of 49 /49
KEMENTERIAN SOSIAL RI TAHUN 2018 LAPORAN KINERJA (LKj) PANTI SOSIAL BINA RUNGU WICARA “EFATA” KUPANG 2018

LAPORAN KINERJA LKj)...memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif, rehabilitative, promotif dalam bentuk bimbingan pengetahuan dasar pendidikan,

  • Author
    others

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LAPORAN KINERJA LKj)...memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat...

  • 1

    BAB I

    KEMENTERIAN SOSIAL RI TAHUN 2018

    LAPORAN KINERJA

    (LKj)

    PANTI SOSIAL

    BINA RUNGU WICARA “EFATA” KUPANG

    2018

  • 2

    PENDAHULUAN

    A. Gambaran Umum

    Penyusunan LAKIN PSBRW Efata dilaksanakan berdasarkan Peraturan

    Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi,

    dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia yang mewajibkan setiap

    Kementerian untuk menerapkan sistem akuntabilitas kinerja aparatur dalam

    melaksanakan tugas dan fungsinya. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang

    Akuntabilitas Instansi Pemerintah (AKIP) diikuti dengan Surat Keputusan Kepala

    Lembaga Administrasi Negara Nomor 589/IX/6/Y/1999 tentang Pedoman Penyusunan

    Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan disempurnakan dengan

    Keputusan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara nomor 239/9/6/8/2003 tentang

    Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah

    menegaskan bahwa Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dilaksanakan untuk

    mewujudkan akuntabilitas kinerja melalui perbaikan manajemen kepemerintahan

    termasuk sistem perencanaan kinerja, pengukuran, dan pelaporan.

    Mengacu pada pedoman yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara

    Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010

    tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja

    Instansi Pemerintah serta Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan

    Pemberantasan Korupsi yang antara lain mewajibkan seluruh pejabat pemerintahan

    untuk membuat penetapan kinerja, menuntut usaha keras lembaga pemerintahan dalam

    mewujudkan good governance.

    Reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah untuk perbaikan pelayanan

    kepada publik yang mengarah pada sistem pelayanan prima mengharuskan lembaga

    untuk menyampaikan informasi kinerjanya bukan hanya kepada pemerintah yang di

    atasnya melainkan juga kepada masyarakat luas. PSBRW Efata Kupang dalam

    mewujudkan reformasi birokrasi melakukan penyempurnaan standar operasional

    prosedur, pengkajian program bimbingan, pengembangan jejaring kerja, penyampaian

    informasi kepada masyarakat yang kesemuanya bermuara pada peningkatan kualitas

    pelayanan.

    Dalam rangka pencapaian reformasi birokrasi tentunya PSBRW Efata Kupang

    mengalami berbagai macam kendala antara lain:

  • 3

    1. Sumber daya manusia yang kurang memahami tugas pokok dan fungsinya sehingga

    proses pelayanan kurang maksimal.

    2. Sistem manajemen kepegawaian belum mampu mendorong pencapaian kerja yang

    profesional sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diberikan.

    3. Kurang berlakunya etos kerja yang tinggi sehingga berpengaruh kepada disiplin dan

    produktivitas pegawai.

    Salah satu pemecahan masalah dari hal-hal tersebut di atas adalah dengan

    penerapan manajemen berbasis kinerja yang berorientasi pada hasil. Agar penerapan

    manajemem berbasis kinerja berjalan lebih maksimal, perlu dikembangkan sistem

    evaluasi atau penilaian kinerja. Oleh karena itu LAKIN adalah salah satu cara untuk

    mengevaluasi dan menilai kinerja suatu lembaga. Selain itu, LAKIN juga mempunyai

    fungsi ganda, di satu sisi merupakan alat kendali, alat penilai kinerja secara kuantitatif,

    dan sebagai wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi PSBRW Efata Kupang

    dalam rangka mendukung terwujudnya good governance, yang didasarkan pada

    peraturan perundang‐undangan yang berlaku, kebijakan yang transparan, dan dapat

    dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Di sisi lain, LAKIN merupakan salah satu

    alat untuk memacu peningkatan kinerja setiap seksi yang ada di lingkungan PSBRW

    Efata Kupang.

    B. Gambaran Tentang Lembaga

    Panti Sosial Bina Rungu Wicara “Efata” Kupang merupakan Unit Pelaksana

    Teknis (UPT) di bawah koordinasi langsung Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian

    Sosial RI yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara teknis, PSBRW Efata

    Kupang memberikan pelayanan dan rehabilitasi bagi Penyandang Disabilitas Rungu

    Wicara (PDRW).

    Dalam melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap Penyandang

    Disabilitas Rungu Wicara (PDRW), fungsi PSBRW Efata Kupang adalah:

    1. Penyusunan rencana dan program, evaluasi dan laporan.

    2. Pelaksanaan registrasi, observasi, identifikasi, diagnosa sosial dan perawatan

    3. Pelaksanaan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang meliputi bimbingan sosial,

    mental, fisik dan keterampilan.

    4. Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut.

    5. Pelaksanaan pemberian perlindungan sosial, advokasi, informasi dan rujukan.

  • 4

    6. Pelaksanaan pusat model pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial

    7. Pelaksanaan urusan tata usaha.

    Berdasarkan kedudukan, tugas dan fungsi sebagaimana dikemukakan terlihat

    bahwa PSBRW Efata Kupang memegang peran penting dalam mewujudkan

    kesejahteraan sosial khususnya kesejahteraan sosial penyadang disabilitas sebagaimana

    diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial

    serta pencapaian program rehabilitasi kesejahteraan sosial untuk meningkatkan

    pelayanan penerima manfaat sebagai salah satu program prioritas nasional tahun 2018.

    Pelaksanaan tugas dan fungsi PSBRW Efata Kupang secara lebih konkrit

    dijabarkan melalui Renstra yang didalamnya tertuang visi, misi, tujuan, sasaran strategis

    dan target kinerja dan diukur dengan indikator kinerja berupa output dan outcome beserta

    target tahunan yang jelas. Fokus dari Renstra periode 2015-2019 PSBRW “Efata”

    Kupang adalah meningkatnya kualitas dan profesionalisme penyelenggaraan pelayanan

    dan rehabilitasi sosial terhadap PDRW yang memiliki daya saing (competitive

    advantage) dan berorientasi kepada kepuasan penerima pelayanan (customer satisfaction)

    dengan menerapkan standarisasi pelayanan, mengembangkan jangkauan pelayanan

    (outreach), peningkatan profesionalisme petugas dan peningkatan aksesibilitas informasi

    serta peningkatan dukungan manajemen yang transparan dan akuntabel.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 106/HUK/2009, tanggal 30

    September 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di Lingkungan

    Departemen Sosial. PSBRW Efata Kupang terdiri dari Kepala Panti, Subbag Tata

    Usaha, seksi Program dan Advokasi Sosial, seksi Rehabilitasi Sosial dan dan kelompok

    jabatan fungsional ditambah dengan sheltered workshop. Struktur Organisasi dan Tata

    Kerja PSBRW Efata Kupang terlihat pada gambar di bawah ini:

  • 5

    K E P A L A

    SUB.BAG. TATA USAHA

    SEKSI PROGRAM DAN

    ADVOKASI SOSIAL SEKSI REHABILITASI

    SOSIAL

    KELOMPOK JABATAN

    FUNGSIONAL

    INSTALASI PRODUKSI ( SHELTER WORKSHOP )

    Gambar 1. Struktur Organisasi PSBRW Efata Kupang.

    Uraian tugas dari masing-masing seksi sesuai Peraturan Menteri Sosial RI Nomor

    106/HUK/2009, tanggal 30 September 2009 terdiri dari : 1. Subbag Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana

    anggaran, urusan surat menyurat, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga

    serta kehumasan.

    2. Seksi Program dan Advokasi Sosial mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana

    program pelayanan rehabilitasi sosial, pemberian informasi, advokasi sosial dan

    kerjasama, penyiapan bahan standarisasi pelayanan, resosialisasi, pemantauan serta

    evaluasi pelaporan.

    3. Seksi Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas melakukan observasi, identifikasi, registrasi,

    pemeliharaan jasmani dan penetapan diagnosa, perawatan, bimbingan pengetahuan dasar

    pendidikan, mental, sosial, fisik, keterampilan, penyaluran dan bimbingan lanjut.

    4. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai jabatan

    fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    5. Sheltered workshop di PSBRW Efata Kupang mempunyai tugas kegiatan keterampilan

    kerja yang bersifat ekonomis, produktif bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial

    pasca rehabilitasi agar mampu berperan aktif dalam masyarakat.

  • 6

    Memperhatikan Struktur Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana tersaji

    pada Gambar 1 terlihat bahwa PSBRW Efata Kupang ini mempunyai kelengkapan

    manajemen dan organisasi yang mamadai untuk melaksanakan kebijakan,

    strategi, sasaran dan program rehabilitasi sosial yang ditetapkan. Kelengkapan

    organisasi yang memadai disertai kejelasan dan legalisasi tugas pokok dan fungsi,

    memungkinkan terlaksananya prinsip tugas dibagi habis, sehingga pelaksanaan

    pelayanan dapat terlaksana secara sistemik, efektif dan efisien. Namun demikian,

    dengan terbaginya kegiatan dalam seksi menuntut koordinasi dan sinergi diantara unit-

    unit pelayanan.

    Untuk mendukung penyelenggaraan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas

    rungu wicara dengan hukum sesuai tugas pokok dan fungsi, ketersediaan SDM

    PSBRW “Efata” Kupang memiliki komposisi yang multidisipliner. Setiap pegawai

    pada umumnya sudah memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang

    sangat memadai dan dapat diandalkan, selain itu secara kuantitatif cukup untuk

    mendukung optimalisasi tugas pokok dan fungsi lembaga dalam mendukung

    terlaksananya kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

    C. Peran Strategis

    Era globalisasi semakin menuntut negara-negara bersaing untuk berkiprah di

    kancah internasional. Untuk dapat bersaing, bukan hanya dengan sumber daya alam

    yang melimpah tetapi negara diharuskan mempunyai sumber daya manusia yang

    berkualitas. Karenanya pembinaan dan peningkatan kesejahteraan penerima manfaat

    sangat diperlukan, hal ini dilandasi adanya kenyataan bahwa dalam masyarakat masih

    terdapat penerima manfaat yang mengalami hambatan kesejahteraan baik rohani,

    jasmani, sosial maupun ekonominya.

    Untuk menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas

    rungu wicara perlu adanya suatu wadah yang presentatif yang dapat memberikan

    penanganan secara profesional dan terpadu sehingga permasalahan yang dihadapi

    penerima manfaat dapat tertangani dengan baik.

