Click here to load reader

Lapsus Asti Ppt

  • View
    228

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psikiatri

Text of Lapsus Asti Ppt

  • LAPORAN KASUS

    Oleh:Annisa Kinanti Asti112011101016

    Pembimbing:dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.KJdr. Alif Mardijana, Sp. KJ

  • I. Identitas PasienNama: Ny. MUsia: 51 TahunJenis Kelamin: PerempuanPekerjaan: Ibu rumah tanggaPendidikan: SDAlamat: Dsn Gumukrejo, Purwoharjo, BanyuwangiAgama: IslamStatus: MenikahTanggal Pemeriksaan: 16-02-2015

  • II. ANAMNESISAutoanamnesis dan heteroanamnesis dilakukan pada tanggal 16 februari 2015 di Poli Psikiatri RSD dr. Soebandi Jember.

  • Keluhan Utama : Pasien tidak bisa tidurRiwayat Penyakit Sekarang:

    AUTOANAMNESISSenin, 16 Februari 2015, Poli Psikiatri RSD Dr.SoebandiSaat datang pasien menggunakan baju rapi dan sesuai usia. Pasien mengeluh tidak bisa tidur sejak 3 bulan yang lalu karena telinganya merah dan terasa panas. Pasien tidak merasa mengantuk ataupun pusing saat tidak bisa tidur. Saat ditanyakan tentang apa yang ada dalam pikiran, pasien mengatakan tidak memikirkan apa-apa. Pada saat ditanyakan tentang pekerjaan, pasien bekerja sebagai petani bersama suaminya namun hasil tani berkurang semenjak 1 tahun yang lalu. Pasien juga merasakan seluruh tubuhnya gemetaran tanpa ada penyebabnya. Nafsu makan pasien berkurang sehingga berat badannya juga menurun. Pasien ingin diperiksa telinganya dan melakukan pengecekan kesehatan.

  • HETEROANAMNESISSenin, 16 Februari 2015 di Poli Jiwa RSD dr. Soebandi (Oleh suami pasien).Pasien sulit tidur dan terganggu oleh suara-suara kendaraan yang melintas depan rumahnya. Rumah pasien terletak di depan kecamatan sehingga merupakan jalan utama. Dikatakan pula bahwa pasien sering mendengar suara gemuruh atau tidak jelas ketika nonton televisi dan saat tidak bisa tidur. Pasien memiliki anak pertama yang bekerja di bank dan anak kedua yang masih SMA yang tinggal di Jember. Dari anak pertama pasien mempunyai seorang cucu. Menurut suami pasien, pasien sering tidak sependapat dengan anak bungsunya karena pasien terlalu mengkhawatirkan anaknya. Terkadang pasien melamun dan keinginan bertaninya menurun, namun masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

  • RIWAYAT PENYAKIT DAHULUPasien belum pernah mengalami penyakit ini sebelumnya RIWAYAT PENGOBATANObat dari puskesmas yang tidak diingat namanyaRIWAYAT PENYAKIT KELUARGATidak ada keluarga yang memiliki penyakit seperti ini

  • RIWAYAT SOSIALPendidikan: SDStatus: Menikah Faktor premorbid: hipersensitif terhadap perilaku anak, jarang bergaulFaktor pencetus: masalah keluarga, masalah pekerjaan Faktor organik: - Faktor psikososial: Hubungan pasien dengan anaknya kurang baik, hasil tani menurun dalam satu tahun terakhir.

  • Status Interna Singkat1. Keadaan umum: Cukup 2. Kesadaran: Compos mentis 3. Tensi: 120/80 mmHg4. Nadi: 80x/menit 5. Pernafasan: 20x/menit 6. Suhu: 37o CPemeriksaan Fisik Kepala-leher: a/i/c/d: -/-/-/-Thorax:Cor: S1S2 tunggal Pulmo : Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-Abdomen: Flat, bising usus normal, timpani, soepel Ekstremitas: Keempat ekstremitas akral hangat, oedema (-)Pemeriksaan telinga: Auricula: Deformitas (-), lesi (-), discharge (-) Membran timpani: Inflamasi (-), Perforasi (-) Nyeri ketok mastoid: (-)

  • Status PsikiatriStatus PsikiatriKesan Umum: Pasien berpakaian rapi sesuai usia dan hygiene cukup.Kontak: Verbal (+)/mata (+)/lancar/relevan Kesadaran: Kualitatif: tidak berubah Kuantitatif: GCS 456 Afek/Emosi: DepresiProses/Berpikir: Bentuk: Realistik Arus: Koheren Isi: Keluhan Somatik

