11
LAPORAN KEGIATAN TERAPI BERMAIN di RUANG ANAK RSUD BUDI ASIH LANTAI VI TIMUR A. Kegiatan Bermain Kegiatan terapi bermain yang kelompok buat kali ini bertema “Cepat sembuh dengan banyak minum”. Kegiatan ini terdiri dari 3 sesi yaitu : sesi pertama adalah bermain peran menggunakan boneka tangan, boneka tangan yang dipergunakan ada 5 buah yang digerakkan oleh 3 orang. Pada sesi pertama ini, menceritakan tentang pentingnya mengkonsumsi banyak air bagi penderita DHF. Peserta tampak antusias menyaksikan pertunjukkan bermain peran ini, dan peserta tampak tertawa ketika penderita DHF (siro) terpasang infus dengan menggunakan infus set yang kelompok buat sendiri dari kertas dan benang wol. Sesi kedua adalah perlombaan menghabiskan air mineral yang telah disediakan oleh kelompok. Air mineral yang telah disediakan sudah terlebih dahulu dihias oleh kelompok menggunakan kertas warna- warni. Air mineral gelas tersebut dibagikan kepada masing-masing anak, satu orang anak mendapatkan 1 gelas air mineral yang berisi 250 ml. Tujuan dari permainan ini bukan untuk mencari pemenang, tetapi untuk memotivasi anak agar minum yang banyak, namun tetap ditentukan pemenang dalam perlombaan ini. Dalam perlombaan di sesi kedua ini yang menghabiskan air mineral terlebih dahulu adalah an.Ro kemudian an.M. Untuk an.Y dan an.Ri, keduanya tidak

Laporan Kegiatan Terapi Bermain

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Kegiatan Terapi Bermain

Citation preview

Page 1: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

LAPORAN KEGIATAN TERAPI BERMAIN

di RUANG ANAK RSUD BUDI ASIH LANTAI VI TIMUR

A.  Kegiatan Bermain

Kegiatan terapi bermain yang kelompok buat kali ini bertema “Cepat sembuh dengan banyak

minum”. Kegiatan ini terdiri dari 3 sesi yaitu : sesi pertama adalah bermain peran menggunakan

boneka tangan, boneka tangan yang dipergunakan ada 5 buah yang digerakkan oleh 3 orang.

Pada sesi pertama ini, menceritakan tentang pentingnya mengkonsumsi banyak air bagi penderita

DHF. Peserta tampak antusias menyaksikan pertunjukkan bermain peran ini, dan peserta tampak

tertawa ketika penderita DHF (siro) terpasang infus dengan menggunakan infus set yang

kelompok buat sendiri dari kertas dan benang wol.

Sesi kedua adalah perlombaan menghabiskan air mineral yang telah disediakan oleh kelompok.

Air mineral yang telah disediakan sudah terlebih dahulu dihias oleh kelompok menggunakan

kertas warna-warni. Air mineral gelas tersebut dibagikan kepada masing-masing anak, satu orang

anak mendapatkan 1 gelas air mineral yang berisi 250 ml. Tujuan dari permainan ini bukan untuk

mencari pemenang, tetapi untuk memotivasi anak agar minum yang banyak, namun tetap

ditentukan pemenang dalam perlombaan ini. Dalam perlombaan di sesi kedua ini yang

menghabiskan air mineral terlebih dahulu adalah an.Ro kemudian an.M. Untuk an.Y dan an.Ri,

keduanya tidak menghabiskan air mineral yang telah disediakan oleh kelompok, tetapi an.Y lebi

banyak meminum air mineral tersebut.

