Lapsus Ppm

Embed Size (px)

Text of Lapsus Ppm

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    1/28

    LAPORAN KASUS

    PLASENTA PREVIA MARGINALIS

    Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Bagian Obstetri dan Ginekologi

    di RSUD Kota Semarang

    Disusun oleh:

    Hana Mitayani (!"!!#$%&

    Ri'yana Pus)ita Rini (!"!!#*!$&

    Pe+,i+,in-:

    ./0 1i)ta P/a+ana2 S)0OG

    KEPANITERAAN KLINIK ILMU O3STETRI DAN GINEKOLOGI

    RSUD KOTA SEMARANG

    UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

    "!*

    2

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    2/28

    BAB IILAPORAN KASUS

    !0 IDENTITAS

    Nama : Ny !

    Usia : "# tahun

    $enis Kelamin : %erempuan

    !lamat : Kepoh R&"'&( Gunung %ati) Semarang

    !gama : *slam

    Status : Menikah

    %endidikan Terakhir : SM!

    %eker+aan : Karya,an S,asta

    No RM : #(&-(.

    Tanggal Masuk RS : "- Oktober "&/0

    "0 ANAMNESIS

    !namnesis dilakukan se1ara autoanamnesis pada tanggal "- Oktober "&/0 di

    bangsal Srikandi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

    !0 Keluhan Uta+a

    Keluar darah merah segar dari +alan lahir se+ak pagi +am &0#&

    "0 Keluhan Ta+,ahan

    %using dan lemas

    %0 Ri4ayat Penyait Sea/an-

    %asien datang ke *GD RSUD Semarang pada tanggal "- Oktober "&/0 pukul

    &.#- 2*B dengan keluhan keluar darah segar dari +alan lahir se+ak tadi pagi +am

    &0#& tanpa disertai rasa nyeri %asien mengeluh pusing dan lemas ri,ayat perut

    diurut3urut 435) minum obat atau +amu3+amuan sebelumnya435) post 1oitus 435) trauma

    435)dan demam 435 disangkal pasien %asien mengaku masih merasakan gerak +anin)

    3

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    3/28

    keluar lendir 435 darah 435 air ketuban435 Kemudian pasien di kirimkan ke bangsal 6K

    pada pukul &-&& Sebelumnya pasien belum pernah melakukan pemeriksaan USG)

    sehingga pasien diperiksa USG poli kandungan pada +am /&&& menun+ukkan hasil

    plasenta pre7ia marginalis

    $0 Ri4ayat Menst/uasi

    / Menar1he : /" tahun" 8ama : . hari

    # Siklus : "9 hari 4teratur5

    ( %T : "& $anuari "&/00 %8 : ". Oktober "&/0

    0 Ri4ayat Meniah:/;' usia pertama menikah "# th'

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    4/28

    3. PEMERIKSAAN FISIK

    Pemeriksaan fsik dilakukan pada tanggal 29 oktober 2015

    a0 Status Gene/alis:

    3 Keadaan Umum : Baik

    3 Kesadaran: =ompos mentis

    3 Tanda 7ital:

    Tekanan darah> : //&'9&

    Nadi : 9

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    5/28

    Pul+o

    *nspeksi : emithora; kanan dan kiri simetris dalam keadaan statis dan

    dinamis%alpasi : 6okal ?remitus kanan dan kiri simetris saat inspirasi dan

    ekspirasi%erkusi : Sonor pada kedua lapang paru

    !uskultasi : Suara na?as 7esikuler) Ronkhi 3'3) 2heeAing 3'3

    1o/

    *nspeksi : *1tus 1ordis tidak terlihat

    %alpasi :*1tus 1ordis teraba pada i1s 7)/1m medial linea

    mid1la7i1ularis sinistra) thrill 435

    %erkusi : Sonor) batas +antung normal!uskultasi : B$ *3** regular) murmur 435) gallop 435

    3 !bdomen*nspeksi : Normal) simetris kanan dan kiri

    %alpasi : Supel) NT 435) hepar dan lien tidak teraba

    %erkusi : Timpani di empat kuadran abdomen) batas atas dan ba,ah

    hepar 4N5) shi?ting dullness 435

    !uskultasi : Bising usus [email protected] normal

    3 ;tremitas

    !kral hangat @'@) oedema superior dan in?erior 3'3

    b. Status Obstetri

    - TFU : 29 m

    - !"" : 140#$menit

    - %is : -

    - &eopold : Preskep' Puka' U

    4. PEMERIKSAAN PENUNJANG

    %asil laboratorium tanggal 29 (ktober 2015

    Hasil Nilai Rujua!

