Lapsus Aids

Embed Size (px)

Text of Lapsus Aids

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    1/45

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan suatu

    syndrome/kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh etro!irus yang

    menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh" Dengan rusaknya sistem

    kekebalan tubuh# maka orang yang terinfeksi mudah diserang penyakit$penyakit

    lain yang berakibat fatal# yang dikenal dengan infeksi oportunistik"

    Penyakit ini pertama sekali timbul di Afrika# haiti dan America Serikat

    pada tahun %&'" Pada tahun %&'& Amerika serikat melaporkan kasus$ kasus

    sarkoma kaposi dan penyakit$ penyakit infeksi yang jarang terjadi di ropa"

    Samapi saat ini belum disadari oleh para ilmu*an bah*a kasus+kasus adalah

    kasus AIDS"

    Dari tahun ke tahun kasus AIDS meningkat dengan cepat# dimana pada

    tahun %&% tercatat %, kasus AIDS# pada tahun %&% tercatat %, kasus AIDS#

    pada tahun %&, menjadi %-"... kasus# aret %&' terdapat -%" kasus#

    Desember %& %0,"%0- kasus# %-%"... kasus pada % aret %& Desember

    %&& menjadi %&"%1, kasus yang di laporkan ke 234"

    Di 5anah Papua epidemi 3I6 sudah masuk ke dalam masyarakat (generalized

    epidemic) dengan pre!alensi 3I6 di populasi de*asa sebesar 7#-8" Sedangkan di

    banyak tempat lainnya dalam kategori terkonsentrasi# dengan pre!alensi 3I6 9,8

    pada populasi kunci" :amun# saat ini sudah di*aspadai telah terjadi penularan

    3I6 yang meningkat melalui jalur parental (ibu kepada anaknya)# terutama di

    beberapa ibu kota pro!insi"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    2/45

    ;ecenderungan penularan infeksi 3I6 di seluruh pro!insi prioritas hampir

    sama# kecuali di 5anah Papua dimana mayoritas di akibatkan karena hubungan

    seksual beresiko tanpa kondom yang dilakukan kepada pasangan tetap maupun

    tidak tetap" Penularan 3I6 saat ini sudah terjadi lebih a*al# dimana kelompok

    usia produktif (%,$7& tahun) banyak dilaporkan telah terinfeksi dan menderita

    AIDS"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    3/45

    sumberdaya yang memadai" =ntuk itu# Indonesia secara terus menerus melakukan

    upaya untuk mobilisasi sumberdaya baik di tingkat lokal maupun internasional

    untuk menjamin kesinambungan terlaksananya program komprehensif dan

    pencapaian target yang ditetapkan"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    4/45

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    5/45

    normal" pasien mengaku penurunan berat badan yang drastis" 5idak ada ri*ayat

    diare yang lama" Pasien mengaku tidak pernah mengalami hal seperti ini"

    RIWAYAT PENYAKIT DAHULU:

    $ 3ipertensi dan D disangkal

    $ Penggunaan obat suntik disangkal (narkoba)

    $ Pasien biasanya hanya sakit panas# batuk# pilek biasa# sembuh sendiri"

    RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA:

    $ 3ipertensi dan D disangkal

    $ 5idak ada anggota keluarga yang sakit sebelumnya"

    RIWAYAT SOSIAL:

    $ Pasien bekerja sebagai buruh pabrik rokok

    $ erokok disangkal"

    $ ;onsumsi alkohol disangkal

    $ Suami pasien seorang supir truk luar kota

    III PEMERIKSAAN FISIK

    VITAL SIGN:

    ;eadaan umum > @emah

    ;esadaran >

    5ekanan darah >

    :adi >

    :afas >

    Suhu >

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    6/45

    PEMERIKSAAN KEPALA LEHER:

    ;epala > :ormochepali# deformitas ($)# tanda radang pada kulit kepala ($)

    ata > ;onjungti!a palpebra anemis $/$# sklera ikterus $/$# sianosi$/$#

    dyspneu $/$pupil isokor# refleks pupil (B)

    ulut > 5erdapat Candidiasis 4ris"

    @eher > assa ($)# tidak terdapat pembesaran ;

    Palpasi >

    Perkusi >

    Auskultasi >

    JANTUNG

    Inspeksi >

    Palpasi >

    Perkusi >

    Auskultasi >

    ABDOMEN

    Inspeksi >

    Palpasi >

    Perkusi >

    Auskultasi >

    EKSTREMITAS

    dema $/$# deformitas $/$# motorik dan sensibilitas

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    7/45

    IV PEMERIKSAAN PENUNJANG:

    LABORATORIUM:

    DAA3 @:;AP >

    [email protected] 3A5I >

    [email protected] I:[email protected] >

    [email protected] DAA3 >

    5es 3I6 >

    RADIOLOGI:

    F$ay 534AF>

    Diagnosis ;erja >

    Planning diagnosis >

    5erapi >

    Hasi SOAP

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    8/45

    BAB III

    PEMBAHASAN

    !.1 DEFINISI

    Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan gejala

    atau penyakit yang diakibatkan karena penurunan kekebalan tubuh akibat adanya

    infeksi oleh Human Imunodeficiency Virus (3I6) yang termasuk famili

    retro!iridae" AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi 3I6" (Djoerban G dkk#

    7..1)

    !.2 EPIDEMIOLOGI

    @aporan =:AIDS$234 menunjukkan bah*a AIDS telah merenggut

    lebih dari 7, juta ji*a sejak pertama kali dilaporkan pada tahun %&%" Pada tahun

    7.. jumlah odha diperkirakan mencapai 00#0 juta orang# dengan sebangian

    besar penderitanya adalah usia produktif # %,#& juta penderita adalah perempuan

    dan 7#, juta adalah anak$anak" Dengan jumlah kasus baru 3I6 sebanyak 7"1 juta

    ji*a" Dari jumlah kasus baru tersebut# sekitar 0'. ribu di antaranya terjadi pada

    anak$anak" Pada tahun yang sama# lebih dari dua juta orang meninggal karena

    AIDS" (234#7.%. )

    Peningkatan jumlah orang hidup dengan 3I6 sungguh mengesankan" Pada

    tahun %&&.# jumlah odha baru berkisar pada angka delapan juta sedangkan saat

    ini# jumlahnya sudah mencapai 00#7 juta orang" Dari keseluruhan jumlah ini# 1'8

    diantaranya disumbangkan oleh odha di ka*asan sub Sahara# Afrika" (234#

    7.%.)

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    9/45

    Sejak %&, sampai tahun %&&1 kasus AIDS masih jarang ditemukan di

    Indonesia" Sebagian 4D3A pada periode itu berasal dari kalangan homoseksual"

    ;emudian jumlah kasus baru 3I6/AIDS semakin meningkat dan sejak

    pertengahan tahun %&&& mulai terlihat peningkatan tajam yang terutama

    disebabkan akibat penularan melalui narkotika suntik" (Djoerban G dkk# 7..1)

    Saat ini# perkembangan epidemi 3I6 di Indonesia termasuk yang tercepat

    di Asia" Sebagian besar infeksi baru diperkirakan terjadi pada beberapa sub$

    populasi berisiko tinggi (dengan pre!alensi 9 ,8) seperti pengguna narkotika

    suntik (penasun)# *anita penjaja seks (2PS)# dan *aria" Di beberapa propinsi

    seperti D;I ?akarta# iau#

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    10/45

    ini menunjukkan adanya pergeseran dari dominasi kelompok homoseksual ke

    kelompok heteroseksual dan penasun" ?umlah kasus pada kelompok penasun

    hingga akhir tahun 7.. mencapai %"7,, orang" ;umulatif kasus AIDS tertinggi

    dilaporkan pada kelompok usia 7.+7& tahun (,.#78)# disusul kelompok usia 0.+

    0& tahun" (Depkes I# 7..)

    Dari 00 propinsi seluruh Indonesia yang melaporkan# peringkat pertama

    jumlah kumulatif kasus AIDS berasal dari propinsi ?a*a

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    11/45

    helper lymphositdan monosit atau makrofag" @apisan kedua di bagian dalam

    terdiri dari protein p%'" Inti 3I6 dibentuk oleh protein p7-" Di dalam inti ini

    terdapat dua rantai :A dan enim transkriptase re!erse (reverse transcriptase

    enzyme). ( erati 5P dkk#7..1)

