LAPORAN PENDAHULUAN HERNIA.doc

Embed Size (px)

Citation preview

LAPORAN PENDAHULUANHERNIA INGUINALIS LATERALISA. Pengertian

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan (Jong,2004).Hernia inguinalis indirek disebut juga hernia inguinalis lateralis yaitu hernia yang keluar dari rongga peritonium melalui anulus inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior, kemudian hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis (Jong 2004).

Hernia inguinalis direk disebut juga hernia inguinalis medialis yaitu hernia yang melalui dinding inguinal posteromedial dari vasa epigastrika inferior di daerah yang dibatasi segitiga Hesselbach (Arif Mansjoer,2000).

B. Anatomi dan Fisiologi

1. Anatomia. Usus halusPanjangnya kira-kira 2-8 m dengan diameter 2,5 cm. Berentang dari sphincter pylorus ke katup ileocecal. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum) panjangnya 25 cm, usus kosong (jejunum) 1-2 m, dan usus penyerapan (ileum) 2-4 m.

1) Usus dua belas jari (Duodenum)

Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.

Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.2) Usus Kosong (jejunum)

Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium. 3) Usus Penyerapan (illeum)

Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.b. Usus Besar

Usus besar dimulai dari katup ileocecal ke anus dan rata-rata panjangnya 1,5 m dan lebarnya 5-6 cm.Usus besar terbagi kedalam cecum, colon, dan rectum. Vermiform appendix berada pada bagian distal dari cecum. Colon terbagi menjadi colon ascending, colon transversal, colon descending, dan bagian sigmoid. Bagian akhir dari usus besar adalah rectum dan anus. Sphincter internal dan eksternal pada anus berfungsi untuk mengontrol pembukaan anus.(Brunner & Suddarth, 2001)

2. Fisiologi

Fungsi usus halus adalah :

a. Sekresi mucus. Sel-sel goblet dan kelenjar mukosa duodenum akan mensekresi mukus guna melindungi mukosa usus.b. Mensekresi enzim. Sel-sel mikrovilli (brush border cell) mensekresi sucrase, maltase, lactase dan enterokinase yang bekerja pada disakarida guna membentuk monosakarida yaitu peptidase yang bekerja pada polipeptida, dan enterokinase yang mengaktifkan trypsinogen dari pankreas.c. Mensekresi hormon. Sel-sel endokrin mensekresi cholecystokinin, secretin, dan enterogastrone yang mengontrol sekresi empedu, pancreatic juice, dan gastric juice. d. Mencerna secara kimiawi. Enzim dari pankreas dan empedu dari hati masuk kedalam duodenum.e. Absorpsi. Nutrisi dan air akan bergerak dari lumen usus kedalam kapiler darah dan lacteal dari villi.f. Aktifitas motorik. Mencampur, kontraksi dan peristaltik. Gerakan mencampur disebabkan oleh kontraksi serabut otot sirkuler pada usus menyebabkan chyme kontak dengan villi untuk diabsorpsi.

Fungsi utama usus besar adalah :

a. Sebagai aktifitas motorik. Gerakan mengayun dan peristaltic akan menggerakkan zat sisa menuju kebagian distal. b. Sekresi. Pada umumnya memproduksi mukus yang melindungi mukosas akan tidak mengalami injury, melunakkan feces yang memungkinkan bergerak dengan lancar kearah pelepasan dan menghambat pengaruh pembentukan keasaman oleh bakteri. c. Absorpsi air, garam, dan chlorida. Colon mempunyai kemampuan mengabsorpsi 90% air dan garam dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.d. Mensintesa vitamin. Bakteri pada usus halus akan mensintesa vitamin K, thiamin, riboflavin, vitamin B12, dan folic acid. e. Membentuk feses. Feses terdiri dari air dan massa padat. Massa padat termasuk sisa makanan dan sel yang mati. Pigmen empedu memberikan warna pada feses. Dan menstimulasi gerakan isi usus kearah pelepasan.f. Defekasi. Yaitu aktifitas mengeluarkan feces dari dalam tubuh keluar. Pada saat feses dan gas berada dalam rektum, tekanan dalam rektum meningkat, menyebabkan terjadinya refleks defekasi.C. Etiologi/Predisposisi

1. Kongenital

Terjadi sejak lahir adanya defek pada suatu dinding rongga.

