Click here to load reader

LP Asuhan Keperawatan Komunitas

  • View
    1.972

  • Download
    411

Embed Size (px)

DESCRIPTION

.

Text of LP Asuhan Keperawatan Komunitas

LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN PADA KOMUNITAS

A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan KomunitasPerawatan kesehatan masyarakat merupakan bidang khusus dalam ilmu keperawatan, yang merupakan gabungan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan sosial (WHO, 1959). Suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat (Rapat Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat, 1989). Dengan demikian ada 3 teori yang menjadi dasar ilmu perawatan kesehatan masyarakat yaitu :1. Ilmu KeperawatanKonsep keperawatan di karakteristikkan oleh 4 komponen konsep pokok yang menjadi paradigma dalam keperawatan, dimana menggambarkan hubungan teoriteori yang membentuk susunan yang mengatur teoriteori tersebut berhubungan satu dengan lainnya yaitu : konsep manusia, konsep kesehatan, konsep masyarakat dan konsep keperawatan (Christine Ibrahim, 1986).2. Ilmu Kesehatan MasyarakatDalam mengaplikasikan praktik asuhan keperawatan dalam komunitas diperlukan pengetahuan penunjang yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, dalam melihat perspektif proses terjadinya masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan ilmu epidemiologi, ilmu statistik kesehatan sehingga masalah tersebut diketahui faktor penyebab dan alternatif pemecahannya. Termasuk juga diperlukan pemahaman tentang konsep puskesmas, PHC atau posyandu dan untuk merubah perilaku masyarakat diperlukan pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan masyarakat (Soekidjo Notoadmojo, 2003).3. Ilmu Sosial (Peran Serta Masyarakat)Pengetahuan sosial kemasyarakatan penting untuk dipahami oleh seorang perawat kesehatan masyarakat dalam menjalankan tugasnya, sebab dia akan berhadapan dengan kelompokkelompok sosial dalam masyarakat.Pengetahuan sosial yang dimaksud adalah ilmu pengembangan dan pengorganisasian masyarakat, pendekatan edukatif dan teori tentang pendekatan perubahan perilaku. Hal ini bisa dirasakan oleh perawat saat menjalankan tugas, peran dan fungsinya dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, budaya, pendidikan, ekonomi, norma, adat istiadat dan aturanaturan yang berlaku dalam masyarakat (Nasrul Effendi, 1999). Dengan memahami pengetahuan ilmu sosial perawat kesehatan masyarakat dapat melakukan pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat ke arah yang positif dalam memelihara kesehatan keluarga, kelompok dan masyarakat sehingga menuju kemandirian (self care), dimana mereka diharapkan dapat mengenal dan merumuskan masalah kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi, memprioritaskan dan mencari alternatif pemecahan masalah melalui perencanaan bersama, kemudian melaksanakan kegiatan bersama berdasarkan perencanaan yang mereka buat serta menilai hasil yang telah dicapai.

B. Pengertian Proses KeperawatanProses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencanakan dan melaksanakan pelayanan keperawatan dalam rangka membantu klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya seoptimal mungkin. Tindakan keperawatan tersebut dilaksanakan secara berurutan, terus menerus, saling berkaitan dan dinamis. Selanjutnya menetapkan langkah proses keperawatan sebagai proses pengumpulan data, pengkajian, perencanaan dan pelaksanaan (Wolf, Weitzel dan Fuerst, 1979).Jadi proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan keperawatan yang bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, kontinyu dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga, kelompok atau masyarakat yang langkah langkahnya dimulai dari (1) pengkajian : pengumpulan data, analisis data dan penentuan masalah, (2) diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi tindakan keperawatan. (Wahit, 2005). Proses keperawatan pada komunitas mencakup individu, keluarga dan kelompok khusus yang memerlukan pelayanan asuhan keperawatan.Dalam perawatan kesehatan komunitas keterlibatan kader kesehatan, tokoh tokoh masyarakat formal dan informal sangat diperlukan dalam setiap tahap pelayanan keperawatan secara terpadu dan menyeluruh sehingga masyarakat benar benar mampu dan mandiri dalam setiap upaya pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan.