    Penanganan permasalahan penerima manfaat tidak dapat dilakukan sendiri oleh

    seseorang atau oleh satu lembaga saja karena permasalahan penerima manfaat dalam hal

    ini Penyandang Disabilitas Rungu Wicara (PDRW) memiliki sifat yang kompleks

    sehingga didalam penanganan masalah penerima manfaat diperlukan suatu kerja sama

    antar lembaga. Salah satu lembaga yang memberikan penanganan terhadap permasalahan

    PDRW adalah PSBRW Efata Kupang yang merupakan satu-satunya Unit Pelayanan

    Teknis (UPT) dari Kementerian Sosial RI yang berada di Nusa Tenggara Timur yang

    menangani permasalahan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas rungu wicara.

  • 7

    Pada awalnya segmen pelayanan rehabilitasi sosial yang diberikan PSBRW Efata Kupang

    adalah kepada penerima manfaat diwilayah Nusa Tenggara Timur.

    Dalam perkembangannya sejalan dengan era globalisasi, maka jangkauan

    pelayanan lebih di luas meliputi Nusa Tenggara barat, Bali, Ternate, dan Papua.

    PSBRW Efata Kupang mempunyai tugas untuk memberikan bimbingan,

    pelayanan dan rehabilitasi yang bersifat preventif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam

    bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, dan pelatihan ketrampilan, resosialisasi, serta

    bimbingan lanjut agar penerima manfaat memiliki sikap, perilaku dan kepribadian secara

    wajar dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik dalam kehidupan

    bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyandang

    disabilitas rungu wicara (PDRW) di PSBRW Efata Kupang dilaksanakan dalam bentuk

    sistem panti.

    Secara Teknis Panti Sosial Bina Rungu Wicara “Efata” Kupang menangani dan

    merehabilitasi Penyandang Disabilitas Rungu Wicara melalui pelayanan dalam panti dan

    luar panti. Pelayanan Rehabilitasi Sosial yang dilaksanakan oleh PSBRW Efata Kupang

    merupakan suatu upaya pemerintah dalam menangani suatu permasalahan kesejahteraan

    sosial (PMKS) yang dasarkan pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 106/HUK/2009,

    tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di Lingkungan Departemen Sosial pada

    pasal 19 tentang Jenis dan Tugas Panti Sosial Bina Rungu Wicara “Efata” Kupang yaitu

    memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif,

    rehabilitative, promotif dalam bentuk bimbingan pengetahuan dasar pendidikan, fisik,

    mental, sosial, pelatihan ketrampilan, resosialisasi bimbingan lanjut bagi pdrw agar

    mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta pengkajian dan

    penyiapan standar pelayanan dan rujukan.

    Adapun peran strategis dari PSBRW “Efata” Kupang berdasarkan dari

    Peraturan menteri Sosial RI yaitu :

    1. Memberikan Pelayanan Rehabilitasi Sosial bagi PDRW.

    2. Menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait dengan pelaksanaan

    Pelayanan Rehabilitasi Sosial bagi PDRW.

    3. Melaksanakan sosialisasi dengan instansi terkait dalam penanganan dan rujukan

    PDRW.

    Dengan demikian peran dan posisi yang strategis ini maka PSBRW Efata

    merupakan unsur yang sangat penting keberadaannya dalam rangka menangani

    permasalahan-permasalahan kesejahteraan sosial di area lingkup kerjanya.

  • 8

    BAB II

    PERENCANAAN STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA

    AA.. RReennccaannaa SSttrraatteeggiiss 22001155 ––– 22001199

    Rencana Strategis 2015–2019 PSBRW Efata Kupang disusun dalam rangka pelaksanaan

    tugas dan fungsi PSBRW “Efata” Kupang sesuai Permensos RI No.

    106/HUK/2009 serta dalam kerangka Renstra Kementerian Sosial dan Renstra Ditjen

    Rehabilitasi Sosial 2015-2019. Dengan adanya Renstra ini, pelaksanaan tugas PSBRW

    Efata Kupang diharapkan lebih terarah, sistemik dan sistematik, sehingga tujuan dan

    hasil yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.

    Sebagai lembaga pelayanan sosial yang akan mengimplementasikan manajemen berbasis

    kinerja (Performance Based Management), PSBRW Efata Kupang bertekad untuk

    mewujudkan pelayanan prima (excellence service), pelayanan yang memuaskan, terbaik,

    mengungguli pelayanan yang diberikan pihak lain atau lebih baik daripada pelayanan

    waktu yang lalu. Tekad ini di ditegaskan dengan visi:

    “Mewujudkan PSBRW Efata Kupang Sebagai Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi

    Sosial Penyandang Disabilitas Rungu Wicara Yang

    Bermutu, Terpercaya dan Profesional”

    Sebagai penjabaran dari visi ini, ditetapkankanlah lima misi yang menggambarkan

    kegiatan yang akan dilaksanakan guna mewujudkannya, yaitu:

    1. Peningkatan profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanaan tugas

    pokok dan fungsinya.

    2. Peningkatan penyelenggaraan pelayanan rehabilitasi sosial sesuai Standar

    Operasional Prosedur (SOP).

    3. Peningkatkan dan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana dalam

    penyelenggaraan pelayanan rehabilitasi sosial.

    4. Mengembangan jaringan kerja dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial.

    5. Penyelenggaraan fungsi promotif lembaga secara optimal

    Selanjutnya dalam rangka melaksanakan misi dirumuskan tujuan (goals) organisasi ke

    dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional. Tujuan ini merupakan penjabaran atau

    implementasi dari pernyataan misi yang akan dilaksanakan atau dihasilkan dalam jangka

  • 9

    waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikannya tujuan ini maka apa

    yang harus dilaksanakan oleh PSBRW Efata dalam melaksanakan visi dan misinya

    dapat secara tepat diketahui.

    Dalam Renstra PSBRW “Efata” Kupang tahun 2015-2019, tujuan PSBRW “Efata”

    Kupang dalam rangka melaksanakan rehabilitasi sosial, adalah:

    1. Meningkatnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai pelayanan dan

    rehabilitasi sosial

    2. Meningkatnya kualitas pelayanan dan rehabilitasi sosial Penyandang Disabilitas

    Rungu Wicara(PDRW).

    3. Meningkat dan optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana dalam

    penyelenggaraan pelayanan dan rehabilitasi sosial PDRW .

    4. Berkembangnya jejaring kerja/networking dalam upaya meningkatkan kesejahteraan

    sosial PDRW.

    5. Terselenggaranya fungsi promotif lembaga secara optimal.

    6. Terlaksananya advokasi sosial bagi PDRW.

    Tujuan tersebut dijabaran ke dalam sasaran yang lebih spesifik dan terukur, yang

    menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun dan

    dialokasikan dalam lima periode tahunan melalui serangkaian kegiatan yang dijabarkan

    dalam Rencana Kinerja (Performance Plan). Penetapan sasaran strategis digunakan

    untuk menentukan fokus kegiatan dan alokasi sumber daya dalam operasional organisasi

    tiap-tiap tahun. Sasaran strategis sesuai Renstra PSBRW Efata Kupang adalah:

    1. Meningkatnya kemandirian Penyandang Disabilitas.

    2. Terlaksananya Rehabilitasi Sosial.

    3. Terlaksananya perencanaan program rehabilitasi sosial.

    4. Terpecahkannya kasus-kasus yang dihadapi Penerima manfaat.

    5. Meningkatnya kualitas administrasi pelayanan sosial dalam panti.

    Mengacu pada visi, misi, tujuan dan sasaran strategis serta mempertimbangkan sumber

    daya yang ada, kegiatan pokok PSBRW “Efata” Kupang Tahun 2015-2019 terdiri

    dari:

  • 10

    1. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas pelayanan

    Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi

    sosial, kualitas pelayanan merupakan tujuan utama kegiatan PSBRW “Efata”

    Kupang. Beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi agar pelayanan dan rehabilitasi

    yang diselenggarakan PSBRW “Efata” Kupang mencapai kualitas sesuai harapan

    masyarakat, yaitu: 1) Responsiveness yaitu kemampuan dan kesediaan untuk melayani

    dengan baik; 2) Reliability yaitu kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai

    dengan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan; 3) Empathy yaitu rasa

    peduli untuk memberikan perhatian dan memahami kebutuhan penerima pelayanan;

    4) Assurance yaitu jaminan pengetahuan, kesopanan, keramahan petugas serta sifat

    dapat dipercaya sehingga penerima pelayanan merasa aman dan terbebas dari risiko;

    dan 5) Tangibles, yaitu semua kenampakan fisik yang langsung terlihat seperti

    fasilitas fisik, perlengkapan peralatan, penampilan karyawan, serta berbagai sarana

    dan prasarana.

    Kegiatan peningkatan kapasitas diarahkan pada peningkatan profesionalisme petugas

    pelayanan melalui penumbuhan dan pengembangan disiplin kerja, etos kerja,

    pengetahuan dan keterampilan teknis serta administrasi pelayanan, mencakup:

    a. Pembinaan kesadaran, motivasi, disiplin dan tanggungjawab

    b. Pengembangan karir

    c. Peningkatan kesejahteraan

    d. Pendidikan dan pelatihan

    e. Bimbingan teknis

    f. Kesempatan belajar

    Indikator kinerja peningkatan kapasitas SDM yaitu meningkatnya kompetensi,

    motivasi dan kinerja pegawai. Bisa dilihat dari DP3 dan jumlah pegawai yang

    mendapatkan kesempatan belajar atau pendidikan dan pelatihan.

    2. Rehabilitasi Sosial bagi penerima manfaat yang memperoleh perlindungan dan

    rehabilitasi sosial di dalam panti.

    Rehabilitasi sosial merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan fisik,

    mental, sosial dan keterampilan bagi penerima manfaat untuk menuju keberfungsian

    sosialnya. Pelaksanaan rehabilitasi sosial sesuai tahapan sebagaimana diatur dalam

    Keputusan Menteri Sosial Nomor 40/HUK/2004 tentang tahapan rehabilitasi sosial di

    dalam panti, meliputi:

  • 11

    a. Pendekatan awal

    b. Penerimaan

    c. Pengasramaan

    d. Orientasi

    e. Asesmen

    f. Perumusan rencana intervensi

    g. Bimbingan sosial, mental, fisik, dan keterampilan

    h. Resosialisasi

    i. Penyaluran

    j. Bimbingan lanjut

    k. Terminasi

    3. Rehabilitasi Sosial bagi penerima manfaat yang memperoleh perlindungan dan

    rehabilitasi sosial di luar panti.

    Dalam rangka memperluas meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi panti bagi

    penerima manfaat yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pelayanan dalam

    panti dan juga pelayanan yang sifatnya kedaruratan. Maka PSBRW “Efata” Kupang

    melaksanakan kegiatan berupa:

    a. Penjangkauan

    b. TRC

    Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan

    penerima pelayanan, rehabilitasi sosial yang diselenggarakan dilaksanakan sesuai

    standar pelayanan baik dalam proses maupun capaian hasilnya. Standar yang

    digunakan antara lain:

    a. Ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku

    b. Standar pelayanan minimal (SPM)

    c. Standar operasional prosedur (SOP)

    d. Buku-buku panduan

    e. Standar lain yang ditetapkan.

