of 76 /76
SEORANG LAKI-LAKI USIA 70 TAHUN DENGAN STROKE IINFARK UJIAN KASUS Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Kusuma Zidni Arifa Luthfi, S.Ked J 5000 800 80 KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

Laporan Kasus Stroke Ischemic

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Kasus Seorang Laki-laki Usia 70 Tahun dengan Stroke Ischemic.Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UMS 2013

Citation preview

Page 1: Laporan Kasus Stroke Ischemic

SEORANG LAKI-LAKI USIA 70 TAHUN DENGAN STROKE IINFARK

UJIAN KASUS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Dokter UmumFakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Kusuma Zidni Arifa Luthfi, S.KedJ 5000 800 80

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAFFAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2013

Page 2: Laporan Kasus Stroke Ischemic

BAB ISTATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN• Nama : Tn. P S• Umur : 70 tahun• Jenis kelamin : Laki-laki• Alamat : Tasikmadu, Karanganyar• Status perkawinan : Menikah• Pekerjaan : Petani• Agama : Islam• No. RM : 265xxx• Tanggal masuk RS : 01 Februari 2013

Page 3: Laporan Kasus Stroke Ischemic

ANAMNESIS

Keluhan utama: Kelemahan anggota gerak kanan

Page 4: Laporan Kasus Stroke Ischemic

± 4 jam SMRS pasien mengalami kelemahan anggota gerak kanan, muncul secara perlahan, pada saat pasien beraktivitas.

Tiba-tiba pasien terduduk karena anggota gerak kanan lemah dan terasa berat. Pasien masih dapat berjalan dengan bantuan, dengan menyeret kaki kanannya.

Tidak terdapat penurunan kesadaran, kesulitan berbicara tidak ada dan pasien masih mampu mengerti pembicaraan orang lain, sulit menelan (-), pelo (-), perot (-), rasa baal (-)

Keluhan yang mendahului: nyeri kepala hebat (-), mengantuk (-), demam (-), mimisan (-), kejang (-), muntah (-), trauma (-)

Pasien kebingungan (-), gangguan pendengaran (-), penurunan daya ingat (-), gangguan perilaku (-), gangguan BAK dan BAB (-)

Page 5: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Hari Pemeriksaan(Hari-1 masuk bangsal)

Keluhan utama : Kelemahan anggota gerak kanan (+)

gangguan bicara (-), pasien masih mampu mengerti pembicaraan orang lain, pelo (-), perot (-), kesulitan makan (-), tersedak (-), rasa baal (-),

Nyeri kepala (-), leher tegang (-), berdebar-debar (-), mengantuk (-), pasien merasakan pegal dan linu pada tangan kanan dan kaki kanan.

Makan dan minum baik, BAK dan BAB dbn

Page 6: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Riwayat Penyakit Dahulu• Riwayat sakit stroke : disangkal• Riwayat hipertensi : diakui. Baru diketahui 1

bulan terakhir, tidak rutin berobat.• Riwayat DM : disangkal• Riwayat penyakit jantung : disangkal• Riwayat kolesterol tinggi : disangkal• Riwayat asam urat tinggi : disangkal• Riwayat trauma kepala : disangkal

Page 7: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Riwayat Penyakit Keluarga• Riwayat hipertensi : disangkal• Riwayat DM : disangkal• Riwayat penyakit jantung : disangkal• Riwayat penyakit serupa : disangkal

Riwayat Kebiasaan• Merokok : diakui sejak pasien remaja, 1 hari

menghabiskan ± 1 bungkus/12 batang.• Minum Alkohol : disangkal• Aktivitas kurang : disangkal• Olahraga : pasien jarang olahraga

Page 8: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Anamnesis Sistem•Nyeri kepala (-), penurunan kesadaran (-), pelo (-), perot (-), kejang (-)Sistem Serebrospinal

•pucat (-), leher tegang (-), akral hangat (-), kebiruan (-), nyeri dada (-)