    )

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    6/28

    %b "#$% 11'*-15'5

    %ematokrit 3&$4# 35-4*

    &eukosit 11'0 3')-11'0

    Trombosit 305 150-400

    Ki'ia li!i

    +!, )9 *0-115

    Ureum 19'5 '0- 20'0

    .reatinin 0') 0'5-0'

    / 13)'0 135-14*

    3' 3'5-5'0

    .a 1'23 1'12-1'32

    I'u!(l()i

    %,g /egati /egati

    *

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    7/28

    Hasil USG

    Tanggal 29 oktober 2015

    esan: presentasi kepala dengan plasenta pre7ia marginalis

    *. +IAGNOSIS KERJAG/%&!& Usia "# tahun amil #-minggu$anin / hidup intrauterin

    %reskep) U ) puka

    Belum inpartu%lasenta pre7ia marginalis

    %erdarahan antepartum

    %. PENA,ALAKSANAAN6 Ren1ana terminasi perabdominan 4S= =*TO5

    6 Obser7asi tanda 7ital) his) perdarahan) dan denyut +antung +anin

    6 Kosongkan kandung kemih

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    8/28

    La)o/an O)e/asi ("- Oktober "&/05

    3 $am /(#& : Operasi dimulai

    3 $am /((& : 8ahir bayi hidup) +enis kelamin perempuan) BB "9&&gr) !S -)/&)/&3 $am /0/& : Operasi selesai

    A.7i8e Post S1:

    3 !,asi TT6

    6 *6CD R8'D0 @ / ampul o;yto1in "& tpm

    6 *n+eksi ketorolak /ampul'9+am

    6 *n+eksi 1e?triakson ";/gr'/" +am

    6 Mobilisasi bertahap

    6 =o3amo;i1la7 #;/

    6 !sam me?enamat #;/6 B1'1 #;/

    6 SC #;/

    90 PROGNOSIS (I,u .an ,ayi&

    3 !d 7itam : !d Bonam3 !d ?ungsionam : !d Bonam

    3 !d sanationam : !d Bonam

    0 RESUME

    Seorang perempuan) G/%&!& Umur "# tahun hamil #- minggu datang ke *GD

    RSUD Semarang tanggal "- Oktober "&/0 dengan keluar darah segar dari +alan lahir

    se+ak +am &0#& pagi tanpa disertai rasa nyeri Darah yang keluar ber,arna merah

    segar %asien +uga mengeluh lemas dan pusing %asien mengatakan tidak keluar lendir

    435) darah 435) air ketuban 435 Ri,ayat perut diurut) minum obat atau +amu3+amuan)

    post 1oitus) trauma dan demam disangkalKemudian pasien di kirimkan ke bangsal

    6K pada pukul &-&& Sebelumnya pasien belum pernah melakukan pemeriksaan

    USG) sehingga pasien diperiksa USG poli kandungan pada +am /&&& menun+ukkan

    hasil plasenta pre7ia marginalis

    9

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    9/28

    %erdarahan antepartum adalah perdarahan dari +alan lahir setelah usia

    kehamilan "9 minggu Salah satupenyebab perdarahan pada ibu hamil trimester

    kedua dan ketiga adalah plasenta pre7ia Dari hasil anamnesis diatas dapat dipikirkan

    bah,a ibu tersebut mengalami plasenta pre7ia dilihat dari keluhan utama yang

    dirasakan yakni keluar darah dari +alan lahir Keluar darah tidak nyeri dan tidak

    adanya ri,ayat trauma +uga mendukung diagnosa tersebut %ada plasenta pre7ia)

