Laporan Kasus Diare Akut

Embed Size (px)

Text of Laporan Kasus Diare Akut

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    1/68

    LAPORAN KASUS

    DIARE AKUT e.c BAKTERIAL INFECTION DENGANDEHIDRASI RINGAN SEDANG

    Description: Description: C:\Users\Nabil\Desktop\LOGO UMJ new.jpg

    DISUSUN OLEH

    Andi Fahripa Nur Rahma(2009730125)

    PEMBIMBING

    dr.Prastowo Sidi Pramono, Sp.A

    KEPANITERAAN KLINIK PEDIATRI

    RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

    2013

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    2/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    3/68

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis

    dapat menyelesaikan laporan kasusmengenai Diare akut e.c bacterial infection dengandehidrasi ringan sedangini tepatpadawaktunya. Tidak lupa penulis mengucapkanterimah kasih kepadadr.Prastowo Sidi Pramono,

    Sp.Ayang telah membimbing penulisdalam menyelesaikan Laporan Kasus ini. Terima kasihjugakepada seluruh pihak yangtelah membantu dalam penyelesaian tugas ini.

    Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaanpenulisan laporan kasus

    ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca padaumumnya danbagi penulispada khususnya.

    Jakarta, Oktober 2013

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    4/68

    Penulis

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    5/68

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Diare akut masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di

    Negara berkembang. Terdapat banyak penyebab diare akut pada anak. Pada sebagianbesarkasus penyebabnya adalah infeksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri atauparasit, akan tetapi berbagai penyakit lain juga dapat menyebabkan diare akut, termasuksindroma malabsorpsi. Diare karena virus umumnya bersifat self limiting, sehingga aspekterpenting yang harus diperhatikan adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadipenyebab utama kematian dan menjamin asupan nutrisi untuk mencegah gangguanpertumbuhan akibat diare.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    6/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    7/68

    STATUS PASIEN

    IDENTITAS/BIODATA

    Nama:An.M

    Umur:3 tahun 4bulan

    Jenis Kelamin: Laki-laki

    Nama Ayah: Tn.A

    Nama Ibu

    :Ny.T

    Agama: Islam

    Suku Bangsa:Madura

    Alamat: Plumpang, JakartaPusat.

    Tanggal Masuk

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    8/68

    : 19 Oktober 2013, Pukul07.30WIB

    ANAMNESIS

    Alloanamnesis

    Keluhan Utama:Demam2hari sebelum datang keRumah Sakit Islam CP

    Keluhan Tambahan: BABcair

    Riwayat Penyakit Sekarang:2hari sebelum datang keRumah Sakit Islam CPorangtuapasien mengatakan

    anakdemam sepanjang hari, demamtimbul mendadak, tidak menggigil, tidak kejang. 1 harisebelum datang ke Rumah Sakit Islam CPmencret-mencretsebanyak4 kali/hariwarna kuning,

    ampas (+),bau yang khas (berbau tinja),lendir (+),busa (

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    9/68

    -),darah (-),sekali BAB.1gelas.SMRS Islam CP

    mencret-mencretsebanyak3kali/hariwarna kuning,ampas (+),bau yang khas (berbau tinja),lendir (+

    ),busa (-),darah (-),sekali BAB.1gelas, muntah (

    -). BAK lancar dan tidakada keluhan, warna kuning jernih, tidak pekat, tidak ada

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    10/68

    darah, tidak sakit saat BAK.Anak terlihatlemas.Intakemakan dan minum sulit.

    Riwayat Penyakit Dahulu

    :Anak pertama kali sakit seperti ini,Riwayatkejangdemamusia 1 tahun 8 bulan (kejang 1 kali dengan durasi30 detik)

    Riwayat Penyakit Keluarga:Di keluarga danlingkungan rumah tidak ada yang

    menderita penyakitseperti ini.

    Riwayat Pengobatan: Di rumah diberi obat sanmol,berobat ke dokter 1 kalidiberi obat penurun panas.

    Riwayat Alergi:

    Alergi obat,makanan, dan cuacadisangkal

    Riwayat Psikososial:Osmerupakananak3dari

    2bersaudara.Disekitarlingkunganostidakadayangmenderita

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    11/68

    sepertiini.Danlingkungansekitarrumahbersih.Ossehari-

    harisusahmakandanminum.

    RIWAYAT KEHAMILANDAN PERSALINAN

    Riwayat kehamilan: ANC dibidan7kali

    Selama kehamilan:R

    iwayatminum jamu-jamuan, obat-obatantidak pernah

    Hamil:38minggu

    Riwayat Persalinan: Lahir diBidan, Normal

    BBL:

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    12/68

    3100gram

    PB:50cm

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    13/68

    RIWAYAT MAKANAN

    6bulan=ASIdiberikan selama

    > 6 bulan-2 tahun= ASI + MPASI

    > 2 tahun= Sufor + Makanan Pokok.

