72
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah-Nyalah kami dapat melakukan diskusi tutorial dengan lancar dan menyusun laporan hasil diskusi tutorial ini dengan tepat waktunya. Kami mengucapkan terima kasih secara khusus kepada dr. Hadian Rahman sebagai tutor atas bimbingan beliau pada kami dalam melaksanakan diskusi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang ikut berpartisipasi dan membantu kami dalam proses tutorial ini. Kami juga ingin meminta maaf yang sebesar- besarnya atas kekurangan-kekurangan yang ada dalam laporan ini. Hal ini adalah semata-mata karena kurangnya pengetahuan kami. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang harus kami lakukan untuk dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi di kemudian hari. 1

laptut kelompok 1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: laptut kelompok 1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

karena atas berkah-Nyalah kami dapat melakukan diskusi tutorial dengan

lancar dan menyusun laporan hasil diskusi tutorial ini dengan tepat waktunya.

Kami mengucapkan terima kasih secara khusus kepada dr. Hadian

Rahman sebagai tutor atas bimbingan beliau pada kami dalam melaksanakan

diskusi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih pada teman-teman yang ikut

berpartisipasi dan membantu kami dalam proses tutorial ini.

Kami juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas

kekurangan-kekurangan yang ada dalam laporan ini. Hal ini adalah semata-

mata karena kurangnya pengetahuan kami. Maka dari itu, kami sangat

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun yang harus kami

lakukan untuk dapat menyusun laporan yang lebih baik lagi di kemudian

hari.

Mataram, 25 Oktober 2012

Penyusun

1

Page 2: laptut kelompok 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………. 1

Daftar Isi ……………………………………………………………………….. 2

Skenario………………………………………………………………………….3

Mind Map………………………………………………………………………. 4

Learning Objective (LO)……………..…………………………………………. 5

BAB I : Pendahuluan…………………..……………………………………….. 6

BAB II : Pembahasan LO...……………………………………………………. 20

1. Mekanisme timbulnya persepsi (sedih, senang, menghayati) …..……... 20

2. Bagaimana otak membentuk pola pikir (jaras dari organ sensorik sampai

ke otak)…………………………………………………………………. 21

3. Karakteristik dari sense organ (organ sensorik)……………………….. 29

4. Jenis-jenis ingatan ……………………………………………………… 42

BAB III : PENUTUP ……………………………………………………………47

Kesimpulan…………………………………………………………………..47

Daftar Pustaka…………………………………………………………………... 48

2

Page 3: laptut kelompok 1

SKENARIO 1

“Rayuan Pulau Kelapa”

Video

Pengantar :

Kita dapat mengenali jutaan objek dengan melihat, mendengar, meraba,

mengecap, dan mencium yang dapat menimbulkan berbagai perasaan seperti

senang, sedih dan kesal. Semua yang kita lihat, dengar, rasa memerlukan jutaan

sel saraf yang membawa stimulus eksternal menuju cross-linked pathways dan

feedback loops di otak manusia, yang memerlukan proses rumit yang baru sedikit

bias dijelaskan oleh ilmuwan.

3

Page 4: laptut kelompok 1

MIND MAP

4

Stimulus

Persepsi Komponen

Panca Indera

Korteks Serebri

Sitem Limbik

Korteks Limbik

Hipotalamus

Hipokampus

Amigdala

Septum

Epitalamus

PenglihatanPendengaranPenciumanPenghiduanPenciuman

Interpretasi di Otak

Page 5: laptut kelompok 1

LEARNING OBJECTIVES

1. Mekanisme timbulnya persepsi (sedih, senang, menghayati)

2. Bagaimana otak membentuk pola pikir (jaras dari organ sensorik sampai

ke otak)

3. Karakteristik dari sense organ (organ sensorik)

4. Jenis-jenis ingatan

5

Page 6: laptut kelompok 1

BAB I

PENDAHULUAN

ANATOMI SISTEM LIMBIK

STRUKTUR SISTEM LIMBIK DAN PERANANNYA

SISTEM LIMBIK

Merupakan keseluruhan neuronal yang mengatur tingkah laku emosional dan

dorongan motivasional. Bagian utama dari sistem limbik adalah hipotalamus.

Area ini mengatur perilaku, mengatur banyak kondisi internal dari tubuh seperti

suhu tubuh, osmolalitas cairan tubuh, dan dorongan untuk makan dan minum serta

mengatur berat badan. Di sekeliling hipotalamus terdapat struktur subkortikal dari

6

Page 7: laptut kelompok 1

sistem limbik yang mengelilinginya, meliputi septum, area paraolfaktoria,

epitalamus, nuklei anterior talamus, bagian ganglia basalis, hipokampus, dan

amigdala.

Di sekeliling area subkortikal limbik terdapat korteks limbik terdiri atas

sebuah cincin korteks serebri yang dimulai dari area orbitofrontalis pada

permukaan ventral lobus frontalis, menyebar ke atas di dalam girus subkalosal di

bawah bagian anterior korpus kalosum, melewati ujung atas kalosum ke bagian

medial hemisfer serebri dalam girus singulata dan akhirnya berjalan di belakang

korpus kalosum dan ke bawah menuju permukaan ventromedial lobus temporalis

ke girus parahipokampus dan unkus. Cincin korteks limbik berfungsi sebagai

komunikasi dua arah dan penghubung antara neokorteks dan struktur limbik

bagian bawah. Pada permukaan medial dan ventral dari setiap hemisfer serebri

terdapat cincin paleokorteks sangat erat dengan perilaku dan emosi.

1. HIPOTALAMUS

Adanya perangsangan pada hipotalamus lateral timbul rasa haus, nafsu

makan, kadang timbul rasa marah, keinginan berkelahi.

Perangsangan pada nukleus ventromedial dan area di sekelilingnya

menimbulkan rasa kenyang, menurunnya nafsu makan.

Perangsangan pada zona tipis dari nuklei paraventrikuler timbul rasa takut,

terhukum.

Dorongan seksual dapat timbul pada rangsangan beberapa area

hipotalamus sebagian besar bagian anterior dan posterior hipotalamus.

7

Page 8: laptut kelompok 1

Fungsi Vegetatif dan Sekresi

Hipotalamus meskipun mempunyai ukuran sangat kecil hanya beberapa

sentimeter kubik, mempunyai jaras komunikasi dua arah yang berhubungan

dengan semua tingkat sistem limbik. Sebaliknya, hipotalamus dan struktur-

struktur yang berkaitan dengannya mengirimkan sinyal-sinyal keluaran dalam tiga

arah:

1. Kebelakang dan kebawah menuju batang otak terutama ke area retikular

mesensefalon, pons dan medulla, dan dari area tersebut ke saraf perifer

sistem saraf otonom.

2. Keatas menuju sebagian besar area yang lebih tinggi didiensefalon dan

serebrum, khususnya bagian anterior talamus dan bagian limbik korteks

serebri.

3. Ke infundibulum hipotalamus untuk mengatur sebagian dari fungsi

sekretorik pada bagian posterior dan anterior kelenjar hipofisis.

Hipotalamus mengatur sebagian besar fungsi vegetative dan fungsi endokrin

tubuh seperti halnya banyak aspek perilaku emosional.

Pengaturan fungsi vegetatif dan fungsi endokrin hipotalamus 8

Page 9: laptut kelompok 1

Area lateral yang ditunjukkan diatas berguna untuk pengatunran rasa haus,

rasa lapar dan sebagian besar hasrat emosiaonnal.

Gambaran umum fungsi vegetatif dan fungsi pengaturan hipootalamus:

a) Pengaturan kardiovaskular

Perangsangan berbagai area dalam hipotalamus dapat menimbulkan efek

neurogenik pada sistem kardiovaskuler yang telah dikenal, meliputi

tekanan arteri, peningkatan frekuensi denyut jantung. Pada umumnya

perangsangan hipotalamus bagian posterior dan lateral meningkatkan

tekanan arteri dan frekuensi denyut jantung, sedangkan perangsangan pada

area preoptik sering menimbulkan efek yang berlawanan, sehingga

menyebabkan penurunan frekuensi denyut jantung dan tekanan arteri. Efek

ini terutama dijalarkan melalui pusat pengatur kardiovaskular tertentu di

regio retikular dari pons dan medulla.

b) Pengaturan suhu tubuh

9

Page 10: laptut kelompok 1

Bagian anterior hipotalamus, khususnya area preoptik berhubungan

dengan pengaturan suhu tubuh. Peningkatan suhu darah yang mengalir

melewati area ini meningkatkan aktivitas neuron-neuron peka suhu,

sementara penurunan suhu akan menurunkan aktivitasnya. Sebaliknya,

neuron-neuron ini mengatur mekanisme yang dipakai untuk meningkatkan

atau menurunkan suhu tubuh.

c) Pengaturan cairan tubuh

Hipotalamus mengatur cairan tubuh melalui dua cara:

1. Dengan mencetuskan sensasi haus. Dibagian lateral terdapat area

yang disebut pusat rasa haus. Bila elektrolit cairan yang terdapat

dipusat atau didaerah yang berkaitan dengan hipotalamus menjadi

sangat pekat, pada hewan akan berkembang hasrat untuk minim air.