    keluar darah mulai ter+adi pada akhir trimester kedua dan seterusnya dan semakin

    lama semakin banyak) hal ini +uga yang dirasakan pada ibu ini

    %ada pemeriksaan ?isik keadaan umum ibu baik dan kesadaran 1omposmentis

    Dari pemeriksaan dari kepala) thora;) abdomen dan ekstremitas dalam batas normal

    %ada obstetri didapatkan tinggi ?undus uteri setinggi "- 1m) D$$ /(&;'menit Dan

    pemeriksaan leopold dapat diambil kesimpulan bah,a letak presentasi kepala dengan

    punggung disebelah kanan ibu is belum ada dan +anin sudah masuk ke dalam pintu

    atas panggul Dari pemeriksaan inspekulo tampak OU menutup dan darah mengalir

    dari +alan lahir) Sedangkan %ada pemeriksaan penun+ang USG didapatkan kesan

    presentasi kepala dengan plasenta pre7ia marginalis

    Untuk penatalaksanaan a,al pada pasien ini yaitu menghentikan terlebih

    dahulu perdarahannya Kemudian dilakukan terminasi kehamilan se1ara

    perabdominam dengan menimbang bah,a umur +anin saat ini aterm dan bayi dapat

    hidup di luar kandungan %enatalaksanaan ini dapat dikatakan tepat karena

    kemungkinan perdarahan ibu) +ika berlan+ut) dapat membahayakan nya,a ibu dan

    +uga +aninnya Tatalaksana +uga dipilih perabdominal karena tepi plasenta berada pada

    pinggir OU* sehingga risiko perdarahan lebih besar +ika dilakukan se1ara

    per7aginam

    %enyebab dari ter+adinya plasenta pre7ia se1ara umum masih belum diketahui

    Caktor predisposisi untuk ter+adinya plasenta pre7ia diantaranya ri,ayat se1tio

    sesaria) multiparitas dan multigra7ida) usia tua dan merokok

    10

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    10/28

    3A3 III

    ;OLLO< UP

    "5 Oto,e/ "!* =a+ 50 "5 oto,e/ "!* =a+ !*0%

    S Kelua/ .a/ah .a/i =alan lahi/ %ost S= dari *BS) mual 435

    O Tan.a Vital:

    Ku2es : ,ai2 1M

    - TD : //&'.&- Nadi : 9(;'menit- Suhu : #.O=- RR : "&;'menit

    Pe+e/isaan ;isi:

    - Ku'kesadaran: baik' =M- Mata : S*3'3) =!3'3- Thora; : ='% dbn- !bdomen : [email protected] dbn- ;tremitas :

    !D ektremitas superior dan in?erior 3'3

    O ektremitas superior dan in?erior 3'3

    Status o,stet/i:

    TCU : "-1m

    *S :3D$$ : /(& ;

    KU 8uu)2 PPV " 8+ 1UT (>&

    T;U : )usat2 in?0 Tet/as)an D1 lan8a/

    Tan.a Vital:

    - TD : //&'.&- Nadi : 9&;'menit- Suhu : #

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    11/28

    6 =ek b

    % Oto,e/ "!* = #0 % Oto,e/ "!* = !50

    S T ! K - T!KO [email protected] ,ai28+

    Tan.a Vital:

    - TD : /&&'.&- Nadi : 99;'menit- Suhu : #.O=- RR : "&;'menit

    Pe+e/isaan ;isi:

    - Ku'kesadaran: baik' =M

    - Mata : S*3'3) =!3'3- Thora; : ='% dbn- !bdomen : [email protected] dbn

    - ;tremitas :!D ektremitas superior dan in?erior 3'3

    O ektremitas superior dan in?erior 3'3

    Status ni?as .an -yn:

    - !S* : @'@

    - %%6 : @ 4"&115- Cl'?; : @ '3- Bab'bak : @'@- Claktus : @

    Status loalis:

    - %erban : @

    - Rembes : 3- %us : 3- Darah : 3- Serum : 3

    Tan.a Vital:

    - TD : /&&'9&- Nadi : 9";'menit- Suhu : #

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    12/28

    - Darah : 3- Serum : 3

    A %/!& U"#Tahun post S= ai pap e1

    plasenta pre7ia marginalis [email protected]/

    %/!& U"#Tahun post S= ai pap e1

    plasenta pre7ia marginalis [email protected]/

    P - Obser7asi ku)tt7- =ek hb hasil 435

    4terapi lan+ut5

    - Obser7asi KU- Beri therapy sesuai program- !?? in?us dan D=

    %!oto,e/ "!* !0 ! no7e+,e/ "!* = 50

    S - T!K - T!K

    O Tan.a Vital:

    - TD : //&'9&- Nadi : 9(;'menit- Suhu : #

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    13/28

    - %erban : @- Rembes : 3- %us : 3- Darah : 3- Serum : 3

    - %erban : @- Rembes : 3- %us : 3- Darah : 3- Serum : 3

    A %/!& U"#Tahun post S= ai pap e1

    plasenta pre7ia marginalis [email protected]"

    %/!& U"#Tahun post S= ai pap e1

    plasenta pre7ia marginalis [email protected]#

    P - Terapi lan+ut- Obs B!K

    - Ganti Balut- Boleh pulang- T; lan+ut

    15

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    14/28

    3A3 IV

    TINAUAN PUSTAKA

    $0! Anato+i Plasenta

    %lasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter /03"& 1m dan tebal

    lebihkurang ")0 1m Beratnya rata3rata 0&& gram Umumnya plasenta terbentuk lengkap

    pada kehamilan /< minggu dengan ruang amnion membesar sehingga amnion tertekan

    kearah korion

    8etak plasenta biasanya umumnya di depan atau di belakang dinding uterus) agak ke

    atas ke arah ?undus uteri al ini adalah ?isiologis karena permukaan bagian atas korpus

    uteri lebih luas) sehingga lebih banyak tempat untuk berimplantasi Di tempat3tempat

    tertentu pada implantasi plasenta terdapat 7ena37ena yang lebar 4sinus5 untuk menampung

    darah kembali %ada pinggir plasenta di beberapa tempat terdapat suatu ruang 7ena yang

    luas untuk menampung darah yang berasal dari ruang inter7iller di atas Darah ibu yang

    mengalir di seluruh plasenta diperkirakan naik dari #&& ml tiap menit pada kehamilan "&

    minggu sampai

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    15/28

    endometrium *mplantasi ini ter+adi pada daerah endometrium atas terutama pada dinding

    posterior dari uterus

    ndometrium sendiri sebelum ter+adinya proses di atas ter+adi perubahan untuk

    menyiapkan diri sebagai tempat implantasi dan memberi makan kepada blastokist yang

    disebut sebagai desidua Setelah ter+adi implantasi desidua akan dibedakan men+adi:

    / Desidua basalis: desidua yang terletak antara blastokist dan miometrium

    " Desidua kapsularis: desidua yang terletak antara blastokist dan ka7um uteri

    # Desidua 7era: desidua sisa yang tidak mengandung blastokist

    Bersamaan dengan hal ini pada daerah desidua basalis ter+adi suatu degenerasi

    ?ibrinoid) yang terletak diantara desidua dan tro?oblast untuk menghalangi serbuan

    tro?oblast lebih dalam lagi 8apisan dengan degenerasi ?ibrinoid ini disebut sebagai lapisan

    Nitabu1h

    %ada perkembangan selan+utnya) saat ter+adi persalinan) plasenta akan terlepas dari

    endometrium pada lapisan Nitabu1h tersebut

    $0% De?inisi

    %lasenta pre7ia adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen ba,ah rahim

    sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum 4")#5 Se+alan dengan

    bertambah membesarnya rahim dan meluasnya segmen ba,ah rahim ke arah proksimal

    memungkinkan plasenta yang berimplantasi pada segmen ba,ah rahim ikut berpindah

    mengikuti perluasan segmen ba,ah rahim seolah plasenta tersebut bermigrasi %lasenta