    Kesan :Pola makanan sesuai Usia

    RIWAYAT PERKEMBANGAN

    Motorik kasar:Melompat, Berjalan usia 2,5 tahun

    Motorikhalus:Menulis, Menggambar

    Verbal:Bicara sudah berbentuk kata dan tidak jelas

    Sosial:Dapat bersosialisasi dengan orang lain

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    14/68

    Kesan :Pertumbuhan anaktidaksesuaiumur

    RIWAYAT IMUNISASI

    BCG:-

    DPT:-

    Polio:-

    Hep. B:-

    Campak:-

    Kesan :I

    munisasitidaklengkap

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    15/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    16/68

    PEMERIKSAAN FISIK

    Keadaan Umum: Tampak sakitsedang

    Kesadaran: Composmentis

    GCS: 15 (E4 V6 M5)

    Tanda-tanda Vital:

    - S:37,4C(di UGD 39,20C)- N

    : 160x/menit,kuat angkat, reguler- P: 24x/menit- TD:-

    Antropometri:

    - BB

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    17/68

    :12kg- TB:16cmo BB/U:12/

    16x 100 % =75% . Gizikurango TB/U: 86/96x 100 % =90% . Baik

    o BB/TB:12/14x 100 % =86% .kurang

    Kesan: Gizikurang

    STATUS GENERALIS

    1. Kepala:

    Bentuk: normochepal, ubun-ubun sudah menutup

    Rambut: hitam, distribusi rata, tidak mudah dicabut

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    18/68

    Mata: visus normal, ptosis-/-, lagoftalmos-/-

    , hordeolum-/-, udem

    palpebra-/-, kunjungtiva anemis-

    /-, sclera ikterik-/-, sekret-/-,refelks cahaya +/+,

    mata cekung +/+, pupil isokor

    Hidung: septum deviasi-, sekret-/-,darah/bekas perdarahan

    -/-,

    pernapasan cuping hidung-/-

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    19/68

    , edema mukosa-/-, hiperemis mukosa-/-

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    20/68

    Mulut:bibir kering +, lidah kotor-,faring hiperemis-, pseudomembran,tonsil T1/T1, stomatitis

    -, lidah tremor-, lidah kotor-, gusiberdarah

    Telinga: normotia, serumen +/+, membrane tympani intak.

    2. Leher: pembesaran KGB-, pembesaran kel tiroid3. Torax:Paru: I : simetris pada saat statis dan dinamis, retraksi iga-

    ,

    pernapasan abdominotorakal, laserasi-, penonjolan-,pembengkakan-,bintik-

    bintik merah-

    : P : nyeri tekan-, vocal premitus kanan kiri sama, krepitasi-

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    21/68

    : P : sonor di kedua lapang paru

    : A : vesikuler +/+, wheezing-, ronkhi-/-

    , BJ I dan II normal,tidak ada bunyi tambahan

    4. Abdomen: I : retraksi epigastrium-, cembung, simetris, spider nevi-,bintik-bintik merah

    -, distensi-

    : A : bising usus + melemah, metallic sound-, bruit-

    :P :

    nyeri tekan(-),hepatomegali(-), turgor kulit normal,splenomegali (-)

    , ginjal tidak teraba dan tidak nyeri.

    : P:hipertympanipada 4 kuadran abdomen,

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    22/68

    pekakmenunjukkan batas hepar 1 jari dibawah arcus costa kanan.

    5. Genitalia:skrotum dan testis normal, tidak fimosis, tidak hipospadi.6. Ekstremitas: atas : akral hangat, CRT < 2 detik, edema-

    /-,bintik-bintik

    merah-/-

    : bawah : akral hangat, CRT < 2 detik, edema-/-,bintik-bintik merah-/-

    7. Turgor kulit: Baik, < 2 detik.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    23/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    24/68

    PEMERIKSAAN PENUNJANG

    Pemeriksaan Laboratorium

    Tanggal

    Hb

    Ht

    Trombo

    Leuko

    Ket

    19/10/2013

    12,5

    40

    346

    24.37

    F. GE

    -L : 4-6 / LPB

    -Er : 1015 / LPB

    -Bakteri (+)

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    25/68

    -Jamur (+)

    -Infeksi batang gram negatif

    -Erosi mukosa usus

    -Infeksi jamur(+)

    20/10/2013

    12,9

    -

    -

    10.84

    LED

    25 mm

    RESUME

    2hari sebelum datang keRumah Sakit Islam CPorangtuapasien mengatakananak

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    26/68

    demamsepanjang hari, demam timbul mendadak, tidak menggigil, tidak kejang. 1 hari sebelumdatang ke Rumah Sakit Islam CPmencret-mencret sebanyak 4 kali/hari warna kuning,ampas (+),bau yang khas (berbau tinja), lendir (+

    ), busa (-),darah (-),sekali BAB.1gelas.SMRS Islam CPmencret-

    mencret sebanyak3kali/hari warna kuning, ampas (+),bau yang khas (berbau tinja),lendir (+), busa (-),darah (-),

    sekali BAB.1gelas.Anakterlihatlemas.Intake makan dan minum sulit.