    Ga"#a$ 1> struktur !irus 3I6$%

    Sumber > Eauci AS at al# 7..,

    Ada dua tipe 3I6 yang dikenal yakni 3I6$% dan 3I6$7" pidemi 3I6

    global terutama disebabkan oleh 3I6$% sedangkan tipe 3I6$7 tidak terlalu luas

    penyebarannya" 5ipe yang terakhir ini hanya terdapat di Afrika

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    12/45

    Ta#& 1 : Risi'( )&*+a$a* HIV ,a$i -ai$a* +#+/

    " Risi'( i*00i Risi'( "asi/ s+i

    ,i&*+'a*

    Risi'( $&*,a/ s&a"a

    i,a' &$'(*a"i*asi

    ,a$a/Darah# serum

    Semen

    Sputum

    Sekresi !agina

    Cairan amnion

    Cairan

    serebrospinal

    Cairan pleura

    Cairan peritoneal

    Cairan perikardial

    Cairan syno!ial

    ukosa seriks

    untah

    Eeses

    Sali!a

    ;eringat

    Air mata

    =rin

    Sumber > Djaui S# 7..7

    Sebenarnya risiko penularan 3I6 melalui tusukan jarum maupun percikan

    cairan darah sangat rendah" isiko penularan melalui perlukaan kulit (misal akibat

    tusukan jarum atau luka karena benda tajam yang tercemar 3I6) hanya sekitar

    .#08 sedangkan risiko penularan akibat terpercik cairan tubuh yang tercemar 3I6

    pada mukosa sebesar .#.&8" (Djaui S dkk# 7..7)

    ;emungkinan metode penularan pada pasien :y A ini adalah melalui

    mukosa genital (seksual)"

    !. PATOGENESIS

    @imfosit CD-B (sel 5 helperatau 5h) merupakan target utama infeksi 3I6

    karena !irus mempunyai afinitas terhadap molekul permukaan CD-" @imfosit

    CD-B berfungsi mengkoordinasikan sejumlah fungsi imunologis yang penting

    sehingga bila terjadi kehilangan fungsi tersebut maka dapat menyebabkan

    gangguan imun yang progresif" (Djoerban G dkk# 7..1)

    :amun beberapa sel lainnya yang dapat terinfeksi yang ditemukan secara

    in !itro dan in!i!o adalah megakariosit# epidermal langerhans# peripheral

    dendritik# folikular dendritik# mukosa rectal# mukosa saluran cerna# sel ser!iks#

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    13/45

    mikrogilia# astrosit# sel trofoblast# limfosit CD# sel retina dan epitel ginjal"

    (erati 5P dkk# 7..1)

    Infeksi 3I6 terjadi melalui molekul CD- yang merupakan reseptor utama

    3I6 dengan bantuan ko$reseptor kemokin pada sel 5 atau monosit# atau melalui

    kompleks molekul adhesi pada sel dendrit" ;ompleks molekul adhesi ini dikenal

    sebagai dendritic-cell specific intercellular adhesion molecule-grabbing

    nonintegrin (DC$SI:)" Akhir$akhir ini diketahui bah*a selain molekul CD- dan

    ko$reseptor kemokin# terdapat integrin -' sebagai reseptor penting lainnya

    untuk 3I6" Antigen gp%7. yang berada pada permukaan 3I6 akan berikatan

    dengan CD- serta ko$reseptor kemokin CFC- dan CC,# dan dengan mediasi

    antigen gp-% !irus# akan terjadi fusi dan internalisasi 3I6" Di dalam sel CD-#

    sampul 3I6 akan terbuka dan :A yang muncul akan membuat salinan D:A

    dengan bantuan enim transkriptase re!ersi" Selanjutnya salinan D:A ini akan

    berintegrasi dengan D:A pejamu dengan bantuan enim integrase" D:A !irus

    yang terintegrasi ini disebut sebagai pro!irus" Setelah terjadi integrasi# pro!irus ini

    akan melakukan transkripsi dengan bantuan enim polimerasi sel host menjadi

    m:A untuk selanjutnya mengadakan transkripsi dengan protein$protein struktur

    sampai terbentuk protein" m:A akan memproduksi semua protein !irus"

    enomik :A dan protein !irus ini akan membentuk partikel !irus yang

    nantinya akan menempel pada bagian luar sel" elalui proses budding pada

    permukaan membran sel# !irion akan dikeluarkan dari sel inang dalam keadaan

    matang" Sebagian besar replikasi 3I6 terjadi di kelenjar getah bening# bukan di

    peredaran darah tepi" (Djoerban G dkk# 7..1)

    Siklus replikasi !irus 3I6 digambarkan secara ringkas melalui gambar 7"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    14/45