C. Tujuan Dan Fungsi Proses KeperawatanTujuan dan Fungsi Proses Keperawatan :1. Tujuana. Agar diperoleh hasil asuhan keperawatan komunitas yang bermutu, efektif dan efisien sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada masyarakat dan agar pelaksanaannya dilakukan secara sistematis, dinamis, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.b. Meningkatkan status kesehatan masyarakat.c. Untuk dapat mencapai tujuan ini maka perawat kesehatan komunitas harus memiliki keterampilan dasar yang meliputi : epidemiologi, penelitian, pengajaran, organisasi masyarakat dan hubungan interpersonal yang baik.2. Fungsia. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi tenaga kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.b. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya dalam kemandiriannya di bidang kesehatan.c. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahabn masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat.d. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahannya atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhannya.

D. Falsafah dan Paradigma Keperawatan KomunitasFalsafah adalah keyakinan terhadap nilai - nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan atau sebagai pandangan hidup. Falsafah keperawatan memandang keperawatan sebagai pekerjaan yang luhur dan manusiawi.Penerapan falsafah dalam keperawatan kesehatan komunitas, yaitu:1. Pelayanan keperawatan kesehatan komunitas merupakan bagian integral dari upaya kesehatan yang harus ada dan terjangkau serta dapat di terima oleh semua orang.2. Upaya promotif dan preventif adalah upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.3. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada klien berlangsung secara berkelanjutan.4. Perawat sebagai provider dan klien sebagai konsumer pelayanan kesehatan, menjalin suatu.hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan.5. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan berkesinambungan.6. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya. la harus ikut mendorong, medidik, dan berpartisipasi secara aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri.Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 hal penting, yaitu manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Logan & Dawkins, 1987).1. ManusiaKomunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu/klien yang berada pada lokasi atau batas geografi tertentu yang memiliki niali-nilai, keyakinan dan minat yang relatif sama serta adanya interaksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Komunitas merupakan sumber dan lingkungan bagi keluarga. Komunitas sebagai klien termasuk didalamnya kelompok risiko tinggi, antara lain: daerah terpencil, daerah rawan, daerah kumuh,2. KesehatanSehat adalah suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien/komunitas. Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan mengatasi stressor.3. LingkunganSemua faktor internal dan eksternal atau pengaruh di sekitar klien bersifat biologis, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual,4. KeperawatanKeperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang sebagai bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada individu, keluarga, dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

E. Sasaran Keperawatan Kesehatan KomunitasSasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh, daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi, balita dan ibu hamil.Menurut Anderson (1988) sasaran keperawatan komunitas terdiri dari tiga tingkat yaitu :1. Tingkat Individu.Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurangnya kemauan menuju kemandirian pasien/klien.Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu yang mempunyai masalah kesehatan tertentu (misalnya TBC, ibu hamil d1l) yang dijumpai di poliklinik, Puskesmas dengan sasaran dan pusat perhatian pada masalah kesehatan dan pemecahan masalah kesehatan individu.2. Tingkat KeluargaKeluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu fokus pelayanan keperawatan yaitu : a. Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat.b. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki ataupun mengabaikan masalah kesehatan didalam kelompoknya sendiri.c. Masalah kesehatan didalam keluarga saling berkaitan. Penyakit yang diderita salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut.Sasaran kegiatan adalah keluarga dimana anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dirawat sebagai bagian dari keluarga dengan mengukur sejauh mana terpenuhinya tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan, memberikan perawatan kepada anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sumber daya dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga.Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difokuskan pada keluarga rawan yaitu :a. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan, yaitu keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC, ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neonatusnya, balita tertentu, penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program, penyakit endemis, penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik).b. Keluarga dengan resiko tinggi, yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi, seperti anemia gizi be-rat (HB kurang dari 8 gr%) ataupun Kurang Energi Kronis (KEK), keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan, infeksi, hipertensi, keluarga dengan balita dengan BGM, keluarga dengan neonates BBLR, keluarga dengan usia lanjut jompo atau keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri.c. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan3. Tingkat KomunitasDilihat sebagai suatu kesatuan dalam komunitas sebagai klien. Masyarakat memiliki ciri-ciri adanya interaksi antar warga, diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas dan memiliki identitas yang kuat mengikat semua warga.a. Pembinaan kelompok khususb. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah

F. Peran Perawat komunitasBanyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya adalah :1. Sebagai penyedia pelayanan (Care provider)Memberikan asuhan keperawatan melalui mengkaji masalah keperawatan yang ada, merencanakan tindakan keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan dan mengevaluasi pelayanan yang telah diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat (Helvie, 1997).2. Sebagai Pendidik dan konsultan (Nurse Educator and Counselor)Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik di rumah, puskesmas, dan di masyarakat secara terorganisir dalam rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal (Helvie, 1997). Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tatanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Di dalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual (Mubarak, 2005).Proses pengajaran mempunyai 4 komponen yaitu : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan proses keperawatan dalam fase pengkajian seorang perawat mengkaji kebutuhan pembelajaran bagi pasien dan kesiapan untuk belajar. Selama perencanaan perawat membuat tujuan khusus dan strategi pengajaran. Selama pelaksanaan perawat menerapkan strategi pengajaran dan selama evaluasi perawat menilai hasil yang telah didapat (Mubarak, 2005).3. Sebagai Panutan (Role Model)Perawat kesehatan masyarakat harus dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan dicontoh oleh masyarakat (Helvie, 1997).4. Sebagai pembela (Client Advocate)Pembelaan dapat diberikan kepada individu, kelompok atau tingkat komunitas. Pada tingkat keluarga, perawat dapat menjalankan fungsinya melalui pelayanan sosial yang ada dalam masyarakat (Helvie, 1997). Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk di dalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Mubarak, 2005).Tugas perawat sebagai pembela klien adalah bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi hal lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (Informed Concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya (Mubarak, 2005). Tugas yang lain adalah mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan (Mubarak, 2005).5. Sebagai Manajer kasus (Case Manager)Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas dan masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya (Helvie, 1997).6. Sebagai kolaboratorPeran perawat sebagai kolaborator dapat dilaksanakan dengan cara bekerjasama dengan tim kesehatan lain, baik dengan dokter, ahli gizi, ahli radiologi, dan lain-lain dalam kaitanya membantu mempercepat proses penyembuhan klien (Mubarak, 2005). Tindakan kolaborasi atau kerjasama merupakan proses pengambilan keputusan dengan orang lain pada tahap proses keperawatan. Tindakan ini berperan sangat penting untuk merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan (Helvie, 1997).7. Sebagai perencana tindakan lanjut (Discharge Planner)Perencanaan pulang dapat diberikan kepada klien yang telah menjalani perawatan di suatu instansi kesehatan atau rumah sakit. Perencanaan ini dapat diberikan kepada klien yang sudah mengalami perbaikan kondisi kesehatan (Helvie, 1997).8. Sebagai pengidentifikasi masalah kesehatan (Case Finder)Melaksanakan monitoring terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut masalah-masalah kesehatan dan keperawatan yang timbul serta berdampak terhadap status kesehatan melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan, observasi dan pengumpulan data (Helvie, 1997).9. Koordinator Pelayanan Kesehatan (Coordinator of Services)Peran perawat sebagai koordinator antara lain mengarahkan, merencanakan dan mengorganisasikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada klien (Mubarak, 2005). Pelayanan dari semua anggota tim kesehatan, karena klien menerima pelayanan dari banyak profesional (Mubarak, 2005).10. Pembawa perubahan atau pembaharu dan pemimpin (Change Agent and Leader)Pembawa perubahan adalah seseorang atau kelompok yang berinisiatif merubah atau yang membantu orang lain membuat perubahan pada dirinya atau pada sistem. Marriner torney mendeskripsikan pembawa perubahan adalah yang mengidentifikasikan masalah, mengkaji motivasi dan kemampuan klien untuk berubah, menunjukkan alternatif, menggali kemungkinan hasil dari alternatif, mengkaji sumber daya, menunjukkan peran membantu, membina dan mempertahankan hubungan membantu, membantu selama fase dari proses perubahan dan membimibing klien melalui fase-fase ini (Mubarak, 2005).Peningkatan dan perubahan adalah komponen essensial dari perawatan. Dengan menggunakan proses keperawatan, perawat membantu klien untuk merencanakan, melaksanakan dan menjaga perubahan seperti : pengetahuan, ketrampilan, perasaan dan perilaku yang dapat meningkatkan kesehatan (Mubarak, 2005)11. Pengidentifikasi dan pemberi pelayanan komunitas (Community Care Provider And Researcher)Peran ini termasuk dalam proses pelayanan asuhan keperawatan kepada masyarakat yang meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi masalah kesehatan dan pemecahan masalah yang diberikan. Tindakan pencarian atau pengidentifikasian masalah kesehatan yang lain juga merupakan bagian dari peran perawat komunitas (Helvie, 1997).