  • 12

    Indikator kinerja rehabilitasi sosial adalah penerima manfaat menjadi berfungsi sosial,

    yaitu mandiri dengan pengertian dapat mengatasi masalahnya dengan memanfaatkan

    potensi dan sistem sumber yang ada serta melaksanakan tugas dan perannya sebagai

    anak sesuai dengan usia perkembangannya di masyarakat.

    4. Peningkatan dan optimalisasi sarana dan prasarana

    Tujuan peningkatan dan optimalisasi sarana dan prasarana adalah memberikan akses /

    kemudahan bagi penerima manfaat dalam memanfaatkan sarana dan prasarana untuk

    mendukung pelayanan rehabilitasi sosial yang didapatnya. Peningkatan dan

    optimalisasi sarana dan prasarana, kegiatannya meliputi:

    a. Penyediaan sarana dan prasarana

    b. Perawatan sarana dan prasarana

    c. Peningkatan nilai manfaat sarana dan prasarana

    Indikator kinerja kegiatan peningkatan aksesibilitas adalah tersedianya sarana dan

    prasarana bagi penerima manfaat untuk menjangkau dan memanfaatkan pelayanan

    dan rehabilitasi sosial serta sumber-sumber yang mendukung tercapainya

    kesejahteraan sosial.

    5. Pengembangan jejaring dan peran pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan

    kesejahteraan sosial PDRW

    Pengembangan jejaring dan peran stakeholders diarahkan pada kerja sama dengan

    berbagai pihak untuk mengoptimalkan pelaksanaan dan tindak lanjut hasil rehabilitasi

    sosial. Kegiatan pengembangan tersebut sebagai berikut:

    a. Kerja sama dengan unit-unit usaha dalam rangka pelaksanaan Praktek Belajar

    Kerja (PBK)

    b. Kerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat dalam

    rangka penyelenggaraan penyelenggaraan kewirausahaan.

    Indikator dari kegiatan ini adalah meningkatnya jalinan kerja sama dan peran berbagai

    pihak dalam mendukung pelaksanaan, pencapaian hasil dan pemeliharaan hasil-hasil

    pelayanan dan rehabilitasi sosial.

  • 13

    6. Penyebaran informasi kepada lembaga dan masyarakat tentang penanganan

    Penyandang Disabilitas Rungu Wicara.

    Penyebaran informasi tentang penanganan PDRW bertujuan selain mempromosikan

    lembaga dalam hal ini pelayanan rehabilitasi sosial yang diberikan, juga memberikan

    pemahaman mengenai PDRW. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan lembaga

    mengetahui bahwa terdapat lembaga rehabilitasi sosial yang menangani permasalahan

    Penyandang Disabilitas Rungu Wicara, sehingga akses masyarakat ataupun lembaga

    mengenai permasalahan tersebut dapat terpenuhi. Kegiatan penyebaran

    informasi tersebut meliputi:

    a. Sosialisasi lembaga dan program rehabilitasi sosial.

    b. Penyediaan dan penyebaran informasi melalui media cetak diantaranya leaflet dan

    profil lembaga.

    c. Pemasangan spanduk kegiatan pada berbagai kegiatan pelayanan dan rehabilitasi

    sosial.

    Indikator kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan sosialisasi, penyediaan informasi

    melalui media cetak, dan tersebarnya informasi kepada masyarakat dan lembaga.

    7. Advokasi Sosial

    Advokasi sosial diarahkan pada perlindungan penerima manfaat dan keluarganya

    terhadap perlakuan salah dan resiko pelayanan serta menjamin terpenuhinya hak-hak

    penerima manfaat dengan fokus kegiatan pada penyadaran, pembelaan dan

    pemenuhan hak.

    Kegiatan advokasi sosial mencakup:

    a. Penyadaran hak dan kewajiban

    b. Pendampingan penerima manfaat oleh pekerja sosial

    c. Pendampingan penerima manfaat yang bermasalah

    Indikator hasil advokasi sosial adalah terlindungi dan terpenuhinya hak-hak penerima

    manfaat selama mengikuti rehabilitasi sosial.

  • 14

    8. Kajian, penyiapan standar dan pengembangan program pelayanan PDRW.

    Tujuan kegiatan kajian, penyiapan standar dan pengembangan program pelayanan

    adalah untuk menggali informasi obyektif dan ilmiah tentang pelaksanaan dan hasil

    rehabilitasi sosial serta perumusan solusi permasalahan dan penggalian inovasi baru

    untuk mengembangkan model, metodologi dan teknologi pelayanan.

    Kegiatan kajian, penyiapan standar dan pengembangan program pelayanan meliputi:

    a. Pengkajian dan penyusunan program pengembangan;

    b. Pengkajian dan penyiapan standar pelayanan,

    c. Pengkajian dan penyiapan acuan kerja teknis.

    Indikator outcome kajian dan pengembangan pelayanan adalah terimplementasinya

    hasil kajian, rekomendasi kebijakan/program, acuan kerja teknis, model, metode dan

    teknologi pelayanan.

    BB.. RReennccaannaa KKeerrjjaa TTaahhuunn 22001188

    1. Sasaran Strategis Tahun 2018

    Meningkatnya penyandang disabilitas yang menerima bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas hak dasar.

    2. Kegiatan, Indikator Kinerja Utama dan Output Kegiatan

    a. Kegiatan: Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas

    b. Indikator Kinerja Utama Kegiatan:

    1) Jumlah penyandang disabilitas yang menerima bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas hak dasar dalam panti, target 70 orang.

    2) Jumlah penyandang disabilitas yang menerima bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas hak dasar diluar panti, target 30 orang.

  • 15

    Rencana Kinerja

    Tabel 1

    Rencana Kinerja PSBRW Efata Kupang Tahun 2018

    NO SASARAN

    STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Target

    1

    Meningkatnya penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas

    hak dasar

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar dalam

    panti

    70 Orang

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar diluar

    panti

    30 Orang

  • 16

    c. PPeerrnnyyaattaaaann PPeenneettaappaann KKiinneerrjjaa

    KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PANTI SOSIAL BINA RUNGU WICARA “EFATA” KUPANG

    Jl. Timor Raya Km 36 Naibonat, Kupang – Nusa Tenggara E mail : [email protected] homepage: efata.kemsos.go.id

    PENETAPAN KINERJA TAHUN 2019

    Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan

    akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

    Nama : Suwahyono

    Jabatan : Kepala Panti Sosial Bina Rungu Wicara “Efata” Kupang

    Selanjutnya disebut pihak pertama.

    Nama : Edi Suharto

    Jabatan : Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI Selaku atasan

    pihak pertama

    Selanjutnya disebut pihak kedua.

    Pihak pertama pada tahun 2018 ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan

    sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah

    seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan atau kegagalan

    pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab pihak pertama.

    Pihak kedua akan memberikan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi

    akuntabilitas kinerja terhadap pencapaian target kinerja dari perjanjian ini dan mengambil

    tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

    Kupang, Desember 2018

    Pihak kedua Pihak pertama

    Edi Suharto Suwahyono

    mailto:[email protected]

  • 17

    LAMPIRAN PENETAPAN KINERJA

    PSBRW EFATA TAHUN 2019

    Kementerian : Kementerian Sosial Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Tahun Anggaran : 2018

    NO SASARAN

    STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Target

    1

    Meningkatnya penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas

    hak dasar

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar dalam

    panti

    70 Orang

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar diluar

    panti

    170 Orang

    Kupang, Desember 2018

    Mengetahui

    Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial

    Kepala

    PSBRW “Efata” Kupang

    Edi Suharto Suwahyono

  • 18

    BAB III

    AKUNTABILITAS KINERJA

    A. Capaian Kinerja

    Kinerja PSBRW “Efata” Kupang ditetapkan dalam delapan sasaran kinerja. Tolak

    ukur penilaian kinerja tersebut dihitung berdasarkan indikator kinerja dari setiap output.

    Berdasarkan indikator output tersebut, capaian kinerja pelaksanaan kegiatan Tahun 2018

    hampir seluruhnya dapat tercapai. Secara lebih lengkap, capaian kinerja yang telah

    dicapai oleh PSBRW “Efata” Kupang Tahun 2018 berdasarkan indikator output tersaji

    pada tabel di bawah ini:

    Tabel 2

    Capaian Kinerja PSBRW “Efata” Kupang

    NO SASARAN

    STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Target

    1

    Meningkatnya penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan fasilitas

    hak dasar

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar dalam

    panti

    70 Orang

    Jumlah penyandang

    disabilitas yang menerima

    bantuan pemenuhan

    kebutuhan dasar dan

    fasilitas hak dasar diluar

    panti

    170 Orang

  • 19

    B. Realisasi Keuangan

    Realisasi keuangan Tahun Anggaran 2018 yaitu Rp 6.353.355.397 (95.80%) dari pagu

    yang telah ditetapkan sebanyak Rp. 6.632.100.000,-. Secara lebih rinci, realisasi

    keuangan per output kegiatan tersaji pada tabel di bawah ini:

    Tabel 3

    Realisasi Keuangan Per Output Kegiatan Tahun Anggaran 2018

    No Kode Uraian Pagu Realisasi Persen

    1. 2243.001 Penyandang Disabilitas Fisik, Mental, Sensorik dan Intelektual Yang

    Mendapatkan Rehabilitasi dan

    Perlindungan Sosial

    Rp. 2.227.279.000 Rp. 2.200.888.350 98,82

    2. 2243.950 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I

    Rp. 292.956.000 Rp. 285.228.299 97.36

    3. 2243.994 Layanan Perkantoran Rp. 4.211.865.000 Rp. 3.867.238.748 94,06

    Jumlah Rp. 6.632.100.000 Rp. 6.353.355.397 95,80

  • 20

    C. Evaluasi Capaian Kinerja

    Berdasarkan capaian kinerja sebagaimana dikemukakan dalam Tabel 7 terlihat bahwa

    sebagian besar target kinerja PSBRW “Efata” Kupang Tahun 2018 tercapai. Namun

    demikian, dalam beberapa aspek perlu peningkatan lebih lanjut dalam

    rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Secara lebih detil, gambaran tentang

    penilaian kinerja setiap sasaran dijelaskan sebagai berikut:

    1. Terlaksananya program rehabilitasi sosial sesuai dengan SOP baik dalam

    proses maupun capaian hasilnya untuk meningkatkan kemandirian penerima

    manfaat.

