Lapsus Hilyatus Shalihat (1102010125) Pasca Revisi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPSUS

Citation preview

Xerosis pada Lansia dengan Frekuensi Mandi yang Sering

Oleh :

Hilyatus ShalihatNPM : 110 2010 125Kelompok 6 Bidang kepeminatan GeriatriTutor : Dr. Aditarahma Imaningdyah Sp.PKTahun 2013/2014Laporan Kasus

Blok elektif

Xerosis pada Lansia dengan Frekuensi Mandi yang seringABSTRAK

Latar belakang : Lansia lebih rentan terhadap terjadinya xerosis dibanding usia muda disebabkan berkurangnya sensasi haus dan terjadinya perubahan keseimbangan air dan natrium. Presentasi kasus : Ny. Ft, umur 70 tahun penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia III kurang mengkonsumsi cairan (air) dalam sehari dan juga frekuensi mandi yang sering sehingga mengalami gangguan kulit berupa xerosis.Diskusi : Berdasarkan beberapa literatur yang ada dikatakan bahwa penyebab xerosis antara lain yaitu karena kurangnya konsumsi cairan untuk nutrisi kulit dan faktor kebiasaan mandi yang sering. Data epidemiologi menunjukkan bahwa potensi meningkatnya resiko xerosis terjadi pada lansia dan jenis kelamin perempuan. Dikatakan juga bahwa usia rata-rata pasien xerosis adalah usia 69 tahun. Jika kita kaitkan dalam kasus ini yaitu lansia 70 tahun, jenis kelamin perempuan, dan menunjukkan pola kebiasaan hidup yang jarang mengkonsumsi air yaitu hanya 3 gelas dalam sehari dan juga frekuensi mandi yang sering yaitu lebih dari 3x sehari maka kemungkinan munculnya xerosis pada pasien ini karena beberapa faktor etiologi xerosis yang sangat mendukung terjadinya xerosis pada pasien.Kesimpulan : Kurangnya konsumsi cairan (air) dan meningkatnya frekuensi mandi pada lansia mengakibatkan terjadinya xerosis.

Kata kunci : xerosis, lansia, frekuensi mandi.LATAR BELAKANGLansia lebih rentan terhadap terjadinya xerosis dibanding pada usia muda disebabkan berkurangnya sensasi haus dan terjadinya perubahan keseimbangan air dan natrium. Pada lansia yang tinggal di panti sosial, terutama yang tidak bisa lagi mengurus diri sendiri, maka memerlukan bantuan tambahan untuk mencegah terjadinya xerosis. Cara yang paling penting adalah memastikan bahwa setiap lansia mengkonsumsi cairan yang cukup setidaknya 1,7 liter setiap 24 jam. Untuk memenuhi jumlah cairan tersebut, maka harus dibuat tempat yang dapat dijangkau setiap saat dan para lansia sebaiknya selalu diingatkan dan dimotivasi untuk mengkonsumsi cairan dalam jumlah cukup. Penyebab xerosis yang lain adalah frekuensi mandi yang sering. Oleh karena itu, pada lansia frekuensi mandi dibatasi karena dengan mandi dapat menghilangkan beberapa kelenjar minyak kulit yang penting untuk menjaga kelembaban kulit. Pada laporan kasus ini, penulis akan menjelaskan mengenai xerosis pada lansia dengan frekuensi mandi yang sering.PRESENTASI KASUS

Seorang wanita Ny. Ft berumur 70 tahun di PSTW Budi Mulia III, Ciracas sedang mengalami gangguan kulit berupa kulit yang sangat kering disertai gatal di seluruh tubuh. Pasien malas minum karena untuk mengambil air harus keluar kamar. Pasien hanya mengkonsumsi air 3 gelas kecil dalam sehari. Pasien juga memiliki kebiasaan mandi lebih dari 3x sehari dikarenakan pasien merasa kulitnya gatal. Pasien mulai mengeluhkan kulit kering dan gatal sejak 2 bulan yang lalu. Ketika pasien mengalami gatal digaruk dengan sisir sehingga kulit pasien menjadi merah dan meninggalkan bekas. Pasien pernah menggunakan bedak gatal untuk menghilangkan rasa gatal pada kulit. Dalam sehari, biasanya pasien mengeluhkan gatal 2x di seluruh tubuh. Riwayat pendidikan SD, riwayat pekerjaan wiraswasta, status menikah 3x tanpa memiliki anak. Riwayat penyakit lain disangkal.TEORI SINGKAT