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    15/45

    Perjalanan penyakit infeksi 3I6 disebabkan adanya gangguan fungsi dan

    kerusakan progresif populasi sel 5 CD-" 3al ini meyebabkan terjadinya deplesi

    sel 5 CD-" Selain itu# terjadi juga disregulasi repsons imun sel 5 CD- dan

    proliferasi CD- jarang terlihat pada pasien 3I6 yang tidak mendapat pengobatan

    antiretro!irus" (Djoerban G dkk# 7..1)

    !. PERJALANAN PENYAKIT

    Dalam tubuh odha# partikel !irus bergabung dengan D:A sel pasien#

    sehingga satu kali seseorang terinfeksi 3I6# seumur hidup ia akan tetap terinfeksi"

    Sebagian berkembang masuk tahap AIDS pada 0 tahun pertama# ,.8 berkembang

    menjadi pasien AIDS sesudah %. tahun# dan sesudah %0 tahun hampir semua

    orang yang terinfeksi 3I6 menunjukkan gejala AIDS# dan kemudian meninggal"

    Perjalanan penyakit tersebut menunjukkan gambaran penyakit yang kronis# sesuai

    dengan perusakan sistem kekebalan tubuh yang juga bertahap" (Djoerban G dkk#

    7..1)

    Dari semua orang yang terinfeksi 3I6# lebih dari separuh akan

    menunjukkan gejala infeksi primer yang timbul beberapa hari setelah infeksi dan

    berlangsung selama 7$1 minggu" ejala yang terjadi adalah demam# nyeri

    menelan# pembengkakan kelenjar getah bening# ruam# diare# atau batuk dan

    gejala$gejala ini akan membaik dengan atau tanpa pengobatan" (Djoerban G dkk#

    7..1)

    Setelah infeksi akut# dimulailah infeksi 3I6 asimtomatik (tanpa gejala)

    yang berlangsung selama $%. tahun" 5etapi ada sekelompok kecil orang yang

    perjalanan penyakitnya amat cepat# dapat hanya sekitar 7 tahun# dan ada pula

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    16/45

    perjalanannya lambat (non$progessor)" Sejalan dengan memburuknya kekebalan

    tubuh# odha mulai menampakkan gejala$gejala akibat infeksi oportunistik seperti

    berat badan menurun# demam lama# rasa lemah# pembesaran kelenjar getah

    bening# diare# tuberkulosis# infeksi jamur# herpes dan lain$lainnya"

    Ta#& 2. ejala klinis infeksi primer 3I6

    K&(")(' G&3aa K&'&$a)a* 456

    =mum Demam &.

    :yeri otot ,-

    :yeri sendi $

    asa lemah $ukokutan uam kulit '.

    =lkus di mulut %7

    @imfadenopati '-

    :eurologi :yeri kepala 07

    :yeri belakang mata $

    Eotofobia $

    Depresi $

    eningitis %7

    Saluran cerna Anoreksia $

    :ausea $

    Diare 07

    ?amur di mulut %7

    Sumber > (Djaui S# 7..7)

    Pada pasien :y A ini gejala klinis yang dapat dijumpai adalah Demam#

    rasa lemah badan# adanya nyeri kepala# dan jamur di mulut"

    5anpa pengobatan A6# sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi 3I6

    akan memburuk bertahap meski selama beberapa tahun tidak bergejala" Pada

    akhirnya# odha akan menunjukkan gejala klinik yang makin berat" 3al ini berarti

    telah masuk ke tahap AIDS" 5erjadinya gejala$gejala AIDS biasanya didahului

    oleh akselerasi penurunan jumlah limfosit CD-" Perubahan ini diikuti oleh gejala

    klinis menghilangnya gejala limfadenopati generalisata yang disebabkan

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    17/45

    hilangnya kemampuan respon imun seluler untuk mela*an turnover 3I6 dalam

    kelenjar limfe ;arena manifestasi a*al kerusakan dari system imun tubuh adalah

    kerusakan mikroarsitektur folikel kelenjar getah bening dan infeksi 3I6 meluas

    ke jaringan limfoid# yang dapat diketahui dari pemeriksaan hibridasi insitu"

    Sebagian replikasi 3I6 terjadi di kelenjar getah bening# bukan di peredaran darah

    tepi" (Djoerban G dkk# 7..1)