G. Langkah-Langkah Proses KeperawatanBanyak ahli yang mendefinisikan tentang langkah langkah proses keperawatan diantaranya adalah sebagai berikut :1. Subdit Perawatan Kesehatan Masyarakat Depkes RIMembagi dalam empat tahap yaitu : (1) Identifikasi, (2) Pengumpulan data (3) Rencana dan kegiatan (4) serta Penilaian.2. FreemanSedangkan Freeman membagi dalam enam tahap yaitu : (1) Membina hubungan saling percaya dengan klien, (2) Pengkajian, (3) Penentuan tujuan bersama keluarga dan orang terdekat klien, (4) Merencanakan tindakan bersama klien, (5) Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana, dan (6) Hasil evaluasi.3. S.G BailonMembagi menjadi empat tahap yaitu : (1) Pengkajian, (2) Perencanaan, (3) Implementasi, dan (4) Evaluasi. Dari pendapat pendapat dari para ahli tersebut diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa pada dasarnya langkah langkah dalam proses keperawatan komunitas adalah :a. Pengkajianb. Diagnosis Keperawatanc. Perencanaand. Pelaksanaane. Evaluasi atau penilaian

H. PengkajianPengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, social ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan. Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan yaitu : pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masyarakat.Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subyektif dan objektif. Data subyektif adalah data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara langsung melalui lisan sedangkan data objektif adalah data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran.Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan dan komunitas. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya : kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record (Wahit, 2005).Cara pengumpulan data terdiri dari tiga cara yaitu dengan wawancara atau anamnase, pengamatan dan pemeriksaan fisik.1. Pengumpulan dataPengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, psikologis, social ekonomi dan spiritual serta factor lingkungan yang mempengaruhinya. Oleh karena itu data tersebut harus akurat dan dapat dilakukan analisa untuk pemecahan masalah. Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi :a. Data inti1) Riwayat atau sejarah perkembangan komunitasData dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas tersebut. Uraikan termasuk data umum mengenai lokasi daerah binaan (yang dijadikan praktek keperawatan komunitas), luas wilayah, iklim, type komunitas (masyarakat rusal atau urban), keadaan demografi, struktur politik, distribusi kekuatan komunitas dan pola perubahan komunitas.2) Data demografiKajilah jumlah komunitas berdasarkan : usia, jenis kelamin, status perkawinan, ras atau suku, bahasa, tingkat pendapatan, pendidikan, pekerjaan, agam dan komposisi keluarga.