    Pemeriksaan fisik :S = 37,4 C, N = 160 x/m, R = 24 x/m,Mata cekung+/+, bibir keringdan hipertimpani

    Pemeriksaan Laboratorium :(19/10/2013)

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    27/68

    F. GEL : 4-6 / LPB,Er : 1015 / LPB,Bakteri (+), Jamur (+).

    Infeksi batang gram negatif,Erosi mukosa usus,Infeksi jamur (+).(20/10/2013) LED25 mm.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    28/68

    ASSESSMENT

    1. Demam2. Diare3. Intake inadekuat4. Delay development

    DIAGNOSIS

    Diare Akut e.c BakterialInfection dengan Dehidrasi Ringan SedangKurang gizi

    DIAGNOSIS BANDING

    Diare Akut e.c Viral Infection dengan Dehidrasi RinganSedang

    RENCANA TERAPI

    . Infus RL 15tpm

    1000 + (2x50) = 1100 ml/hari

    1100 : 4 = 46

    46 : 3 = 15 tpm

    . Zinc 20 mg/hari,2x 1 tab. Lacto B 1 gr/sachet, 2x1 sachet. PCT syr 3 x 1 cdo

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    29/68

    . Inj. Novalgin 1 x 150 mg

    . Inj. Ceftriaxone 1 x 1 amp

    . Perbaikan gizi dengan pemberian makan yang seimbang (konsul gizi)

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    30/68

    FOLLOW UP

    Tanggal/jam

    S

    O

    A

    P

    20/10/2013

    Demam,BAB cair 2 kalidalam sehari,warnakuning,berbau amis(-)

    ,lendir (+), darah (-) lemas(+), BAK lancar, anakmasih tampak lemes.

    Suhu : 37,6C, nadi :125x/m, RR : 22

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    31/68

    x/m.Mata cekung(+/+),BU (+) normal,timpani di 4 kuadranabdomen.

    Diare akut e.cbacterialinfection dengan

    dehidrasi ringan-sedang

    . Infus RL 12tpm. Zinc 20mg/hari,

    1x 1tab. Lacto B 1gr/sachet, 2x1sachet. PCT syr 3 x 1cdo. Inj. Novalgin1 x 150 mg. Inj.Ceftriaxone 1x 1 amp

    21/10/2013

    BABlunak (sepertibubur),1kali dalamsehari,

    warna kuning,berbau amis(-), lendir (-),darah (

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    32/68

    -) ampas (-), darah(-), BAK lancar, anakmasih tampak lemes.

    Suhu : 36,4C, nadi :100x/m, RR : 23x/m.

    Mata cekung(+/+), BU (+)normal,hipertimpanidi 4 kuadranabdomen.

    Diare akutteratasi, pasiensudah boleh

    pulang.

    Terapi lanjut

    Boleh pulang

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    33/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    34/68

    BAB III

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Definisi

    Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari,

    disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darahyang berlangsung kurangdari satu minggu. Menurut WHO tahun 1998, diareadalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Sedangkanmenurut Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI, definisi diare berbeda pada neonatusdan bayi > 1 bulan serta anak. Neonatus dikatakandiare bila frekuensi BAB >4kali, sedangkan bayi > 1 bulan dan anak dikatakan diare bila frekuensi BAB > 3kali.

    B. Etiologi

    Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. Diare radangdibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Diare non radang bisa karena hormonal,anatomis, obat-obatan dan lain-

    lain. Penyebab infeksi bisa virus, bakteri, parasitdan jamur, sedangkan non infeksi karena alergi, radiasi. (Lung. McGraw Hill,2003).

    Mekanisme penularan utama untuk patogen diare adalah fecal-oral, denganair dan makanan yang merupakan penghantar untuk kerjadian terbanyak.

    Adapun beberapa penyebab diare pada anak yaitu :

    1. InfeksiA. Virus

    Ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan diare akut, antara lainRotavirus (sebanyak 40

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    35/68

    -60%), Norwalk virus, Adenovirus. Norwalk virusdan Adenovirus sering menyebabkan diare akut pada anak besar dandewasa, sedangkan Rotavirus sering terjadi pada anak usia dibawah 5 tahunterutama usia dibawah 2 tahun.

    B. Bakteri

    Ada beberapa bakteri yang menyebabkan diare akut pada anak :

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    36/68

    . E.Coli

    Ada 5 subtipe yang menimbulkan diare akut. E. Coli ini merupakanpenyebab kedua diare akut setelah Rotavirus dengan frekuensi 20-30%. Subtipe E. Coli tersebut adalah :

    . Entero Pathogenic E. Coli (EPEC)

    . Entero Toxigenic E. Coli (ETEC). EnteroInvasive E. Coli (EIEC). Entero Hemorrhagic E. Coli (EHEC). Entero Aggregative E. Coli (EAEC). Shigella. Campylobacter yeyuni. Salmonella sp.. Yersinia. Vibrio

    C. Parasit. Entamoeba Histolytica.Insidensinya kurang dari 1%. Giardia Lamblia. Biasanya menyerang anak usia 1-5 tahun.. Crytosporidium. Di negara berkembang frekuensinya antara 4-115.Sering terjadi pada penderita AIDS.2. Malabsorbsi

    . Karbohidrat

    . Lemak3. Alergi

    Diantaranya yaitu :

    . Alergi susu

    . Alergi makanan

    . CMPSE (cows milk protein enteropathy).4. Keracunan5. Imunodefisiensi

    6. Sebab Lain

    Pemberian antibiotik, defek anatomis seperti malrotasi, Hisrchrsprungs diseasedan Shor Bowel Syndrome.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    37/68

    C. Cara Penularan dan Faktor Risiko

    Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fekaloral yaitu melaluimakanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung

    tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderitaatau tidak langsung melalui lalat.

