Lapsus okkk

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Lapsus okkk

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    1/28

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Volvulus usus adalah kondisi terputarnya segmen usus terhadap usus itu

    sendiri, mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dimana mesenterium itu

    sebagai aksis longitudinal sehingga menyebabkan obstruksi saluran pencernaan.

    Apabila volvulus mengenai midgut maka disebut midgut volvulus. Keadaan ini

    disebabkan karena adanya rotasi gelung usus di sekeliling cabang arteri

    mesenterika superior. Volvulus bisa mencapai 720o  atau lebih, Peningkatan

    derajat volvulus akan menyebabkan obstruksi lumen usus, aliran limfatik, aliran

    vena dan arteri. 1,2,3,4 

    Predisposisi utama terjadinya midgut valvulus adalah malrotasi. Malrotasi

    merupakan kondisi gagalnya rotasi/perputaran normal pada organ dalam terutama

    usus tengah, selama perkembangan embriologik. Normalnya usus berotasi 270° 

     berlawanan dengan arah jarum jam. Malrotasi mengakibatkan kelainan kongenital

     berupa posisi usus yang abnormal di dalam rongga peritoneum, dan biasanya

    meliputi baik usus halus maupun usus besar. Malrotasi biasanya disertai

    malfiksasi usus oleh pita mesentrika, sehingga meningkatkan resiko terputarnya

    usus/volvulus. 1,2,3,4,5 

     Midgut volvulus  merupakan merupakan kasus gawat darurat dibidang

     bedah yang memerlukan intervensi segera. Keterlambatan diagnosis dan

     penanganan dapat menyebabkan obstruksi pembuluh darah yang dapat berakibat

    nekrosis usus sampai kematian pasien. 3, 4,6 

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    2/28

    2

    Pemeriksaan serial gastrointestinal atas merupakan pemeriksaan

    diagnostik pilihan pada pasien dengan kemungkinan midgut volvulus.   3,4,7

      Pada

     penelitian yang dilakukan Sizemore dkk, sensitivitas pemeriksaan ini mencapai

    96%. 7  Mengingat pentingnya peran radiologi dalam mendiagnosis midgut

    volvulus  pada malrotasi dan impllikasi dari diagnosis terhadap prognosis dan

    tatalaksana pasien-pasien midgut volvulus  pada malrotasi maka pengetahuan

    seorang radiolog mengenai kelainan ini merupakan hal yang penting.

    Dalam tulisan ini dilaporkan sebuah kasus pasien midgut volvulus  yang

    memiliki gambaran radiologis yang khas dari hasil pemeriksaan serial

    gastrointestinal atas yang sesuai dengan literatur dan hasil operasi. Tulisan ini

    diharapkan menambah pengetahuan mengenai gambaran midgut volvulus  dari

     pemeriksaan serial gastrointestinal atas dengan sehingga diharapkan dapat

    mengenali dan mendiagnosis dengan tepat bila menemukan kasusnya dalam

     praktek sehari-hari.

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    3/28

    3

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A.  Definisi 

    Volvulus  berasal dari bahasa latin volvo yang artinya bergelung. Volvulus

    usus adalah kondisi terputarnya segmen usus terhadap usus itu sendiri,

    mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dimana mesenterium itu sebagai

    aksis longitudinal sehingga menyebabkan obstruksi saluran pencernaan. Apabila

    volvulus mengenai midgut maka disebut midgut volvulus. Midgut volvulus

    melibatkan seluruh panjang usus halus dengan pengecualian bagian pertama dan

    kedua dari duodenum 3 

    Malrotasi merupakan kondisi gagalnya rotasi/perputaran normal pada

    organ dalam terutama usus tengah, selama perkembangan embriologik.

     Normalnya usus berotasi 270° berlawanan dengan arah jarum jam. 3,4,6

    B.  

    Epidemiologi

    Malrotasi terjadi sekitar 1 dari 500 kelahiran hidup 8,9. Meskipun tidak

    terdiagnosis sebelumnya pasien dengan malrotasi dapat muncul dengan midgut

    volvulus  pada semua usia.  Midgut volvulus  pada malrotasi usus sering di bulan

     pertama kehidupan, kebanyakan muncul pada minggu pertama kehidupan. tapi

    sekitar 75% kasus terjadi pada bulan pertama kehidupan, terutama minggu

     pertama, dan 90% dalam usia 1 tahun. 8.9,10

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    4/28

    4

    C.  Embriologi

    1.  

    Normal Embriologi

    Midgut dewasa memanjang dari bagian kedua duodenum sampai sepertiga

     proksimal colon transversum. Perkembangan normal usus manusia melibatkan

    dua proses: rotasi midgut dan selanjutnya fiksasi usus dan mesenterium. Frazer

    dan Robbins (1919) pertama kali menjelaskan proses rotasi dan fiksasi dalam tiga

    tahap. Tahap 1 adalah periode herniasi tali pusat, yang berlangsung dari sekitar

    minggu 5 sampai minggu 10 kehamilan. Tahap 2 adalah periode midgut loop 

    kembali ke dalam perut, terjadi pada minggu ke 10-11 . Tahap 3 adalah periode

    fiksasi, yang berlangsung dari akhir tahap 2 sampai segera setelah lahir.3,6,11

    Pada minggu 6 kehamilan, saluran usus berbentuk struktur tubular yang

    dibagi menjadi foregut ( dipasok oleh arteri celiaca ), midgut ( dipasok oleh arteri

    mesenterika superior), dan hindgut ( dipasok terutama oleh arteri mesenterika

    inferior). Midgut dibagi oleh saluran vitelline dan superior mesenteric artery

    (SMA) menjadi cephalad, bagian pra-arteri dan cauda, bagian pasca-arteri.

