Click here to load reader

Lbm 2 Repro

  • View
    300

  • Download
    21

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lbm 2 repro

Text of Lbm 2 Repro

STEP 71. Hubungan amenore 2 bulan dengan keluhan yg sekarang disertai hcg +? Dicurigai hamil karena tanda tidak pasti kehamilan Mola hidatidosa tetap ada konsepsi waktu nempel setelah nidasi ada perkembangan sel nya abnormal edem tidak berkembang normal fili2 penimbunan cairan (tetap dihasilkan hcg karena placenta terbentuk) termasuk penyakit gestational.

2. Mengapa ditemukan darah pada jalan lahir sedikit sedikit disertai nyeri perut bag bawah?Mekanisme AbortusMekanisme awal terjadinya abortus adalah lepasnya sebagian atau seluruhbagian embrio akibat adanya perdarahan minimal pada desidua. Kegagalan fungsiplasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua tersebut menyebabkanterjadinya kontraksi uterus dan mengawali proses abortus. Pada kehamilan kurangdari 8 minggu, embrio rusak atau cacat yang masih terbungkus dengan sebagiandesidua dan villi chorialis cenderung dikeluarkan secara in toto , meskipunsebagian dari hasil konsepsi masih tertahan dalam cavum uteri atau di canalisservicalis. Perdarahan pervaginam terjadi saat proses pengeluaran hasil konsepsi.Pada kehamilan 8 14 minggu, mekanisme diatas juga terjadi atau diawalidengan pecahnya selaput ketuban lebih dulu dan diikuti dengan pengeluaran janinyang cacat namun plasenta masih tertinggal dalam cavum uteri. Plasenta mungkinsudah berada dalam kanalis servikalis atau masih melekat pada dinding cavumuteri. Jenis ini sering menyebabkan perdarahan pervaginam yang banyak. Padakehamilan minggu ke 14 22, Janin biasanya sudah dikeluarkan dan diikutidengan keluarnya plasenta beberapa saat kemudian. Kadang-kadang plasentamasih tertinggal dalam uterus sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterusdan terjadi perdarahan pervaginam yang banyak. Perdarahan umumnya tidakterlalu banyak namun rasa nyeri lebih menonjol. Dari penjelasan di atas jelasbahwa abortus ditandai dengan adanya perdarahan uterus dan nyeri denganPenyebab abortus dapat dibagi menjadi 3 faktor yaitu:1. Faktor janinFaktor janin penyebab keguguran adalah kelainan genetik, dan ini terjadi pada50%-60% kasus keguguran.2. Faktor ibu:a. Kelainan endokrin (hormonal) misalnya kekurangan tiroid, kencing manis.b. Faktor kekebalan (imunologi), misalnya pada penyakit lupus, Antiphospholipid syndrome.c. Infeksi, diduga akibat beberapa virus seperti cacar air, campak jerman,toksoplasma , herpes, klamidia.d. Kelemahan otot leher rahime. Kelainan bentuk rahim.3. Faktor Ayah: kelainan kromosom dan infeksi sperma diduga dapatmenyebabkan abortus.

Selain 3 faktor di atas, faktor penyebab lain dari kehamilan abortus adalah:1. Faktor genetikSekitar 5 % abortus terjadi karena faktor genetik. Paling sering ditemukannyakromosom trisomi dengan trisomi 16.Penyebab yang paling sering menimbulkan abortus spontan adalahabnormalitas kromosom pada janin. Lebih dari 60% abortus spontan yang terjadipada trimester pertama menunjukkan beberapa tipe abnormalitas genetik.Abnormalitas genetik yang paling sering terjadi adalah aneuploidi (abnormalitaskomposisi kromosom) contohnya trisomi autosom yang menyebabkan lebih dari50% abortus spontan. Poliploidi menyebabkan sekitar 22% dari abortus spontanyang terjadi akibat kelainan kromosom.Sekitar 3-5% pasangan yang memiliki riwayat abortus spontan yang berulangsalah satu dari pasangan tersebut membawa sifat kromosom yang abnormal.Identifikasi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kariotipe dimana bahanpemeriksaan diambil dari darah tepi pasangan tersebut. Tetapi tentunyapemeriksaan ini belum berkembang di Indonesiadan biayanya cukup tinggi.