Di sesi ketiga yaitu lomba mewarnai gambar buah-buahan yang sudah disediakan yaitu

strawberry dan jeruk, pemilihan warna pada sesi ketiga ini tidak dibatasi. An.Ro, an.M dan an.Y

memilih gambar jeruk untuk mereka warnai sedangkan an.Ri memilih gambar strawberry. Usia

antara an.Ro dan an.M setara, mereka termasuk anak school sehingga di sesi ketiga ini mereka

lebih cepat selesai dan lebih rapi dalam mewarnai. Untuk an.Y dan an.Ri keduanya masih

preschool sehingga dalam mewarnai masih butuh motivasi dan bimbingan dari ibunya. Namun

keempat peserta menyelesaikan gambar yang mereka pilih dengan baik. Setelah selesai

Page 2: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

mewarnai, fasilitator memasang tali pada setiap gambar yang diwarnai dan dikembalikan kepada

anak untuk kenang-kenangan.

Kegiatan terapi bermain yang kelompok buat ini terdiri dari empat orang peserta. Karena

keterbatasan jumlah pasien yang menderita DHF, maka kelompok tidak dapat peserta yang setara

usianya. Namun peserta yang mengikuti terapi bermain ini telah sesuai dengan sasaran yang

dibuat oleh kelompok yaitu preschool dan school. Dari empat orang peserta tersebut, dua orang

adalah anak preschool yang berusia 4 tahun dan dua orang adalah anak school yang berusia 7

tahun dan 9 tahun. Keempat peserta tersebut tidak bedrest dan tidak mengalami gangguan

aktivitas karena yang diperbolehkan oleh CI ruangan untuk ikut dalam terapi bermain adalah

pasien yang kondisinya sudah mulai membaik dan trombositnya sudah mengalami peningkatan.

Waktu pelaksanaan terapi bermain ini adalah jam 10 pagi setelah dilakukannya pengukuran

tanda-tanda vital. Saat sesi pertama sekitar 20 menit, sesi kedua sekitar 7 menit, sesi ketiga

sekitar 15 menit. Secara keseluruhan lamanya terapi bermain ini adalah 55 menit. Setelah ketiga

sesi tersebut selesai, kelompok membagikan souvenir kepada peserta. Peserta dipanggil satu

persatu berdasarkan pemenang dari lomba minum air mineral dan diberikan satu souvenir.

Souvenir yang diberikan kepada peserta adalah gelas minum untuk menunjang agar anak banyak

minum. Setelah dibagikan souvenir tersebut, leader memberikan pesan kepada peserta bahwa

gelas minum tersebut digunakan untuk minum supaya cepat sembuh dan cepat pulang ke rumah.

B.  Evaluasi

1.      Hambatan yang ditemui dalam terapi bermain ini, antara lain :

ü Anak tidak fokus saat pertunjukkan boneka tangan

ü Anak tidak mau menyelesaikan permainan yang sedang berlangsung

ü Anak kurang mau berinteraksi dengan orang lain selain orang tuanya dihadapan banyak orang

2.      Kekurangan dalam terapi bemain ini, antara lain :

Page 3: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

ü Pemilihan peserta terapi bermain yang kurang sesuai (rentang usia yang terlalu jauh)

dikarenakan keterbatasan jumlah pasien yang menderita DHF

ü Meja pertunjukkan boneka tangan yang terlalu tinggi menyebabkan peserta agak kesulitan

dalam melihat pertunjukkan tersebut

ü Posisi tempat duduk peserta terapi yang tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan sehingga

penempatan fasilitator menjadi kurang tepat

3.      Hal yang harusnya dilakukan untuk menangani hambatan yang ada dan menimalkan

kekurangan yang ada, antara lain :

ü Saat pertunjukkan boneka tangan, libatkan anak dalam percakapan pertunjukkan tersebut.

Pemain dalam hal ini sudah melibatkan peserta dalam percakapan dipertunjukkan boneka

tersebut seperti “siro kemana ya teman-teman?”

ü Fasilitator terus memotivasi anak untuk menyelesaikan permainan (lomba minum air mineral).