    pre7ia dibagi men+adi: 4")05

    / %lasenta pre7ia totalis atau komplit adalah plasenta yang menutupi seluruh ostium

    uteri internum

    " %lasenta pre7ia parsialis adalah plasenta yang menutupi sebagian ostium uteri

    internum

    # %lasenta pre7ia marginalis adalah plasenta yang tepinya berada pada pinggir ostium

    uteri internum

    ( %lasenta letak rendah adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen ba,ah rahim

    demikian rupa sehingga tepi ba,ahnya berada pada +arak lebih kurang " 1m dari

    ostium uteri internum $arak yang lebih dari " 1m dianggap plasenta letak normal

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    16/28

    Gambar / %lasenta normal dan plasenta pre7ia

    Gambar " Klasi?ikasi plasenta pre7ia

    !da +uga literatur yang membagi plasenta pre7ia dengan menggunakan pembagian

    grade * sampai grade *6) namun pada dasarnya pembagian tersebut tidaklah berbeda +auh

    Tabel / %embagian plasenta pre7ia

    Grade Deskripsi

    * %lasenta berada pada segmen ba,ah rahim tetapi tepi terba,ah

    tidak men1apai ostium uteri internum

    ** Tepi terba,ah dari plasenta letak rendah men1apai ostium uteri

    internum tetapi tidak menutupinya

    *** %lasenta menutupi ostium uteri internum tetapi asimteris*6 %lasenta menutupi ostium uteri internum se1ara simetris

    Dikutip dari Kon+e $=) Taylor D$

    ;ato/ )/e.is)osisi:

    Beberapa ?aktor predisposisi ter+adinya plasenta pre7ia adalah sebagai berikut:

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    17/28

    a Multiparitas dan umur lan+ut 4F #0 tahun5

    b De?ek 7askularisasi desidua yang kemungkinan ter+adi akibat perubahanatro?ik dan

    in?lamatorotik

    1 =a1at atau +aringan parut pada endometrium oleh bekas pembedahan 4S=)Kuret) dll5

    d =horion lea7epersisten

    e Korpus luteum bereaksi lambat) dimana endometrium belum siap menerimahasil

    konsepsi

    ? Konsepsi dan nidasi terlambat

    g %lasenta besar pada hamil ganda dan eritoblastosis atau hidrops ?etalis

    ;ato/ /esio 405

    Ri,ayat plasenta pre7ia sebelumnya

    Ri,ayat S=

    Ri,ayat aborsi

    Kehamilan ganda

    Umur ibu yang telah lan+ut

    Multiparitas

    Dia-nosa 3an.in-

    Solutio pal1enta

    6asa pre7ia

    8aserasi 7agina'ser7iks

    Karsinoma ser7iks

    D*=

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    18/28

    %erdarahan karena laserasi ser7iks atau 7agina dapat dilihat dengan

    inspekulo6asa pre7ia merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis +anin

    berinsersi dengan 7ilamentosa yakni pada selaput ketuban al ini dapat menyebabkan

    ruptur pembuluh darah yang mengan1am +anin %ada pemeriksaan dalam 7agina diraba

    pembuluh darah pada selaput ketuban %emeriksaan +uga dapat dilakukan dengan

    inspekulo atau amnioskopi Bila sudah ter+adi perdarahan maka akan diikuti dengan

    denyut +antung +anin yang tidak beraturan) deselerasi atau bradikardi) khususnya bila

    perdahan ter+adi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pe1ah

    $0$ E)i.e+iolo-i

    %lasenta pre7ia lebih banyak pada kehamilan dengan paritas tinggi dan

    pada usia di atas #& tahun $uga lebih sering ter+adi pada kehamilan ganda daripada

    kehamilan tunggal Uterus ber1a1at ikut mempertinggi angka ke+adiannya %ada

    beberapa Rumah Sakit Umum %emerintah dilaporkan insidennya berkisar /).