    Faktor resiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen antara lain: tidakmemberikan ASI secara penuh 46 bulan pertama kehidupan bayi, tidakmemadainya penyediaan air bersih, pencemaran air oleh tinja, kurangnya saranakebersihan, kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk, penyiapan dan

    penyimpanan makanan yang tidak higienis dan cara penyapihan yang tidak baik.Selain hal tersebut beberapa faktor pada penderita dapat meningkatkankecenderungan untuk dijangkiti diare antara lain : gizi buruk, imunodefisiensi,berurangnya keasaman lambung, menurunnya motilitas usus dan faktor genetik.

    D. Patofisiologi

    Secara umum diare disebabkan 2 hal yaitu ganggan pada proses absorbs atausekresi.

    Terdapat beberapa pembagian diare :

    1. Pembagian diare menurut etiologi2. Pembagian diare menurut mekanismenya yaitu gangguan absorbs danganggaunsekresi3. Pembagian diare menurut lamanya diare

    . Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari

    . Diare kronik berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi non infeksi

    . Diare persisten berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi infeksi.

    Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    38/68

    osmotik, sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus (IDAI, 2010).

    . Diare osmotik

    Terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi menyebabkanbahan intraluminal pada usus halus bagian proksimal tersebut bersifathipertonis dan menyebabkan hiperosmolaritas. Akibat perbedaan tekananosmosis antara lumen usu dan darah maka pada segmen usus jejunum yang

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    39/68

    bersifat permeabel, air akan mengalir ke arah lumen jejunum sehingga air akanbanyakterkumpul di dalam lumen usus. Natrium akan mengikuti masuk kedalam lumen, dengan demikian akan terkumpul cairan intraluminal yang besardengan kadar natrium yang normal. Sebagian kecil cairan ini akan diabsorpsikembali, akan tetapi lainnya akan tetap tinggal di lumen oleh karena ada bahanyang tidak diserap seperti Mg, Glukose, sukrose, laktose, maltose di segmenileum dan melebihi kemampuan absorpsi kolon sehingga terjadi diare. Bahan-

    bahan seperti karbohidrat dari jus buah atau bahan yang mengandung sorbitoldalam jumlah berlebihan akan memberikan dampak yang sama.

    . Diare sekretorik

    Dikenal 2 bahan yang menstimulasi sekresi lumen yaitu enterotoksin bakteridan bahan kimia yang dapat menstimulasi seperti laksansia, garam empedubentuk dihydroxy serta asamlemak rantai panjang.

    Toksin penyebab diare ini terutama bekerja dengan cara meningkatkankonsentrasi intrasel cAMP, cGMP atau Ca2+yang selanjutnya akanmengaktifkan protein kinase. Pengaktifan protein kinase akan menyebabkanfosforilasi membran protein sehingga mengakibatkan perubahan saluran ion,akan menyebabkan Cl-di kripta keluar. Di sisi lain terjadi peningkatan pompanatrium,dan natrium masuk ke dalam lumen usus bersama Cl-

    . Bahan laksatifdapat menyebabkan bervariasi efek pada aktivitas NaK-ATPase. Beberapadiantaranya memacu peningkatan kadar cAMP intraseluler, meningkatkanpermeabilitas intestinal dan sebagian menyebabkankerusakan sel mukosa.Beberapa obat menyebabkan sekresi intestinal. Penyakit malabropsi sepertireseksi ileum, penyakit Crohn dapat menyebabkan kelainan sekresi sepertimenyebabkan peningkatan konsentrasi garam empedu, lemak.

    . Diare karena gangguan

    motilitas usus

    Meskipun motilitas jarang menjadi penyebab utama malabsorpsi tetapiperubahan motilitas mempunyai pengaruh terhadap absorpsi. Baik peningkatanataupun penurunan motilitas, keduanya menyebabkan diare. Penurunanmotilitas dapat mengakibatkan bakteri tumbuh lampau yang menyebabkandiare. Perlambatan transit obat-

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    40/68

    obatan atau nutrisi akan meningkatkan absopsi.Kegagalan motilitas usus yang berat menyebabkan stasis intestinal berakibatinflamasi, dekonjugasi garam empedu dan malabsopsi. Diare akibathiperperistaltik pada anak jarang terjadi. Watery diare dapat disebabkan karena

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    41/68

    hipermotilitas pada kasus kolon irritable pada bayi. Gangguan motilitasmungkin merupakan penyebab diare pada tirotoksikosis, malabsopsi asamempedu dan penyakit lain. Diareini juga terjadi akibat adanya gangguan padakontrol otonomik, misal pada diabetik neuropathi, post vagotomi, post reseksiusus serta hipertiroid.

