputusan petani berkoperasi . Pada tabel hasil dari uji Adjusted R square sebesar 0,512 (51,2%). Ini menunjukkan bahwa 51,2% variabel keputusan petani berkoperasi kesadaran fungsi koperasi, kemudahan bertransaksi, banyaknya unit usaha koperasi, dan kepercayaan terhadap koperasi dapat dijelaskan oleh variabel kesadaran fungsi koperasi, kemudahan bertransaksi, banyaknya unit usaha koperasi, dan kepercayaan terhadap koperasi, sedangkan sisanya 48,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Tabel 2. ANOVAb

ModelSum of SquaresdfMean Square

Search related