2. Didapat (akquisita)

Hernia ini didapat oleh suatu sebab yaitu umur, obesitas, kelemahan umum, lansia, tekanan intra abdominal yang tinggi dan dalam waktu yang lama misalnya batuk kronis, gangguan proses kencing, kehamilan, mengejan saat miksi, mengejan saat defekasi, pekerjaan mengangkat benda berat.D. Klasifikasi

1. Bagian-bagian hernia

a. Kantong hernia

Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Tidak semua hernia memiliki kantong, misalnya hernia insisional, hernia adipose, hernia intertitialis.

b. Isi hernia

Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia, misalnya usus,ovarium dan jaringan penyangga usus (omentum).

c. Pintu hernia

Merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia.

d. Leher hernia

Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia.

e. Locus minoris resistance (LMR).

2. Macam-macam hernia

a. Berdasarkan terjadinya:

1) Hernia bawaan atau kongenital2) Hernia didapat atau akuisita

b. Berdasarkan tempatnya:

1) Hernia Inguinalis adalah hernia isi perut yang tampak di daerah sela paha (region inguinalis).2) Hernia femoralis adalah hernia isi perut yang tampak di daerah fosa femoralis.3) Hernia umbilikalis adalah hernia isi perut yang tampak di daerah isi perut.4) Hernia diafragmatik adalah hernia yang masuk melalui lubang diafragma ke dalam rongga dada.5) Hernia nucleus pulposus (HNP).c. Berdasarkan sifatnya

1) Hernia reponibel yaitu isi hernia masih dapat dikembalikan ke kavum abdominalis lagi tanpa operasi.2) Hernia ireponibel yaitu isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga.3) Hernia akreta yaitu perlengketan isi kantong pada peritonium kantong hernia.4) Hernia inkarserata yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia.

d. Berdasarkan isinya

1) Hernia adipose adalah hernia yang isinya terdiri dari jaringan lemak.2) Hernia litter adalah hernia inkarserata atau strangulata yang sebagian dinding ususnya saja yang terjepit di dalam cincin hernia.3) Slinding hernia adalah hernia yang isi hernianya menjadi sebagian dari dinding kantong hernia.E. Patofisiologi

Terjadinya hernia disebabkan oleh dua faktor yang pertama adalah factor kongenital yaitu kegagalan penutupan prosesus vaginalis pada waktu kehamilan yang dapat menyebabkan masuknya isi rongga pertu melalui kanalis inguinalis, faktor yang kedua adalah faktor yang dapat seperti hamil, batuk kronis, pekerjaan mengangkat benda berat dan faktor usia, masuknya isi rongga perut melalui kanal ingunalis, jika cukup panjang maka akan menonjol keluar dari anulus ingunalis ekstermus. Apabila hernia ini berlanjut tonjolan akan sampai ke skrotum karena kanal inguinalis berisi tali sperma pada laki-laki, sehingga menyebakan hernia. Hernia ada yang dapat kembali secara spontan maupun manual juga ada yang tidak dapat kembali secara spontan ataupun manual akibat terjadi perlengketan antara isi

hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali.

Keadaan ini akan mengakibatkan kesulitan untuk berjalan atau berpindah sehingga aktivitas akan terganggu. Jika terjadi penekanan terhadap cincin hernia maka isi hernia akan mencekik sehingga terjadi hernia strangulate yang akan menimbulkan gejala illeus yaitu gejala abstruksi usus sehingga menyebabkan peredaran darah terganggu yang akan menyebabkan kurangnya suplai oksigen yang bisa menyebabkan Iskemik. Isi hernia ini akan menjadi nekrosis. Kalau kantong hernia terdiri atas usus dapat terjadi perforasi yang akhirnya dapat menimbulkan abses lokal atau prioritas jika terjadi hubungan dengan rongga perut. Obstruksi usus juga menyebabkan penurunan peristaltik usus yang bisa menyebabkan konstipasi. Pada keadaan strangulate akan timbul gejala illeus yaitu perut kembung, muntah dan obstipasi pada strangulasi nyeri yang timbul lebih berat dan kontinyu, daerah benjolan menjadi merah.