    . Diare terkait imunologi

    Diare terkait iunologi dihubungkan dengan reaksi hipersensitivitas tipe I, III,dan IV. Reaksi tipe I yaitu terjadi reaksi antara sel mast dengan IgE dan alergenmakanan. Reaksi tipe III misalnya pada penyakit gastroenteropati, sedangkanreaksi tipe IV terdapat pada coeliac disease dan protein loss enteropaties.

    E. Manifestasi Klinis

    Infeksiusus menimbulkan tanda dan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bilaterjadi komplikasi ekstra intenstinal termasuk manifestasi neurologik. Gejalagastrointenstinal bisa berupa diare, kram perut dan muntah sedangkan manifestasisistematik bervariasi tergantung pada penyebabnya.

    Penderita dengan diare cair mengeluarkan tinja dengan mengandung sejumlah ionnatrium, klorida dan bikarbonat. Kehilangan air dan elektronik ini bertambah bila

    ada muntah dan kehilangan air juga meningkat bila ada pans. Halini dapatmenyebabkan dehidrasi, asidosis metbolik dan hipovolemia. Dehidrasi merupakankeadaan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan hipovolemia.kolapskardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Dehidrasi yang terjadimenuruttonisitas plasma dapat berupa dehidrasi isotonik,dehidrasihipertonik(hipernatremik) atau dehidrasi hipotonuik. Menurut derajat dehidrasinyabisa tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan, dehidrasi sedang atau dehidrasi berat.

    Bila terdapat panas dimungkinkan karena peradangan atau akibat dehidrasi.Panasbadan umunya terjadi pada penderita dnegan inflammantory diare. Nyeri perutyang lebih hebat dan tenesmus yang terjadi pada perut bagian bawah serta rektum,menunjukkan terkenanya usus besar.

    Muat dan muntah adalah simptom yang nospsesifik akan tetapi muntah mungkin

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    42/68

    disebabkan oleh karena organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    43/68

    Gejala Khas diare akut oleh berbagai penyebab

    Gejalaklinik

    Rotavirus

    Shigella

    Salmonella

    ETEEC

    EIEC

    Kolera

    Mas tunas

    17-72 jam

    24-48 jam

    6-72 jam

    6-72 jam

    6-72 jam

    48-72

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    44/68

    Jam

    Panas

    +

    ++

    ++

    -

    ++

    -

    Mualmuntah

    Sering

    Jarang

    Sering

    +

    _

    Sering

    Nyeri perut

    tenesmus

    Tenesmuskramp[

    tenesmus

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    45/68

    -

    Tenesmuskramp

    Kramp

    Nyerikepala

    -

    +

    Kolik

    -

    -

    -

    Lamanyasakit sifattinja

    >7hari

    3-7 hari

    2-3 hari

    Variasi

    3hari

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    46/68

    Frekuensikonsistensidarah

    Sedang

    Sedikit>10x/hr

    Sedikit

    banyak

    Sedikit

    Banyak

    Bau

    5-10x/hr

    Lembek

    Sering

    Sering

    Sering

    Terus

    Menerus

    Warna

    Cair

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    47/68

    Sering

    Lembekkadang

    Cair-

    Lembek +

    cair-

    Leukosit

    Langu

    Merah-hijau

    Busuk

    +

    Tidak

    Amaiskhas

    Lain-lain

    Kuning-hijau

    anorexia

    +kejang

    BusukKehijauan+ sepsis

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    48/68

    + takberwarnaMeteorismus

    Merah-hijauinfeksisistematik

    Sepertiaircucianberas-+

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    49/68

    F. Menegakkan Diagnosis1. Anamnesis

    Pada anamnesis perluditanyakan hal-hal sebagai berikut: lama diare,frekuensi,volume, konsitensi tinja,warna, bau ada/tidak lendir dan darah. Biladisertai muntah: volume dan frekuesnsinya. Kencing: biasa, berkurang, jarang

    atau tidak kencing dalama 6-8 jam terakhir. Makanandan minuman yangberikan selama diare. Adakan panas atau penyakit lain yang menyertai seperti:batuk,pilek,otitis media,campak.

    Tindakan yang telah dilakukan ibu selama anak diare : member oralit,membawa berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit dan obat-obatan yang

    diberikan serta riwayat imunisasi.

    2. Pemeriksaan Fisik

    Pada pemeriksaan fisik perlu diperiksa : Berat badan, suhu tubuh, frekuensidenyut jantung dan pernapasan serta tekanan darah. Selanjutnya perlu dicaritanda-

    tanda utama dehidrasi: kesadaran,rasa haus dan turgor kulit abdomen dantanda-tanda tambahan lainnya : ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata :cowong atau tidak, ada atau tidak adanya air mata, bibir, mukosa mulut danlidah kering basah.

    Pernapasan yang cepat dan dalam indikasi adanyaasidosis metabolic. Bising

    usus yang lemah atau tidak ada bila terdapat hipokalemi. Pemeriksaanekstremitas perlu karena perfusi dan capillart refill dapat menentukan derajatdehidrasi yang terjadi.

