Lapsus 2 Fraktur

  • View
    238

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapsus bedah

Text of Lapsus 2 Fraktur

LAPORAN KASUS

FRAKTUR Os. RADIUS 1/3 MEDIAL DISERTAIFRAKTUR Os. ULNA 1/3 PROKSIMAL DAN 1/3 MEDIAL

Dibimbing Oleh :

dr. Shofia Agung Priyatno, SpB, MSi.Med

Disusun Oleh :

Asiah

(1320221137)

Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Bedah

FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA

PERIODE 20 Oktober 22 November 2014

LEMBAR PENGESAHAN Presentasi KasusCarsinoma Duktus Mammae Sinistra

Disusun oleh :

Asiah

1320.221.137Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik

Departemen Ilmu Bedah

RSUD Ambarawa, SemarangTelah disetujui tanggal :......................................................Pembimbing

dr. Shofia Agung Priyatno, Sp.B, Msi.MedMengesahkan :

Koordinator Kepaniteraan Ilmu Bedahdr. Hery Unggul, SpBKATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME, berkat karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan pembuatan Laporan Kasus yang berjudul Carsinoma Duktus Mammae Sinistra yang merupakan salah satu syarat dalam mengikuti ujian kepaniteraan klinik Pendidikan Profesi Dokter Departemen Ilmu Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa Periode 13 Maret 23 Mei 2015.Dalam menyelesaikan Presentasi Kasus ini penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada dr. Shofia Agung P, SpB, MSi.Med sebagai dokter pembimbing. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kasus ini banyak terdapat kekurangan dan juga masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis mengharap kritik dan saran dari pembaca.

Semoga Laporan Kasus ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pada khususnya dan semua pihak yang berkepentingan bagi pengembangan ilmu kedokteran pada umumnya. Amin.

Ambarawa, Mei 2015Penulis

DAFTAR ISI

COVER ...............................................................................................................1LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................2KATA PENGANTAR ........................................................................................3DAFTAR ISI ......................................................................................................4BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang .......................................................................................5BAB II LAPORAN KASUS

Identitas Pasien ......................................................................................6

Anamnesa ..............................................................................................6

Pemeriksaan Fisik .................................................................................7

Pemeriksaan Penunjang...............................................................................9

Diagnosis ...............................................................................................11

Terapi dan Planning .....................................................................................11

Prognosis ................................................................................................12

Follow Up .....................................................................................12BAB III PEMBAHASANPembahasan ...................................................................................................14BAB IV TINJAUAN PUSTAKADefinisi ....................................................................................................16Epidemiologi..................................................................................................16Etiologi..................................................................................................16Diagnosis...................................................................................................16Penatalaksanaan............................................................................................19Penyembuhan Fraktur...................................................................................25BAB V KESIMPULANKesimpulan ...................................................................................................27DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................28BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangDengan meningkatnya mobilitas disektor lalu lintas dan faktor kelalaian manusia sebagai salah satu penyebab paling sering terjadinya kecelakaan yang dapat menyebabkan fraktur. Penyebab yang lain dapat karena kecelakaan kerja, olah raga dan rumah tangga.Patah tulang antebrachii sering terjadi pada bagian distal yang umumnya disebabkan oleh gaya pematah langsung sewaktu jatuh dengan posisi tangan hiperekstensi. Hal ini dapat diterangkan oleh karena adanya mekanisme refleks jatuh di mana lengan menahan badan dengan posisi siku agak menekuk seperti gaya jatuhnya atlit atau penerjun payung.(1) Fraktur adalah gangguan pada kontinuitas tulang dengan atau tanpa letak perubahan letak fragmen tulang. Menurut Lane and Cooper, fraktur atau patah tulang adalah kerusakan jaringan atau tulang baik komplet maupun inkomplete yang berakibat tulang yang menderita tersebut kehilangan kontinuitasnya dengan atau tanpa adanya jarak yang menyebabkan fragmen.(2) Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. (3) BAB II

LAPORAN KASUS

2.1. IDENTITAS

Nama : Tn. ABT Umur : 18 thn

Jenis Kelamin : Laki-lakiAgama : IslamPekerjaan : PelajarAlamat : Panjang Kidul 4/1 Ambarawa Kab. SemarangStatus: Belum MenikahKelompok pasien: UmumCara Masuk : IGDTanggal masuk/ Ruangan: 18 April 2015/ Melati

Nomor RM : 0784062.2. ANAMENESA

Keluhan utama

Post kecelakaan lalu lintas 30 menit SMRS.Riwayat penyakit Sekarang

Pasien post kecelakaan tunggal sepeda motor menghindari kucing, pasien mengaku tidak menggunakan helm. Pasien tidak mengingat saat terjadinya kecelakaan. Pasien merasakan adanya benturan pada kepala, dan terdapat nyeri pada daerah wajah dan tangan kiri. Pada bibir terdapat luka terbuka. Pusing (+), mual (+), muntah (-), pingsan (+) kurang lebih 5 menit, keluar darah dari mulut, hidung maupun telinga disangkal.Tangan kiri pasien merasa sangat sakit, terdapat luka lecet, jari-jari dapat digerakkan, namun pergerakan siku minimal. Pada daerah luka juga bengkak.Riwayat Penyakit Dahulu

Hipertensi (-), DM (-), alergi (-), Asma (-).Riwayat Operasi

Menyangkal pernah dioperasi sebelumnya.Riwayat Penyakit Keluarga

DM(-), Hipertensi (-), Penyakit Ginjal (-), Penyakit Darah (-)

Riwayat Kebiasaan dan Gizi

Merokok (+), meminum alkohol (-), makan sehari 3 kali dengan porsi cukup.2.3. PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Generalis

Keadaan umum: tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6), status gizi baik

Tanda Vital: TD : 121/61 mmHg

Nadi: 101 x/menit, reguler

RR: 20 x/menit

Suhu: 36,3oC

Rambut: distribusi pertumbuhan rambut rata, berwarna hitam, benjolan (-), VL dan VE (-)Kepala dan wajah: bentuk kepala mesocephal, wajah simetris, luka (-), warna kulit coklat, pucat (-)

Mata: konjungtiva warna merah muda, subkonjungtiva hematom (-/+) anemis (-/-), sklera warna putih, edema periorbita (-/+) Hidung: rhinorrhea (-/-), epistaksis (-/-), deformitas hidung (-/-)

Mulut: mukosa bibir pucat (-/-), VL pada mukosa bibir atas ukuran 1,5 x 0,1 x 0,3 cm Telinga: otorrhea (-/-), kedua cuping telinga normal

Leher: simetris, lesi kulit (-), pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran KGB (-)

Thorax: normochest, simetris

Cor : Inspeksi: ictus cordis tidak tampak Palpasi: ictus cordis kuat angkat

Perkusi : Batas kiri atas : SIC II LPSS

Batas kanan atas: SIC II LPSD

Batas kiri bawah: SIC V 1 cm lateral LMCS

Batas kanan bawah: SIC IV LPSD

Batas jantung kesan tidak melebar

Auskultasi: bunyi jantung I-II intensitas normal, regular

Pulmo : Inspeksi : pengembangan dada kanan sama dengan dada kiri Palpasi: fremitus taktil kiri sama dengan kanan

Perkusi : sonor di seluruh lapang paru

Auskultasi :++--

- -

suara dasar vesikuler + wheezing - ronkhi basah & kering -

++ - - - -

Abdomen :Inspeksi

: Dinding perut cembung, venektasi (-), jaringan parut/bekas luka (-), tumor/benjolan (-) didaerah hipogastrium sinistra, darm steifung(-), darm contour (-)

Auskultasi

: Bising usus 6x/menit (+) normalPalpasi

: Supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan abdomen(-)Perkusi

: Timpani seluruh regio, nyeri ketok (-)

Sistem Collumna Vertebralis : Inspeksi

: Deformitas (-), kiphosis (-), lordosis (-), skoliosis (-)

Palpasi

: Nyeri tekan (-), krepitasi (-)

Ektremitas : Regio Cruris Dextra

Look : Pemendekan (+), bengkak (+), deformitas (+) angulasi ke lateral, Kulit utuh (tidak terdapat luka robek)

Feel : Terdapat nyeri tekan (+), pulsasi distal (+), sensibilitas (+)

Movement : Nyeri gerak aktif (+), nyeri gerak pasif (+), ROM sulit dinilaiPemeriksaan Neurologik:

Sistem motorik Sistem sensorik

- - - - - - -