5
LP BPH (Benigna Prostat Hipertropi) BPH (Benigna Prostat Hipertropi) Pengertian Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. (Jong, Wim de, 1998). Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab / UPF Ilmu Bedah RSUD dr. Sutomo, 1994 : 193). Etiologi Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Tetapi hanya 2 faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hypertropi yaitu testis dan usia lanjut. Ada beberapa teori mengemukakan mengapa kelenjar periurethral dapat mengalami hiperplasia, yaitu : Teori Sel Stem (Isaacs 1984) Berdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel mati, keadaan ini disebut steady state. Pada jaringan prostat

Laporan Pendahuluan BPH

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Pendahuluan BPHPengetahuan itu hak setiap orangkunjungi http://warungbidan.blogspot.com/

Citation preview

Page 1: Laporan Pendahuluan BPH

LP BPH (Benigna Prostat Hipertropi)

BPH (Benigna Prostat Hipertropi)

Pengertian

Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral yang kemudian mendesak

jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah. (Jong, Wim de, 1998).

Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak kelenjar prostat, disebabkan

oleh karena hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat meliputi jaringan kelenjar /

jaringan fibromuskuler yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika (Lab / UPF

Ilmu Bedah RSUD dr. Sutomo, 1994 : 193).

Etiologi

Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Tetapi hanya 2

faktor yang mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat Hypertropi yaitu testis dan usia lanjut.

Ada beberapa teori mengemukakan mengapa kelenjar periurethral dapat mengalami

hiperplasia, yaitu :

Teori Sel Stem (Isaacs 1984)

Berdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara

pertumbuhan sel dan sel mati, keadaan ini disebut steady state. Pada jaringan prostat terdapat

sel stem yang dapat berproliferasi lebih cepat, sehingga terjadi hiperplasia kelenjar

periurethral.

Teori MC Neal (1978)

Menurut MC. Neal, pembesaran prostat jinak dimulai dari zona transisi yang letaknya sebelah

proksimal dari spincter eksterna pada kedua sisi veromontatum di zona periurethral.

Anatomi Fisiologi

Kelenjar proatat adalah suatu jaringan fibromuskular dan kelenjar grandular yang melingkari

urethra bagian proksimal yang terdiri dari kelnjar majemuk, saluran-saluran dan otot polos

terletak di bawah kandung kemih dan melekat pada dinding kandung kemih dengan ukuran

Page 2: Laporan Pendahuluan BPH

panjang : 3-4 cm dan lebar : 4,4 cm, tebal : 2,6 cm dan sebesar biji kenari, pembesaran pada

prostat akan membendung uretra dan dapat menyebabkan retensi urine, kelenjar prostat

terdiri dari lobus posterior lateral, anterior dan lobus medial, kelenjar prostat berguna untuk

melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang ada uretra dan vagina. Serta menambah

cairan alkalis pada cairan seminalis.

Patofisiologi

Menurut Mansjoer Arif tahun 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan pada

traktus urinarius. Pada tahap awal terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi perubahan

fisiologis yang mengakibatkan resistensi uretra daerah prostat, leher vesika kemudian

detrusor mengatasi dengan kontraksi lebih kuat.

Sebagai akibatnya serat detrusor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detrusor ke

dalam mukosa buli-buli akan terlihat sebagai balok-balok yang tampai (trabekulasi). Jika

dilihat dari dalam vesika dengan sitoskopi, mukosa vesika dapat menerobos keluar di antara

serat detrusor sehingga terbentuk tonjolan mukosa yang apabila kecil dinamakan sakula dan

apabila besar disebut diverkel. Fase penebalan detrusor adalah fase kompensasi yang apabila

berlanjut detrusor akan menjadi lelah dan akhirnya akan mengalami dekompensasi dan tidak

mampu lagi untuk kontraksi, sehingga terjadi retensi urin total yang berlanjut pada

hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas.

Tanda dan Gejala

Hilangnya kekuatan pancaran saat miksi (bak tidak lampias)

Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.

Rasa nyeri saat memulai miksi/

Adanya urine yang bercampur darah (hematuri).

Komplikasi

Aterosclerosis

Infark jantung

Impoten

Haemoragik post operasi

Fistula

Striktur pasca operasi & inconentia urine

Page 3: Laporan Pendahuluan BPH

Pemeriksaan Diagnosis

1. Laboratorium

Meliputi ureum (BUN), kreatinin, elekrolit, tes sensitivitas dan biakan urin.

2. Radiologis

Intravena pylografi, BNO, sistogram, retrograd, USG, Ct Scanning, cystoscopy, foto

polos abdomen. Indikasi sistogram retrogras dilakukan apabila fungsi ginjal buruk,

ultrasonografi dapat dilakukan secara trans abdominal atau trans rectal (TRUS =

Trans Rectal Ultra Sonografi), selain untuk mengetahui pembesaran prostat ultra

sonografi dapat pula menentukan volume buli-buli, mengukut sisa urine dan keadaan

patologi lain seperti difertikel, tumor dan batu (Syamsuhidayat dan Wim De Jong,

1997).

3. Prostatektomi Retro Pubis

Pembuatan insisi pada abdomen bawah, tetapi kandung kemih tidak dibuka, hanya

ditarik dan jaringan adematous prostat diangkat melalui insisi pada anterior kapsula

prostat.

4. Prostatektomi Parineal

Yaitu pembedahan dengan kelenjar prostat dibuang melalui perineum.

Penatalaksanaan

1. Non Operatif

o Pembesaran hormon estrogen & progesteron

o Massase prostat, anjurkan sering masturbasi

o Anjurkan tidak minum banyak pada waktu yang pendek

o Cegah minum obat antikolinergik, antihistamin & dengostan

o Pemasangan kateter.

2. Operatif

Indikasi : terjadi pelebaran kandung kemih dan urine sisa 750 ml

o TUR (Trans Uretral Resection)

o STP (Suprobic Transersal Prostatectomy)

o Retropubic Extravesical Prostatectomy)

o Prostatectomy Perineal

Page 4: Laporan Pendahuluan BPH