Lapsus Fraktur Femur

  • View
    62

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapsus

Text of Lapsus Fraktur Femur

FRAKTUR FEMURI. KASUS

Nama pasien/umur:Ny D / 72 Tahun

No. Rekam Medik:204895

Alamat:Ngancar, Pitu

Tanggal MRS:11 Agustus 2015A. Anamnesis

Keluhan utama :Nyeri pada paha kanan Anamnesis :Nyeri dirasakan sejak 4 hari yang lalu setelah jatuh dari tempat tidur. Nyeri dirasakan pada paha kaki kanan dan dirasakan semakin hebat sampai datang ke IGD. Nyeri semakin besar ketika menggerakkan kaki kanan. Saat jatuh pasien tidak pingsan dan bertumpu pada lutut kanan. Riwayat muntah tidak ada.

Riwayat penyakit sebelumnya :Pasien tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Riwayat Hipertensi (+) Riwayat DM (-)

Riwayat PJK (-)

Riwayat pengobatan (termasuk obat yang sedang dikonsumsi) : (-)Hipertensi Tidak terkontrolB. Pemeriksaan FisikKeadaan umum: sakit sedang, gizi cukup, komposmentis

Primary surveyAirway

: Tidak ada gangguan jalan nafas.

Breathing

: Pernafasan 20 x/menit.

Circulation: Tekanan darah 230/90 mmHg, Nadi 92 x/menit.

Disability

: GCS15 (E4M6V5).

Exposure

: Suhu 36,8oC.

Secondary survey

Status Lokalis

: Regio femoris dextraInspeksi

: Deformitas(+), edema (-), hematom (-), luka (-).

Palpasi: Nyeri tekan setempat (+), sensibilitas (+),kapiler refill time < 2 detik (normal).

Pergerakan: Gerakan aktif dan pasif hip joint dan genu joint tidak dievaluasi.

Panjang tungkai kanan 96 cm.

Panjang tungkai kiri 93 cm.

Status Generalis

Mata

Kelopak mata:Edema (-)

Konjungtiva:Anemia (-)

Sklera:Ikterus (-)

Kornea:Jernih

Pupil:Bulat, isokor THT: Odinofagi (-)

Disfagi (-)

Disfoni (-)

Odinofoni (-)

Otore (-)

Otalgia (-)

Tinnitus (-)

Gangguan pendengaran (-) Mulut

Bibir:Pucat (-), kering (-)

Lidah:Kotor (-), hiperemis (-), kandidiasis oral (-)

Tonsil:T1 - T1, hiperemis (-)

Faring:Hiperemis (-) Leher

KGB:Tidak ada pembesaran Dada

Inspeksi.

Bentuk:Simetris

Sela Iga:Dalam batas normal Paru-paru

Palpasi

Nyeri tekan:(-)

Massa tumor:(-) Perkusi

Paru kiri

:Sonor

Paru kanan: Sonor Auskultasi

Bunyi pernapasan:Vesikuler

Bunyi tambahan: Rh -/-, Wh -/- Jantung

Inspeksi:Iktus kordis tidak tampak Palpasi

:Thrill tidak teraba Perkusi:Pekak Auskultasi Bunyi jantung

:Bunyi jantung I/II murni reguler Bunyi tambahan

:Bising (-) Abdomen

Inspeksi:Datar, ikut gerak napas

Auskultasi:Peristaltik (+), kesan normal

Palpasi

Nyeri tekan: (-)

Massa tumor:(-) Hepar-lien:Tidak teraba

Perkusi:Timpani

Ekstremitas inferiorAkral hangat:+/+Edema

:+/-Deformitas:+/-Tanda perdarahan:+/-Disabilitas

:+/-Nyeri lutut

:+/-C. Radiologi

Gambar 1: collum femur dextraFoto femur dextra AP/ Lateral (11/8/2015) : Alignment tulang berubah, tidak tampak dislokasi Tampak fraktur collum os femur dextra Tidak tampak callus forming Tidak tampak tanda-tanda osteomyelitis akut Mineralisasi tulang baik Celah sendi femorotibia yang tervisualisasi baik Jaringan lunak sekitarnya swelling, tidak tampak fragmen bebas dan tidak tampak bayangan lusen pada subkutan.Kesan :