2. Mengatur ekskresi air ke dalam urin. Penagturan eksresi air oleh

ginjal terutama dilakukan oleh nuklei supraoptikus. Bila cairan tubuh

menjadi sangat pekat, neuron-neuron dalam area ini menjadi

terangsang. Serabut-serabut saraf yang berasal dari neuron-neuron ini

diproyeksikan kebawah melalui infundibulum hipotalamus kekelenjar

hipofisis posterior, tempat ujung-ujung saraf menyekresikan hormon

antidiuretik (vasopresin). Selanjutnya diabsorbsi kedalam darah dan

diangkut keginjal tempat hormon tersebut bekerja pada akuaduktus

koligentes ginjal guna menimbulkan peningkatan reabsorpsi air.

d) Pengaturan kontraktilitas uterus dan pengeluaran air susu oleh

payudara

Perangsangan nukleus paraventrikular menyebabkan sel-sel neuronnya

menyekresi hormon oksitosin. Selanjutnya hormon ini menyebabkan

peningkatan kontraktilitas uterus serta kontraksi sek-sel mioepitel

mengelilingi alveoli payudara. Yang menyebabkan alveoli mengosongkan

air susu melalui puting susu.

Pada akhir masa kehamilan akan dis sekresikan banyak sekali oksitosin,

dan sekresi ini membantu memulai kontraksi persalinan untuk

mengeluarkan bayi.

10

Page 11: laptut kelompok 1

e) Pengaturan gastrointestinal dan hasrat makan

f) Satu area yang berhubungna dengan rasa lapar adalah area

hipotalamus lateral. Bila area ini rusak pada kedua sisi hipotalamus akan

menyebabkan hewan kehilangan nafsu makan, yang kadangkala

menyebabkan kematian karena kelaparan. Pusat yang berlawanan dengan

hasrat makan disebut a yang sedang makan tiba-tiba menghentikan makan

dan benar-benar mengabaikan makanan tersebut. Namun, bila area ini

dirusak bilateral, hewan tersebut tidak dapat terpuaskan.

Area hipotalamus lainnya yang termasuk dalam pengatur seluruh aktivitas

gastrointestinal adalah badan mamilari, yang sedikitnya turut mengatur

sebagian pola dari sekian banyak refleks makan, seperti menjilat-jilat bibir

dan makan.

g) Pengaturan hipotalamik terhadap sekresi hormon endokrin oleh

kelenjar hipofisis anterior

h) Perangsangan area tertentu hipotalamus juga menyebabkan kelenjar

hipofisis bagian anterior. Menyekresikan hormon-hormonnya. Kelenjar

hipofisis anterior menerima suplai darahnya terutama dari darah yang

mula-mula mengalir melalui hipotalamus bagian bawah dan selanjutnya

melalui sinus-sinus vaskular hipofisis anterior. Sebelum mencapai

hipofisis anterior, berbagai nuklei hipotalamik menyekresikan hormon-

hormon pelepas dan hormon-hormon penghambat spesifik ke dalam

darah. Selanjutnya hormon-hormon ini diangkut lewat darah menuju

kelenjar hipofisis anterior, tempat hormon tersebut mempengaruhi sel-sel

glandular untuk mengatur pelepasan hormon-hormon hipofisis anterior

spesifik.

Fungsi perilaku dari hipotalamus dan sistem limbik yang berkaitan

Efek yang disebabkan oleh perangsangan.

11

Page 12: laptut kelompok 1

Selain fungsi vegetatif dan fungsi endokrin hipotalamus, perangsangan

atau adanya lesi pada hipotalamus seringkali memberi efek yang

menyeluruh pada perilaku emosional seekor hewan perangsangan dan

manusia.

Pada hewan, beberapa efek perilaku akibat perangsangan adalah:

a) Perangsangan pada hipotalamus lateral tidak hanya mengakibatkan

timbulnya rasa haus dan nafsu makan

b) Perangsangan pada nukleus ventromedial dan area di sekelilingnya

terutama mengakibatkan efek yang berlawanan dengan efek

disebabkan oleh perangsangan pada hipotalamus lateral yakni,

menimbulkan rasa kenyang, menurunnya nafsu makan, dan hewan

menjadi tenang.

c) Perangsangan pada zona tipis dari nuklei paraventrikular, yang

terletak sangat berdekatan dengan ventrikel ketiga, biasanya

menimbulkan rasa takut dan reaksi terhukum.

d) Dorongan seksual dapat timbul bila ada rangsangan pada beberapa

area hipotalamus besar bagian anterior dan posterior hipotalamus.

Efek yang disebebkan oleh lesi hipotalamik

Pada umumnya, lesi pada hipotalamus akan menimbulkan efek yang

berlawanan dengan yang ditimbulkan oleh perangsangan. Contoh:

1. Lesi bilateral pada hipotalamus lateral akan mengurangi hasrat

minum dan nafsu makan hampir sampai hilang sama sekali,

sehingga sering menimbulkan mati kelaparan. Lesi ini

menimbulkan sikap pasif yang ekstrem pada hewan, disertai dengan

hilangnya sebagian besar dorongan bertindak.

2. Lesi bilateral pada area ventromedial hipotalamus menimbulkan

efek yang terutama berlawanan dengan yang disebabkan oleh lesi

hipotalamus lateral, menimbulkan hasrat minum dan nafsu makan

yang berlebihan, disertai keadaan hiperaktif dan seringkali menjadi

12

Page 13: laptut kelompok 1

sangat buas disertai keinginan menyerang walaupun hanya

mendapat provokasi ringan.

Fungsi Perilaku oleh Hipotalamus

Perangsangan pada bagian,

- Hipotalamus Lateral : menimbulkan rasa haus, lapar dan marah

- Nukleus Ventromedial : menimbulkan rasa kenyak dan tenang

- Nukleus Paraventrikular : menimbulkan rasa takut dan terhukum

- Bagian anterior dan posterior : menimbulkan dorongan seksual

Pusat Ganjaran

Terletak di nuklei lateral dan ventromedial hipotalamus. Selain itu bagian

sistem limbik lainnya juga berperan yaitu bagian septum, amigdala, serta area

tertentu dalam talamus dan ganglia basalis, tegmentun basal dari mesensefal,

tapi bersifat kurang peka.

Memberikan rasa senang dan keinginan untuk terus melakukan sesuatu hal.

Pusat Hukuman

Terletak di area kelabu sentral di sekeliling akuaduktus sylvius dalam

mesensefalon, menyebar ke atas zona periventrikular hipotalamus dan

talamus.

Amigdala dan hipokampus juga berperan dalam rasa terhukum ini tapi

sifatnya kurang kuat.

Rasa marah juga timbul dari rangsangan di zona periventrikular dan lateral

hipotalamus, tapi dapat ditekan oleh sinyal inhibisi dan nuklei ventromedial,

hipokampus, serta korteks limbik anterior yaitu girus singulata dan girus

subkalosal.

Rasa terhukum dan takut dapat mendahului rasa senang dan rasa ganjaran.

Makna Rasa Ganjaran dan Rasa terhukum

13

Page 14: laptut kelompok 1

Mengatur aktivitas tubuh, hasrat, rasa enggan, dan motivasi kita karena

adanya rasa senang (makna ganjaran) dan rasa benci (makan terhukum) akan

sesuatu.

Rasa ganjaran dan terhukum akan menimbulkan jejak ingatan (memory trace).

Setiap sinyal sensorik akan merangsang setiap area di korteks serebri dan jika

tidak menimbulkan rasa ganjaran atau rasa terhukum maka sinyal tersebut

akan terhabituasi (hilang dengan sendirinya).

Pola marah merupakan suatu pola emosi yang melibatkan pusat rasa terhukum

pada hipotalamus dan struktur limbik lain. Perangsangan yang kuat pada pusat

rasa terhukum di otak, khususnya pada zona periventrikuler hipotalamus dan pada

hipotalamus lateral menyebabkan rasa marah. Perangsangan pada area yang lebih

rostral (posterior) dari area rasa terhukum yakni pada garis tengah preoptik

menyebabkan timbulnya rasa takut dan cemas berkaitan dengan kecendrungan

binatang untuk melarikan diri. Fenomena rasa marah ini terutama dicegah oleh

adanya keseimbangan aktivitas dari nuklei ventromedial hipotalamus.

Hipokampus, amigdala, bagian anterior korteks limbik (terutama girus singulata

anterior dan girus subkalosal) membantu menekan fenomena rasa marah ini.

Pemberian tranquilizer (obat penenang) misalnya klorpromazin biasanya

menghambat pusat-pusat rasa ganjaran dan rasa terhukum. Kerja obat pada

keadaan psikotik ialah dengan cara menekan sebagian besar area perilaku yang

penting dalam hipotalamus dan region otak limbik yang berkaitan dengan area

tersebut.

2. HIPOKAMPUS

Bagian dari medial korteks temporalis yang memanjang, melipat ke atas dan

ke dalam untuk membentuk permukaan ventral dari radiks inferior ventrikel

lateralis. Salah satu ujung hipokampus berbatasan dengan nuklei amigdaloid serta

pada salah satu tepinya juga bersatu dengan girus parahipokampal. Hipokampus

beserta struktur lobus temporalis yang berdeatan dengannya disebut formasio

hipokampal. Hipokampus merupakan saluran tambahan yang dilewati oleh sinyal

14

Page 15: laptut kelompok 1

sensorik yang masuk, yang dapat menimbulkan reaksi perilaku yang sesuai tetapi

dengan tujuan berbeda. Hipokampus pada mulanya merupakan bagian dari korteks

olfaktorius. Perangsangan pada berbagai area dalam hipokampus dapat

menyebabkan rasa marah, ketidakpedulian, dorongan seks yang berlebihan.