Saat lomba minum air mineral ini, an.Y dan an.Ri tidak menghabiskan air mineralnya, tidak

hanya fasilitator yang memberikan semangat kepada peserta untuk menghabiskan minumannya

tetapi semua anggota kelompok.

ü Melibatkan anak dalam setiap permainan dengan terus memotivasinya dan menstimulus anak

agar anak mau berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini, leader sebagai pemimpin dalam

terapi bermain ini mengajak anak untuk menyebutkan buah apa yang mereka gambar dan

meminta anak untuk menyebutkan warna pada gambar yang telah diwarnai.

ü Dalam terapi bermain ini, terdapat dua anak preschool dan dua anak school. Untuk mengatasi

perbedaan ini, maka kelompok mengatasinya dengan tetap menggabungkan peserta dalam satu

permainan, namun untuk hasilnya antara anak preschool dan school tidak dapat dibandingkan

karena kemampuannya berbeda. Maka untuk hasil dari permainan yang dilombakan adalah

membandingkan antar tingkat usia yang setara, preschool dengan preschool dan school dengan

school.

Page 4: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

ü Meja tempat pertunjukkan yang terlalu tinggiseharusnya dapat diatasi dengan menempatkan

peserta sejajar dengan meja tempat pertunjukkan atau kelompok dapat memilih meja

pertunjukkan yang lebih rendah.

ü Posisi tempat duduk peserta yang awalnya di atur anak usia preschool dengan preschool dan

school dengan school menjadi tidak sesuai karena penempatan peserta yang tidak dibimbing oleh

kelompok pada awal peserta masuk ke ruangan. Hal ini diatasi dengan fasilitator duduk

disamping depan peserta dan peserta yang lebih besar (school) ditempatkan ditengah karena

dianggap bisa cepat beradaptasi. Peserta yang lebih kecil ditempatkan didepan dan didampingi

oleh ibunya agar dapat lebih terkontrol.

STRATEGI PELAKSANAAN

A.  Implementasi

Langkah kegiatan

1.      Persiapan

ü  Membuat kontrak dengan klien yang sesuai dengan indikasi

ü  Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2.      Orientasi

ü  Salam terapeutik

Salam dari terapis kepada klien

ü  Evaluasi/validasi

Page 5: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

Menanyakan perasaan klien saat ini

ü  Kontrak

Terapis menjelaskan waktu/durasi, tempat, serta tujuan kegiatan

3.      Tahap kerja

ü  Bermain peran

ü  Lomba Minum air putih

ü  Mewarnai

4.      Tahap terminasi

·         Evaluasi

o   Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti Play therapy

o   Terapis memberikan pujian atas keberhasilan anak

·         Tindak lanjut

Terapis menganjurkan klien untuk sering minum, walaupun tidak hanya air putih

agar mempercepat proses penyembuhan

B.  Strategi Komunikasi

1.      Persiapan

a.       Membuat kontrak dengan klien yang ada

b.      Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2.      Orientasi

a.       Salam terapeutik

Page 6: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

“Selamat pagi adik-adik! Perkenalkan..kami adalah kakak-kakak mahasiswa/i STIKes Binawan

Jakarta yang sedang praktek di ruangan ini. Perkenalkan nama kakak Dedi Prihartono..Adik-adik

boleh panggil kakak dengan kak Dedi sebelah kanan kakak adalah kak silva, kakRefina,

kak Diah dan kak Ririn.”

b.      Evaluasi/validasi

“Bagaimana kabarnya pagi ini?”

“Bagaimana tidurnya semalam? nyenyak atau tidak?”

c.       Kontrak

“Adik-adik, sesuai dengan janji kita kemarin bahwa hari ini kita akan menceritakan tentang

seorang anak yang malas minum dan akhirnya anak tersebut menjadi lama sembuhnya.

Setelah kita mendengarkan cerita itu,kita akan mewarnai gambar yang sudah kakak siapkan

kemudian nanti kita gantung ditempat tidur adik-adik ya. Kita akan melakukannya di ruangan ini

selama ± 40 menit. Tujuan dari permainan ini adalah agar adik-adik cepat sembuh.  Apakah

adik-adik setuju?”