Sistem Kardiovaskuler

•sesak nafas (-), batuk berdahak (-), napas cuping hidung (-)Sistem Respirasi

•kesulitan menelan (-), mual (-), muntah (-), makan/minum tersedak (-), BAB dbn

Sistem Gastrointestinal

•rasa jimpe (+), kelemahan anggota gerak (+/-), otot mengecil (-).tungkai bengkak (-), pegal (+), linu (+)

Sistem Musculoskeletal

•Warna kulit sawo matang, ruam (-), gatal (-), perdarahan dibawah kulit (-)

Sistem Integumentum

Page 9: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Resume Anamnesis

• Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang dengan keluhan ± 4 jam SMRS pasien mengalami kelemahan anggota gerak kanan, muncul secara perlahan, pada saat pasien beraktivitas. Tiba-tiba pasien terduduk karena anggota gerak kanan lemah dan terasa berat. Pasien masih dapat berjalan dengan bantuan, dengan menyeret kaki kanannya.

• Pada hari pemeriksaan, keluhan utama pasien: Kelemahan anggota gerak kanan (+), disertai jimpe-jimpe.

• Riwayat dahulu didapatkan hipertensi, baru diketahui oleh pasien1 bulan terakhir, pasien tidak rutin berobat.

• Riwayat Kebiasaan pasien adalah merokok, diakui sejak pasien remaja, 1 hari menghabiskan ± 1 bungkus/12 batang. Pasien juga jarang berolahraga.

Page 10: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PEMERIKSAAN FISIK

Status Presens• Keadaan Umum : Cukup• Kesadaran : Compos mentis, GCS 15 (E4V5M6)

Vital Sign • Tekanan darah : 150/60mmHg• Nadi : 96 x/menit• RR : 28 x/menit• Suhu : 36,70C• BB : 58 Kg• TB : 155 cm

Page 11: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Status Lokalis

• Ukuran/Bentuk: normocephal/mesocephal, deformitas (-), hematoma (-)

Kepala

• CA (-/-), edema palpebra (-/-),

• Pupil: bentuk bulat , D= 3mm, isokor, reflek cahaya (+/+), isokor, eye movement (+)

Mata

• Bentuk normal• Pembesaran KGB (-)• JVP meningkat (+5)

Leher

Page 12: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Thoraks

Page 13: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Abdomen

Ekstremitas

Page 14: Laporan Kasus Stroke Ischemic

– Cara berpikir : baik– Orientasi : baik– Perasaan hati : baik– Tingkah laku: normoaktif– Ingatan : baik – Kecerdasan : baik

Status Psikis

Page 15: Laporan Kasus Stroke Ischemic

STATUS NEUROLOGI

• Kuantitatif: GCS: E4 V5 M6

• Kesadaran: Compos Mentis

Kesadaran

Page 16: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Nervi Cranialis• N. I (Olfaktorius)

• N. II (Optikus)

Page 17: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. III (Okulomotorius)

Page 18: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. IV (Troklearis)

• N. V (Trigeminus)

Page 19: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. VI (Abducens)

• N. VIII (Vestibulokoklearis)

Page 20: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. VII (Facialis)Kerutan kulit dahi + / +Kedipan mata + / +Lipatan naso-labial + / +Sudut mulut + / +Mengerutkan dahi + / +Mengerutkan alis + / +Menutup mata + / +Meringis + / +Menggembungkan pipi + / +Tiks fasial - / -Lakrimasi + / +Daya kecap lidah 2/3 depan + / +Refleks Gabella - / -Tanda Chovstek - / -Bersiul + / +

Page 21: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. IX (Hipoglossus)

• N. X (Vagus)

Page 22: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• N. XI (Ascessorius)

• N. XII (Glossopharingeus)

Page 23: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PEMERIKSAAN MOTORIK

1) Badan

Page 24: Laporan Kasus Stroke Ischemic

2) Anggota Gerak Atas

Page 25: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 26: Laporan Kasus Stroke Ischemic

3) Anggota Gerak Bawah

Page 27: Laporan Kasus Stroke Ischemic

( - )

Page 28: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Koordinasi, Langkah dan Keseimbangan

• Cara berjalan : N• Tes Romberg : (-)• Diadokokinesis : (-) • Finger to finger test : (+)• Finger to nose test : (+)• Nose finger to nose test : (+)• Ataksia : (-)• Dismetri : (-)• Nistagmus : (-)• Rebound phenomen : (-)

Page 29: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• Tremor (-)• Atetosis (-)

Gerakan Abnormal :

Page 30: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Resume Pemeriksaan Fisik1)

Kesadaran :

compos mentis,

GCS E4V5M6

2) Vital Sign, TD: 150/60m

mHg, N:96

x/menit, RR:28

x/menit, S: 36,7°C

3) Pupil: bentuk

bulat, D= 3mm, isokor, reflek

cahaya (+/+),

4) JVP meningka

t (+5), Pemeriks

aan Thoraks :

kesan batas

jantung melebar

5) Nervi cranialis: parese

N.I (N.Olfact

orius)

6) Gerakan : Terbatas/

Bebas Terbatas/

BebasKekuatan

otot: 444/555 444/555

7) Tonus R.Fisiolog

i

8) R.Patolog

i : Babinski

(-/-)9) Meningeal Sign :

Kaku kuduk (-)

↑ +

↑ +

↑ +

↑ +

Page 31: Laporan Kasus Stroke Ischemic

DIAGNOSIS AKHIR

• Hemiparese Dekstra lesi UMN• Hemihipestesia DextraDiagnosis Klinis

• Lobus parietalis hemisferium cerebri sinistra sesuai vaskularisasi a.cerebri media

Diagnosis Topik

• Stroke Ischemic• DD: PRIND

Diagnosis Etiologi

• Hipertensi stage II• HHD CompensataDiagnosis lain

Page 32: Laporan Kasus Stroke Ischemic

USULAN PEMERIKSAAN

EKGHead

CT Scan/ Arteriografi

Foto Rontgen Thoraks PA

Page 33: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PENATALAKSANAAN

• Monitor keadaan umum dan vital sign / 8 jam• Monitor intake makanan

Penatalaksanaan Umum

Page 34: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PROGNOSIS

Death :dubia ad bonam

Disease :dubia ad bonam

Disability :dubia ad bonam

Discomfort :dubia ad bonam

Dissatisfaction :dubia ad

bonam

Page 35: Laporan Kasus Stroke Ischemic

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISIStroke iskemik ialah stroke yang disebabkan oleh

sumbatan pada pembuluh darah servikokranial atau hipoperfusi jaringan otak oleh berbagai faktor seperti aterotrombosis, emboli, atau ketidakstabilan hemodinamik yang menimbulkan gejala serebral fokal, terjadi mendadak, dan tidak menghilang dalam waktu 24 jam atau lebih (Goetz, 2007).

Page 36: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Penyebab Stroke Infark

(Ropper, et.al, 2005).

Page 37: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Klasifikasi

•Defisit neurologis akan menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam.

TIA (Transient Ischemic

Attack)

•Defisit neurologis akan menghilang dalam waktu lebih dari 24 jam tapi kurang dari 21 hari

RIND(Reversible Ischemic Neurologik Deficit)

•Defisit neurologi berlangsung secara bertahap dari yang ringan sampai menjadi berat.

Progressing Stroke (Stroke in Evolution)

•Kelainan neurologis sudah menetap, dan tidak berkembang lagi.

Complete Stroke

Page 38: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Faktor Resiko Stroke Infark

Tidak dapat dimodifikasi

• Usia• Jenis Kelamin• Faktor genetik atau

keturunan• Ras atau etnik

Dapat Dimodifikasi

• Hipertensi• Diabetes melitus• Dislipidemia• Alkohol• Kelainan Anatomis• Penyakit jantung• TIA• Merokok• Kurang aktivitas

fisik• Stress fisik dan

mental

Faktor Risiko Tambahan

• Lipoprotein (a)/Lp (a)

• LDL yang teroksidasi

• Inflamasi dan infeksi

• Hiperhomosisteinemi

Page 39: Laporan Kasus Stroke Ischemic

GEJALA KLINIS

•Baal atau lemas mendadak di wajah, lengan, atau tungkai, terutama di salah satu sisi tubuh•Gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda atau kesulitan melihat pada satu atau kedua mata•Hilangnya keseimbangan atau koordinasi•Dan nyeri kepala mendadak tanpa sebab yang jelas (Hartwig, 2006).

Gejala umum

Page 40: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Defisit neurologik yang terjadi tergantung dengan area jaringan otak yang mengalami iskemik. Tanda dan gejala yang timbul sesuai dengan pembuluh darah yang terlibat (Wilkinson dan

Lennox, 2005) :

Arteri serebri media

•Hemiparesis atau monoparesis kontralateral.•Afasia globa•Disleksia, disgrafia, diskalkulia

Arteri serebri anterior

•Kelemahan kontra lateral, terutama pada daerah tungkai•Ganguan sensorik kontralateral

Arteri serebri posterior

•Kelumpuhan saraf otak ke-3 hemianopsia•Hemiparesis kontralateral

Page 41: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Arteri vertebrobasiler•Penglihatan ganda ( nervus III,IV dan VI)•Rasa baal di wajah (nervus V)•Kelemahan pada bagian wajah ( nervus VII)•Vertigo ( nervus VIII)•Disfagia ( nervus IX dan X)•Disartria•Ataxia•Kelemahan pada ekstremitas

Page 42: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Serangan stroke jenis apa pun akan menimbulkan defisit neurologis yang bersifat akut (De Freitas et al., 2009)

Page 43: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PATOGENESIS

Page 44: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PATOGENESIS

Infark serebri

Terjadi bila suatu daerah diotak mengalami iskhemia

dan nekrosis

Akibat berkurangnya aliran darah keotak sampai dibawah

level kritis yang dibutuhkan untuk kehidupan sel.

Page 45: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Stroke Ischemic

Thrombosis serebri

Emboli serebri

Page 46: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 47: Laporan Kasus Stroke Ischemic

DIAGNOSIS KLINIS• Untuk menegakkan diagnosis stroke, terlebih

dahulu dilakukan anamnesis mengenai gejala awal, perkembangan gejala, riwayat penyakit sebelumnya, faktor risiko yang ada, pengobatan yang sedang diajalani. Berikutnya adalah melakukan pemeriksaan neurologis lengkap untuk mengetahui kemungkinan letak lesi.

• Pemeriksaan CT Scan kepala merupakan pemeriksaan gold standar untuk menegakkan diagnosis stroke (Rumantir, 2007).

Page 48: Laporan Kasus Stroke Ischemic

• Diagnosis stroke emboli biasanya ditegakkan secara inferensi. Pada beberapa kasus ditemukan adanya obstruksi arteri melalui pemeriksaan arteriografi. Penemuan yang mendukung ke arah diagnosis stroke emboli adalah awitan yang akut dan ditemukannya sumber emboli (Harsono, 2005).

Page 49: Laporan Kasus Stroke Ischemic

DIAGNOSIS BANDING

Ensefalitis, meningitis, Migrain Neoplasm

a otak

Perdarahan subaraknoid

Hematoma subdural

Kedaruratan hipertensif

Transient Ischemic Attack

(TIA)

Page 50: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Roentgen Toraks

Elektrokardiografi

CT Scan / MRI otak

Duplex sonografi Karotis/ Trans Cranial

Doppler (atas indikasi)

MRA (atas indikasi)

EEG (atas indikasi)

Laboratorium•Pemeriksaan darah perifer lengkap,laju endap darah, hitung trombosit, masa perdarahan, masa pembekuan.•Gula darah dan profil lipid•Ureum, kreatinin, asam urat, kolesterol total: HDL/LDL, trigliserida, fungsi hati : SGOT/SGPT, urin lengkap•Bila perlu pemeriksaan gas darah dengan elektrolit (Natrium, Kalium)

Page 51: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PENATALAKSANAAN

Pengobatan Umum

Pengobatan Khusus

Rehabilitasi

Page 52: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Pengobatan Umum Stroke Infark

Page 53: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 54: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 55: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 56: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Pengobatan KhususDitujukan untuk reperfusi

dengan pemberian antiplatelet seperti aspirin dan anti koagulan,

atau yang dianjurkan dengan trombolitik rt-PA (recombinant tissue Plasminogen Activator).

Dapat juga diberi agen neuroproteksi, yaitu

sitikolin atau pirasetam (jika didapatkan afasia).

Page 57: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PENCEGAHAN

Prevensi sekunder.Prevensi primer

Page 58: Laporan Kasus Stroke Ischemic

PROGNOSIS10% penderita stroke

mengalami pemulihan hampir

sempurna

25% pulih dengan kelemahan minimum

40% mengalami pemulihan sedang sampai berat tidak membutuhkan

perawatan khusus

10% membutuhkan perawatan oleh perawat

pribadi dirumah atau fasilitas perawatan jangka

panjang lainnya

15% langsung meninggal setelah

serangan stroke

Page 59: Laporan Kasus Stroke Ischemic

BAB IIIPEMBAHASAN

• Pasien Tn. P S, usia 70 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan mengalami kelemahan anggota gerak kanan

• RPD: hipertensi, baru diketahui oleh pasien 1 bulan terakhir, pasien tidak rutin berobat.

• Riwayat Kebiasaan pasien adalah merokok (+), pasien juga jarang berolahraga

Anamnesis

Page 60: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Pemeriksaan Neurologi

• Nervi cranialis: parese N.I (N.Olfactorius)• Gerakan : Terbatas/Bebas

Terbatas/Bebas• Kekuatan otot: 444/555

444/555• Tonus :↑/+ R.Fisiologi : ↑/+

↑/+ ↑/+• R.Patologi : Babinski (-/-)• Meningeal Sign : Kaku kuduk (-)

Page 61: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Faktor Resiko

Hipertensi Merokok

Usia Jenis Kelamin

Page 62: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Hipertensi

Hipertensi menurut JNC (Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment on High Blood Pressure) VII didefinisikan sebagai keadaan dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, merupakan faktor risiko yang dapat diubah dan sangat penting untuk stroke.

Hipertensi kronik akan menyebabkan perubahan struktur arteri dan arterial sistemik, terutama pada kasus-kasus yang tidak diobati. Mula-mula akan terjadi hipertrofi dari tunika media diikuti dengan hialinisasi setempat dan penebalan fibrosis dari tunika intima dan akhirnya akan terjadi penyempitan pembuluh darah.

Hipertensi juga merupakan salah satu penyebab jejas endotel selain karena hiperkolesterolemia, diabetes mellitus, rokok dan infeksi kronis.

Page 63: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Jejas endotel kronik atau berulang merupakan hal pokok yang mendasari terbentuknya aterosklerosis

Endotel yang rusak menyebabkan timbulnya agregrasi trombosit. Trombosit akan melepaskan enzim, adenosin difosfat yang

mengawali mekanisme koagulasi.

Sumbatan fibrinotrombosit ini dapat terlepas dan membentuk emboli atau dapat tetap tinggal di tempat dan menjadi trombus

yang merupakan penyebab tersering pada stroke.

Page 64: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Merokok

• Merokok adalah faktor risiko potensial pada stroke iskemik (Manolio et al, 1996, Rodriguez et al, 2002).

• Merokok meningkatkan risiko stroke melalui efek terbentuknya trombus dan pembentukan aterosklerosis pada pembuluh darah (Burns, 2003).

Page 65: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Usia

• Risiko stroke meningkat dua kali lipat ketika seseorang berusia lebih dari 55 tahun, begitupun angka kematian akibat stroke meningkat seiring bertambahnya usia.

• Stroke paling sering terjadi pada usia lebih dari 65 tahun, tetapi jarang terjadi pada usia dibawah 40 tahun (Japardi, 2002).

Page 66: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Jenis Kelamin

• Stroke lebih sering terjadi pada pria. Diperkirakan bahwa insidensi stroke pada wanita lebih rendah dibandingkan pria, akibat adanya estrogen yang berfungsi sebagai proteksi pada proses aterosklerosis (Japardi, 2002).