Fraktur Collum os femur dextraDiagnosis

Fraktur Collum os femur dextraD. LaboratoriumWBC: 9,9 109/L

Hb: 9 g/dL

MCV: 87,3 fl

MCH: 27,1 pgMCHC: 312 g/lE. Terapi

Medikamentosa IVFD RL 15 tpm Tranfusi PRC 1 Kolf Ketorolac 30 mg/ 8 jam /IV Amlodipin 5mg/24 Jam Non- medikamentosa Penatalaksanaan Skin traction at right lower limb.

II. DISKUSI KASUS

A. Pendahuluan

Fraktur adalah terjadinya diskontinuitas tulang, kartilago, atau keduanya disertai cedera jaringan lunak. Perlu ditekankan bahwa dalam berbagai kondisi, penanganan cedera jaringan lunak justru lebih penting dari pada fraktur tulang itu sendiri. Fraktur merupakan kelainan skeletal yang paling sering didapatkan pada pemeriksaan radiologi umum. Fraktur didefinisikan sebagai sebuah gangguan tulang yang disebabkan oleh kekuatan mekanik baik secara langsung pada tulang atau yang ditransmisikan sepanjang bagian tulang. Walaupun seringkali terlihat jelas, beberapa fraktur sulit dipisahkan dan dideteksi. Gejala klasik fraktur adalah adanya riwayat trauma, rasa nyeri dan bengkak di bagian tulang yang patah, deformitas (angulasi, rotasi, diskrepansi), nyeri tekan, krepitasi, gangguan fungsi muskuloskeletal akibat nyeri, putusnya kontinuitas tulang, dan gangguan neurovaskular. Apabila gejala klasik tersebut ada, secara klinis diagnosis fraktur dapat ditegakkan walaupun jenis konfigurasi frakturnya belum dapat ditentukan.Fraktur corpus femur umumnya disebabkan oleh energi yang tinggi dan biasanya terjadi bersama multiple trauma. Fraktur dapat terjadi karena tekanan berulang dan mungkin dapat ditemukan pada penyakit metabolik tulang, penyakit metastasis, atau tumor primer tulang. Vaskularisasi pada femur sangat banyak sehingga jika terjadi fraktur dapat terjadi perdarahan yang massif sehingga sekitar 40% dari kasus fraktur tertutup femur membutuhkan transfusi. Sebagian besar fraktur diafisis femur ditangani dengan pembedahan seperti reposisi secara operatif diikuti dengan fiksasi patahan tulang dengan pemasangan fiksasi interna, eksisi fragmen fraktur dan menggantinya dengan prosthesis. Prinsip penanganan fraktur adalah mengembalikan posisi patahan tulang ke posisi semula (reposisi) dan mempertahankan posisi itu selama masa penyembuhan patah tulang (imobilisasi). Stabilisasi pembedahan juga penting untuk mengembalikan fungsi ekstremitas dengan segera, sehingga memungkinkan pergerakan dan kekuatan kedua panggul dan lutut. Fraktur pada femur mungkin memiliki efek samping jangka pendek dan jangka panjang pada sendi panggul dan lutut jika tidak segera direposisi.Penanganan pada fraktur corpus femur semakin lama semakin berevolusi. Saat ini, metode definitif untuk fraktur corpus femur yang paling sering digunakan adalah traksi dan splinting.B. EpidemiologiInsiden fraktur femur dilaporkan sebanyak 1-1,33 fraktur per 10000 populasi per tahun (1 kasus per 10000 populasi). Pada populasi dengan usia kurang dari 25 tahun dan lebih dari 65 tahun, insidennya 3 fraktur per 10000 populasi. Kejadian ini paling sering terjadi pada laki-laki muda dengan usia kurang dari 30 tahun. Umumnya diakibatkan kecelakaan mobil, sepeda motor, atau akibat luka tembak. Rata-rata pasien dengan fraktur femur membutuhkan waktu pemulihan kurang lebih 107 hari. Pada umumnya insiden fraktur femur akan meningkat pada usia tua.C. Anatomi dan Fisiologi TulangAnatomi