Dalam Pocketbook in Dermatogeriatrics, disebutkan bahwa eksim asteatotik (xerosis) disebabkan oleh beberapa perubahan fisiologis mengakibatkan hilangnya air berlebih di epidermis, hilangnya integritas lapisan luar keratin, dan penurunan asam lemak bebas dalam stratum korneum yang diperlukan untuk memodulasi air dalam perubahan kulit yang mengakibatkan dehidrasi. Pada lansia, terjadinya xerosis sangat rentan karena terjadi penurunan kelenjar keringat dan kelenjar sebaceous dan juga karena kebiasaa mandi yang sering tanpa mengganti emolien alami yang hilang karena air mandi. Kondisi lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya xerosis seperti kelembaban rendah, sering mandi, malnutrisi, insufisiensi ginjal, hemodialisis, atopi, icthyosis vulgaris dan penuaan alami. ( Jillian, 2012 ) Menurut edisi keempat an etiologic factor in atopic dry skin, penyebab dari xerosis adalah karena deplesi lipid termasuk sabun keras, pakaian berbahan wol, frekuensi mandi dan jenis air yang digunakan. Beberapa obat seperti diuretik atau retinoid topikal dan sistemik juga dapat menyebabkan xerosis sementara. ( Imokawa, Abe, Jin, 2001 )

Keluhan utama xerosis yaitu berupa gatal di seluruh tubuh. Dalam studi yang berbeda dikutip dari asosiasi kesehatan jurnal pakistan The prevalence of skin disease among the geriatric patients in Eastern Turkey, frekuensi gatal ditemukan dari 1,2 % menjadi 14,2% pada pasien xerosis. ( Serap, Ayse, Hatice, Omer, dkk, 2012 ) Menurut studi epidemiologi, usia rata-rata pasien dengan xerosis adalah usia 69 tahun. Di AS, frekuensi pasien yang menderita xerosis meningkat di wilayah dingin utara dikarenakan terjadi kelembaban yang rendah. ( Jillian, 2012 ) Berdasarkan pengamatan studi nasional Prevalence and risk factors for xerosis in the elderly: a cross-sectional epidemiological study in primary care mengenai prevalensi xerosis pada 756 pasien usia 65 tahun atau lebih yaitu 55,6 %. Xerosis lebih berpotensi terjadi pada lansia, jenis kelamin perempuan, perawatan nutrisi kulit yang kurang, gatal saat berkeringat, riwayat kulit kering dan riwayat dermatitis atopik. ( Paul, Maumus, Mazereeuw, 2011 ) Crutchfield mencatat bahwa kulit orang dewasa memiliki kecenderungan meningkat terhadap kekeringan karena penurunan produksi kelenjar minyak sebaceous. Beberapa orang dewasa yang lebih tua melakukan banyak aktivitas seperti menggosok, mencuci, dan pembersihan kulit extra, tetapi pembersih yang digunakan berbahan keras dan produk berbasis alkohol seperti astringents yang cenderung untuk kekeringan kata MacKelfresh. Produk ini menghapus lebih banyak minyak kulit penting yang diperlukan untuk membantu menjaga kelembaban kulit dan menyimpan air. Ini juga penting untuk memperingatkan pasien untuk tidak menggunakan banyak air pembersih antibakteri karena ini juga mengandung alkohol yang dapat mengeringkan kulit. (Schols, De Groot, Van der Cammen, 2009 ) Untuk menilai xerosis, dokter harus menggunakan pendekatan tiga cabang ketika menilai kulit orang dewasa untuk tanda-tanda xerosis. Cari tahu berapa lama pasien telah mengalami masalah dengan xerosis, menentukan apakah xerosis luas atau terkonsentrasi, dan tanyakan apakah pasien menggunakan pelembab lotion atau krim. Gejala umum xerosis gatal dan gatal-gatal parah dapat menyebabkan siklus gatal-garuk - gatal ruam. Kulit bisa menjadi menebal di daerah-daerah yang digaruk, dan berulang menggosok di daerah yang sama dapat menyebabkan kondisi kulit kronis yang disebut lichen simpleks kronikus dan prurigo nodularis kata Rita Pichardo - Geisinger, MD, asisten profesor dermatologi di Wake Forest University di Winston - Salem, North Carolina. (Schols, De Groot. Van der Cammen, 2009 ) Crutchfield menekankan pentingnya menanyakan pasien mengenai kapan mulai munculnya xerosis. Menilai durasi xerosis adalah penting karena dapat menjadi kondisi yang disebut ichthyosis, yang merupakan cacat bawaan yang dapat berkembang dengan waktu dan penuaan. Jika kulit kering tampaknya parah atau telah terjadi tiba-tiba itu akan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, katanya. (Schols, De Groot, Van der Cammen, 2009 )HIKMAH MANDI DALAM ISLAM