Hipokamus juga memiliki peranan dalam pembelajaran. Jika hipokampus

mengatakan bahwa sinyal neuronal tertentu bersifat penting, maka sepertinya

disimpan menjadi ingatan. Hipokampus juga diduga menyebabkan timbulnya

dorongan untuk mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang, karena

hipokampus berperan dalam konsolidasi ingatan jangka panjang.

3. AMIGDALA

Kompleks nuklei yang terletak di bawah korteks dari tiang medial anterior

setiap lobus temporalis. Amigdala mempunyai banyak sekali hubungan dua jalur

dengan hipotalamus. Salah satu bagian utama dari traktus olfaktorius berakhir di

bagian amigdala yang disebut nuklei kortikomedial terletak tepat di bawah korteks

di dalam area piriformis olfaktorius lobus temporalis. Ada juga nuklei basolateral

yang penting dalam hubungannya dengan perilaku. Amigdala menerima sinyal

neuronal dari semua bagian korteks limbik seperti juga neokorteks lobus

temporalis, parietal, dan oksipital, terutama dari area asosiasi auditorik dan area

asosiasi visual. Amigdala menjalarkan sinyalnya kembali ke area kortikal yang

sama, ke hipokampus, ke septum, ke talamus, dan khususnya ke hipotalamus.

Efek perangsangan amigdala yang dijalarkan melalui hipotalamus :

a. Peningkatan atau penurunan tekanan arteri

b. Peningkatan atau penurunan frekuensi denyut jantung

c. Peningkatan atau penurunan motiltas dan sekresi gastrointestinal

d. Defekasi dan mikturisi

e. Dilatasi pupil atau kadangkala konstriksi

f. Piloereksi

g. Sekresi berbagai hormon hipofisis anterior, terutama hormon gonadotropin

dan adrenokortikotropik

15

Page 16: laptut kelompok 1

Perangsangan lain oleh amigdala :

Berbagai pergerakan involunter (tonik, klonik atau ritmik, penciuman dan

makan)

Kadangkala menimbulkan pola marah, melarikan diri, rasa terhukum, dan

rasa takut

Menimbulkan aktivitas seksual seperti ereksi, pergerakan persetubuhan,

ejakulasi, ovulasi, aktivitas uterus, dan persalinan prematur

Membantu menentukan pola respon perilaku seseorang sehingga

menyesuaikan diri dengan setiap keadaan

4. KORTEKS LIMBIK

Mengelilingi struktur subkortikal limbik. Berfungsi sebagai area asosiasi

serebral untuk mengatur perilaku. Ablasi korteks temporalis anterior menyebabkan

sindrom kluver-bucy. Ablasi korteks frontal orbital posterior menyebabkan

insomnia, gelisah. Ablasi girus singulata anterior dan girus subkalosal

menyebabkan pusat marah di septum dan hipotalamus terlepas.

5. SEPTUM PELLUCIDUM

Septum pellucidum adalah lembaran vertikal tipis jaringan saraf yang terdiri

dari substansia alba dan grisea yang kedua sisinya ditutupi oleh ependima. Septum

ini terbentang di antara fornix dan corpus callosum. Hakekatnya, septum

pellucidum merupakan membran ganda dengan rongga tertutup berbentuk celah di

antara kedua membran tersebut. Septum pellucidum membentuk partisi antara

kedua kornu anterior ventriculus lateralis.

6. CORPUS CALLOSUM

16

Page 17: laptut kelompok 1

Merupakan komisura terbesar di otak yang menghubungkan kedua hemisfer

serebri. Corpus callosum terletak di dasar fissura longitudinal. Corpus callosum

dibagi menjadi rostrum, genu, truncus dan splenium.

7. EPITALAMUS

Epitalamus terdiri atas nukleus habenularis dan hubungan-hubungannya,

serta glandula pinealis

Nukleus Habenularis

Nukleus Habenularis merupakan sekelompok kecil neuron yang terletak

tepat di medial permukaan posterior talamus. Serabut aferen diterima dari

nukleus amigdala di dalam lobus temporalis dan melewati stria medullaris

thalami;serabut lainnya berjalan dari formatio hipokampus melalui fornix.

Beberapa serabut stria medullaris thalami menyilang garis tengah dan

menuju nukleus habenularis sisi yang berlawanan; serabut yang terakhir

ini membentuk komisura habenularum. Akson nukleus habenularis

berjalan menuju nukleus interpeduncularis di atap fossa interpeduncularis,

tektum mesensefalon, talamus dan formatio retikularis mesensefalon.

Nukleus habenularis diduga merupakan pusat integrasi jaras aferen

olfaktorius, visera dan somatik.

Glandula pinealis

Merupakan struktur kecil yang berbentuk kerucut dan melekat menuju

diensefalon melalui tangkai pineal. Glandula pinealis saat ini dikenal

sebagai kelenjar endokrin yang dapat mempengaruhi aktivitas kelenjar

hipofisis, pulau Langerhans pankreas, paratiroid, adrenal dan gonad.

Sekret glandula pinealis mecapai target organ melalui aliran darah atau

cairan serebrospinal. Kerja utamanya sebagai inhibitor, baik menghambat

produksi hormon secara langsung atau menghambat sekresi releasing

factor dari hipotalamus secara tidak langsung.

8. KORTEKS SEREBRI

17

Page 18: laptut kelompok 1

Korteks serebri terbagi menjadi 4 lobus pada masing-maising hemisfer :

1. Lobus Frontalis

Terutama mengendalikan keahlian motorik dan mengatur ekspresi wajah

dan isyarat tangan

2. Lobus Parietal

Berfungsi untuk menggabungkan kesan dari bentuk, tekstur dan berat

badan ke dalam persepsi umum, membantu mengarahkan posisi ruang

sekitar serta merasakan posisi dari bagian tubuh (propriosepsi)

3. Lobus Occipital

Berfungsi utama pada pengolahan awal masukan penglihatan

4. Lobus Temporal

Berfungsi untuk mengolah kejadian yang telah terjadi menjadi bentuk

memori, memahami nama dan gambaran, menyimpan memori dan

mengingat, serta menghasilkan jalur emosional

Pada korteks serebri, terdapat pula area somatosensorik, motorik primer dan

motorik sekunder serta area asosiasi yang merupakan area yang menerima dan

menganalisis sinyal dari berbagai regio, baik dari korteks sensorik maupun motor,

demikian juga dari struktur subkortikal. Area asosiasi yang paling penting adalah

sebagai berikut.

1. Area asosiasi parietooksipitotemporal

Terletak dalam ruang kortikal besar yang dibatasi korteks somatosensorik

anterior, korteks penglihatan posterior dan korteks pendengaran lateral.

Area ini memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

a. Area keserasian tubuh secara spasial

Area dari bagian posterior korteks paarietal dan meluas ke korteks

occipital superior. Menerima informasi penglihatan dari korteks

occipital posterior dan secara bersamaan menerima informasi somatik

dari korteks parietal anterior sehingga dapat terjadi penghitungan

koordinat tubuh.

18

Page 19: laptut kelompok 1

b. Area pemahaman bahasa

Area pemahaman bahasa (Wernicke) di belakang korteks auditori

primer pada bagian posterior dari girus temporalis di lobus temporalis

merupakan regio paling penting untuk fungsi intelektual.

c. Area untuk melakukan proses awal bahasa penglihatan (membaca)

Terletak pada bagian posterior dari area Wernicke, terutama terletak di

regio girus angular lobus occipital

d. Area untuk menamakan objek

Terletak di daerah paling lateral lobus occipital anterior dan lobus

temporal posterior. Memproses nama objek dari input pendengaran

dan sifat fisik suatu objek dari input visual.

2. Area asosiasi prefrontal

- Berkaitan erat dengan korteks motorik untuk merencanakan pola yang

kompleks dan berurutan dari gerakan motorik

- Menerima input melalui berkas subkortikal masif dari serat yang

menghubungkan area asosiasi parietooccipitotemporal dengan area

asosiasi prefrontal

- Outputnya masuk ke sistem pengatur motorik yang berjalan melalui

bagian kaudatus dari lintasan umpan balik ganglia basalis-talamus

- Memiliki fungsi penting untuk melakukan proses berpikir yang lama

dalam benak pikiran

- Area Broca : memiliki lintasan saraf untuk pembentukan kata,

sebagian terletak di korteks prefrontal posterolateral dan sebagian di

daerah premotor

3. Area asosiasi limbik

Terletak di belahan anterior dari lobus temporalis, di bagian ventral dari

lobus frontali dan di girus singulata pada permukaan tengah mesensefali.

Berhubungan dengan tingkah laku, emosi dan motivasi.

BAB II

19

Page 20: laptut kelompok 1

PEMBAHASAN

1. Mekanisme Timbulnya Persepsi (sedih, senang, menghayati)

Proses menghayati

Proses menghayati terjadi di pusat reward dan hukuman di hipokampus dan

cerebellum. Di pusat reward dan hukuman lagu yang sedang kita nyanyikan akan

dipresepsikan melalui talamus ke amigdala kemudian di bawa ke hipokampus

dipusat reward dan ganjaran. Disana lagu tersebut akan dipresepsikan sedih,

senang atau takut kemudian menghayatinya dengan bantuan cerebellum. Di

cerebellum terdapat ingatan prosedural sehingga orang tersebut bisa menghayati

lagu yang dinyanyikan.

Pusat Ganjaran

Terletak di nuklei lateral dan ventromedial hipotalamus. Selain itu bagian

sistem limbik lainnya juga berperan yaitu bagian septum, amigdala, serta area

tertentu dalam talamus dan ganglia basalis, tegmentun basal dari mesensefalon,

tapi bersifat kurang peka.