    Sasaran ini merupakan kegiatan utama dan menjadi program prioritas

    nasional/ bidang yang dilaksanakan oleh PSBRW “Efata” Kupang sebagai

    lembaga rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas rungu wicara “efata” kupang

    . Pelaksanaan rehabilitasi sosial sesuai prosedur dan standar pelayanan menegaskan

    bahwa rehabilitasi sosial yang dilaksanakan tidak sekedar memenuhi kewajiban

    sebagai UPT Kementerian Sosial, melainkan terkandung makna untuk memberikan

    pelayanan berkualitas dan memenuhi harapan penerima pelayanan.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009, rehabilitasi sosial

    diberikan dalam bentuk a) motivasi dan diagnosis psikososial; b) perawatan dan

    pengasuhan; c) pelatihan keterampilan dan kewirausahaan; d) bimbingan fisik,

    mental, sosial; d) konseling psikososial; e) pelayanan aksesibilitas; f) bantuan dan

    asistensi sosial; g) bimbingan resosialisasi; h) bimbingan lanjut dan atau rujukan.

    Rehabilitasi sosial dilaksanakan secara bertahap mulai dari penerimaan sampai

    terminasi.

    Indikator utama kegiatan ini adalah jumlah penerima manfaat yang berhasil

    teregistrasi 100 persen pada tahun 2018, sebanyak 70 PDRW Yang dilayani

    dilindungi dan direhabilitasi sosial di PSBRW “Efata” Kupang . Berdasarkan

    indikator ini, capaian kinerja PSBRW “Efata” Kupang, membina Penerima Manfaat

    sampai dengan akhir tahun anggaran mencapai 100 persen yaitu sejumlah 70 Orang.

    Pencapaian kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian sasaran

    terlaksananya pelayananan dan rehabilitasi sosial sesuai norma, prosedur dan standar

    pelayanan sebagai berikut :

  • 21

    a. Penerima manfaat yang diterima sesuai eligibilitas pelayanan penerima

    manfaat yang diterima sejumlah 70 Orang atau 100 persen.

    Penerimaan calon penerima manfaat mensyaratkan kriteria tertentu agar

    dapat mengikuti rehabilitasi sosial. Karena itu, indikator ini digunakan untuk

    mengukur ketaatan lembaga dalam menerima calon penerima manfaat sesuai

    eligibilitas dan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Berdasarkan jumlah

    calon penerima manfaat yang diterima memenuhi eligibilitas

    pelayanan, tingkat pencapaian kinerja penerimaan mencapai 100 persen yaitu

    calon penerima manfaat berjumlah 70 orang.

    Seluruh penerima manfaat yang diterima untuk mengikuti rehabilitasi sosial

    dengan target 70 orang memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu mampu didik

    dan berusia 15 s/d 30 tahun serta memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan.

    b. Dokumen registrasi, asesmen dan perumusan rencana pelayanan (PRP) yang

    diselesaikan tepat prosedur, tepat waktu dan tepat sasaran sebanyak 70

    dokumen sesuai penerima manfaat yang diterima.

    Indikator ini ditetapkan untuk mengetahui ketepatan waktu penyelesaian

    dan keakuratan asesmen dan PRP. Target penyusunan asesmen dan PRP

    berdasarkan indikator ini tercapai 100 persen. Semua dokumen asesmen dan

    PRP yang telah disusun telah melalui prosedur yang ditetapkan, telah divalidasi

    melalui temu bahas oleh Tim Rehabilitasi yang melibatkan berbagai unsur

    dengan latar belakang profesi dan kompetensi sesuai bidangnya. Dokumen

    asesmen dan PRP dapat diselesaikan tiga bulan sejak penerima manfaat diterima

    serta semua dokumen diterima dan diterapkan sebagai landasan pemberian

    pelayanan oleh pihak yang berkepentingan.

    c. PM reguler yang berhasil terpenuhi kebutuhan dasar sesuai kondisinya

    dengan capaian 70 orang atau 100 persen dari target PM 70 anak atau 100

    persen.

    Indikator ini untuk mengukur konsistensi PSBRW “Efata” Kupang dalam

    memenuhi kebutuhan dasar sesuai kondisi penerima manfaat. Termasuk dalam

    pemenuhan kebutuhan dasar adalah pelayanan akomodasi, kebutuhan

    pengasramaan (papan), makan (pangan) dan pakaian (sandang). Berdasarkan

    indikator ini, tingkat pencapaian kinerja pemenuhan kebutuhan dasar. Seluruh

    penerima manfaat yang mengikuti program rehabilitasi sosial program reguler di

    dalam panti sebanyak 70 orang penerima pelayanan dasar dan akomodasi,

    meliputi:

  • 22

    a. Penempatan pada asrama

    b. Makan tiga kali sehari ditambah snack

    c. Pemenuhan kebutuhan pakaian dan perlengkapan:

    1) Pakaian seragam harian: dua stel per orang

    2) Pakaian seragam keterampilan (wearpack): satu stel per orang

    3) Pakaian seragam olah raga: satu stel per orang

    4) Pakaian dan perlengkapan ibadah

    5) Pakaian dalam

    6) Sepatu: dua pasang per orang

    7) Kaos kaki

    8) Sandal: satu pasang per orang

    9) Topi dan ikat pinggang

    10) Tas

    d. Pemenuhan perlengkapan pemeliharaan kebersihan diri dan kebutuhan

    sehari-hari, meliputi:

    1) Sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi, pasta gigi dan peralatan mandi.

    2) Bahan-bahan dan peralatan kebersihan

    3) Handuk: satu buah per orang

    4) Selimut: satu buah.

    5) Sprei: satu set.

    e. Penguatan bimbingan, kegiatan rekreatif dan pengisian waktu luang.

    f. Pendampingan sesuai kondisi masing-masing.

    Pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan akomodasi dilakukan dengan

    sistem pengasramaan. Penempatan PM pada masing-masing asrama dilakukan

    dengan mengumpulkan PM yang berasal dari berbagai daerah kota/ kabupaten

    menjadi satu asrama dengan tujuan agar PM dapat saling berinteraksi dan

    berbagi kebudayaan dari masing-masing daerah. Data dalam Tabel 8 berikut

    menggambarkan kondisi penerima manfaat dalam kaitannya dengan pemenuhan

    kebutuhan dasar.

  • 23

    Tabel 4

    Penerima Manfaat Berdasarkan Penempatan di Asrama

    NO

    ASRAMA

    Total

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    Asrama Putra Normalisasi

    Asrama Putra Rehabilitasi A

    Asrama Putra Rehabilitasi B

    Asrama Putra Resosialisasi

    Asrama Putri Normalisasi

    Asrama Putri Rehabilitasi

    Asrama Putri Resosialisasi

    10 orang

    6 orang

    10 orang

    5 orang

    16 orang

    13 orang

    10 orang

    d. Penerima manfaat yang memperoleh pelayanan kesehatan dan terapi khusus

    Indikator ini digunakan untuk mengukur keberhasilan pelayanan

    kesehatan dan terapi perilaku. Target pelayanan kesehatan berjumlah 70 orang,

    dengan indikator seluruh PM yang membutuhkan layanan kesehatan tertangani.

    Berdasarkan indikator ini, capaian kinerja mencapai 100 persen. Seluruh

    PM menerima pelayanan kesehatan, meliputi:

    a. Pencegahan, mencakup: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi

    badan, pemberian vitamin daya tahan tubuh, tes urin, cek darah, pemeriksaan

    gula darah dan pemeriksaan tekanan darah.

    b. Penyembuhan, mencakup pemberian P3K, pengobatan PM sakit, pemberian

    obat umum, rujukan rumah sakit.

    Berikut jenis pelayanan dan jumlah PM yang menerima pelayanan kesehatan:

    a. Pemeriksaan kesehatan rutin: 70 orang

    b. Rujukan ke rumah sakit: 10 orang

    .Terapi khusus diberikan kepada penerima manfaat yang mengalami gangguan

    perilaku dan permasalahan khusus lainnya. Tabel 11 berikut adalah jenis terapi

    dan jumlah penemerima manfaat penerima pelayanan terapi.

  • 24

    Tabel 5

    Jenis Pelayanan Terapi dan Penerima Pelayanan Terapi

    No Jeni

    s

    Ter

    api

    Target PM Yang dilayani

    1

    2

    3

    Terapi Kelompok

    Terapi Psikososial

    Terapi Obat

    70 orang

    70 orang

    70 orang

    70 orang

    70 orang

    70 orang

    Tingkat capaian kinerja untuk terapi kelompok, terapi psikososial,

    dan terapi obat sebanyak 100 persen dari target 70 penerima manfaat yang

    dilayani

    Tabel 6

    Daftar Nama Penerima Manfaat yang mendapatkan rehabilitasi dalam Panti

    No Nama Asal Tahun Masuk

    1 Melky Sedek Kab. Sumba Barat Daya – NTT 2013

    2 Fransiska Fonita Juanita Kab. Manggarai – NTT 2013

    3 Serlina Jemamun Kab. Manggarai – NTT 2013

    4 Maria Florida Yurince Bau Kab. Malaka NTT – NTT 2013

    5 Kristina Wora Deghu Kab. Sumba Barat – NTT 2013

    6 Arven Robertus Sila Kab. TTS – NTT 2013

    7 Maria Kekua Kab. Belu – NTT 2014

    8 Yalin A. Betty Kab. Kupang – NTT 2015

    9 Elisabeth Daibana D Kab. Kupang – NTT 2015

    10 Stefania Kikhau Kab. Kupang – NTT 2015

    11 Daniel Abner Giri Kab. Kupang – NTT 2015

    12 Vensensia Fernandes Kab. Sikka – NTT 2015

    13 Maraden Lero Ora Kab. Sumba Barat – NTT 2015

    14 Dionesius Lengga Nggera Kab. Ende – NTT 2015

    15 Anastasia Mamu Kab. Manggarai - NTT 2015

    16 Erniana Jando Kab. Ende – NTT 2015

    17 Yolius Tangi Kab. Ngada – NTT 2015

    18 Fredi Arif Bora Kab. Sumba Barat – NTT 2015

    19 Sariyanti Babo Kab. Sumba Barat – NTT 2015

  • 25

    20 Nur Tari Kab. Ende – NTT 2015

    21 Linda A. Niunafo Kab. TTS – NTT 2015

    22 Yoseph Fendy Rero Kab. Ende – NTT 2015

    23 Bergiata Manafa Lolong Kab. TTS – NTT 2015

    24 Yantonisius Babo Kab. Sumba Barta – NTT 2015

    25 Aloysius Pure Kab. Lembata – NTT 2015

    26 Margaretha Krisnefa Kab. Sikka – NTT 2015

    27 Emilianan Mbere Kab. Ende – NTT 2015

    28 Yustina Selu Kab. Ende – NTT 2015

    29 Sudirman Kab. Lombok – NTB 2016

    30 Saeful Fahmi Kota Mataram - NTB 2016

    31 Stefani Ritti Kab. Sumba Barat – NTT 2016

    32 Sipriani Maria Dua Kab. Belu – NTT 2016

    33 Fauzi Kab. Sumba Timur – NTT

    2016

    34 Yohanes Wardiman Kab. Manggarai – NTT 2016

    35 Marianus Dairo Bili Kab. Sumba Barat – NTT 2016

    36 Apriani Anita Fa Kab. Ende – NTT 2016

    37 Maria Fantima Manik Kab. Manggarai Timur – NTT 2016

    38 Krisantus Rowa Dua Kab. Ende – NTT 2016

    39 Nikolaus Rechard Pala Kab. Ende – NTT 2016

    40 Aunur Rofiqi Kab. Lombok Barat – NTB 2016

    41 Sofia Loru Lede Kab. Sumba Barat – NTT 2016

    42 Marlince Bili Kab. Sumba Barat – NTT 2016

    43 Harjan Kab. Lombok Barat – NTB 2016

    44 Hariyanto Roga Wello Kab. Sumba Barat Daya – NTT

    2016

    45 Raehanun Kab. Kupang – NTT 2016

    46 Yasinta Wara Kab. Lembata – NTT 2016

    47 Damaris Nuban Kab. TTS – NTT 2016

    48 Maryon Siki Kab. Kupang – NTT 2016

    49 Agnes Abi Kab. TTS – NTT 2016

    50 Yanti Diana Radahati Kab. TTS – NTT 2016

    51 John Roy M. Here Kab. Kupang – NTT 2016

  • 26

    52 Paulus Kristianto Kab. Manggarai – NTT 2016

    53 Frederich F. Gara Kab. Sikka – NTT 2016

    54 Andreas Tata Bango Kab. Sumba Barat – NTT 2016

    55 Mikael Siprianus Watu Kab. Ngada – NTT 2017

    56 Rupertus Sudin Kab. Manggarai – NTT 2017

    57 Marianus Manu Kab. Ngada – NTT 2017

    58 Noverisal P. Ghunu Kab. Sumba Barat Daya – NTT

    2017

    59 Antoneta Pakereng Kab. Sumba Barat Daya –NTT

    2017

    60 Elisabeth Bela Kab. Sikka – NTT 2017

    61 Dewita Fani Kab. Manggarai -NTT 2017

    62 Maria M. Nona Kab. Sikka -NTT 2017

    63 Maria Yohana Arfinta Kab. Sikka – NTT 2017

    64 Gardayanti Sujung Kab. Manggarai – NTT 2017

    65 Soviana Uwe Kab. Manggarai -NTT 2017

    66 Elia Litina Kab. Sumba Timur – NTT 2017

    67 Bangu Gita Kab. Sumba Timur – NTT

    2017

    68 Frits Saku Kab. Kupang – NTT 2017

    69 Angelina Mea Bau Kab. Malaka – NTT 2017

    70 Lies Kab. Mataram – NTB 2017

    e. PM yang dapat menyelesaikan program rehabilitasi sosial dan kembali ke

    lingkungan keluarga dengan target 20 PM yang disalurkan.

    Target kinerja untuk penyaluran/resosialisasi tahun 2017 bagi PM yang

    telah menyelesaikan rehabilitasi sosial berjumlah 20 orang dengan indikator

    seluruh PM yang menyelesaikan rehabilitasi dapat kembali ke lingkungan

    keluarga. Beradasarkan indikator ini, tingkat pencapaian kinerja mencapai 100

    persen atau tercapai 20 orang.

    f. PM yang diresosialisasi dapat bekerja di lapangan kerja/usaha dengan target

    20 PM yang diresosilisasi.

    Indikator ini digunakan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan

    rehabilitasi sosial sesuai moto mandiri, berkembang dan berakhlak mulia.

    Kemandirian akan tercapai apabila penerima manfaat berkurang atau hilang

    ketergantungan dengan orang lain ketika berada di lingkungan masyarakat,

  • 27

    termasuk dalam aspek ekonomi. Indikator keberhasilan yang mudah diukur dari

    tingkat kemandirian dalam aspek ekonomi adalah PM dapat bekerja baik di

    lapangan kerja maupun bekerja secara mandiri.

    Sesuai rencana kinerja, target penerima manfaat yang telah selesai

    mengikuti bimbingan dan dapat bekerja di lapangan kerja/usaha sebanyak 16

    orang. Target ini tercapai 80 persen.

    Jumlah penerima manfaat yang telah selesai mengikuti bimbingan dan

    dapat bekerja di lapangan kerja/usaha kinerja ini mengalami peningkatan dari

    tahun 2016 yang hanya 15 orang.

    g. PM purna rehabilitasi sosial yang berhasil diberikan bimbingan lanjut

    dengan target seluruh PM yang diresosialisasi tahun 2018.

    Indikator ini digunakan untuk mengukur keberhasilan kegiatan

    bimbingan lanjut. Sesuai penetapan kinerja, seluruh PM yang diresosialisasi

    diberikan bimbingan lanjut untuk memelihara dan meningkatkan kemandirian di

    lingkungan keluarga baik dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam

    melaksanakan usaha/ kerja.

    Berdasarkan indikator ini, target bimbingan lanjut terealisasi 100 persen.

    Bagi PM yang telah memperoleh bimbingan lanjut tahun 2016 dilakukan

    terminasi. Pada tahun 2018, terminasi dilakukan kepada orang.

    h. Tercapainya perubahan aspek sosial, fisik, mental spiritual, psikologi anak

    Indikator ini untuk mengukur keberhasilan bimbingan fisik, mental, sosial dan

    keterampilan dalam rangka mencapai kemandirian penerima manfaat. Sesuai

    standar pelayanan, indikator keberhasilan bimbingan adalah persentase penerima

    manfaat yang mengikuti bimbingan dari awal sampai akhir proses layanan.

    Keberhasilan bimbingan diukur dari persentase penerima manfaat yang berhasil

    mengikuti bimbingan dari awal sampai akhir proses layanan yaitu:

    a. Bimbingan fisik: 100 persen

    b. Bimbingan mental: 100 persen

    c. Bimbingan sosial: 100 persen

    d. Bimbingan keterampilan: 100 persen

    e. PBK: 100 persen

    f. Kewirausahaan: 100 persen

  • 28

    Pada tahun 2017, capaian keberhasilan bimbingan masing-masing jenis

    bimbingan tersaji pada Tabel 7 , Tabel 8 , Tabel 9 , Tabel 10, Tabel 11 dan Tabel

    12 diibawah ini;

    Tabel 7

    Capaian Kinerja Bimbingan Fisik

    No

    Jenis Bimbingan Fisik

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan

    sampai akhir

    % Capaian

    Target

    1

    2

    3

    Perawatan diri dan

    lingkungan.

    Olahraga

    Baris berbaris

    70

    70

    70

    70

    70

    70

    100

    100

    100

    Tabel 8

    Capaian Kinerja Bimbingan Mental

    No

    Jenis Bimbingan

    Mental

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan sampai

    akhir tahun

    % Capaian

    Target

    1

    2

    3

    Bim. Agama islam

    Bim. Agama Kristen

    Bim. Agama Katolik

    7

    22

    41

    7

    22

    41

    100

    100

    100

  • 29

    Tabel 9

    Capaian Kinerja Bimbingan Sosial

    No

    Jenis Bimbingan

    Sosial

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan sampai

    akhir tahun

    % Capaian

    Target

    1 Dinamika

    kelompok

    70

    70

    100

    2

    Bimbingan

    kedisplinan,etika,

    dan budi pekerti

    70

    70

    100

    3 Bimbingan rekreasi

    70

    70

    100

    4 Bimbingan

    pramuka

    70

    70

    100

    Tabel 10

    Capaian Kinerja Kecerdasan

    No

    Jenis Bimbingan

    Sosial

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan sampai

    akhir tahun

    % Capaian

    Target

    1 Bimbingan

    Calistung

    70

    70

    100

    2

    Bimbingan

    SIBI

    70

    70

    100

    3 Bimbingan

    Komtal

    70

    70

    100

    4 Bimbingan

    privat

    diasrama

    70

    70

    100

  • 30

    Tabel 11

    Capaian Kinerja Bimbingan Keterampilan pokok

    No

    Jenis Bimbingan

    Sosial

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan sampai

    akhir tahun

    % Capaian

    Target

    1 Bengkel motor 10 10 100

    2

    Pertukangan

    Batu 6 6 100

    3 Pertukangan Kayu 9 9 100

    4 Pertukangan

    Las 4 4 100

    5

    Salon 7 7 100

    6 Tenun ikan 8 8 100

    7 Menjahit

    Dasar 12 12 100

    8 Menjahit

    Lanjutan 14 14 100

    Tabel 12

    Capaian Kinerja Bimbingan Keterampilan penunjang

    No

    Jenis Bimbingan

    Sosial

    Target

    PM

    PM mengikuti

    kegiatan sampai

    akhir tahun

    % Capaian

    Target

    1 Tata Boga 22 22

    100

    2 Komputer 14 14

    100

    3 Pertanian dan

    Perikanan 34 34

    100

  • 31

    Kegiatan Bimbingan Fisik, Sosial, Mental agama dilaksanakan mulai bulan Januari

    s/d Desember 2018. Kegiatan bimbingan Teori keterampilan dilaksanakan mulai bulan

    Januari s/d Desember 2018. Kegiatan bimbingan Ekstrakurikuler dimulai sejak bulan

    Januari s/d Desember 2018. Kegiatan Bimbingan mental agama dilaksanakan mulai

    bulan Januari s/d Desember 2018.

    Adapun jenis oleh raga dilaksanakan mulai bulan Januari 2018 setiap hari J um a t ,

    jenis olahraga yang dilakuakan oleh penerima Manfaat antara lain Voly Ball dan Sepak

    Bola.

    Secara umum, capaian kinerja bimbingan fisik, mental, sosial, keterampilan dan

    kewirausahaan tahun 2018 sebesar 100 persen. Beberapa faktor yang pendukung

    peningkatan capaian kinerja bimbingan yaitu:

    a. Tersedianya sarana pendukung berupa buku-buku paket bimbingan, kurikulum dan

    peralatan/perlengkapan bimbingan yang memadai.

    b. Tersusunnya jadwal pembimbingan bagi PM

    c. Meningkatnya komitmen pembimbing untuk memberikan pelayanan yang

    berorientasi kepuasan penerima manfaat

    d. Dukungan dana yang memadai

    e. Adanya kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seksi/sub bagian yang terkait.

    Disamping melalui berbagai kegiatan tersebut, untuk mengembangkan

    dan meningkatkan kualitas bimbingan juga dilakukan:

    a. Widyawisata seluruh penerima manfaat yang diikuti 70 penerima manfaat

    b. Kegiatan ekstrakurikuler.

  • 32

    i. PM yang berhasil melalui kegiatan penjangkauan (Outreach) dan TRC (Tim Reaksi Cepat, dengan Target 160 Orang .

    Maksud dari kegiatan outreach ini adalah untuk mewujudkan program dan

    kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Penyandang Disabilitas Rungu Wicara

    (PDRW) melalui program khusus outreach (penjangkauan) penerima manfaat,

    sebagai bagian dari pelaksanaan pengembangan program multi layanan, yang

    diarahkan pada peningkatan, perluasan dan pemerataan pelayanan rehabilitasi sosial

    bagi PDRW yang tidak terlayani secara regular di dalam Panti. Tujuannya yaitu

    Mendapatkan gambaran permasalahan dan data tentang PDRW dan Memberikan

    kesempatan bagi PDRW untuk memperoleh pelayanan rehabilitasi sosial yang sama

    yang disediakan Panti. Waktu pelaksanaan outreach ini adalah Bulan Februari s/d.

    Bulan Oktober 2018 di Delapan Kabupaten

    Tabel 13

    Daftar Nama Penerima Manfaat yang mengikuti Kegiatan Outreach

    No Nama Umur Alamat

    1 Yohanis Bakin 67 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    2 Antonius Nailate 51 Desa Niunenas Kec. Insana Barat

    3 Fransiska Ahoimani 14 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    4 Farsiskus Fatinfire 62 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    5 Surus Sunhaki 43 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    6 Yofensus Omenu 12 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    7 Adelina Omenu 31 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    8 Yulita Ofa Boik 72 Desa Atmen Kec. Insana Barat

    9 Gabriel Nono 40 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    10 Hilarius Kono 67 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    11 Thomas Faiti 60 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    12 Marta Lopo 53 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    13 Maria Inakuleta 42 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    14 Maria Seo Seoin 40 Desa Nifunenas Kec. Insana Barat

    15 Agustinus Tohopi 40 Desa Nifunenas Kec. Insana Barat

    16 Elisabet Eli 37 Desa Nifunenas Kec. Insana Barat

    17 Willem Leu Thomas 42 Desa Nifunenas Kec. Insana Barat

  • 33

    18 Andrias Maumaba 50 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    19 Marias Maumasa 56 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    20 Dominikus Sun Haki 57 Desa Usapinonot Kec. Insana Barat

    Target Penerima manfaat pada kegiatan outreach sebanyak 20 Orang, yang berhasil

    sebanyak 10 orang atau sekitar 50 persen. Informasi ini diapatkan melalui kegiatan

    monitoring dan evaluasi.

    - Kegiatan Tim Reaksi Cepat

  • 34

    Tujuan dari kegiatan TRC ini adalah tersedianya satuan ekstra/tim khusus yang

    memiliki kemampuan penanganan kasus atau masalah dengan cepat, terukur dan

    tuntas. Target kegiatan TRC sebanyak 10 Orang dan realisasi penerima manfaat yang

    dilayani sebanyak 12 Orang, persentase realisasi sekitar 120 persen.

  • 35

    Tabel 14

    Daftar Nama Penerima Manfaat yang terlayani pada Kegiatan TRC

    No Nama Alamat Bantuan yang di

    berikan

    1 Jesika Sonia Reke Desa Nunkurus Kab. Kupang NTT

    Kebutuhan sehari-hari PMKS

    2 Margaretha Anim Desa Waemulu Kec. Wae Ri’I Kab. Manggarai NTT

    Kursi Roda

    3 Melinda Jelita Desa Golo Watu kec. Wae Ri’I Kab. Manggarai NTT Kursi Roda

    4 Yunus Yalen Marseleno Mbatu Desa Tua Pukan Kec. Kupang Tengah Kab Kupang NTT

    Ayam Kampung dan pakan

    5 Fajar Sultan Poen Desa Tolnaku Kec. Fatule’u Kab. Kupang NTT

    Hewan Ternak

    6 Ester Liufeto Kel. Maulafa Kota Kupang NTT Hewan ternak

    7 Nona Meylan Liufeto Kel. Maulafa Kota Kupang NTT

    Hewan ternak

    8 Steven Moris Liufeto Kel. Maulafa Kota Kupang NTT

    Hewan ternak

    9 Adi Rocky Liufeto Kel. Maulafa Kota Kupang NTT Hewan ternak

    10 Serly Liufeto Kel. Maulafa Kota Kupang NTT

    Hewan ternak

    11 Musa Li Kab TTS NTT Dipertemukan dengan keluarga

    12 Aliasa Achmad Wozo Kab. Ende NTT Kebutuhan sehari-hari PMKS

    2. Terlaksananya perencanaan program rehabilitasi.

    Sasaran ini merupakan salah satu kegiatan utama dan menjadi program

    prioritas nasional/ bidang yang dilaksanakan oleh PSBRW “Efata” Kupang

    sebagai lembaga rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas rungu wicara “efata”

    kupang .

    Berdasarkan hal tersebut, PSBRW “Efata” Kupang melaksanakan kegiatan

    sesuai dengan sasaran strategis yang telah disusun, dalam bentuk a) sosialisasi /

    pendekatan awal; b) pemanggilan/penjemputan; c) pemulangan/penyaluran;

    Indikator utama kegiatan ini adalah Jumlah kab/kota yang didata dan

    divalidasi yang berhasil didata 100 persen pada tahun 2017 sebanyak 4

    Kab/Kota, Jumlah PM yang disosialisasi dan diseleksi yang berhasil didata 100

    persen pada tahun 2017 sebanyak 80 orang, Jumlah PM yang dijemput yang

    berhasil didata 100 persen pada tahun 2017 sebanyak 20 orang, dan Jumlah PM

    yang diresosialisasi dan disalurkan yang berhasil didata 100 persen pada tahun

    2017 sebanyak 20 Orang. Berdasarkan indikator ini, capaian kinerja PSBRW

    “Efata” Kupang, dalam mendukung pelaksanaan perencanaan program rehabilitasi

  • 36

    sosial yang dilaksanakan antara bulan januari – desember mencapai 100 persen.

    Pencapaian kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian sasaran

    terlaksananya pelayananan dan rehabilitasi sosial sesuai norma, prosedur dan standar

    pelayanan sebagai berikut :

    a. Jumlah kab/kota yang didata dan divalidasi sejumlah 4 kab/kota atau

    100 persen.

    Indicator ini ditetapkan untuk mengetahui jumlah kab/kota jangkauan

    .pelayanan panti. Target kab/kota berdasarkan indicator ini tercapai 100

    persen. Berikut nama-nama kab/kota yang telah didata dan divalidasi.

    Tabel 15

    No. Lokasi Jumlah Kab/kota

    1 Sumba Barat Daya 20

    2 Manggarai 20

    3 Lombok Barat 20

    4 Sikka 20

    Jumlah 80

    b. Jumlah penerima manfaat yang disosialisasi dan diseleksi, sejumlah 80

    orang atau 100 persen.

    Indicator ini ditetapkan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat yang

    disosialisasi dan diseleksi melalui kegiatan pendekatan awal yang bertujuan

    untuk mengenalkan program panti dan mendata jumlah pdrw pada kab/kota

    tempat kegiatan berlangsung. Target penerima manfaat berdasarkan

    indicator ini tercapai 100 persen.

  • 37

    c. Jumlah penerima manfaat yang dijemput, sejumlah 20 orang atau 100

    persen.

    Indicator ini ditetapkan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat yang

    dijemput setelah dilakukan seleksi melalui kegiatan pendekatan awal dan

    memenuhi syarat. Target penerima manfaat berdasarkan indicator ini

    tercapai 100 persen.

    Berikut nama- nama penerima manfaat yang di jemput:

    Tabel 16

    No. Nama Daerah Asal

    1 Supertus Sudin Kab. Manggarai – NTT

    2 Yohannes A. Mariana Kab. Sikka – NTT

    3 Sofiana Uwe Kab. Manggarai – NTT

    4 Noverizal P Ghunu Kab. Sumba Barat – NTT

    5 Paulus A. Kristiyanto Kab. Manggarai – NTT

    6 Mikael S. Watu Kab. Ngada – NTT

    7 Marianus Manu Kab, Ngada – NTT

    8 Maria Y. Ervinta Kab. Sikka – NTT

    9 Maria M. Nona Kab. Sikka – NTT

    10 Jon Roy M. Here Kab. Kupang – NTT

    11 Garda Yanti Sujung Kab. Manggarai – NTT

    12 Elizabeth Bela Kab. Sikka – NTT

    13 Federich F. Gara Kab. Sikka – NTT

    14 Elia Litinaa Kab. Sumba Timur – NTT

    15 Dewita Fani Kab. Manggarai – NTT

    16 Darno Dabur Kab. Manggarai – NTT

    17 Bangu Kahi Kab. Sumba Timur – NTT

    18 Antoneta Pakereng Kab. Sumba Barat Daya –

    NTT

    19 Andreas T. Banyo Kab. Sumba Barat – NTT

    20 Frits Ariyanto Saku Kab. Kupang – NTT

  • 38

    d. Jumlah penerima manfaat yang disalurkan, sejumlah 20 orang atau 100

    persen.

    Indicator ini ditetapkan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat yang

    disalurkan setelah mengikuti rehabilitasi selama 3 tahun dan telah mampu

    didik dan mampu latih. Target penerima manfaat berdasarkan indicator ini

    tercapai 100 persen.

    Berikut nama- nama penerima manfaat yang di salurkan:

    Tabel 17

    No. Nama Daerah Asal

    1 Antonius Tofe Kab. Ende NTT

    2 Daniel J. Ledi Kab. Sumba Barat NTT

    3 Lukas Olin Kab. TTU NTT

    4 Fransiskus Mbulu Kab. Ende NTT

    5 Stefanus Dairo Moghu Kab. Sumba Barat NTT

    6 Aristo Ndimu Malu Kab. Sumba Timur NTT

    7 Tri Sulaksono Kab. Sumba Barat NTT

    8 Yasser Arafat Kab. Manggarai Barat NTT

    9 Astiana Rensini Kab. Kupang NTT

    10 Snila Sandri Rato Kab. Kupang NTT

    11 Jefen Delkon Mausubu Kab. Kupang NTT

    12 Imran Nulhusen Kab. Manggarai NTT

    13 Skolastika Lemuk Kab. Lembata NTT

    14 Hendrika Ponis Kab TTU NTT

    15 Lusia Sereh Kab. Ende NTT

    16 Herlina Gole Kab Ende NTT

    17 Markus Maku Malo Kab. Sumba Barat Daya NTT

    18 Alfonsius Bondi Kaka Kab. Sumba Barat Daya NTT

    19 Lukas Loghe Kaliku Kab. Sumba Barat Daya NTT

    20 Yohanes Debrito Kab. Ngada NTT

  • 39

    e. Jumlah penerima manfaat yang dimonitoring dan di evaluasi , sejumlah

    5 Orang atau 100 persen.

    Indicator ini ditetapkan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat yang

    berhasil menjalankan usahanya setelah mengikuti rehabilitasi dipanti

    selama 3 tahun dan mengetahui kendala – kendala apa yang dihadapi eks

    penerima manfaat ditempat asal. Target penerima manfaat berdasarkan

    indicator ini tercapai 100 persen.

    Berikut nama- nama penerima manfaat yang di monev:

    Tabel 18

    No. Nama Daerah Asal

    1 Aristo Ndimu Malu Kab. Sumba Barat NTT

    2 Stefanus Dairo Maghu Kab. Sumba Barat NTT

    3 Mario Irwan Bau Kab. Sumba Barat NTT

    4 Yasser Arafat Kab. Manggarai NTT

    5 Imran Nulhusean Kab. Manggarai NTT

  • 40

    BAB IV

    PENUTUP

    Keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan

    Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan tantangan bagi PSBRW Efata

    Kupang untuk mengintegrasikan sistem AKIP dengan sistem perencanaan,

    perbendaharaan, akuntansi pemerintah dan sistem lainnya dengan harapan

    adanya keselarasan antara norma perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan

    pertanggungjawaban.

    Diberlakukannya SAKIP sebagai implementasi reformasi birokrasi dan

    wujud kemauan pemerintah untuk menuju tatakelola kepemerintahan yang baik telah

    mendorong PSBRW “Efata” Kupang untuk menyusun LAKIN yang tidak semata

    berisikan laporan keuangan, melainkan lebih luas mencakup akuntabilitas kinerja.

    LAKIN tahun 2018 ini menyajikan keberhasilan dan kekurangan pencapaian

    kerja PSBRW Efata Kupang dalam menjalankan tugas dan fungsi melaksanakan

    rehabilitasi sosial penyandang disabilitas rungu wicara. Walaupun disadari bahwa

    laporan akuntabilitas ini belum sempurna dalam menyajikan laporan sebagaimana

    prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya

    berbagai pihak berkepentingan dan masyarakat dapat memperoleh gambaran tentang

    hasil rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh jajaran PSBRW Efata Kupang tahun 2018.

    Kupang, Desember 2018

    Kepala

    Suwahyono

  • Anggaran Target Anggaran Target Anggaran Target Anggaran Target

    1

    001 : Penyandang Disabilitas Fisik,

    Mental, Sensorik dan Intelektual

    Yang Mendapatkan Rehabilitasi

    dan Perlindungan Sosial

    8,445,353,000

    Di Dalam Panti

    = 70

    Di Luar Panti =

    220

    488,985,700IK1 =70

    IK2 =120873,778,400

    IK1 =70

    IK2 =220886,329,440

    IK1 =70

    IK2 =225353,733,458

    IK1 =70

    IK2 =220

    2950 : Layanan Dukungan

    Manajemen Eselon I0 0 30,785,200 104,642,000 60,897,095 25,335,500

    3951 : Layanan Internal (Overhead) 0 0 101,000,000 1,181,781,116 0 594,485,984

    4 994 : Layanan Perkantoran 0 0 764,902,035 0 1,108,568,289 0

    Kupang, 31 Desember 2018

    SUWAHYONO

    NIP. 1962000000000000

    REALISASI KEUANGAN DAN REALISASI FISIK KEGIATAN REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS

    Kepala BRSPDSRW "EFATA" Kupang,

    Realisasi TW 2 Realisasi TW 3 Realisasi TW 4NO Uraian/ Output Pagu Anggaran Target

    Realisasi TW 1

    TAHUN ANGGARAN 2018

    NAMA SATKER / BALAI / LOKA : BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK RUNGU WICARA "EFATA" KUPANG

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembangk

    an usaha

    1 Aloysius Pure Mukin Rungu Wicara -Paket Toolkit

    Pertukangan Batuv v v v v v v

    2 Fredy Arief Rina Bora Rungu Wicara -Paket Toolkit

    Pertukangan Batuv v v v v v v

    3 Yohanes Wardiman Rungu Wicara -Paket Toolkit

    Pertukangan Batuv v v v v v v

    4 Yustina Selu Rungu Wicara -Paket Toolkit Tenun

    Ikat Tradisionalv v v v v v v

    5 Maria Florida Y Bau Rungu Wicara -Paket Toolkit Salon

    Kecantikanv v v v v v v

    6 Ermiana Jando Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    7 Yoseph F. Rero Rungu Wicara -Paket Toolkit Las

    Listrikv v v v v v v

    8 Margaretha Krisnefa Rungu Wicara -Paket Toolkit Salon

    Kecantikanv v v v v v v

    9 Serlina Jemamun Rungu Wicara -Paket Toolkit

    Menjahitv v v v v v v

    10 Maraden Lero Ora Rungu Wicara -Paket Tolkit Bengkel

    Motorv v v v v v v

    11 Dionisius Lengga Nggera Rungu Wicara -Paket Tolkit Bengkel

    Motorv v v v v v v

    12 Fransiska Fonita Juanita Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    13 Arven Robertus Sila Rungu Wicara -Paket Tolkit Bengkel

    Motorv v v v v v v

    14 Kristina wora deghu Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    15 Linda A, Neounufa Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    16 Maria Kekua Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    17 Melkisedek Tanda Kawi Rungu Wicara - Paket Tolkit Menjahit v v v v v v v

    18 Saiful Fahmi Rungu Wicara -Paket Tolkit Bengkel

    Motorv v v v v v v

    19 Yolianus Tanggi Rungu Wicara -Paket Tolkit

    Pertukangan Kayuv v v v v v v

    CAPAIAN KEBERHASILAN PENERIMA MANFAAT PENYANDANG DISABILITAS RUNGU WICARA

    TAHUN ANGGARAN 2018

    NONAMA PENERIMA

    MANFAAT

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    NAMA SATKER : BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK RUNGU WICARA (BRSPDSRW)"EFATA" KUPANG

    JENIS DISABILITAS

    CAPAIANLAYANAN PD

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembangk

    an usaha

    20 Yasinta Wara Rungu Wicara -Paket Tolkit Tenun

    Ikat Tradisionalv v v v v v v

    21 Stefani Ritty Rungu Wicara v v

    22 Yantonisius Bobo Rungu Wicara v v

    23 Sofia Loru Lede Rungu Wicara v v

    24 Frits Aryanto Saku Rungu Wicara v v

    25 Raehannun Rungu Wicara v v

    26 John Roy M Here Rungu Wicara v v

    27 Elia Litina Rungu Wicara v v

    28 Antoneta Pakereng Rungu Wicara v v

    29 Vinsensia D F Rungu Wicara v v

    30 Marianus Dairo Bili Rungu Wicara v v

    31 Yanti D Radahati Rungu Wicara v v

    32 Sariyanti Bobo Rungu Wicara v v

    33 Stefania Kikhau Rungu Wicara v v

    34 Elisabeth D D Watu Rungu Wicara v v

    35 Nur Tari Rungu Wicara v v

    36 Marianus Manu Rungu Wicara v v

    37 Bargita M Lolong Rungu Wicara v v

    38 Sudirman Rungu Wicara v v

    LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    39 Maryon Siki Rungu Wicara v v

    40 Sipriani M D Binsasi Rungu Wicara v v

    41 Paulus A Kristianto Rungu Wicara v v

    42 Andreas T Banyo Rungu Wicara v v

    43 F a u z i Rungu Wicara v v

    44 Rupertus Sudin Rungu Wicara v v

    45 Damaris Nuban Rungu Wicara v v

    46 Daniel Abner Giri Rungu Wicara v v

    47 Hariyanto R Welo Rungu Wicara v v

    48 Nikolaus R Pala Rungu Wicara v v

    49 Noverizal P. Ghunu Rungu Wicara v v

    50 Krisantus Rowa Dua Rungu Wicara v v

    51 H a r j a n Rungu Wicara v v

    52 Mikael S Watu Rungu Wicara v v

    53 Federich F Gara Rungu Wicara v v

    54 Anggelina M Bau Rungu Wicara v v

    55 Agnes Abi Rungu Wicara v v

    56 Marlince Bili Rungu Wicara v v

    57 Aunur Rofiqi Rungu Wicara v v

    58 Maria F Manile Rungu Wicara v v

    59 Bangu Kahi Rungu Wicara v v

    60 Elisabeth Bela Rungu Wicara v v

    61 Anastasia Manu Rungu Wicara v v

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    62 Gardayanti Sujung Rungu Wicara v v

    63 Maria M Nona Rungu Wicara v v

    64 Maria Y Ervintia Rungu Wicara v v

    65 Dewita Fani Rungu Wicara v v

    66 Sofiana Uwe Rungu Wicara v v

    67 Emiliana Mbere Rungu Wicara v v

    68 Lies Rungu Wicara v v

    69 Apriani Anita Fa Rungu Wicara v v

    70 Yalin Anggi Betti Rungu Wicara v v

    71 Isnain Saleh Rungu Wicara v

    72 Iwan Ramli Rungu Wicara v

    73Muhammad Risnandi

    AbdullahRungu Wicara v

    74 Renolf Papuling Rungu Wicara v

    75 Nuni Usman Rungu Wicara v

    76 Indah Amalik Rungu Wicara v

    77 Mira Rungu Wicara v

    78 Suriani W. Ali Rungu Wicara v

    79 Ira Sariawaty Rungu Wicara v

    80 Rahimah Abdullah Rungu Wicara v

    81 Amina Djabar Rungu Wicara v

    82 Susanti Isak Rungu Wicara v

    83 Ratna M. Nur Rungu Wicara v

    84 Asmina Safan Rungu Wicara v

    85 Ruslia Rungu Wicara v

    86 Juleha Ibrahim Rungu Wicara v

    87 Zulvia Vijayanti Manzur Rungu Wicara v

    88 Rosa Hazim Rungu Wicara v

    89 Randi Ibrahim Rungu Wicara v

    90 Rudi Ridwan Rungu Wicara v

    91 Ni Luh Surami Rungu Wicara v

    92Kadek Wulan Puspa

    NingratRungu Wicara v

    93 Ni Kadek Dwijayanti Rungu Wicara v

    94 Ni Luh Nyoman Istiasih Rungu Wicara v

    95 Ni Luh Putu Mia A.D Rungu Wicara v

    96 Ni Putu Novita Dewi Rungu Wicara v

    97 Desak Gede Agung Rungu Wicara v

    98 I.A. Ratna Paramitha Rungu Wicara v

    99 Ni Kadek Utami Rungu Wicara v

    100 I Putu Dodi Putra Rungu Wicara v

    101 Luh Gede Emi Aris Rungu Wicara v

    102 Putu Erit Yudistira Rungu Wicara v

    103 I Putu Deni Rungu Wicara v

    104 I Made Sukamerta Rungu Wicara v

    105 I Kadet Utami Rungu Wicara v

    106 I Made Dwipayane Rungu Wicara v

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    107 I Made Wisnu Kencana Rungu Wicara v

    108 Ni Wayan Sariasih Rungu Wicara v

    109 Ni Kadet Vinayanti Rungu Wicara v

    110 Niwin Novita Yanti Rungu Wicara v

    111 BQ. Srirahayu Ningsih Rungu Wicara v

    112 Nurhayati Rungu Wicara v

    113 Husniawati Rungu Wicara v

    114 Marni Rungu Wicara v

    115 Mok Minah Rungu Wicara v

    116 Zakinah Rungu Wicara v

    117 Sumiyati Rungu Wicara v

    118 Sukarnis Rungu Wicara v

    119 Ni Putu Handayani Rungu Wicara v

    120 Rabiatu Adahwiah Rungu Wicara v

    121 Siti Zhrah Rungu Wicara v

    122 Haerul Bariah Rungu Wicara v

    123 Murni Rungu Wicara v

    124 Mutiah Rungu Wicara v

    125 Susi Susilawati Rungu Wicara v

    126 Hariani Rungu Wicara v

    127 Ibnu Ahmad Rungu Wicara v

    128 Fadillah Laila Rungu Wicara v

    129 Mustianah Rungu Wicara v

    130 Hafrah Rungu Wicara v

    131 Kristina K Jua Rungu Wicara v

    132 Darsalima Tamo Ina Rungu Wicara v

    133 Yohanis Bole Rungu Wicara v

    134 Martina Eda Ridja Rungu Wicara v

    135 Puti Agustinus Rungu Wicara v

    136Noni Novitasari

    PadoduatalakuRungu Wicara v

    137 Nur H. Temba Rungu Wicara v

    138 Tinggi Nalu Rungu Wicara v

    139 Isak Behar Lalu Panda Rungu Wicara v

    140 Adi Papa Mickael Rungu Wicara v

    141 Daud Nguli Keimarak Rungu Wicara v

    142 Deni Lili Kondameha Rungu Wicara v

    143 RUR Pandadima Rungu Wicara v

    144 Rizal Nurdin Rungu Wicara v

    145 Dafid t Penu Rungu Wicara v

    146 Hina Djangga Kadu Rungu Wicara v

    147 Fadli Algadri Rungu Wicara v

    148 Muhammad Bakrie Rungu Wicara v

    149 Muhammad Ahmad Rungu Wicara v

    150 Noventus Landu Djawa Rungu Wicara v

    151 Asni R.L. Nedi Rungu Wicara v

    152 Salmon U. Pedi Nanga Rungu Wicara v

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    153 Into L.P. Pajang Rungu Wicara v

    154 Gidion Giku Laya Rungu Wicara v

    155 Novita R. Guna Rungu Wicara v

    156 Karolin R. Dairu Kaniha Rungu Wicara v

    157 Yuliana Rana Weli Rungu Wicara v

    158 Oktavianus Saingu Ledi Rungu Wicara v

    159 Apu Djola Pedi Rungu Wicara v

    160 Umbu Reku Daitana Rungu Wicara v

    161 Gajah Lakar Rungu Wicara v

    162 Tina T.A. Kadi Rungu Wicara v

    163 Noni Nodu Jaki Rungu Wicara v

    164 Yakob Gajah Lakar Rungu Wicara v

    165 Soleman T. Solu Rungu Wicara v

    166 Dukka Bani Rungu Wicara v

    167 Obed Libar T. Koda Rungu Wicara v

    168 Esty Rungu Wicara v

    169 Joel U. Gaga Rungu Wicara v

    170 Mardiana Roslita A. Bata Rungu Wicara v

    171 Andreas PT. Ake Rungu Wicara v

    172 Yohanes Natal Rungu Wicara v

    173 Agustinus Ngira Rungu Wicara v

    174 Natanel G. Nggere Rungu Wicara v

    175 Patrianus Amdur Rungu Wicara v

    176 Parsianus Ngegal Rungu Wicara v

    177 Yovita Kurni Ndelos Rungu Wicara v

    178 Martina Sarce Sina Gula Rungu Wicara v

    179 Karolosius Apur Rungu Wicara v

    180 Maria Elfiana Maru Rungu Wicara v

    181 Sri Kurniawati Rungu Wicara v

    182 Lelyana Lamur Rungu Wicara v

    183 Maria Magdalena Ozin Rungu Wicara v

    184 Sensiana Kurniawati Rungu Wicara v

    185 Yuliana Ngesem Rungu Wicara v

    186 Herlena H. Harfina Rungu Wicara v

    187 Yustina M. Rendu Rungu Wicara v

    188 Maria G. Lamus Rungu Wicara v

    189 Paskalis E.G. Geros Rungu Wicara v

    190 Mersiana Dihung Rungu Wicara v

    191 Bruno Abronlib Rungu Wicara v

    192 Robertus Rinda Rungu Wicara v

    193 Tasling Rungu Wicara v

    194 Agustinus R. Jardi Rungu Wicara v

    195 Mikael Sugianto Rungu Wicara v

    196 Maksimus Sanusi Rungu Wicara v

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    197 Marianus Nganbut Rungu Wicara v

    198 Frumensius P Rungu Wicara v

    199 Yohanes Tado Rungu Wicara v

    200 Alfonsius Rungu Wicara v

    201 M. Magdalena Hildania Rungu Wicara v

    202 Emillanin Hartati Rungu Wicara v

    203 Fermina E.A. Wodon Rungu Wicara v

    204 Maria Nirmat Rungu Wicara v

    205 Kornilia Yulita Rungu Wicara v

    206 Maria D. Nurlin Rungu Wicara v

    207 Akfal Niha Rungu Wicara v

    208 Kristina Nina Rungu Wicara v

    209 Yuliana Suryati Rungu Wicara v

    210 Rosalia Nimun Rungu Wicara v

    211 Suhardikin M. Nasir Rungu Wicara v

    212 Suhardin Umar Rungu Wicara v

    213 Nurhayati Rungu Wicara v

    214 Alfianus Jeke Rungu Wicara v

    215 Nona Ali Rungu Wicara v

    216 Umiyati Rungu Wicara v

    217 Petronela Ulan Rungu Wicara v

    218 Maria Hendrika Ria Rungu Wicara v

    219 Arsianus D. Dewa Rungu Wicara v

    220 Raimundus Rungu Wicara v

    221 Sriyanti Tamrin Rungu Wicara v

    222 Delfiana Dwi Y Ebon Rungu Wicara v

    223 Azarah Cahaya Ninrum Rungu Wicara v

    224 Muhammad Nur Rungu Wicara v

    225 Edwin Ardi Rungu Wicara v

    226 Patridus V. Vela Rungu Wicara v

    227 Michkael L. Ratu Rungu Wicara v

    228 Stefanus I Jodho Rungu Wicara v

    229 Dahlian Bal Rungu Wicara v

    230 Anastasia Rubnaya Lay Rungu Wicara v

    231 Ana Maria Yovita Leong Rungu Wicara v

    232 Dortia Sanam Rungu Wicara v

    233 Alex Lasifeto Rungu Wicara v

    234 Daniel Kase Rungu Wicara v

    235 Arnoldus Takaeb Rungu Wicara v

    236 Nadus Pay Rungu Wicara v

    237Katarina Juniardi Anina

    FaotRungu Wicara v

    238 Yane K. Letuna Rungu Wicara v

    239 Cristin Olivia Nitbani Rungu Wicara v

    240 Dance SM. Nitbani Rungu Wicara v

    241 Thio Nenotek Rungu Wicara v

    242 Ruth Neolaka Rungu Wicara v

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    243 Febliana Tasesa Rungu Wicara v

    244 Yanri Kause Rungu Wicara v

    245 Adi Isu Rungu Wicara v

    246 Mace Omatan Rungu Wicara v

    247 Yacob Letuna Rungu Wicara v

    248 Dina Etni Bansae Rungu Wicara v

    249 Yayu Dimamudji Rungu Wicara v

    250 Semi Tamelan Rungu Wicara v

    251 Elfin Maria T Rungu Wicara v

    252 Theresia Lodan Rungu Wicara v

    253 Maria Epivania Elrasih Rungu Wicara v

    254 Maria Eni Adriane Rungu Wicara v

    255 Maria Diana Rungu Wicara v

    256 Mantris Dince Rungu Wicara v

    257 Maria Modesta Rungu Wicara v

    258 Yohanes Nona Trince Rungu Wicara v

    259 Maria Elvida Rungu Wicara v

    260 Maria Yustina Rungu Wicara v

    261 Petrus Lengi Rungu Wicara v

    262 Pelipus Ipir Rungu Wicara v

    263 Aldrianus Rau Rungu Wicara v

    264 Yohanes Janji dur Rungu Wicara v

    265 Muh. Arham Rungu Wicara v

    266 Lambertus Buru Rungu Wicara v

    267 Anjelinus Servanus Rungu Wicara v

    268 Alvandi Rungu Wicara v

    269 Ryan Anggara Rungu Wicara v

    270 Yohanes Emanuel Rungu Wicara v

    271 Matius Bili Rungu Wicara v

    272 Dappa Kaka Rungu Wicara v

    273 Anias TA Lalo Rungu Wicara v

    274 Alfiana Ina Kii Rungu Wicara v

    275 Bulu Ngongo Rungu Wicara v

    276 Madeyane Bolo Ate Rungu Wicara v

    277 Agustinus Ama Umbu Rungu Wicara v

    278 Menne Lede Rungu Wicara v

    279 Yubilate Lende Rungu Wicara v

    280 Fransiskus Adi Ate Rungu Wicara v

    281Putrawan Hutar

    KabenggulRungu Wicara v

    282 Denifasius Lende Rungu Wicara v

    283 Eman Lelu Bulu Rungu Wicara v

    284 Marten Malo Renda Rungu Wicara v

    285 Oktavianus Mori Uma Rungu Wicara v

    286 Francilia Naomi Lende Rungu Wicara v

    287 Magdalena Wola Kaka Rungu Wicara v

    288 Arin Zafat Rungu Wicara v

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS

  • LAYANAN

    REGULER

    DALAM

    PANTI

    PENJANGK

    AUAN

    LAYANAN

    BERBASIS

    MASYARA

    KAT

    Activity

    daily living

    Sosialisasi

    Kemampu

    an sosial

    Orientasi

    mobilitasSekolah

    Menerapkan

    ketrampil-an

    teknis

    Bekerja di

    rumah /

    keluarga

    Bekerja di

    tempat lain

    Bekerja pada

    Sektor formalBerwirausaha

    mengembang

    kan usaha

    289 Darmiyanto Kaka Rungu Wicara v

    290 Martha Kedu Rungu Wicara v

    291 Maria Fatimah Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    292 Maria Krismiyanti Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    293 Ni Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    294 Suhardin Umar Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    295 Arkadeus Ardi Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    296 Apliana Malo Rungu WicaraKebutuhan sehari-

    hari

    Kupang, 31 Desember 2018

    Kepala BRSPDSRW "EFATA" KUPANG,

    Drs. SUWAHYONO

    NIP. 196201101991031002

    KEGT LITERASI

    / BRAILLE

    LAYANAN PD CAPAIAN

    NONAMA PENERIMA

    MANFAATJENIS DISABILITAS

    LAYANAN KEGIATAN

    DEKONSENTRASI

    PEMBERIAN ALAT

    BANTU

    PENYANDANG

    DISABILITAS