Hikmah Mandi Mandi merupakan salah satu cara bersuci dalam rangkaian ibadah yang secara umum mengandung hikmah bagi manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6 yaitu:

.... ( : 6)

Artinya:Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatnya bagimu,supaya bersyukur.

Adapun hikmahnya yaitu:1. Dapat menetralisasi pengaruh kejiwaan yang ditimbulkan akibat pergaulan seksual.2. Dapat memulihkan kekuatan dan kesegaran,dan membersihkan kotoran.3. Menambah kekhusyuan dalam beribadah4. Dapat memulihkan kesadaran, kesegaran, dan ketenangan pikiran. Berdasarkan hal diatas, hikmah mandi dalam islam sangat berguna untuk kesehatan karena dapat membersihkan kotoran yang dapat menimbulkan berbagai penyakit dan juga memberikan kesegaran agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan.DISKUSI KASUS

Ny. Ft mengalami gangguan kulit berupa kulit yang sangat kering disertai gatal di seluruh tubuh. Pasien mengaku malas minum karena untuk mengambil air harus keluar kamar. Pasien hanya mengkonsumsi air 3 gelas kecil dalam sehari. Pasien juga memiliki kebiasaan mandi lebih dari 3x sehari dikarenakan pasien merasa kulitnya gatal. Pasien mulai mengeluhkan kulit kering dan gatal sejak 2 bulan yang lalu. Ketika pasien mengalami gatal, digaruk dengan sisir sehingga kulit pasien menjadi merah dan meninggalkan bekas. Pasien pernah menggunakan bedak gatal untuk menghilangkan rasa gatal pada kulit. Dalam sehari, biasanya pasien mengeluhkan gatal 2x di seluruh tubuh.

Dari pengakuan pasien, disimpulkan bahwa kelainan kulit kering (xerosis) disertai gatal kemungkinan disebabkan oleh karena kurangnya konsumsi cairan untuk nutrisi kulit dan kebiasaan mandi yang terlalu sering. Ini sesuai dengan teori yang dijelaskan sebelumnya dalam Pocketbook in Dermatogeriatrics, dikatakan bahwa pada lansia, terjadinya xerosis sangat rentan karena penurunan kelenjar keringat dan kelenjar sebaceous dan juga kebiasaan mandi yang sering tanpa mengganti emolien alami yang hilang karena air mandi. Kondisi lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya xerosis seperti kelembaban rendah, malnutrisi, insufisiensi ginjal, hemodialisis, atopi, icthyosis vulgaris dan penuaan alami. ( Jillian, 2012 ) Dalam teori lain menurut edisi keempat an etiologic factor in atopic dry skin, penyebab dari xerosis adalah karena deplesi lipid termasuk sabun keras, pakaian berbahan wol, frekuensi mandi dan jenis air yang digunakan. ( Imokawa, Abe, Jin, 2001 ) Berdasarkan data epidemiologi dalam Pocketbook in Dermatogeriatrics, dikatakan bahwa usia rata-rata pasien xerosis adalah usia 69 tahun. Jika kita kaitkan dengan umur pasien dalam kasus ini yaitu 70 tahun, hanya terdapat sedikit perbedaan yaitu 1 tahun. Jadi bisa dikatakan umur pasien juga mendukung terjadinya xerosis. ( Jillian, 2012 )