3) Vital statisticJabarkan atau uraikan data tentang : angka kematian kasar atau CDR, penyebab kematian, angka pertambahan anggota, angka kelahiran.4) Status kesehatan komunitasStatus kesehatan komunitas dapat dilihat dari biostatistik dan vital statistic antara lain : dari angka mortalitas, morbiditas, IMR. MMR, cakupan imunisasi. Selanjutnya status kesehatan komunitas kelompokkan berdasarkan kelompok umur : bayi, balita, usia sekolah, remaja dan lansia. Pada kelompok khusus di masyarakat : ibu hamil, pekerja industri, kelompok penyakit kronis, penyakit menular. Adapun pengkajian selanjutnya dijabarkan sebagaimana dibawah ini :a) Keluhan yang dirasakan saat ini oleh komunitas Tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, respirasi, suhu tubuhb) Kejadian penyakit (dalam 1 tahun terakhir) : ISPA Penyakit asthma TBC paru Penyakit kulit, dllc) Riwayat penyakit keluargad) Pola pemenuhan sehari-hari : Pola pemenuhan nutrisi Pola pemenuhan cairan dan elektrolit Pola istirahat dan tidur Pola eliminasi Pola aktivitas gerak Pola pemenuhan kebersihan dirie) Status psikososial : Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan Hubungan dengan orang lain Peran di masyarakat Kesedihan yang dirasakan Stabilitas emosi Penelantaran anak atau lansia Perlakuan yang salah dalam kelompok dalam hal ini perilaku tindakan kekerasan Status pertumbuhan dan perkembanganf) Pola pemanfaatan fasilitas kesehatang) Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatanh) Pola perilaku tidak sehat seperti : kebiasaan merokok, minum kopi yang berlebihan, mengkonsumsi alkohol, penggunaan obat tanpa resep, penyalahgunaan obat terlarang, pola konsumsi tinggi garam, lemak dan purin.b. Data lingkungan fisik1) Pemukimana) Luas bangunanb) Bentuk bangunanc) Jenis bangunand) Atap rumahe) Dindingf) Lantaig) Ventilasih) Pencahayaani) Peneranganj) Kebersihank) Pengaturan ruangan dan perabotl) Kelengkapan alat rumah tangga2) Sanitasia) Penyediaan air bersih (MCK)b) Penyediaan air minumc) Pengelolaan jamban : bagaimana jenisnya, berapa jumlahnya dan bagaimana jarak dengan sumber aird) Sarana pembuangan air limbah (SPAL)e) Pengelolaan sampah : apakah ada sarana pembuangan sampah, bagaimana cara pengolahannya : dibakar, ditimbun, atau cara lainnya, sebutkan.f) Polusi udara, air, tanah atau suara/kebisingang) Sumber polusi : pabrik, rumah tangga, industri lainnya, sebutkan.3) Fasilitasa) Peternakan, pertanian, perikanan dan lain-lainb) Pekaranganc) Sarana olahragad) Taman, lapangane) Ruang pertemuanf) Sarana hiburang) Sarana ibadah4) Batas-batas wilayahSebelah utara, barat, timur, dan selatan5) Sarana ibadahc. Pelayanan kesehatan dan sosial1) Pelayanan kesehatana) Lokasi sarana kesehatanb) Sumber daya yang dimiliki (tenaga kesehatan dan kader)c) Jumlah kunjungand) Sistem rujukan2) Fasilitas sosial (pasar, toko ,swayalan)a) Lokasib) Kepemilikanc) Kecukupand. Ekonomi1) Jenis Pekerjaan2) Jumlah penghasilan rata-rata tiap bulan3) Jumlah pengeluaran rata-rata tiap bulan4) Jumlah pekerja dibawah umur, ibu rumah tangga dan lansiae. Keamanan dan transportasi1) Keamanana) Sistem keamanan lingkunganb) Penanggulangan kebakaranc) Penanggulangan bencanad) Penanggulangan polusi, udara, air dan tanah2) Transportasia) Kondisi jalanb) Jenis transportasi yang dimilikic) Sarana transportasi yang adaf. Politik dan pemerintahan1) Sistem pengorganisasian2) Struktur organisasi3) Kelompok organisasi dalam komunitas4) Peran serta kelompok organisasi dalam kesehatang. Sistem komunikasi1) Sarana umum komunikasi2) Jenis alat komunikasi yang digunakan dalam komunitas3) Cara penyebaran informasih. Pendidikan1) Tingkat pendidikan komunitas2) Fasilitas pendidikan yang tersedia (formal atau non formal)a) Jenis pendidikan yang diadakan di komunitasb) Sumber daya manusia, tenaga yang tersedia3) Jenis bahasa yang digunakani. Rekreasi1) Kebiasaan rekreasi2) Fasilitas tempat rekreasiSetelah data diperoleh, kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data dengan cara sebagai berikut:a. Klasifikasi data atau kategori dataCara mengkategori data :1) Karakteristik demografi2) Karakteristik geografi3) Karakteristik social ekonomi4) Sumber dan pelayanan kesehatan(Anderson & Mc Farlane, 1981. Community as Client)b. Perhitungan presentase cakupan dengan menggunakan tellyc. Tabulasi datad. Interpretasi data2. Analisa dataAnalisa data adalah kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui tentang kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalah kesehatan atau masalah keperawatan.Tujuan analisa data adalah :a. Menetapkan kebutuhan komunityb. Menetapkan kekuatanc. Mengidentifikasi pola respon komunityd. Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan3. Perumusan atau penentuan masalah kesehatanBerdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus dapat dirumuskan yang selanjutnya dilakukan intervensi. Namun demikian masalah yang telah dirumuskan tidak mungkin dapat diatasi sekaligus. Oleh karena itu perlu diprioritaskan masalah.4. Prioritas masalahDalam menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya adalah :a. Perhatian masyarakatb. Prevalensi kejadianc. Berat ringannya masalahd. Kemungkinan masalah untuk diatasie. Tersedianya sumber daya masyarakatf. Aspek politisPrioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Abraham H. Maslow yaitu :a. Keadaan yang mengancam kehidupanb. Keadaan yang mengancam kesehatanc. Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan

I. Diagnosa KeperawatanDiagnosa keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang aktual maupun potensial. Masalah actual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian (American Nurses of Association (ANA).Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama yaitu :1. Problem (Masalah)2. Etiologi(Penyebab)3. Sign or Symptom (Tanda atau Gejala)Perumusan diagnosa keperawatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :1. Dengan rumus PESDK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) + S (Symptom/gejala)2. Dengan rumus PEDK : P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab)Jadi menegakkan diagnosa keperawatan minimal harus mengandung 2 komponen tersebut diatas, disamping mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :1. Kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah2. Sumber daya yang tersedia dari masyarakat3. Partisipasi dan peran serta masyarakatSedangkan diagnosa keperawatan menurut Mueke, 1984 terdiri dari :1. Masalah . Sehat . Sakit2. Karakteristik populasi3. Karakteristik lingkungan (Epidemiologi triagle)Logan & Dawkins, 1986. Dalam bukunya : Family Centered Nursing in the Community :Diagnosa resiko: (masalah)Diantara: .... (komunity)Sehubungan dengan: ( Karakteristik komunity dan lingkungan)Yang dimanifestasikan/ didemonstrasikan oleh: ... ( Indikator kesehatan/analisa data)Diagnosa keperawatan komunitas disusun berdasarkan jenis diagnosis sebagai berikut.1. Diagnosa sejahteraDiagnosa sejahtera/ wellness digunakan bila komunitas mempunyai potensi untuk ditingkatkan, belum ada data maladapti. Perumusan diagnosa keperawatan komunitas potensial, hanya terdiri dari komponen problem (p) saja, tanpa komponen etiologi (e).Contoh diagnosis sejahtera/ wellness:Potensial peningkatan tumbuh kembang pada balita dirt 05 rw 01 desa x kecamatan A, ditandai dengancakupan imunisasi 95% (95%), 80% berat badan balita di atas garis merah KMS, 80% pendidikan ibu adalah SMA, cakupan posyandu 95%.2. Diagnosa ancaman ( risiko)Diagnosa risiko digunakan bila belum terdapat paparan masalah kesehatan, tetapi sudah ditemukan beberapa data maladaptif yang memungkinkan timbulnya gangguan. Perumusan diagnosa keperawatan komunitas risiko terdiri atas problem (p), etiologi (e) , dan symptom/ sign (s).Contoh diagnosa risiko:Resiko terjadinya konflik psikologis pada warga RT 05, RW 01 desa x kecamatan A yang berhubungan dengan koping masyarakat yang tidak efektif ditandai dengan pernah terjadi perkelahian antar-RT, kegiatan gotong royong , dan silaturahmi, rutin rw jarang dilakukan, penyuluhan kesehatan terkait kesehatan jiwa belum pernah dilakukan, masyarakat sering berkumpul dengan melakukan kegiatan yang tidak positif seperti berjudi.3. Diagnosa aktual/ gangguanDiagnosa gangguan ditegakkan bila sudah timbul gangguan/ masalah kesehatan di komunitas, yang didukung oleh beberapa data maladaptif. Perumusan diagnosa keperawatan komunitas aktual terdiri atas problem (p), etiologi (e), dan symptom/sign (s)Contoh diagnosa aktual:Gangguan/masalah kesehatan reproduksi pada agregat remaja yang berhubungan dengan kurangnya kebiasaan hygiene Personal, ditandai dengan 92% remaja mengatakan mengalami keputihan patologis, upaya yang dilakukan remaja dalam mengatasi keputihan 80% didiamkan saja, 92% remaja mengatakan belum pernah memperoleh informasi kesehatan reproduksi dari petugas kesehatan.Tingginya kasus diare di wilayah RW 5 kelurahan X yang berhubungan dengan tidak adekuatnya penggunaan fasilitas layanan kesehatan untuk penanggulangan diare, keterbatasan, dan kualitas sarana pelayanan diare.

