long case ku dm

  • View
    233

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

y

Text of long case ku dm

STATUS PENDERITA

13

LAPORAN KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA

DIABETES MELITUS TIPE II

Disusun Oleh

DANIEL EDWIN TANOKOK1A003061Pembimbing

dr. Yudhi WibowoKEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

JURUSAN KEDOKTERAN

FKIK UNSOED

OKTOBER

2009HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA

DIABETES MELITUS TIPE IIDisusun Oleh:

DANIEL EDWIN TANOKOK1A003061Telah diperiksa, disetujui dan disahkan:

Hari:

Tanggal: Oktober 2009 Preseptor Lapangan

Tanda tangan dan stempel institusi

dr. Purwa Riana I . NIP 19770213.200903.2.004 Preseptor Fakultas

Tanda Tangan

dr. Yudhi Wibowo . NIP 19760123 200501 1 002

BAB I

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGANama Kepala Keluarga: Tn. SuwarjaAlamat lengkap

: Rawalo RT 02/ RW 04 Rawalo, Kab. Banyumas.Bentuk Keluarga

: Nuclear Family

NoNamaStatusL/PUmurPendidikanPekerjaanPasien KlinikKet

1.Tn. SuwarjaKKL79 thSDPensiunDM tipe II-

2.RatinahIstriP77 thSDIbu Rumah Tangga-

Tabel 1. Daftar Anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumahSumber : Data Primer, 12 September 2009Kesimpulan :

Dalam keluarga Ny. R, merupakan keluarga inti atau Nuclear Family. Tn. S menderita penyakit Diabetes Melitus Tipe II.

BAB IISTATUS PENDERITA

A. PENDAHULUANLaporan ini disusun berdasarkan kasus yang diambil dari seorang laki-laki yang berusia 79 tahun yang pernah menjalani pengobatan di Puskesmas Rawalo. Bapak tersebut menderita Diabetes Melitus atau kencing manis dan hingga saat ini masih rutin menjalani pengobatan dan kontrol satu bulan sekali di Puskesmas Rawalo.Menurut WHO 1998, diperkirakan jumlah orang dengan diabetes di Indonesia akan meningkat hampir 250 % dari 5 juta di tahun 1995 menjadi 12 juta di tahun 2025. Perkiraan ini akan menjadi kenyataan apabila tidak ada upaya kita semua untuk mencegah atau paling tidak mengeliminasi faktor-faktor penyebab ledakan tersebut. Maka penting kiranya bagi kita untuk memperhatikan dan mencermatinya untuk kemudian bisa menjadikannya sebagai pengalaman di lapangan.B. IDENTITAS PENDERITA

Nama:Tn. SUmur:79 tahun

Jenis kelamin:Laki-lakiStatus: Sudah menikah

Pendidikan Akhir:SD kelas 3Pekerjaan:PensiunAgama:Islam

Alamat: Rawalo RT 02/ RW 04 RawaloSuku :Jawa

Kewarganegaraan: Indonesia

Tanggal periksa:12 September 2009C. ANAMNESIS

1. Keluhan Utama : Kesemutan2. Riwayat Penyakit Sekarang :Pasien kontrol ke puskesmas Rawalo dengan keluhan kesemutan. Kesemutan dirasakan pada kedua tungkai bawah sehabis bangun tidur, sehingga saat bangun pasien merasa terganggu untuk berjalan. Kesemutan hilang bila kedua kaki dihentak-hentakan ke lantai sekitar 1 menit. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 tahun yang lalu.

Pasien merasa sering buang air kecil dan jumlahhnya banyak terutama pada malam hari sekitar 3-4 kali. Pasien juga sering minum sekitar lebih dari 12 gelas belimbing. Pasien sering merasa lapar, tetapi pasien tidak makan selain di jam makan.

Pasien juga kadang-kadang merasa lemas bila makan atau minum yang manis walaupun hanya sedikit. Dua tahun yang lalu pasien pernah dirawat di rumah sakit Banyumas karena merasa lemas. Setelah diperiksa, ternyata pasien memiliki kadar gula yang tinggi (sekitar 400). Sejak itu pasien baru ketahuan terkena sakit gula.Pasien berharap penyakitnya dapat segera sembuh dan tidak kambuh lagi. Pasien menginginkan perhatian dari keluarganya tidak hilang untuk mendukung pengobatanya, mendukung dirinya dalam mengendalikan penyakitnya dan dukungan dari segi moral pasien. Pasien berharap penyakitnya dapat segera disembuhkan dan mendapatkan obat yang efisien untuk terapi penyakit diabetes melitusnya sehingga apabila kesehatannya sudah pulih pasien akan merasa lebih nyaman. Harapan pasien bertambah setelah berobat di puskesmas dan mengalami perbaikan. Pasien tidak terlalu merasa takut akan kondisi kesehatanya, pasien merasa ada kemajuan setelah pasien minum obat dan mengatur pola makan.3. Riwayat Penyakit Dahulu- Riwayat penyakit : Penyakit jantung disangkal, penyakit ginjal disangkal- Riwayat mondok: 1x mondok di RS. Banyumas karena lemas dan didiagnosa sakit gula.- Riwayat alergi obat/makanan : disangkal- Riwayat pengobatan: Pengobatan rutin DM 1 bulan sekali di puskesmas rawalo- Riwayat operasi: tidak ada4. Riwayat Penyakit Keluarga- Orang tua: Diabetes disangkal (pasien mengatakan kalau zaman dahulu tidak ada penyakit gula), penyakit jantung disangkal, hipertensi disangkal. Keluarga

: Saudara kandung : adiknya pernah mengalami luka yang sukar sembuh Genogram

Keterangan :

: laki- laki

: perempuan

atau

: meninggal:

: pasien

Sumber : Data Primer, 28 September 2009Kesimpulan :Tn S adalah anak kedua dari sembilan bersaudara. Sejak kecil hubungan Tn S dengan kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya cukup harmonis dan penuh kasih sayang. Kedua orang tua Tn S sudah meninggal, tetapi Tn S tidak mengetahui pasti penyakit yang menyebabkan kematian orang tuanya. Secara keseluruhan keluarga pasien dimungkinkan ada yang menderita penyakit serupa dengan pasien yaitu adik kandungnya. Hubungan dalam keluaga Tn.S tidak terdapat masalah semua tampak harmonis. Berdasarkan genogram di atas, penyakit yang diderita pasien mungkin dapat dipengaruhi dari faktor genetik.5. Riwayat Sosial dan Exposure

Community: Pasien dalam kesehariannya tinggal dalam lingkungan keluarga yang di dalamnya terdapat 2 orang Home: Rumah pasien kurang memenuhi kriteria rumah sehat, seperti ventilasi kamar tidur kurang, jarak air sumur dengan jamban dekat, dapur kurang ventilasi, terdapat kandang unggas tepat di belakang rumah. Hobby

: Nonton TV Occupational: Pensiun Personal habit: Pasien hanya aktivitas ringan di rumah seperti nonton TV, bersih-bersih dan jalan-jalan. Pasien tidak merokok dan jarang berolah raga. Diet: Sering makan dan minum yang manis seperti teh manis, kopi, kue manis. Drug : Pengobatan DM rutin sejak 2 tahun yang lalu6. Riwayat Gizi :

Pasien kesehariannya tinggal di rumah bersama istrinya. Pasien makan teratur sehari tiga kali dengan menu sayur, lauk (daging atau ikan) dan kadang-kadang buah. Pasien mendapat makan dari keponakannya yang mempunyai warung makan, kadang-kadang pasien juga memasak sendiri. Pasien jarang beli makanan dari luar.7. Riwayat Psikologi:Pasien termasuk orang yang memiliki sifat periang. Apabila ada masalah, pasien senang menceritakan masalah pribadinya kepada istrinya. Pasein memiliki prinsip bahwa orang hidup pasti ada masalah jadi pasien tidak pernah menganggap masalah sebagai beban pikiran. Penyakit DM yang dideritanya tidak dianggap sebagai beban. Pasien menerima apa adanya yang dialami dan pasien memiliki semangat untuk sembuh dengan minum obat teratur, mengurangi makan dan minum yang manis.8. Riwayat Ekonomi :Pasien sudah tidak bekerja lagi. Pendapatan pasien dikirim anaknya yang di Jakarta sekitar Rp.650.000,00 per bulannya. Pasien juga memiliki hewan piaraan 20 itik dan 2 ayam yang kadang-kadang dijual untuk menambah pendapatan. Seekor itik dapat dijual Rp.70.000,00 dan seekor ayam dijual Rp.40.000,00. Pasien tidak pernah mengalami kekurangan dalam hal keuangan. Biaya pengobatan pun pasien dapat membayar sendiri.9. Riwayat Demografi :Hubungan antara pasien dengan keluarganya dapat dikatakan harmonis. Hal tersebut dapat terlihat dari cara berkomunikasi pasien dengan istrinya yang tampak sangat baik. Pasien juga mengaku sudah hampir tidak pernah bertengkar dengan istrinya dan bila ada masalah selalu diselesaikan bersama. Selain itu atensi dari pihak saudara yang baik dilihat dari ada salah satu sanak famili sering mengirimi makanan. Pasien juga sering berkomunikasi dengan anaknya yang di Jakarta melalui telepon minimal seminggu sekali. Pasien sangat menyayangi anaknya terlihat saat anaknya akan datang saat lebaran, pasien membersihkan rumahnya untuk menyambut kedatangan anaknya.

10. Riwayat Sosial :Penyakit yang diderita pasien tidak begitu mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien hanya merasa terganggu saat bangun tidur karena kesemutan sehingga pasien sulit untuk berjalan langsung. Hubungan pasien dengan tetangganya baik, pasien tidak pernah memiliki masalah dengan tetangganya. Pasien masih sering mengikuti acara perkumpulan warga, namun untuk acara warga tidak dapat diikuti semua oleh pasien seperti ronda dan kerja bakti. Warga sekitar juga memaklumi melihat kondisi pasien sudah tua. Pasien tinggal di Desa Rawalo bersama istrinya. Istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan sangat perhatian terhadap pasien dengan mengingatkan minum obat, kontrol ke puskesmas dan ikut mengatur menu makan untuk pasien.11. Review of Systema. Keluhan Utama: Kesemutanb. Kulit: Warna sawo matang

c. Kepala: Simetris, ukuran normal, sakit kepala (-)d. Mata

: Pandangan kabur (-).e. Hidung:Keluar cairan (-)

f. Telinga: Pendengaran jelas, keluar cairan (-)

g. Mulut:Sariawan (-), mulut kering (-), mukosa merah mudah. Tenggorokan: Sakit menelan (-)

i. Pernafasan: Sesak nafas (-), mengi (-), batuk (-)

j. Sistem Kardiovaskuler: Nyeri dada (-)

k. Sistem Gastrointestinal:Mual (-), kembung (-), nyeri perut bagian atas (-), BAB (+) normall. Sistem Muskuloskeletal:Lemas (+) kadang-kadangm. Sistem Genitourinaria: Kencing () terutama di malam harin. Ekstremitas : Atas :Bengkak (-), luka (-)

Bawah:bengkak (-), luka (-)D. PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan Umum

Baik, kesadaran Compos Mentis, status gizi kesan cukup.2. Tanda Vital

a. Tekanan darah: 130/80 mmHgb. Nadi

: 84 x /menit, regular

c. RR

: