8
A. Definisi Kistoma ovarium merupakan suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik atau padat, jinak atau ganas. Dalam kehamilan tumor ovarium yang dijumpai yang paling sering adalah kista dermonal, kista coklat atau kista lutein, tumor ovarium yang cukup besar dapat disebabkan kelainan letak janin dalam lahir atau dapat menghalang- halangi masuknya kepala ke dalam panggul (Winjosastro.et.all, 2011). B. Tanda dan Gejala 1. Adanya perubahan jadwal atau siklus menstruasi 2. Terjadinya keluar darah menstruasi yang terkadang banyak dan gterkadang terlalu sedikit 3. Pada umumnya mengalami pembengkakkan dan pembessaran pada bagian perut karena kista telah membesar dan berubah menjadi tumor ganas yang menjangkit beberapa organ disekitarnya 4. Terjainya rasa nyeri dibagian perut yang cukup menyiksa 5. Rasa sakit dan ngilu seperti digigit semut dibagian bawah perut kiri kanan secara bergantian. C. Etiologi dan Klasifikasi Kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan abdomen dari epithelium ovarium dan dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Kista non noeplasma Disebabkan karena tidak seimbangan hormone estrogen dan progesterone, diantaranya adalah :

LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

Citation preview

Page 1: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

A. Definisi

Kistoma ovarium merupakan suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik

atau padat, jinak atau ganas. Dalam kehamilan tumor ovarium yang dijumpai yang paling

sering adalah kista dermonal, kista coklat atau kista lutein, tumor ovarium yang cukup

besar dapat disebabkan kelainan letak janin dalam lahir atau dapat menghalang-halangi

masuknya kepala ke dalam panggul (Winjosastro.et.all, 2011).

B. Tanda dan Gejala

1. Adanya perubahan jadwal atau siklus menstruasi

2. Terjadinya keluar darah menstruasi yang terkadang banyak dan gterkadang terlalu

sedikit

3. Pada umumnya mengalami pembengkakkan dan pembessaran pada bagian perut karena

kista telah membesar dan berubah menjadi tumor ganas yang menjangkit beberapa

organ disekitarnya

4. Terjainya rasa nyeri dibagian perut yang cukup menyiksa

5. Rasa sakit dan ngilu seperti digigit semut dibagian bawah perut kiri kanan secara

bergantian.

C. Etiologi dan Klasifikasi

Kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan abdomen dari epithelium ovarium dan

dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Kista non noeplasma

Disebabkan karena tidak seimbangan hormone estrogen dan progesterone, diantaranya

adalah :

a. kista non fungsional

Kista serosa inklusi, berasal dari permukaan epitelium yang berkurang di dalam

korteks

b. kista fungsional

kista folikel, disebabkan karena folikel yang matang menjadi rupture atau folikel

yang tidak matang direabsorbsi cairan folikuler diantara siklus menstruasi. Banyak

terjadi pada wanita yang menarche kurang dari 12 tahun

kista korpus luteum, terjadi karena bertambahnya sekresi progesterone setelah

ovulasi

Page 2: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

kista tubalutein, disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola

hidatidosa.

kista stein laventhal, disebabkan karena peningkatan LH yang menyebabkan

hiperstimuli ovarium

2. kista neoplasma (winjosastro.et.all, 2011)

a. kistoma ovarii simpleks adalah suatu jenis kista deroma serosum yang kehilangan

epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista.

b. kista denoma ovarii musinosum

c. asal kista ini belum pasti, mungkin berasal dari suatu terutama yang

pertumbuhannya elemen mengalahkan elemen lain.

d. kistodenoma ovarii serosum : berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal

ovarium).

e. kista endometreid : belum diketahui penyebab dan tidak ada hubungannya dengan

endometroid

f. kista dermoid : tumor berasal dari sel telur melalui proses pathogenesis pada

kehamilan hyang dijumpai dengan kista ovarium ini memerlukan tindakan operasi

untuk mengangkat kista tersebut (pada kehamilan 16 minggu) karena dapat

mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin yang akhirnya mengakibatkan janin

abortus, kematian dalam rahim.

D. Patofisiologi

Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut folikel

de graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan

melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada

saat matang memiliki struktur 1,5-2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi

fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara

progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar

kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan

Kista ovary yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu

jinak. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-

lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista

fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas

terhadap gonadotropin yang berlebih. Pada neoplasia tropoblastik gestasional dan kadang-

kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCG menyebabkan kondisi yang

Page 3: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

disebut hipereaktif lutein. Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan

mengunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat

menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovary terutama bila disertai dengan pemberian

HCG.

E. Pathway

Degenerasi ovarium Infeksi ovarium

Kurang informasi

Kurang pengetahuan

Ansietas

Komplikasi Peritonis

Resiko perdarahan

Pembesaran Ovarium

Cistoma Ovari

Coverektomi, kistektomi

Resiko perdarahan

Ruptur ovarium

Gangguan perfusi jaringan

Metabolisme menurun

Hipolisis asam laktat

kelebihan

Gangguan metabolisme

Defisit perawatan diri

Luka operasi

Diskontinuitas jaringan

Histerektomi

Page 4: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

F. Pemeriksaan Penunjang

1. Pap smear : umtuk mengetahui displosia seluler menunjukkan kemungkiunan adanya

kanker/kista.

2. Ultrasound/ CT scan : untuk mengidentifikasi ukuran/ lokasi massa

3. Laparoskopi : dilakukan untuk melihat tumor, perdarahan, perubahan endometrial

4. Hitung darah lengkap

5. Rontgen : pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothoraks

G. Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan

1. Pengangkatan melalui bedah : bila ukurannya kurang dari 5 cm dan tampak terisi oleh

cairan/fisiologis pada pasien muda yang sehat.

2. Kontrasepsi oral : digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan menghilangkan

kista.

3. Perawatan paska operatif setelah pembedahan untuk mengangkat kista ovarium

4. Memberikan gurita abdomen yang ketat : untuk menurunkan tekanan intra

abdomen/distensi abdomen yang berat (Smeltzer, C.Suzame)

Refelk menelan & muntah

Resiko aspirasi

Konstipasi

Nyeri

Resiko cidera

Nervus

Peristaltik menurun

Absobs air di kolon

anastesi

Posrt d’entri

Resiko infeksi

Page 5: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

5. Pada kista ovarium dengan keluhan nyeri dilakukan laparatomi

6. Pada kista asimtomatik besarnya >10 cm, dilakukan laparatomi pada trimester kedua

kehamilan

7. Kista 5-10 cm, memerlukan observasi, jika menetap dan membesar dilakukan

laparatomi.

H. Komplikasi

1. Torsio kista ovarium

2. Perdarahan dan rupture kista

3. Infeksi pada tumor

4. Perubahan keganasan (metastasis)

I. Diagnosa Keperawatan

1. Resiko perdarahan b.d komplikasi terkait penyakit ( komplikasi peritonitis) dan efek

samping terkait perdarahan histerektomi

2. Resiko aspirasi b.d penurunan reflek muntah, penurunan tingkat kesadaran (efek

anastesi)

3. Konstipasi b.d penurunan peristaltic usus

4. Resiko cedera b.d efek samping terkait agen farmasutikal (obat anastesi)

5. Nyeri akut b.d agen cedera fisik (luka post operasi)

6. Resiko infeksi b.d poste de entry kuman, trauma jaringan (luka operasi)

7. Defisit perawatan diri

8. Ansietas b.d kurangnya informasi terkait penyakit

Page 6: LAPORAN PENDAHULUA2 KISTA

DAFTAR PUSTAKA

Nurarif Amin Huda, Kusuma Hardhi. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan

Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta: Mediaction Publishing