    Pada *aktu orang dengan infeksi 3I6 masih merasa sehat# klinis tidak

    menunjukkan gejala# pada *aktu itu terjadi replikasi 3I6 yang tinggi# %. partikel

    setiap hari" eplikasi yang cepat ini disertai dengan mutasi 3I6 dan seleksi#

    muncul 3I6 yang resisten"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    18/45

    limfosit 5" Akibatnya perjalanan penyakitnya biasanya lebih progresif" (Djoerban

    G dkk# 7..1)

    Secara ringkas# perjalanan alamiah penyakit 3I6/AIDS dikaitkan dengan

    hubungan antara jumlah :A !irus dalam plasma dan jumlah limfosit CD-B

    ditampilkan dalam gambar 0"

    ambaran perjalanan alamiah infeksi 3I6" Dalam periode infeksi primer#

    3I6 menyebar luas di dalam tubuhH menyebabkan deplesi sel 5 CD- yang terlihat

    pada pemeriksaan darah tepi" eaksi imun terjadi sebagai respon terhadap 3I6#

    ditandai dengan penurunan !iremia"

    ambar 0> perjalanan alamiah infeksi 3I6

    sumber > http>//***"aegis"org/factshts/:IAID/%&&,

    Selanjutnya terjadi periode laten dan penurunan jumlah sel 5 CD- terus terjadi

    hingga mencapai di ba*ah batas kritis yang akan memungkinkan terjadinya

    infeksi oportunistik"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    19/45

    !.7 DIAGNOSIS

    !.7.1. A*a"*&sis

    Anamnesis yang lengkap termasuk risiko pajanan 3I6 # pemeriksaan fisik#

    pemeriksaan laboratorium# dan konseling perlu dilakukan pada setiap odha saat

    kunjungan pertama kali ke sarana kesehatan" 3al ini dimaksudkan untuk

    menegakkan diagnosis# diperolehnya data dasar mengenai pemeriksaan fisik dan

    laboratorium# memastikan pasien memahami tentang infeksi 3I6# dan untuk

    menentukan tata laksana selanjutnya"

    Dari Anamnesis# perlu digali factor resiko 3I6 AIDS#

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    20/45

    Ta#& %: Da9a$ ii' $ia;a )asi&*

    S+"#&$ :D&)'&s RI 2887

    Dari anamnesis pasien :y A ini# terdapat keluhan demam# badan terasa

    lemah# ada nyeri kepala# dan terdapat jamur di mulut" Eaktor resiko pada pasien

    ini adalah kemungkinan karena pasien bekerja di luar negeri# sehingga

    kemungkinan terjadi penularan melalui mukosa genital (seksual) semakin

    meningkat"

    !.7.2 P&"&$i'saa* 9isi'

    Daftar tilik pemeriksaan fisik pada pasien dengan kecurigaan infeksi 3I6 dapat

    dilihat pada tabel 1

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    21/45

    Ta#& : Da9a$ ii' )&"&$i'saa* 9isi'

    S+"#&$ :D&)'&s RI 2887

    ambaran klinis yang terjadi" umumnya akibat adanya infeksi oportunistik

    atau kanker yang terkait dengan AIDS seperti sarkoma ;aposi# limfoma

    malignum dan karsinoma ser!iks in!asif" Daftar tilik pemeriksaan fisik pada

    pasien dengan kecurigaan infeksi 3I6 dapat dilihat pada tabel 1" Di S Dr" Cipto

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    22/45

    angkusumo (SC) ?akarta# gejala klinis yang sering ditemukan pada odha

    umumnya berupa demam lama# batuk# adanya penurunan berat badan# saria*an#

    dan diare# seperti pada tabel , "

    Ta#& . ejala AIDS di S" Dr" Cipto angunkusumo

    G&3aa F$&'+&*si

    Demam lama %.. 8

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    23/45

    Ta#& 7. Anjuran pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan pada odha

    5es antibodi terhadap 3I6 (AI)H

    5es 3itung jumlah sel 5 CD- 5 (AI)H

    3I6 :A plasma (viral load) (AI)HPemeriksaan darah perifer lengkap# profil kimia# S45# SP5#

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    24/45

    berasal dari darah ibu" Ig ini dapat bertahan selama % bulan sehingga pada

    kondisi ini# tes perlu diulang pada usia anak 9 % bulan" (Djoerban G dkk#7..1)

    3asil tes dinyatakan positif bila tes penyaring dua kali positif ditambah

    dengan tes konfirmasi dengan 2< positif" Di negara$negara berkembang

    termasuk Indonesia# pemeriksaan 2< masih relatif mahal sehingga tidak mungkin

    dilakukan secara rutin" 234 menganjurkan strategi pemeriksaan dengan

    kombinasi dari pemeriksaan penyaring yang tidak melibatkan pemeriksaan 2 Alogaritma pemeriksaan 3I6

    Sumber > Depkes#7..'