Memberikan rasa senang dan keinginan untuk terus melakukan sesuatu hal.

Pusat Hukuman

Terletak di area kelabu sentral di sekeliling akuaduktus sylvius dalam

mesensefalon, menyebar ke atas zona periventrikular hipotalamus dan talamus.

Amigdala dan hipokampus juga berperan dalam rasa terhukum ini tapi

sifatnya kurang kuat.

Rasa marah juga timbul dari rangsangan di zona periventrikular dan lateral

hipotalamus, tapi dapat ditekan oleh sinyal inhibisi dan nuklei ventromedial,

hipokampus, serta korteks limbik anterior yaitu girus cingulata dan girus

subkalosal.

20

Page 21: laptut kelompok 1

Rasa terhukum dan takut dapat mendahului rasa senang dan rasa ganjaran.

2. Bagaimana Otak Membentuk Pola Pikir (jaras dari organ sensorik

sampai ke otak)

PENGLIHATAN

Jaras Persarafan

Akson sel ganglion berjalan ke kaudal di saraf optikus dan traktus optikus

dan berakhir di korpus genikulatum lateralis, yang merupakan bagian dari

talamus. Serabut dari masing-masing hemiretina nasal bersilangan di kiasma

optikum. Di korpus genikulatum, serabut dari separuh bagian nasal (medial) satu

retina dan separuh temporal (lateral) retina yang lain bersinaps di sel yang

aksonnya membentuk traktus genikulokalkarina. Traktus ini berjalan ke lobus

ocipitalis korteks serebri.

Area utama penerima sensasi penglohatan (korteks visual primer, area

Brodmann 17; juga dikenal sebagai V1), terutama terletak di sisi-sisi fisura

kalkarina.

Sebagian akson sel ganglion berjalan dari nukleus genikulatum lateral ke

daerah pretektum otak tengah dan kolikulus superior, tempat akson ini

membentuk hubungan yang memperantarai refleks pupil dan gerakan mata.

Korteks frontalis juga berperan dalam gerakan mata, dan terutama untuk

menghaluskannya. Lapangan mata depan bilateral di bagian korteks ini berperan

dalam pengendalian gerakan sakade dan area yang berada tepat di anterior dari

lapangan ini berkaitan dengan vergensi dan respons dekat. Area korteks frontalis

yang berkaitan dengan penglihatan mungkin berproyeksi ke nukleus retikularis

tegmentalis pontinus dan dari sini ke nukleus batang otak.

21

Page 22: laptut kelompok 1

Akson lain berjalan langsung dari kiasma optikum ke nucleus suprakiasma di

hipotalamus, tempat akson tersebut membentuk hubungan yang mensinkronkan

berbagai irama endokrin.

Area otak yang diaktifkan oleh rangsangan penglihatan telah diteliti pada

monyet dan manusia dengan menggunakan positron emission tomography (PET)

dan teknik pencitraan lain. Pengaktifan tidak hanya terjadi di lobus oksipitalis

tetapi juga di bagian korteks temporalis inferior, korteks parietalis posteroinferior,

dan bagian lobus frontalis serta amigdala. Struktur subkorteks yang diaktifkan

selain korpus genikulatum lateral adalah kolikulus superior, pulvinar, nukleus

kaudatus, putamen dan klaustrum

PENGECAPAN

Jaras Persarafan

Serabut saraf sensorik dari taste bud di dua pertiga anterior lidah berjalan di

dalam cabang korda timpani nervus fasialis, dan serabut dari sepertiga posterior

lidah mencapai batang otak melalui nervus glosofaringeus. Serabut dari daerah

lain selain lidah mencapai batang otak melalui nervus vagus. Di setiap sisi,

serabut pengecap yang mengandung myelin tapi menghantarkan impuls relatif

lambat di ketiga saraf tersebut menyatu di bagian gustatorik nukleus traktus

solitaries di medulla oblongata. Dari sini, akson dari neuron tingkat kedua naik di

lemniskus medialis ipsilateral dan pada primata berjalan langsung ke nukleus

posteromedial ventral talamus. Dari talamus, akson dari neuron tingkat ketiga

berjalan dalam radiasi talamus ke arah wajah korteks somatosensorik di girus

postsentralis ipsilateral. Akson-akson tersebut juga berjalan ke bagian anterior

insula. Korteks insula yang terkait terletak di sebelah anterior dari area wajah

girus postsentralis dan mungkin merupakan area yang memperantarai persepsi

sadar pengecapan dan diskriminasi pengecapan.

PENDENGARAN

22

Page 23: laptut kelompok 1

Suara daun dan liang telinga gelombang suara menggetarkan

membran timpani telinga tengah (rangkaian tulang pendengaran) amplifikasi

melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian rasio luas MT dan tingkap

lonjong stapes yang mengerakkan tingkap lonjong perilimfa di skala

vestibuli bergerak membrana Reissner mendorong endolimfa gerakan

relatif antara membran basilaris dan membran tektorial(rangsangan mekanik)

defleksi stereosilia sel-sel rambut koklea pelepasan ion bermuatan listrik

/depolarisasi perubahan gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Potensial listrik yang timbul akan diteruskan ke otak atau nukleus auditorius

(area39-40) di lobus temporalis melalui saraf pendengaran (N.VIII).

Mekanisme pendengaran dan penjalaran ke korteks serebri :

1. Telinga luar menerima gelombang suara dan langsung dilewatkan external

auditory canal

2. Gelombang tersebut menggetarkan membran timpani ( bila frekuensi yang

diterim kekecilan maka membran timpani ini akan bergetar lambat dan

sebaliknya )

3. Central area membran timpani berhubungan dan meneruskan getarannya

ke maleus, lalu ke inkus dan stapes

4. Stapes akan menggetarkan “oval window” maju mundur dengan getaran

20 kali lebih kuat, karena getaran dari membran timpani bergetar dengan

kekuatan rendah, setelah memasuki auditori ossicles kekuatan getaran

langsung melonjak tinggi

5. Kemudian getaran ini diteruskan menuju skala vestibuli dan

menggetarkan cairan perilimfenya hingga menuju skala vestibuli melalui

helicotrema ( bagian apex yang sangat peka terhadap frekuensi suara

paling rendah yaitu 20 dB. Normal frekuensi suara yang dapat ditangkap

oleh seluruh bagian telinga adalah 20 dB - 20.000 dB )

6. Setelah menuju skala timpani akan langsung menuju “round window”

yang bermuara pada telinga tengah kembali

23

Page 24: laptut kelompok 1

7. Saat getaran berjalan dari skala vestibuli ke skala timpani akan

menggetarkan duktus koklearis yang mengandung endolimfe dan

menggetarkan membran basiler yang mengandung sel- sel rambut

8. Saat rambut bergetar, akan merubah impuls getaran menjadi impuls

elektrik. Kemudian, stereocilia dari tiap satu ikatan sel rambut akan saling

melekatkan diri ke arah stereocilia yang lebih panjang dan membuka

“transduksi channel”

9. Ion K+ akan masuk ke dalam sitosol sel rambut dan menyebabkan

depolarisasi potensial reseptor, sehingga membuka kanal ion Ca2+ dan

influks ke dalam akson terminal dari celah sinaptik, dan melepaskan

neurotransmitter ( kemungkinan glutamat ) secara eksositosis ke post-

sinaptik first- order neuron.

Bila stereocilia-stereocilia menekuk menjauhi satu sama lain, maka

akan menutup “ transduksi channel” sehingga frekuensi impuls

yang dihantarkan juga akan berkurang dan terjadi hiperpolarisasi.

2. Perjalanan selanjutnya melalui nervus koklearis dan berkumpul di spiral

ganglion menuju/ bersinaps dengan nukleus koklearis di medulla

oblongata

3. Di medulla oblongata akan mengalami decussatio akan berjalan ascending

membentuk traktus yang disebut “lateral meniscus” dan bermuara pada “

inferior colliculus ” mesencephalon

4. Axon lainnya berjalan descending dan bersinaps dengan” nukleus olivari

superior” dari pons ( memberitahukan lokasi sumber suara yang datang )

5. Dari nuklei olivari superior berjalan secara ipsilateral ascending

membentuk traktus “lateral meniscus” dan bermuara pada “ inferior

colliculus“ mesencephalon

6. Dari “ inferior colliculus “ impuls dihantarkan menuju “ nukleus medial

geniculatum thalamikus “ dan berakhir pada area auditori primer pada

gyrus superior temporalis dekat dengan sulcus cerebral lateralis

7. Kemudian berasosiasi di area broadment 22, 39 dan 40 ( dominan pada

area temporal sinistra ). Sebagai tempat mengidentifikasi suara apa yang

24

Page 25: laptut kelompok 1

kita dengar. Beserta itu kita dapat menginterpresentasikan dalam pikiran

untuk menerjemahkan suara yang kita dengar sehingga kita mengerti

suara itu apa dan maksudnya apa, kemudian diintegrasikan dengan sistem

limbik dan area broca.