    sampai dengan ")- Di negara ma+u insidennya lebih rendah yaitu kurang dari /

    mungkin disebabkan berkurangnya perempuan hamil paritas tinggi 4/)"5

    $0* Etiolo-i

    %enyebab blastokista berimplantasi pada segmen ba,ah rahim belum

    diketahui se1ara pasti Mungkin se1ara kebetulan sa+a blastokista menimpa desidua

    di daerah segmen ba,ah rahim tanpa latar belakang yang mungkin Teori lain

    mengemukakan salah satu penyebabnya adalah 7askularisasi desidua yang tidak

    memadai mungkin sebagai akibat dari proses radang atau atro?i %aritas tinggi) usia

    lan+ut) 1a1at rahim misalnya bekas bedah sesar) kuret) miomektomi) dan sebagainya

    berperan dalam proses peradangan dan ke+adian atro?i di endometrium yang

    semuanya dapat dipandang sebagai ?aktor risiko ter+adinya plasenta pre7ia =a1at

    bekas bedah sesar berperan menaikkan insiden dua sampai tiga kali %ada

    perempuan perokok di+umpai insiden plasenta pre7ia lebih tinggi " kali lipat

    ipoksemia akibat karbon monoksida hasil pembakaran rokok menyebabkan

    plasenta men+adi hipertro?i sebagai upaya kompensasi %lasenta yang terlalu besar

    seperti pada kehamilan ganda dan eritroblastosis ?etalis bisa menyebabkan

    pertumbuhan plasenta melebar ke segmen ba,ah rahim sehingga menutupi

    sebagian atau seluruh ostium uteri internum 4")(5

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    19/28

    $0# Mani?estasi Klini

    =iri yang menon+ol dari plasenta pre7ia adalah perdarahan uterus keluar melaui

    7agina tanpa rasa nyeri %erdarahan biasanya baru ter+adi pada akhir trimester kedua ke

    atas %erdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan berhenti sendiri %erdarahan

    kembali ter+adi tanpa sesuatu sebab yang +elas setetah beberapa ,aktu kemudian) +adi

    berulang %ada setiap pengulangan ter+adi perdarahan lebih banyak bahkan seperti

    mengalir %ada plasenta letak rendah baru ter+adi pada ,aktu mulai persalinanE perdarahan

    bisa sedikit sampai banyak mirip pada solutio plasenta %erdarahan diperberat berhubung

    segmen ba,ah rahim tidak mampu berkontraksi sekuat segmen atas rahim Dengan

    demikian) perdarahan bisa berlangsung sampai pas1apersalinan %erdarahan +uga bisa

    bertambah disebabkan ser7iks dan segmen ba,ah rahim pada plasenta pre7ia lebih rapuh

    dan mudah mengalami robekan Robekan lebih mudah ter+adi pada upaya pengeluaran

    plasenta dengan tangan misalnya pada retensio plasenta sebagai komplikasi plasenta akreta

    4")#5

    Berhubung plasenta terletak pada bagian ba,ah) maka pada palpasi abdomen

    sering ditemui bagian terendah +anin masih tinggi di atas simpisis dengan letak +anin tidak

    dalam letak meman+ang %alpasi abdomen tidak membuat ibu hamil merasa nyeri dan

    perut tidak tegang

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    20/28

    $09 Pato?isiolo-i Plasenta P/e7ia

    Perubahan

    perfusi jaringan

    %ipoolemi

    a

    Kekurangan

    volume

    ipoksia Resiko

    a6i lair dengan

    renda$kematian 7ga8at

    anin

    Cemas

    ;uda diinasi olepertumbuan

    Plasenta akan

    melekat lebi kuat

    Plasenta berkembang

    menutupi ostium

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    21/28

    $0 Dia-nosis Plasenta P/e7ia

    Diagnosis plasenta pre7ia ditegakkan dengan adanya ge+ala3ge+ala klinis dan

    beberapa pemeriksaan: 4"5

    / !namnesis

    Ge+ala pertama ialah perdarahan pada kehamilan setelah "9 minggu atau pada

    kehamilan lan+ut 4trimester ***5 Si?at perdarahannya tanpa sebab 41auseless5) tanpa

    nyeri 4painless5) dan berulang 4re1urrent5 %erdarahan timbul sekonyong3konyong

    tanpa sebab apapun Kadang3kadang perdarahan ter+adi se,aktu bangun tidur E pagi

    hari tanpa disadari tempat tidur sudah penuh darah %erdarahan 1enderung berulang

    dengan 7olume yang lebih banyak sebelumnya

    " %emeriksaan ?isik

    %emeriksaan luar:

    *nspeksi 4penglihatan5

    3 Dapat dilihat perdarahan yang keluar per7aginam: banyak atau sedikit) darah

    beku dan sebagainya3 Kalau telah berdarah banyak maka ibu kelihatan anemis 4pu1at5

    %alpasi

    3 $anin sering belum 1ukup bulan) +adi ?undus uteri masih rendah

    3 Sering di+umpai kesalahan letak +anin

    3 Bagian terba,ah +anin belum turun ) apabila letak kepala) biasanya kepala masih

    goyang atau terapung 4?loating5 atau mengolak di atas pintu atas panggul

    3 Bila 1ukup pengalaman) dapat dirasakan suatu bantalan pada segmen ba,ah

    rahim terutama pada ibu yang kurus

    Pemeriksaan dalam sangat berbahaya sehingga kontraindikasi untuk dilakukan

    kecuali fasilitas operasi segera tersedia.

    %emeriksaan dengan !lat:

    - Pemeriksaan inspekulo

    %emeriksaan ini bertu+uan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal

    dari OU atau dari kelainan ser7iks dan 7agina)seperti erosion porsionis

    uteri)karsinoma porsinis uteri)polipus ser7iks uteri)7arie1es 7ul7a dan trauma

    !pabila perdarahan berasal dari OU)adanya plasenta pre7ia harus di1urigai

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    22/28

    - Penentuan letak plasenta tidak langsung

    %enentuan letak plasenta se1ara tidak langsung dapat dilakukan dengan

    radiogra?i)radiosotopi dan ultrasonogra?i

    - Pemeriksaan USG

    a Trans7aginal Ultrasonogra?i dengan keakuratan dapat men1apai /&&

    identi?ikasi plasenta pre7ia

    b Transabdominal ultrasonogra?i dengan keakuratan berkisar -0

    1 MR* dapat digunakan untuk membantu identi?ikasi plasenta akreta) inkreta) dan

    plasenta perkreta

    - Perabaan fornices

    %emeriksaan ini hanya bermakna apabila +anin dalam presentasi kepala

    - Pemeriksaan melalui kanalis sevikalis

    !pabila kanalis ser7ikalis telah terbuka)perlahan3lahan +ari telun+uk

    dimasukkan ke dalam kanalis ser7ikalis dengan tu+uan kalau meraba kotiledon

    $05 Penatalasanaan Pla8enta P/ae7ia

    / %erbaiki kekurangan 1airan atau darah dengan in?use Na=l &)- atau R8

    " 8akukan penilaian +umlah darah

    $ika perdarahan banyak dan berlangsung terus)persiapkan S= tanpa memperhitungkan

    usia kehamilan

    $ika perdarahan sedikit atau sedikit dan ?etus hidup tetapi prematur pertimbangkan

    terapi ekspetati? sampai persalinan atau ter+adi perdarahan banyak

    Te/a)i Es)etati?

    Terapi ini dilakukan kalau +anin masih ke1il hingga kemungkinan hidup di dunia

    luar baginya ke1il sekali Sikap ekspektati? tentu hanya dapat dibenarkan kalau keadaan

    ibu baik dan perdarahan sudah berhenti atau sedikit sekaliDulu anggapan kita ialah bah,a

    kehamilan dengan pla1enta pre7ia harus segera diakhiri untuk menghindarkan perdarahan

    yang ?atal Tapi sekarang terapi dapat dilakukan dengan alasan: 4")