    3. Laboratorium

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    50/68

    Pemeriksaan laboratorium lengkap pada diareakut pada umumnya tidakdiperlukan, hanya pada keadaan tertentu mungtkin diperlukan misalnyapenyebab dasarnya tidak dikatahui atau ada sebab-sebab lain selain diare akutatau pada penderita dengan dehidrasi berat.

    Pemeriksaan laboratorium yang kadang

    -kadang diperlukan pada diare akut :

    Darah : darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kulturdan tes kepekaan terhadap antibiotika.

    Urine : urine lengkap, kultur dan test kepekaan terhadap antibiotika.

    Tinja :

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    51/68

    . Makroskopik

    Tinja yang watery dan tanpa mukus atau darah biasanya disebabkanoleh enterotoksin virus, protozoa atau infeksi diluar salurangastrointestinal.

    Tinja yang mengandung darah atau mukus bisa disebabkan infeksi

    bakteri yang menghasilkan sitotoksin, bakteri enteroinvasif yangmenyebabkan peradangan mukosa atau parasit usus seperti E.histolytica, B. coli, dan T. trichiura. Apabila terdapat darah biasanyabercampur dalam tinja kecuali pada infeksi dengan E. histolytica darahsering terdapat pada permukaan tinja dan padainfeksi EHEC terdapatgaris-garis darah pada tinja. Tinja yang berbau busuk didapatkan padainfeksi dengan Salmonella, Giardia, Cryptosporidium danStrongyloides.

    . Mikroskopik

    Leukosit dalam tinja diproduksi sebagai respon terhadap bakteri yangmenyerang mukosa kolon. Leukosit yang positif pada pemeriksaan tinjamenunjukkan adanya kuman invasif atau kuman yang memproduksisitokin seperti Shigella, Salmonella, C. jejuni, C. difficile, Y.enterocolitica, V. parahaemolyticus dan kemungkinan Aeromonas atauP. shigelloides. Leukosit yang ditemukan umumnya adalah PMN kecualipada S. typhii mononuklear.

    Kultur tinja harus segera dilakukan bila dicurigai terdapat HemolyticUremic Syndrome, diare dengan tinja berdarah, bila terdapat lekositpada tinja, KLB diare dan pada penderita immunocompromised.

    4. Pemeriksaan Penunjang laina) Pemeriksaan darah: darah perifer lengkap, analisis gas darah dan

    elektrolit (terutama Na, K, Ca, dan P serum pada diare yang disertaikejang), kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotik.b) Duodenal intubation(biopsi duodenum),untuk mengetahui kumanpenyebab secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare kronikyang disebabkan Giardiasis, Strongyloides, dan protozoa yangmembentuk spora.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    52/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    53/68

    G. Penatalaksanaan

    Departemen kesehatan mulai melakukan sosialisasi panduan Tata Laksanapengobatan Diare pada balita yang baru didukung baru didukung oleh ikatanDokter Anak Indonesia, dengan merujuk pada panduan WHO. Meperbaiki kondisiusus dan menghentikan diare juga menjadi cara untuk mengobati pasien. Untuk itu,Departemen kesehatan menetapkan lima pilar penatalaksanakan diare bagi semua

    kasus diare yangdiderita anak balita baik yang dirawat di rumah maupun sedangdirawat di rumah sakit, yaitu:

    1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru2. Zinc diberikanselama 10 hari berturut-turut3. ASI dan makanan tetap diteruskan4. Antibiotik selektif5. Nasihat kepada orang tua.

    Rehidrasi dengan oralit, dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

    Berikan segera bila anak diare, untuk mencegah dan mengatsi dehidrasi. Oralitformula lama dikembangkan dari kejadian luar biasa diare di Asia Selatan yangterutama disebabkan karena disentri, yang menyebabkan berkurangnya lebihbanyak elektronik tubuh, terutama natrium. Sedangkan diare yang lebih banyakterjadi akhir

    -akhir ini dengantingkat sanitasi yang lebih baik adalah disebabkanoleh karena virus. Diare karena virus tersebut tidak menyebabkan kekuranganelektronik seberat pada disentri. Karena itu, para ahli diare mengembangkanformula baru oralit dengan tingkat osmolaritas, sehingga kurang menyebabkanrisiko terjadinya hiperpatremia. Oralit baru ini adalah oralit dengan osmolaritasyang rendah.

    Ketentuan pemberian oralit formula baru:

    a. Beri ibu 2 bungkus oralit formula barub. Larutkan 1 bungkus oralit formula baru dalam 1 liter airmatang, untukpersediaan 24 jam.c. Berikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan ketentuansebagai berikut:

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    54/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    55/68

    Untuk anak berumur < 2 tahun: berikan 50-100 ml tiap kali BAB

    Untuk 2 tahun atau lebih : berikan 100-200 ml tiap BAB

    d. Jika dalam waktu 24 jam persedian larutan oralit masih tersisa maka sisa larutanharus dibuang.

    Pemberiaan Zinc

    Zinc mengurangi lama dan beratnya diare. Zinc juga dapat mengembalikan nafsumakan anak. Dasar pemikiran penggunaan zinc dalam pengobatan diare akutdidasarkan pada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsisaluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare.