2. Faktor anatomiFaktor anatomi kogenital dan didapat pernah dilaporkan timbul pada 10-15 %wanita dengan abortus spontan yang rekuren.1) Lesi anatomi kogenital yaitu kelainan duktus Mullerian (uterus bersepta).Duktus mullerian biasanya ditemukan pada keguguran trimester kedua.2) Kelainan kogenital arteri uterina yang membahayakan aliran darahendometrium.3) Kelainan yang didapat misalnya adhesi intrauterin (synechia), leimioma, danendometriosis.Abnormalitas anatomi maternal yang dihubungkan dengan kejadian abortusspontan yang berulang termasuk inkompetensi serviks, kongenital dan defekuterus yang didapatkan (acquired). Malformasi kongenital termasuk fusi duktusMulleri yang inkomplit yang dapat menyebabkan uterus unikornus, bikornus atauuterus ganda. Defek pada uterus yang acquired yang sering dihubungkan dengankejadian abortus spontan berulang termasuk perlengketan uterus atau sinekia danleiomioma. Adanya kelainan anatomis ini dapat diketahui dari pemeriksaanultrasonografi (USG), histerosalfingografi (HSG), histeroskopi dan laparoskopi(prosedur diagnostik).Pemeriksaan yang dapat dianjurkan kepada pasien ini adalah pemeriksaan USGdan HSG. Dari pemeriksaan USG sekaligus juga dapat mengetahui adanya suatumioma terutama jenis submukosa. Mioma submukosa merupakan salah satu faktormekanik yang dapat mengganggu implantasi hasil konsepsi. Jika terbukti adanyamioma pada pasien ini maka perlu dieksplorasi lebih jauh mengenai keluhan danharus dipastikan apakah mioma ini berhubungan langsung dengan adanya ROBpada pasien ini. Hal ini penting karena mioma yang mengganggu mutlakdilakukan operasi.

3. Faktor endokrina. Faktor endokrin berpotensial menyebabkan aborsi pada sekitar 10-20 %kasus.b. Insufisiensi fase luteal ( fungsi corpus luteum yang abnormal dengan tidakcukupnya produksi progesteron).c. Hipotiroidisme, hipoprolaktinemia, diabetes dan sindrom polikistik ovariummerupakan faktor kontribusi pada keguguran.Kenaikan insiden abortus bisa disebabkan oleh hipertiroidismus, diabetesmelitus dan defisisensi progesteron. Hipotiroidismus tampaknya tidak berkaitandengan kenaikan insiden abortus (Sutherland dkk, 1981). Pengendalian glukosayang tidak adekuat dapat menaikkan insiden abortus (Sutherland dan Pritchard,1986). Defisiensi progesteron karena kurangnya sekresi hormon tersebut darikorpus luteum atau plasenta, mempunyai kaitan dengan kenaikan insiden abortus.Karena progesteron berfungsi mempertahankan desidua, defisiensi hormontersebut secara teoritis akan mengganggu nutrisi pada hasil konsepsi dan dengandemikian turut berperan dalam peristiwa kematiannya.

4. Faktor infeksiInfeksi termasuk infeksi yang diakibatkan oleh TORC (Toksoplasma, Rubella,Cytomegalovirus) dan malaria. Infeksi intrauterin sering dihubungkan denganabortus spontan berulang. Organisme-organisme yang sering diduga sebagaipenyebab antara lain Chlamydia, Ureaplasma, Mycoplasma, Cytomegalovirus,Listeria monocytogenes dan Toxoplasma gondii. Infeksi aktif yang menyebabkanabortus spontan berulang masih belum dapat dibuktikan. Namun untuk lebihmemastikan penyebab, dapat dilakukan pemeriksaan kultur yang bahannyadiambil dari cairan pada servikal dan endometrial.