F. Manifestasi Klinis1. Adanya keluhan benjolan diselangkangan/kemaluan2. Benjolan tersebut bisa mengecil atau menghilang pada waktu tidur, bila menangis, mengejan, atau mengangkat benda berat dan dapat timbul kembali bila dibawa berdiri.3. Nyeri biasanya dirasakan setelah terjadi komplikasi.G. Komplikasi1. Terjadi perlengketan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali. 2. Sering penekanan pada cincin hernia akibat makin banyaknya usus yang masuk. Keadaan ini menyebabkan gangguan aliran isi usus diikuti dengan gangguan vaskuler (proses strangulasi).Keadaan ini disebut dengan hernia inguinalis strangtulata. Pada keadaan ini dapat timbul gejala ileus seperti perut kembung, muntah dan obstipasi.H. Pemeriksaan Diagnostik1. Pemeriksaan laboratorium : pemeriksaan darah lengkap 2. Pemeriksaan Rontgen spinal dan endoskopi3. Test leseque (mengangkat kaki lurus keatas)4. CT-Scan dan MRII. Penatalaksanaan1. Terapi umum yaitu reposisi, pemakaian penyangga dan suntikan untuk memperkecil pintu hernia.2. Pengobatan operatif yaitu dengan herniotomi dan hernioplastiPada bedah elektif kanalis dibuka, isi hernia dimasukkan, kantong diikat dan dilakukan Bassiny plasty atau tekhnik yang lain untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.Pada bedah darurat prinsipnya hampir sama dengan bedah elektif. Cincin hernia langsung dicari dan dipotong. Usus halus dilihat vital atau tidak. Bila vital dikembalikan kerongga perut, sedangkan bila tidak dilakukan reseksi dan anastomosis end to end. Untuk fasilitas dan keahlian terbatas setelah cincin hernia dipotong dan usus dinyatakan vital langsung tutup kulit dan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.J. Pathway

K. PROSES KEPERAWATAN1. Pengkajiana. Anamnesa : adanya benjolan dilipatan paha, keluhan nyeri (bila sudah ada komplikasi) , nyeri yang disertai mual dan muntah (pada hernia inkarserata)b. Pemeriksaan fisik Inspeksi : Muncul penonjolan diregio inguinalis yang berjalan dari lateral atas kemedial bawah (lonjong). Palpasi : Kantong hernia yang kosong kadang dapat teraba usus. Perkusi : Terdapat kembung (pada hernia strangulata) Auskultasi : Hiperpristaltik (pada abdomen dan hernia inkarserata) Colok dubur (hernia obturatoris)2. Diagnosa keperawatana. Nyeri akut

b. Gangguan perfusi jaringan periferc. Kekurangan volume cairan dan elektrolit

d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

e. Gangguan eliminasi urin

f. Resiko infeksi

Pre Operatif:

a. Ansietas

b. Defisit pengetahuan

Post operatif

a. Ketidakefektifan bersihan jalan napas

b. Nyeri akut

c. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer

d. Kerusakan integritas jaringan

e. Resiko infeksif. Defisit perawatan diriDAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGCFaradilla, N. (2009). Hernia. Faculty medicine of Riau .Available on: http://www.files.DrsMed.tk.tesis.Mansjoer, Arif. ( 2000 ). Kapita selekta kedokteran. Edisi 3. Jakarta : media Aesculapius.

Mulyana S. (2007). Hernia Inguinalis. http://medlinux.blogspot.com. Diakses tanggal 21 September 2007Sjamsuhidayat R, Wim de Jong. (2004). Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2. Jakarta : EGC