PENGHIDUAN

Mekanisme Eksitasi Pada Sel-Sel Reseptor

Bagian sel olfaktorius yang memberi respon terhadap rangsangan kimia

olfaktorius adalah silia olfaktorius. Substansia yang berbau yang berkontak

dengan permukaan membran olfaktorius, mula-mula menyebar secara difusi ke

dalam mukus yang menutupi silia. Sekanjutnhhya akan berikatan denga protein

reseptor di membran silium. Setiap protein reseptor sebenarnya adalah suatu

molekul panjang yang menyusupkan diri melalui membran, yang melipat kearah

dalam dan kearah luar kira-kira sebanyak 7 kali. Bau tersebut berikatan dengan

bagian protein reseptor yang melipat ke arah luar. Namun demikian, bagian dalam

protein yang melipat akan saling berpasangan untuk membentuk yang disebut

protein-G, yang merupakan kombinasi dari tiga subunit pada perangsangan

protein reseptor. Subunit alfa akan memecahkan diri dari protein G dan segera

mengaktivasi adenilat siklase. Siklase yang teraktivasi kemudian mengubah

banyak molekul adenosin trifosfat menjadi adenosin monofosfat siklik (cAMP).

Akhirnya cAMP ini mengaktivasi protein membran lain didekatnya yaitu gerbang

kanal ion natrium, yang akan membuka gerbangnya dan memungkinkan sejumlah

besar ion natrium mengalir melewati membran masuk ke dalam sitoplasma sel.

Ion natrium akan meningkatkan potensial listrik dengan arah positif di sisi dalam

membran sel, sehingga merangsang neuron olfaktorius dan menjalarkan potensial

aksi ke dalam sistem saraf pusat melalui nervus olfaktorius. Makna yang penting

dari mekanisme ini pada aktivasi saraf-saraf olfaktorius adalah bahwa mekanisme

tersbut sangat melipat-gandakan efek perangsangan, bahkan dari bau yang paling

lemah sekalipun.

25

Page 26: laptut kelompok 1

Untuk merangsang sel-sel olfaktorius selain mekanisme kimiawi dasar, masih

terdapat beberapa faktor fisik yang mempengaruhi derajat perangsangan.

Hanya sbustansia yang dapat menguap saja yang dapat tercium baunya

Substansia yang merangsang palintg sedikit harus bersifat larut dalam air,

sehingga bau tersebut dapat melewati mukus

26

Page 27: laptut kelompok 1

Silia akan sangat membantu bagi bau yang paling sedikit larut dalam

lemak

Potensial membran di dalam sel olfaktorius yang terangsang adalah sekitar -

55 milivolt. Kebanyakan bau menimbulkan depolarisasi pada membran

olfaktorius dengan menurunkan potensial negatif di dalam sel dari nilai normal

yakni -55 milivolt sampai -30 milivolt atau bahkan lebih rendah lagi. Sehingga

mengubah voltase ke arah yang positif.

Sekitar 50% reseptor olfaktorius beradaptasi pada detik pertama atau setelah

terkena rangsangan. Sesudah itu reseptor yang berdaptasi akan sangat sedikit dan

berlangsung dengan sangat lambat. Namun dari pengalaman, kita semua tahu

bahwa sensasi bau dapat berdaptasi dengan jelas hampir dalam waktu satu menit

atau segera sesudah memasuk udara yang berbau kuat. Karena adaptasi psikologis

ini jauh lebih besar daripada derajat adaptasi reseptor itu sendiri hampir dapat

dipastikan bahwa sebagian besar adaptasi tambahan terjadi dalam sistem saraf

pusat.

Beberapa penelitian menunjukkan sedikitnya 100 sensasi penghidu utama.

Berbeda dengan sistem pengelihatan yang memiliki 3 warna sebagai sensasi

utama dan sistem pengecap yang memiliki 5 sensasi rasa utama.

Penghidu memiliki kualitas afektif berupa menyenangkan atau tidak

menyenangkna. Karena itulah penghidu bahkan lebih penting daripada

pengecapan dalam memilih makanan. orang yang sebelumnya pernah memakan

makanan yang dirasakannya tidak enak akan merasa mual hanya dengan mencium

bau makanan tersebut untuk kedua kalinya.

Sistem olfaktoria pada akhirnya mengalami trifurkasio:

1. Stria olfactoria lateralis, yang akan mencapai dan berakhir di bagian

anterior uncus. Uncus merupakan cortex area olfaktori primer dan paling

penting pada manusia.

27

Page 28: laptut kelompok 1

2. Stria olfaktoria medialis, mencapai permukaan medial hemispherium

serebri dan berakhir di dalam koteks serebri disebelah anterior lamina

terminalis pada area brodmann 25

3. Stria olfactoria intermedia, yang berakhir pada cortex didaerah substansia

perforata anterior

28

Page 29: laptut kelompok 1

29

Substansi berbau

Membran epitel olfaktori

Protein reseptor

Subunit alfa memecahkan diri dari protein

G aktivasi adenilat siklase adenosine

trifosfat adenosine monofosfat siklik

(cAMP) aktivasi canal Na-K

POTENSIAL AKSI

Fila olfaktoria

NERVUS OLFAKTORIUS

Foramen cribriformis

Bulbus olfaktorius

Tractus olfaktorius

Cortex

Page 30: laptut kelompok 1

3. Karakteristik dari Sense Organ (organ sensorik)

PENGLIHATAN

Mata merupakan organ yang menjalankan fungsi penglihatan, dimana

karakteristik dari organ ini adalah adanya retina. Retina merupakan bagian mata

yang peka terhadap cahaya, mengandung: (1)sel-sel kerucut ,yang berfungsi

untuk penglihatan warna , dan (2) sel-sel batang yang berfungsi untuk penglihatan

hitam dan putih, dan penglihatan di dalam gelap. Bila sel batang ataupun sel

kerucut terangsang , sinyal akan dijalarkan melalui lapisan sel saraf yang

berurutan dalam retina itu sendiri, dan akhirnya kedalam serabut nervus optikus

dan korteks serebri.

Lapisan retina menunjukkan komponen fungsionsl retina yang disusun

dalam lapisan dari luar ke dalam sebagai berikut : (1) lapisan pigmen, (2) lapisan

batang dan kerucut yang menonjol pada lapisan pigmen, (3) lapisan nukleus luar

yang mengandung badan sel batang dan kerucut, (4) lapisan pleksiform luar, (5)

lapisan nukleus dalam ,(6) lapisan pleksiform dalam, (7) lapisan ganglion, (8)

lapisan serabut saraf optik , dan (9) membran limitan dalam.

Sesudah melewati susunan lensa mata dan selanjutnya melalui humor vitreus,

cahaya memasuki retina dari sebelah mata dalam; jadi, cahaya itu akan melewati

sel-sel ganglion, lapisan pleksiform, dan lapisan nukleus sebelum akhirnya sampai

pada lapisan batang dan kerucut yang terletak disepanjang sisi luar retina. Jarak

yang di tempuh ini merupakan ketebalan yang besarnya beberapa ratus

micrometer, tajam penglihatan jelas berkurang karna perjalanan melalui jarinngan

non-homogen ini . namun dibagian fovea sentral retina, lapisan dalam akan ditarik

kesamping guna mengurangi hilangnya tajamnya penglihatan ini.

Fovea merupakan suatu daerah yang sangat kecil di bagian tengah retina,

yang menempati suatu daerah yang luasnya kurang dari 1 milimeter persegi;

terutama berfungsi untuk penglihatan cepat dan rinci. Fovea sentralis, dengan

diameter hanya 0,3 milimeter hampir seluruhnya terdiri atas sel-sel kerucut ; sel-

30

Page 31: laptut kelompok 1

sel kerucut ini mempunyai struktur khusus yang membantu mendeteksi bayangan

penglihataan secara lebih rinci. Sel-sel kerucut yang terletak di fovea sentralis ini

memiliki bentuk dan panjang dan ramping , berbeda dengan sel kerucut yang

berbentuk lebih gemuk yang terletak pada retina di bagian yang lebih perifer.

Dalam bagian fovea, pembuluh-pembuluh darah , sel-sel ganglion, lapisan sel-sel

inti dalam, dan lapisan pleksiform terletak lebih tersebar disatu sisi dan bukannya

terletak tepat di puncak konus. Keadaan ini menyebabkan cahaya tiba dikonus

tanpa diredam.

Sel batang dan sel kerucut merupakan penggambaran komponen utama

fotoreseptor baik sel batang maupun sel kerucut. Segmen luar kerucut berbentuk

meruncing, pada umumnya , sel batang lebih pipih dan lebih panjang daripada sel

kerucut, namun tidak selalu demikian. Pada bagian perifer retina mata sel batang

berdiameter 2-5 mikrometer, sedangkan diameter sel kerucut sebesar 5-8

mekrometer, pada bagian tengah retina yakni fovea , terdapat sel batang dan sel

kerucutnya lebih ramping dan memiliki diameter hanya 1,5 mikrometer.

Ada 4 segmen fungsional sel batang dan sel kerucut ; (1) segmen luar, (2)

segmen dalam (3) nukleus ,(4) badan sinaps. Fotokimiawi yang yang peka cahaya

ditemukan pada segmen luar. Dalam sel batang terdapat rodopsin , dan dalam sel

kerucut terdapat satu dari tiga fotokimiawi “warna”, biasanya yang disebut

pigmen warna sederhana, yang fungsinya hampir sama persis dengan rodopsin

kecuali adanya perbedaan dalam kepekaan terhadap spectrum cahaya,

Rodopsin dan pigmen warna merupakan protein terkonjugasi. Keduanya

bergabung dalam membran piringan dalam bentuk protein transmembran.

Didalam piringan, konsentrasi pigmen fotosensitif ini begitu besar sehingga

pigmen itu sendiri kira-kira 40 % dari seluruh masa segmen luar.

