Click here to load reader

Lapsus Fraktur Femur

  • View
    289

  • Download
    29

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Femur Fracture Case Report

Text of Lapsus Fraktur Femur

BAB ILAPORAN KASUSBAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 AnatomiFemur adalah tulang yang paling panjang dan paling berat di dalam tubuh manusia. Panjang tulang ini sepertiga tinggi badan seseorang manusia dan bisa menyokong berat sehingga 30 kali lipat berat tubuh badannya. Femur, sama halnya dengan tulang yang lainnya di dalam tubuh, terdiri atas badan (corpus) dan dua ekstremitas. (1)

Gambar Femur Dextra. Anterior et Posterior surfaceEkstremitas atas (proximal extremity) terdiri dari kepala(head/caput), leher(neck/collum), trochanter major dan trochanter minor.(1)

Upper extremity of right femur viewed from behind and aboveCaput femorisKepala dari femur yang membentuk lebih kepada bentuk dua pertiga sphere, diarahkan keatas, medial dan sedikit kedepan. Sebagian besar kecembungannya berada di atas dan di depan. Permukaan caput femoris licin karena dilapisi oleh kartilago bersendi, kecuali pada bagian fovea capitis femoris, cekungan yang terletak sedikit bawah di caput femoris, yang merupakan tempat perlekatan ligamentum teres.CollumfemorisCollum femoris menghubungkan caput femoris dengan corpus femur. Collum femoris mendatar dari belakang caput femoris, mengecil di tengah, dan melebar ke arah lateral. Diameter bagian ini adalah kurang lebih tiga perempat dari caput femoris. Permukaan anterior dari collum femoris mempunyai banyak foramen pembuluh darah. Permukaan posterior licin, lebih lebar dan lebih konkaf dari bagian anterior. Di sini juga merupakan tempat perlekatan dari bagian posterior dari kapsul persendian pinggul, kurang lebih 1 cm di atas intertrochanteric crest. Batas superior pendek dan tebal dan berujung di lateral di trochanter major; permukaannya dilalui oleh foramen yang besar. Batas inferiornya panjang dan sempit, melengkung sedikit kebelakang ke arah ujung trochanter minor.(1)TrochanterTrochanter adalah penonjolan yang merupakan tempat perlekatan bagi otot-otot yang berfungsi untuk member pergerakan memutar untuk femur. Terdapat dua trochanter; trochanter major dan trochanter minor. Trochanter major adalah prominensia (penonjolan) yang paling lateral di femur, sedangkan Trochanter minor pula adalah ekstensi dari bagian terendah dari collum femoris yang berbentuk kon. Kedua trochanter ini dihubungkan oleh crista intertrochanteric di bagian belakang dan linea intertrochanteric di bagian depan.(1)VaskularisasiProximal Femur Sirkulasi caput femoris muncul dari tiga sumber yaitu intraosseus cervical vessels yang melintasi ruang sumsum dari bawah, arteri dari ligamentum teres yang dikenalsebagai medial epiphyseal vessels dan retinacular vessels yaitu percabangan cincin arteri ekstra kapsuler, yang berjalan sepanjang collum femoris di bawah sinovium. Apabila terjadi fraktur di collum femoris, vaskularisasi dari intraosseus cervical vessels terganggu sehingga caput femoris terpaksa bergantung dari vaskularisasi yang dari dua sumber lainnya lagi.(2)

Vaskularisasi Proximal Femur

2.2 Definisi2.3 EpidemiologiInsiden patah tulang leher femur, salah satu dari kecederaan trauma paling sering terjadi kepada pasien lanjut usia dan kasus ini sering bertambah setiap tahun. Orang tua adalah kelompok usia yang paling cepat berkembang di dunia dan jumlah tahunan patah tulang pinggul akan bertambah seiring dengan penuaan populasi penduduk di dunia.3Bahkan menurut penelitian baru-baru ini, setengah dari patah tulang femur proksimal adalah fraktur intraartikular dari leher femoralis. Sebagian besar patah tulang pinggul Terjadi Setelah jatuh. Sekarang perkiraan risiko untuk patah tulang pinggul menurut jenis kelamin adalah 23,3% untuk laki-laki dan 11,2% untuk perempuan. 3Hoogendoorn antara penulis yang lain menunjukkan bahwa ada peningkatan insiden pada kejadian usia tertentu yang mungkin disebabkan oleh osteoporosis, Volume otot berkurang dan respon neuromuskular. Selain itu, banyak pasien dalam kondisi lemah terus beraktivitas , bahkan setelah penyakit serius, operasi dan pengobatan patah tulang. Akibatnya mereka terpapar (lagi) untuk jatuh.4Insiden patah tulang leher femur jarang terjadi di kalangan orang muda dan ini terbukti dengan kasus insiden serendah hanya 2% pada pasien di bawah usia 50 tahun .Insiden meningkat dengan usia, dan setelah 50 tahun adalah dua kali lipat untuk setiap periode dekade berikutnya, dan 2-3 kali lebih tinggi pada wanita dibandingkan pada pria.80% dari patah tulang pinggul terjadi pada perempuan dan 90% pada orang yang lebih tua dari 50 tahun.3