Tulang femur adalah tulang terpanjang yang ada di tubuh kita. Tulang ini memiliki karakteristik yaitu:(5,6)

Artikulasi caput femoralis dengan acetabulum pada tulang panggul. Dia terpisah dengan collum femoris dan bentuknya bulat, halus dan ditutupi dengan tulang rawan sendi. Bagian caput mengarah ke arah medial, ke atas, dan ke depan acetabulum.

Corpus femur menentukan panjang tulang. Pada bagian ujung diatasnya terdapat trochanter major dan pada bagian postero medialnya terdapat trochanter minor.

Ujung bawah femur terdiri dari condilus medialis dan lateralis.

Gambar 1. Os femur, tampak ventral dan dorsal (5)

Gambar 2 : Radiologi femur normal (7)Pertengahan dari tulang panjang disebut diafisis. Bagian sebelum ujung tulang adalah metafisis, yang meluas sampai ke lempeng epifisis. Epifisis melibatkan ruang-ruang sendi. Pusat-pusat pertumbuhan kadang ditemukan pada bagian tulang panjang yang tidak melibatkan ruang sendi (misalnya, sepanjang trochanter mayor femur). Pusat-pusat ini disebut sebagai apofisis.(8)Pertumbuhan tulang panjang terjadi terutama pada lempeng epifisis, ketika tulang baru memperpanjang metafisis dan menjauhkan jarak ke lempeng epifisis. Sebagian pertumbuhan terjadi sepanjang periosteum lateral sehingga memungkinkan tulang menjadi lebih tebal seiring dengan bertambahnya usia. Sebagian epifisis tampak saat lahir dan sebagian besar tertutup pada usia dua puluh tahun. Ada bagian yang berbeda dari tulang panjang yang penting, karena beberapa lesi yang khas hanya akan mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari tulang tersebut. Sebagai contoh, sarkoma ewing yang mempengaruhi diapisis tulang panjang, tapi jarang mempengaruhi epifisis.(8)Korteks tulang memiliki garis putih halus, yang disebut trabekula. Terletak terutama di sepanjang garis stres dalam tulang dan merupakan pilar-pilar penyokong. Kadang-kadang dapat terjadi persilangan trabekula. Pada keadaan tidak digunakan, usia tua, atau peningkatan aliran darah, kalsium akan terbawa dari tulang dan menghilangkan cross-linking trabekula sehingga tulang menjadi lemah dan mudah terjadi fraktur.(8)Fungsi dari sistem rangka antar lain :(9)1. Mendukung dan menstabilkan jaringan sekitarnya seperti otot, pembuluh darah, saraf, lemak, dan kulit.

2. Melindungi organ vital tubuh seperti otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan paru-paru dan melindungi jaringan lunak lain pada tubuh .

3. Membantu menggerakan tubuh dengan menyediakan tempat melekatnya otot-otot.

4. Memproduksi sel-sel darah. Proses ini disebut hematopoiesis dan terjadi terutama di sumsum tulang merah.

5. Tempat penyimpanan garam mineral, terutama fosfor dan kalsium, dan lemak.

Beberapa yang terkait dengan tulang adalah tulang rawan, tendon dan ligamen. Tulang rawan, jaringan ikat, adalah lingkungan tempat tulang berkembang pada janin. Ini juga ditemukan di ujung tulang sejati dan dalam sendi pada orang dewasa. Tulang rawan memberikan permukaan halus sebagai tempat tulang bergerak terhadap satu sama lain. Ligamen adalah struktur jaringan ikat yang keras yang melekatkan antar tulang. Seperti ligamen yan