Segmen dalam batang dan kerucut mengandung sitoplasma dengan organela

sitoplasmik biasa. Yang terpenting adalah mitokondria ; mitokondria sangat

berperan dalam menyediakan energi untuk fungsi reseptor. Badan sinaptik

merupakan bagian dari sel batang dan sel kerucut yang berhubungan dengan sel

31

Page 32: laptut kelompok 1

neuron berikutnya, yakni sel horizontal dan sel bipolar, yang berperan dalam

tahap selanjutnya pada rantai penglihatan.

Lapisan pigmen retina. Pigmen hitam melanin dalam lapisan pigmen

mencegah pantulan cahaya dari bagian lengkung bola mata; ini sangat berperan

untuk pemglihatan yang jelas . didalam mata pigmen ini mempunyai fungsi yang

sama denag warna hitam yang ada di bagian dalam sebuah kamera. Tanpa pigmen

ini, cahaya akan dipantulkan ke semua jurusan dalam bola mata dan menyebabkan

kekacauan penyinaran di retina sehingga tidak menimbulkan kontras titik gelap

dan terang yang dibutuhkan untuk membentuk banyangan yang tepat.

Pentingnya melanin dalam lapisan pigmen diperlihatkan dengan jelas pada

keadaan tiadanya pigmen ini pada albino, yakni orang-orang yang secara herediter

kekurangan pigmen melanin di seluruh bagian tubuhnya. Sewaktu seorang albino

memasuki ruangan yang terang, cahaya yang mengenai retina dipantulkan ke

segala arah dalam didalam bola mata oleh permukaan retina yang tidak berpigmen

dan oleh lapisan skelera, sehingga sebuah titik cahaya yang normalnya hanya

merangsang beberapa sel batang dan sel kerucut , akan dipantulkan ke segala arah

dan merangsang banyak reseptor. Oleh karena itu, tajam penglihatan seorang

albino, walaupun dengan koreksi optik yang terbaik jarang lebih baik dari 20/100

sampai 20/200 dibandingkan dengan nilai normal 20/20.

Lapisan pigmen juga menyimpan sejumlah vitamin A. Vitamin A ini

mengalami pertukaran keluar masuk melewati membran sel pada segmen luar sel

batang dan kerucut; sel batang dan kerucut ini sendiri tertanam didalam lapisan

pigmen. Kita akan melihat kemudian bahwa vitamin A merupakan prekursor

penting bagi bahan kimia sel sel batng dan kerucut yang fotosensitif.

PERABAAN

Kulit merupakaan organ sensorik yang paling luas dalam tubuh, dimana

karakteristik dari organ ini adalah terdapatnya berbagai macam reseptor dalam

32

Page 33: laptut kelompok 1

lapisan-lapisannya.Pada kulit, paling sedikit terdapat jenis 6 jenis reseptor taktil

dengan fungsinya masing-masing yaitu :

1. ujung saraf bebas : dapat mendeteksi rabaan dan tekanan di semua

bagian kulit dan jaringan lainnya

2. badan meissner : peka terhadap pergerakan objek yang sangat sedikit di

atas permukaan kulit dan getaran dengan frekuensi rendah

3. diskus merkel : menjalarkan sinyal tetap yang dapat menyebabkan orang

dapat terus-menerus menentukan macam-macam perabaan pada suatu

objek pada kulitnya. Selain itu bersama dengan badan meissner berperan

penting dalam melokalisasi sensasi raba didaerah permukaan tubuh yang

spesifik dan menentukan bentuk apa yang ia rasakan.

4. organ ujung rambut (hair-end-organ) : mendeteksi pergerakan objek

pada permukaan tubuh atau kontak awal dengan tubuh.

5. organ ruffini : menjalarkan sinyal perubahan bentuk kulit dan jaringan

yang lebih dalam yang datang terus-menerus, misalnya sinyal raba dan

tekan yang besar dan datang terus-menerus.

6. badan paccini : mendeteksi getaran jaringan atau perubahan mekanis

yang cepat pada jaringan.

PENGECAPAN

Lidah merupakan organ pengecapan, dimana karakteristik dari organ ini

adalah adanya kuncup kecap (taste bud). Di dalam kuncup kecap ini terdapat sel

reseptor kecap. Taste bud terdiri atas kurang lebih 50 sel-sel epitel yang

termodifikasi, beberapa diantaranya adalah sel penyokong yang disebut sebagai

sel sustentakular, dan yang lainnya disebut sebagai sel pengecap.

Ujung-ujung luar sel pengecap tersusun disekitar pori-pori pengecap yang

sangat kecil. Dari ujung-ujung setiap sel pengecap akan menonjol beberapa

mikrovili atau rambut pengecap yang menuju pori-pori pengecap, untuk

mendekati rongga mulut. Mikrovili ini di permukaan memberikian reseptor untuk

pengecapan.

33

Page 34: laptut kelompok 1

Disekitar badan sel pengecap terdapat anyaman yang merupakan

percabangan terakhir dari serabut-serabut saraf pengecap yang dirangsang oleh

sel-sel reseptor pengecap.

Homoreseptor untuk sensasi kecap terkemas dalam kuncup kecap sekitar

sepuluh ribu diantaranya terdapat dirongga mulut dan ternggorokan, dengan

presentase terbesar dipermukaan atas lidah. Sebuah kuncup kecap terdiri dari

sekitar lima puluh sel reseptor kecap berbentuk gelendong panjang yang terkemas

bersama sel penunjang dalam susunan seperti irisan jeruk. Setiap kuncup kecap

memiliki sebuah lubang kecil, pori kecap, yang dilewati oleh cairan di dalam

mulut untuk berkontak dengan permukaan sel reseptor. Sel reseptor kecap adalah

sel epitel modifikasi dengan banyak lipatan di permukaannya, atau mikrovilus,

yang sedikit menonjol melewati pori kecap dan sangat menambah luas permukaan

yang terpajan keisi mulut. Membran plasma mikrovilus mengandung reseptor

yang berikatan secara selektif dengan molekul zat kimia di lingkungan. Hanya

bahan kimia dalam bentuk pelarut-baik cairan atau bahan padat yang dimakan dan

telah larut dalam air liur-yang dapat melekat ke reseptor dan memicu sensasi rasa,

atau tastan, dengan sel reseptor akan mengubah saluran ion sel sehingga timbul

depolarisasi potensial reseptor. Potensial reseptor ini pada gilirannya, memicu

potensial aksi diujung-ujung serat syaraf aferen tempat sel resptor bersinaps.

34

Page 35: laptut kelompok 1

Sebagian besar reseptor terlindung dengan baik dari pajanan langsung

kelingkungan, tetapi sel reseptor kecap, karena tugasnya, sering berkontak dengan

bahan kimia poten. Tidak seperti reseptor mata atau telinga, yang tidak dapat

diganti, reseptor kecap memiliki rentang usia sekitar sepuluh hari. Sel epitel yang

mengelilingi kuncup kencap berdiferensiasi mula-mula menjadi sel penunjang dan

kemudian menjadi sel reseptor untuk secara terus-menerus memperbaharui

komponen-komponen kuncup kecap.

Ujung terminal syaraf eferen beberapa syaraf kranialis bersinaps dengan

kuncup kecap di berbagai bagian mulut. Sinyal sensorik ini dikirim melalui

sinaps-sinaps di batang otak dan talamus ke daerah gustatorik korteks, suatu

bagian di lobus parietalis didekat daerah “lidah” korteks somatosensorik tidak

seperti kebanyakan masukan sensorik, jalur pengecapan umumnya tidak

menyilang. Batang otak juga memproyeksikan serat ke hipotalamus dan sistem

limbik untuk menambah dimensi efektif misalnya apakah rasa tersebut

menyenangkan atau tidak, untuk memeroses aspek perilaku yang berkaitan

dengan pengecapan dan penciuman.

35

Page 36: laptut kelompok 1

PENDERNGARAN

Telinga Luar

Telinga luar atau terdiri dari

- Auricula

berfungsi mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke

saluran telinga

- Meatus auditorius externus

mengarahkan gelombang suara ke membran timpani. Mengandung banyak

rambut-rambut penyaring dan mesekresikan kotoran telinga untuk

menangkap partikel-partikel asing.

- Membran timpani

membran tipis yang memisahkan antara telinga luar dan dalam. Bergetar

secara sinkron dengan gelombang suara yang mengenainya, menyebabkan

tulang-tulang pendengaran telinga tengah bergetar. Bagian luar selaput ini

ditutup oleh kulit dan dibagian dalam oleh mukosa. Ke arah Meatus

auditorius externus membran timpani berbentuk cekung dengan bagian

tengah yang lebih rendah, dikenal dengan umbo membarana tympani. Dari

umbo membrane tympani memancarkan daerah yang cerah ke anterior-

inferior yang disebut kerucut cahaya.

Telinga Tengah

- Telinga tengah atau auris media terletak di dalam pars petrosa osis

temporalis yang terdiri dari cavitas tymfanica dan recessus epitymfanicus.

Dan merupakan rongga berisi udara di dalam tulang temporalis yang

terbuka melalui tuba auditorius ke nasofaring dan keluar melaui

nasofaring. Tuba biasanya tertutup, tetapi selama mengunyah, menelan,

dan menguap saluran ini terbuka, sehingga tekanan udara di kedua sisi

gendang telinga seimbang.

36

Page 37: laptut kelompok 1

- Terdapat maleus, inkus, dan stapes, yang merupakan rangkaian tulang

yang dapat bergerak dan berjalan melintasi rongga telinga tengah; maleus

melekat ke membran timpani dan stapes melekat ke fenestra ovalis.