5. Faktor imunologiTerdapat antibodikardiolipid yang mengakibatkan pembekuan darahdibelakang ari-ari sehingga mengakibatkan kematian janin karena kurangnyaaliran darah dari ari-ari tersebut.Faktor imunologis yang telah terbukti signifikan dapat menyebabkan abortusspontan yang berulang antara lain: antibodi antinuklear, antikoagulan lupus danantibodi cardiolipin. Adanya penanda ini meskipun gejala klinis tidak tampakdapat menyebabkan abortus spontan yang berulang. Inkompatibilitas golongandarah A, B, O, dengan reaksi antigen antibodi dapat menyebabkan abortusberulang, karena pelepasan histamin mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatanfragilitas kapiler.

6. Penyakit-penyakit kronis yang melemahkanPada awal kehamilan, penyakit-penyakit kronis yang melemahkan keadaan ibu,misalnya penyakit tuberkulosis atau karsinomatosis jarang menyebabkan abortus;sebaliknya pasien penyakit tersebut sering meninggal dunia tanpa melahirkan.Adanya penyakit kronis (diabetes melitus, hipertensi kronis, penyakit liver/ ginjalkronis) dapat diketahui lebih mendalam melalui anamnesa yang baik. Penting jugadiketahui bagaimana perjalanan penyakitnya jika memang pernah menderitainfeksi berat, seperti apakah telah diterapi dengan tepat dan adekuat. Untukeksplorasi kausa, dapat dikerjakan beberapa pemeriksaan laboratorium sepertipemeriksaan gula darah, tes fungsi hati dan tes fungsi ginjal untuk menilai apakahada gangguan fungsi hepar dan ginjal atau diabetes melitus yang kemudian dapatmenimbulkan gangguan pada kehamilan seperti persalinan prematur.

7. Faktor NutrisiMalnutrisi umum yang sangat berat memiliki kemungkinan paling besarmenjadi predisposisi abortus. Meskipun demikian, belum ditemukan bukti yangmenyatakan bahwa defisisensi salah satu/ semua nutrien dalam makananmerupakan suatu penyebab abortus yang penting.

8. Obat-obat rekreasional dan toksin lingkungan.Peranan penggunaan obat-obatan rekreasional tertentu yang dianggapteratogenik harus dicari dari anamnesa seperti tembakau dan alkohol, yangberperan karena jika ada mungkin hal ini merupakan salah satu yang berperan.

9. Faktor psikologis.Dibuktikan bahwa ada hubungan antara abortus yang berulang dengan keadaanmental akan tetapi belum dapat dijelaskan sebabnya. Yang peka terhadapterjadinya abortus ialah wanita yang belum matang secara emosional dan sangatpenting dalam menyelamatkan kehamilan. Usaha-usaha dokter untuk mendapatkepercayaan pasien, dan menerangkan segala sesuatu kepadanya, sangatmembantu.Pada penderita ini, penyebab yang menetap pada terjadinya abortus spontanyang berulang masih belum dapat dipastikan. Akan lebih baik bagi penderitauntuk melakukan pemeriksaan lengkap dalam usaha mencari kelainan yangmungkin menyebabkan abortus yang berulang tersebut, sebelum penderita hamilguna mempersiapkan kehamilan yang berikutnya.Universitas Sumatera Utara

3. Mengapa didapatkan darah tidak disertai dengan gelembung yang berisi cairan?Menyingkirkan dd pada mola hidatidosa.

4. Apa hubungan dengan trauma dan minum jamu pada skenario?JAMUUntuk mengetahui etiologi dari trauma atau minum jamu. Kunir asam : memperlancar haid Jamu tertentu mengandung flafonoid dan sapronin yang menghambat sekresi progesteron dan estrogen sehingga mengham