    Cephalad midgut terdiri dari duodenum distal, jejunum dan ileum proksimal.

    Midgut bagian cauda terdiri dari ileum distal, sekum, apendiks, dan colon sampai

    ke pertengahan distal colon transversum.

    3,6,9

    Sebelum minggu 6 kehamilan, duodenum pertama kali berputar 90°

     berlawanan arah jarum jam sehingga terletak di sebelah kanan dari arteri

    mesenterika superior. Demikian pula, sekum berputar 90 ° berlawanan sehingga

     berada di sebelah kiri dari arteri mesenterika superior. Dalam minggu 6

    kehamilan, duodenum berputar lagi 90° berlawanan arah jarum jam sehingga

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    5/28

    5

    terletak posterior arteri mesenterika superior. Pada minggu ke 10 -12 kehamilan,

    usus kembali ke dalam rongga peritoneal, dimana terjadi rotasi akhir duodenum

    90 ° dan rotasi sekum 180 °. Usus besar kanan adalah bagian terakhir dari saluran

     pencernaan yang rotasi komplet, memungkinkan sekum turun ke kuadran kanan

     bawah ( gambar 2 ). Rotasi ini diikuti dengan tahap akhir fiksasi peritoneal usus .

    Mesenterium usus halus biasanya mempunyai dasar yang luas, dengan lampiran

    memanjang dari ligamentum Trietz ke katup ileocecal. Dasar yang luas mencegah

    usus halus teputar di sekitar arteri mesenterika superior 3,6,8,9

    2.  Anomali rotasi dan fiksasi

    Anomali yang paling penting dari rotasi dan fiksasi (paling signifikan secara

    radiologis) adalah non rotasi, rotasi terbalik, dan malrotasi. Pada non rotasi,

    hanya terjadi rotasi awal 90o  berlawanan arah jarum jam dengan duodenum

    terletak di kanan SMA dan kolon distal di sebelah kiri SMA( Gambar 2) tanpa

    ada rotasi lanjut sehingga usus halus terletak di kanan dan kolon terletak di

    sebelah kiri ( gambar 3). Kadang-kadang non rotasi hanya mempengaruhi

    duodenum dan usus halus sedangkan sekum dan kolon terus menjalani rotasi

    normal mengasumsikan lokasi anatomi yang normal

    3,6,11

     Non rotasi sering

    ditemukan secara tidak sengaja pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa

    selama pemeriksaan rutin, tetapi volvulus sebagai akibat dari rotasi searah jarum

     jam lokal mungkin menyertai anomali ini. 11 

    Rotasi terbalik terjadi ketika segmen yang pertama kembali ke perut adalah

     post arterial dari midgut (midgut caudal) dan duodenum berputar searah jarum

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    6/28

    6

     jam 90° sedangkan normalnya berlawanan arah jarum jam. Sekum mulai migrasi

    dan lewat tepat di belakang arteri mesenterika superior sehingga colon

    transversum terletak di belakang duodenum dan dipisahkan oleh arteri

    mesenterika superior. Akibatnya, duodenum di anterior SMA dan kolon di

     posterior SMA. 3,6,9,12 Kadang, rotasi terbalik duodenum disertai dengan rotasi

    kolon normal. Hal ini dapat mengakibatkan hernia internal 12.

    Malrotasi menggambarkan bahwa terjadi rotasi, tapi tidak lengkap. Yang

     paling sering adalah ketika sekum gagal mencapai fosa iliaca kanan dan terletak

    di sub hepatic atau di bagian tengah abdomen. Malrotation tidak hanya

    menyebabkan malposisi usus tetapi juga di malfiksasi mesenterium. Ketika

    duodenojejunal junction  dan sekum yang merupakan titik normal fiksasi

    mesenterium, tidak berada di lokasi yang biasa, perlekatan mesenterium

    memendek ke pedikel sempit. Karena seluruh panjang midgut melekat ke pedikel

    sempit ini, ada kecenderungan usus terputar di sekitar pedikel. Putaran dari

    malfisasi usus sekitar mesenterium pendek menyebabkan midgut volvulus

    (Gambar 3) 6,8,11

    D.  

    Manifestasi Klinis

    Manifestasi klinis klasik dari midgut volvulus  pada bayi baru lahir adalah

    muntah hijau dengan atau tanpa distensi abdomen, tetapi gejala ini tidak identik

    dengan diagnosis midgut volvulus 3,6,12. Setiap obstruksi distal ampula vateri dapat

    menyebabkan muntah empedu, terutama pada bayi baru lahir. Selain muntah,

  • 8/20/2019 Lapsus okkk

    7/28

    7

     banyak pasien malrotasi termasuk banyak dengan volvulus, memiliki riwayat

    yang normal dan tanpa temuan fisik yang abnormal 6,12

    .

    Gejala lain termasuk sakit perut intermiten, diare dan sembelit. Hemato