Page 67: Laporan Kasus Stroke Ischemic
Page 68: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Pemeriksaaan Nervi Cranialis

Pada pemeriksaan N I didapatkan parese N. I dextra tipe central (UMN). Pada lesi UMN, didapatkan gangguan sensorik penciuman terhadap bahan (teh dan kopi) pada sisi dextra pasien tidak mampu membedakan bau Kopi

dan Teh

Page 69: Laporan Kasus Stroke Ischemic

TERAPI

Page 70: Laporan Kasus Stroke Ischemic

TrombolisisAmerican Heart Association dan American Academy of Neurology merekomendasikan penggunaan rtPA sebagai trombolisis untuk

terapi stroke dalam 3 jam setelah onset gejala atau selama tidak terdapat

kontraindikasi (misal : nilai laboratorium yang tidak normal, tekanan darah tinggi,

atau riwayat

Terapi trombolisis digunakan untuk melarutkan sumbatan arteri

(trombus atau emboli) dan memulihkan kembali aliran darah

ke area otak yang iskemik sebelum area tersebut menjadi infark.

Page 71: Laporan Kasus Stroke Ischemic

NeuroproteksiPada stroke iskemik akut, dalam

batas-batas waktu tertentu sebagian besar cedera sel saraf dapat

dipulihkan. Tujuan terapi neuroproteksi adalah untuk

menghambat jaringan yang iskemik menjadi infark.

Beberapa obat untuk neuroproteksi

diantaranya citicholin, pirasetam, nimodipin

Page 72: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Anti Agregrasi Trombosit

Pemberian anti agregrasi trombosit

bertujuan untuk meminimalisasi perluasan atau

mencegah pembentukan

gumpalan darah baru.

Obat yang termasuk anti

agregrasi trombosit

diantaranya aspirin,clopidog

rel dan dipiridamol.

Page 73: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Pengobatan Post Stroke

Kontrol faktor resiko

Pemberian obat2 anti thrombotik‐

Pemberian antikoagulansia :

Fisioterapi / rehabilitasi

Page 74: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Prognosis Stroke Ischemic

• Stroke dapat mempengaruhi tidak hanya pada fisik pasien, tetapi mental dan emosional atau kombinasi ketiganya. Efek dari stroke tergantung ukuran dan lokasi lesi di otak. Beberapa kecacatan yang diakibatkan oleh stroke diantaranya paralisis, mati rasa, gangguan bicara dan gangguan penglihatan

• Umur : prognosis jelek pada usia lanjut.• Spasme, hipertensi, dan perdarahan ulang, semuanya

merugikan bagi prognosis

Page 75: Laporan Kasus Stroke Ischemic

Daftar Pustaka• Adams DH, Shaw S. Leukocyte-endothelial interactions and regulation of leukocyte migration.

Lancet 1994; 343: 831-836. • AHA (American Heart Association/American Council on Stroke). Guidelines for Prevention of

Stroke in Patients with Ischemic Stroke or Transient Ischemic Attack. Stroke 2006;37:577-617. • Albers GW, Caplan LR, Easton JD, et al.; for the TIA Working Group. Transient ischemic attack:

proposal for a new definition. N Engl J Med .2002;347:1713-1716. • Becker KJ. Inflammation and acute stroke. Curr Opin Neurol. 1998;11:45-49 • Brown, M.M. Stroke : Epidemiology and Clinical Features. Medicine Int .2000. 4: 45-52. • Burns DM. Epidemiology of smoking-induced cardiovascular disease. Prog. Cardiovasc. Dis.,

2003.46: 11- 29. • Bustan, MN. Epidemiologi: Penyakit tidak menular. Jakarta:Rineka Cipta .2007.hal 79-99 • Challa V. Atherosclerosis of the Cervicocranial arteries. In Toole JF (ed) Cerebrovascular

disorders. 5th edition. Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia, 1999. • Cheung BM, Lauder IJ, Lau CP, Kumana CR. Meta-analysis of large randomized controlled trials

to evaluate the impact of statins on cardiovascular outcomes. Br J Clin Pharmacol 2004;57:640-651.

• Chalmer, J.. Global Impact of stroke. Heart Disease ; 2000.2 : S13-S17.

Page 76: Laporan Kasus Stroke Ischemic