2.3 EtiopatologiFraktur adalah suatu keadaan diskontinuitas jaringan (korteks) pada tulang, paling sering disebabkan oleh trauma, namun bisa juga karena faktor patologi atau karena penyakit terentu yang mendasari. Fraktur Neck Femur adalah adanya diskontinuitas jaringan korteks pada daerah collum femur. sering terjadi pada tulang rangka, jika tulang mengalami benturan yang melebihi tahanan normal yang dapat diterima oleh tulang, dapat menyebakan fraktur pada tulang tersebut. Ketika terjadi fraktur maka periosteum, pembuluh darah, korteks dan jaringan sekitarnya mengalami kerusakan jaringan di ujung tulang. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya hematoma yang menyebabkan jaringan sekitar tulang akan mengalami kematian sebab suplay nutrisi ke daerah tersebut jadi terhambat. Jika keadaan ini terus menerus terjadi maka akanmenyebabkan nekrosis pada jaringan ini yang nantinya merangsang kecenderungan untuk terjadi peradangan yang ditandai dengan vasodilatasi , pengeluaran plasma dan leukosit, serta infiltrasi dari sel-sel daraah putih yang lain.5Pada usia lanjut, biasanya paling sering karena mekanisme trauma, misalnya jatuh terduduk yang menyebabkan tekanan yang berlebihan pada pelvis dan juga dapat berefek pada fraktur collum femur, sedangkan pada usia yang lebih muda, fraktur pada collum femur juga karena trauma, tetapi kebanyakan pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas dengan posisi hip joint abduksi. 6

2.4 Klasifikasi fraktur femur2.4.1 Berdasarkan Letak anatominya, ada 4 jenis fraktur femur, yakni: Capital: Fraktur pada Caput Femoris Subcapital: Fraktur pada bagian bawah caput femoris Transcervical: Fraktur pada Collum Femoris Basicervical: Fraktur pada bagian ujung lateral collum femoris.7

2.4.2 Menurut Green (Garden bukan kak??), Fraktur femur diklasifikan berdasarkan tingkat pergeseran patahannya, yang terbagi menjadi:8

Gambar 1 (7)- Garden I : adalah fraktur inkomplit atau impacted - Garden II : adalah fraktur komplit tanpa tanpa displacement - Garden III : adalah fraktur komplit dengan partial displacement - Garden IV : adalah fraktur komplit dengan total displacement 7

2.4.3 Menurut Pauwel, fraktur femur diklasifikan berdasarkan sudut fraktur yang terbentuk.

Gambar 2 (9)- Tipe I adalah fraktur 30 dari horisontal - Tipe II adalah fraktur 50 dari horisontal - Tipe III adalah fraktur 70dari horisontal 9

2.4.4 Menurut???? (menurut siapa ini kak)??Ekstrakapsular: yakni fraktur yang terjadi pada daerah luar dari kapsul femur mulai dari trochanters, metafisis femur dan distal femur. Intertrochanteric, Fraktur jenis ini terletak antara Collum femoris dan Trochanter minor. Trochanter minor merupakan tempat perlekatan dari salah satu otot pinggul. Fraktur intertrochanteric umumnya menyeberang di daerah antara Trochanter minor dan Trochanter mayor.(9,10)

Gambar 3 (4)Pembahagian klasifikasi fraktur intertrochanter dilakukan mengikut klasifikasi Evans 1949:1. Fraktur obliq standrar2. Fraktur obliq bertentangan 7 Subtrochanteric, Fraktur jenis ini terletak di bawah Trochanter minor, pada daerah antara Trochanter minor dan sekitar 2 inchi ke bawah.(18) referensi yg mn ini kak?

Gambar Klasifikasi Fraktur Femur Berdasarkan Russel-TaylorKlasifikasi fraktur subtrokhanter dikenalkan oleh Russell-Taylor. Klasifikasi ini membagi fraktur subtrokhanter menjadi dua tipe utama, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Fraktur tipe 1 tidak melibatkan fossa piriformis dan dibagi kedalam subtype A, untuk fraktur di bawah trokanter minor, dan tipe B yang melibatkan trokanter minor. Sedangkan fraktur tipe 2 melibatkan fossa piriformis. Tipe 2A memiliki buttress medial stabil dan tipe 2B tidak memiliki stabilitas korteks medial 7

2.5 Diagnosis2.5.1 Anamnesia:Anamnesis adalah sesuatu bentuk pertanyaan yang terusun direka untuk mengarahkan kepada puncak suatu penyakit. Anamnesis dimulai dengan identitas pasien seperti nama pasien, dan tanggal lahir pasien. Tujuannya adalah sebagai tanda pengenalan pasien. Tanggal lahir dan nantinya dapat membantu mengarahkan keluhan pasien ke diagnosis penyakitnya.Selain itu, pasien juga ditanyakan kapan mulainya keluhan, bagaimana terjadi, dan penanganan non-medikamentosa yang dilakukan sebelum pasien datang kerumah sakit. Hal ini penting agar gambaran awal jenis fraktur, pemeriksaan fisis dan penunjang yang perlu dilakukan, rencana penatalaksanaan, dan gambaran komplikasi yang mungkin terjadi dapat dilakukan. Pada kasus fraktur leher femur umur pasien dapat mengarahkan jenis fraktur yang dialaminya apakah fraktur fisiologis seperti fraktur yang disebabkan oleh trauma atau fraktur patologis yang didahului oleh penyakit lain terkait. Insidens fraktur leher femur meningkat berbanding lurus dengan peningkatan usia terkait dengan kehilangan densitas tulang. Insidens bagi pasien yang berusia kurang dari 60 tahun lebih sering pada pria namun lebih tinggi pada wanita pada usia lebih 60 tahun. Konsumsi obat-obatan juga harus ditanyakan pada pasien teruma golongan corticosteroid, thyroxine, phenytoin dan furosemide. Hal ini Karena pasien dengan pengambilan beberapa jenis obat tertentu lebih rentan untuk terkena fraktur leher femur. 112.5.2 Pemeriksaan FisikSetelah dilakukan anamnesis atau history taking pada pasien, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasanya didapatkan pada pasien dengan fraktur di bagian femur mencakupi inspeksi dan palpasi. Inspeksi, Untuk mengenal atau mendeteksi pasien yang suspek fraktur bisa d