  • Persepsi: halusinasi (-), ilusi (-) Intelegensia: dalam batas normal Kemauan: menurun Psikomotor: menurunTilikan : 3 (menyadari keadaan sakitnya tapi menyalahkan faktor organik sebagai penyebabnya)

  • Diagnosis MultiaxialAksis I:F32.11 Episode Depresif Sedang dengan Gejala SomatikAksis II: Z 03.2 Tidak ada diagnosis aksis IIAksis III: Tidak adaAksis IV: Masalah primary support (keluarga) hubungan ibu dan anak yang kurang harmonis Masalah pekerjaan hasil tani berkurang sehingga malas bekerjaAksis V: GAF Scale 70-61 (beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik.)

  • Diagnosis BandingF45 Gangguan SomatoformAdanya keluhan-keluhan gejala fisik yang berulang-ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah berkali-kali hasilnya negatif.Pasien menyangkal dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara keluhan fisiknya dengan problem atau konflik yang dialaminyaF51.0 Insomnia Non-organikAdanya keluhan kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk yang terjadi selama minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal satu bulanAdanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan sepanjang siang hari

  • FARMAKOTERAPI Sandepril 2 x 50 mg (Maprotiline)Zolta 0 0 1 x 10 mg (Zolpidem)

    PSIKOTERAPI SUPORTIFMenjelaskan kepada pasien bahwa keluhan organik tersebut merupakan isi pemikiran yang tidak ada bukti medisnyaMenjelaskan kepada pasien bahwa keluhan otonomik (gemetaran/tremor seluruh badan) yang dirasakan merupakan akibat dari berkurangnya waktu tidur pasienMemotivasi pasien untuk berpikiran positif dan bekerja seperti sedia kala untuk menambah penghasilan keluarga

    Terapi

  • EdukasiPenjelasan tentang sakit yang dialami pasien kepada keluarga agar keluarga dapat memahami keadaan pasien dan meminimalisir keadaan yang dapat memicu timbulnya gejala pasienMotivasi keluarga untuk memberi dukungan kepada pasien untuk melanjutkan pekerjaanMengawasi kepatuhan minum obat secara teratur dan kontrol sebelum obat habis

  • Prognosis Dubia ad bonam, karena:Premorbid: memiliki kepribadian tertutup burukPerjalanan penyakit: akut baikUmur permulaan sakit: usia tua baikRiwayat pengobatan: mendapat pengobatan dari puskesmas baikFaktor keturunan: tidak ada baikFaktor pencetus: diketahui baikPerhatian keluarga: dari anak kurang burukEkonomi: menengah baikJenis kelamin : perempuan buruk

  • Follow Up

    TanggalMinggu, 22 Februari 2015, melalui teleponAnamnesisAutoanamnesis:Saat pasien dihubungi melalui telepon, pasien merasa sudah bisa tidur dengan nyenyak dan beraktivitas seperti biasa. Namun pasien tetap merasakan telinganya panas seperti terisi air dan tubuhnya gemetaran. Keluhan tersebut dirasakan setiap saat. Pasien belum melakukan pekerjaan sebagai petani.Heteroanamnesis:Menurut suami pasien, pasien sudah dapat tidur dengan nyenyak sejak mengkonsumsi obat yang diberikan dari poli psikiatri RSD Soebandi. Pasien juga nampak sering mengantuk dan tidak pernah mengeluh mendengar suara kendaraan dan bergemuruh lagi. Pasien juga tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan membersihkan rumah, serta pola makannya teratur.

  • Status PsikiatriKesan umum: Suara terdengar jelas dan lancarKesadaran: tidak berubahKontak: verbal (+), lancarA/E: adekuatP/B: B: Realistik, A: Koheren, I: Keluhan Somatik Persepsi: halusinasi (-)Intelegensi: dbnKemauan: dbnPsikomotor: dbn

    Diagnosis MultiaxialAksis I: F32.11 Episode Depresif Sedang dengan Gejala SomatikAksis II: -Aksis III: -Aksis IV: Masalah keluarga, Masalah pekerjaanAksis V: GAF Scale 70-61TerapiSandepril 2 x 50 mg Zolta 0 0 1 x 10 mg

  • *