Berdasarkan pengamatan studi nasional Prevalence and risk factors for xerosis in the elderly: a cross-sectional epidemiological study in primary care mengatakan xerosis lebih berpotensi terjadi pada lansia, jenis kelamin perempuan, perawatan nutrisi kulit yang kurang, gatal saat berkeringat, riwayat kulit kering dan riwayat dermatitis atopik. ( Paul, Maumus, Mazereeuw, 2011 ). Dari hasil pengamatan ini, sangat sesuai dengan pasien yaitu usia 70 tahun (lansia), perempuan, dan perawatan nutrisi kulit yang kurang diakibatkan kurangnya konsumsi air yaitu hanya 3 gelas per hari sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kulit sehingga pasien mengalami xerosis.KESIMPULAN

Konsumsi jumlah air yang cukup setidaknya 1,7 liter dalam sehari akan membantu untuk memenuhi kebutuhan cairan kulit sehingga kulit mendapat kelembaban yang cukup dan kebiasaan mandi yang sering pada lansia harus dibatasi untuk menghindari hilangnya emolien kulit yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar tidak mengalami xerosis.SARAN

Untuk mencegah xerosis pada lansia, sebaiknya dengan memperbanyak konsumsi air mineral setidaknya 1,7 liter atau 8 gelas dalam sehari, mengurangi frekuensi mandi yang sering, meminimalkan penggunaan sabun, dan menggunakan krim pelembab setelah mandi.UCAPAN TERIMA KASIH Pada bagian ini penulis ingin berterimakasih kepada Pimpinan Pusat Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia III, Ciracas, Jakarta Timur yang telah memberikan kesempatan untuk berkunjung dan mengumpulkan data. Kepada dr. Aditarahma Imaningdyah, Sp.PK yang telah memberikan bimbingannya sehingga terselesaikannya laporan kasus ini. Tidak lupa kepada dr. Faisal, SpPD, dr. Hj. Susilowati, Mkes dan DR. Drh. Hj Titiek Djannatun dan teman sejawat kelompok di bidang kepeminatan Geriatri Astri Faluna, Fajrin Utami, Hadiyana A.H, Fithra Fauzana, Alfun Iqbal, Imamsyailyas, Erdika Satria, Inneke Jasmine, Dimas MochhamadzaeniIman Sulaiman.

DAFTAR PUSTAKA Ghalili-Rose Ann DiMaria, PhD. 2012. NUTRITION IN THE ELDERLY Nursing Standard of Practice Protocol: Nutrition in Aging. Viewed 15 November 2013, from http://consultgerirn.org/topics/nutrition_in_the_elderly/want_to_know_moreHamid Abdul Manfaat Mandi. Viewed 15 November 2013, from http://kisahislami.com/penelitian-dari-ilmu-kedokteran-manfaat-mandi

Hoffjan S, Steimmler S. 2007. On the role of the epidermal differentiation complex in ichthyosis vulgaris, atopic dermatitis and psoriasis. British Journal of Dermatology; 157: 441-449. Imokawa G, Abe A, Jin K, et al. 2001. Decreased level of ceramides in stratum corneum of atopic dermatitis: an etiologic factor in atopic dry skin?. J Invest Dermatology; 96: 523-526.Jillian, W, Wong. 2012. Contemporary Diagnosis and Management of Dermatogeriatrics. Pocketbook in Dermatogeriatrics; 20: 251-258.Necmettin A, Omer C, Ayse S, Serap Gunes B. 2012. The prevalence of skin diseases among the geriatric patients in Eastern Turkey. Journal Pakistan of Medical Association; 62: 535.Paul C, Maumus Robert S, Mazereeuw-Hautier J, et al. 2011. Prevalence and risk factors for xerosis in the elderly: a cross-sectional epidemiological study in primary care. Viewed 14 November 2013, from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22104182Laizare Jaimie. 2011. Aging Well. Viewed 15 November 2013, from http://www.todaysgeriatricmedicine.com/archive/091712p18.shtmlSchols JM, De Groot CP, van der Cammen TJ, et al. 2009. Preventing and treating dehydration in the elderly during periods of illness and warm weather. Viewed 14 November 2013, from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/192143452