    Pemberian zinc dapat menurunkan frekuensi dan volume buang air besar sehinggadapat menurunkan risikoterjadinya dehidrasi pada anak.

    Dosisi zinc untuk anak-anak:

    . Anak dibawah umur 6 bulan : 10 mg(1/2 tablet) perhari

    . Anak di atas umur 6 bulan : 20 mg(1tablet) per hari.

    Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak telah sembuh daridiare. Untuk bayi, tabl;et zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air matang atauoralit.

    Menurut buku pedoman pelayanan kesehatan anak di rumah sakit, WHO tahun2005, penatalaksanaan diare dibagi menjadi 3 rencana terapi yakni rencana terapiAuntuk penanganan diare di rumah, rencana terapi B untuk dehidrasi ringan/sedang,terapi C untuk dehidrasi berat.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    56/68

    Rencana Terapi B

    (Dehidrasi RinganSedang)

    Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oralsesuai dengan defisit yangterjadi namun jika gagal dapat diberikan secaraintravena sebanyak : 75 ml/kgBB/3jam. Pemberian cairan oral dapat dilakukansetelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. Biasanya dapat dilakukansetelah 3-4 jam pada bayi dan 1-2 jam pada anak . Penggantian cairan bila masih

    ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare ataumuntah.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    57/68

    Beri tablet zink selama 10 hari dengan dosis yang sama seperti pada rencana terapiA.

    Yaitu :

    . Oralit yang harus diberikan sebagai tambahan bagi kebutuhan cairannya sehari

    -hari :. < 2 tahun : 50-100 ml tiapkali BAB. >2 tahun : 100-200ml tiap BAB

    . Beri tablet Zink

    Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri tablet zink selama 10 hari dengan dosis

    . Umur < 6 bulan : tablet (10 mg) per hari

    . Umur > 6 bulan : 1 tablet(20 mg) per hari

    Meskipun belum terjadi dehidrasi berat tetapi bila anak sama sekali tidak bisaminum oralit mislanya karena anak muntah profus, dapat diberikan infus dengan

    intravena secepatnya.Berikan 70 ml/kg BB cairan RL / Ringer Asetat (atau jikataktersedia, gunakan larutan NaCl) yang dibagi sebagai berikut :

    . Bayi (dibawah 12 bulan) : 70 ml/kgBB/5 jam

    . Anak (12 bulan sampai 5 tahun) : 70 ml/kgBB/2,5 jam

    (Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit, WHO, 2009)

    Amati Anak dengan Seksama dan Bantu IbuMemberikan Oralit

    . Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan

    . Tunjukkan cara memberikannya sesendok teh tiap 12 menit untuk anak < 2tahun, beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    58/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    59/68

    . Periksa dari waktu ke waktu bila ada masalah

    . Bila anak muntahtunggu 10 menit dan kemudian teruskan pemberian oralittetapi lebih lambat, misalnya sesendok tiap 23 menit. Bila kelopak mata anak bengkak, hentikan pemberian oralit dan berikan airmasak atau ASI. Beri oralit sesuai Rencana Terapi A bila pembengkakantelah hilang

    Setelah 34 jam, Nilai kembali Anak Menggunakan Bagan Penilaian, KemudianPilih Rencana Terapi A,B atau C untuk Melanjutkan Terapi

    . Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke Rencana Terapi A. Bila dehidrasi telahhilang, anak biasanya kencing dan lelah kemudian mengantuk dan tidur. Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang, ulangi Rencana Terapi Btetapi tawarkan makanan, susu dan sari buah seperti Rencana Terapi A. Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti dengan Rencana Terapi C.

    Bila Ibu Harus Pulang Sebelum Selesai Rencana Terapi B

    . Tunjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah

    . Berikan bungkus oralit untuk rehidrasi dan untuk 2 hari lagi sepertidijelaskan dalam rencana terapi A. Tunjukkan cara menyiapkan oralit

    . Jelaskan 3 cara dalam Rencana Terapi A untuk mengobati anak di rumah

    . Memberikan oralit atau cairan lain hingga diare berhenti

    . Member makan anak

    . Membawa anak ke petugas kesehatan bila perlu.

    Antibiotik

    Antibiotika pada umummya tidak diperlukan pa

    da semua diare akut oleh karenasebagian besar diare infeksi adalah rotavirus yang sifatnya self limited dan tidakdapat dibunuh dengan antibiotika. Hanya sebagian kecil (10-20 %) yangdisebabkan oleh bakteri patogen sepertiV.cholera, Shigella, EnterotoksigenikE.Coli, Salmonella, Camphylobacter dan sebagainya.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    60/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    61/68

    Probiotik

    Probiotik diberi batas sebagai mikroorganisme hidup dalam makanan yangdifermentasi yang menunjang kesahatan melalui terciptanya keseimbanganmikroflora intestinal yang lebih baik. Pencegahan diare dapat dilakukan denganpemberian probiotik dalam waktu yang panjang terutama untuk bayi yang tidakminum ASI.

    Prebiotik

    Prebiotik bukan merupakan mikroorganisme akan tetapi bahan makanan.Umumnya kompleks karbohidrat yang bila dikonsumsi dapat merangsangpertumbuhan flora intestinak yang menguntungkan kesehatan.