Telinga Dalam

Telinga dalam (labirin, rumah siput) terdiri dari 2 bagian. Labirin tulang

adalah serangkaian saluran di dalam bagian petrosa tulang temporalis. Di dalam

saluran-saluran ini terdapat labirin membranosa yang di kelilingi oleh cairan yang

disebut perilimfe. Struktur membranosa ini kurang lebih mirip dengan bentuk

saluran tulang. Struktur ini terisi oleh cairan yang disebut endolimfe, dan tidak

terdapat hubungan antara ruang-ruang yang terisi oleh endolimfe dengan yang

terisi oleh perilimfe. Karena telinga dalam, koklea tertanam pada kavitas

bertulang di dalam tulang temporalis yang disebut labirin tulang, getaran di

seluruh tulang tengkorak dapat menyebabkan getaran pada koklea itu sendiri.

Oleh karena itu pada kondisi yang memungkinkan, garpu tala atau penggetar

elektronik yang diletakkan pada setiap protuberansia tulang tengkorak, terutama

pada prosesus mastoideus akan menyebabkan seseorang mendengar suara

tersebut. Namun energi yang tersedia bahkan pada suara yang sangat keras dalam

udara, tidak cukup untuk menyebabkan pendengaran melalui konduksi tulang,

kecuali bila alat penguat suara elektromekanik khusus diletakkan pada tulang.

37

Page 38: laptut kelompok 1

Koklea

Merupakan suatu sistem tuba yang melingkar-lingkar. koklea terdiri dari tiga

tuba melingkar yang saling bersisian: Skala vestibuli, skala media, skala

timpani. Skala vestibuli dan skala media dipisahkann satu sama lain oleh

membran basilar. Pada permukaan membran basilar terletak organ corti yang

mengandung serangkaian sel yang sensitif secara elektromekanik yaitu sel-sel

rambut. Sel-sel ini merupakan organ reseptif akhir yang membangkitkan

impuls saraf sebagai respons terhadap getaran suara. Makna yang penting

dari membran reissner adalah untuk mempertahankan cairan khusus dalam

skala media yang dibutuhkan untuk sel rambut penerima suara agar dapat

berfungsi normal

38

Page 39: laptut kelompok 1

Organ Corti

Merupakan organ reseptor yang membangkitkan impuls saraf sebagai respons

terhadap getaran membran basilar. Organ corti terletak pada permukaan

serabut basilar dan membran basilar. Reseptor sensorik yang sebenarnya di

dalam organ corti adalah dua tipe sel saraf yang khusus, yang disebut sebagai

sel rambut baris interna dan eksterna. Bagian dasar dan samping sel rambur

bersinaps dengan jaringan ujung saraf koklearis kemudian pada sistem saraf

pusat pada tingkat medula spinalis bagian atas yang memperkuat perannya

sebagai pendeteksi suara.

39

Page 40: laptut kelompok 1

Jaras persarafan pendengaran

Gambar 52-10 menggambarkan jaras

pendengaran utama. Jaras ini menunjukkan

bahwa serabut saraf dari ganglion spiraolis

corti memasuki nukleus koklearis dorsalis

dan ventralis yang terletak pada bagian atas

medula. Pada titik ini semua serabut sinaps,

dan neuron tingkat dua berjalan terutama ke

sisi yang berlawanan dari batang otak dan

berakhir di nukleus olivarius superior.

Beberapa serabut tingkat kedua lainnya

juga berjalan ke nukleus olivarius superior,

jaras pendengaran kemudian berjalan ke

atas melalui nukleus ini dan berjalan ke

kolikulus inferior tempat semua atau

hampir semua serabut pendengaran

bersinaps. Dari sini, jaras berjalan ke

nukleus genikulatum medial, tempat semua

serabut bersinaps. Akhirnya jaras berlanjut

melalui radiasio auditorius ke korteks

auditorik, yang terutama terletak pada girus

superior lobus temporalis.

Beberapa titik penting yang harus diperhatikan. Pertama sinyal dari kedua

telinga dijalarkan melalui jaras kedua sisi otak, dengan penjalaran yang sedikit

lebih besar pada jaras kontralateral. Pada sekurang-kurangnya di tiga tempat

dalam batang otak, terjadi persilangan antara kedua jaras ini: Dalam korpus

trapezoid, dalam komisura di antara dua inti lemniskus lateralis dan dalam

komisura yang menghubungkan dua kolikulus inferior.

40

Page 41: laptut kelompok 1

Kedua, banyak serabut kolateral dari traktus auditorius berjalan langsung ke

dalam sistem aktivasi retikular di batang otak. Sistem ini menonjol secara difusi

ke atas dalam batang otak dan ke bawah ke dalam medula spinalis dan

mengaktivasi seluruh sistem saraf untuk memberi respon terhadap suara yang

keras. Kolateral lain menuju ke vermis serebelum yang juga diaktivasi seketika itu

juga jika ada suara keras yang timbul mendadak.

Ketiga, orientasi spasial dengan derajat tinggi dipertahankan dalam traktus

serabut yang berasal dari koklea sampai korteks. Pada kenyataanya, ada tiga pola

spasial untuk menghentikan berbagai frekuensi suara di inti koklea, dua pola di

kolikulus inferior, satu pola yang tepat untuk frekuensi suara yang berlainan di

korteks auditorik, dan sekurang-kurangnya lima pola lainnya yang kurang tepat di

korteks audiotrik dan area lain yang berhubungan dengan pendengaran.

PENGHIDU

MEKANISME EKSITASI PADA SEL-SEL RESEPTOR

Bagian sel olfaktorius yang memberi respon terhadap rangsangan kimia

olfaktorius adalah silia olfaktorius. Substansia yang berbau yang berkontak

dengan permukaan membran olfaktorius, mula-mula menyebar secara difus ke

dalam mukus yang menutupi silia. Selanjuthya akan berikatan dengan protein

reseptor di membran silium. Setiap protein reseptor sebenarnya adalah

suatu ,molekul panjang yang menyusupkan diri melalui membran, yang melipat

kearah dalam dan kearah luar kira-kira sebanyak 7 kali. Bau tersebut berikatan

dengan bagian protein reseptor yang melipat ke arah luar. Namun demikian,

bagian dalam protein yang melipat akan saling berpasangan untuk membentuk

yang disebut protein-G, yang merupakan kombinasi dari tiga subunit pada

perangsangan protein reseptor. Subunit alfa akan memecahkan diri dari protein G

dan segera mengaktivasi adenilat siklase. Siklase yang teraktivasi kemudian

mengubah banyak molekul adenosin trifosfat menjadi adenosin monofosfat siklik

(cAMP). Akhirnya cAMP ini mengaktivasi protein membran lain didekatnya yaitu

gerbang kanal ion natrium, yang akan membuka gerbangnya dan memungkinkan 41

Page 42: laptut kelompok 1

sejumlah besar ion natrium mengalir melewati membran masuk ke dalam

sitoplasma sel. Ion natrium akan meningkatkan potensial listrik dengan arah

positif di sisi dalam membran sel, sehingga merangsang neuron olfaktorius dan

menjalarkan potensial aksi ke dalam sistem saraf pusat melalui nervus olfaktorius.

Makna yang penting dari mekanisme ini pada aktivasi saraf-saraf olfaktorius

adalah bahwa mekanisme tersbut sangat melipat-gandakan efek perangsangan,

bahkan dari bau yang paling lemah sekalipun.

Potensial membran di dalam sel olfaktorius yang terangsang adalah sekitar -

55 milivolt. Kebanyakan bau menimbulkan depolarisasi pada membran

olfaktorius dengan menurunkan potensial negatif di dalam sel dari nilai normal

yakni -55 milivolt sampai -30 milivolt atau bahkan lebih rendah lagi. Sehingga

mengubah voltase ke arah yang positif. Sekitar 50% reseptor olfaktorius

beradaptasi pada detik pertama atau setelah terkena rangsangan. Sesudah itu

reseptor yang berdaptasi akan sangat sedikit dan berlangsung dengan sangat

lambat. Namun dari pengalaman, kita semua tahu bahwa sensasi bau dapat

berdaptasi dengan jelas hampir dalam waktu satu menit atau segera sesudah

memasuk udara yang berbau kuat. Karena adaptasi psikologis ini jauh lebih besar

42

Page 43: laptut kelompok 1

daripada derajat adaptasi reseptor itu sendiri hampir dapat dipastikan bahwa

sebagian besar adaptasi tambahan terjadi dalam sistem saraf pusat.

Beberapa penelitian menunjukkan sedikitnya 100 sensasi penghidu utama.

Berbeda dengan system pengelihatan yang memiliki 3 warna sebagai sensasi

utama dan sistem pengecap yang memiliki 5 sensasi rasa utama. Penghidu

memiliki kualitas afektif berupa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Karena

itulah penghidu bahkan lebih penting daripada pengecapan dalam memilih

makanan. orang yang sebelumnya pernah memakan makanan yang dirasakannya

tidak enak akan merasa mual hanya dengan mencium bau makanan tersebut untuk

kedua kalinya.

4. Jenis-jenis Ingatan

Secara fisiologis, ingatan tersimpan dalam otak dengan mengubah

sensitivitas dasar penjalaran sinaptik diantara neuron-neuron sebagai akibat

aktivitas neural sebelumnya. Jaras yang baru atau yang terfasilitasi disebut jejak

ingatan (memory traces). Jaras-jaras ini penting, karena bila menetap/ada, akan

diaktifkan secara selektif oleh benak pikiran untuk menimbulkan kembali ingatan

yang ada.