J. PerencanaanPerencanaan keperawatan adalah rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien. Rencana keperawatan harus mencakup : Perumusan tujuan, Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan, kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.1. Perumusan tujuanDalam merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :a. Berfokus pada masyarakatb. Jelas dan singkatc. Dapat diukur dan diobservasid. Realistike. Ada target waktuf. Melibatkan peran serta masyarakatFormulasi kriteria tujuan :T = S + P + K.1 + K.2S: SubjekK.1 : KondisiP: PredikatK.2 : KriteriaSelain itu dalam perumusan tujuan :a. Dibuat berdasarkan goal : sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkanb. Perilaku yang diharapkan berubahc. Spesifikd. Measurable atau dapat diukure. Attainable atau dapat dicapaif. Relevant/realistic atau sesuaig. Time-Bound atau waktu tertentuh. Sustainable atau berkelanjutan2. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakanLangkah-langkah dalam perencanaan perawatan kesehatan melalui kegiatan :a. Identifikasi alternatif tindakan keperawatanb. Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakanc. Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perncanaan melalui kegiatan : musyawarah masyarakat desa atau lokakarya minid. Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersediae. Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakatf. Mengarah pada tujuan yang akan dicapaig. Tindakan harus bersifat realistish. Disusun secara berurutan3. Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuanPenentuan kriteria dalam perencanaan keperawatan komunitas adalah sebagai berikuta. Menggunakan kata kerja yang tepatb. Dapat dimodifikasic. Bersifat spesifik :1) Siapa yang melakukan ?2) Apa yang dilakukan ?3) Dimana dilakukan ?4) Kapan dilakukan ?5) Bagaimana melakukan ?6) Frekuensi melakukan ?

K. PelaksanaanPrinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : I2RMU.1. InovatifPerawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berdasar pada iman dan takwa2. IntegratedPerawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi, tim kesehatan lain, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan asas kemitraan.3. RasionalPerawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun.4. Mampu dan mandiriPerawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta komponen.5. UgemPerawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapaiHal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan :a. Keterpaduan antara : Biaya, tenaga, waktu, lokasi, sarana, dan prasarana dengan pelayanan kesehatan maupun sector lainnyab. Keterlibatan petugas kesehatan lain, kader dan tokoh masyarakat dalam rangka alih peran.c. Tindakan keperawatan yang dilakukan dicatat dan didokumentasikan.d. Adanya penyelenggaraan system rujukan baik medis maupu rujukan kesehatan.

L. Evaluasi1. Fokus evaluasia. RelevansiApakah program yang diperlukan?Yang ada atau yang terbaru?b. Perkembangan kemajuanApakah dilaksanakan sesuai dengan rencana?Bagaimana staf, fasilitas dan jumlah peserta?c. Cost efficiency (efisiensi biaya)Bagaimana biaya ?Apa keuntungan program ?d. EfektifitasApakah tujuan tercapai ?Apakah klien puas ?Apakah fokus pada formulatif dan hasil jangka pendek ?e. ImpactApakah dampak jangka panjang ?Apa perubahan perilaku dalam 6 bulan atau 1 tahun ?Apakah status kesehatan meningkat ?2. Kegunaan evaluasia. Menentukan perkembangan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan.b. Menilai hasil guna, daya gunadan produktivitas asuhan keperawatan yang diberikan.c. Menilai asuhan keperawatan dan sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun rencana dalam proses keperawatan.3. Hasil evaluasiTerdapat tiga kemungkinan dalam hasil evaluasi, yaitu :a. Tujuan tercapaiApabila individu, keluarga, kelompok dan masyarakat telah menunjukkan kemajuan sesuai denga kriteria yang telah ditetapkan.b. Tujuan tercapai sebagianApabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal, sehingga perlu dicari penyebab dan cara memperbaiki atau mengatasinya.c. Tujuan tidak tercapaiApabila individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tidak menunjukkan perubahan kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru. Dalam hal ini perlu dikaji secara mendalam apakah terdapat problem dalam data, analisis, diagnosis, tindakan dan faktor-faktor yang lain tidak sesuai sehingga menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Elizabeth T, dkk. 2006. Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori dan Praktik, edisi 3. Jakarta : EGCMubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2 Teori. Jakarta: Sagung SetoDermawan, Deden. 2012. Buku Ajar Keperawatan Komunitas. Yogyakarta : Gosyen PublishingGunawijaya, J. 2010. Kuliah Umum tentang Budaya dan Perspektif Transkultural dalam Keperawatan Mata Ajar KDK II 2010, semester genap: FK UILeininger, M dan McFarland. M.R. 2002. Transkultural Nursing : Concepts, Theories, Research and Practice, edisi 3. USA : Mc.Graw Hill Companies