    Diet pada Diare

    Pasien diare tidak dianjurkan puasa, kecuali bila muntah

    -muntah hebat. Pasiendianjurkan minum minuman sari buah, teh, minuman tidak bergas, makanan mudahdicerna seperti pisang, nasi, keripik, dan sup. Susu sapi harus dihindarkan karenaadanya defisiensi lactase transien yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

    H. Komplikasi. Dehidrasi. Hipoglikemi. Gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik)

    Secara klinis asidosis dapat diketahui dengan memperhatikan pernapasan yaknipernapasan cepat, teratur dan dalam yang disebut pernapasan Kusmaul. Pernapasanini merupakan homeostasis respiratorik yaitu usaha dari tubuh untukmempertahankan pH darah. (Suraatmaja, 2005)

    . Gangguan elektrolit

    . Hipernatremia

    Penderita diare dengan natriumplasma > 150 mmol/L memerlukanpemantauan berkala yang ketat. Tujuannya adalah menurunkan kadarnatrium secara perlahan-lahan. Penurunan kadar natrium plasma yang cepatsangat berbahaya oleh karena dapat menimbulkan edema otak. Rehidrasi

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    62/68

    oral atau nasogastik meenggunakan oralitadalah cara terbaik dan palingaman.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    63/68

    Koreksi dengan rehidrasi intravena dapat dilakukan menggunakan cairan0,45% saline55 dextrose selama 8 jam. Hitung kebutuhan cairanmenggunakan berat badan tanpa koreksi. Periksa kadar natriumplasmasetelah 8 jam. Bila normallanjutkan dengan rumatan, bila sebaliknyalanjtukan 8 jam lagi dan periksa kembali natrium plasma setelah 8 jam.Untuk rumatan gunakan 0,18% saline

    5% dextrose, perhitungkan untuk 24jam. Tambahkan 10 mmol KCl pada setiap500 ml cairan infus setelahpasien dapat kencing. Selanjutnya pemberian diet normal dapat mulaidiberikan. Lanjutkan pemberian oralit 10ml/kgBB/setiap BAB, sampai diareberhenti.

    .Hiperkalemia

    Disebut hiperkalemia jika K > 5 mEq/L, koreksi dilakukan denganpemberian kalsium glukonas 10% 0,5-1 ml/kgBB i.v pelan-pelan dalam 5-10 menit dengan monitor detak jantung.

    . Hipokalemia

    Dikatakan hipokalemia bila K < 3,5 mEq/L, koreksi dilakukan menurutkadar K : jika kadar kalium 2,5-3,5 mEq/L diberikan peroral 75mcg/kgBB/hari dibagi 3 dosis. Bila < 2,5 mEq/L maka diberikan secaraintravena drip (tidak boleh bolus) diberikan dalam 4 jam.

    Dosisnya : (3,5-kadar K terukur x BB x 0,4 + 2 mEq/kgBB/24 jam)diberikan dalam 4 jam, kemudian 20 jam berikutnya adalah (3,5-kadar Kterukur x BB x 0,4 + 1/6 x 2 mEq x BB)

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    64/68

    Hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, paralitik ileus, gangguanfungsi ginjal dan aritmia jantung. Hipokalemia dapat dicegah dankekurangan kalium dapat dikoreksi dengan menggunakan oralit danmemberikan makanan yang kaya kalium selama diare dan sesudah diareberhenti.

    . Kejang

    . Gangguan sirkulasi

    Sebagai akibat diare dengan atau tanpa disertai muntah, dapat terjadi gangguansirkulasi darah berupa renjatan/syok hipovolemik.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    65/68

    I. Pencegahan

    Upaya pencegahandiare dapat dilakukan dengan cara :

    1. Mencegah penyebaran kuman patogen penyebab diare

    Kumankuman patogen penyebab diare umumnya disebarkan secara fekaloral. Pemberian ASI yang benar

    a. Memperbaiki penyiapan dan penyimpanan makanan pendamping ASIb. Penggunaan air besih yang cukupc. Membudayakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sehabis buang airbasar dan sebelum makand. Penggunaan jamban yang bersih dan higienis oleh seluruh anggota keluarga

    e. Membuang tinja bayi yang benar.2. Memperbaiki daya tahan tubuh pejamua. Memberikan ASI paling tidak sampai usia 2 tahunb. Meningkatkan nilai gizi makanan pendamping ASI dan member makandalam jumlah yang cukup untuk memperbaiki status gizi anak.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    66/68

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    67/68

    DAFTAR PUSTAKA

    Behrman, Kliegman, Arvin. Ilmu Kesehatan Anak Nelson Edisi 15. Jakarta: PenerbitBukuKedokteran EGC. 2000.

    Soeroso J, Isbagio H, Kalim H, Broto R, Pramudiyo R. Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamEdisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI; 2007.

    Garna H, Melinda H. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi ke-3.Bandung: Bag. Ilmu Kesehatan Anak FK UNPAD RS Dr. Hasan Sadikin. 2005.

  • 5/24/2018 Laporan Kasus Diare Akut

    68/68