Ingatan adalah penyimpanan pengetahuan yang didapat untuk dapat diingat

kembali kemudian

Ingatan positif dan negatif

Walaupun kita sering berpendapat bahwa ingatan adalah hasil dari

pengumpulan kembali pikiran-pikiran atau pengalaman-pengalaman

sebelumnya yang bersifat positif, tetapi tetap ada kemungkinan yang sama

besar untuk ingatan negatif. Otak memiliki kapasitas untuk belajar

mengenali informasi yang tidak memberi akibat sebagai hasil dari inhibisi

43

Page 44: laptut kelompok 1

jaras sinaptik, ssehingga menimbulkan efek yang disebut habituasi. Pada

indera hal tersebut merupan tipe ingatan negatif.

Sebaliknya untuk jenis-jenis informasi masuk dan menyebabkan akibat yang

penting, seperti rasa nyeri atau rasa senang, otak memiliki kemampuan

otomatis yang berbeda dalam hal penguatan dan penyimpanan jejak ingatan.

Ingatan positif adalah hasil dari fasilitasi jaras-jaras sinaptik, dan prosesnya

disebut sensitisasi ingatan. Daerah khusus pada region limbik basal otak

mampu menentukan apakah suatu informasi bersifat penting atau tidak

penting, dan membuat keputusan secara tidak sadar apakah informasi ini

akan disimpan sebagai jejak ingatan yang di sensitisasi atau justru

ditekannya.

Klasifikasi ingatan:

Berdasarkan jenis informasi yang disimpannya :

a. Ingatan deklaratif

Pada dasarnya berarti ingatan terhadap beragam detil mengenai suatu

pikiran terintegrasi, seperti ingatan suatu pengalaman penting yang

meliputi (1)ingatan akan keadaan sekeliling, (2)ingatan akan hubuhngan

waktu, (3)ingatan akan penyebab pengalaman tersebut, (4)ingatan akan

makna pengalaman tersebut, dan (5)ingatan akan kesimpulan seseorang

yang tertinggal pada pikiran seseorang.

b. Ingatan keterampilan

Seringkali dihubungkan dengan aktivitas motorik tubuh seseorang seperti

keterampilan yang terbentuk untuk memukul bola tenis, termasuk ingatan

otomatis pada: (1)pandangan ke bola, (2)menghitung hubungan dan

kecepatan bola ke raket, dan (3) mengambil kesimpulan secara cepat

pergerakan tubuh, lengan, dan raket yang dibutuhkan untuk memukul bola

seperti yang diinginkan.

Berdasarkan lama waktu penyimpanan

44

Page 45: laptut kelompok 1

a. Ingatan jangka pendek

Yaitu ingatan yang berlansung beberapa detik atau paling lama

beberapa menit kecuali jika ingatan tersebtu menjadi ingatan jangka

panjang. Kemungkinan penjelasan mengenai ingatan jangka pendek ini

adalah fasilitasi (inhibisi presinaptik). Hal ini terjadi pada sinaps-

sinaps yang terletak pada fibril-fibril saraf terminal segera sebelum

fibril-fibril tersebut bersinaps dengan neuron berikutnya. Bahan-bahan

kimiawi neurotransmitter yang disekresikan pada terminal seperti itu

seringkali menyebabkan fasilitasi atau inhibisi yang berlansung selama

beberapa detik sampai menit. Lintasan seperti ini menimbulkan

ingatan jangka pendek.

Berbagai eksperimen cerdik pada siput laut, Aplysia telah

membuktikan bahwa ingatan jangka pendek memiliki 2 bentuk:

- Habituasi (pembiasaan): penurunan responsivitas terhadap

presentasi berulang suatu stimulus indiferen-yaitu ransangan yang

tidak menghasilkan penghargaan.

Mekanisme: Pada habituasi penutupan saluran Ca2+ mengurangi

masuknya Ca2+ kedalam terminal prasinaps yang menyebabkan

penurunan pelepasan neurotransmitter. Akibatnya, potensial

pascasinaps berkurang dibandingkan dengan normal sehingga

terjadi penurunan atau hilangnya respon perilaku yang dikontrol

oleh neuron eferen pascasinaps. Karena itu ingatan untuk habituasi

pada aplysia disimpan dalam bentuk modifikasi saluran Ca2+

spesifik. Tanpa latihan lebih lanjut, penurunan responsivitas ini

bertahan beberapa jam.

- Sensitisasi (pemekaan): peningkatan responsivitas terhadap

ransangan ringan setelah ransangan kuat.

Mekanisme: Sensitisasi pada aplysia juga melibatkan modifikasi

saluran, tetapi dengan mekanisme dan saluran yang berbeda.

Berbeda dari apa yang terjadi pada habituasi, masuknya Ca2+

kedalam terminal presinaps meningkat pada sensitisasi. Sensitisasi

45

Page 46: laptut kelompok 1

tidak memiliki efek secara lansung pada saluran Ca2+ prasinaps,

namun secara tidak langsung meningkatkan pemasukan Ca2+

melalui fasilitasi prasinaps (cara untuk meningkatkan efektivitas

sinaps)

b. Ingatan jangka menengah

Yaitu ingatan yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa

minggu tetapi kemudian menghilang. Ingatan ini kadang-kadang akan

hilang, kecuali jika jejak ingatan memperoleh aktivasi secukupnya

sehingga menjadi lebih permanen klasifikasi jangka panjang.

Percobaan pada hewan primitif telah menunjukkan bahwa ingatan jenis

jangka menengah ini dapat merupakan hasil dari perubahan fisik atau

kimiawi yang bersifat sementara, atau keduanya, baik pada terminal

sinaps presinaptik/postsinaptik, perubahan ini menetap selama

bermenit-menit sampai beberapa minggu.

Mekanisme: Pada tingkat molekuler, walaupun penyebabnya tidak

seluruhnya diketahui, efek habituasi pada terminal sensorik terjadi

akibat penutupan secara progresif kanal-kanal kalsium melalui

membran terminal. Meskipun demikian, penutupan kanal kalsium

tersebut tidak sepenuhnya dimengerti, ion kalsium dapat berdifusi

kedalam terminal terhabituasi ini lebiih sedikit daripada jumlah

normal, dan akan semakin sedikit transmitter sensoris terminal yang

dilepaskan karena pemasukan ion kalsium merupakan stimulus utama

bagi pelepasan transmitter.

Jadi, dengan cara yang sangat tidak langsung efek asosiasi terminal

fasilitator yang teransang pada saat bersamaan dengan teransangnya

terminal sensorik menyebabkan peningkatan sensitivitas perangsangan

yang lama pada terminal sensorik, dan hal itu menimbulkan jejak

ingatan.

46

Page 47: laptut kelompok 1

c. Ingatan jangka panjang

Yaitu ingatan yang sekali disimpan, dapat diingat kembali selama

bertahun-tahun kemudian atau bahkan seumur hidup.

Sementara ingatan jangka pendek berkaitan dengan penguatan transien

sinaps sinaps yang sudah ada, ingatan jangka panjang memerlukan

pengaktifan gen-gen spesifik yang mengontrol sintesis protein yang

dibutuhkan untuk perubahan struktural atau funsional jangka panjang

disinaps-sinaps spesifik.

Suatu protein regulatorik positif, CREB adalah tombol molekuler

yang mengaktifkan (menyalakan) gen-gen yang penting dalam

penyimpanan ingatan jangka panjang.

Perubahan struktur fisik yang terjadi di sinaps-sinaps selama

terbentuknya ingatan jangka panjang:

1. Peningkatan tempat-tempat pelepasan vesikel untuk

menyekresikan bahan-bahan transmitter.

2. Peningkatan jumlah vesikel-vesikel transmitter yang dilepaskan.

3. Peningkatan jumlah terminal presinaptik.

4. Perubahan pada struktur spina dendritik yang membolehkan

terjadinya transmisi sinyal yang lebih kuat..

Jadi, dalam beberapa hal yang berbeda, kemampuan struktural dari

sinaps-sinaps untuk menjalarkan sinyal tampaknya menjadi

meningkat selama adanya jejak ingatan jangka panjang yang

sebenarnya.

47

Page 48: laptut kelompok 1

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Dalam otak manusia terkandung berbagai fungsi seperti fungsi luhur yaitu

intelektual, berbahasa, ingatan dan fungsi dalam menghasilkan emosi yaitu

senang, takut, sedih dan berbagai emosi lainnya. Dimana didalam otak fungsi-

fungsi tersebut diatur secara komplek oleh area asosiasi kortek serebri yang

mengatur fungsi luhur serts sistem limbik yang mengatur fungsi dalam

menghasilkan emosi. Fungsi-fungsi tersebut dapat timbul apabila ada rangsangan

dari sistem indera sebagai organ sensorik tubuh seperti penglihatan, pendengaran,

pengecapan, perabaan, dan penghiduan sehingga otak dapat bekerja dengan baik

untuk menimbulkan kesengangan, ketakutan, ingatan dan lainnya.

48

Page 49: laptut kelompok 1

DAFTAR PUSTAKA

Ganong. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 22. Jakarta: EGC

Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Jakarta: EGC

Sherwood & Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 6.

Jakarta: EGC

Saladin. 2007. Anatomy and Physiology: Unity of Form and Function 4th edition.

New York: McGraw Hill Co

Seloane, E. 2002. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: EGC

Snell, Richard. 2006. Neuroanatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta:

EGC

49