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    23/28

    3 Ra,at inap)tirah baring dan berikan !B %ro?ilaksis

    3 %emeriksaan USG

    3 %erbaiki anemia dengan Sul?at Cerosus atau Cerosus Cumarat per oral

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    24/28

    %erdarahan yang banyak) pembukaan ke1il nullipara dan tingkat

    pla1enta prae7ia yang berat mendorong kita melakukan S=) sebaliknya

    perdarahan yang sedang) pembukaan yang sudah besar) multiparitas dan

    tingkat pla1enta prae7ia yang ringan dan anak yang mati mengarahkan pada

    usaha peme1ahan ketuban

    %ada perdarahan yang sedikit dan anak yang masih ke1il dipertimbangkan

    terapi ekspektati? %erlu dikemukakan 1ara manapun yang diikuti) persediaan darah

    yang 1ukup sangat menentukan

    Te/a)i ati?

    / Ren1anakan terminasi kehamilan +ika:

    3 $anin matur

    3 $anin mati'menderita anomaly atau keadaan yang mengurangi

    kelangsungan hidupnya

    " $ika terdapat plasenta letak rendah dan perdarahan yang ter+adi sangat

    sedikit)persalinan per7aginam masih mungkin)+ika tidak dilakukan S=

    # $ika persalinan dengan S= dan tr+adi perdarahan dari tempat plasenta:

    3 $ahit tempat perdarahan dengan benang

    3 %asang in?use oksitosin /& unit Na=l atau R8 dengan ke1epatan

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    25/28

    setengah bagian Kalau pada pla1enta prae7ia lateralis) pla1enta terdapat di sebelah

    belakang maka lebih baik dilakukan S= karena dengan peme1ahan ketuban kepala

    kurang menekan pada pla1enta) karena kepala tertahan promontorium yang dalam hal

    ini dilapisi lagi oleh +aringan pla1enta%eme1ahan ketuban dapat menghentikan

    perdarahan karena :

    3 Setelah peme1ahan ketuban uterus mengadakan retraksi hingga kepala anak

    menekan pada pla1enta3 %la1enta tidak tertahan lagi oleh ketuban dan dapat mengikuti gerakan dinding

    rahim hingga tidak ter+adi pergeseran antara pla1enta dan dinding rahim

    Ve/si 3/aCton Hi8s

    Maksud dari perasat Bra;ton i1ks ialah temponnade pla1enta dengan

    bokong 6ersi Bra;ton hi1ks biasanya dilakukan pada anak yang sudah mati) karena

    kalau dilakukan pada anak yang masih hidup) anak ini pasti akan lahir mati

    Mengingat bahayanya) yaitu robekan pada 1er7i; dan pada segmen ba,ah rahim

    T/asi .en-an 1una+

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    26/28

    $0! Ko+)liasi

    Ko+)liasi )a.a =anin Ko+)liasi )a.a i,u

    BB8R

    Mal?ormasi

    %artus prematurus

    %ertumbuhan +anin

    terhambat

    !nemia ?etus

    %erdarahan masi?

    !nemia

    %erdarahan pas1a persalinan

    Komplikasi tindakan S=

    %rolaps tali pusat

    %rolaps pla1enta

    %la1enta a1reta

    Robekan +alan lahir

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    27/28

    DA;TAR PUSTAKA

    / $oy) Sa+u September "&/0 Placenta Previa. Diakses dari

    http://emedicine.medscape.com/article/22!"-overvie#$sho#all

    " =halik) TM!) %erdarahan %ada Kehamilan 8an+ut dan %ersalinan Dalam :

    %ra,irohard+o) Sar,ono) "&&9%lmu &ebidanan disi ke3( =etakan * $akarta :

    Bina %ustaka Sar,ono %ra,irohard+o

    # 8e7eno) Kenneth $ at al "&&- Obstetri 2illiams panduan ringkas d "/ $akarta:

    G=

    ( Mo1htar) /--9 Sinopsis Obstetri) $ilid * H ** disi " G=) $akarta

    0 Rosenberg Tom) %ariente %ali =riti1al !nalysis o? Risk Ca1tor and Out1ome o?

    %la1enta %re7ia'rch Gynecol (bstest"&//E"9(4/5:(.30/

  • 7/26/2019 Lapsus Ppm

    28/28