3.      Tahap Kerja I :

Baiklah adik-adik.. Permainan ini ada aturannya yaitu yang menghabiskan segelas air

putih tercepat adalah juara satu dan akan mendapatkan bintang besar, yang mengahabiskan

segelas air putih kedua tercepat adalah juara dua dan akan mendapatkan bintang sedang,

sedangkan yang terakhir adalah juara tiga dan akan mendapatkan bintang kecil! Cara bermainya

adalah setiap adik–adik akan mendapatkan segelas aqua dan pada hitungan ketiga adik-adik

langsung minumaquanya dan menghabiskan aquanya secepat mungkin, dan tidak boleh tumpah

atau dibuang, kalau seandainya sudah tidak sanggup lagi untuk menghabiskan aquanya adik–adik

bisa bilang pada kakak–kakaknya supaya aquanya di ambil dan diukur sisaaquanya.. Semangat

ya semuanya.. Siapa mau dapat bintang besar? Bagus..”

“Ayo kita mulai..Satu..dua..tiga!”

“Ayo..kalian pasti bisa! Nah..bagus..tinggal sedikit lagi.. Ayo.. Semangat semuanya!”

Page 7: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

“Wah..bagus sekali..ternyata kalian bisa menghabiskan aquanya! Hebat! Kalau begitu,semuanya

akan mendapatkan hadiah… Kalian hebat!”

Tahap Kerja II :

“Sekarang kita akan melanjutkan dengan mewarnai. Kakak – kakak akan

membagikan gambarnya kepada setiap orang. Siapa yang pertama kali selesai, akan

mendapatkan hadiah dari kakak – kakak. Siap ???? Di mulai dari sekarang!!!”

4.      Tahap Terminasi

a.       Evaluasi I

“Nah.. sekarang, bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti permainan tadi?”

“Apakah semuanya senang?”

 “Baiklah.. kalian semua sangat hebat karena bisa menghabiskanaquanya..”

“Tepuk tangan buat semuanya…”

Evaluasi II

“Nah sekarang , bagaimana perasaan adik – adik setelah mewarnai? apakah semuanya senang ?”

b.      Tindak lanjut

 “Adik-adik, setelah ini, adik-adik banyak minum air ya, tapi ingat tidak hanya air putih

saja...karena minum air itu sangat bagus untuk mempercepat proses penyembuhan adik-

adik yang sedang sakit demam berdarah. Semuanya mau sembuh kan? Mau cepat bertemu

dengan teman-temannya kan? dan kakak berpesan bermain lah mainan yang dapat

mengembangkan kreatifitas adik – adik semua.”

 c.  Kontrak yang akan datang.

“Baiklah adik-adik sampai disini permainan kita kali ini. Ingat ya jangan lupa banyak minum

biar kalian cepat sembuh dan cepat pulang, kemudian bertemu dengan teman-teman kalian.”

Page 8: Laporan Kegiatan Terapi Bermain

“Baiklah adik-adik, sekarang kakak-kakak disini mau keruangan perawat dulu ya..selamat

beristirahat semuanya..besok kita ketemu lagi..”

ANGGARAN DANA

No Nama Barang Jumlah Harga Satuan Jumlah

1. Boneka Tangan 2 Rp 12.500,- Rp 25.000,-

2. Kertas Origami 2 Rp 5.000,- Rp 10.000,-

3. Isolasi 1 Rp 2.500,- Rp 2.500,-

4. Fotocopy Rp 3.000,-

5. Print Rp. 20.000,-

6. Souvenir 4 Rp 5.000,- Rp 20.000,-

7. Air mineral gelas 4 Rp 500,- Rp 2000,-

8. Tali 1 Rp 2000,-

9. Double tape 1 Rp 8.000,-