    !.7.% P&*iaia* Ki*is

    Penilaian klinis yang perlu dilakukan setelah diagnosis 3I6 ditegakkan

    meliputi penentuan stadium klinis infeksi 3I6# mengidentifikasi penyakit yang

    berhubungan dengan 3I6 di masa lalu# mengidentifikasi penyakit yang terkait

    dengan 3I6 saat ini yang membutuhkan pengobatan# mengidentifikasi kebutuhan

    terapi A6 dan infeksi oportunistik# serta mengidentifikasi pengobatan lain yang

    sedang dijalani yang dapat mempengaruhi pemilihan terapi" (Djaui S dkk#7..7)

    !.7. Sa,i+" Ki*is

    234 membagi 3I6/AIDS menjadi empat stadium klinis yakni stadium I

    (asimtomatik)# stadium II (sakit ringan)# stadium III (sakit sedang)# dan stadium

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    26/45

    I6 (sakit berat atau AIDS)# dalam tabel &"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    27/45

    Ta#& Depkes I# 7..'

    !.= PENATALAKSANAAN

    3I6/AIDS sampai saat ini memang belum dapat disembuhkan secara total"

    :amun data selam tahun terakhir menunjukkan bukti yang amat meyakinkan

    bah*a pegobatan dengan menggunakan kombinasi beberapa obat anti 3I6

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    28/45

    bermanfaat untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dini akibat infeksi 3I6" "

    (Djoerban G dkk#7..1)

    Secara umum# penatalaksanaan odha terdiri atas beberapa jenis# yaitu>

    a) Pengobatan untuk menekan replikasi !irus 3I6 dengan obat

    antiretro!iral (A6)"

    b) Pengobatan untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi dan kanker

    yang menyertai infeksi 3I6/AIDS# seperti jamur# tuberkulosis#

    hepatitis# toksoplasmosis# sarkoma kaposi# limfoma# kanker ser!iks"

    c) Pengobatan suportif# yaitu makanan yang mempunyai nilai gii yang

    lebih baik dan pengobatan pendukung lain seperti dukungan

    psikososial dan dukungan agama serta juga tidur yang cukup dan perlu

    menjaga kebersihan" Dengan pengobatan yang lengkap tersebut# angka

    kematian dapat ditekan# harapan hidup lebih baik dan kejadian infeksi

    oportunistik amat berkurang"

    !.=.1T&$a)i A*i$&$(>i$a 4ARV6

    Secara umum# obat A6 dapat dibagi dalam 0 kelompok besar yakn (Djaui S

    dkk#7..7)>

    ;elompok nucleoside reverse transcriptase inhibitors (:5I) seperti>

    ido!udin# alsitabin# sta!udin# lami!udin# didanosin# abaka!ir ;elompok non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (::5I) seperti

    e!afirens dan ne!irapin

    ;elompok protease inhibitors (PI) seperti sakuina!ir# ritona!ir# nel!ina!ir#

    amprena!ir"

    2aktu memulai terapi A6 harus dipertimbangkan dengan seksama karena

    obat antiretro!iral akan diberikan dalam jangka panjang" Proses memulai terapi

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    29/45

    A6 meliputi penilaian terhadap kesiapan pasien untuk memulai terapi A6 dan

    pemahaman tentang tanggung ja*ab selanjutnya (terapi seumur hidup# adherence#

    toksisitas)" ?angkauan pada dukungan gii dan psikososial# dukungan keluarga

    atau sebaya juga menjadi hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika membuat

    keputusan untuk memulai terapi A6" ( Depkes I# 7..')

    Dalam hal tidak tersedia tes CD-# semua pasien dengan stadium 0 dan -

    harus memulai terapi A6" Pasien dengan stadium klinis % dan 7 harus dipantau

    secara seksama# setidaknya setiap 0 bulan sekali untuk pemeriksaan medis

    lengkap atau manakala timbul gejala atau tanda klinis yang baru"Adapun terapi

    3I6$AIDS berdasarkan stadiumnya seperti pada tabel %." (Depkes I# 7..')

    Ta#& 18.5erapi pada 4D3A de*asa

    Sa,i+"

    Ki*isBia &$s&,ia )&"&$i'saa* ?D%

    Ji'a i,a' &$s&,ia

    )&"&$i'saa* ?D%

    %5erapi antiretro!iral dimulai bila CD-

    K7..

    5erapi A6 tidak

    diberikan

    7

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    30/45

    7" :ilai yang tepat dari CD- di atas 7../mm0di mana terapi A6 harus dimulai

    belum dapat ditentukan"

    0" ?umlah limfosit total M%7../mm0 dapat dipakai sebagai pengganti bila

    pemeriksaan CD- tidak dapat dilaksanakan dan terdapat gejala yang berkaitan

    dengan 3I6 (Stadium II atau III)" 3al ini tidak dapat dimanfaatkan pada

    4D3A asimtomatik" aka# bila tidak ada pemeriksaan CD-# 4D3A

    asimtomatik (Stadium I) tidak boleh diterapi karena pada saat ini belum ada

    petanda lain yang terpercaya di daerah dengan sumber daya terbatas"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    31/45

    :amun pada kondisi$kondisi dimana tidak ada lagi terapi yang efektif

    selain perbaikan fungsi kekebalan dengan A6 maka pemberian A6 sebaiknya

    diberikan sesegera mungkin (AIII)" Contohnya pada kriptosporidiosis#

    mikrosporidiosis# demensia terkait 3I6" ;eadaan lainnya# misal pada infeksi

    &.tuberculosis#penundaan pemberian A6 7 hingga minggu setelah terapi 5 Depkes I# 7..'

    PI tidak direkomendasikan sebagai paduan lini pertama karena penggunaa

    PI pada a*al terapi akan menghilangkan kesempatan pilihan lini kedua di

    Indoneesia di mana sumber dayanya masih sangat terbatas" PI hanya dapat

    digunakan sebagai paduan lini pertama (bersama kombinasi standar 7 :5I) pada

    terapi infeksi 3I6$7# pada perempuan dengan CD-97,./ mm0 yang mendapat

    A5 dan tidak bisa menerima E6# atau pasien dengan intoleransi ::5I"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    35/45

    !..! Si*,$(" P&"+i/a* I"+*ias 4i""+* $&-(*si+i(* s;*,$("& @ IRIS6

    ;umpulan tanda dan gejala akibat dari pulihnya system kekebalan tubuh

    selama terapi A6" erupakan reaksi paradoksal dalam mela*an antigen asing

    (hidup atau mati) dari pasien yang baru memulai terapi A6 dan mengalami

    pemulihan respon imun terhadap antigen tersebut"" tuberkulosi merupakan

    sepertiga dari seluruh kasus IIS" Erekuensinya %.8 dari seluruh pasien yang

    mulai terapi A6 dan 7,8 dari pasien yang mulai terapi A6 dengan CD- K,. /

    mm0"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    36/45

    Ta#& 1%: )&,("a* aaa'sa*a IRIS

    S+"#&$ : D&)'&s RI 2887

    !.=.! P&*aaa'sa*aa* I*9&'si O)+$+*isi'

    Infeksi oportunistik (I4) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan

    tubuh" Infeksi ini dapat timbul karena mikroba (bakteri# jamur# !irus) yang berasal

    dari luar tubuh# maupun yang sudah ada dalam tubuh manusia namun dalam

    keadaan normal terkendali oleh kekebalan tubuh" (Junihastuti # 7..,)

    Infeksi oportunistik dapat dihubungkan dengan tingkat kekebalan tubuh

    yang ditandai dengan jumlah CD- dan dapat terjadi pada jumlah CD- K 7..

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    37/45

    sel/ @ ataupun 9 7.. sel/ @" Sebagian besar infeksi oportunistik dapat diobati

    namun apabila kekebalan tubuh tetap rendah maka infeksi oportunistik mudah

    kambuh kembali atau juga dapat timbul oportunistik yang lain" Pada umumnya

    kematian pada odha disebabkan oleh infeksi oportunistik sehingga infeksi ini

    perlu dikenal dan diobati" Dengan penggunaan A6 peningkatan kekebalan tubuh

    ( CD- ) dapat dicapai sehingga risiko infeksi oportunistik dapat dikurangi"

    5erdapat banyak penyakit yang digolongkan infeksi oportunistik seperti terlihat

    pada table %,"

    Ta#& 1. Infeksi 4portunistik/ ;ondisi yang Sesuai dengan ;riteria Diagnosis

    AIDS

    Cytomegalo!irus (C6) selain hati# limpa# atau kelenjar getah bening

    C6# retinitis (dengan penurunan fungsi penglihatan)

    nsefalopati 3I6 a

    3erpes simpleks# ulkus kronik (lebih dari % bulan)# bronchitis# pneumonitis# atau

    esofagitis

    3istoplasmosis# diseminata atau ekstraparu

    Isosporiasis# dengan diare kronis (9 % bulan)

    ;andidiasis bronkus# trakea# atau paru

    ;andidiasis esophagus

    ;anker ser!iks in!asif

    ;oksidioidomikosis# diseminata# atau ekstraparu

    ;riptokokosis# ekstraparu

    ;riptokosporidiosis# dengan diare kronis (9 % bulan)

    @eukoensefalopati multifocal progresif

    @imfoma

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    38/45

    lain selain infeksi 3I6" =ntuk menyingkirkan penyakit lain dilakukan

    pemeriksaan lumbal pungsi dan pemeriksaan pencitraan otak (C5 scan atau I)b

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    39/45

    berupa infiltrat pada lobus atas# ka!itas# atau efusi pleura" Pada 4D3A dengan

    CD K 7.. sel/[email protected]# gambaran yang lebih sering tampak adalah limfadenopati

    mediastinum dan infiltrat di lobus ba*ah" Diagnosis definitif 5< pada odha

    adalah dengan ditemukannya &.tuberculosispada kultur jaringan atau specimen

    sedangkan diagnosis presumtifnya berdasarkan ditemukannya

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    40/45

    Ta#& 17. 5erapi A6 untuk pasien koinfeksi 5

    %" Pencegahan primer# yakni upaya untuk mencegah infeksi sebelum infeksi

    terjadi" isalnya pemberian kotrimoksaol pada penderita yang CD- K

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    41/45

    7../mm0 untuk mencegah )neumocystis carinii pneumonia (PCP)"

    Pencegahan ini dapat mengurangi risiko PCP"

    7" Pencegahan sekunder# yaitu pemberian obat pencegahan setelah infeksi terjadi"

    Contohnya setelah terapi PCP dengan kotrimoksaol diperlukan obat

    pencegahan (dalam dosis yang lebih rendah) untuk mencegahan kekambuhan

    PCP yang telah sembuh"

    ?ika kekebalan tubuh dengan indikator nilai CD- meningkat maka risiko terkena

    infeksi oportunistik berkurang sehingga obat pencegahan infeksi oportunistik

    dapat dihentikan" :amun bila kekebalan menurun kembali obat infeksi

    oportunistik harus diberikan lagi" 5abel berikut menampilkan secara ringkas

    pencegahan terhadap beberapa bentuk infeksi oportunistik"

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    42/45

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    43/45

    DAFTAR PUSTAKA

  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    44/45

    %" Djoerban G# Djaui S" 3I6/AIDS di Indonesia" In> Sudoyo A2# Setiyohadi

    ;asper [email protected]# Eauci AS# @ongo [email protected]# cra*$3ill

    -" ;elompok Studi ;husus AIDS E;=I" In> Junihastuti # Djaui S#

    Djoerban G# editors" Infe!si oportunisti! pada AIS. ?akarta> http>//***"aidsindonesia"or"id

    1" erati 5P# Djaui S" espon imun infeksi 3I6" In> Sudoyo A2# Setiyohadi

    Akib

    AA# unasir G# 2indiastuti # ndyarni Departemen Ilmu ;esehatan Anak E;=I$SC

    7..&

    " Pedoman :asional 5erapi Antiretro!iral" QPanduan 5atalaksana ;linis

    Infeksi 3I6 pada orang De*asa dan emajaR edisi ke$7# Departemen

    ;esehatan epublik Indonesia Direktorat ?enderal Pengendalian Penyakit

    dan Penyehatan @ingkungan 7..'

    http://www.aidsindonesia.or.id/http://www.aidsindonesia.or.id/http://www.aidsindonesia.or.id/http://www.aidsindonesia.or.id/
  • 8/11/2019 Lapsus Aids

    45/45

    &" =:AIDS$234" eport on the global 3I6/AIDS epidemic 7.%.>

    eecuti!e summary" ene!a" 7.%."

    %." Jayasan Spiritia" Sejarah 3I6 di Indonesia" 7..& Ocited 7..& April H

    A!ailable from> http>//spiritia"or"id/art/bacaart"phpartnoT%.-.

    http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1040http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1040